Home > Allah, Islam, renungan > BAGI ALLAH HANYA ADA SATU AGAMA, YAITU ISLAM

BAGI ALLAH HANYA ADA SATU AGAMA, YAITU ISLAM

Dalam ajaran ketiga agama samawi (yang besumber dari pewahyuan dari Tuhan) terdapat suatu kesamaan bahwa kehidupan manusia dimulai oleh Adam dan Hawa, sepasang manusia yang dulunya hidup di sorga, namun karena bujuk rayu Iblis, telah melanggar larangan Allah, akhirnya dihukum, dilemparkan ke dunia, menjalani kehidupan penuh keringat, susah payah, perjuangan, beranak pinak, saling bermusuhan dan membunuh, sampai sekarang.

Juga terdapat suatu kesamaan, bahwa kemudian Allah selalu mengiringi sejarah kehidupan manusia dengan petunjuk-petunjuk-Nya agar manusia punya panduan, mana cara menjalani hidup yang benar menurut Allah, mana cara yang salah. Disini kemudian terjadi ‘persimpangan jalan’. Fakta yang ada sekarang, ketiga agama samawi itu punya konsep yang berbeda tentang tata-cara menjalani hidup, bahkan juga konsep yang berbeda tentang eksistensi Allah. Padahal secara logika, kalau ketiganya sama-sama punya nenek moyang yang satu, maka ajaran yang diturunkan dari nenek moyang tersebut seharusnya sama, terutama ajaran tentang bagaimana gambaran Tuhan. Disini hanya ada 2 kemungkinan, hanya ada SATU ajaran yang benar, yang sama sejak manusia pertama ada, atau ketiga-tiganya salah semua, artinya baik Islam, Kristen maupun Yahudi nyasar semua, tidak sama lagi dengan apa yang dituntun Allah sejak dulu.

Tulisan ini akan mencoba mengungkapkan apa nama ajaran Allah yang dimulai sejak manusia pertama tersebut, dan kemudian dilanjutkan kepada kaum-kaum berikutnya, sampai dalam bentuk yang ada sekarang, tentunya dalam perspektif Al-Qur’an.

Adalah tidak mungkin ketika Allah memberikan sekumpulan petunjuk-Nya kepada manusia, mulai dari manusia pertama dan memberikan ‘judul’ terhadap petunjuk itu dengan sebuah nama, lalu disaat selanjutnya, Allah juga memberikan ajaran lain yang berbeda, lalu juga memberi ‘judul’ yang lain terhadap ajaran tersebut. Al-Qur’an mengistilahkan kata agama dengan ‘diin’ sesuatu yang menggambarkan hubungan antara dua pihak, dimana yang satu mempunyai posisi lebih tinggi dari yang lain. Ada juga istilah lain untuk kata agama ini, yaitu ‘millat’ yang berarti membacakan kepada orang lain. Ar-Raghib al-Asfahani mendefinisikan kata diin adalah menggambarkan keseluruhan suatu agama termasuk rinciannya, sedangkan millat menggambarkan keseluruhan suatu agama tidak dalam rinciannya, Diin bisa diartikan suatu sistem kepercayaan yang sudah terstruktur, milllat artinya suatu ajaran. Menurut Al-Qur’an, dari dulu hanya ada satu nama agama yang benar-benar berasal dari Allah, yaitu Islam.

19. Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam. (Ali Imran)

innadiina = sesungguhnya agama, indallaahi = disisi Allah, al-Islaam = Islam

Dalam ayat ini kata Islam dikemukakan dengan ‘al-Islaam’ berupa kata benda yang mengartikan sebuah nama.

84. Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, ‘Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri.”

85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (Ali Imran)

waman = dan barang siapa, yabtagi = mencari, gaira = selain, al-islaami = Islam, diinan = agama.

Dari kedua ayat tersebut disimpulkan bahwa petunjuk-petunjuk Allah mulai dari manusia pertama, dijuluki oleh Allah dengan ‘al-Islam’. Yang merupakan ‘diin = agama’, dan adanya ketegasan bahwa dari dulunya apa yang diajarkan oleh Allah melalui para nabi dan rasul adalah sama, dalam konteks gambaran eksistensi Allah dan penyembahan kepada-Nya. Pemeluk agama Islam tersebut dinamakan ‘Muslim’

78.(Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu..(Al Hajj)

millata = agama, abiikum = bapakmu, Ibraahiima = Ibrahim, huwa = Dia, sammaakumu = menampakkan kamu, al-muslimiina = orang-orang muslim.

Kata ‘al-muslimiina’ juga merupakan kata benda, yang berarti : orang yang memeluk agama Islam, dan ini sudah dinamai Allah bagai pemeluk Islam sejak dahulunya. Dari uraian ayat-ayat Al-Qur’an diatas, sebenarnya kita mendapat gambaran yang jelas, bahwa dilihat dari sisi ‘penamaan’, yaitu diin atau millah, al-Islam, dan al-Muslimiin, serta pernyataan Allah bahwa yang diakuinya sebagai agama yang Dia turunkan dari dulunya, adalah Islam.

Nabi Ibrahim adalah ‘al-Muslimiin’, anak keturunannya juga, Ismail, Ishak, Ya’kub, Musa, ‘Isa, adalah ‘al-Muslimuun’ pemeluk Islam. Semua nabi dan Rasul itu termasuk dalam keluarga para Rasul, yang ditugaskan Allah untuk menyampaikan ajaran-Nya, tentang eksistensinya, yang sama dari dulunya, dan ajaran Islam tidak membeda-bedakan antara satu nabi dengan nabi yang lain :

136. Katakanlah (hai orang-orang mu’min): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan ‘Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. (Al Baqarah)

Jadi ketika Nabi Ibrahim, dan Nabi Ya’kub berwasiat kepada anak keturunannya :

132. Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub : “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”. (Al Baqarah)

Kalimat ‘Allah telah memilih agama ini’, menarik sekali karena wasiat Nabi Ibrahim memakai kata ‘diin’ untuk menyatakan ‘agama’, bukan millat, sedangkan dalam surat al-Hajj 78, Al-Qur’an memakai kata ‘millat’ dalam kalimat ‘agama orangtuamu Ibrahim’. Bisa ditafsirkan bahwa ketika mewasiatkan anak keturunannya, nabi Ibrahim sudah mengetahui bahwa adanya suatu ‘sistem kepercayaan’ yang diridhoi Allah, dan millatnya punya intisari yang sama dengan sistem kepercayaan tersebut. Untuk menghubungkan millat (ajaran) Ibrahim dengan Islam sebagai suatu sistem kepercayaan, maka diakhir ayat tersebut dikatakan : “kecuali dalam memeluk agama Islam”. Al-Qur’an memakai kata ‘muslimuuna’ untuk kata yang diartikan ‘agama Islam’, kata muslimuuna adalah kata sifat diartikan = orang yang tunduk/berserah diri.

Lalu muncul pertanyaan, bagaimana mungkin Ibrahim, Ismail, Ishak, Musa, ‘Isa, dikatakan memeluk agama Islam, padahal mereka sudah ada sebelum nabi Muhammad SAW dan ajaran Islam diturunkan. Para nabi dan Rasul tersebut juga tidak melaksanakan shalat 5 waktu, puasa Ramadhan, haji, dll seperti ritual yang dilakukan oleh umat Muhammad SAW, bahkan tidak mengucapkan shahadat ‘Ashadu Allailaaha illa Alllah, wa’ashadu anna Muhammad Rasulullah’, yang merupakan ‘proklamasi’ seseorang memeluk agama Islam.

Yang pasti semua nabi dan Rasul tersebut mengucapkan ‘Tidak ada Tuhan selain Allah’, anda bisa menemukan banyak ayatnya dalam Al-Qur’an, suatu pernyataan bahwa dari dahulunya eksistensi Allah tidaklah berganti, dan penyembahan terhadap-Nya juga tidak berubah. Namun untuk setiap umat, Allah menetapkan SYARI’AT yang berbeda-beda, syari’at disini bisa diartikan : tata-cara penyembahan, aturan-aturan menjalani kehidupan, mana yang boleh mana yang tidak, dll :

67. Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syari’at tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan (syari’at) ini dan serulah kepada (agama) Tuhanmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus. (Al Hajj)

Itulah makanya untuk kaum Yahudi dan Nasrani, disyari’atkan mengkuduskan hari Sabbath, untuk umat Islam tidak, atau sebaliknya untuk umat Islam disyari’atkan shalat 5 waktu, puasa Ramadhan, dll, untuk umat sebelumnya tidak. Ada juga syari’at umat Muhammad yang terkait dengan syari’at nabi terdahulu :

13. Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan ‘Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). (Asy Syuura)

Maka kata-kata ‘Wa ashadu anna Muhammad Rasulullah’, artinya sipengucap sumpah ini menyatakan dirinya adalah penganut agama Islam dan menjalankan syari’at yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW, sedangkan nabi dan rasul sebelumnya, beserta pengikut-pengikutnya adalah penganut Islam yang menjalankan syari’at sesuai ajaran masing-masing. Namun semuanya dinyatakan sebagai penganut agama Islam, satu-satunya agama yang diakui Allah, dan disebut sebagai Muslim.

Yang jadi pertanyaan sampai sekarang, apakah ketika nabi Musa menyampaikan Taurat, dan nabi ‘Isa Almasih menyampaikan Injil, menerangkan apa nama agama yang mereka bawa..??, apakah ada pernyataan nabi Musa misalnya yang menyatakan : “Inilah ajaranku, yaitu AGAMA YAHUDI..”, atau nabi ‘Isa Almasih menyatakan :”Inilah ajaran AGAMA KRISTEN..” Al-Qur’an sering menyinggung kata : Yahudi dan Nasrani, namun itu merujuk kepada nama suatu kelompok atau kaum, bukan nama agama, lalu apa nama agama yang dibawa oleh nabi Musa dan nabi ‘Isa Almasih tersebut..???

sumber : http://forum.swaramuslim.net/more.php?id=3861_0_15_0_M

Advertisement
Categories: Allah, Islam, renungan
  1. April 6, 2010 at 11:22 am | #1

    gw non muslim,
    dari pernyataan di atas gw setuju kalo alquran mengatakan kristen ituh merujuk pada suatu kelompok/kaum.
    tapi nyatanya skrg kristen sudah menjadi agama.
    tapi,apakah ituh salah/haram/dosa?
    tuhan ituh satu < setuju
    agama ituh satu[islam only] < apa kata dunia.?
    gw cuma ga suka ajah judul postingan nya,alangkah baiknya kalo judulnya jadi : islam adalah agama pertama(persepsi alquran), jadi blog ini ntar ga jadi tempat ribut.
    kan lebih indah kalo kita damai.

    p.s
    ini komen gw doang ya, ga mewakili pihak manapon..

    • April 6, 2010 at 9:42 pm | #2

      @Akuh

      Kalau anda keberatan dengan judul artikel diatas maka sebaiknya ,anda pahami betul judul tersebut secara utuh!
      apakah Komentar keberatan anda nyambung dengan subtansi judul tersebut.

      tetapi dari pengamatan saya,sayang sekali anda mencerna judul tersebut secara sepotong,hingga anda membuat komentar yang mencoba berargumentasi kalau Kristen sudah menjadi sebuah Agama.

      1. mengabaikan Kata penting dari judul tersebut yaitu “BAGI ALLAH” ,bukan Bagi Manusia. sedangkan Argumentasi anda adalah bagi Manusia.

      2. kalau judul yang begitu pendek kalimatnya anda abaikan pemahaman yang utuh apalagi isi artikel tersebut,yang sebenarnya sudah menguraikan dengan jelas tentang Judul tersebut.

      3.Blog ini bukan tempat untuk ribut,tetapi Blog ini adalah dibuat untuk orang-orang yang mau belajar,minimal mengarsipkan Tantangan yang dihadapi oleh Muslim dan juga jawaban-jawaban Muslim terhadap tantangan tersebut, tentu saja membuka kesempatan kepada para pembaca untuk mendiskusikannya

  2. teman rahmat
    April 22, 2010 at 11:28 am | #3

    maaf ini saya copy dr catatan teman saya , bagaimana menurut ustadz

    AD-DIIN itu bukan AGAMA ::
    Bagikan
    16 Januari 2010 jam 11:07
    QS. Asy Syuroo [42] ayat 13 :

    شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ

    Dia telah mensyariatkan kamu tentang DIIN (agama) apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah DIIN (agama) dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik diin/agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada diin/agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (diin/agama) -Nya orang yang kembali (kepada-Nya).

    Kalo kita melihat ayat diatas, bahwa SEMUA NABI dan ROSUL disyari’atkan untuk MENEGAKKAN DIIN (agama) bukan MENYEMPURNAKAN DIIN, berarti DIIN (agama) yang dibawa oleh para Nabi dan Rosul itu adalah SAMA, karena DIIN (agama) itu sejak dahulu TIDAK ADA PERUBAHAN.

    Perhatikan QS. Ar Ruum [30] ayat 30 dibawah ini :

    فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ

    Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada DIIN agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) diin/agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,

    Jika SAMA dan TIDAK ADA PERUBAHAN, mengapa Allah selalu mengutus Rosulnya untuk Menegakkan Kembali Diin-NYA itu ????

    Disaat Allah mengutus MUSA (MOSES), Diin yang telah ditegakkan oleh NUH (NOAH) sudah hancur.

    Begitu juga disaat Allah mengutus ISA (YESUS), Diin yang telah ditegakkan oleh MUSA sudah hancur pula, tetapi ummat sepeninggal Musa (agama Yahudi) tidak mengakui ke-RASUL-an ISA.

    Disaat Diin yang ditegakkan oleh ISA hancur juga, Allah mengutus MUHAMMAD untuk menegakkan kembali Diin Allah, tetapi lagi2 MANTAN ummat MUSA (Yahudi) dan ISA (Nasrani) TIDAK MENGAKUI ke-RASUL-an MUHAMMAD.

    Padahal kalau kita merujuk ke QS. 42 ayat 13 dan QS. 30 ayat 30 tadi, bahwa Para Rosul disyari’atkan untuk MENEGAKKAN KEMBALI DIIN YANG TIDAK PERNAH BERUBAH SEPANJANG MASA.

    jadi….APA itu DIIN ????

    perhatikan QS. Yusuf [12] ayat 76 dibawah ini :

    فَبَدَأَ بِأَوْعِيَتِهِمْ قَبْلَ وِعَاءِ أَخِيهِ ثُمَّ اسْتَخْرَجَهَا مِنْ وِعَاءِ أَخِيهِ كَذَلِكَ كِدْنَا لِيُوسُفَ مَا كَانَ لِيَأْخُذَ أَخَاهُ فِي دِينِ الْمَلِكِ إِلا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ نَرْفَعُ دَرَجَاتٍ مَنْ نَشَاءُ وَفَوْقَ كُلِّ ذِي عِلْمٍ عَلِيمٌ

    Maka mulailah Yusuf (memeriksa) karung-karung mereka sebelum (memeriksa) karung saudaranya sendiri, kemudian dia mengeluarkan piala raja itu dari karung saudaranya. Demikianlah Kami atur untuk (mencapai maksud) Yusuf. Tiadalah patut Yusuf menghukum saudaranya menurut diin/undang-undang raja, kecuali Allah menghendakinya. Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki: dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui.

    DIIN pada QS.Yusuf ayat 76 diatas diartikan sebagai UNDANG-UNDANG / PERATURAN / HUKUM.

    Kalau QS. 42/13 , kata AGAMA kita ASUMSIKAN dengan kata UNDANG-UNDANG / PERATURAN / HUKUM, maka akan menjadi LEBIH MENGARAH kepada SYARI’AT yang diperintahkan ALLAH kepada Para UTUSANNYA, yaitu TEGAKKANLAH HUKUM / ATURAN.

    Jika demikian maka benar QS. 30/30 bahwa HUKUM ALLAH SEJAK DULU, SEKARANG dan YANG AKAN DATANG TIDAK PERNAH ADA PERUBAHAN.

  3. aida
    April 22, 2010 at 3:30 pm | #4

    saya sudah membaca injil dan agama kristen dari sumber kristen begitupula dengan islam ,saya memilih Islam setelah melihat perbandingkan itu,siapapun boleh bebas memilih agama sesuai haknya masing2 asal tujuanya mencari kebenaran bukan hanya kehidupan dunia seperti karena di kasih indomie jadi pindah agama..(maaf sebut merk itu hanya contoh ja karena indomie n sarimi yg opouler hihi)

  4. aida
    April 22, 2010 at 3:34 pm | #5

    .(maaf sebut merk itu hanya contoh ja karena indomie n sarimi yg populer hihi)

  5. TKB
    May 22, 2010 at 9:31 pm | #6

    Kalau boleh tahu, sampean agamanya Islam kan?

  6. Ando
    June 24, 2010 at 5:31 pm | #7

    Halo teman2 salam kenal,

    Saya non muslim, saya juga tertarik dengan diskusi2 lintas agama…. Biasanya klo kita diskusi dari berbagai perspektif bisa lebih membuka cakrawala……
    saya cuma ingin menjelaskan sejauh yang saya tahu dan juga ingin mengajukan pertanyaan nantinya…..

    Musa tidak pernah berkata ajarannya adalah agama yahudi atau Yesus Kristus mengajar agama kristen… Jacob mempunyai 12 anak yg menjadi cikal-bakal israel sekarang, to the point aja ya…. Jadi setelah Solomon mati kerajaan israel terpecah menjadi dua yaitu israel utara dengan ibukota Samaria dan Israel Selatan dengan ibukota Yerusalem, dimana israel selatan ini adalah dari anak Jacob yg bernama Yehuda(yg dikenal dengan yahudi) dan juga Levi. jadi org selatan ini menganggap mereka saja yg memegang taurat dengan penuh kemurnian karena Bait Tuhan yg dibangun Solomon ada di Yerusalem…..begitu….. sedangkan Kristen sendiri dari asal kata ‘Kristos’ lalu dengan lidah inggris menjadi ‘Christ’ lalu lidah indonesia menjadi ‘Kristus’ yang artinya “Juruselamat yg diutus”……. waktu zaman itu orang Kristen tidak diakui oleh orang Yahudi dan dicari utk dibunuh. Maka dari itulah org yahudi mengatakan pengikut Kristus adalah orang Kristen…… begitu….

    pertanyaan saya:
    1. Menurut org muslim….. utk apa Allah menciptakan manusia?……
    2. Diatas ditulis bahwa manusia pertama hidup disorga lalu tergoda oleh iblis sehingga dilempar kebumi:
    2.1 Jadi apakah iblis ada disorga juga waktu itu…..
    2.2 Allah menciptakan mana lebih dulu…. manusia atau bumi tempat manusia sekarang berada….

    Balas ya….. saya tunggu balasannya…… peace V

  7. salam
    August 5, 2010 at 4:04 pm | #8

    untuk mereka yang cenderung cenderung liberal :

    yah, saya tidak sekolah di sekolah agama .. namun ada logika sederhana ..

    Allah telah menurunkan Taurat, kenapa kemudian Allah menurunkan Injil, dan kenapa pula kemudian Allah menurunkan al Qur’an ?? apakah main-main ?? waah, tidak mungkin kan … jawaban sederhananya, karena para ahli kitab tersebut telah memainkan, menambah mengurangi ayat-ayat Allah di Taurat dan Injil .. sehingga turunlah al Qur’an.

    dan tidaklah mungkin Allah mencla mencle atas ayat-ayat yang di turunkannya, lihatlah tentang ahli kitab di :

    Surat al Bayyinah ayat 1-8 :

    1. Orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata.

    2. (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Quran),

    3. Di dalamnya terdapat (isi) Kitab-kitab yang lurus.

    4. Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.

    5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

    6. Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.

    7. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.

    8. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

  8. ahmad
    August 6, 2010 at 12:24 pm | #9

    Saya ahmad:
    Pandangan umat Islam saya kafir, tetapi pandangan Al Qur’an saya orang beragama. QS 5:68. Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran
    Saya ingin mengomentari tulisan Ustadz diatas yang mengatakan : Dalam ajaran ketiga agama samawi (yang besumber dari pewahyuan dari Tuhan) terdapat suatu kesamaan bahwa kehidupan manusia dimulai oleh Adam dan Hawa, sepasang manusia yang dulunya hidup di sorga, namun karena bujuk rayu Iblis, telah melanggar larangan Allah, akhirnya dihukum, dilemparkan ke dunia, menjalani kehidupan penuh keringat, susah payah, perjuangan, beranak pinak, saling bermusuhan dan membunuh, sampai sekarang.

    Dulunya Adam dan Hawa di sorga adalah untuk hidup selamanya, tetapi oleh karena tertipu oleh iblis, mereka diusir kebumi ini,

    Akhirnya manusia itu harus mati, karena di bumi ini tidak ada sumber kehidupan untuk selama lamanya.

    Manusia ingin kembali ke surga untuk hidup selama-lamnya, tetapi sayang manusia tidak kuasa, dan tidak mempunyai kemampuan untuk kembali ke surga untuk mendapatkan kembali hidup kekal itu.

    Allah maha kuasa maha penyayang, menyayangi setiap ciptaanya, termasuk manusia. Allah ingin manusia kembali ke surga agar manusia memiliki hidup kekal kembali.

    Tetapi sayang, Allah tidak mau melanggar ketetapan yang telah ditetapkannya, yaitu : Dosa adalah pelanggaran Hukum Allah, dan akibat dosa adalah maut/kematian kekal.

    Karena Kasih Allah yang ajaib itu, maka dia rela menjelma menjadi manusia terhina untuk menerima kematian kekal akibat dosa manusia itu, tetapi Allah sanggup mengalahkan kematian kekal itu, sehingga dia telah bangkit dari kubur, dengan demikian Iblispun kalah, dan sejak saat itu, manusia yang percaya dan mau, telah berhak masuk surga kembali.
    Terima kasih.

  9. Paulus Nabi Palsu
    August 6, 2010 at 4:21 pm | #10

    @ Ahmad gadungan

    Semua cerita elo itu ‘hanyalah’ karangan Opung Paulus yg telah menyelewengkan semua ajaran asli Nabi Isa As. Tidak ada satu ayatpun di Bibel mau versi yg mana aza yg langsung dikatakan Nabi Isa As bahwasanya Bagi yg percaya beliau mati disalib dan dibangkitkan hidup kembali akan memperoleh kehidupan kekal di surga.

    Gue sarankan elo pelajari dulu deh bibel elo dengan teliti, gue yakin jika elo mau berpikir jujur dan tidak taklid sama pendeta/pastor elo pasti pendapat elo yg sekarang itu akan berubah 100 %

    hehehe….gimana ????? berani terima tantangan hehehehe…

    Gitu azaaaaa kok repot

  10. August 10, 2010 at 9:23 am | #11

    maka pertanyaannya adalah

    1.benarkah anda sudah menegakkan ajaran Taurat, Injil dan al Qur’an ? atau menegakkan ajaran perjanjian lama dan perjanjian baru, menegakkan ajaran paulus ? (dan anda sudah diundang Pak Paulus nabi palsu, di atas)

    2. kenapa pula anda masih kafir kepada Allah, Muhammad dan al Qur’an dan tidak menegakkan sholat, berzakat, berpuasa, berhaji dll ? bahkan surat al bayyinah di atas anda abaikan ?

  11. August 10, 2010 at 4:16 pm | #12

    ahmad berkata
    Agustus 6, 2010 pada 12:24 pm

    ….
    Karena Kasih Allah yang ajaib itu, maka dia rela menjelma menjadi manusia terhina untuk menerima kematian kekal akibat dosa manusia itu, tetapi Allah sanggup mengalahkan kematian kekal itu, sehingga dia telah bangkit dari kubur, dengan demikian Iblispun kalah, dan sejak saat itu, manusia yang percaya dan mau, telah berhak masuk surga kembali.
    Terima kasih.

    Caplin :

    Mirip ajaran Kristen ya.

  12. pembela
    August 10, 2010 at 4:37 pm | #13

    @ All

    Wach,.. judul artikel : BAGI ALLAH HNYA ADA SATU AGAMA YAITU ISLAM….

    HE,..he,… yg penting bukan lebel Agamanya bos,.. tp akidah kehidupan yg tercermin dr Agama tsb…

    Tuhan yg asli bukanlah Tuhan yg pamer2 agama,… tp Tuhan yg asli sudah cukup jika umat nya hidup dalam keharmonisan,kedamaian dlm mnghargai sesamanya….

    Sudah jangan pamer2 agama,…. itu gak penting yg penting kualitas…. cs kualitas lebih penting dr kuantitas….

  13. pembela
    August 10, 2010 at 4:40 pm | #14

    JIka Islam adalah agama benar tak mungkin ada amrosi cs,…

    Jika islam agama benar tak mungkin ada kisah syekh puji & lutviana ulfa….

    Sunnah nabi dan penyimpangan berbeda……

  14. isa
    August 10, 2010 at 4:41 pm | #15

    @pembela
    “Sudah jangan pamer2 agama,…. itu gak penting yg penting kualitas…. cs kualitas lebih penting dr kuantitas….”

    emangnya kualitas umat paulus apa?

  15. isa
    August 10, 2010 at 4:50 pm | #16

    @pembela
    jika kristen adalah agama benar
    tak mungkin ada bush, obama, netanyahu cs

    jika kristen adalah agama benar tak mungkin ada kisah pendeta pedofil.

    ajaran injil dilanggar semua

    pembela udh turun gunung nih tapi commentnya msh aja basi.

    loe nyinggung lg soal poligami.

    udh sering kali gue bilang, coba tunjukin ayat dlm injil yg melarang poligami?

    kalo gak bis nunjukin?berarti loe emang bloon.

    percuma aja lama gak nongol tapi kualitas loe malah tambah turun

  16. uranian
    August 10, 2010 at 4:56 pm | #17

    kualitas umat paulus adalah ahli filsafat mawas..he3x

  17. August 11, 2010 at 8:45 am | #18

    meneliti kualitas agama / umat :

    seandainya saja umat Kristen / Paulus, beserta para pendahulunya pada ratusan bahkan ribuan tahun lalu, beserta para pemimpinnya, mampu membuat seperti al Qur’an, yakni 2 kriteria saja, untuk dihafalkan, dan dapat dibaca dengan indah bermacam cara, sejumlah hanya 1 halaman saja, tidak perlu 3 halaman, apalagi 500 halaman … tentu saya akan membenarkan bahwa agama Kristen dan umat Kristen ini adalah agama/umat/orang-orang yang benar …

    sayangnya, selalu ngeles menghindar, dengan berpura-pura tidak tahu atau berpura-pura tidak paham … maka bagaimana saya setuju bahwa mereka adalah agama/umat/ orang-orang yang benar …??? ya kan …. dan jadi terlihat kualitasnya kan …. :)

    Al baqarah :
    23. Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.

  18. Paulus Nabi Palsu
    August 11, 2010 at 10:48 am | #19

    @ pembela

    Kalo kristen agama kasih lalu yg memuluai PD I & II orang Islam ye ? hehehe….
    trus yg menjajah & memperbudak negara2x Asia Afrika termasuk Indonesia tercinta orang Islam jg ye ? hehehe… trus yg mengebom pake Nuklir di Hirosima dan Nagasaki jg orang Islam ye ? hehehe… khan Kristen agama penuh cinta dan kasih hehehe….

  19. haidar
    August 11, 2010 at 11:01 am | #20

    Heran banget,makin lama,komentar pembela dkk,makin tidak berkualitas dan makin tidak berisi.makin kronis aja.jelas sekali isi dari komentarnya adalah komentar yang berbau ke putus asaan,yang penting mbalas perdebatan tetapi kualitas belakangan. Buktikan kualitas umatmu dengan menantang kami debat terbuka live ..berani apa gak? saya pikir netter hebat kami seperti paulus nabi palsu,isa,hanifa dll…akan dengan senang hati menerima tantangan kalian….

  20. August 11, 2010 at 12:35 pm | #21

    @Haidar

    JANGAN LUPA ADA HITLER, BUJUBUNE, LOGIKA, TONGKAT PUTIH DAN OGUT SENDIRI SICAPLIN YEH, HE, HEEE …

    Soal Pembela ?

    Dia mah udah BLACK LIST BERAT dikalangan kita-kita netter muslim.
    Jadi pantes aja komennya akhir-akhir ini tambah gak karu-karuan, lha wong udah ketahuan belangnye, itu tuh gaya Paulusnyeh.

    Lanjutkan !

  21. DauD
    August 27, 2010 at 2:32 am | #22

    to: all

    ini forum diskusi jadi jgn saling mengejek..
    dalam AlkitaB Galatia 1:6-10
    perikop: hanya ada satu injil
    aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik kepada Dia(Tuhan/Allah), yag oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan injil kristus. Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari surga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarag kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepada kamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang kamu terima, terkutuklah dia. jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? adakah kucoba berkenan kepada manusia? sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba kristus.

    so, siapa yang telah merusak bacaan yang sebenarnya maka Dia akan terkutuk!!

    alkitab 2 korintus 13: 3-10
    Karena kamu ingin suatu bukti, karena kristus berkata-kata dengan perantaraan aku(Paulus, nama sebelum paulus adalah saulus. saulus adalah orang yang sangat kejam, dia membunuh semua pengikut Kristus, setelah di beri tulah dari pada Allah, dia bertobat dan disembuhkan lalu disuruh oleh Tuhan sendiri untuk mengabarkan berita Tuhan), dan Ia tidak lemah terhadap kamu, melainkan berkuasa ditengah-tengah kamu. karena sekalipun Ia telah di salibkan karena kelemahan, namun Ia hidup karena kuasa Allah. memang kami adalah lemah di dalam Dia. tetapi kami akan hidup bersama-sama dengan Dia untuk kamu karena kuasa Allah. Ujilah dirimu sendiri apakah kamu tetap tegak didalam iman. selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? sebab jika tidak dengan demikian, kamu tidak tahan uji. tetapi aku harap, bahwa kamu tahu, bahwa bukan kami yang tidak tahan uji. kami berdoa kepada Allah, agar kamu tidak berbuat jahat bukan supaya kami ternyata tahan uji, melainkan supaya kamu ini boleh berbuat apa yang baik, sekalipun kami tampaknya tidak tahan uji. karena kami tidak dapat berbuat apa-apa terhadap kebenaran; yang dapat kami perbuat adalah untuk kebenaran. sebab kami bersukacita, apabila kami lemah dan kamu kuat. dan inilah yang kami doakan, yaitu supaya kamu menjadi sempurna. itulah sebabnya sekali ini aku menulis kepada kamu ketika aku berjauhan dengan kamu, supaya bila aku berada ditengah-tengah kamu, aku tidak terpaksa bertindak keras menurut kuasa yang dianugerahkan Tuhan kepadaku untuk membangun dan bukan untuk meruntuhkan.

    yah, yang terpenting kita tidak saling bermusuhan tetapi saling menguatkan dan saling membantu.
    taurat adalah suatu aturan yang diberikan Allah kepada kita.
    taurat lain dari pada kitab/ injil.

    dan kiamat sudah dekat dan kita akan tidak akan dimusnahkan gara-gara air bah lagi seperti nuh karena itu sudah terjadi tetapi kita semua akan musnah karena Api.

    alkitab 2 Timotius 3
    Keadaan Manusia pada akhir jaman
    1. mencintai dirinya sendiri
    2. menjadi hamba uang
    3. membual dan menyombongkan diri
    4. menjadi pemfitnah
    5. berotak terhadap orang tua& tidak tahu terima kasih
    6. tidak mempedulikan agama
    7. tidak tahu mengasihi
    8. tidak mau berdamai
    9. suka menjelekkan orang
    10. tidak suka yang baik
    11. suka mengkhianat
    12. tidak berpikir panjang
    13. berlagak tahu
    14. menuruti hawa nafsu daripada Allah.

    so, itulah tanda-tanda manusia akhir jaman, apabila kalian yang membaca seperti itu cepatlah mohon ampun, bertobatlah. janganlah kita saling memperolok agama karena banyak orang sekarang yang hanya kristen KTP, islam KTP dll.. semua tergantung perbuatan kita di dunia. ajaran boleh berbeda tetapi kita semua pasti tahu mana yang benar ataupun yang salah karena di jaman sekarang udah banyak nabi-nabi/ rasul-rasul palsu yang menghasut kita.

    yakin bahwa kita semua akan diberkati oleh Allah.^_^

  22. haidar
    August 27, 2010 at 8:41 am | #23

    @ caplin

    oke pren sepakat 100%

    @ Daud

    Kalau anda menganggap semua agama itu benar berarti anda menganut faham relativisme (tidak ada kebenaran yang mutlak )

  23. haidar
    August 27, 2010 at 8:49 am | #24

    ما كان إبراهيم يهوديا ولا نصرانيا ولكن كان حنيفا مسلما وما كان
    من المشركين

    Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.” ( QS Ali ‘Imron:67)

    Berdasarkan ayat diatas, jelas semua nabi dan rasul membawa agam yang satu yaitu islam.

  24. DauD
    August 27, 2010 at 5:46 pm | #25

    @haidar

    saya beragama kristen tetapi saya mengatakan sekarang semua agama itu dipimpin oleh manusia, dan manusia itu tidak sempurna, jadi pasti banyak kesalahn juga yang dia telah diperbuat yang tidak diketahui..

    sebenarnya kita hanya perlu berserah kepada Allah, dengan adanya pertentangan seperti ini masalah bukan malah selesai tetapi malah menjadi keruh..

    kebenaran yang mutlak dan dapat di logika adalah Hukum Taurat..
    semua yang ada pada bacaan kita sebenarnya Tidak dapat di Logika dan dipikir secara logika..

    jadi, ikutilah hukum taurat saja.. disitu tertulis peraturan-peraturan yang harus di patuhi agar bisa masuk kedalam surga..

    Allah memberkati kalian semua..

  25. isa
    August 27, 2010 at 7:54 pm | #26

    @daud
    “sebenarnya kita hanya perlu berserah kepada Allah, dengan adanya pertentangan seperti ini masalah bukan malah selesai tetapi malah menjadi keruh..”

    jawab : gue setuju

    “kebenaran yang mutlak dan dapat di logika adalah Hukum Taurat..
    semua yang ada pada bacaan kita sebenarnya Tidak dapat di Logika dan dipikir secara logika..”

    jawab : maaf bagi gue hanya Al Qur’an kebenaran yg mutlak.

  26. September 16, 2010 at 3:49 am | #27

    MUSLIM BILANG,BAGI ALLAH HANYA ADA SATU AGAMA,YAITU ISLAM.
    ABSOLUTELY! “LA ILAAHA ILLALLAH” = “TAK ADA ILAH SELAIN ALLAH”
    Saya bkn islam dan memang tdk nyembah ALLAH, tp nyembah YAHWEH.
    YHWH = Elohim yg Benar.(Yer 10:10) YHWH = Bapa kami.(Yes 64:8)
    ADONAI YAHWEH YG SAYA SEMBAH DLM NAMA YESHUA HAMASHIAH BERFIRMAN:
    “Jgn ada pdmu ilah lain di hadapan-Ku, sbb
    ilah sgl bgs,trmsk ALLAH ilah bgs Arab red,adalah berhala.”
    “Nama ilah lain,ALLAH red., jgn kausebut kedengaran dr mulutmu.”
    (Kel 20:3;Mzm 86:5;Kel 23:13)
    *AWAS,ORG KRISTEN NYEBUT “ALLAH” ITU MELANGGAR LARANGAN TUHAN!!!

  27. September 16, 2010 at 5:33 am | #28

    * “Bapa kami yg di Sorga,Firman-Mu adalah Kebenaran”.(Yoh 17:17)
    * Firman-Mu:”Ilah sgl bgs,ilah bgs Arab juga red., itu berhala”. Nama “ALLAH” semula utk “dewa air” lalu utk dewa “Qomar” atau wa “Bulan”yg punya istri dewi “Syamsun” atau dewi “Matahari” dan punya anak dewi2 “Najmun” atau dewi2 “Bintang”.
    * Qomarudin,Syamsudin,Najamudin itulah penyembah2 dewa-dewi tsb.
    * 1400 th yl MHD dtg menghancurkan anak istri Allah, spy Allah jadi esa, sendirian tanpa kluarga lagi, berwujud batu item di dinding ka’bah baitullah atau ka’bah rumah Allah di kota Mekah.
    * Sma Muslim di slruh dunia kalo solat hrs madep ke rumah Allah.
    * Stiap thn Allah ngundang umatnya utk nyembah dan menciumnya.
    *Biar beaya mahal muslim brebut utk bisa nyembah dan nyium Allah,
    dg tdk sadar bhw mrk tlh nyembah berhala si batu item itu.
    “YA ADONAI YAHWEH DLM YESHUA MESHIAH FIRMANMU ADALAH KEBENARAN”. AMIN.

  28. haidar
    September 16, 2010 at 6:31 am | #30

    @abigail

    Tolong dijawab 3 pertanyaan saya,singkat padat tapi jelas.
    1.Yang drestui oleh yesus, umat kristen protestan atau katolik, dijelaskan dengan bukti yang jelas.?
    2.Kenapa jumlah kitab bible protestan dan katolik berbeda.?
    3.Sejarah asal mula Allah adalah dari dewa air.?

    Terima kasih

  29. isa
    September 16, 2010 at 8:11 am | #31

    @haidar
    biarain aja abigail,dia sring menghujat Allah dg sebutan dewa air or bulan wkt gue suruh nunjukkin bukti dlm Al Qur’an gak bs jwb malah dia lompat ke thread lain dg coment yg monoton soal dewa air or bulan.

    padahal tuhannya yg berasal dr penyembah pagan ciptaan kaisar romawi.

    kasihan tu abigail dikibulin tapi blm sadar jg.

  30. isa
    September 16, 2010 at 8:25 am | #32

    @abigail
    tolong bantu si pembela utk jwb jwb soal kabah ya.

    Tidak ada perayaan Natal tanpa pohon Natal. Inilah yang saat ini dirayakan oleh orang-orang kafir dari golongan Kristen setiap tanggal 25 Desember. Padahal, sebagaimana dapat dibaca dari buku-buku sejarah, perayaan Natal dan pohon Natal sudah ada semenjak zaman dahulu kala, jauh sebelum Yesus dilahirkan.

    Perayaan Natal ini sesungguhnya merupakan tradisi lama dari para penganut penyembah berhala.

    Yeremia 10:2-4:

    “Beginilah firman Tuhan: “Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak, orang memperkuatnya dengan paku dan palu supaya jangan goyang.”

    Jadi, Alkitab/Bibel sendiri dengan tegas mengutuk keras pembuatan pohon Natal. Mengapa umat Kristen yang mengklaim Alkitab sebagai pedoman hidupnya malah justru menodai firman Tuhannya sendiri?

    ada sanggahan abigail?????!!!!!

  31. September 19, 2010 at 10:22 am | #33

    Pro: Sdr Haidar,
    * Kristen Protestan hanya berpedoman pd Bible saja.
    * Katulik berpedomran pd Bible, Apokrif dan Hirarkhi.
    * Jauh sbl MHD,pd jaman jahiliyah org Arab mempercayai bhw hujan itu pemberian suatu dewa. Dewa itu mrk sbt dewa air.

    Pro: Sdr Isa, dewa air dan dewa bulan memang tdk tertulis di dl Alqur’an; mrk nyembah dewa air dan dewa bulan itu jauh sebelum Islam, yaitu pd jaman jahiliyah.
    * Trimakasih.

  32. haidar
    September 19, 2010 at 11:28 am | #34

    @Abigail

    terima kasih sebelumnya,
    karena sudah menjawab pertanyaan saya yang ke 3(walupun tidak disertai bukti yang jelas) dan apa buktinya rasulullah saw datang menghancurkan anak istri allah supaya Allah itu esa,sya minta jawaban dan bukti yang ilmiah (bukan karangan atau imajinasi orang).

    dan untuk pertanyaan 2,anda masih belum menjawabnya dengan jelas(masih abu-abu)anda hanya menerangkan jumlah kitab,bukan alasan.

    khusus untuk pertanyaan yang pertama bahkan belum dijawab.

  33. isa
    September 19, 2010 at 6:53 pm | #35

    Abigail
    Pro: Sdr Isa, dewa air dan dewa bulan memang tdk tertulis di dl Alqur’an; mrk nyembah dewa air dan dewa bulan itu jauh sebelum Islam, yaitu pd jaman jahiliyah.

    jawab:sekali lg loe hanyalah penghujat islam tanpa disertai bukti berdasar Al Qur’an. jawabanmu jg membosankan.

    Ada sanggahan soal pohon natal??
    kelahiran yesus sesuai ajaran pagan??

  34. isa
    September 19, 2010 at 6:57 pm | #36

    @bigail
    * Kristen Protestan hanya berpedoman pd Bible saja.
    * Katulik berpedomran pd Bible, Apokrif dan Hirarkhi.

    jawab:
    kok bisa nyembah 1 tuhan tapi injilnya beda2??

    yesus tuhan plin plan ngasih kitab ama umatnya macam2 jenisnya.
    pantas umtnya jg msh bingung ngasih jwabanya.

  35. Paulus Nabi Palsu
    September 20, 2010 at 11:48 am | #37

    @ Abi Gail

    lo jaweb dulu pertanyaan gue yg kemaren2x belom lo jaweb ! kenape takut banget lo jawebnye emang susah banget ye ?

    sopo sebenarnye nama Tuhan elo, Yahweh opo Yesus ?

    Kagak useh ngelantur kemane2x lo ngemengnye….

    Gitu azaaaaa kok repot

  36. Yosua
    October 18, 2010 at 6:24 pm | #39

    Buat semua temen-temen yg beragama kristen,
    Saya sarankan anda semua membaca injil dengan pikiran terbuka dan teliti.. lalu renungkan… terutama injil PERJANJIAN LAMA. Mudah-mudahan cahaya kebenaran menyertai anda semua…

  37. Bibble Berkata
    January 14, 2011 at 1:50 pm | #40

    @ Yosua

    Sipp itu..Kitabnya aja dulu di perdalam.. baru yang lain..

  38. HAMMUDIN
    April 1, 2011 at 2:06 am | #41

    jika BAGI ALLAH HANYA ADA SATU AGAMA, YAITU ISLAM.
    itu menunjukkan Allah swt
    Bukan tuhan Yang Maha kuasa!!!
    - kapan Islam Ada? bagaimana dengan daerah2 lain di dunia pada saat zaman jahiliyah yang tidak dapat mendapatkan informasi ttg “Agama Islam Yang katanya Satu2 nya”? apakah mereka kafir?

    Bukanlah Tuhan yang adil!!!
    - mengapa hanya sebagian, apa gunanya Tuhan memberikan roh pada tiap manusia yang membentuk anak. di bagian lain di dunia ini?

    SEJARAH, PERATURAN, PROGRESS DARI ISLAM MENUNJUKKAN ISLAM ADALAH PERATURAN YANG DIBUAT MANUSIA, BUKAN TUHAN… PERATURAN YANG MEMILIKI KELEMAHAN, ITS A FAKE RULE…

  39. HAMMUDIN
    April 5, 2011 at 2:24 am | #42

    jika BAGI ALLAH HANYA ADA SATU AGAMA, YAITU ISLAM.
    itu menunjukkan Allah swt
    Bukan tuhan Yang Maha kuasa!!!
    - kapan Islam Ada? bagaimana dengan daerah2 lain di dunia pada saat zaman jahiliyah yang tidak dapat mendapatkan informasi ttg “Agama Islam Yang katanya Satu2 nya”? apakah mereka kafir?

    Bukanlah Tuhan yang adil!!!
    - mengapa hanya sebagian, apa gunanya Tuhan memberikan roh pada tiap manusia yang membentuk anak. di bagian lain di dunia ini?

    SEJARAH, PERATURAN, PROGRESS DARI ISLAM MENUNJUKKAN ISLAM ADALAH PERATURAN YANG DIBUAT MANUSIA, BUKAN TUHAN… PERATURAN YANG MEMILIKI KELEMAHAN, ITS A FAKE RULE….

  40. HAMMUDIN
    April 5, 2011 at 2:30 am | #43

    APA BUKTI ADAM AGAMANYA ISLAM, JANGAN MENGACU PADA QURAN, KARENA JUDUL DIATAS TIDAK DISERTAI KATA (MENURUT QURAN).

    APA BUKTINYA???

    SIAPA YANG BISA BUKTIKAN???

    INILAH SAAT SISTEMATIK KEPERCAYAAN DIKELOMPOKKAN MENJADI ARTI KERDIL (agama) SIAPA YANG BISA BUKTIKAN ADAM ADALAH MUSLIM???

    KALAU DARI QURAN SIH, ENTE PERCAYA PADA QURAN, ANE TIDAK!!! QURAN BUKAN BUKTI…

    INGAT KALIAN NGGAK LEBIH BEDA DARI SITUS FAITH FREDOM, ALL BULSHIT!!!

    • July 11, 2011 at 12:04 pm | #44

      @Bapake HAMMUDIN
      Siyapa bilang tidak bisa membuktiken… hehehe…
      Nabi Adam a.s tidak pernah tahu nama, apalaji kenal dengan manusia terkutuk yang bernama Yesus… pret’s ahh…

    • January 10, 2012 at 2:55 pm | #45

      buktinya gampang, Adam tidak menyembah berhala, apalagi manusia, dia hanya menyembah 1 Tuhan bukan 2 apalagi 3.
      Adakah sejarah yang membuktikan bahwa Adam menyembah patung? atau menyembah makhluk hidup?

      bagi siapapun, silahkan kalian beragama menurut agama yang kalian pegang dengan sebenar-benarnya dengan hati yang berniat benar dan baik maka kalian akan ditunjukan kepada kebenaran pada waktunya…

  41. Purgatori
    April 7, 2011 at 9:50 pm | #46

    Shalom!

    Islam adalah agama Hukum…iaitu berdasarkan Syariah. Saya setuju bahawa Islam adalah peraturan yang dibuat oleh manusia…suatu ideologi. Islam bukan satu-satunya agama Allah. Kalau anda menganggapnya sebagai suatu agama, terserahlah! Tiada kedamaian dalam islam.

    JLY

    • July 11, 2011 at 12:07 pm | #47

      @Bapake Purgatori
      Islam adalah agama Hukum
      ____________
      :D hua.ha.ha… jurusan perdata atau pidana nehhh ?! :D

  42. isa
    April 8, 2011 at 6:44 am | #48

    @purgatori

    Kristen adalah agama buatan paulus, yesus sndiri tdk mnegenal agama kristen.
    Yesus kalo msh hidup pasti bingung kok bs dirinya dilantik jd tuhan oleh kaisar romawi???
    Emang agama aneh yg tradisinya sesuai agama pagan.
    Selama msh ada kristen tdk akan ada kedamaian di bumi ini, penjajahan terselubung trs dilakukan.

    Paulus bless domba2 sesat.

  43. ahzay
    April 8, 2011 at 10:35 am | #49

    Masih mending Islam dinamakan sendiri pada waktu Nabi penyampai wahyu Nabi Muhammad SAW masih menyampaikan risalahnya, sedangkan kristen…mana pernah yesus nyebut2 kata kristen??? Kalo paulus, iya!!!

  44. venus
    April 16, 2011 at 11:47 pm | #50

    gw org Islam, klo kt gw agama sih g ush diperdebatkan. tinngal kata hati kt lbh mantab di mana.
    yg msh ragu, saran gw nih lu bawa peralatan medis ato peralatan penelitian, sampai buku ilmu tentng terciptanya manusia sejak dr kandungan, nah cocokkan hasil penelitian dgn Alquran, hasilny pasti sama. madu itu khasiatny banyak, pasti jg ada di Alquran. tp gw sebagai org Islam, kok ada ya muslim mengebom. dah Islamny gak beres itu.

    • July 6, 2011 at 3:13 pm | #51

      Posted on November 11, 2008 by MUSLIM berkata :

      Al-Qur’an mengistilahkan kata agama dengan ‘diin’
      ‘diin = agama’,

      Komentar saya :
      Saya ini orang kafir yang tidak mengerti bahasa arab, namun ada teman saya beragama islam berkata bahwa diin itu bukan agama, melainkan peraturan, tolong penjelasannya.

      MUSLIM berkata :

      Menurut Al-Qur’an, dari dulu hanya ada satu nama agama yang benar-benar berasal dari Allah, yaitu Islam. petunjuk-petunjuk Allah mulai dari manusia pertama, dijuluki oleh Allah dengan ‘al-Islam’.
      Nabi Ibrahim adalah ‘al-Muslimiin’, anak keturunannya juga, Ismail, Ishak, Ya’kub, Musa, ‘Isa, adalah ‘al-Muslimuun’ pemeluk Islam

      Komentar saya :
      Kalau tidak salah bahwa Kata “islam” berasal dari bahasa arab.

      Yang menjadi pertanyaan saya :
      Apakah Allah menggunakan bahasa arab bila Allah memberi petunjuk kepada Adam, Ibrahim atau apakah Taurat Allah yang diturunkan oleh Allah kepada Musa menggunakan bahasa, arab ?

      • July 11, 2011 at 10:27 am | #52

        @Bapake Heber
        Apakah Allah menggunakan bahasa arab bila Allah memberi petunjuk kepada Adam, Ibrahim atau apakah Taurat Allah yang diturunkan oleh Allah kepada Musa menggunakan bahasa, arab ?
        _______________
        Bahasa Arabiyum mubbin dunk :D

        Nabi Adam a.s tahu nama ALLOH
        Nabi Nuh a.s tahu nama ALLOH dalam do’a beliau sebelum naik kapal : “Bismillahi majreha……” … jelas bukan bahasa “Arab” .

        Silogisme “Arab” dengan Arabiyum mubbin bejinih:
        Rasul” dalam bahasa Arab artinya Utusan dalam Arabiyum mubin artinya Utusan Alloh (Rosululloh)Menurut Islam:

        Nabi Ibrahim a.s terbukti melestariken bahasa ARABIYUM MUBBIN.

        Ps:
        Insya Alloh, kalau mulai terkuak misteri tatanan masyarakat kaum Nabi Nuh a.s maka jelas bertebaran huruf HIJAHIYAH :D

      • July 11, 2011 at 11:30 am | #53

        @Bapake Heber
        Bijimana sudah jelast belum ?!

        Silogisme:
        Orang-orang di Pulau JAWA maka pakai Bahasa JAWA padahal bahawa “Jawa” (ex. Arab) berbeda dengan bahasa “Jawa Barat” (ex: Arabiyum mubiin)

        Duhhh.. bahasa JAWA BARAT kan bahasa SUNDA ?!
        Kalau bejituh : Bahasa “Sunda(ex. Arab) berbeda dengan bahasa “Sunda Kelapa(ex. Arabiyum mubiin)

        *** PAHAM atau HAMPA sampean ?! ***

      • jack
        July 11, 2011 at 12:09 pm | #54

        @Heber

        hehehehe, coba anda belajar tentang islam lebih dalam dan tanpa rasa dengki. dalam islam segala hal itu diatur dari yang sepele sampai yang besar bahkan cara bergaul dengan istri saja ada aturannya. bagaimana dengan agama anda?

        tentang bahasa yang digunakan Adam saya copy tulisan H.Muh.Nur Abdurrahman

        Firman Allah SWT: Wa ‘Allama Adama lAsma-a Kullaha- (S. Al Baqarah, 31), artinya: Dan (Allah) mengajarkan Adam nama-nama tiap-tiap sesuatu (2:31).

        Ada dua tujuan utama Allah mengajarkan Adam nama-nama tiap-tiap sesuatu. Pertama, untuk menunjukkan kepada para malaikat kelebihan Adam atas malaikat, karena malaikat meragukan Adam sebagai makhluq dari jenis manusia untuk menjadi khalifah di atas bumi. Kedua, sebagai bakal khalifah, Allah perlu mempersiapkan Adam menjadi sumberdaya manusia yang handal. Adam sebagai manusia yang mempunyai ruh, maka di samping mempunyai naluri mempertahankan diri (dari segi ini terletak persamaan manusia dengan binatang), kepada Adam Allah memberikan mekanisme bagi ruh yang disebut Qalb untuk berdzikir dan berpikir. Dari segi inilah diperlukan bahasa, karena tanpa bahasa orang taidk dapat berdzikir dan tidak dapat berpikir. Adam perlu diajari nama-nama tiap-tiap sesuatu dalam konteks tugasnya sebagai khalifah. Timbullah pertanyaan, yaitu Allah mengajarkan Adam nama-nama itu dalam bahasa apa?

        Firman Allah SWT: Ar Rahman. ‘Allama lQura-na. Khalaqa alInsa-na. ‘Allamahu lBayaana (Ar Rahman, 1-4), artinya: Yang Maha Pemurah. Mengajarkan Al Quran. Menciptakan manusia. Mengajarkan kepadanya alBayan (55:1-4).

        Al Bayan yang dibentuk oleh akar kata yang terdiri dari 3 huruf: Ba, Ya dan Nun, bermakna cara untuk ekspresi yang terkandung dalam Qalb, bahasa yang jelas. Ketiga huruf tersebut menurunkan kata Mubiyn dalam ayat yang berikut:

        Hadza- Lisa-nun ‘Arabiyyun Mubiynun (An Nahl, 104), artinya: (Al Quran) ini bahasa Arab yang jelas (16:104).

        Nazala biHi rRuwhu lAmiyn. ‘Alay Qalbika liTakuwna mina lMundziriyna. Bi Lisa-nin ‘Arabiyyin Mubiynin (Asy Syu’ara-, 193 – 195), artinya: Diturunkan oleh ruh yang tepercaya (Jibril AS). Ke dalam qalbumu (hai Muhammad) supaya engkau memberi peringatan. Dengan bahasa Arab yang jelas (26:193-195).

        Inna- Anzalnahu Qura-nan ‘Arabiyyan La’allakum Ta’qiluwna (Yuwsuf, 2), artinya: Sesungguhnya Kami turunkan Al Quran dalam bahasa Arab supaya kamu mempergunakan akalmu (12:2).

        Dari ayat-ayat (55:1-4), (16:104) , (26:193-195: dan (12:2) dengan mempergunakan akal (dari ‘Ain, Qaf, Lam, ‘Aqala artinya menganalisis dan mensintesis) dapatlah disimpulkan: Allah Yang Maha Pemurah menciptakan manusia. Khusus kepada Adam, Allah mengajarkan kepadanya al Bayan, yaitu bahasa yang jelas, yaitu bahasa Arab. Jadi Nabi Adam AS memakai bahasa Arab.

        Kata-kata dalam bahasa Arab itu konsepsional dalam arti bukan hanya sekadar identifikasi benda-benda, melainkan pula ada hubungan erat antara kata dengan bendanya, seakan-akan benda itu dipotret oleh kata yang bersangkutan. Ambillah contoh makanan dasar yang sudah diolah yaitu roti (Indonesia), brood (Belanda), nan (Parsi). Kata roti, brood dan nan hanya sekadar identifikasi makanan pokok yang sudah diolah, tidak lebih dari itu. Dalam bahasa Arab roti dibentuk oleh 3 huruf Kha, Ba dan Zay, Khubzun. Jika diaplikasikan perlakuan secara matematis yaitu permutasi, maka dari ketiga huruf ini terbentuklah kata khabaza dengan permutasi khazaba dan bazakha. Khabaza berarti mengubah cepat-cepat sesuatu dengan tangan, khazaba berarti menjadi gembung dan bazakha berarti memukul-mukul sesuatu. Dan kesemuanya itu menggambarkan proses pembuatan roti: adonan roti itu diberi bubuk supaya terjadi gas yang menyebabkan adonan itu menggembung, adonan itu dibanting-banting dan diubah cepat-cepat dengan tangan. Maka kata Khubzun berarti makanan dasar yang pengolahannya dengan proses membanting adonan, kemudian adonan itu dibuat kembung, dan itulah potret makanan pokok tersebut.

        Tafsiran ini bersifat ofensif yaitu membantah teori pertumbuhan bahasa secara perlahan-lahan (evolusi) seperti dindong theory, gesticulation theory dll. Allah SWT mengajarkan kepada Nabi Adam AS bahasa yang berstruktur secara sempurna yang dibentuk dari akar yang terdiri dari 3 bunyi. Kata-kata itu adalah potret benda-benda. Sebuah lagi contoh, yaitu sebuah lauk dari makanan pokok yang umum dikenal sehari-hari yakni telur (Indonesia), ei (Belanda), tama(n)go (Jepang). Telur, ei dan tama(n)go hanya sekadar identifikasi saja. Dalam bahasa Arab telur disebut baydhun yang dibentuk oleh akar dari 3 huruf Ba, Ya, Dhad. Istilah itu menyatakan bahwa benda yang dimaksud putih warnanya dan lonjong bentuknya, sebab putih dalam bahasa Arab adalah abyadh (mudzakkar, jantan) atau baydha-’ (muannats, betina), sedangkan lonjong dalam bahasa Arabnya ialah baydha’. Itulah potret telur, berwarna putih, lonjong bentuknya.

        Dalam perjalanan sejarah bahasa Arablah yang paling sehat, ketimbang bahasa-bahasa lain, dalam arti bahasa Arab sangat sedikit dihinggapi penyakit kata-kata (deseases of words). Yang dimaksud dengan penyakit kata-kata ialah seperti: Penyakit subtraksi dengan perincian aphesis, aphresis, apocope, elisi, syncope. Penyakit addisi dengan perincian: prothesis, prosthesis, reduplikasi, epenthesis, paragoge atau ephithesis. Penyakit tidak teratur (irregular) dengan perincian metathesis, doublet, variant, korupsi. Penyakit perubahan bunyi dengan perincian zezament, sakari, satva, kasykasya dan homonym.

        Mari kita lihat penyakit terakhir, yaitu penyakit homonym dalam bahasa Inggris. Homonym adalah sebuah kata yang mempunyai bermacam-macam arti.

        Ketika Qabil (Kain) anak Adam, telah membunuh saudaranya yaitu Habil, ia kebingungan mau diapakan mayat Habil itu. Fa Ba’atsa Llahu Ghura-ban Yabhatsu fiy lArdhi liYuriyahu Kayfa Yuwa-riy Sawata Akhiyhi (Al Ma-idah, 31), artinya: Maka Allah mengirim ghurab (gagak) yang melubangi tanah supaya diperlihatkannya kepadanya (Qabil) bagaimana ia menguburkan mayat saudaranya (5:31). Ghurab dibentuk oleh 3 huruf: Ghain, Ra, Ba, nama sejenis burung yang dapat melubangi tanah dengan paruh dan kakinya. Ghurab bukan hanya sekadar identifikasi burung termaksud, melainkan potret yang merekam pula drama bagaimana Qabil yang telah membunuh itu diajar mengubur mayat. Dalam perjalanan sang waktu GH dan B mengalami perubahan namun tetap dalam makhraj (artikulasi) yang sama menjadi G dan V dalam bahasa Inggris (ingat, semua bangsa manusia berasal dari Adam, termasuk bangsa Inggris), sehingga menjadi GRAVE, yang bersrti “an exavation made in the earth to receive a dead body in burial”. Ghurab sebagai nama sejenis burung menurun ke dalam bahasa Inggris CROW. Juga terjadi perubahan bunyi, tetapi tetap dalam makhraj yang sama, GH dengan C, serta B dengan W.

        Uwla-ika lMuqarrabuwna. Fiy Jannatin nNa’iymi (Al Wa-qi’ah, 11-12), artinya: Mereka itu Muqarrabun. Dalam surga kesenangan (58:11-12). Muqarrabun dari akar yang dibentuk oleh 3 huruf: Qaf, Ra, Ba. Bunyi Q dan B dalam perjalanan sang waktu berubah, dengan makhraj yang tetap, menjadi G dan V dalam lidah Inggris, sehingga menjadi GRAVE. Itulah homonym Grave dalam arti yang kedua: “indicates a weighty dignity, sedate, solemn”.

        Fa Najjarnahu wa Ahlahu mina lKarbi lAzhiymi (Al Anbiya-, 76), artinya: Maka Kami selamatkan dia (Nuh) dan keluarganya dari karbun (kegawatan) yang dahsyat (21:76). Karbun dibina oleh 3 huruf: Kef, Ra, Ba. Bunyi K berubah menjadi G, serta B menjadi V dalam makhraj yang tetap, lalu lagi-lagi menjadi GRAVE. Itulah homonym Grave dalam arti yang ketiga: “a grave situation”, situasi yang kritis, gawat, genting, suram.

        Demikianlah terbentuknya homonym GRAVE yang sesungguhnya berasal dari bahasa asal manusia (bahasanya Nabi Adam AS), dari tiga kata yang berbeda ghurabun (Gh, R,B), qarraba (Q,R,B), karbun (K,R,B), yang dalam perjalanan sang waktu mengalami penyakit perubahan bunyi, ketiga kata yang berbeda itu semuanya berubah menjadi satu kata homonym grave dengan 3 arti yang berbeda. WaLlahu A’lam bi alSawab.

      • July 11, 2011 at 12:18 pm | #55

        @Kang Jack
        Mantab’s tenan,.. my bro.

        @Bapake Heber
        Jangan dilupaken, sampean harus membaca dari awal ( 1 ‘ain/ hamzah/ suku) yaitu Surah Al Baqaraah ayat 26 (QS 2:26)=> Innaalloha (sesungguhnya ALLOH )… s/d (QS 2:31) …dsb. :D

      • Ifad
        July 13, 2011 at 3:13 pm | #56

        @Pa’ hiber..
        Hanya ada satu agama yang benar yaitu Islam. Kedengarannya narsis ya… tapi coba saya jelaskan.
        Islam : artinya berserah diri hanya kepada Allah (Sang Pencipta), dan taat pada hukumnya.
        Buah yang sudah tua, jatuh ke tanah dari pohonnya => berserah diri kepada Sang Pencipta dengan jalan taat kepada hukum gravitasi.
        Bulan mengorbit bumi, bumi mengorbit matahari => berserah diri kepada Sang Pencipta dengan taat kepada hukum gravitasi & sentrifugal
        Pak hiber …brojol lahir ke dunia, tubuhnya sebenarnya secara fitrah telah Islam , tapi hatinya yang mengingkarinya, atau justru menghambakan diri pada manusia dan patung-2.
        Instrument yang digunakan dalam rangka menghambakan, mengabdi kepada Allah Sang Pencipta, itu yang disebut Islam sebagai Agama.

  45. July 6, 2011 at 10:44 pm | #57

    [[[[[[[[[[[Al-Qur’an mengistilahkan kata agama dengan ‘diin’
    ‘diin = agama’,

    Komentar saya :
    Saya ini orang kafir yang tidak mengerti bahasa arab, namun ada teman saya beragama islam berkata bahwa diin itu bukan agama, melainkan peraturan, tolong penjelasannya.]]]]]]]]]]]

    Dari aspek tata bahasa, kata ‘ad-diin’ berasal dari akar kata ‘dal-ya-nun’ yang memiliki arti yang cukup luas : obedience/submissiveness, servility, religion, high/elevated/noble/glorious rank/condition/state, took/receive a loan or borrowed upon credit, become indebted, in debt, under the obligation of a debt, contract a debt, repay/reimburse a loan, rule/govern/manage it, possess/own it, become habituated/accustomed to something, confirmation, death (because it is a debt everyone must pay), a particular law/statute, system, custom/habit/business, a way/course/manner of conduct/acting, repayment/compensation.

    Sedangkan kata ‘agama’ bukanlah berasal dari bahasa Arab, tapi merupakan kata dalam bahasa Indonesia yang diadopsi dari bahasa asing yang sampai sekarang masih belum ketemu arti pastinya :

    http://id.wikipedia.org/wiki/Pembicaraan:Agama
    http://id.wikipedia.org/wiki/Agama

    Namun kalau kita mengacu kepada pendapat yang menyatakan bahwa :’ agama itu penghambaan manusia kepada Tuhannya. Dalam pengertian agama terdapat 3 unsur, ialah manusia, penghambaan dan Tuhan. Maka suatu paham atau ajaran yang mengandung ketiga unsur pokok pengertian tersebut dapat disebut agama’, maka definisi tersebut sebenarnya bisa disimilarkan dengan sebutan ‘ad-diin’ sekalipun kurang pas, karena pemakaian kata ‘diin’ dalam bahasa Arab mencakup arti yang luas, bisa terkait dengan penghambaan, hukum /peraturan, kontrak, sesuatu yang bersifat timbal-balik, pembalasan, dll, jadi disamping istilah tersebut memuat adanya hubungan antara Tuhan dengan hamba-Nya juga mengungkapkan adanya tata-cara yang harus dilaksanakan oleh manusia dalam hubungan dengan Tuhan tersebut. Saya sendiri tidak tahu apakah dalam istilah : agama (dalam bahasa aslinya) ada termuat makna tersebut. Sebagian ulama tafsir memang menolak menerjemahkan kata ‘ad-diin’ ini dengan kata ‘agama’ terkait dengan persoalan ini.

    Mungkin anda mengutip apa yang disampaikan oleh bung teman rahmat bahwa kata tersebut diartikan dengan hukum/aturan/syari’at dengan menyampaikan dalil beberapa ayat Al-Qur’an, misalnya QS 30:30, QS 42:13, QS 12:76 dan memang menunjukan arah bahwa yang dimaksud dengan ‘ad-diin’ adalah hukum/aturan/syari’at. Namun pernyataan bahwa hukum/aturan/syari’at tersebut adalah sama untuk semua utusan Allah karena QS 30:30 menyebut tentang ‘tidak ada perubahan terhadap fitrah Allah’ lalu menyimpulkan bahwa artinya diin = hukum/syari’at tersebut tidak berubah, memunculkan pertanyaan :”Apakah yang dimaksud dengan ‘fitrah Allah yang tidak berubah’..?” apakah bisa diartikan kalau ‘fitrah Allah yang tidak berubah’ artinya sama dengan ‘diin = hukum/syari’at’ yang tidak berubah…?

    Menurut saya kalimat ‘fitrah Allah yang tidak berubah’ itu terkait dengan tauhid, yaitu soal eksistensi Allah yang satu, itulah yang tidak ada perubahan dalam ajaran para nabi/rasul sejak pertama kali diutus, maka pengertian ‘ad-diin’ pada ayat ini tidak tepat kalau diartikan dengan ‘aturan/hukum/syari’at’, yang tidak berubah itu adalah penyembahan manusia kepada Allah yang satu, apapun aturan/syari’at/hukum yang ditetapkan Allah sebagai tata-cara penyembahan kepada-Nya namun eksistensi-Nya sebagai Tuhan yang Esa tidak berubah, semua nabi menyampaikan ajaran tauhid dalam aturan/syari’atnya masing-masing. Kelihatannya penafsiran kata ‘diin’ yang terdapat pada QS 12:76 sebagai ‘hukum/aturan/syari’at hanya cocok disematkan pada ayat tersebut saja karena sandaran kata ‘diin’ tersebut adalah ‘malik’ = raja dan ayat tersebut berbicara soal kejadian yang terjadi diantara manusia. Kalau dilihat pemakaian kata ‘diin’ ini, kita menemukan banyak penafsirannya tergantung kalimatnya, misalnya pada QS 31:32, QS 7:29 kata ini berarti ‘ketaatan’.

    Pemakaian kata ‘syariat’ sendiri dalam Al-Qur’an memang mengacu kepada sesuatu yang lebih sempit dibandingkan dengan kata ‘ad-diin’, Shiin-Ra-Ayn = to be seated upon a road, open a street (door), establish a law, begin, appoint a religion. shurra’un (pl. of shaari’un) – in shoals, upon shoals, breaking the water surface, holding up (their heads), appearing manifestly. shir’atun & shari’atun – law or institution prescribed by God, right way or mode of action, clear highway/course/path, jadi bentuknya memang lebih konkrit dibandingkan dengan kata ‘ad-diin’. Pemakaian kata ‘syariat’ ini misalnya pada QS 42:13, malah pada QS 42:21 memperlihatkan adanya perbedaan yang jelas antara kata ‘syariat’ dengan ‘ad-diin’ : am lahum syurakaau syara’uu lahum mina alddiini maa lam ya’dzan bihi allaahu – Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Menunjukkan kesan bahwa ‘syariat’ merupakan bagian dari ‘ad-diin’. Malah pada QS 5:48, diinformasikan secara jelas bahwa bagi tiap-tiap umat ada jalan yang terang (likullin ja’alnaa minkum syir’atan waminhaajan).

    Jadi saya tidak sependapat kalau kata ‘ad-diin’ ditafsirkan sebagai ‘hukum/aturan/syariat’, namun dalam ‘ad-diin’ tersebut memang tercakup adanya ‘syariat’, disamping memuat soal hubungan penyembahan antara hamba dengan Tuhannya.

    Kaitannya dengan istilah ‘diinul Islam’, saya sependapat dengan apa yang ditulis oleh bung teman rahmat :

    “Disaat Allah mengutus MUSA (MOSES), Diin yang telah ditegakkan oleh NUH (NOAH) sudah hancur.

    Begitu juga disaat Allah mengutus ISA (YESUS), Diin yang telah ditegakkan oleh MUSA sudah hancur pula, tetapi ummat sepeninggal Musa (agama Yahudi) tidak mengakui ke-RASUL-an ISA.

    Disaat Diin yang ditegakkan oleh ISA hancur juga, Allah mengutus MUHAMMAD untuk menegakkan kembali Diin Allah, tetapi lagi2 MANTAN ummat MUSA (Yahudi) dan ISA (Nasrani) TIDAK MENGAKUI ke-RASUL-an MUHAMMAD.

    Padahal kalau kita merujuk ke QS. 42 ayat 13 dan QS. 30 ayat 30 tadi, bahwa Para Rosul disyari’atkan untuk MENEGAKKAN KEMBALI DIIN YANG TIDAK PERNAH BERUBAH SEPANJANG MASA”.

    Jadi pengertian ayat :

    QS 42:13 Dia telah mensyariatkan kamu tentang DIIN (agama) apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah DIIN (agama) dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik diin/agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada diin/agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (diin/agama) -Nya orang yang kembali (kepada-Nya).

    QS 30:30 Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada DIIN agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) diin/agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,

    Yang ditegakkan kembali oleh para nabi tersebut adalah soal ‘ketauhidan’ terhadap penyembahan Tuhan, karena penyimpangan yang dilakukan oleh manusia terkait soal ini. Ketika Allah menciptakan manusia dan menyampaikan ‘ad-diin’ kepada manusia pertama, maka pada saat itu ‘diin’ tersebut memuat tentang Allah, satu-satunya Tuhan dengan syariat yang ditetapkan pada waktu itu. Lalu manusia pada masa berikutnya menyembah berhala, maka diturunkan kembali nabi untuk meluruskan, demikian terjadi berulang-ulang. Terakhir nabi Muhammad diutus untuk meluruskan ajaran tauhid yang disampaikan oleh nabi Isa Almasih yang sudah dibelokkan oleh orang-orang yang mengaku sebagai pengikutnya, sedangkan syariat yang ditetapkan adalah syariat yang berlaku untuk umat nabi Muhammad.

    Menarik apa yang disampaikan Al-Qur’an :

    likulli ummatin ja’alnaa mansakan hum naasikuuhu [22:67] Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syari’at tertentu yang mereka lakukan, Al-Qur’an tidak memakai kata ‘syariat’ tapi ‘mansakan’ – tata-cara beribadah (ingat kata manasik haji), ayat ini dipakai juga pada QS 2:128, QS 2:200, QS 22:34 yang artinya juga ‘cara-cara beribadah’. Artinya ayat ini menunjukkan memang pada tiap-tiap umat ada tata-cara beribadahnya masing-masing.

    Demikian soal hubungan kata ‘diin, hukum/syariat…

    [[[[[[[[[MUSLIM berkata :

    Menurut Al-Qur’an, dari dulu hanya ada satu nama agama yang benar-benar berasal dari Allah, yaitu Islam. petunjuk-petunjuk Allah mulai dari manusia pertama, dijuluki oleh Allah dengan ‘al-Islam’.
    Nabi Ibrahim adalah ‘al-Muslimiin’, anak keturunannya juga, Ismail, Ishak, Ya’kub, Musa, ‘Isa, adalah ‘al-Muslimuun’ pemeluk Islam

    Komentar saya :
    Kalau tidak salah bahwa Kata “islam” berasal dari bahasa arab.

    Yang menjadi pertanyaan saya :
    Apakah Allah menggunakan bahasa arab bila Allah memberi petunjuk kepada Adam, Ibrahim atau apakah Taurat Allah yang diturunkan oleh Allah kepada Musa menggunakan bahasa, arab ?]]]]]]

    Saya tidak tahu apa bahasa yang dipakai oleh Allah ketika menyampaikan wahyu kepada para nabi terdahulu, saya malah tidak tahu apakah ketika Allah menyampaikan wahyu tersebut Dia berbicara kepada para nabi ‘face to face’ mengeluarkan suara dalam bahasa manusia atau semacam pengilhaman yang dimasukkan kedalam qalbu oleh malaikat, seperti halnya nabi Muhammad. Yang jelas wahyu Allah tersebut ketika ‘dikeluarkan’ oleh para nabi tersebut, mereka tentunya memakai bahasa yang mereka mengerti dan dimengerti pula oleh pendengar/kaumnya.

    Kata ‘Islam’ memang merupakan nama ‘ad-diin’ yang diinformasikan oleh Allah kepada nabi Muhammad, maka tentu saja keluar dari mulut beliau dalam bahasa Arab. Sama saja ketika Al-Qur’an menyampaikan tentang kisah para nabi terdahulu termasuk kutipan ucapan mereka, semuanya tentu dalam bahasa Arab, lalu apakah para nabi terdahulu juga mengeluarkan bunyi yang sama.?? yaitu bahasa Arab..?? saya tidak tahu…

  46. July 7, 2011 at 10:34 am | #58

    AbuBMR berkata :
    Juli 6, 2011 puk

    maka pengertian ‘ad-diin’ pada ayat ini tidak tepat kalau diartikan dengan ‘aturan/hukum/syari’at’,

    saya tidak sependapat kalau kata ‘ad-diin’ ditafsirkan sebagai ‘hukum/aturan/syariat’,

    Saya sendiri tidak tahu apakah dalam istilah : agama (dalam bahasa aslinya) ada termuat makna tersebut.

    Komentar saya :
    Jadi kalau “diin” itu tidak tepat kalau diartikan dengan ‘aturan/hukum/syari’at’,, maka berdasarkan apa para sahabat-sahabat saya yang beragama Islam mengartikan “diin” itu adalah agama ? sedang menurut sepengetahuan saya, kalau tidak salah, bahwa kata “agama” berasal dari bahasa Hindu, yang artinya sbb:

    A…………artinya tidak
    Gama ……………artinya kacau.
    Jadi agama artinya adalah tidak kacau.

    Sangat jelas bahwa kata “agama” itu bukan bahasa arab, kenapa bisa masuk kedalam kitab suci quran ? apakah tidak ada bahasa arabnya agama sehingga quran harus memakai bahasa oang kafir ?

    AbuBMR berkata :

    Artinya QS 2:128, QS 2:200, dan QS 22:34 ini menunjukkan memang pada tiap-tiap umat ada tata-cara beribadahnya masing-masing.

    Pertanyaan saya :
    Adakah quran menunjukkan tatacara ibadah tiap-tiap umat itu, atau salah satu tatcara ibadah dari tiap-tiap umat itu ?

    AbuBMR berkata :
    Menurut Al-Qur’an, dari dulu hanya ada satu nama agama yang benar-benar berasal dari Allah, yaitu Islam.

    Komentar saya :
    Berdasarkan pembahasan kita diatas, tidak ada istilah “agama” dizaman Adam, Ibrahim Musa dll.

    Yang menjadi pertanyaan saya adalah, bagaimana quran bisa memberi nama kepada sesuatu yang belum ada ?

    Aapakah nama diin itu Islam ?

    AbuBMR berkata :
    Yang jelas wahyu Allah tersebut ketika ‘dikeluarkan’ oleh para nabi tersebut, mereka tentunya memakai bahasa yang mereka mengerti dan dimengerti pula oleh pendengar/kaumnya.

    Komentar saya :
    Dengan kata lain , bukan bahasa arab kan ?

    Tetapi bagai mana kebenaran salah satu hadist yang mengatakan bahwa disurga itu menggunakan bahasa arab ? bukankah bahasa artab itu bahasa Allah ?

    AbuBMR berkata :
    ketika Al-Qur’an menyampaikan tentang kisah para nabi terdahulu termasuk kutipan ucapan mereka, semuanya tentu dalam bahasa Arab, lalu apakah para nabi terdahulu juga mengeluarkan bunyi yang sama.?? yaitu bahasa Arab..?? saya tidak tahu…

    Komentar saya :
    Kalau begitu, belum pasti Allah menggunakan bahasa arab kan ?

    Kalau begitu, boleh dong kita mengutip kata-kata Allah dengan menggunakan bahasa Indonesa kan ?

    Terima kasih atas kesediaanya menanggapi pertanyaan saya.

    • January 10, 2012 at 3:14 pm | #59

      AGAMA : A=Tidak, GAMA=KACAU
      Jadi AGAMA dan PERATURAN itu sangat erat kaitannya, karena ATURAN adalah menjadikan supaya tidak kacau/ teratur.
      Jadai kesimpulannya AGAMA adalah ATURAN dari TUHAN, dapat berari juga hukum dari TUHAN.

      Jadi gak ada bedanya DIN diartikan sebagai AGAMA ataupun ATURAN TUHAN, sama saja.

      Islam diartikan sebagai AGAMA benar, tapi Islam diartikan sebagai ATURAN/HUKUM TUHAN juga benar.

  47. July 7, 2011 at 1:00 pm | #60

    Jadi kalau “diin” itu tidak tepat kalau diartikan dengan ‘aturan/hukum/syari’at’,, maka berdasarkan apa para sahabat-sahabat saya yang beragama Islam mengartikan “diin” itu adalah agama ? sedang menurut sepengetahuan saya, kalau tidak salah, bahwa kata “agama” berasal dari bahasa Hindu, yang artinya sbb:
    A…………artinya tidak
    Gama ……………artinya kacau.
    Jadi agama artinya adalah tidak kacau.
    Sangat jelas bahwa kata “agama” itu bukan bahasa arab, kenapa bisa masuk kedalam kitab suci quran ? apakah tidak ada bahasa arabnya agama sehingga quran harus memakai bahasa oang kafir ?

    Saya tidak mengerti apa yang dipermasalahkan, karena saya juga mengatakan kata ‘agama’ memang tidak ada dalam Al-Qur’an karena kata yang dipakai adalah ‘diin’. Kata ‘agama’ muncul karena kita menerjemahkan bahasa Al-Qur’an kedalam bahasa Indonesia, orang-orang mensimilarkan kata ‘diin’ dengan ‘agama’. Sepanjang istilah ‘agama’ tersebut mempunyai makna yang sama dengan kata ‘diin’ maka silahkan saja memakai kata tersebut, cuma masalahnya pengertian kata ‘agama’ sampai sekarang juga menjadi persoalan apa maksudnya, silahkan dibaca kembali link yang saya sampaikan. Sedangkan pengertian kata ‘diin’ bisa diungkapkan dengan melihat pemakaian kata tersebut dalam banyak ayat Al-Qur’an, lalu saya simpulkan bahwa kata tersebut tidak hanya terkait dengan soal ‘hukum/aturan/syariat’ saja, melainkan lebih luas dari itu, menyangkut juga tentang eksistensi Tuhan yang disembah manusia.

    Al-Qur’an menyatakan hanya satu ‘ad-diin’ yaitu ‘Islam’, selain itu artinya ‘penyimpangan dari ad-diin’, sedangkan dalam bahasa Indonesia semuanya disebut ‘agama’ baik yang merupakan ‘ad-diin’ maupun yang merupakan penyimpangan dari ‘ad-diin’.

    Adakah quran menunjukkan tatacara ibadah tiap-tiap umat itu, atau salah satu tatcara ibadah dari tiap-tiap umat itu ?

    Ibadah dalam pengertian Islam bukan hanya terkait soal shalat, dll, semua perbuatan yang mengikuti aturan Allah, apakah itu sedeqah, bekerja, berhubungan dengan orang lain, makan yang halal, dll juga dikatakan ibadah. Salah satunya tentang aturan Sabbath QS 7:163 dengan tata-cara yang ditetapkan bagi Bani Israil, banyaknya jenis makanan yang diharamkan bagi Bani Israil QS 4:160 yang berbeda aturannya dengan yang terdapat dalam syariat Islam nabi Muhammad. Ada juga yang judul ibadahnya sama, misalnya : shalat, puasa, zakat, dll yang diwajibkan juga bagi bani Israil QS 2:83, namun tata-caranya berbeda, misalnya gerakan shalatnya sama, yaitu ada ruku’ dan sujud, namun rakaat dan jumlahnya dalam sehari semalam tidak sama.

    Berdasarkan pembahasan kita diatas, tidak ada istilah “agama” dizaman Adam, Ibrahim Musa dll.
    Yang menjadi pertanyaan saya adalah, bagaimana quran bisa memberi nama kepada sesuatu yang belum ada ?
    Aapakah nama diin itu Islam ?

    Al-Qur’an menginformasikan bahwa istilah ‘diin’ sudah dipakai oleh nabi Ibrahim :

    132. Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub : “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”. (Al Baqarah)

    “Kalimat ‘Allah telah memilih agama ini’, menarik sekali karena wasiat Nabi Ibrahim memakai kata ‘diin’ untuk menyatakan ‘agama’, bukan millat, sedangkan dalam surat al-Hajj 78, Al-Qur’an memakai kata ‘millat’ dalam kalimat ‘agama orangtuamu Ibrahim’. Bisa ditafsirkan bahwa ketika mewasiatkan anak keturunannya, nabi Ibrahim sudah mengetahui bahwa adanya suatu ‘sistem kepercayaan’ yang diridhoi Allah, dan millatnya punya intisari yang sama dengan sistem kepercayaan tersebut. Untuk menghubungkan millat (ajaran) Ibrahim dengan Islam sebagai suatu sistem kepercayaan, maka diakhir ayat tersebut dikatakan : “kecuali dalam memeluk agama Islam”. Al-Qur’an memakai kata ‘muslimuuna’ untuk kata yang diartikan ‘agama Islam’, kata muslimuuna adalah kata sifat diartikan = orang yang tunduk/berserah diri”.

    Masalah bagaimana bunyi kata tersebut dalam bahasa yang dipakai nabi Ibrahim pada waktu itu saya tidak tahu, namun keberadaan Islam sebagai suatu ‘diin’ bukan tergantung apakah nama tersebut sudah ada atau belum, sesuatu yang tidak/belum mempunyai nama tidak berarti eksistensinya tidak ada.

    Tetapi bagai mana kebenaran salah satu hadist yang mengatakan bahwa disurga itu menggunakan bahasa arab ? bukankah bahasa artab itu bahasa Allah ?

    Saya juga pernah membaca hadist tersebut, soal apakah itu benar atau tidak nanti saja kita sama-sama lihat, saya malah berpikir bisa saja di surga nanti penghuninya memakai bahasa telepati, nggak ngomong tapi sudah sama-sama ngerti. Yang jelas bahasa Arab itu bahasa manusia, saya juga tidak tahu apakah Tuhan bekomunikasi memakai bahasa Arab, atau malah mempergunakan bahasa, yaitu sesuatu kaedah susunan huruf dan kata yang membentuk kalimat, menghasilkan bunyi/lafadz berupa gelombang elektromagnetik, keluar dari ‘mulut’ Tuhan, didengar oleh telinga. Jadi katakanlah ketika Tuhan berbicara dengan para malaikat, maka komunikasi yang dilakukan memakai bahasa Arab, seandainya ada orang non-Arab hadir pada waktu itu mungkin dibutuhkan ‘interpreter’ untuk menerjemahkannya agar dia mengerti apa yang diomongin.

    Kalau begitu, belum pasti Allah menggunakan bahasa arab kan ?
    Kalau begitu, boleh dong kita mengutip kata-kata Allah dengan menggunakan bahasa Indonesa kan ?

    Firman Allah dalam ajaran Islam adalah sesuai bunyi yang dihasilkan oleh Rasulullah begitu beliau mendapatkan wahyu, selain itu tidak dikatakan sebagai firman Allah tapi merupakan terjemahannya. Makanya dalam setiap terjemahan Al-Qur’an selalu disertai bahasa aslinya, yaitu susunan huruf dan kata Arab yang melambangkan bunyi yang sama seperti apa yang disampaikan oleh Rasulullah. Makanya dalam shalat-pun ayat Al-Qur’an yang dibaca harus dibunyikan sesuai dengan bunyi yang dihasilkan oleh Rasulullah, bukan berupa terjemahannya.

    Kalau mau mengutip ayat-ayat Al-Qur’an dalam bahasa terjemahan dengan tujuan untuk memahami dan menafsirkannya lalu mengajarkannya kepada orang lain, silahkan saja.

  48. July 8, 2011 at 8:39 am | #61

    AbuBMR
    Terima kasih atas penjelasan anda, saya merasa puas dan saya pun mulai mengerti semua penjelasan anda, Cuma masih ada dua hal yang masih saya pertanyakan yaitu :

    1. Istilah “agama” yang masih membuat kabur pengertian saya.
    2. Perkataan anda yang mengatakan bahwa : hadist belum tentu benar.

    I. Istilah “agama” :
    Kalau memang dizaman Adam dan para nabi terdahulu tidak ada istilah “agama”

    Tolong digantikan istilah “agama”yang ada pada ayat-ayat dibawah ini dengan istilah yang pantas, kalau tidak ada, yah bahasa arabnya sajalah di sebut yaitu “diin” jangan “diin” itu diterjemahkan kebahasa hindu menjadi agama, atau diterjemahkan kebahasa lain,

    maksud saya jika ada kata “diin” jangan diterjemhkan kebahasa apapun itu, tetap sajalah dituliskan kata “diin”

    Qs 30:30 30. Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui
    Qs 8:39 39. Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah[611] dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah[612]. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
    Qs 3: 85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.
    Qs 6: 70. Dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama[485] mereka sebagai main-main dan senda gurau[486], dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia.
    Qs 42; 13. Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama[1340] dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).
    QS 12: 76. Maka mulailah Yusuf (memeriksa) karung-karung mereka sebelum (memeriksa) karung saudaranya sendiri, kemudian dia mengeluarkan piala raja itu dari karung saudaranya. Demikianlah Kami atur untuk (mencapai maksud) Yusuf. Tiadalah patut Yusuf menghukum saudaranya menurut undang-undang raja, kecuali Allah menghendaki-Nya. Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki; dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui.

    Setelah diin tidak diterjemahkan apakah tidak ada kelihatan perubahan artinya ?

    II. hadist belum tentu benar.
    Siapa yang bisa menentukan dan menetapkan hadist mana yang benar, dan siapa yang mengangkat orang yang berhak menentukan hadist yang benar dan yang tidak benar?

    syarat-syarat Apa yang harus dimiliki hadist itu supaya hadist itu dapat disebut benar ?

    Demikian pertanyaan saya, dan atas tanggapan anda, saya ucapkan banyak terima kasih

  49. July 8, 2011 at 9:07 am | #62

    Tolong digantikan istilah “agama”yang ada pada ayat-ayat dibawah ini dengan istilah yang pantas, kalau tidak ada, yah bahasa arabnya sajalah di sebut yaitu “diin” jangan “diin” itu diterjemahkan kebahasa hindu menjadi agama, atau diterjemahkan kebahasa lain,

    maksud saya jika ada kata “diin” jangan diterjemhkan kebahasa apapun itu, tetap sajalah dituliskan kata “diin”

    Semua kata ‘agama’ pada ayat tersebut bisa ditulis dengan ‘diin’ saja, dengan pengertian ‘suatu sistem ajaran yang mencakup eksistensi Tuhan yang Esa – tauhid, yang bernama Allah, Tuhan dari semua nabi dan rasul, Allah tersebut adalah Tuhan yang eksitensinya tercantum dalam surat al-Ikhlas, tempat bergantung segala sesuatu, tidak beranak dan diperanakkan, tidak ada yang menyerupai-Nya, dan termasuk aturan peribadatan dan penyembahan kepada-Nya’, maka apabila ada suatu sistem ajaran yang didalamnya tidak mencakup hal tersebut maka tidak bisa dikatakan sebagai suatu ‘diin’, mungkin lebih cocok disebut sebagai ‘agama’. Dan menurut Al-Qur’an, satu-satunya ‘diin’ hanyalah Islam.

    Pergantian kata tersebut kecuali untuk QS 12:76, karena dari kalimatnya, kata ‘diin’ disitu bukan diartikan sebagai suatu sistem ajaran, dst, dst’ tapi merupakan aturan/hukum/undang-undang, tidak ada kaitannya dengan suatu sistem kepercayaan kepada Tuhan yang Esa.

    II. hadist belum tentu benar.
    Siapa yang bisa menentukan dan menetapkan hadist mana yang benar, dan siapa yang mengangkat orang yang berhak menentukan hadist yang benar dan yang tidak benar?

    syarat-syarat Apa yang harus dimiliki hadist itu supaya hadist itu dapat disebut benar ?

    Silahkan dibaca tulisan ini :

    http://islamanswered.wordpress.com/2010/05/27/masalah-hadist-shahih/

  50. July 8, 2011 at 11:01 pm | #63

    membaca : http://islamanswered.wordpress.com/2010/05/27/masalah-hadist-shahih/
    Kalimat-kalimat dibawah ini sangat menarik perhatian saya :

    1. yang menjadi rujukan kaum Muslim sampai sekarang adalah kitab ‘Al jami? al Shahih’ atau populer disebut Shahih Bukhari, namun terdapat kira-kira 110 buah hadist yang diragukan para ulama setelahnya, karena kualitas periwayatnya yang dianggap tidak
    memenuhi syarat, tapi menurut Imam Bukhari sudah memenuhi syarat.

    2. ada sekitar 20 buku yang ditulis oleh Imam Muslim, namun yang menjadi rujukan umat Islam sampai sekarang adalah kitab ‘Shahih Muslim’ yang berisi 3.030 buah hadist. Namun
    ulama sesudahnya menyatakan bahwa terdapat sekurang-kurangnya 620 buah diantaranya yang diragukan keabsahannya.

    Apakah Muhammad mensyahkan kitab ‘Al jami‘Al jami yang ditulis oleh Shahih Bukhari dan hadist yang ditulis oleh Imam Muslim itu ?

    Siapa yang mengangkat para ulama itu untuk menentukan syah atau tidaknya hadist itu ?
    Apakah tidak ada petunjuk untuk menentukan syah tidaknya hadist itu dari Muhammad ?

    Bagaimana dengan hadist yang ditulis Shahih Bukhari yang mengatakan bahwa :

    1. Khalifa Uthman memerintahkan penghancuran Quran-quran yang lain tidak peduli apakah seluruhnya atau sebagian saja.

    2. Quran-quran yang beredar saat itu begitu berbeda dengan yang dimiliki Khalifa sehingga dia sampai-sampai mengeluarkan perintah yang begitu keras.

    3. Muhammad tidak pernah mengumpulkan bahan-bahan Quran menjadi satu naskah Quran tunggal

    4. Dia lalu memerintahkan penghancuran Quran-quran yang telah disusun orang lain.

    5. Khalifa Uthman memerintahkan penghancuran Quran-quran yang lain tidak peduli apakah seluruhnya atau sebagian saja. Ini sangat mengganggu.

    Aku bertanya dalam hati:

    Dimana jaminan Allah yang melindungi kitabnya itu ?

  51. maskulinman
    July 8, 2011 at 11:27 pm | #64

    Heber benar2 ngga punya malu menunjukkan kelucuannya diforum ini

  52. July 9, 2011 at 4:00 am | #65

    Apakah Muhammad mensyahkan kitab ‘Al jami‘Al jami yang ditulis oleh Shahih Bukhari dan hadist yang ditulis oleh Imam Muslim itu ?

    Siapa yang mengangkat para ulama itu untuk menentukan syah atau tidaknya hadist itu ?
    Apakah tidak ada petunjuk untuk menentukan syah tidaknya hadist itu dari Muhammad ?

    Pengumpulan hadist dilakukan orang ratusan tahun setelah meninggalnya nabi Muhammad dan tidak ada otoritas baik lembaga maupun perseorangan yang mengangkat seseorang untuk dijadikan ulama hadist tapi hal tersebut berdasarkan pengakuan umat terhadap hasil karya mereka. Hadist yang dikumpulkan dan dikategorikan shahih oleh masing-masing ulama merupakan karya manusia berdasarkan kriteria ilmiah yaitu isnad (periwayatan) dan matan (isi), karena merupakan suatu karya ilmiah maka bisa diuji secara ilmiah juga dengan metode yang sama.

    Hadist-hadist tersebut bukan suatu ajaran yang berdiri bebas, namun semuanya dalam koridor Al-Qur’an, maka memahami hadist haruslah dengan menempatkannya dari perspektif apa yang ada dalam Al-Qur’an.

    Bagaimana dengan hadist yang ditulis Shahih Bukhari yang mengatakan bahwa :
    1. Khalifa Uthman memerintahkan penghancuran Quran-quran yang lain tidak peduli apakah seluruhnya atau sebagian saja.
    2. Quran-quran yang beredar saat itu begitu berbeda dengan yang dimiliki Khalifa sehingga dia sampai-sampai mengeluarkan perintah yang begitu keras.
    3. Muhammad tidak pernah mengumpulkan bahan-bahan Quran menjadi satu naskah Quran tunggal
    4. Dia lalu memerintahkan penghancuran Quran-quran yang telah disusun orang lain.
    5. Khalifa Uthman memerintahkan penghancuran Quran-quran yang lain tidak peduli apakah seluruhnya atau sebagian saja. Ini sangat mengganggu.
    Aku bertanya dalam hati:

    Dimana jaminan Allah yang melindungi kitabnya itu ?

    Ini kelihatannya mengalihkan sasaran dari persoalan keabsahan hadist menjadi mempertanyakan keabsahan Al-Qur’an dan point yang dipermasalahkan sebenarnya merupakan persoalan klasik yang sudah banyak dibahas orang dan gampang ditemukan jawabannya di internet.

    Jawaban ringkas :

    1. Al-Qur’an sejak pertama diturunkan disimpan bukan hanya berupa tulisan tapi juga hapalan yang ada di kepala banyak orang, bukanlah merupakan ayat-ayat yang tertutup dan rahasia, tapi terbuka dan diketahui banyak orang, dibaca dalam setiap shalat 5 waktu, dibaca bersama-sama, dipelajari bersama-sama, jadi tidak ada satupun ayatnya yang tidak diketahui oleh umat. Pembakaran yang dilakukan Khalifah Usman tidak membuat Al-Qur’an yang ada di kepala banyak orang menjadi lenyap dan ikut terbakar, dan para penghapal Al-Qur’an dengan gampang akan menulis kembali ayat-ayat tersebut.

    2. Tidak adanya versi Al-Qur’an yang lain sampai sekarang menunjukkan bahwa sejak jaman dahulu Al-Qur’an tersebut cuma 1 macam.

    3. kalau ada tuduhan adanya Al-Qur’an yang berbeda yang berasal dari jaman nabi Muhammad, silahkan sampaikan dan buktikan, mana itu Al-Qur’an tersebut, seperti kalau kita mau membuktikan adanya versi alkitab yang berbeda, maka orang-orang dengan gampang akan menyodorkan puluhan versi.

  53. July 9, 2011 at 6:29 am | #66

    Bu BMR berkata :
    Ini kelihatannya mengalihkan sasaran dari persoalan keabsahan hadist menjadi mempertanyakan keabsahan Al-Qur’an :

    Jawab saya :
    Maaf saya yang salah, mungkin karena kesibukan dengan hal-hal lain, maka sering pemikiran saya kurang terpusat ke obrolan kita, sekali lagi saya mohon maaf.

    Yang sebenarnya yang saya pertanyakan adalah mengenai agama, eh tau-taunya beralih ke hal hadist.

    Tetapi dari pada tanggung, saya masih bertanya satu lagi tentang hadist yang mengatakan :

    Quran-quran yang beredar saat sebelum terjadi pembakaran quran berbeda dengan yang dimiliki Khalifa sehingga dia sampai-sampai mengeluarkan perintah yang begitu keras.

    Jadi menurut pemahaman saya menanggapi kalimat itu adalah : dibakarnya quran di saat itu agar jangan terjadi timbul ber-macam macam jenis quran, sehingga quran yang dianggab tidak sesuai, dibakar.

    Hal ini menimbulkan kecurigaan bagi saya, karena terjadi pemaksaan kehendak.

    Untuk jujurnya, sebenarnya quran yang tidak cocok itu, jangan dibakar, agar ada bahan konfirmasi sebagai bukti bagi manusia-manusia yang akan datang.

    Nah akibatnya sekarang bagi saya yang belum masuk islam, jika ingin masuk islam, dipaksakan saya harus percaya bahwa quran yang ada sekarang adalah sama dengan quran yang dibakar itu tanpa ada konfirmasi.

    Untuk itu, tolong diperbaiki pemahaman saya itu dengan pemahaman yang sebenarnya.

    Nah kembali ke masalah agama :

    Dengan diterjemahkannya “diin” itu menjadi agama, maka “diin” itu bisa diberi nama, yaitu bernama “islam”, padahal :

    1. Adam, Ibrahim, Musa, dan para nabi lainnya tidak pernah mendengar bahwa diin yang ada pada mereka bernama islam

    2. Diin bagi mereka artinya Taurat, atau peraturan, baik itu yang mangatur ketata negaraan mereka, baik itu peraturan yang mengatur tentang perkawinan, maupun peraturan yang mengatur moral maupun tatacara ibadah, pokoknya peraturan apapun itu, semuanya itu mereka sebut Taurat.

    Dengan diterjemahkannya “diin” itu menjadi agama, akibatnya :
    Banyak orang, termasuk saya menyangka bahwa Adam, Ibrahim, Musa dll. Sudah mempunyai agama yang berbentuk seperti bentuk organisasi yang bernama Islam seperti yang diajarkan oleh Muhammad.

    Padahal setelah kita selidiki, Adam, Ibrahim, Musa dll. tidak mempunya agama seperti yang dimaksud dalam hati saya dan banyak orang itu, mereka hanya mempunya diin yang belum diberi nama islam.

    Setelah Muhammad jadi nabi, barulah peraturan mereka itu diberi nama islam

    Jadi terjemahan ayat Ali Imran 85, Al Hajj 78. Dll. Ini sangat menjebak karena bunyinya sbb :

    Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

    Al Hajj 78.(Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu

    Jadi dalam pemikiran kebanyakan orang yang membaca ayat diatas, langsung berpikir bahwa agama yang dimaksud dalam ayat ini adalah merupakan suatu organisasi yang bernama islam

    Yang paling menjebak adalah ayat Al Hajj 78.yang berkaya : (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu.

    Ayat itu mengatakan bahwa Ibrahim mempunyai agama, Padahal sesungguhnya Ibrahim tidak mempunyai agama kan ?

    Mohon diperbaikan pemahamkan saya yang salah ini.

  54. July 9, 2011 at 6:44 am | #67

    Maskulin berkata :
    Heber benar2 ngga punya malu menunjukkan kelucuannya diforum ini :

    Tanggapan saya :
    Maaf pak…. Karena saya masih merasa bodoh tentang agama islam, maka saya ingin mengetahui sampai dimana kebenaran agama islam itu.

    Kalau saya sedang lapar, padahal makanan sangat sulit ditemukan, untuk mendapatkan makanan, maka dengan tidak merasa malu lagi, mencuripun akan saya lakukan agar saya dapat makan.

    Tetapi kalau saya sudah kenyang, diberi upahpun, saya tidak akan mau makan .

    Kalau saya sudah merasa pintar, maka dengan sendirinya saya tidak akan mau belajar lagi.

    Oleh karena itu saya mohon agar anda sabar melihat saya yang tidak merasa malu dalam kebodohan saya ini.

    Terima kasih.

    • July 9, 2011 at 7:19 am | #68

      Lama-lama juga bakalan ketahuan apa memang mau mencari kebenaran atau tidak, apakah memang mau belajar atau tidak.

      Jadi kita lihat saja, anda tentunya dipersilahkan mengajukan pertanyaan atau pikiran anda soal Islam. Bentuk dan arah pertanyaan anda akan mengungkapkan motivasi yang ada dibalik itu..

      Kami umat Islam selalu terbuka menanggapi pertanyaan dalam bentuk apapun..

    • maskulinman
      July 14, 2011 at 11:22 pm | #69

      maaf pak Heber, pertanyaan anda itu hanya pertanyaan yg diulang-ulang yg sudah sering dijelaskan. tapi rupanya kebodohan anda sudah disertai dengan urat malu yg putus. sepertinya anda suka berdiskusi walau tanpa ilmu sehingga anda mencari orang lain lagi yg mau menemani diskusi2 anda yg lucu karena rata-rata netter yg ada disini sudah malas meladeni pertanyaan2 anda yg ngga bermutu. entah apa motivasi anda, namun keberadaan anda disini semakin memperburuk citra orang2 kristen, jangan sampai orang2 kristen semuanya dianggap bodoh seperti anda.

  55. July 9, 2011 at 7:08 am | #70

    Quran-quran yang beredar saat sebelum terjadi pembakaran quran berbeda dengan yang dimiliki Khalifa sehingga dia sampai-sampai mengeluarkan perintah yang begitu keras.

    Jadi menurut pemahaman saya menanggapi kalimat itu adalah : dibakarnya quran di saat itu agar jangan terjadi timbul ber-macam macam jenis quran, sehingga quran yang dianggab tidak sesuai, dibakar.

    Hal ini menimbulkan kecurigaan bagi saya, karena terjadi pemaksaan kehendak.

    Untuk jujurnya, sebenarnya quran yang tidak cocok itu, jangan dibakar, agar ada bahan konfirmasi sebagai bukti bagi manusia-manusia yang akan datang.

    Nah akibatnya sekarang bagi saya yang belum masuk islam, jika ingin masuk islam, dipaksakan saya harus percaya bahwa quran yang ada sekarang adalah sama dengan quran yang dibakar itu tanpa ada konfirmasi.

    Untuk itu, tolong diperbaiki pemahaman saya itu dengan pemahaman yang sebenarnya.

    Sudah dijawab, bahwa pembakaran yang dilakukan Khalifah Usman tidak akan membuat Al-Qur’an yang ada dalam hapalan, yang dibacakan secara terbuka, yang diketahui ayat-ayatnya secara luas, menjadi ikut musnah. Kekuasaan sebesar apapun tidak akan sanggup mengendalikan isi pikiran manusia, dan para penghapal dengan gampang bisa saja menuliskan lagi Al-Qur’an ‘versi dia’ dalam lembaran, atau mengajarkannya kepada murid-muridnya sehingga munculnya banyak versi Al-Qur’an tidak akan bisa dicegah.

    Fakta bahwa Al-Qur’an yang ada saat ini hanya 1 versi menunjukkan dari sononya memang tidak ada versi lain.

    Dengan diterjemahkannya “diin” itu menjadi agama, maka “diin” itu bisa diberi nama, yaitu bernama “islam”, padahal :

    1. Adam, Ibrahim, Musa, dan para nabi lainnya tidak pernah mendengar bahwa diin yang ada pada mereka bernama islam

    2. Diin bagi mereka artinya Taurat, atau peraturan, baik itu yang mangatur ketata negaraan mereka, baik itu peraturan yang mengatur tentang perkawinan, maupun peraturan yang mengatur moral maupun tatacara ibadah, pokoknya peraturan apapun itu, semuanya itu mereka sebut Taurat.

    Dengan diterjemahkannya “diin” itu menjadi agama, akibatnya :
    Banyak orang, termasuk saya menyangka bahwa Adam, Ibrahim, Musa dll. Sudah mempunyai agama yang berbentuk seperti bentuk organisasi yang bernama Islam seperti yang diajarkan oleh Muhammad.

    Padahal setelah kita selidiki, Adam, Ibrahim, Musa dll. tidak mempunya agama seperti yang dimaksud dalam hati saya dan banyak orang itu, mereka hanya mempunya diin yang belum diberi nama islam.

    Setelah Muhammad jadi nabi, barulah peraturan mereka itu diberi nama islam

    Terjemahan kata ‘diin’ menjadi ‘agama’ dilakukan oleh orang di Indonesia dan itupun selalu didampingi dengan Al-Qur’an dalam bahasa aslinya, jadi setiap orang diberi kesempatan untuk menelusuri apa makna sesungguhnya.

    Sudah dijelaskan kalau tidak/belum memiliki namapun bukan berarti sistem kepercayaannya tidak ada. Adam, Ibrahim, Musa, Daud, Isa Almasih membawa sistem kepercayaan yang isinya adalah menyembah Allah yang Esa, yang menjadi terpat bergantung segama makhluk, yang tidak beranak dan tidak diperanakan, yang tidak ada sesuatupun menyerupai-Nya, dalam sistem kepercayaan tersebut juga diatur soal penyembahan kepada Tuhan sesuai jamannya masing-masing.

    Taurat (bukan pentateuch) dan Injil (bukan Matius, Markus dll) juga merupakan kitab suci yang diakui dalam ‘diin’ yang kemudian diberi nama ‘al-Islam’ tersebut. kalau kemudian ada tulisan orang tentang sejarah Yahudi yang diaku sebagai Taurat, atau tulisan orang tentang biografi Yesus yang diaku sebagai Injil, itu bukan kitab yang dimaksud dalam ‘diin’ al-Islam tersebut.

    Jadi terjemahan ayat Ali Imran 85, Al Hajj 78. Dll. Ini sangat menjebak karena bunyinya sbb :

    Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

    Al Hajj 78.(Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu

    Jadi dalam pemikiran kebanyakan orang yang membaca ayat diatas, langsung berpikir bahwa agama yang dimaksud dalam ayat ini adalah merupakan suatu organisasi yang bernama islam

    Yang paling menjebak adalah ayat Al Hajj 78.yang berkaya : (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu.

    Ayat itu mengatakan bahwa Ibrahim mempunyai agama, Padahal sesungguhnya Ibrahim tidak mempunyai agama kan ?

    Ayat tersebut tidak disampaikan dijaman Ibrahim, tapi disampaikan dijaman nabi Muhammad SAW sampai sekarang. Jadi peringatan tersebut ditujukan kepada semua orang yang hidup pada masa nabi Muhammad sampai sekarang ini, termasuk anda. Menyatakan bahwa : kalau anda menganut suatu sistem kepercayaan diluar ‘diin’ seperti yang didampaikan oleh nabi Muhammad, yaitu al-Islam, maka anda sebenarnya tidak mengikuti apa yang diajarkan oleh Ibrahim, Musa, Daud, Isa Almasih, karena mereka semua adalah utusan Allah yang menyampaikan ajaran yang sama dengan apa yang disampaikan oleh nabi Muhammad SAW, yaitu menyembah Tuhan yang Esa, Allah sebagai suatu bentuk ketauhidan, Allah yang tempat bergantung segala sesuatu, tidak beranak dan diperanakkan, tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya.

    Anda menyembah Yesus..?? maka anda tidak termasuk dalam ‘diin’ yang diyakini oleh Isa Almasih, mungkin saja anda disebut sebagai pemeluk agama Kristen, tapi bukan memeluk kepercayaan yang disampaikan oleh Isa Almasih. Dalam konteks Islam anda disebut memeluk kepercayaan ‘penyimpangan dari ajaran Isa Almasih’ .

  56. July 10, 2011 at 12:57 pm | #71

    AbuBMR berkata :
    Lama-lama juga bakalan ketahuan apa memang mau mencari kebenaran atau tidak, apakah memang mau belajar atau tidak.

    Bentuk dan arah pertanyaan anda akan mengungkapkan motivasi yang ada dibalik itu.

    Jadi kita lihat saja, anda tentunya dipersilahkan mengajukan pertanyaan atau pikiran anda soal Islam.

    Komentar saya :
    Aduhhhh…..belum apa-apa, sudah langsung berpikir negatip.

    Cobalah anda pikir dengan tenang, tanpa curiga, apa mungkin saya bercita-cita masuk jadi penghuni neraka ?

    Kalau memang quran yang bisa meyakinkan saya masuk surga, untuk apa saya pertahankan Alkitab itu ?

    Alkitabkan bukan ciptaan kakek saya, untuk apa saya pertahankan ?

    Saya heran, kenapa anda tidak percaya bahwa saya ingin masuk surga ?

    Memang benar, setelah saya lahir, Alkitablah yang pertama hadir dihadapan saya, lalu saya pelajari. Kemudian setelah saya dewasa, quranpun ada disamping saya. Mau tidak mau, quran itupun mempengaruhi saya untuk membacanya dan memang saya belum pahami seperti anda memahaminya.

    AbuBMR berkata :
    Kami umat Islam selalu terbuka menanggapi pertanyaan dalam bentuk apapun.

    Jawab saya :
    Terima kasih, dan saya harapkan, jika pertanyaan saya sulit bahkan tidak dapat dijawab, tolong jangan anda menganggab saya menghina agama islam, atau melecehkan islam, lalu anda mengalihkan permasalahan.

    AbuBMR berkata :
    Sudah dijawab, bahwa pembakaran yang dilakukan Khalifah Usman tidak akan membuat Al-Qur’an yang ada dalam hapalan, yang dibacakan secara terbuka, yang diketahui ayat-ayatnya secara luas, menjadi ikut musnah.

    Jawab saya :
    Coba anda baca hadist itu kembali,
    Sangat jelas hadist itu berkata bahwa quran dikumpulkan lalu dibakar karena ada perbedaan

    AbuBMR berkata :
    Fakta bahwa Al-Qur’an yang ada saat ini hanya 1 versi menunjukkan dari sononya memang tidak ada versi lain.

    Jawab saya :

    Saya tidak tahu, kenapa anda berkata bahwa sekarang tidak muncul quran baru yang berbeda dengan quran yang ada sekarang, tetapi coba anda keluar dari Indonesia ini, menurut pendengaran saya, ada katanya quran palsu bagi yang tidak mengimaninya, sedang bagi yang mengimaninya, justru itulah yang asli.

    Tetapi yang saya bahas dan saya pertanyakan bukan masalah ada atu tidaknya timbul quran baru, tetapi saya hanya ingin mnegetahu dan memahami apa maksud dan tujuan quran itu.

    AbuBMR berkata :
    Sudah dijelaskan kalau tidak/belum memiliki namapun bukan berarti sistem kepercayaannya Ibrahim, Musa dll. tidak ada.

    Jawab saya :
    Ya…….memang ada, tetapi namanya bukan islam kan ?

    Yang menjebak banyak orang ialah namanya itu saja, kenapa nama kepercayaan Adam, Ibrahim dll dinamai jadi islam ? sejak kapan nama kepercyaan Ibrahim itu islam ?

    AbuBMR berkata :
    kepercayaan Adam, Ibrahim Isa, dll. isinya adalah menyembah Allah yang Esa, yang menjadi terpat bergantung segama makhluk, yang tidak beranak dan tidak diperanakan, yang tidak ada sesuatupun menyerupai-Nya,

    Pertanyaan saya :
    Apakah hanya itu ajarannya ?

    AbuBMR berkata :
    dalam sistem kepercayaan tersebut juga diatur soal penyembahan kepada Tuhan sesuai jamannya masing-masing.

    Permintaan saya :
    Tolong ditunjukkan salah satu bagaimana cara penyembahan mereka kepada Allah menurut quran

    AbuBMR berkata :
    Taurat (bukan pentateuch) dan Injil (bukan Matius, Markus dll) juga merupakan kitab suci yang diakui dalam ‘diin’ yang kemudian diberi nama ‘al-Islam’ tersebut. kalau kemudian ada tulisan orang tentang sejarah Yahudi yang diaku sebagai Taurat, atau tulisan orang tentang biografi Yesus yang diaku sebagai Injil, itu bukan kitab yang dimaksud dalam ‘diin’ al-Islam tersebut.

    Pernyataan saya :
    Saya setuju.
    Jadi tolong langsung tunjukkan yang mana Taurat itu menurut quran ?

    AbuBMR berkata :
    Ayat tersebut tidak disampaikan dijaman Ibrahim, tapi disampaikan dijaman nabi Muhammad SAW sampai sekarang. Jadi peringatan tersebut ditujukan kepada semua orang yang hidup pada masa nabi Muhammad sampai sekarang ini, termasuk anda.

    Jawab saya :
    Ya………….saya setuju dan berterima.
    Tetapi yang menjadi masalah bagi saya adalah ayat itu menjebak karena berkata bahwa Ibrahim beragama yang nama agamanya adalah “Islam”, padahal bukan kan ?

    Saya katakan menjebak, karena tidak semua umat bisa memahami seperti pemahaman anda.

    Banyak umat islam yang beranggapan bahwa Ibrahim itu beragama Islam, bahkan Allah juga beragama Islam.

    AbuBMR berkata :
    kalau anda menganut suatu sistem kepercayaan diluar ‘diin’ seperti yang didampaikan oleh nabi Muhammad, yaitu al-Islam, maka anda sebenarnya tidak mengikuti apa yang diajarkan oleh Ibrahim, Musa, Daud, Isa Almasih, karena mereka semua adalah utusan Allah yang menyampaikan ajaran yang sama dengan apa yang disampaikan oleh nabi Muhammad SAW, yaitu menyembah Tuhan yang Esa,

    Allah sebagai suatu bentuk ketauhidan, Allah yang tempat bergantung segala sesuatu, tidak beranak dan diperanakkan, tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya.

    Pertanyaan saya :
    Apakah hanya menyembah Tuhan yang Esa dan Allah sebagai suatu bentuk ketauhidan, Allah yang tempat bergantung segala sesuatu, tidak beranak dan diperanakkan, tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya saja yang diajarkan oleh Ibrahim, Musa, Daud, Isa Almasih ?

    AbuBMR bertanya :
    Anda menyembah Yesus..??

    Jawab saya :
    Mohon maaf, jangan anda merubah topic dahulu, anda perkenalkan saja dahulu ajaran quran bagi saya, nanti secara otomatis, pasti saya akan sama dengn anda tidak menyembah Yesus lagi, jika pertanyaan-pertanyaan saya dapat anda jawab berdasarkan quran.

    AbuBMR berkata :
    Jika anda (heber) menyembah Yesus, maka anda tidak termasuk dalam ‘diin’ yang diyakini oleh Isa Almasih,

    Pertanyaan saya :
    1. Mana dalilnya ?
    2. Tolong tunjukkan “diin” yang diyakini Yesus

    Terima kasih.

    • January 10, 2012 at 4:02 pm | #72

      mau nanya :
      1. kenapa umat kristen tidak menyembah yesus ketika Nabi Isa A.S.masih hidup? jadi sejak
      kapan Yesus jadi tuhan? sejak meninggalnya nabi Isa kah? kenapa?
      2. apakah bisa seorang Tuhan diangkat oleh manusia?
      3. kalau Tuhan menjelma menjadi manusia terus yang ngurus alam semesta siapa? yang
      menghidupkan alam semesta siapa? sedangkan kita semua tahu yang menghidupkan
      dan mengatur alam semesta ini adalah Tuhan?
      4. Kalau Tuhan terdiri dari 3 : Bapa, Putra dan Roh Kudus, lalu siapa yang menciptakan
      Putra (Yesus)? Bapa kah?, dan siapa yang menciptakan Roh Kudus? Yesus kah?
      5. Kalau Yesus diciptakan oleh Bapa, berarti Yesus hanya ciptaan bukan Tuhan dong?
      6. Kalau Yesus tuhan kenapa Adam, Abraham, Musa tidak menyembah Yesus?
      7. Kalau Tuhan menjelma menjadi Yesus, kenapa musti ada proses melahirkan? Kenapa
      tidak langsung turun saja dari langit seperti SUPERMAN?
      8. Kalau memang Tuhan itu menjelma menjadi Yesus kenapa tidak menjelma lagi saja sejak
      zaman Nabi Muhammad dan mematahkan kenabian Muhammad?

  57. July 10, 2011 at 1:45 pm | #73

    Lama-lama juga bakalan ketahuan apa memang mau mencari kebenaran atau tidak, apakah memang mau belajar atau tidak.

    Bentuk dan arah pertanyaan anda akan mengungkapkan motivasi yang ada dibalik itu.

    Jadi kita lihat saja, anda tentunya dipersilahkan mengajukan pertanyaan atau pikiran anda soal Islam.

    Komentar saya :
    Aduhhhh…..belum apa-apa, sudah langsung berpikir negatip.

    Cobalah anda pikir dengan tenang, tanpa curiga, apa mungkin saya bercita-cita masuk jadi penghuni neraka ?

    Kalau memang quran yang bisa meyakinkan saya masuk surga, untuk apa saya pertahankan Alkitab itu ?

    Alkitabkan bukan ciptaan kakek saya, untuk apa saya pertahankan ?

    Saya heran, kenapa anda tidak percaya bahwa saya ingin masuk surga ?

    Memang benar, setelah saya lahir, Alkitablah yang pertama hadir dihadapan saya, lalu saya pelajari. Kemudian setelah saya dewasa, quranpun ada disamping saya. Mau tidak mau, quran itupun mempengaruhi saya untuk membacanya dan memang saya belum pahami seperti anda memahaminya.

    Saya tidak menyatakan pikiran yang positif maupun negatif, yang saya bilang ;”Kita lihat saja nanti..”, tanggapan anda terhadap penjelasan yang disampaikan akan menunjukkan motivasi anda dalam bertanya.

    Coba anda baca hadist itu kembali,
    Sangat jelas hadist itu berkata bahwa quran dikumpulkan lalu dibakar karena ada perbedaan

    Coba anda baca kembali hadist, adanya perbedaan bukan menjadi alasan Khalifah Usman membakar lembaran-lembaran Al-Qur’an tersebut, perbedaan bacaan merupakan alasan untuk penyalinan Al-Qur’an kedalam satu mushaf. Pengumpulan Al-Qur’an sudah dilakukan pada khalifah sebelumnya, yaitu khalifah Abu Bakar.

    Saya tidak tahu, kenapa anda berkata bahwa sekarang tidak muncul quran baru yang berbeda dengan quran yang ada sekarang, tetapi coba anda keluar dari Indonesia ini, menurut pendengaran saya, ada katanya quran palsu bagi yang tidak mengimaninya, sedang bagi yang mengimaninya, justru itulah yang asli.

    Tetapi yang saya bahas dan saya pertanyakan bukan masalah ada atu tidaknya timbul quran baru, tetapi saya hanya ingin mnegetahu dan memahami apa maksud dan tujuan quran itu.

    Percuma anda berasumsi, lebih bermanfaat kalau anda melakukan tindakan nyata untuk memberikan bukti ;”Mana Al-Qur’an versi yang lain..”, dimana letak perbedaannya..?? betapa jumlah ayat yang berbeda..?? apa bunyi ayatnya..?? bagaimana bisa dikatakan itu merupakan ayat Al-Qur’an atau bukan merupakan ayat Al-Qur’an..??. Dengan menunjukkan bukti tersebut maka kita bisa melanjutkan pembahasan soal ‘kecurigaan’ anda.

    Sepanjang anda cuma mengajukan klaim tanpa bukti maka anda hanya membuang-buang waktu, toh umat Islam tetap saja memakai 1 versi Al-Qur’an, shalat dengan membaca ayat yang sama. Saya tidak tahu apakah bermanfaat buat anda dengan hanya menyampaikan ‘kecurigaan’ tersebut tanpa bukti karena yang pasti dengan sikap tersebut anda tetap saja berada dalam kekafiran dan luput untuk diselamatkan dalam kebenaran Islam.

    Ya…….memang ada, tetapi namanya bukan islam kan ?

    Yang menjebak banyak orang ialah namanya itu saja, kenapa nama kepercayaan Adam, Ibrahim dll dinamai jadi islam ? sejak kapan nama kepercyaan Ibrahim itu islam ?

    Sejak disampaikan informasinya oleh Al-Qur’an, penamaan tersebut merupakan konfirmasi Al-Qur’an bahwa Adam, Ibrahim, Nuh, Musa, Daud, Isa Almasih, dll menyembah Tuhan yang sama dengan apa yang disembah oleh Nabi Muhammad, Justru dengan memberikan nama bahwa ‘diin’ yang diajarkan oleh para nabi tersebut Islam juga, bermanfaat untuk meluruskan orang-orang yang terjebak dalam kesesatan seperti anda untuk kembali ke jalan yang benar.

    AbuBMR berkata :
    kepercayaan Adam, Ibrahim Isa, dll. isinya adalah menyembah Allah yang Esa, yang menjadi terpat bergantung segama makhluk, yang tidak beranak dan tidak diperanakan, yang tidak ada sesuatupun menyerupai-Nya,

    Pertanyaan saya :
    Apakah hanya itu ajarannya ?

    Terkait soal eksistensi Tuhan, semuanya mempunyai ajaran yang sama dengan apa yang disampaikan Al-Qur’an. Terkait dengan syariat = aturan beribadah, ada yang sama dan ada dijalankan oleh masing-masing. Sudah saya sampaikan sebelumnya, silahkan dibaca kembali jawaban saya soal syariat.

    AbuBMR berkata :
    Taurat (bukan pentateuch) dan Injil (bukan Matius, Markus dll) juga merupakan kitab suci yang diakui dalam ‘diin’ yang kemudian diberi nama ‘al-Islam’ tersebut. kalau kemudian ada tulisan orang tentang sejarah Yahudi yang diaku sebagai Taurat, atau tulisan orang tentang biografi Yesus yang diaku sebagai Injil, itu bukan kitab yang dimaksud dalam ‘diin’ al-Islam tersebut.

    Pernyataan saya :
    Saya setuju.
    Jadi tolong langsung tunjukkan yang mana Taurat itu menurut quran ?

    Tauarta menurut Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan Allah kepada nabi Musa, mengajarkan tentang Tuhan yang benar yang disembah oleh Musa. Kalau anda bertanya :”Mana Taurat yang benar tersebut menurut Al-Qur’an..??, caranya gampang, silahkan anda memakai Al-Qur’an untuk dijadikan sudut pandang menyeleksi ajaran Yahudi yang terdapat dalam Perjanjian Lama, kalau ada ajaran yang bertentangan dengan Al-Qur’an maka itu bukan termasuk Taurat yang diajarkan Musa, kalau sejalan maka itulah Taurat tersebut. Sama juga dengan Injil, omongan Yesus yang terdapat dalam Matius, Markus, Lukas dan Johanes dilihat dari perspektif ajaran Al-Qur’an, maka anda akan menemukan Injil yang sebenarnya. Kalau isinya bertentangan maka itu bukanlah Injil yang diturunkan Allah kepada Isa Almasih.

    [5:48] Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu;

  58. July 10, 2011 at 2:19 pm | #74

    AbuBMR berkata :
    dalam sistem kepercayaan tersebut juga diatur soal penyembahan kepada Tuhan sesuai jamannya masing-masing.

    Permintaan saya :
    Tolong ditunjukkan salah satu bagaimana cara penyembahan mereka kepada Allah menurut quran

    Isa Almasih< Maryam, Ibrahim, adalah hamba Allah yang melakukan sujud dan ruku' dalam beribadah kepada-Nya :

    [3:43] Hai Maryam, ta’atlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’.

    [2:125] Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”.

    [4:154] Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. Dan kami perintahkan kepada mereka : “Masuklah pintu gerbang itu sambil bersujud.

    Bani Israil pengikut Musa adalah orang yang mengerjakan shalat (dengan aturan sesuai yang ditetapkan buat mereka, namun dalam ritual shalat tersebut terdapat gerakan sujud dan ruku’)

    [2:83] Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.

    Zakaria melakukan shalat :

    [3:39] Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab

    Orang-orang terdahulu melakukan puasa sebagaimana yang dilakukan oleh umat Islam, sekalipun waktunya tidak ditentukan, tapi puasanya sama :

    [2:183] Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

    Pernyataan Al-Qur’an tersebut menunjukkan bahwa ajaran yang disampaikan oleh para nabi terdahulu merupakan mata-rantai dari ajaran Islam, Tuhannya sama, cara penyembahannya juga sama (dengan aturan menurut jamannya masing-masing). Maka bagi yang mengaku sebagai pengikut para nabi tersebut tapi menyembah Tuhan yang berbeda dan melakukan ritual karangan sendiri, dalam sudut pandang Islam bukanlah pengikut ‘diin’ yang sebenarnya, tapi merupakan penyimpangan dari ‘diin’ yang sudah disampaikan Allah dari manusia pertama dulu.

    AbuBMR berkata :
    Ayat tersebut tidak disampaikan dijaman Ibrahim, tapi disampaikan dijaman nabi Muhammad SAW sampai sekarang. Jadi peringatan tersebut ditujukan kepada semua orang yang hidup pada masa nabi Muhammad sampai sekarang ini, termasuk anda.

    Jawab saya :
    Ya………….saya setuju dan berterima.
    Tetapi yang menjadi masalah bagi saya adalah ayat itu menjebak karena berkata bahwa Ibrahim beragama yang nama agamanya adalah “Islam”, padahal bukan kan ?

    Saya katakan menjebak, karena tidak semua umat bisa memahami seperti pemahaman anda.

    Banyak umat islam yang beranggapan bahwa Ibrahim itu beragama Islam, bahkan Allah juga beragama Islam.

    Ayat tersebut meluruskan agar orang yang sudah terjebak dengan ajaran sesat yang mencatut nama para nabi Allah tersebut bisa kembali kejalan yang benar, bahwa yang anda anut sekarang bukanlah merupakan ajaran yang sebenarnya, tapi merupakan penyimpangan dari ajaran Allah tersebut. Tentu saja umat Islam mengatakan Adam, Ibrahim, Nuh, Musa, Yaqub, Isa, Daud, adalah pemeluk ‘diinul Islam’ karena mereka menyembah Tuhan yang sama dan mempraktekkan aturan ibadah dari Tuhan yang sama, bukan aturan ibadah karangan sendiri. Bisa jadi dalam masanya para nabi tersebut belum diinformasikan bahwa ajaran yang mereka anut tersebut nantinya bernama Islam, namun bagi umat Islam yang sudah diinformasikan oleh Al-Qur’an akan memahami apa yang dianut oleh para nabi tersebut sesungguhnya merupakan ajaran yang sama dengan apa yang mereka anut sekarang, yaitu Islam.

    Jadi yang terjebak itu bukan umat Islam, tapi anda sendiri karena tidak sadar mengikuti ajaran yang menyimpang dari apa yang disampaikan oleh para nabi tersebut, namun masih meyakini itulah ajaran mereka, padahal bukan. Dengan memberi nama tersebut sebagai al-Islam, maka orang-orang tersesat seperti anda ini diharapkan bisa diajak kembali kejalan yang benar, jalan yang sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Ibrahim, Daud, Musa, Isa Almasih.

    Apakah hanya menyembah Tuhan yang Esa dan Allah sebagai suatu bentuk ketauhidan, Allah yang tempat bergantung segala sesuatu, tidak beranak dan diperanakkan, tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya saja yang diajarkan oleh Ibrahim, Musa, Daud, Isa Almasih ?

    Betul, hanya dengan menyembah Allah sesuai eksistensi yang disampaikan dalam Al-Qur’an sebagai satu-satunya ketauhidan, tidak ada rumusan Tauhid ‘satu dalam tiga – tiga dalam satu, baik dalam bentuk fisik maupun dalam konsep pikiran, itu adalah kerjaan syaitan :

    [4:117] Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah syaitan yang durhaka,

    AbuBMR berkata :
    Jika anda (heber) menyembah Yesus, maka anda tidak termasuk dalam ‘diin’ yang diyakini oleh Isa Almasih,

    Pertanyaan saya :
    1. Mana dalilnya ?

    [5:17] Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam”. Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?”. Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

    2. Tolong tunjukkan “diin” yang diyakini Yesus

    [3:51] Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus”.

    Markus 12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

    Note : Tuhan KITA, artinya Tuhan orang Israel dan Tuhannya Yesus..

  59. July 10, 2011 at 2:33 pm | #75

    Cobalah anda pikir dengan tenang, tanpa curiga, apa mungkin saya bercita-cita masuk jadi penghuni neraka ?
    Kalau memang quran yang bisa meyakinkan saya masuk surga, untuk apa saya pertahankan Alkitab itu ?
    Alkitabkan bukan ciptaan kakek saya, untuk apa saya pertahankan ?
    Saya heran, kenapa anda tidak percaya bahwa saya ingin masuk surga

    Supaya jangan salah sangka, tidak ada target seorang Muslim untuk menjadikan orang lain untuk mempercayai dan meyakini ajaran Islam, atau masuk Islam. Anda mau percaya itu urusan anda sendiri, anda cuma hanya sekedar bertanya itu juga urusan anda sendiri. Anda tetap menjadi kafir, tidak membuat saya masuk neraka gara-gara hal tersebut, anda masuk Islam juga bukan merupakan prestasi saya sehingga mendapat pahala yang besar dan masuk surga. Anda bertanya, saya jawab, anda mau diam dan lebih sibuk mengurusi keyakinan anda sekarang, saya juga diam.

    [2:272] Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya.

    Jadi kalau anda mengaku dan merasa ingin mendapat keselamatan buat diri anda sendiri, maka jangan harap orang lain akan pontang-panting untuk meyakinkan anda terhadap ajaran Islam, tapi anda sendirilah yang harus meluruskan niat dan membersihkan hati untuk melihat kebenaran Islam. Kelakuan anda yang bolak-balik mengatakan ‘terjebak’ soal nama Islam, padahal sudah dijelaskan dengan gamblang, menunjukan bahwa anda sendiri yang berusaha untuk menjebak diri sendiri dan tetap berusaha untuk tenggelam dalam kesesatan, orang lain sih tidak ada yang merasa terjebak..

    Bukankah sudah saya bilang, pertanyaan dan tanggapan anda selanjutnya akan menunjukkan apa motivasi dibalik tindakan anda untuk bertanya..

  60. July 10, 2011 at 9:19 pm | #76

    AbuBMR Berkata :
    Percuma anda berasumsi, lebih bermanfaat kalau anda melakukan tindakan nyata untuk memberikan bukti ;”Mana Al-Qur’an versi yang lain..”, dimana letak perbedaannya..??

    Jawab saya :
    Diatas. Saya sudah berkata bahwa saya pertanyakan bukan masalah ada atu tidaknya timbul quran baru, tetapi saya hanya ingin mengetahu dan memahami apa maksud dan tujuan kehadiran quran.

    Yang kita bahas adalah, benarkah Ibrahim beragama islam ?

    Jadi saya ingin tahu dengan pasti, benarkah Ibrahim beragama islam ? ( Kalau boleh jawabannya hanya Ya atau tidak saja, supaya jangan menghabiskan energi )

    AbuBMR Berkata :
    Tauarta menurut Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan Allah kepada nabi Musa,
    Mana Taurat yang benar tersebut menurut Al-Qur’an..??,silahkan anda memakai Al-Qur’an untuk dijadikan sudut pandang menyeleksi ajaran Yahudi yang terdapat dalam Perjanjian Lama,

    Pernyatan anda menimbulkan banyak Pertanyaan saya :
    1. Kenapa harus menggunakan quran untuk menyeleksi ajaran Yahudi yang terdapat dalam Perjanjian Lama, ?

    2. Apakah ajaran Yahudi itu mengandung Taurat ?

    3. Jadi maksud anda bahwa ajaran Yahudi yang mengandung Taurat itu terkandung dalam perjanjian lama, sehingga harus diseleksi pakai quran ?

    4. ajaran Yahudi yang sesuai dengan ajaran quran, maka itulah Taurat ?

    5. Kenapa Taurat Allah bisa terselap selip dalam ajaran jahudi dan masuk kedalam perjanjian lama ? siapa yang selap selipkan ?

    6. Bagaimana sih bentuk dan isi Taurat Allah itu ?

    7. Ehhh ngomong-ngomong…….menurut quran, untuk apa quran hadir didunia ini?

    Sesungguhnya masih sangat banyak lagi hal-hal yang sangat perlu saya tanyakan kepada anda, tetapi agar lebih mudah dan dapat saya ingat, maka saya usahakan pertanyan itu saya cicil sedikit demi sedikit saja.

    Terima kasih.

    • January 10, 2012 at 4:11 pm | #77

      Apakah Ibrahim ber”DIN” ISLAM?
      Jawabannya : Ya
      Buktinya : Hanya menyembah Allah saja tidak menyembah berhala, binatang apalagi manusia. DIN yang dianutnya jelas manyatakan bahwa Tuhan-Nya hanyala Allah, Nabi Muhammad pun sama DIN yang dibawanya menganut jelas bahwa Tuhan hanya Allah yang satu dan satu-satunya, begitu juga dengan Musa dan nabi2 yang lainnya.
      DIN ini disebut ISLAM = berserah diri kepada yang 1 (satu) yaitu Allah
      cukup jelas dan sangat teramat jelas

  61. July 11, 2011 at 3:51 am | #78

    Diatas. Saya sudah berkata bahwa saya pertanyakan bukan masalah ada atu tidaknya timbul quran baru, tetapi saya hanya ingin mengetahu dan memahami apa maksud dan tujuan kehadiran quran.

    Alasan anda bertanya soal Al-Qur’an adalah :

    heber
    July 9, 2011 at 6:29 am :
    “Hal ini menimbulkan kecurigaan bagi saya, karena terjadi pemaksaan kehendak.
    Untuk jujurnya, sebenarnya quran yang tidak cocok itu, jangan dibakar, agar ada bahan konfirmasi sebagai bukti bagi manusia-manusia yang akan datang.

    Nah akibatnya sekarang bagi saya yang belum masuk islam, jika ingin masuk islam, dipaksakan saya harus percaya bahwa quran yang ada sekarang adalah sama dengan quran yang dibakar itu tanpa ada konfirmasi”.

    Anda menolak mengakui kebenaran Al-Qur’an karena kecurigaan bahwa Al-Qur’an yang ada sekarang bukanlah Al-Qur’an yang sama seperti yang diwahyukan kepada nabi Muhammad SAW, namun tidak berdaya untuk memberikan bukti adanya versi yang lebih benar. Kenyataannya saat ini umat Islam hanya punya 1 versi yang selalu dibaca dimana-mana, lalu sikap apa yang anda harapkan dolakukan oleh Muslim terhadap Al-Qur’an..?? mau ikutan seperti anda..?? yaitu ikut ‘mencurigai’ dan menolak Al-Qur’an sekalipun tidak ada yang memapu menyodorkan mana versi yang lebih benar..??. Sikap kami adalah : sepanjang tidak ada bukti mana itu Al-Qur’an versi lain, maka pernyataan orang-orang kafir yang meributkan keberadaan Al-Qur’an tersebut hanya merupakan ‘pepesan kosong’ yang tidak ada arti.

    Berbeda halnya dengan alkitab, tanpa ikut-campur pihak non-Kristen, dikalangan internal umat Kristen sendiri selalu ribut soal keaslian alkitab mereka, setiap waktu direvisi, ada ayat yang dimasukkan, lalu dibuang, Katolik mengakui kitab yang lebih banyak dari Protestan, di Indonesia diterjemahkan oleh LAI, lalu diprotes oleh Kristen yang lain, sampai sekarang keributan soal isi alkitab tidak pernah berhenti.

    Anehnya, kalau anda menolak kebenaran Al-Qur’an dengan alasan kecurigaan yang tidak ada bukti, seharusnya anda dari dulu bakalan menolak kebenaran alkitab karena sudah terbukti kerusakannya.

  62. July 11, 2011 at 4:13 am | #79

    Yang kita bahas adalah, benarkah Ibrahim beragama islam ?

    Jadi saya ingin tahu dengan pasti, benarkah Ibrahim beragama islam ? ( Kalau boleh jawabannya hanya Ya atau tidak saja, supaya jangan menghabiskan energi )

    Jawabannya : YA, Ibrahim, Adam, Yaqub, Musa, Daud, Sulaiman, Isa Almasih, dll menjalankan ‘diin’, yang dinamakan oleh Al-Qur’an bernama ‘al-Islam”.

    AbuBMR Berkata :

    Pernyatan anda menimbulkan banyak Pertanyaan saya :
    1. Kenapa harus menggunakan quran untuk menyeleksi ajaran Yahudi yang terdapat dalam Perjanjian Lama, ?

    2. Apakah ajaran Yahudi itu mengandung Taurat ?

    3. Jadi maksud anda bahwa ajaran Yahudi yang mengandung Taurat itu terkandung dalam perjanjian lama, sehingga harus diseleksi pakai quran ?

    4. ajaran Yahudi yang sesuai dengan ajaran quran, maka itulah Taurat ?

    5. Kenapa Taurat Allah bisa terselap selip dalam ajaran jahudi dan masuk kedalam perjanjian lama ? siapa yang selap selipkan ?

    Karena Taurat dan Injil, kitab yang diturunkan kepada nabi Musa dan Isa Almasih sudah dirusak, dicampur-aduk antara hak dan yang bathil, ditambah dan dikurangi, makanya apa yang diakui sebagai Taurat dan Injil oleh Yahudi dan Kristen sekarang adalah ajaran Allah yang bercampur-aduk antara isi ajaran yang sebenarnya dengan tambahan-tambahan yang dikarang oleh manusia yang menyesatkan.

    [2:79] Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.

    [3:71] Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahuinya?

    [5:15] Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan.

    Hebatnya, bahkan Tuhan dan Musa sendiri seperti yang tercatat dalam PL juga telah memprediksi kelakuan Yahudi yang akan merubah ajaran yang disampaikannya setelah dia meninggal nanti :

    Ini kata Tuhan pada Ulangan 31:16-18

    TUHAN berfirman kepada Musa: “Ketahuilah, engkau akan mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu dan bangsa ini akan bangkit dan berzinah dengan mengikuti allah asing yang ada di negeri, ke mana mereka akan masuk; mereka akan meninggalkan Aku dan mengingkari perjanjian-Ku yang Kuikat dengan mereka. Pada waktu itu murka-Ku akan bernyala-nyala terhadap mereka, Aku akan meninggalkan mereka dan menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, sehingga mereka termakan habis dan banyak kali ditimpa malapetaka serta kesusahan. Maka pada waktu itu mereka akan berkata: Bukankah malapetaka itu menimpa kita, oleh sebab Allah kita tidak ada di tengah-tengah kita? Tetapi Aku akan menyembunyikan wajah-Ku sama sekali pada waktu itu, karena segala kejahatan yang telah dilakukan mereka: yakni mereka telah berpaling kepada allah lain.

    Ini kata Musa seperti yang tercatat pada Ulangan 31:24-29 :

    Ketika Musa selesai menuliskan perkataan hukum Taurat itu dalam sebuah kitab sampai perkataan yang penghabisan, maka Musa memerintahkan kepada orang-orang Lewi pengangkut tabut perjanjian TUHAN, demikian: “Ambillah kitab Taurat ini dan letakkanlah di samping tabut perjanjian TUHAN, Allahmu, supaya menjadi saksi di situ terhadap engkau. Sebab aku mengenal kedegilan dan tegar tengkukmu. Sedangkan sekarang, selagi aku hidup bersama-sama dengan kamu, kamu sudah menunjukkan kedegilanmu terhadap TUHAN, terlebih lagi nanti sesudah aku mati. Suruhlah berkumpul kepadaku segala tua-tua sukumu dan para pengatur pasukanmu, maka aku akan mengatakan hal yang berikut kepada mereka dan memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap mereka. Sebab aku tahu, bahwa sesudah aku mati, kamu akan berlaku sangat busuk dan akan menyimpang dari jalan yang telah kuperintahkan kepadamu. Sebab itu di kemudian hari malapetaka akan menimpa kamu, apabila kamu berbuat yang jahat di mata TUHAN, dan menimbulkan sakit hati-Nya dengan perbuatan tanganmu.”

    Bahkan sampai dijaman Yesus Kristus, alkitab mencatat kelakuan bangsa Israel ini melalui kecaman Yesus terhadap mereka, seperti yang ada dalam Matius 23:13-36 :

    Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karen…a kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh, dan berkata: Jika kami hidup di zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu. Tetapi dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu. Jadi, penuhilah juga takaran nenek moyangmu! Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak! Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka? Sebab itu, lihatlah, Aku (coba diganti dengan : Allah) mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana dan ahli-ahli Taurat: separuh di antara mereka akan kamu bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan kamu aniaya dari kota ke kota, supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, orang benar itu, sampai kepada Zakharia anak Berekhya, yang kamu bunuh di antara tempat kudus dan mezbah. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semuanya ini akan ditanggung angkatan ini!”

    Jadi sudah klop apa yang disampaikan Al-Qur’an dengan apa yang disampaikan alkitab tentang kebenaran ajaran Musa berupa Taurat, bahwa ajaran yang terdapat dalam kitab tersebut sudah dirobah, ditambah, disembunyikan, lalu diakui sebagai ajaran Musa, padahal bukan..

  63. July 11, 2011 at 4:36 am | #80

    Taurat menurut Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan Allah kepada nabi Musa,
    Mana Taurat yang benar tersebut menurut Al-Qur’an..??,silahkan anda memakai Al-Qur’an untuk dijadikan sudut pandang menyeleksi ajaran Yahudi yang terdapat dalam Perjanjian Lama,

    6. Bagaimana sih bentuk dan isi Taurat Allah itu ?

    Banyak contoh isi Pentateuch yang sejalan dengan Al-Qur’an :

    http://rhmsangpemburu.blogspot.com/2010/11/10-hukum-taurat-dalam-al-quran.html

    banyak contoh omongan Yesus yang sejalan dengan Al-Qur’an :

    http://belajaralkitab.blogetery.com/persamaan-kandungan-alkitab-dan-alquran.html

    7. Ehhh ngomong-ngomong…….menurut quran, untuk apa quran hadir didunia ini?

    Untuk meluruskan ‘diin’ yang sudah disampaikan kepada utusan terdahulu yang sudah dibengkokkan manusia, sebagai petunjuk agar manusia tersesat seperti anda ini bisa kembali ke jalan yang benar :

    [17:9] Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,

    [39:41] Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur’an) untuk manusia dengan membawa kebenaran; siapa yang mendapat petunjuk maka (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang sesat maka sesungguhnya dia semata-mata sesat buat (kerugian) dirinya sendiri, dan kamu sekali-kali bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka.

    [45:20] Al Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.

    Al-Qur’an diturunkan untuk membenarkan kitab terdahulu, yaitu Taurat dan Injil yang telah diturunkan kepada Musa dan Isa Almasih, agar orang-orang yang telah merusak dan merubah kedua kitab tersebut, termasuk orang yang mengikuti kerusakan tanpa menyadarinya, bisa kembali menemukan ajaran yang sebenarnya :

    [46:12] Dan sebelum Al Qur’an itu telah ada kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan ini (Al Qur’an) adalah kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.

    [2:41] Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al Qur’an) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa.

    [5:48] Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu;

    [35:31] Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu yaitu Al Kitab (Al Qur’an) itulah yang benar, dengan membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Mengetahui lagi Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.

  64. July 11, 2011 at 8:20 am | #81

    AbuBMR berkata :
    Anda menolak mengakui kebenaran Al-Qur’an karena kecurigaan bahwa Al-Qur’an yang ada sekarang bukanlah Al-Qur’an yang sama seperti yang diwahyukan kepada nabi Muhammad SAW, namun tidak berdaya untuk memberikan bukti adanya versi yang lebih benar. sepanjang tidak ada bukti mana itu Al-Qur’an versi lain, maka pernyataan orang-orang kafir yang meributkan keberadaan Al-Qur’an tersebut hanya merupakan ‘pepesan kosong’ yang tidak ada arti.

    Jawab saya :
    Sesungguhnya saya bukan untuk mengupas bahwa quran sekarang asli atau tidak, walaupun masih saya curigai

    Curiga boleh dong, curiga bukan berati menolak kan ?, Cuma karena sudah terlanjur komentar mengarah kesana, yah saya komentari jugalah hanya sekedar
    Memang saya tidak dapat memberikan bukti dengan menunjukkan quran tandingan, tetapi kuping saya mendengar berita, dari usatadz melalui media elektronik sering katanya bermunculan quran tandingan yang bermaksud untuk merusak islam, untungnya quan-quran tandingan itu bisa ditarik dari peredaran.

    Berita itu dapat saya percayai, karena dizaman saya sendiri sebelum ada media internet, hanya melalui buku-buku sajalah orang menyampaikan berita, maka disaat itu banyak buku-buku yang dianggab menghina islam ditarik dari peredaran dan penerbitnya ditangkap. Hal ini tidak usah kita komentari dulu,

    Mari kita kembali ke masalah pokok :

    AbuBMR berkata :
    YA, Ibrahim, Adam, Yaqub, Musa, Daud, Sulaiman, Isa Almasih, dll menjalankan ‘diin’, yang dinamakan oleh Al-Qur’an bernama ‘al-Islam”.

    Jawab saya :
    Ya. Terima kasih, jawaban anda tepat sasaran.

    Jadi berdasarkan penjelasan anda maka saya berkesimpulan/memahami bahwa :

    , Adam, Yaqub, Musa, Daud, Sulaiman, Isa Almasih, dll. Tidak mempunyai agama, tetapi diin yang mereka jalankan diberinama islam.

    Jadi islam itu adalah nama diin yang dijalankan , Adam, Yaqub, Musa, Daud, Sulaiman, Isa Almasih, dll, bukan nama agama bukan ?

    Oleh karena itu, seharusnya quran tidak menyebut bahwa agama Ibrahim, Adam, Yaqub, Musa, Daud, Sulaiman, Isa Almasih, dll adalah agama islam, karena mereka tidak mempunya agama.

    Menurut keterangan anda yang sebenarnya adalah : nama diin yang dijalankan oleh Ibrahim, Adam, Yaqub, Musa, Daud, Sulaiman, Isa Almasih, dll. Adalah islam.

    Pertanyaan :
    Sebelum quran membberi nama diin itu islam, Apakah diin yang dijalankan oleh Ibrahim, Adam, Yaqub, Musa, Daud, Sulaiman, Isa Almasih, dll mempunyai nama ? dan apa namanya ?

    Supaya jangan terlalu melebar, pertanyaan saya hanya ini saja.

    Terima kasih.

  65. July 11, 2011 at 8:48 am | #82

    AbuBMR berkata :
    YA, Ibrahim, Adam, Yaqub, Musa, Daud, Sulaiman, Isa Almasih, dll menjalankan ‘diin’, yang dinamakan oleh Al-Qur’an bernama ‘al-Islam”.

    Jawab saya :
    Ya. Terima kasih, jawaban anda tepat sasaran.

    Jadi berdasarkan penjelasan anda maka saya berkesimpulan/memahami bahwa :

    , Adam, Yaqub, Musa, Daud, Sulaiman, Isa Almasih, dll. Tidak mempunyai agama, tetapi diin yang mereka jalankan diberinama islam.

    Jadi islam itu adalah nama diin yang dijalankan , Adam, Yaqub, Musa, Daud, Sulaiman, Isa Almasih, dll, bukan nama agama bukan ?

    Khan sudah dijelaskan bahwa kata ‘agama’ hanya ada dalam terjemahan bahasa Indonesia, kalau dalam bahasa Al-Qur’annya disebut dengan ‘diin’, lalu ketika Al-Qur’an diturunkan, kita diinformasikan bahwa ‘diin’ yang dianut oleh para nabi tersebut bernama al-Islam, karena merupakan mata rantai dari ajaran yang disampaikan nabi Muhammad SAW, menyembah Tuhan yang sama sesuai apa yang tercantum dalam Al-Qur’an, mempunyai ritual penyembahan yang sama, yaitu shalat, puasa, zakat, dll sekalipun berbeda dalam soal waktu, frekuensi.

    Oleh karena itu, seharusnya quran tidak menyebut bahwa agama Ibrahim, Adam, Yaqub, Musa, Daud, Sulaiman, Isa Almasih, dll adalah agama islam, karena mereka tidak mempunya agama.

    Memangnya kenapa kalau Al-Qur’an menyebut ajaran yang dianut Ibrahim, Adam, Yaqub, Musa, Daud, Isa Almasih adalah al-Islam..?? sekalipun pada waktu mereka hidup belum ada judul dari ajaran yang mereka sampaikan, tapi bukan berarti mereka tidak punya ajaran toh, buktinya mereka menyembah Tuhan yang bernama Allah, sama dengan Tuhan yang diajarkan dalam ajaran Islam, mereka melakukan beribadatan yang dengan tata-cara yang sama dengan apa yang dilakukan umat Islam. Lalu ketika Al-Qur’an diturunkan, maka kita diinformasikan ajaran yang mereka anut dan sampaikan adalah ajaran Islam, satu-satunya ‘diin’ yang diakui oleh Allah SWT.

    Kalau anda mau menyatakan bahwa para nabi tersebut tidak punya ‘agama’ dengan pengertian istilah agama sebagai suatu sistem kepercayaan yang menyembah selain Allah, itu memang tepat, karena mereka semua hanya menyembah Allah, sama dengan apa yang disembah oleh semua umat Islam. Musa bukan penganut agama Yahudi, karena Yahudi menyembah Tuhan selain Allah, Isa Almasih bukan penganut Kristen karena Kristen menyembah Tuhan selain Allah, Musa dan Isa Almasih adalah nabi penyembah Allah, sama dengan Tuhan yang disembah oleh umat Islam, mereka disebut orang Muslim, sekalipun waktu mereka hidup ajaran yang disampaikan belum diberi nama al-Islam.

    Menurut keterangan anda yang sebenarnya adalah : nama diin yang dijalankan oleh Ibrahim, Adam, Yaqub, Musa, Daud, Sulaiman, Isa Almasih, dll. Adalah islam.

    Pertanyaan :
    Sebelum quran membberi nama diin itu islam, Apakah diin yang dijalankan oleh Ibrahim, Adam, Yaqub, Musa, Daud, Sulaiman, Isa Almasih, dll mempunyai nama ? dan apa namanya ?

    Saya tidak tahu apa namanya, yang jelas bukan Yahudi, bukan Nasrani atau Kristen. Yang jelas nama ajaran Ibrahim dikatakan sebagai ‘millata ibrahiima haniifan’ – ajaran Ibrahim yang lurus’, dan ajaran Islam yang disampaikan oleh nabi Muhammad SAW dikatakan mengikuti ajaran Ibrahim tersebut :

    qul innanii hadaanii rabbii ilaa shiraathin mustaqiimin diinan qiyaman millata ibraahiima haniifan wamaa kaana mina almusyrikiina
    [6:161] Katakanlah: “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) millah yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik”.

    Note : supaya anda tidak ribut soal kata ‘agama’ maka kata ‘millah/millata’ sengaja tidak saya terjemahkan, yang jelas ayat tersebut menyatakan bahwa Ibrahim mempunyai ‘millah’ – ajaran sekalipun tidak disebut namanya (pada waktu Ibrahim masih ada)

  66. July 11, 2011 at 9:00 am | #83

    Saya makin tidak mengerti jawaban apa yang sebenarnya anda inginkan, apakah anda mau umat Islam mengatakan bahwa Ibrahim, Yakub, Musa Daud, Isa Almasih, dll bukan menyembah Allah sesuai eksistensi-Nya dalam Al-Qur’an..?? kita sedang membicarakan topik sesuai apa yang tercantum dalam Al-Qur’an, dan Al-Qur’an jelas menyatakan bahwa para nabi tersebut menyembah Allah yang sama dengan apa yang disembah umat Islam, melakukan ritual peribadatan, shalat dengan sujud dan ruku’, puasa, dll seperti apa yang dikerjakan oleh umat Islam.

    Anda hanya meributkan soal ‘judul’ dari ajaran yang mereka praktekkan karena judul tersebut baru diinformasikan kepada kita semua pada saat diturunkannya Al-Qur’an.

  67. July 11, 2011 at 9:07 am | #84

    Sesungguhnya saya bukan untuk mengupas bahwa quran sekarang asli atau tidak, walaupun masih saya curigai

    Curiga boleh dong, curiga bukan berati menolak kan ?, Cuma karena sudah terlanjur komentar mengarah kesana, yah saya komentari jugalah hanya sekedar
    Memang saya tidak dapat memberikan bukti dengan menunjukkan quran tandingan, tetapi kuping saya mendengar berita, dari usatadz melalui media elektronik sering katanya bermunculan quran tandingan yang bermaksud untuk merusak islam, untungnya quan-quran tandingan itu bisa ditarik dari peredaran.

    Berita itu dapat saya percayai, karena dizaman saya sendiri sebelum ada media internet, hanya melalui buku-buku sajalah orang menyampaikan berita, maka disaat itu banyak buku-buku yang dianggab menghina islam ditarik dari peredaran dan penerbitnya ditangkap. Hal ini tidak usah kita komentari dulu,

    Seharusnya mulai sekarang anda membuang alkitab anda karena bukan hanya sudah sampai kepada taraf mendengar tanpa bukti, tapi sudah menjadi bukti yang nyata bahwa alkitab tersebut merupakan barang yang sudah rusak karenanya selalu direvisi. Kalaupun anda mencurigai Al-Qur’an, sekurang-kurangnya anda lebih memilih menjadi atheis, alkitab dibuang, Al-Qur’an dicurigai.

    Kalau anda saat ini masih menjadi pengikut Kristen, maka ini bukti motivasi anda bertanya sebenarnya bukan mau mencari kebenaran, tapi sebagai pemeluk Kristen yang berusaha mempertanyakan ajaran Islam tanpa ada maksud untuk mengakui kebenarannya.

    Makanya tidak aneh kalau anda berputar-putar memaksakan para nabi dan rasul yang jelas-jelas dinyatakan dalam Al-Qur’an sebagai penyembah Tuhan yang sama dengan ajaran Islam, tidak mempunyai kaitan dengan ajaran Islam, cuma dengan mempermasalahkan soal ‘judul’ ajaran yang mereka anut..

  68. haidar
    July 11, 2011 at 9:19 am | #85

    he he he, sudah mulai kelihatan belangnya nih………

    • faham
      July 11, 2011 at 1:07 pm | #86

      pepatah bilang : GAJAH DIPELUPUK MATA TIDAK KELIHATAN….
      hehehe….

      • isa
        July 11, 2011 at 2:16 pm | #87

        Msh meributkan herder alias “snouck hurgronje” ya? buang2 energi aja.

  69. July 12, 2011 at 2:37 pm | #88

    @AbuBMR
    Begini saudara, latar belakang saya kan Kristen, alias kafir, jelas tidak memahami quran karena tidak pernah ada orang islam yang mengajarkannya tentu pemahaman saya dengan pemahaman anda sebagai islam pasti berbeda bahkan berlawanan. Oleh karena itu janganlah anda merasa bahwa saya hanya menghina atau meledek islam,

    Saya harap anda jangan marah atau sakit hati kepada saya bila saya membuka dan memberitahukan cara pandang saya terhadap ajaran quran yang saya baca dan cara pandang saya terhadap pengikutnya alias islam.

    Mohon maaf anda jangan marah dan jangan sakit hati, dengan sejujurnya setelah saya membaca beberapa ayat quran, maka saya menilai quran itu sbb:

    1. Mengatakan yang tidak benar alias fitnah.
    Kami umat Nasrani bahkan Alkitab kamipun tidak pernah mengatakan bahwa Adam, Ibrahim, isa dll. Mempunyai agama, apalagi mempunyai nama yaitu Kristen atau nasrani

    QS 2: 140. ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?”

    2. Darimana quran tahu bahwa Allah mempunyai agama ?
    Qs 33: 46. dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi.

    3. Anda mengatakan (tentu berdasarkan quran) bahwa : mereka (Adam, Ibrahim, isa dll ).menyembah Tuhan yang bernama Allah, sama dengan Tuhan yang diajarkan dalam ajaran Islam,

    Sepanjang pengetahuan saya, Tuhan yang disembah Adam, Ibrahim, isa dll. Tidak bernama Allah, mereka tidak pernah mendengar sebutan Allah, karena mereka tidak mengenal bahasa arab.

    Saya tidak tidak tahu, darimana asal usul kedatangan kata “Allah”
    Sepanjang pengetahuan saya, Allah itu adalah Illah atau sesembahan, bukan nama Tuhan. Tentu sangat berlawanan dengan pengertian umat islam.

    Seperti itulah yang tertanam dalam pikiran saya, kalau memang salah, tolong diperbaiki.
    Sungguh saya bukan menghina atau meledek, karena begitulah pemahaman saya terhadap quran.

    Cukup sekian dahulu pembahasan saya.

    Terima kasih.

    • July 12, 2011 at 3:02 pm | #89

      @Bapake Heber
      Analogi bejinih ajah buwat sampean, assumsi sampean Arab = Arabiyum mubiin !!!

      Bijimana menurut sampean, si DOGGY DOBERMAN bisa kenal sama ilaahnya ?!

    • jack
      July 12, 2011 at 3:15 pm | #90

      @heber

      1. emang betul ibrahim tidak beragama yahudi atau kristen, karna ibrahim adalah bapaknye ishak sedangkan kristen, coba baca Rasul 11 : 24 – 26:

      “24. Karena Barnabas adalah roang baik, penuh dengan Roh kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. 25. Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus (Paulus) dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. 26. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.”

      2. memang menurut anda siapa yang pantas menciptakan agama? apakah pantas manusia menciptakan agama?

      3. memang siapa Tuhan yang disembah adam? anda bisa menyalahkan tentunya bisa membenarkan juga dong

      memang anda tahu siapa nama tuhan anda sendiri???

  70. July 12, 2011 at 2:53 pm | #91

    @Bapake Heber
    Sepanjang pengetahuan saya, Allah itu adalah Illah atau sesembahan, bukan nama Tuhan. Tentu sangat berlawanan dengan pengertian umat islam.
    ____________________
    Abso silite sampean tidak ngarti apa-apa. :evil:

    Illah ( double “l” ) ?!

    ilaah ( doubel “a” ) baru artinyah sembahan, raja, tuan, atau tuhan

    Cukup IDIOT sampean, terima kasih… hehehe…

  71. July 12, 2011 at 3:02 pm | #92

    1. Mengatakan yang tidak benar alias fitnah.
    Kami umat Nasrani bahkan Alkitab kamipun tidak pernah mengatakan bahwa Adam, Ibrahim, isa dll. Mempunyai agama, apalagi mempunyai nama yaitu Kristen atau nasrani

    QS 2: 140. ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?”

    Rupanya anda tidak membaca alkitab, bahwa nama-nama tersebut dicatut untuk membenarkan sistem kepercayaan yang dianut oleh Yahudi dan Kristen sekarang, menyatakan apa yang mereka sampaikan seperti yang tercatat dalam alkitab mendukung ketuhanan Yahudi dan Kristen, itulha yang dibantah oleh Al-Qur’an..

    2. Darimana quran tahu bahwa Allah mempunyai agama ?
    Qs 33: 46. dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi.

    Kalau yang anda maksud ‘Allah mempunyai agama’ artinya Tuhan menjadi pemeluk suatu ajaran, Dia melaksanakan kewajiban sesuatu perintah dan larangan dalam ajaran tersebut, memang tidak benar kalau disebut Tuhan mempunyai agama. QS 33:46 yang anda kutip bunyi dalam bahasa aslinya : wadaa’iyan = dan penyeru, ilaa = kepada, allaahi = Allah bi-idznihi = dengan ijin-Nya, wasiraajan = dan pelita, muniiraan = bersinar/terang.

    Ayat tersebut bukan mau menyatakan Allah beragama atau menajdi pemeluk suatu agama, tapi menyuruh manusia untuk menyeru ajaran yang ditetapkan Allah bagi manusia, sebagai satu-satunya jalan untuk mencapai Allah.

    3. Anda mengatakan (tentu berdasarkan quran) bahwa : mereka (Adam, Ibrahim, isa dll ).menyembah Tuhan yang bernama Allah, sama dengan Tuhan yang diajarkan dalam ajaran Islam,

    Sepanjang pengetahuan saya, Tuhan yang disembah Adam, Ibrahim, isa dll. Tidak bernama Allah, mereka tidak pernah mendengar sebutan Allah, karena mereka tidak mengenal bahasa arab.

    Saya tidak tidak tahu, darimana asal usul kedatangan kata “Allah”
    Sepanjang pengetahuan saya, Allah itu adalah Illah atau sesembahan, bukan nama Tuhan. Tentu sangat berlawanan dengan pengertian umat islam.

    Silahkan dibaca :

    http://kajian-agama.blogspot.com/2008/11/yahweh-atau-allah.html
    http://kajian-agama.blogspot.com/2010/10/asal-mula-nama-yahweh-yang-mulai.html

  72. July 12, 2011 at 8:29 pm | #93

    AbuBMR berkata :
    Rupanya anda tidak membaca alkitab, bahwa nama-nama tersebut dicatut untuk membenarkan sistem kepercayaan yang dianut oleh Yahudi dan Kristen sekarang, menyatakan apa yang mereka sampaikan seperti yang tercatat dalam alkitab mendukung ketuhanan Yahudi dan Kristen, itulha yang dibantah oleh Al-Qur’an..

    Jawab saya :
    Mohon maaf, saya tidak mengerti maksud dan tujuan anda, mohon diulang.

    AbuBMR berkata :
    Kalau yang anda maksud ‘Allah mempunyai agama’ artinya Tuhan menjadi pemeluk suatu ajaran, Dia melaksanakan kewajiban sesuatu perintah dan larangan dalam ajaran tersebut, memang tidak benar kalau disebut Tuhan mempunyai agama. QS 33:46 yang anda kutip bunyi dalam bahasa aslinya : wadaa’iyan = dan penyeru, ilaa = kepada, allaahi = Allah bi-idznihi = dengan ijin-Nya, wasiraajan = dan pelita, muniiraan = bersinar/terang.
    ayat tersebut bukan mau menyatakan Allah beragama atau menajdi pemeluk suatu agama, tapi menyuruh manusia untuk menyeru ajaran yang ditetapkan Allah bagi manusia, sebagai satu-satunya jalan untuk mencapai Allah.

    Jawab saya :
    Terima kasih, kalau begitu terjemahan quran itu salah dong, diin diterjemahkan jadi agama, salah juga ?

    AbuBMR berkata :Silahkan dibaca :
    http://kajian-agama.blogspot.com/2008/11/yahweh-atau-allah.html
    http://kajian-agama.blogspot.com/2010/10/asal-mula-nama-yahweh-yang-mulai.html

    Jawab saya :
    Ya………….saya sudah baca :

    Katanya Tuhan memperkenalkan dirinya kepada Musa dengan nama Allah

    [28:30] “Ya Musa, sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam (innii anaa allaahu rabbu al’aalamiina)

    Mungkin salah terjemahan juga, karena Musa tidak meangenal bahasa arab.

    Dari seluruh bahasa dunia yang digunakan Alkitab, Hanya Alkitab bahasa Indonesia dan Alkitab bahasa arab saja yang mengatakan bahwa nama Tuhan itu adalah Allah dalam pengertian bahwa Allah itu adalah Illah.

    Alkitab bahasa, Inggris, bahasa Belanda, bahasa Jepang, Bahasa Batak dll. Tidak mengenal nama Allah.

    Biarkan saja mereka Ribut masalah nama yahwe, kalau di Inggris nama Tuhan itu Lord, di sunda Gusti, di Batak sana namanya Debata, di Arab dan di Indonesia namanya Allah.jadi menurut Alkitab, masing-masing daerah berbeda-benda menyebut nama Tuhan

  73. July 12, 2011 at 9:27 pm | #94

    Mohon maaf, saya tidak mengerti maksud dan tujuan anda, mohon diulang.

    Anda khan bertanya :

    “1. Mengatakan yang tidak benar alias fitnah.
    Kami umat Nasrani bahkan Alkitab kamipun tidak pernah mengatakan bahwa Adam, Ibrahim, isa dll. Mempunyai agama, apalagi mempunyai nama yaitu Kristen atau nasrani,

    QS 2: 140. ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?”,

    Ayat tersebut membantah klaim alkitab bahwa ajaran yang dianut oleh Ibrahim beserta anak keturunannya menuhankan apa yang dipertuhankan oleh Yahudi dan Nasrani. Kalau mau tahu apa yang dipertuhankan mereka, silahkan saja baca alkitab, bahwa Yahudi menyembah Tuhan yang bernama Yahweh, Tuhan yang digambarkan berjalan-jalan sebagai manusia, menyesal telah menciptakan manusia, kalah bergelut dengan Yakub, dll. Oleh Nasrani/Kristen dikatakan Tuhan tersebut menjelma jadi manusia. Bukankah alkitab menyatakan itulah Tuhan yang disembah oleh Ibrahim dan anak keturunannya..??

    Kel 6:2 (6-1) Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: “Akulah TUHAN.
    Kel 6:3 (6-2) Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri.

    Al-Qur’an membantah bahwa eksistensi Tuhan yang dinyatakan kepada Ibrahim dan anak keturunannya, bukan seperti apa yang disampaikan dalam alkitab tersebut.

    Terima kasih, kalau begitu terjemahan quran itu salah dong, diin diterjemahkan jadi agama, salah juga ?

    Mau ngajak berputar-putar..?? khan sudah dijawab diatas, QS 33:46 tersebut tidak ada menyebut kata ‘diin’, itu hanya ada dalam terjemahan. maksud ayat tersebut bukan mau menyatakan bahwa Tuhan punya agama, melainkan menyuruh manusia untuk menyampaikan ajaran tentang Tuhan, sebagai satu-satunya jalan untuk mencapai Tuhan yang sebenarnya, yaitu Allah.

    Soal terjemahan ‘diin’ menjadi ‘agama’ sudah saya jelaskan :

    “Namun kalau kita mengacu kepada pendapat yang menyatakan bahwa :’ agama itu penghambaan manusia kepada Tuhannya. Dalam pengertian agama terdapat 3 unsur, ialah manusia, penghambaan dan Tuhan. Maka suatu paham atau ajaran yang mengandung ketiga unsur pokok pengertian tersebut dapat disebut agama’, maka definisi tersebut sebenarnya bisa disimilarkan dengan sebutan ‘ad-diin’ sekalipun kurang pas, karena pemakaian kata ‘diin’ dalam bahasa Arab mencakup arti yang luas, bisa terkait dengan penghambaan, hukum /peraturan, kontrak, sesuatu yang bersifat timbal-balik, pembalasan, dll, jadi disamping istilah tersebut memuat adanya hubungan antara Tuhan dengan hamba-Nya juga mengungkapkan adanya tata-cara yang harus dilaksanakan oleh manusia dalam hubungan dengan Tuhan tersebut”.

    “Kata ‘agama’ muncul karena kita menerjemahkan bahasa Al-Qur’an kedalam bahasa Indonesia, orang-orang mensimilarkan kata ‘diin’ dengan ‘agama’. Sepanjang istilah ‘agama’ tersebut mempunyai makna yang sama dengan kata ‘diin’ maka silahkan saja memakai kata tersebut, cuma masalahnya pengertian kata ‘agama’ sampai sekarang juga menjadi persoalan apa maksudnya, silahkan dibaca kembali link yang saya sampaikan. Sedangkan pengertian kata ‘diin’ bisa diungkapkan dengan melihat pemakaian kata tersebut dalam banyak ayat Al-Qur’an, lalu saya simpulkan bahwa kata tersebut tidak hanya terkait dengan soal ‘hukum/aturan/syariat’ saja, melainkan lebih luas dari itu, menyangkut juga tentang eksistensi Tuhan yang disembah manusia.

    Al-Qur’an menyatakan hanya satu ‘ad-diin’ yaitu ‘Islam’, selain itu artinya ‘penyimpangan dari ad-diin’, sedangkan dalam bahasa Indonesia semuanya disebut ‘agama’ baik yang merupakan ‘ad-diin’ maupun yang merupakan penyimpangan dari ‘ad-diin’.

    Apa masih kurang jelas apa yang saya sampaikan..??

    Ya………….saya sudah baca :

    Katanya Tuhan memperkenalkan dirinya kepada Musa dengan nama Allah

    [28:30] “Ya Musa, sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam (innii anaa allaahu rabbu al’aalamiina)

    Mungkin salah terjemahan juga, karena Musa tidak meangenal bahasa arab.

    Dari seluruh bahasa dunia yang digunakan Alkitab, Hanya Alkitab bahasa Indonesia dan Alkitab bahasa arab saja yang mengatakan bahwa nama Tuhan itu adalah Allah dalam pengertian bahwa Allah itu adalah Illah.

    Alkitab bahasa, Inggris, bahasa Belanda, bahasa Jepang, Bahasa Batak dll. Tidak mengenal nama Allah.

    Biarkan saja mereka Ribut masalah nama yahwe, kalau di Inggris nama Tuhan itu Lord, di sunda Gusti, di Batak sana namanya Debata, di Arab dan di Indonesia namanya Allah.jadi menurut Alkitab, masing-masing daerah berbeda-benda menyebut nama Tuhan

    Dalam ajaran Islam, kata ‘Allah’ itu merupakan proper name/nama diri, jadi tidak bisa diterjemahkan. Kalau dikatakan Musa menyebut ‘Allah’ maka artinya itu juga bunyi yang keluar dari mulut beliau, sekalipun mungkin dengan logat yang berbeda (orang Sunda melafadzkan kata Allah – seharusnya dengan bacaan ‘l’ tebal, menjadi ‘awloh’, tapi maksudnya sama). Musa dan kaumnya menyebut Elah/El, maksudnya sama, Yesus juga memanggil Elai..Elai, juga dengan logat dari bahasa yang dipakainya.

    Makanya saran saya, buang jauh-jauh alkitab anda, karena nama diri sudah diterjemahkan. Aneh kalau anda membaca buku Harry Potter dalam terjemahan bahasa Indonesia, nama tersebut diganti dengan terjemahannya. Apa anda mau memanggil Mr. George Bush dengan ‘Tuan Semak’ karena anda menyatakannnya dalam bahasa Indonesia..?? Alkitab adalah sumber yang amburadul dalam menginformasikan nama Tuhan yang sebenarnya sehingga Kristen tidak pernah berhenti bersengketa hanya mengurusi soal apa nama Tuhan. Anda tidak bisa menutup mata lalu berlagak pilon menyatakan ;”Biar saja orang ribut soal nama Yahweh..”, karena semua keributan tersebut berasal dari alkitab anda sendiri.

    Sekarang saya tanya, siapa nama Tuhan anda yang sebenarnya..??

  74. July 13, 2011 at 9:50 am | #95

    @Buduk AbuMBR dan @Budak Heber
    Dalam ajaran Islam, kata ‘Allah’ itu merupakan proper name/nama diri, jadi tidak bisa diterjemahkan. Kalau dikatakan Musa menyebut ‘Allah’ maka artinya itu juga bunyi yang keluar dari mulut beliau, sekalipun mungkin dengan logat yang berbeda (orang Sunda melafadzkan kata Allah – seharusnya dengan bacaan ‘l’ tebal, menjadi ‘awloh’ (Haniifa say: AbuMBR tidak bisa IQRO NOL :P ) , tapi maksudnya sama). Musa dan kaumnya menyebut Elah/El, maksudnya sama, Yesus juga memanggil Elai..Elai, juga dengan logat dari bahasa yang dipakainya.
    ______________
    Pertama :
    Buktiken Nabi Musa a.s berbahasa Hebrew ?!
    *** Ingat Al Qur’an dan Al kitab menyatakan dengan tegas bahwa beliau dibesarkan oleh bangsawan MESIR (lih: Kisah Fir’aun) ***

    Kedua:
    Buktiken bangsa Mesir bersedia melupaken Hieroglyphic Alphabet dan mengganti dengan Hebrew Alphabet yang nota bene menjadi kebudayaan BUDAK JAJAHANNYA ?!

    Ketiga:
    Buktiken sekarang juga bahwa Musabaqah Tilawatil Qur’an atau lomba membaca Al Quran dengan lagu yang selama ini sudah dikenal. MTQ DI TINGKAT DUNIA, maka melafadzken kata ALLAH berbeda-beda menurut logat suku bangsa ?!

    JIKA KALIAN TIDAK BISA MENJAWAB PERTANYAAN DI ATAS !!! BERTOBATLAH KALIAN KEPADA ALLOH.

    Wa qola Alloh ta’ala :
    Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS 66:8)

    • July 13, 2011 at 10:11 am | #96

      Wah..yang selsama ini ribut soal ‘arabiyun mubien’ itu anda sendiri. Al-Qur’an hanya menyatakan bahwa para nabi tersebut menyampaikan ajaran ‘dalam bahasa kaumnya’. nabi Muhammad menyampaikan ajaran dalam bahasa ‘arabiyun mubien’ dan bahasa tersebut bisa kita ketahui dan dengar lafadznya sekarang ini, itulha contoh nyata yang disebut ‘arabiyun mubien’.

      Anda berpendapat kalau semua nabi dan rasul sampai nabi Adam juga memakai bahasa yang sama, artinya bunyi/lafadz yang diucapkan mereka persis sama dengan apa yang dibunyikan oleh nabi Muhammad ketika menyampaikan Al-Qur’an. Maka andalah yang harus membuktikannya, bukan saya.

      Soal nabi Musa, benar sekali bahwa beliau dibesarkan di istana Fir’aun, maka logikanya nabi Musa menguasai bahasa Mesir kuno. Setelah keluar dari istana Fir’aun, beliau hidup di Madian dan berkomunikasi dengan orang-orang disana, apakah masih memakai bahasa Mesir kuno..?? saya tidak tahu.., apakah memakai ‘arabiyun mubien’..??? saya tidak tahu, bahkan apa bahasa yang dipakai oleh orang-orang Madyan saya juga tidak tahu. lalu setelah beliau kembali ke Mesir dan keluar dari sana, nabi Musa hidup ditengah-tengah bangsa Bani Israel. Tentu saja bani Israel tersebut mengerti bahasa Mesir kuno, apakah nabi Musa memakai bahasa Mesir kuno ketika berkomunikasi dengan Bani Israel..?? dengan demikian Taurat diturunkan dalam bahasa Mesir kuno..?? saya tidak tahu. Al-Qur’an hanya menjelaskan bahwa para nabi tersebut berbicara ‘dengan bahasa kaumnya’.

      Karena anda yang berpendapat bahwa semua nabi mulai dari Adam memakai ‘arabiyun mubien’, dan contoh bahasa tersebut bisa kita dapatkan dalam Al-Qur’an, silahkan dibuktikan bahwa para nabi tersebut dan masyarakat tempat mereka berada memakai bahasa yang sama dengan bahasa Al-Qur’an..

      Buktiken sekarang juga bahwa Musabaqah Tilawatil Qur’an atau lomba membaca Al Quran dengan lagu yang selama ini sudah dikenal. MTQ DI TINGKAT DUNIA, maka melafadzken kata ALLAH berbeda-beda menurut logat suku bangsa ?!

      Yang ikut MTQ tentu saja orang yang sudah diseleksi kemampuan bacaannya, makhraj-nya pasti sudah benar sesuai kaedah bacaan yang dicontohkan oleh Rasulullah. Kalau anda ingin menemukan logat yang berbeda tentang penyebutan nama Allah, silahkan dengar orang Sunda menyebutnya : Awloh, Alooh..(tidak semua orang Sunda membaca demikian, bagi yang sudah terlatih berbahasa Arab tentu saja lafadznya sudah sesuai)

      • July 13, 2011 at 10:42 am | #97

        @Buduk Syi’ah-Kristen AbuMBR
        Wah..yang selsama ini ribut soal ‘arabiyun mubien :P ’ itu anda sendiri.… bla..bla..bla..
        ___________________
        Alhamdulillah, akhirnya terbukti sampean SRIGALA SYI’AH berbulu DOMBA KRISTEN… hehehe …

        بِلِسَانٍ عَرَبِىٍّ مُّبِينٍ

        bi lisaani ‘arabiyyin(m) mubiin(in)

        Jadi bacaan logat YAHUDI : mubiin atau mubiyn dilafadzken mubien ?! :(

        Ps:
        Silahken sampean belajar IQRO NOL dwulu, baru ngoceh lagi disini !!!!

    • July 16, 2011 at 8:44 pm | #98

      @mang abubmr

      (orang Sunda melafadzkan kata Allah – seharusnya dengan bacaan ‘l’ tebal, menjadi ‘awloh’ )

      kumaha yeuh mang abu teh??????

      saperti kalakuan mas bejo wae, gara-gara maca “plu burung” di hongkong, semua ayam dikandang dipotong. :(

      jadi beak endog beak kandang atuh … hikz.

      pitnah itu lebih kejam dari pembunuhan, isu “sara” jangan dihembus-hembus …

      • July 17, 2011 at 5:13 am | #99

        Dibaca baik-baik :

        (tidak semua orang Sunda membaca demikian, bagi yang sudah terlatih berbahasa Arab tentu saja lafadznya sudah sesuai)

        Kita sedang bicara masalah logat, bukan dalam konteks menghina..

  75. July 13, 2011 at 10:56 am | #100

    حَنِيفًا :

    @Buduk Syi’ah-Kristen AbuMBR
    Wah..yang selsama ini ribut soal ‘arabiyun mubien :P ’ itu anda sendiri.… bla..bla..bla..
    ___________________
    Alhamdulillah, akhirnya terbukti sampean SRIGALA SYI’AH berbulu DOMBA KRISTEN… hehehe …

    بِلِسَانٍ عَرَبِىٍّ مُّبِينٍ

    bi lisaani ‘arabiyyin(m) mubiin(in)

    Jadi bacaan logat YAHUDI : mubiin atau mubiyn dilafadzken mubien ?! :(

    Ps:
    Silahken sampean belajar IQRO NOL dwulu, baru ngoceh lagi disini !!!!

    Silahkan sampaikan bukti bahwa para nabi terdahulu berbahasa sama dengan bahasa Al-Qur’an, tidak usah mengurusi soal transliterasi dalam huruf latinnya, itu cuma pepesan kosong. Memang sayang sekali bahwa kita dijaman ini tidak bisa menelusuri bagaimana nabi Musa, Ibrahim, Nuh, Adam berbahasa karena jaman dahulu belum ada rekaman suara, dan sistem penghapalan dan transmisi bacaan baru dilakukan dalam menyebarkan Al-Qur’an. yang paling dekat adalah Isa Almasih, apakah bisa direkonstruksi bagaimana beliau dulunya berbicara..?? apakah bunyinya sama dengan bahasa Al-Qur’an..?? terbuka peluang untuk mengkajinya secara ilmiah. Sampai sekarang kita berpedoman bahwa para nabi tersebut menyampaikan ajaran dalam bahasa kaumnya, itu kita terima sebagai bagian keimanan kita.

    • July 13, 2011 at 11:02 am | #101

      @Buduk AbuMBR dan @Budak Heber
      Silahkan sampaikan bukti bahwa para nabi terdahulu berbahasa sama dengan bahasa Al-Qur’an, tidak usah mengurusi soal transliterasi dalam huruf latinnya, itu cuma pepesan kosong… bla..bla..bla……
      ______________
      :D hua.ha.ha…
      Saya berkata kepada ia ?! <bIe perlu sekali, soalnya kita dalam ranah bahasa Indonesia.

      “Ie” … siyapa tuhh ie ?!… :lol:

    • July 13, 2011 at 11:05 am | #102

      @Buduk AbuMBR dan @Budak Heber
      Silahkan sampaikan bukti bahwa para nabi terdahulu berbahasa sama dengan bahasa Al-Qur’an, tidak usah mengurusi soal transliterasi dalam huruf latinnya, itu cuma pepesan kosong… bla..bla..bla……
      ______________
      :D hua.ha.ha…
      Saya berkata kepada ia ?! Ie perlu sekali, soalnya kita dalam ranah bahasa Indonesia.

      “Ie” … siyapa tuhh ie ?!… :lol:

      Ps:
      Sori euy… hahaha… ,b>kuraeng tandae bold-e, ee .. yeses semelekete ele bebe … … xixixixi….

      • July 13, 2011 at 11:12 am | #103

        Sudah bisa membuktikan bahwa bahasa para nabi adalah arabiyun mubien sama seperti bahasa Al-Qur’an..?? atau yang anda maksud dengan ‘arabiyun mubien’ tersebut seperti bahasa yang anda contohkan disini..??

      • July 13, 2011 at 11:20 am | #104

        @Buduk AbuMBR dan @Budak Heber
        Sudah dunk… sampean ajah BUTA dan TULI sampai ke HATI-HATINYA HITAM LEGAM .

        Bukti, Alhamdulillah anak sayah belum pernah belajar IQRO NOL padahal lahir dan besar dalam lingkungan Bhs. Sunda, dengan JELAS (MUBIIN) melafadzken ALLOH.

        اللَّهُ أَكْبَر Allohu Akbar….

        Atau mungkin sampean melafadzken Awulo Kawula ning gusti … hahaha.. dasar Sufi’ah Syi’ah dogol… hehehe…….

      • July 13, 2011 at 11:29 am | #105

        حَنِيفًا :

        @Buduk AbuMBR dan @Budak Heber
        Sudah dunk… sampean ajah BUTA dan TULI sampai ke HATI-HATINYA HITAM LEGAM .

        Bukti, Alhamdulillah anak sayah belum pernah belajar IQRO NOL padahal lahir dan besar dalam lingkungan Bhs. Sunda, dengan JELAS (MUBIIN) melafadzken ALLOH.

        اللَّهُ أَكْبَر Allohu Akbar….

        Atau mungkin sampean melafadzken Awulo Kawula ning gusti … hahaha.. dasar Sufi’ah Syi’ah dogol… hehehe…….

        Dimana anda sampaikan bukti bahasa para nabi terdahulu sama dengan bahasa Al-Qur’an, yaitu ‘arabiyun mubien’..?? Soal anak anda yang bisa melafadzkan kata ‘Allah’ dengan benar, syukur alhamdulillah. yang jelas kita bisa menemukan dengan gampang perbedaan orang-orang melafadzkan nama tersebut, Awloh, Alooh, Alloh, Allah..

      • July 13, 2011 at 12:09 pm | #106

        @Buduk Syi’ah AbuMBR
        Bukti sayah (حَنِيفًا = Haniifa) turunan Khalifah pertama:nama pencipta langit dan bumi sayah lafadzken Arabiyyum mubiin, ALLOH

        Bukti sampean YAHUDI mubiin sampean lafadzken Ambeyen (mubien) … hahaha.. .dasar Agama Syi’ah Sufi’ah nongtot bool… :D :D :D

        fa maa qola Alloh ta’ala :
        Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. (QS 22:11)

  76. faham
    July 13, 2011 at 12:52 pm | #107

    wah bisa jadi “roller coaster” nih muter-muter….

    Mas Abu, saya sebagai pengikut diskusi ini mengerti kok, apa yang diterangkan mas Abu…. memang suatu kenyataan bahwa “lidah” orang itu berbeda-beda….

    lanjut……

    • July 13, 2011 at 1:02 pm | #108

      @Budak Faham tapi kopong alias HAMFA
      memang suatu kenyataan bahwa “lidah” orang itu berbeda-beda….
      _________________
      Selamah sayah jadi makmum shalat di manapun, belum pernah tuh ada yang keceletok lidah apalaji asma ALLOH ?! :(

      Mungkin sampean gemar : “Awlah” raga yah…. bukannyah sholat ?!
      (Dasar Faham Syi’ah … idiot kok di ingu seeeh )

      • July 13, 2011 at 1:18 pm | #109

        Kalau anda jeli mendengar bagaimana perbedaan melafadzkan nama Allah, coba dengarkan perbedaan antara Aa Gym yang orang Sunda dengan Arifin Ilham yang orang Kalimantan, Aa Gym melafadzkan kata Allah dengan membunyikan huruf ‘o’ yang lebih kentara dibandingkan ustdz Arifin..

      • July 13, 2011 at 1:28 pm | #110

        malah diawal kegiatan dakwahnya, AaGym masih sering melafalkan nama Allah dengan bunyi : Alooh.., namun kelihatannya beliau berusaha untuk mentahsinkan bacaan tersebut sehingga lebih pas bunyinya sesuai apa yang dicontohkan Rasulullah,

      • faham
        July 13, 2011 at 1:37 pm | #111

        maklumlah saya belum pernah mendengar suara nabi ketika mengucapkan اللهِ
        jangankan suara nabi, suara kang haniifa yang mengucapkan اللهِ saja, saya juga belum pernah dengar tuh….

        jadi inget orang arab mengucapkan مُحَمَّدٌ kok bisa beda-beda ya…. apa telinga saya yang harus di servis atau lidah orang arab?

        Ah dasar syiah mah moal ngarti-ngartinya….

      • July 13, 2011 at 2:03 pm | #112

        @Buduk Syi’ah AbuMBR
        Lah memang beliau benar kok… hehehe…..

    • July 13, 2011 at 1:12 pm | #113

      OK, jadi diskusi dengan heber sudah sampai kepada soal nama diri Tuhan yaitu ‘Allah’, bahwa umat Islam melafadzkan nama Tuhan tersebut sesuai dengan bunyi yang dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW, sedangkan sebelumnya terdapat ‘jejak-jejak’ nama tersebut dalam alkitab ketika PL menyebut ‘El/Elah/Eloah/Elohim’ dan dalam PB saat Yesus menyerukan ‘Elai/Eloi/Eli’ (saya tidak tahu persis bagaimana melafadzkan dan membunyikannya dalam bahasa Aramaik, bahasa yang dipakai Yesus sehari-hari).

      Soal bung Hanifa, kita persilahkan dia mencari bukti pendapatnya (dan kelompok aliran yang diikutinya) bahwa para nabi terdahulu memakai bahasa ‘arabiyun mubien’ yang persis sama dengan bahasa Al-Qur’an..

      • July 13, 2011 at 1:23 pm | #114

        Buktinya sampean melestariken bahkan pura-pura tidak tahu, kalau translaliterasi sampean amat sangat keliru !!!

        Apaan tuh “MUBIEN” ?!

        Berkatalah orang-orang yang kafir: “Mengapa Al Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?”; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (teratur dan benar). (QS 25:32)

        Apa itu definisi AL KITAB menurut ALLOH ?!
        1. (Al kitab) Tauret
        2. (Al kitab) Zabur
        3. (Al kitab) Injil
        4. (Al kitab) Qur’an

        *** PAHAM atau HAMPA Sampean ?! ***

      • July 13, 2011 at 1:38 pm | #115

        Transliterasi kata ‘Alloh juga tidak tepat, seharusnya huruf ‘o’ tersebut dibaca dengan bunyi antara vokal ‘a’ dengan ‘o’, itu lafadznya yang tepat..

      • July 13, 2011 at 1:46 pm | #116

        @Buduk Syi’ah AbuMBR
        Transliterasi kata ‘Alloh juga tidak tepat,.
        ____________________
        :D hua.ha.ha… yang tidak tepat itu sampean lho!!!

        Waduhh… tadi Au, lalu Aw… sekarang “ngaing”… hehehe… ‘A = ‘ain… dasar agama syiah penyembah kuburan

        Atau sampean sedang ber apolo 11, allas masih umbelan ?! :D

      • July 13, 2011 at 1:56 pm | #117

        Sorry salah ketik, yang dimaksud itu bukan huruf A yang pertama tapi yang kedua, Allah, melafadzkannya bukan Alloh, tapi ‘o’ tersebut dibunyikan campuran antara volak ‘a’ dengan ‘o’, jadi transliterasi : Alloh juga salah, namun saya mengerti maksudnya..

      • July 13, 2011 at 2:19 pm | #118

        Haniifa juga fahma sampean memang hampa… hehehe…

  77. July 13, 2011 at 1:37 pm | #119

    @Buduk Syi’ah AbuMBR
    Soal bung Hanifa, kita persilahkan dia mencari bukti pendapatnya (dan kelompok aliran yang diikutinya) bahwa para nabi terdahulu memakai bahasa ‘arabiyun mubien’ :P yang persis sama dengan bahasa Al-Qur’an..
    ____________________
    Faham IQRO sampean ?!
    بِلِسَانٍ عَرَبِىٍّ مُّبِينٍ
    bi lisaani ‘arabiyyin(m) mubiin(in)

    Apaan tuh “mubien” ?!

    Faham bahasa Inggris sampean ?!
    195. In the plain Arabic language. … (ref: Tafsir Ibn Kathir)

    Kemana neeh, si “Mubien” ?! … hehehe

    • July 13, 2011 at 1:45 pm | #120

      Saya sudah sampaikan, apa yang anda ributkan ini cuma pepesan kosong, hanya persoalan berbedaan transliterasi bunyi dalam bahasa Arab menjadi latin, yang penting itu bagaimana melafadzkan bunyi, bukan soal cara menulis huruf latinnya. Soal transliterasi banyak modelnya, ada yang menulis : mubiin (dengan 2 huruf i), ada yang memakai mubin (satu huruf ‘i’ tapi dengan tambahan garis diatas), ada yang menulis : mubeen, ada yang menulis : mubien. Semua hal tersebut tetap mewakilkan bunyi yang sama. Buat apa diperpanjang..??

      yqang paling penting apakah ada bukti bahwa para nabi dan rasul sebelum Muhammad SAW menyampaikan ajaran dengan bahasa yang sama dengan bahasa Al-Qur’an, yang anda istilahkan dengan ‘arabiyun mubien’ tersebut..?? Bahasa yang diucapkan Isa Almasih masih bisa dilacak bunyinya, apakah beliau membunyikan ucapan yang sama dengan bunyi orang membaca Al-Qur’an..??

      Itu yang harus anda buktikan, bukan ribut soal transliterasi yang tidak ada artinya tersebut, apalagi mau mengobral ayat-ayat Al-Qur’an untuk menghakimi orang lain.

      • July 13, 2011 at 1:48 pm | #121

        @Buduk Syi’ah AbuMBR
        Transaksinyah dweulu dunk, benulin baru SYI’AH UMBELAN … “NGAING” … hahahaha… dasar syi’ah jawa kowek… eh salah trio kwek-kwek… heheheh….

    • July 13, 2011 at 1:49 pm | #122

      Kalau anda dan kelompok anda cukup percaya diri, sebaiknya pendapat soal ‘arabiyun mubien’ ini diseminarkan dengan mengundang para ahli bahasa dan sejarah. Yang saya tahu kalian hanya bisa melakukan indoktrinasi secara tertutup untuk mengajarkan faham kelompok, sehingga dituduh sebagai aliran sempalan oleh banyak orang, mirip dengan Isa Bugis, Al-Khiyadah Musaddeg, Zaitun, KW12, dll.

      • July 13, 2011 at 1:54 pm | #123

        @Buduk Syi’ah AbuMBR
        Okeh, tolong peserta seminarnyah CEWEQ ABG SYI’AH dan CEWEQ ABG KRISTEN yang montox dua BULAN TERBELAH DUWA… :D

  78. faham
    July 13, 2011 at 1:48 pm | #124

    kalau ngomongin masalah pengucapan mah yakin gak akan selesai-selesai .. wong اللهِ ciptakan manusia itu berbeda beda kok… yang penting tuh tulisannya kan sudah “paten” anda mau ke arab, mau ke malaysia, mau ke afrika pasti tulisannya اللهِ

    cape deh….

    • July 13, 2011 at 1:50 pm | #125

      @Faham Syi’ah
      trus sampean, tidak membaca “subhanlloh” keteka Imam shalat sampean melafadzken bejinih: Aullah… hahaha.. dasar sundari gatot koco… hehehe…

      • July 13, 2011 at 1:52 pm | #126

        ralat euy…
        ____________________
        “subhanlloh” .. seharusnyah “subhanallah” … (baca: SUBHANALLOH) :D

      • faham
        July 13, 2011 at 1:55 pm | #127

        apaan tuh “subhanlloh”??? hehehe sepertinya nggak ada artinya…..
        iqro… iqro…

        bener-bener pengikut syiah mah bakalan sesat…

      • July 13, 2011 at 2:00 pm | #128

        Subhanallah juga salah kalau dibaca subhanalloh, tapi yang benar itu huruf ‘o’ divokalkan anatar bunyi ‘a’ dengan ‘o’.

      • July 13, 2011 at 2:09 pm | #129

        @Buduk Syi’ah AbuMBR
        Wahh.. kok jadi vokal “o” yang dibahas, jangan-jangan sampuan lua sama Aullah. ragaNya… hahaha :D :lol:

      • July 13, 2011 at 2:17 pm | #130

        Menyebut ‘a’ dengan ‘o’ dalam kata : Allah atau subhanallah jelas salah, seharusnya bunyinya adalah antara ‘a’ dengan ‘o’, itu baru cara melafadzkan yang benar. Tapi saya mengerti apa maksudnya, cuma untuk menunjukkan bahwa transliterasi itu hanya soal pepesan kosong, bagaimanapun model penulisannya, yang penting mewakili bunyi yang benar, kita toh tidak belajar Al-Qur’an melalui tulisan tapi dengan qiraah – menirukan bunyi yang disampaikan guru ngaji, lalu kita tiru dengan bunyi yang sama.

        dari pada ribut soal pepesan kosong, sebaiknya anda buktikan saja keberadaan ‘arabiyun mubien’ yang anda (dan kelompok sempalan anda) katakan merupakan bahasa yang dipakai oleh para nabi sebelum Muhammad SAW.

      • July 13, 2011 at 2:21 pm | #131

        @Buduk Syi’ah AbuMBR
        Ahh.. mosok bejituh sehh…?! … hehehe

      • July 13, 2011 at 2:23 pm | #132

        Sekarang silahkan dajukan bukti, mana itu ‘arabiyun mubien’ yang anda katakan merupakan bahasa para nabi terdahulu..

      • July 13, 2011 at 2:36 pm | #133

        @Buduk Syi’ah AbuMBR
        buktiken dwulu ada arabinun mubeng… hahaha..

        Apaan tun “mubien” ?! belon bisa Ikra,..eh, ikro… eh sukro ding… …hihihi.. tambah geli euy.. :D :D :D

  79. faham
    July 13, 2011 at 2:03 pm | #134

    Ok mas Abu lanjutkan lagi penjelasannya….

    kalau masalah pengucapan yang kemudian dituliskan, sampai kapanpun nggak akan selesai-selesai…..

    • July 13, 2011 at 2:05 pm | #135

      Dan nggak penting, tapi mungkin untuk mengalihkan perhatian karena tidak mampu menyampaikan bukti soal ‘arabiyun mubien’ tersebut..

      • July 13, 2011 at 2:12 pm | #136

        @Buduk Syi’ah AbuMBR
        Siyapa yang mengalihken perhatian:
        Dari HURUF PERTAMA vocal: “A” masalah “AU” “AW” sampean aliken vocal “o” dibaca diantaraNya… (geli sayah… euy.. :D :D )

  80. July 13, 2011 at 2:03 pm | #137

    Sampai sekarang soal bukti para nabi dan rasul sebelum Muhammad yang berbahasa ‘arabiyun mubien’ juga tidak disampaikan, cuma yang keluar ‘arabiyun mubien’ model preman pasar dan tidak berpendidikan.

    • July 13, 2011 at 2:16 pm | #138

      @Buduk Syi’ah AbuMBR
      Subhanallah juga salah kalau dibaca subhanalloh, tapi yang benar itu huruf ‘o’ divokalkan anatar bunyi ‘a’ dengan ‘o’.
      ____________________
      :D hua.ha.ha… YANG BENAR ITU VOCAL “O” ditulis dwa kali, harkat darajat pangkat… dwua euy… hehehehe

      Jadi siyape nehh, pura-pura ambeyen (mubIen).. .?! … hehehe….

      • faham
        July 13, 2011 at 2:21 pm | #139

        Ah syiah mah aya aya wae, nulis sendiri diprotes sendiri….
        heuheuheu…. jiga orang sundari bin kabayan wae….

        udah ah… bakalan ‘roller coaster”….

      • July 13, 2011 at 2:21 pm | #140

        yang nulis subhanallah dengan subhanaloh itu anda sendiri, sekarang koq dirobah lagi..??

      • July 13, 2011 at 2:22 pm | #141

        Ahh… pokoke FAHAM SYI”AH mah tolol we lah… hahaha :D :D

      • July 13, 2011 at 2:26 pm | #142

        @Buduk Syi’ah AbuMBR
        yang nulis subhanallah dengan subhanaloh itu anda sendiri, sekarang koq dirobah lagi..??
        __________________
        :Lha Kenapa sempen krititsi,… jelas-jelas sayah pakai tulisan/bahasa “arabinun mubeng” (baca: Syia’ah Arab Ambeyen) … hahaha… :D :D :D

        hehehe… (geli, sayah… )

      • faham
        July 13, 2011 at 2:30 pm | #143

        nyata ieu mah lain pitnah, geus diralat sorangan diprotes sorangan…. dasar kabayan…..
        ====

        ralat euy…
        ____________________
        “subhanlloh” .. seharusnyah “subhanallah” … (baca: SUBHANALLOH) :D

      • July 13, 2011 at 2:38 pm | #144

        Nyata FAHAM SYI’AH mah IDIOT, syia faham.. hehehe… :D :D

  81. July 13, 2011 at 2:30 pm | #145

    @Buduk Syi’ah AbuMBR
    Subtansinyah:
    Jika sampean nulis “mubien” (baca: MUBIN) … bejituh dunk… hehehe, masih geli euy… :D :D :D

  82. faham
    July 13, 2011 at 2:35 pm | #146

    hihihi….. “roller coaster”

    heup!!!

    • July 13, 2011 at 2:41 pm | #147

      :D hehehe.. kan sudah sayah peringatken, soal REKURSIVE (loop back) pola pihkir Agama Syi’ah dan Agama Kristen ?! :(

      Ps:
      Kalau tidak salah komentar sayah pada @Tante Maryam, cek ajah sendiri sayah lupa diartikel mana … hehehe……

  83. Yogi
    July 13, 2011 at 2:39 pm | #148

    Memang hanya islamlah agama oulloh….karena islam buatan oulloh….dan hanya muhammad dan kroni-kroninya penyembah oulloh.

    Abraham, Isak dan Yakub tidak menyembah oulloh, karena oulloh tidak ada di Israel.

    jadi Abraham, Isak dan Yakub bukan agama islam karena Tuhan Abraham, Isak dan Yakub tidak beragama dan tidak mengajarkan agama.

    Karena TUhan yang di kenal bani Israel bukan oulloh yang di kenal si nabi muhammad.

    Nabi muhammad bukanlah nabinya TUhan Bani Israel tetapi nabinya oulloh (dewa Bulan) yang perwujudannya adalah Hajar Aswad.

    Selamat Islam dah buat pemisahan.

    • July 13, 2011 at 2:45 pm | #149

      @Prof. Dr. Yogi
      Smuah isi Alkitab Agama Kristen (BIBLE) di firmanken oleh Yesus di tiang salib sebab seluruh ayat Al Qur’an dituruken di gua hira menurut beliau

      .Kapan neeh, kita seminar ?! :D

    • jack
      July 13, 2011 at 2:54 pm | #150

      @propesor

      Kemudian Abraham menyunat Ishak, anaknya itu, ketika berumur delapan hari, seperti yang diperintahkan Allah kepadanya. (Kejadian 21:4)

      dan umat islam juga melakukan hal yang sama tapi apakah umat kristen juga melakukannya????

      Musa dan Harun serta anak-anaknya membasuh tangan dan kaki mereka dengan air dari dalamnya. Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan dan apabila mereka datang mendekat kepada mezbah itu, maka mereka membasuh kaki dan tangan–seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa. (Keluaran 40:31-32)

      Maka pergilah Musa dan Harun dari umat itu ke pintu Kemah Pertemuan, lalu sujud. Kemudian tampaklah kemuliaan TUHAN kepada mereka. (Bilangan 20:6)

      Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak.” Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya: (Kejadian 17:2-3)

      dan lagi2 umat islam juga melakukan sujud ketika Shalat

      islam mengajarkan hukum rajam bagi pezina dan lagi2 musa juga melakukannya (Yohanes 8:5)

    • jack
      July 13, 2011 at 2:57 pm | #151

      @propesor

      Ayo prop sekarang giliran propesor membuktikan ibrahim,musa menyembah yesus?

      jangan sampai kalah dengan jawaban gue yang darurat ini

  84. faham
    July 13, 2011 at 2:42 pm | #152

    @Yogi

    Buktikan Abraham, Ishak, Yakub menyembah Yesus…..

    wkwkwkwkwk…..

    aya jelema lieur datang euy…..

  85. July 13, 2011 at 11:13 pm | #153

    AbuBMR berkata :
    Al-Qur’an menyatakan hanya satu ‘ad-diin’ yaitu ‘Islam’, selain itu artinya ‘penyimpangan dari ad-diin’, sedangkan dalam bahasa Indonesia semuanya disebut ‘agama’ baik yang merupakan ‘ad-diin’ maupun yang merupakan penyimpangan dari ‘ad-diin’.
    Apa masih kurang jelas apa yang saya sampaikan..??

    Jawab saya :
    Ya saya sudah mengerti, bahwa quran bahasa arabnya tidak ada menyebut agama, hanya terjemahan bahasa Indonesia nya saja.

    Nah saya sebagai orang kafir yang tidak memahami bahasa arab, jika hendak mempelajari quran, tentu yang saya abaca hanya bahasa Indonesianya saja bukan ?

    Jadi oleh karena terjemahan quran itu salah, tentu pemahaman saya juga akan salah bukan ?

    Oleh sebab itu, andalah yang seharusnya yang menterjemahkan quran supaya pembacanya jangan salah faham.

    AbuBMR berkata :
    Dalam ajaran Islam, kata ‘Allah’ itu merupakan proper name/nama diri, jadi tidak bisa diterjemahkan.

    Makanya saran saya, buang jauh-jauh alkitab anda, karena nama diri sudah diterjemahkan.

    Jawab saya :
    Memang saya akui bahwa Dalam ajaran Islam, kata ‘Allah’ itu merupakan proper
    name/nama diri, jadi tidak bisa diterjemahkan.

    Sedang bagi kami Kristen istilah “Allah” itu bukanlah suatu nama.
    Allah itu bagi kami umat Kristen adalah Illah, yang artinya dalam bahasa Indonesia adalah “sesembahan”

    AbuBMR bertanya :
    Sekarang saya tanya, siapa nama Tuhan anda yang sebenarnya..??

    Nama Tuhan kami atau Illah kami menurut Alkitab sangat banyak

    Perlu anda ketahui bahwa, ajaran Alkitab sangat bertolak belakang dengan quran.
    Maaf seribu kali maaf, berdasarkan apa yang saya lihat dan saya dengar sendiri melalui media elektronik alias TV, saya berpendapat bahwa sangat wajar anda berkata “Makanya saran saya, buang jauh-jauh alkitab anda, karena nama diri sudah diterjemahkan” karena quran sudah menanamkan kebencian kelubuk hati anda, ajaran quran adalah ajaran mempersalahkan, sehingga jiwa anda cenderung selalu mempersalahkan. Bahkan dengan munculnya quran, maka banyak manusia yang benci kepada Israil, yahudi dan kepada Narani yang dinggab kafir, sampai sampai mau berkorban menggunakan bom bunuh diri untuk menegakkan perintah quran,

    • July 14, 2011 at 10:33 am | #154

      bukan menanamkan kebencian terhadap yahudi, tapi bersikap waspada malah berita2 di TV membuktikan kebenarannya dengan mengungkap kelakuan bejat yahudi. coba anda tengok poso dan rwanda? apakah pernah umat islam melakukan hal yang serupa terhadap umat kristen? apakah pernah muslim indonesia membalas kelakuan umat kristen?
      cobalah bersikap fair dan baca lagi kitab anda

    • July 14, 2011 at 10:46 am | #155

      @Kang Hheber
      Kenapa sampean tidak tanya sama @Bapake AbuMR !!! :(

      Sebwetulnyah mana seeh yang benul : Ad diin Islam atau Ad diEn Islam ?! :D

  86. July 14, 2011 at 3:47 am | #156

    Nama Tuhan kami atau Illah kami menurut Alkitab sangat banyak

    Nama Tuhan yang terdapat dalam alkitab memunculkan sengketa dikalangan Kristen sendiri dan sampai sekarang tidak ada satupun yang membuktikan mana nama Tuhan yang sebenarnya..

    Maaf seribu kali maaf, berdasarkan apa yang saya lihat dan saya dengar sendiri melalui media elektronik alias TV, saya berpendapat bahwa sangat wajar anda berkata “Makanya saran saya, buang jauh-jauh alkitab anda, karena nama diri sudah diterjemahkan” karena quran sudah menanamkan kebencian kelubuk hati anda, ajaran quran adalah ajaran mempersalahkan, sehingga jiwa anda cenderung selalu mempersalahkan. Bahkan dengan munculnya quran, maka banyak manusia yang benci kepada Israil, yahudi dan kepada Narani yang dinggab kafir, sampai sampai mau berkorban menggunakan bom bunuh diri untuk menegakkan perintah quran,

    Anda mau menilai ajaran Islam dari kelakuan pemeluknya..??? saya juga bisa melakukan hal yang sama, Kristen adalah ajaran yang mendatangkan kegelapan, peperangan dan invasi, penjajahan, penipuan berkedok ajaran kasih, cuma sekarang lagi diusahakan untuk memperbaiki citra sebagai agama damai..

    Itu kalau mau menilai kebenaran suatu ajaran berdasarkan ‘apa yang dilihat dari media elektronik dan TV’.

    • July 14, 2011 at 10:52 am | #157

      @Kang AbuBMR
      Kenapa sampean tidak tanya sama @Bapake Heber !! :(

      Sebwetulnyah yang terdengar setiyap adzan maghrib di tipi : “Alloooooooohu Akbaar” atau “Awlla ao ao ao ao ao hu ” ?! :D

  87. July 14, 2011 at 10:25 am | #158

    @Bapake Hheber
    Sampean ingin dijawab disinih atau disanah ?!

    heber
    July 13, 2011 at 10:01 pm | #552 Reply | Quote
    Aku ingin bertanya kepada antonius
    Menurut ayat-ayat yang anda kopaskan diatas, Kenap quran begitu sangat benci hanya kepada Yahudi, Nasrani, Israil, sampai dinamai kafir ?
    Tentang Cina, Jepang India, Indonesia , kenapa tidak pernah disinggung ?

    Sumber:
    http://answering.wordpress.com/2008/11/12/iman-dan-amal-saleh/#comment-29445

    Nama Tuhan kami atau Illah kami menurut Alkitab sangat banyak
    ____________________
    Ad diin Islam say: BismILLAH , and ism ALLAH menurut Al Qur’an mempunyai banyak nama alias seperti Ar Rahmaan, Ar Rahiim, Ar Rabb… Insya Allah, ada 76 asmaul husna dalam Al Qur’an dan 23 yang “terdefinisi” menurut hadits

    Bijimana, perlu sayah relasiken secara komprehensif, apa yang menjadi ganjalan pihkiran sampean ?!

  88. July 14, 2011 at 12:10 pm | #159

    @Bapake Muslim Syi’ah
    Dalam ayat ini kata Islam dikemukakan dengan ‘al-Islaam’ berupa kata benda yang mengartikan sebuah nama..
    ____________________
    Mohon mahaf, sayah boleh bertanya ?!
    si fulan
    selamat dari lemparan batu keras
    batu = kata benda
    keras = kata sifat

    Jadi “SELAMAT” berupa kata benda yang mengartikan sebuah nama, bejituh maksuknya ?!

    • July 14, 2011 at 1:54 pm | #160

      Tergantungh pemakaian dalam sebuah kalimat, misalnya : “Saya punya sepupu namanya Slamet..”, kata ‘Slamet’ disini merupakan kata benda yang diartikan sebagai suatu nama. Slamet itu logat Jawa untuk kata ‘selamat’..

      Mau tanya : kalimat ‘dilempar dengan batu keras’ itu maksudnya apa yaa..?? apa sudah sesuai kaedah bahasa Indonesia yang benar..??

      • July 14, 2011 at 2:09 pm | #161

        Wahh… kalau “si slamet” mah jelas atuh nama benda hidup yang berupa manusia…. sampean aya-aya wae euy… hehehehe…

        Data katepe ErTe:
        Nama: Fulan
        Agama : Islam

        Fulan = KaTePe … hehehe…

        (“batu keras” artinya batu dari kapas… hahaha.. maksudah, coba sampean berpihkir : “ISLAM KERAS” ?!… hehehe “Islam = batu”… “pret’s ahhh” )

    • July 14, 2011 at 2:00 pm | #162

      maksudnya, yang ‘keras’ disitu batunya atau lemparannya..???

      • July 14, 2011 at 2:10 pm | #163

        Wahhh… rupanyah “Musim tidak sambaran”… eh salah , “muslim” sabar dunk… !!! :D

  89. Yogi
    July 14, 2011 at 1:53 pm | #164

    @ Haniifa
    Smuah isi Alkitab Agama Kristen (BIBLE) di firmanken oleh Yesus di tiang salib sebab seluru…

    _______________________
    Tidak cocok dengan Alkitab

    @ Jack

    Kemudian Abraham menyunat Ishak, anaknya itu, ketika berumur delapan hari, seperti yang diperintahkan Allah kepadanya. (Kejadian 21:4)

    dan umat islam juga melakukan hal yang sama tapi apakah umat kristen juga melakukannya????

    Musa dan Harun serta anak-anaknya membasuh tangan dan kaki mereka dengan air dari dalamnya. Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan dan apabila mereka datang mendekat kepada mezbah itu, maka mereka membasuh kaki dan tangan–seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa. (Keluaran 40:31-32)

    Maka pergilah Musa dan Harun dari umat itu ke pintu Kemah Pertemuan, lalu sujud. Kemudian tampaklah kemuliaan TUHAN kepada mereka. (Bilangan 20:6)

    Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak.” Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya: (Kejadian 17:2-3)

    dan lagi2 umat islam juga melakukan sujud ketika Shalat

    islam mengajarkan hukum rajam bagi pezina dan lagi2 musa juga melakukannya (Yohanes 8:5)

    ________________________

    Muhammad niru agama Jahudi yang di ziblak dari Alkitab.

    dan Kristen tidak meniru tata cara agama Jahudi

    Jadi Jahudi dan ARAB tidak memiliki Tuhan yang sama. Islam lahir dari karangan muhammad saja.

    Mengenai tata cara ibadah sujud dan ruku,,, anda perhatikan cara ibadah Kristen Ortodok Syria dan Yunani.

    Buat kesimpulan siapa yang meniru siapa???????

    @ AbuBMR

    Anda mau menilai ajaran Islam dari kelakuan pemeluknya..??? saya juga bisa melakukan hal yang sama, Kristen adalah ajaran yang mendatangkan kegelapan, peperangan dan invasi, penjajahan, penipuan berkedok ajaran kasih, cuma sekarang lagi diusahakan untuk memperbaiki citra sebagai agama damai..

    Itu kalau mau menilai kebenaran suatu ajaran berdasarkan ‘apa yang dilihat dari media elektronik dan TV’.
    ____________

    Anda harus memiliki pemikiran yang kuat dan memberi kesimpulan yang mendasar.
    Anda harus temukan dalam Alkitab bahwa Yesus mengajarkan umatnya untuk pergi berperang dan menyebarkan ajarannya. Jika adan tidak temukan kesimpulan ada dalah FITNAH.
    Bedakan antara Idiologi negara dan Theologi agama

    lalu bandingkan dengan Ajaran Alquran, hadis-hadis sahi dan Alkitab

    Apakah anda melihat berita apa yang terjadi di PONPES Bima?????

    • July 14, 2011 at 2:18 pm | #165

      @Budah Yogi

      Yogi
      July 14, 2011 at 1:53 pm | #156
      Reply | Quote

      @ Haniifa
      Smuah isi Alkitab Agama Kristen (BIBLE) di firmanken oleh Yesus di tiang salib sebab seluru…(jadi malu nehhh … hehehe ) ….

      _______________________
      Tidak cocok dengan Alkitab

      Tapi cocok dengan kesaksian YESUS DISALIB DIBUMI, maka YESUS diangkat olehNya dan disalib abadi. **** Singkat kata YESUS DIPASUNG DINERAKA *** hehehe..

      Sumber Kesaksian: Islam Teroris :D :lol:

    • July 14, 2011 at 3:37 pm | #166

      bukannya menjiplak prop, tapi tuhannya musa, ibrahim dan muhammad itu sama, nah berhubung tuhan propesor adalah pria bercancut maka hukumnye jadi berubah. dan betul kata propesor karna yahudi nyembah sapi kutilan

      sekali lagi prop tuhannya ibrahim,musa dan muhammad sama, makanye cara beribadahnya sama sedangkan sampeyan punya tuhan yang cancutan doang, yahudi nyembah sapi kutilan

      oooooh jadi dalam kristen tidak ada ajaran jihad/membela diri ya prop? wah bisa gue tes besok nih, gue gampar orang kristen kira2 gue bakalan dikasih uang berapa ya??

  90. July 14, 2011 at 2:05 pm | #167

    Anda harus memiliki pemikiran yang kuat dan memberi kesimpulan yang mendasar.
    Anda harus temukan dalam Alkitab bahwa Yesus mengajarkan umatnya untuk pergi berperang dan menyebarkan ajarannya. Jika adan tidak temukan kesimpulan ada dalah FITNAH.

    Tentu saja kekerasan yang dilakukan Kristen merupakan buah dari ajaran alkitab :

    Mat. 10:34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.

    Mau diputer-puter model apapun, tetap saja Yesus mengatakan kedatangannya BUKAN untuk membawa damai. Silahkan anda berakrobat untuka mengartikan kata ‘BUKAN untuk membawa damai’, artinya menjadi ‘membawa damai’.

    • July 14, 2011 at 2:32 pm | #168

      @Bapake AbuMBR
      Tentu saja keharuman, kelembutan serta ketegasan yang dilakukan Islam merupakan buah dari ad diin Islam

      Kesimpulan : Islam itu buah durian … hehehe…

  91. Yogi
    July 14, 2011 at 2:39 pm | #169

    Tapi cocok dengan kesaksian YESUS DISALIB DIBUMI, maka YESUS diangkat olehNya dan disalib abadi. **** Singkat kata YESUS DIPASUNG DINERAKA *** hehehe..

    _____________________

    Tidak cocok dengan isi Alkitab!!!

    Mat. 10:34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.

    Mau diputer-puter model apapun, tetap saja Yesus mengatakan kedatangannya BUKAN untuk membawa damai. Silahkan anda berakrobat untuka mengartikan kata ‘BUKAN untuk membawa damai’, artinya menjadi ‘membawa damai’.

    ————————————
    Anda udah baca satu pasal apa arti perumpamaan itu???????
    karena Alkitab punya Alur cerita, bung!

    • July 14, 2011 at 3:26 pm | #170

      makanya propesor yang ketinggian ilmunya tidak diragukan lagi memberikan penjelasan kitabnya supaya neter muslim disini mendapat peng’eeeh tahuan

  92. July 14, 2011 at 2:44 pm | #171

    Anda udah baca satu pasal apa arti perumpamaan itu???????
    karena Alkitab punya Alur cerita, bung!

    Silahkan dibaca satu pasal atau seluruh isi alkitab anda, dan tunjukkan disini bagaimana caranya anda mau menafsirkan omongan Yesus ‘BUKAN untuk membawa damai’ dirubah artinya menjadi ‘membawa damai’..

    Apa dengan perumpamaan maka kata ‘BUKAN untuk membawa damai’ tersebut maksudnya ‘membawa damai’..?? bahasa apaan tuh…??

    • July 14, 2011 at 2:52 pm | #172

      @Kang AbuBMR dan @Budak Kristen Yogidogol
      Tentu saja Ketaatan kepada Allah dan Rasulullah, kelembutan serta ketegasan yang dilakukan Islam merupakan buah dari ad diin Islam

      Kesimpulan : Al Islam itu ibarat buah ranum yang sangat mempesona …

      • July 14, 2011 at 2:58 pm | #173

        Betul Kang, Satu-satunya indikator ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah : apakah tingkah laku, ucapan, perbuatan, sikap, pikiran, kita makin mirip dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah, kalau tidak mirip, maka artinya kita belum menjalankan ketaatan kepada Allah dan Rasulullah.

        [48:29] Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu’min). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.

  93. July 14, 2011 at 5:16 pm | #174

    AbuBMR berkata :
    Nama Tuhan yang terdapat dalam alkitab memunculkan sengketa dikalangan Kristen sendiri dan sampai sekarang tidak ada satupun yang membuktikan mana nama Tuhan yang sebenarnya..

    Jawab saya :
    Anda Benar, dimana sajapun, pasti timbul sengketa bila masing-maing manusia memaksakan pendapatnya masing-masing.

    Tahukah anda bahwa sejak Adam sampai saat ini Syaitan berusaha untuk memalsukan ajaran Alkitab/Firman Allah ?

    Itulah sebabnya dizaman Adam, 100% penduduk dunia menerima ajaran syaitan, sedang saat ini, didunia ini sudah ada 7.000 sekte yang mengakui dirinya adalah Kristen.

    Benarkah itu semua Kristen ?
    Alkitab berkata dalam : Ef. 4:5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,

    Tidak usah jauh-jauh saya mengambil Contohnya : anda dengan حَنِيفًا saya lihat beberapa hari ini bersengketa juga kan ?.

    Jadi sesungguhnya, nama Illah itu mengikuti nama masing-masing daerah.

    Contoh :
    1. Bila kita bertanya kepada orang arab, siapa nama yang minciptakan jagat raya ini ? mereka menjawab Allah.

    2. Bila kita bertanya kepada orang Inggris, siapa nama yang minciptakan jagat raya ini ? mereka menjawab Lord.

    3. Bila kita bertanya kepada orang Ibrani, siapa nama yang minciptakan jagat raya ini ? mereka menjawab Yehowa.

    4. Bila kita bertanya kepada orang Sunda, siapa nama yang minciptakan jagat raya ini ? mereka menjawab Gusti.

    5. Bila kita bertanya kepada orang Batak, siapa nama yang minciptakan jagat raya ini ? mereka menjawab Debata.

    6. dll

    Jadi Alkitab meneyebut nama Illah pencipta jagat Raya ini sesuai dengan nama yang disebut daerah dimana Alkitab itu berada, tidak memaksakan harus menggunakan nama yang diketahui oleh orang Ibrani yatu Yehowa.

    Berbeda dengan quran, memaksan nama Illah pencipta jagat raya ini sesuai dengan nama yang diketahui oleh orang Arab yaitu Allah.

    Karena berbeda, pengikut quran menyalahkan Alkitab.

    AbuBMR berkata :
    Anda mau menilai ajaran Islam dari kelakuan pemeluknya..???

    Jawab saya :
    Jelas tidak dong, saya bukan menggunakan kelakuan umat islam untuk menentukan benar tidaknya ajaran quran.

    Yang saya maksud diatas ialah, saya dan kemungkinan saudara-saudara saya muslim lainnya yang tidak sepaham dengan anda, salah memahami quran. karena membaca terjemahan quran yang salah, soalnya bila saya mengajukan suatu ayat quran, selalu menerima jawaban yang berkata : “maksud ayat quran itu bukan begitu, tetapi begini” apakah terjemahan ayat itu salah ?.

    Saya sebagai orang kafir yang tidak mengerti bahasa arab, berpikir begini :

    Yang manakah di antara mereka yang mengaku islam ini yang benar-benar sesuai ajaran quran ?

    Terjemahan Quran pun tidak dapat saya gunakan untuk menentukan mana ajaran yang sesuai dengan ajaran Quran, karena katanya terjemahan quran banyak yang salah,

  94. July 14, 2011 at 6:47 pm | #175

    Anda Benar, dimana sajapun, pasti timbul sengketa bila masing-maing manusia memaksakan pendapatnya masing-masing.

    Tahukah anda bahwa sejak Adam sampai saat ini Syaitan berusaha untuk memalsukan ajaran Alkitab/Firman Allah ?

    Sengketa yang terjadi bukan disebabkan oleh kerjaan syaitan, tapi karena isi alkitab anda sendiri yang menimbulkan sengketa, sebab semua pihak yang bersengketa mendasari pendapat mereka dari ayat alkitab, bukan karena perbedaan penafsiran. Anda baca saja link yang telah saya sampaikan soal nama Yahweh, satu ayat menyatakan ‘belum diperkenalkan’, ayyat yang lain menyatakan sudah ada yang menyebut nama tersebut’. Coba bayangkan, Tuhan anda memperkenalkan namanya dalam alkitab hanya untuk memancing keributan, koq anda bisa percaya kepada alkitab tersebut..??

    Jadi sesungguhnya, nama Illah itu mengikuti nama masing-masing daerah.

    Contoh :
    1. Bila kita bertanya kepada orang arab, siapa nama yang minciptakan jagat raya ini ? mereka menjawab Allah.

    2. Bila kita bertanya kepada orang Inggris, siapa nama yang minciptakan jagat raya ini ? mereka menjawab Lord.

    3. Bila kita bertanya kepada orang Ibrani, siapa nama yang minciptakan jagat raya ini ? mereka menjawab Yehowa.

    4. Bila kita bertanya kepada orang Sunda, siapa nama yang minciptakan jagat raya ini ? mereka menjawab Gusti.

    5. Bila kita bertanya kepada orang Batak, siapa nama yang minciptakan jagat raya ini ? mereka menjawab Debata.

    Orang Arab, Inggeris, Ibrani, Sunda, Batak, dll akan memanggil satu nama untuk George Bush, Gorbachev, David Beckam, Deng Xiao Ping. Kalau nama Tuhan mengikuti maunya masing-masing orang, lalu buat apa Tuhan anda memperkenalkan namanya kepada Musa..?? dan malah menimbulkan sengketa. Anehnya ajaran yang seperti ini anda percaya, sebaliknya terhadap ajaran Islam yang tidak ada kerancuan mengenai nama Tuhan anda tolak hanya karena kelakuan pengikutnya yang anda lihat di televisi.

    Jelas tidak dong, saya bukan menggunakan kelakuan umat islam untuk menentukan benar tidaknya ajaran quran.

    Yang saya maksud diatas ialah, saya dan kemungkinan saudara-saudara saya muslim lainnya yang tidak sepaham dengan anda, salah memahami quran. karena membaca terjemahan quran yang salah, soalnya bila saya mengajukan suatu ayat quran, selalu menerima jawaban yang berkata : “maksud ayat quran itu bukan begitu, tetapi begini” apakah terjemahan ayat itu salah ?.

    Saya sebagai orang kafir yang tidak mengerti bahasa arab, berpikir begini :

    Yang manakah di antara mereka yang mengaku islam ini yang benar-benar sesuai ajaran quran ?

    Terjemahan Quran pun tidak dapat saya gunakan untuk menentukan mana ajaran yang sesuai dengan ajaran Quran, karena katanya terjemahan quran banyak yang salah,

    Ini terjadi juga terhadap semua ajaran manapun, bahkan dalam Islam perbedaan penafsiran sudah terjadi antara sesama orang Arab pemeluk Islam, ada yang sampai saling bunuh, sama juga dengan Kristen, jadi bukan sesuatu yang aneh.

    Terjemahan Al-Qur’an selalu didampingi dengan bahasa aslinya, orang tidak memeprdebatkan perbedaan dari hasil terjemahan, tapi selalu akan merujuk kepada bahas aslinya, melalui kitab-kitab tafsir yang dibuat oleh para ulama, jadi tidak bisa anda menyalahkan kepada terjemahan Al-Qur’an, kalau itu yang terjadi terhadap anda pribadi, itu karena selama ini yang anda ributkan memang melulu soal terjemahannya saja, dikasih penjelasan berdasarkan bahasa aslinya tidak anda gubris, balik lagi ngomong soal terjemahan.

    Kalau ada perbedaan penafsiran lalu ada yang bersikap bermusuhan, saling caci, saling menyalahkan, itu kelakuan manusianya, bukan karena ajaran Islam, karena bagaimanapun terjadi perbedaan penafsiran, semuanya tidak akan bergeser dari Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad SAW adalah utusan Allah..

  95. July 14, 2011 at 7:01 pm | #176

    Tidak usah jauh-jauh saya mengambil Contohnya : anda dengan حَنِيفًا saya lihat beberapa hari ini bersengketa juga kan ?.

    Coba anda tanya sama bung Hanifa, apakah dia berpegang kepada kalimat ‘laa illaha illa Allah, Muhammad Rasulullah’..??

    • July 15, 2011 at 10:26 am | #177

      Siyapa neeh, yang meraguken ?! :(

      Adzan
      أَللهُ أَكْبَرُ
      (Allōhu akbar) 4 kali
      أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أللهُ
      (Asyhadu allā ilāha illallōh) 2 kali
      أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
      (Asyhadu anna Muhammadan rōsulullōh) 2 kali
      أَشْهَدُ أَنَّ عَلِيًّا وَلِيُّ اللهِ
      (Asyhadu anna ‘Aliyyan waliyullōh) 2 kali
      حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ
      (Hayya ‘alash Sholāh) 2 kali
      حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ
      (Hayya ‘alal falāh) 2 kali
      حَيَّ عَلَى خَيْرِ الْعَمَلِ
      (Hayya ‘alā khoiril ‘amal) 2 kali
      أَللهُ أَكْبَرُ
      (Allōhu akbar) 2 kali
      لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ
      (Lā ilāha illallōh) 2 kali

      Iqamah
      أَللهُ أَكْبَرُ
      (Allōhu akbar) 2 kali
      أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أللهُ
      (Asyhadu allā ilāha illallōh) 2 kali
      أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
      (Asyhadu anna Muhammadan rōsulullōh) 2 kali
      أَشْهَدُ أَنَّ عَلِيًّا وَلِيُّ اللهِ
      (Asyhadu anna ‘Aliyyan waliyullōh) 2 kali
      حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ
      (Hayya ‘alash Sholāh) 2 kali
      حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ
      (Hayya ‘alal falāh) 2 kali
      حَيَّ عَلَى خَيْرِ الْعَمَلِ
      (Hayya ‘alā khoiril ‘amal) 2 kali
      قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةُ
      (Qod qōmatish sholāh) 2 kali
      أَللهُ أَكْبَرُ
      (Allōhu akbar) 2 kali
      لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ
      (Lā ilāha illallōh) 1 kali

      Sumber:
      http://haniifa.wordpress.com/2010/08/16/syahadat-agama-syiah-berasal-dari-dongeng/#comment-12670

      Keterangan newbi:
      ā = ketukan panjang. (bukan “oa owa”) .. hehehe..

      MOHON MAAF : LAFADZ ADZAN SUDAH ADA KETIKA SI ALI BATU TETEK IBU.. dasar agama syi’ah.

      @Budak AbuBMR dan @Buduk Heber
      Buka mata kalian lebar-lebar !!!

      Lalu muncul pertanyaan, bagaimana mungkin Ibrahim, Ismail, Ishak, Musa, ‘Isa, dikatakan memeluk agama Islam, padahal mereka sudah ada sebelum nabi Muhammad SAW dan ajaran Islam diturunkan. Para nabi dan Rasul tersebut juga tidak melaksanakan shalat 5 waktu, puasa Ramadhan, haji, dll seperti ritual yang dilakukan oleh umat Muhammad SAW, bahkan tidak mengucapkan shahadat ‘Ashadu Allailaaha illa Alllah, wa’ashadu anna Muhammad Rasulullah’, yang merupakan ‘proklamasi’ seseorang memeluk agama Islam.

      Sumber:
      Kalau baca sendiri ku shia diatas ini … hehehe

      Asha … apaan tuh ?! terasinyah : pakai SYIN atau SHOD ?!

      Alllah … apaan tuh ?! terasinyah: Lam Syamsyi’ah atau Qomariah ?!

      *** COBA KALIAN TANYA : “MUSLIM SYI’AH” atau KRISTEN ?! ****

      • July 15, 2011 at 1:49 pm | #178

        Lagi-lagi ribut soal tulisan, apa nggak ada kerjaan lain..?? sana gih cuci muka dulu, kali-kali kepala sampeyan bisa menjadi dingin…

      • July 16, 2011 at 7:38 am | #179

        Sampean bisa IQRO nggan ?! … hehehe… Dasar Abu BMR (Bau Musyrik Rupanya)

  96. July 15, 2011 at 4:16 am | #180

    AbuBMR berkata :
    Coba bayangkan, Tuhan anda memperkenalkan namanya dalam alkitab hanya untuk memancing keributan, koq anda bisa percaya kepada alkitab tersebut..??

    Jawab saya :
    Orang-orang yang menganggab dirinya pintar dan berkemampuan menganalisa hal kepribadianan Illah pencipta alam semesta itu saja yang ribut mempermasalahkan nama Illah itu.

    Saya sadar, bahwa saya tidak akan mampu menganalisa hal-hal Allah, seperti jumlahnya dan namanya.

    Dari antara seluruh manusia yang pernah lahir keduania ini, Belum ada satu pun yang pernah menghitung jumlah Allah atau Illah yang menciptakan alam semesta alam ini.
    Ketahuilah bahwa Saya sangat yakin dan percaya kepada ayat Alkitab yang mengatakan bahwa

    1. perkataan Allah itu tidak pernah berubah. ( yang dimaksud dengan perkataan disini adalah maksud dan tujuannya bukan redaksi dan bahasanya )
    2. Bila Allah menulis surat atau membuat apapun itu, pasti tidak melakukan koreksi-koreksi, tidak seperti manusia membuat konsep terlebih dahulu, bila ada kesalahan, atau bila tidak cocok. Maka konsep itu dirubah/dikoreksi, setelah selesai dikoreksi, barulah surat itu ditetapkan sudah benar.

    Maksudnya : sekali Allah menurunkan kitab/undang-undangNya atau membuat ketetapanNya, , pasti tetap berlaku dan cocok untuk segala zaman.

    Bila ketetapan Allah tidak tetap, atau berubah-ubah, atau pernah diganti, maka itu bukan ketetapan lagi namanya.

    Maaf kalau pandangan saya salah, untuk itu mohon anda koreksi:
    Saya melihat bahwa Islam sangat yakin bahwa Allah itu tidak propesional membuat kitab suci.

    Islam percaya bahwa Taurat telah diturunkan Allah kedunia ini, tetapi lama-kelamaan Taurat ini dipalsukan oleh manusia, sehingga tidak pantas untuk digunakan lagi, terpaksa Allah ganti dengan Injil, Injilpun tidak berumur panjang, langsung dipalsukan oleh manusia.

    Allah tidak mau kecolongan lagi, maka Allah belajar dari pengalamannya membuat dua kitab suci itu, maka Setelah Allah tamat belajar dari pengalaman membuat kedua kitab suci itu, dan merasa dirinya sudah sanggub, barulah Allah menciptakan sebuah kitab suci yang tidak dapat dipalsukan oleh manusia yaitu Quran.

    Jadi benarlah pepatah yang mengatakan bahwa : Pengalaman adalah guru yang paling baik. Dan pepatah ini berlaku juga rupanya kepada Allah.

    Allahpun belajar dulu dari pengalamannya baru sanggub membuat kitab suci yang baik.

    AbuBMR berkata :
    Tuhan mengikuti maunya masing-masing orang, lalu buat apa Tuhan anda memperkenalkan namanya kepada Musa..??

    Jawab saya :
    Saya melihat dari jalan ceritanya, :
    Allah sangat memahami bahwa bahasa yang dipahami oleh Muhammad adalah bahasa arab, tentu Allah berbicara dengan bahasa Arab, orang-orang yang berada diarab sana termasuk Muhammad yakin bahwa nama pencipta alam semesta ini adalah Allah, maka itulah sebabnya Allah memperkenalkan dirinya kepada Muhammad dengan berkata : Akulah Allah pencipta Allam semesta itu.

    Kepada Musa lain lagi, Allah tidak menggunakan bahasa arab , tetapi menggunakan bahasa yang dipahami oleh Musa.

    Karena saya tidak tahu bahasa musa, maka perkataan Illah itu saya terjemahkan saja kedalam bahasa yang saya pahami9 yaitu bahasa Indonesia :

    Kira-kira begini : Akulah Aku, pencipta alam semesta.

    AbuBMR berkata :
    orang tidak memeprdebatkan perbedaan dari hasil terjemahan, tapi selalu akan merujuk kepada bahas aslinya, melalui kitab-kitab tafsir yang dibuat oleh para ulama, jadi tidak bisa anda menyalahkan kepada terjemahan Al-Qur’an, kalau itu yang terjadi terhadap anda pribadi, itu karena selama ini yang anda ributkan memang melulu soal terjemahannya saja,.

    Jawab saya :
    Wakaupun demikian, tetap saja terjadi peredebatan kan ?

    AbuBMR berkata :
    dikasih penjelasan berdasarkan bahasa aslinya tidak anda gubris, balik lagi ngomong soal terjemahan

    Jawab saya :
    Bukan tidak menggubris, tetapi anda harus maklum. Saya ini kan kafir, melihat islam saling membenarkan pendapat masing-masing, tentunya saya bingung dong, sudah saya tidak tahu bahasa arab, pengikutnya ribut lagi, jadi siapa yang harus saya dengar ?

    AbuBMR berkata :

    Kadang-kadang saya lebih berterima atas tulisan para teroris, karena mereka katanya menggunakan ayat-ayat madinyah atau makkyah saya kurang tahu.

    Coba anda tanya sama bung Hanifa, apakah dia berpegang kepada kalimat ‘laa illaha illa Allah, Muhammad Rasulullah’..??

    Jawab saya :

    Apakah hanya itu saja perbedaan itu ?, tentu sangat banyak kan ?

    • July 15, 2011 at 10:44 am | #181

      @Buduk Heber
      Sayah mau tanya konsep Ketuhanan menurut sampean !!!
      Apakah sampean mampu menjawab pertanyaan dari @Oom Pemikir Dogol.. hehehe:

      Pemikir

      12 Juli 2011

      @Paulus Kunyuk
      @Farkhum
      @hamba

      Klo anda melihat orang bertato dan bermuka garang, pasti akan anda sangka orang jahat. padahal belum tentu di orang jahat, siapa tahu polisi atau orang biasa yang senang bertato.

      demikian juga jika anda ingin mengetahui sesuatu, jangan hanya dilihat sampulnya, klo tidak anda akan bodoh selamanya.
      memang klo kita dengar kotbah da’i pada salat jumat, pasti mereka bilang Hindu agama ATHEISME, banyak Tuhan dan hal lainnya yang bisa dibilang sebagai pembodohan umat lainnya.

      klo dipelajari SEBENARNYA Hindu merupakan cikal bakal manusia mengenal Tuhan. sebab pada jaman tersebut banyak selaki aliran penyembah berhala dan dewa. hanya Hindu yang menyebutkan bahwa Tuhan itu Satu (EKA)
      dan sekarang, ajaran yang bisa disebut agama adalah dasar dari Hindu tersebut.

      http://vilaputih.wordpress.com/2009/08/06/hindu-yang-islami/

      Diantara Kitab Suci Hindu yang paling dikeramatkan adalah “Weda”. Dan diantara Kitab Suci Hindu yang paling banyak dibaca adalah “Bhagawad Gita”.

      Dalam Chandogya Upanishad Ch. 6 Sec.2 V.1 dikatakan bahwa Tuhan itu satu.
      Dalam Shvetasvatara Upanishad Ch. 6 : 9 dikatakan bahwa Tuhan itu tidak punya Ibu dan bapak, Dia tidak punya pelindung.
      Dalam Shvetashvatara Upanishad Ch. 4 V. 19 dikatakan bahwa Tuhan itu tidak ada sesuatupun yang menyerupai Dia.
      Dalam Shvetasvatara Ch.4 V.20 dikatakan bahwa Tuhan tidak bisa dilihat, tak ada orang yang mampu melihat dengan mata.
      Dalam Bhagawad Gita Ch. 10 V.3 dikatakan Dia Tuhan yang tidak dilahirkan, tak ada permulaan, Tuhan seru sekalian alam.
      Dalam Yahurveda Ch.32 V.3 bahwa tak ada rupa buat Tuhan. Dia tidak pernah dilahirkan, dia yang berhak disembah.
      Dalam Yahurveda Ch. 40 V. 8 dikatakan bahwa Tuhan tidak berbentuk dan Dia suci.
      Dalam Atharvaveda Book 20 Hymn 58 V.3 dikatakan bahwa Tuhan Maha besar.
      Dalam Rigveda Book 8 Hymn 1 V.1 dikatakan kami tidak menyembah seseorang kecuali Tuhan yang satu.
      Dalam Rigveda Book 6 Hymn 45 V. 16 dikatakan bahwa Sembahlah dia saja Tuhan yang sesungguhnya.
      Dalam Brahmasutra dari Vedanta disebutkan bahwa hanya ada satu Tuhan, tidak ada yang ke-2. Tuhan tak berbilang sama sekali.

      Sayah tunggu jawaban sampean sekarang juga ?!

      (tapi kalau tidak jawab, sayah jadi ingat sama mantan abg kristen yang imut-imut.. :D )

  97. July 15, 2011 at 5:33 am | #182

    Orang-orang yang menganggab dirinya pintar dan berkemampuan menganalisa hal kepribadianan Illah pencipta alam semesta itu saja yang ribut mempermasalahkan nama Illah itu.

    Saya sadar, bahwa saya tidak akan mampu menganalisa hal-hal Allah, seperti jumlahnya dan namanya.

    Nama Tuhan anda dalam alkitab cuma satu, yaitu Yahweh, tapi yang satu itu malah menimbulkan sengketa.

    Ketahuilah bahwa Saya sangat yakin dan percaya kepada ayat Alkitab yang mengatakan bahwa

    1. perkataan Allah itu tidak pernah berubah. ( yang dimaksud dengan perkataan disini adalah maksud dan tujuannya bukan redaksi dan bahasanya )
    2. Bila Allah menulis surat atau membuat apapun itu, pasti tidak melakukan koreksi-koreksi, tidak seperti manusia membuat konsep terlebih dahulu, bila ada kesalahan, atau bila tidak cocok. Maka konsep itu dirubah/dikoreksi, setelah selesai dikoreksi, barulah surat itu ditetapkan sudah benar.

    Lalu kitab suci mana yang sekarang mau anda pegang..?? karena alkitab anda merupakan hasil dari revisi-revisi dan koreksi maka sesuai dengan pernyataan anda tersebut alkitab bukan lagi dikatakan sebagai firman Tuhan. Dengan apa anda mau berpegang sekarang..??

    Saya melihat bahwa Islam sangat yakin bahwa Allah itu tidak propesional membuat kitab suci.

    Islam percaya bahwa Taurat telah diturunkan Allah kedunia ini, tetapi lama-kelamaan Taurat ini dipalsukan oleh manusia, sehingga tidak pantas untuk digunakan lagi, terpaksa Allah ganti dengan Injil, Injilpun tidak berumur panjang, langsung dipalsukan oleh manusia.

    Allah tidak mau kecolongan lagi, maka Allah belajar dari pengalamannya membuat dua kitab suci itu, maka Setelah Allah tamat belajar dari pengalaman membuat kedua kitab suci itu, dan merasa dirinya sudah sanggub, barulah Allah menciptakan sebuah kitab suci yang tidak dapat dipalsukan oleh manusia yaitu Quran.

    Jadi benarlah pepatah yang mengatakan bahwa : Pengalaman adalah guru yang paling baik. Dan pepatah ini berlaku juga rupanya kepada Allah.

    Allahpun belajar dulu dari pengalamannya baru sanggub membuat kitab suci yang baik.

    Sudah jelas dari tulisan anda ini bahwa yang merubah firman Allah adalah manusia, bukan Allah. Justru dengan menurunkan Al-Qur’an, Allah kembali meluruskan firman-Nya yang telah dirubah manusia tersebut. Koq bisa mengambil kesimpulan dengan rusaknya Taurat dan Injil menjadi alkitab PB dan PL sebagai tindakan Tuhan untuk mengkoreksi firman-Nya..??

    Allah sangat memahami bahwa bahasa yang dipahami oleh Muhammad adalah bahasa arab, tentu Allah berbicara dengan bahasa Arab, orang-orang yang berada diarab sana termasuk Muhammad yakin bahwa nama pencipta alam semesta ini adalah Allah, maka itulah sebabnya Allah memperkenalkan dirinya kepada Muhammad dengan berkata : Akulah Allah pencipta Allam semesta itu.

    Kepada Musa lain lagi, Allah tidak menggunakan bahasa arab , tetapi menggunakan bahasa yang dipahami oleh Musa.

    Karena saya tidak tahu bahasa musa, maka perkataan Illah itu saya terjemahkan saja kedalam bahasa yang saya pahami9 yaitu bahasa Indonesia :

    Kira-kira begini : Akulah Aku, pencipta alam semesta.

    Dalam bahasa apapun, nama tidak diterjemahkan. Silahkan bicara dalam bahasa Inggeris, Indonesia, China, Jepang, Arab, dst, dst, apa anda akan menerjemahkan nama George Bush, David Beckam, Robert de Niro, Harry Potter..??

    Wakaupun demikian, tetap saja terjadi peredebatan kan ?

    Betul, semua ajaran agama juga begitu, Kristen juga, lalu apa masalahnya..?? mengapa anda mempersoalkan perdebatan yang terjadi dalam ajaran Islam dan tidak mempermasalahkan kalau itu terjadi pada agama anda..??

    Bukan tidak menggubris, tetapi anda harus maklum. Saya ini kan kafir, melihat islam saling membenarkan pendapat masing-masing, tentunya saya bingung dong, sudah saya tidak tahu bahasa arab, pengikutnya ribut lagi, jadi siapa yang harus saya dengar ?

    Memang sangat cocok predikat kafir untuk anda, karena kata ‘kafir’ itu artinya tertutup :

    [2:18] Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar),

    [11:24] Perbandingan kedua golongan itu (orang-orang kafir dan orang-orang mukmin), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar. Adakah kedua golongan itu sama keadaan dan sifatnya?. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran (daripada perbandingan itu)?.

    Ibarat anda sedang tenggelam dalam lumpur, lalu saya menyodorkan kayu berusaha menyelamatkan anda, bukannya berusaha untuk menyelamatkan diri, malah ngomong :”Saya tidak percaya dengan anda, mungkin kayu yang anda sodorkan tidak kuat, dll”. Anda malah membuang peluang untuk diselamatkan. Apakah saya yang rugi..?? tentu saja tidak karena bukan saya yang sedang tenggelam dalam lumpur kesesatan..

    AbuBMR berkata :

    Kadang-kadang saya lebih berterima atas tulisan para teroris, karena mereka katanya menggunakan ayat-ayat madinyah atau makkyah saya kurang tahu.

    Kapan saya menulis ini..??

    Coba anda tanya sama bung Hanifa, apakah dia berpegang kepada kalimat ‘laa illaha illa Allah, Muhammad Rasulullah’..??

    Jawab saya :

    Apakah hanya itu saja perbedaan itu ?, tentu sangat banyak kan ?

    Umta Islam dipersatukan dengan kalimat ‘laa illaha illa Allah, Muhammad Rasulullah’.

  98. asfa
    July 15, 2011 at 6:55 am | #183

    @heber
    Itulah sebabnya dizaman Adam, 100% penduduk dunia menerima ajaran syaitan, sedang saat ini, didunia ini sudah ada 7.000 sekte yang mengakui dirinya adalah Kristen.

    asfa berkomen : hehehe,tapi menurut anda, sekte anda kan yang paling benar,Kristen Advent hari ke -7.

    • July 15, 2011 at 7:16 am | #184

      Ooo..ternyata penganut Advent hari ke-7

    • July 15, 2011 at 8:18 am | #185

      @heber

      maksud dijaman adam itu ketika adam masih ada atau sudah mati? kok dibilang 100 % menerima ajaran syaitan, sejak kapan manusia menerima ajaran tuhan?

  99. asfa
    July 15, 2011 at 7:24 am | #186

    betul ustadz abu,cuma untuk diketahui saja,agar anda tahu siapa lawan diskusi anda saat ini.

  100. asfa
    July 15, 2011 at 10:41 am | #187

    maaf, ustadz abu,ikut nimbrung diskusinya….

    @ heber

    Alkitab Katolik : 72 Kitab
    Alkitab Protestan : 66 Kitab
    Alkitab Kristen Advent hari ke 7 : ……..Kitab ?

    Mudah -mudahan anda punya keberanian menjawab pertanyaan saya,dengan singkat ,padat dan jelas.

  101. July 15, 2011 at 11:04 am | #188

    @Buduk ID Muslim Syi’ah
    Lalu muncul pertanyaan, bagaimana mungkin Ibrahim, Ismail, Ishak, Musa, ‘Isa, dikatakan memeluk agama Islam, padahal mereka sudah ada sebelum nabi Muhammad SAW dan ajaran Islam diturunkan. Para nabi dan Rasul tersebut juga tidak melaksanakan shalat 5 waktu :P , puasa Ramadhan, haji, dll
    __________
    Jadi menurut sampean Isa ibn Maryam (AL MASIH) tidak sejaman dengan BANI ISRAIL bejituh

    Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israel (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling. (QS 2:83)

    bahkan tidak mengucapkan shahadat ‘Ashadu Allailaaha illa Alllah, wa’ashadu anna Muhammad Rasulullah’, yang merupakan ‘proklamasi’ seseorang memeluk agama Islam.
    ______
    ‘Ashadu =
    1. ‘A = ‘ain atau A = Alif ?!
    2. Sha = Shod atau Sya =Syin ?!

    ID MUSLIM = Alllah… (“l” 3x ) Abosilite tidak ngerti lam syam/qom

    HEBER = illah … (“l” 2x) Abosilite tidak ngarti harakat /ketuk “ilaah”

    Bijimana neeeh, Sudara “Muslim” ?! :(

    • July 15, 2011 at 1:47 pm | #189

      Lagi-lagi ribut soal pepesan kosong, transliterasi. kalau mau dikoreksi seharusnya yang dikoreksi adalah bacaan (bunyi yang dikeluarkan oleh mulut) bukan ribut soal tulisan. Kalau meributkan tulisan, sama saja dengan kelakuan orientalis yang berusaha menggugat Al-Qur’an berdasarkan tulisan kuno yang ditemukan. Al-Qur’an itu bacaan, makanya proses mempelajari dan penyebarannya bukan dengan mencetak mushaf, tapi dengan transmisi bunyi, ustadz membaca mengeluarkan suara, murid mendengar dan menirukan bunyi.

      Kalau mau ribut soal tulisan, mengapa tidak sekalian tereak soal tulisan Al-Qur’an jaman dulu yang berbeda dengan yang ada sekarang..??

    • July 15, 2011 at 2:23 pm | #190

      @Abu BudukMR
      Coba sampean ber hati dingin dan bepala panas dunk… hehehe…. buka mata sampean yang sombong itu dan baca artikelnyah:

      Kata ‘al-muslimiina’ juga merupakan kata benda, yang berarti : orang yang memeluk agama Islam, dan ini sudah dinamai Allah bagai pemeluk Islam sejak dahulunya. Dari uraian ayat-ayat Al-Qur’an diatas, sebenarnya kita mendapat gambaran yang jelas, bahwa dilihat dari sisi ‘penamaan’, yaitu diin atau millah, al-Islam, dan al-Muslimiin, serta pernyataan Allah bahwa yang diakuinya sebagai agama yang Dia turunkan dari dulunya, adalah Islam.

      Al Muslimiin atau Al Muslimaat atau MUSLIM ?! … hehehe… “Pret’s ahh”

      Muslim => Karakter / sifat, bendanyah MANUSIA dunk… hehehe…

      • July 15, 2011 at 2:42 pm | #191

        Emangnya dalam bahasa Arab kata benda dan kata sifat bukan digolongkan kepada kata benda/isim..??

      • July 16, 2011 at 7:41 am | #192

        @Budak Abu Bau Musyrik Rujad
        Emangnya dalam bahasa Arab kata benda dan kata sifat bukan digolongkan kepada kata benda/isim..??
        ______________
        :D :D hua.ha.ha… belajar ilmu bahasa dari mana neeh ?!

        SINGKAT KATA MENURUT SAMPEAN BAHASA ARAB TIDAK PUNYA KATA SIFAT ?! :roll:

  102. Yogi
    July 15, 2011 at 11:38 am | #193

    @ Jack

    Alkitabku bukan untuk ilmu pengetahuan, tetapi untuk mengajar hidupku dalam kebenaran, jadi tidak perlu saya muat disini buat ilmu anda .

    @ AbuMR
    Silahkan dibaca satu pasal atau seluruh isi alkitab anda, dan tunjukkan disini bagaimana caranya anda mau menafsirkan omongan Yesus ‘BUKAN untuk membawa damai’ dirubah artinya menjadi ‘membawa damai’..

    Apa dengan perumpamaan maka kata ‘BUKAN untuk membawa damai’ tersebut maksudnya ‘membawa damai’..?? bahasa apaan tuh…??
    ______________________________

    Anda belum menemukan artinya juga???

    Mat. 10:34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.

    Apakah anda tahu Yesus selalu berbicara dengan perumpamaan????

    Maka saya mengakuinya; Oulloh Membuat Agama Islam bagi Muhammad dan Kroni-kroninya.

    Yehova(YHW) tidak perlu membuat agama Kristen tetapi dia membuat jalan agar manusia yang telah jatuh kedalam dosa dapat kembali memilikihubungan dengan Tuhan.

    @ Heber
    Maju trus bro…!

    • July 15, 2011 at 12:43 pm | #194

      @Kodok Buduk Yogi
      Yehova(YHW) :D tidak perlu membuat agama Kristen….
      ______________
      Yehova (YHW) , shortcut dari v=w, maju terus bro.. cos: YESUS “VW” KODOK BUDUK… hahaha.. :D :lol:

    • July 15, 2011 at 1:08 pm | #195

      @VW Yogi Yesus Kodok Buduk
      Coba sampean buka (QS 2:247), …. sayah latenken yah, maka terdapat “basthotan” terdapat huruf SIN di sana, padahal dalam (QS 7:69) kata ‘bashthotan’ dengan memakai huruf SHOD (atasnya terdapat huruf sin keciiiillllllll )

      Ngarti maksudnyah ?!

      Siyapa-siyapa yang gemar dan hobi mendalami baca tulis (including translate/terjamaah) Al Qur’an maka MUKJIZAT NABI MUHAMMAD S.A.W, Insya Allah akan terasa dan terucap NYATA.

      Mukjizat YESUS VW KODOK dirubah jadi SARANG BURUNG GEREJA BUDUK… hehehe….

    • July 15, 2011 at 2:37 pm | #196

      @Propesor

      Alkitabku bukan untuk ilmu pengetahuan, tetapi untuk mengajar hidupku dalam kebenaran, jadi tidak perlu saya muat disini buat ilmu anda .
      =============================

      loh akal itu nggak perlu ya prop? ooooo berarti para insinyuur bikin mobil cukup dengan iman doang ya prop. tengkiuw prop pencerahannya

  103. July 15, 2011 at 12:38 pm | #197

    AbuBMR berkata :

    alkitab anda merupakan hasil dari revisi-revisi dan koreksi maka sesuai dengan pernyataan anda tersebut alkitab bukan lagi dikatakan sebagai firman Tuhan. Dengan apa anda mau berpegang sekarang..??

    Jawab saya :
    Bukan Alkitabnya yang direvisi, tetapi redaksi terjemahan Alkitab itu saja, supaya lebih gampang dimengerti oleh pembaca.

    Karena sampai saat ini quran belum dapat saya terima, maka saya masih berpegang pada terjemahan Alkitab yang ada pada saya sekarang ini.

    AbuBMR berkata :
    Nama Tuhan anda dalam alkitab cuma satu, yaitu Yahweh, tapi yang satu itu malah menimbulkan sengketa.

    Jawaab saya :
    Jangan dong dipaksakan pendapat anda kepada saya, Saya yakin dan percaya bahwa nama llah pencipta langit dan bumi dan segala inisnya ini adalah Debata, bukan Yahweh, tetapi bagi Musa, ya Yahweh

    AbuBMR berkata :
    Sudah jelas dari tulisan anda ini bahwa yang merubah firman Allah adalah manusia, bukan Allah.

    Jawab saya :
    Ia benar saya tahu manusialah yang merubah firman Allah, artinya manusia lebih unggul dari pada Allah,

    Allah tidak tahu mengantisipasi hal-hal apa yang bakal terjadi terhadap Allakitab,

    Yah…….. begitulah Allah sepertinya masih bodoh membuat kitab suci karena belum berpengalaman, Allah belum mampu membuat Alkitab yang tahan terhadap pemalsuan manusia.

    Setelah berpengalaman membuat dua kitab suci, dan merasa sudah mampu membuat kitab suci yang tahan terhadap pemalsuan manusia, maka terakhir kalinya, Allah membuat kitab suci yang tahan terhadadap pemalsuan manusia yang diberi nama quran.

    AbuBMR berkata :
    Dalam bahasa apapun, nama tidak diterjemahkan.

    Jawab saya :
    Itulah salah satu perbedaan Alkitab dari sekian banyak perbedeaan

    AbuBMR berkata :
    Memang sangat cocok predikat kafir untuk anda (heber), karena kata ‘kafir’ itu artinya tertutup :

    Jawab saya :
    Terima kasih, karena anda tahu bahwa saya adalah kafir yang buta dan tuli, maka dengan demikian, mudah-mudahan saya bisa minta tolong untuk membuka mata dan kuping saya.

    AbuBMR mengcopas:
    Qs. 2:18 Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar),

    Komentar saya :
    Saya mohon maaf seribu kali maaf, mungkin sayalah yang bodoh dalam berpikir begini :

    Kalau ayat ini ditujukan kepada saya, berarti penulis ayat ini adalah bodoh, karena dia tidak tahu bahwa Saya bukan berasal dari jalan yang benar ( islam ), bagaimana mungkin saya bisa kembali ke islam jalan yang benar itu ? atau mungkin ayat ini salah terjemahan ?

    AbuBMR berkata:
    Ibarat anda sedang tenggelam dalam lumpur, lalu saya menyodorkan kayu berusaha menyelamatkan anda,

    Komentar saya :
    Terima kasih atas usaha anda
    Tetapi Saya masih ingin bertanya kepada anda :
    Siapakah yang menenggelamkan saya kedalam lumpur itu ?

    AbuBMR berkata :
    Umta Islam dipersatukan dengan kalimat ‘laa illaha illa Allah, Muhammad Rasulullah’.

    Jawab saya :
    Ternyata saya lihat dilapangan, banyak aliran-aliran islam yang tidak dapat bersatu, mungkin ini juga salah satu beda pandang

    • July 15, 2011 at 12:48 pm | #198

      @Yesus vw Kodok Buduk Heber
      Ternyata saya lihat dilapangan, banyak aliran-aliran islam yang tidak dapat bersatu, mungkin ini juga salah satu beda pandang….
      ______________
      Weleh… mohon maaf, euy.. barusan di Masjid sayah berjamaah, dan Alhamdulillah semuah sama RUKUK dan SUJUD mengikuti Sang IMAM, sak belumnyah mendengarken dengan seksama Sang Khatib

      Jadi apanyah neeh, yang beda ?! :(

      • evant
        July 15, 2011 at 1:47 pm | #199

        Kang Haniifa, ciapa netter disini Syiah………spy kami yg pasif bisa terhindar dari propagandanya….trims…

      • July 15, 2011 at 1:56 pm | #200

        @Kang Evant
        Wahh.. berprasangka bukan keahlian sayah lho ?! :(
        Jadi mohon maaf, biyarlah bumi tetap berputar

        Hatur tengkiu, my bro..

      • evant
        July 15, 2011 at 2:03 pm | #201

        Mohon maaf Kang Haniifa…..sy udah lancang tanyakan itu…………

      • July 15, 2011 at 2:16 pm | #202

        @Kang Evant
        Subhanallah,… my bro.
        Jangan sungkan dan ragu untuk menegur / mengkritisi kesalahan saya baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja sebab jika ada kesalahan pasti akibat kebodohan sendiri dan jika ternyata bisa difahami secara logika dan aqal sehat maka hanya Allah yang Maha Benar.

        Salam hangat selalu, my bro…

      • evant
        July 15, 2011 at 2:29 pm | #203

        Trims Kang Haniifa, telah mengingatkan saya….yg msh perlu belajar akan irama permainan kata2 di setiap blog….

        Salam untuk Kang Haniifa…..senang rasanya bisa berkomunikasi dgn Kang Haniifa……..

        Semoga Allah SWT slalu melindungi dan merahmati Kang Haniifa……….

      • July 16, 2011 at 8:06 am | #204

        @Kang Evant
        Amiin Yaa Allah yaa rabba’alamin.
        Kembali kasih @Kang,… demkian pula @Kang Evant semoga taufik dan hidayah Allah, senantiasa tercurah atas kesabaran dan ketekunan Akang dalam tholabul ilmu ad diin islam.

        Tholabul ‘ilmi faridhotun ‘alaa kulli lil mu’minin wal mu’minat, muslimin wal muslimat

    • July 15, 2011 at 1:47 pm | #205

      @Heber Budak YESUS BUDUK
      Mari kita lanjutken… hehehe….

      Ad diin Islam say: BismILLAH , and ism ALLAH menurut Al Qur’an mempunyai banyak nama alias seperti Ar Rahmaan, Ar Rahiim, Ar Rabb… Insya Allah, ada 76 asmaul husna dalam Al Qur’an dan 23 yang “terdefinisi” menurut hadits

      Bijimana, perlu sayah relasiken secara komprehensif, apa yang menjadi ganjalan pihkiran sampean ?!

      Nahh… sekarang kita cek dwulu, apa maksudnyah 76 ?!
      Sampean tahu kalau bilangan “sembilan belas” adalah perumpamaan, artinya sampean bisa lebih menyakini kebenaran Al Qur’an atau sebaliknyah sampean bisa tergelincir (ex. Dr. Rashad Khalifa )

      76 / 19 = 4 (EMPAT)… bulat euy.. hehehe
      Coba kita buka surah Al Insaan “MANUSIA” (QS 76:1)
      Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?

      Berdasarken Ad diin Islam:
      Empat (76/4) AL KITAB
      (buku petunjuk kepada MANUSIA dari ALLAH)
      1. Taurat Nabi Musa a.s
      2. Zabur Nabi Dawud a.s
      3. Injil Nabi ‘Isa Al Masih a.s
      4. Al Qur’an Nabi Muhammad s.a.w

      Berdasarken Ilmu Al Falaq :
      Periode kedatangan KOMET yang belum dinamai ?! :(

      The average period of Halley’s orbit is 76 years but you cannot calculate the dates of its reappearances by simply subtracting multiples of 76 years from 1986. The gravitational pull of the major planets alters the orbital period from revolution to revolution. Nongravitational effects (such as the reaction from gasses boiled off during its passage near the Sun) also play an important, but smaller, role in altering the orbit. Between the years 239 BC and 1986 AD the orbital period has varied from 76.0 years (in 1986) to 79.3 years (in 451 and 1066). The closest perihelion passage to the time of Jesus are 11 BC and 66 AD; neither event took place in Jesus’ lifetime :D :lol: . Its most famous appearance was in 1066 when it was seen at the Battle of Hastings, an event commemorated in the Bayeux Tapestry.

      Read more about Comet Halley by nineplanets.org
      Sumber:
      http://nineplanets.org/halley.html

      Alhamdulillah, Nabi Muhammad s.a.w sudah berusia diatas 40 (tafsiran 47 thn) ketika KOMET itu menongnong di bumi ini dan sudah barang tentu beliau sudah menjadi Rasulullah dunk.

      (Kasihan yah Yesus tidak pernah tahu lintasan komet elips, makanyah menurut YESUS BUMI DAN LANGIT CEPER !!!)

      Bijimana, kalau sudah jelast sayah lanjutken ke ayat yang sampean tanya (hal. kafir) ?!

  104. July 15, 2011 at 1:03 pm | #206

    Anda belum menemukan artinya juga???

    Mat. 10:34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.

    Apakah anda tahu Yesus selalu berbicara dengan perumpamaan????

    maknya saya minta anda untuk menjelaskan, bagaimana caranya bisa menafsirkan perumpamaan ‘datang BUKAN untuk membawa damai’ bisa dimaksudkan ‘datang membawa damai’. Anda malah balik bertanya…

  105. Yogi
    July 15, 2011 at 1:31 pm | #207

    @ Abu

    dah pulang solat jum’at…?
    Saya kasih contoh : Seorang Muda Muslim mau berpindah ke Kristen, apa mungkin orang tua muslim mengizinkannya dengan senang hati, bahkan berusaha untuk membunuhnya, itulah yang tertulis dalam Alquran.

    Q.16: 106
    ”Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar..”

    Sahih Bukhari Volume 6, Buku 61, Nomer 577:
    “Aku mendengar Nabi berkata,”Di hari2 akhir (dunai) akan muncul orang2 muda dengan pikiran2 dan ide2 yang bodoh. Mereka akan berkata baik, tapi mereka akan meninggalkan Islam seperti anak panah yang ke luar jalur, iman mereka tidak lebih dalam dari tenggorokannya. Maka, jika kalian menemukan mereka, bunuh mereka, karena akan ada upah bagi para pembunuh itu di Hari Kebangkitan.”

    Untuk si muda Musim Yesus berkata :

    Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.

    Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.

    Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya.

    Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

    Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.

    Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.”

    “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.

    Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,

    Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.
    dst

    Pemikiran : Orang yang mau mengikut Yesus tidak bisa kompromi dengan cara-cara dunia, maka terjadi pemisahan.
    Pedang disini bukan senjata untuk membunuh tetapi “pemisahan” kehidupan seseorang dari kehidupan duniawi kepada hal yang rohani.

    Maka selalu saya katakan kepada Netter muslim…. “Jika anda memikirkan alkitab secara jasmaniah percuma saya sampaikan karena sama saja membuang mutiara ke WC.

    • July 15, 2011 at 1:52 pm | #208

      @Budak Kristen Yodi
      Yesus berfirman : Bumi dan Langit CEPER… hehehe..
      http://answering.wordpress.com/2008/11/11/bagi-allah-hanya-ada-satu-agama-yaitu-islam/#comment-29701

      (seumur hidup yesus melihat komet Hale kuya ceper… :D :lol: )

    • July 15, 2011 at 2:10 pm | #209

      Pemikiran : Orang yang mau mengikut Yesus tidak bisa kompromi dengan cara-cara dunia, maka terjadi pemisahan.
      Pedang disini bukan senjata untuk membunuh tetapi “pemisahan” kehidupan seseorang dari kehidupan duniawi kepada hal yang rohani.

      Saya tidak tanya soal ‘pedang’ yang saya tanya soal perumpamaan ‘datang BUKAN untuk membawa damai’. Anda mau menafsirkan soal pemisahan kehidupan duniawi dengan rohani, tetap saja artinya BUKAN untuk membawa damai. Jadi orang yang sudah dipisahkan Yesus antara kehidupan duniawi dan rohaninya adalah orang yang BUKAN hidup dalam keadaan damai karena dia menjadi bertikai dengan keluarganya yang masih berada dalam kehidupan duniawi. Ini merupakan pengakuan Yesus sendiri.

      Itulah yang dihasilkan oleh ajaran Kristen, di dunia ini pemeluk Kristen sekitar 30 s/d 35%, artinya orang Kristen datang BUKAN untuk membawa damai bagi sisanya 65 s/d 70%..

      Klop sudah, kelakuannya membuktikan, sejarah membuktikan kesengsaraan dan peperangan yang kebanyakan muncul dari dunia Kristen dan ajarannya mengkonfirmasikan bahwa apa yang dilakukan memang diajarkan oleh Yesus..

    • July 15, 2011 at 2:34 pm | #210

      @Propesor

      6 Apabila saudaramu laki-laki, anak ibumu, atau anakmu laki-laki atau anakmu perempuan atau isterimu sendiri atau sahabat karibmu membujuk engkau diam-diam, katanya: Mari kita berbakti kepada allah lain yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek moyangmu,

      7 salah satu allah bangsa-bangsa sekelilingmu, baik yang dekat kepadamu maupun yang jauh dari padamu, dari ujung bumi ke ujung bumi,

      8 maka janganlah engkau mengalah kepadanya dan janganlah mendengarkan dia. Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, janganlah mengasihani dia dan janganlah menutupi salahnya,

      9 tetapi bunuhlah dia! Pertama-tama tanganmu sendirilah yang bergerak untuk membunuh dia, kemudian seluruh rakyat.

      10 Engkau harus melempari dia dengan batu, sehingga mati, karena ia telah berikhtiar menyesatkan engkau dari pada TUHAN, Allahmu, yang telah membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.

      11 Maka seluruh orang Israel akan mendengar dan menjadi takut, sehingga mereka tidak akan melakukan lagi perbuatan jahat seperti itu di tengah-tengahmu.

      (Ulangan 13:6-11)

      2) 2 “Apabila di tengah-tengahmu di salah satu tempatmu yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, ada terdapat seorang laki-laki atau perempuan yang melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, Allahmu, dengan melangkahi perjanjian-Nya,

      3 dan yang pergi beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepadanya, atau kepada matahari atau bulan atau segenap tentara langit, hal yang telah Kularang itu;

      4 dan apabila hal itu diberitahukan atau terdengar kepadamu, maka engkau harus memeriksanya baik-baik.

      Jikalau ternyata benar dan sudah pasti, bahwa kekejian itu dilakukan di antara orang Israel,

      5 maka engkau harus membawa laki-laki atau perempuan yang telah melakukan perbuatan jahat itu ke luar ke pintu gerbang, kemudian laki-laki atau perempuan itu harus kaulempari dengan batu sampai mati.

      (Ulangan 17:2-5)

  106. July 15, 2011 at 1:34 pm | #211

    Bukan Alkitabnya yang direvisi, tetapi redaksi terjemahan Alkitab itu saja, supaya lebih gampang dimengerti oleh pembaca.

    Karena sampai saat ini quran belum dapat saya terima, maka saya masih berpegang pada terjemahan Alkitab yang ada pada saya sekarang ini.

    Apanya yang redaksi terjemahan, Protestan membuang 6 kitab yang ada dalam alkitab Katolik, anda bilang cuma redaksi terjemahan. Ayat 1 Joh 5:7-9 tidak ada pada manuskrip tua, tapi dijadikan ayat alkitab, lalu dibuang lagi karena mengaku memang tidak ada pada sumbernya, karena diprotes orang, dimasukkan lagi menjadi firman Tuhan dalam alkitab. Anda bilnag itu hanya soal redaksi terjemahan. Kristen mengakui pentateuch merupakan firman Tuhan karangan Musa, lalu Kristen lain menyatakan bukan Musa yang mengarang pentateuch. Ayat dalam PL menyatakan nama yahweh baru diperkenalkan kepada Musa sebelum itu Tuhan belum memperkenalkan nama tersebut, tapi ayat lain menyebutkan manusia sebelum Musa memanggil Yahweh.

    Semuanya anda bilang cuma masalah redaksi terjemahan..??

    Jangan dong dipaksakan pendapat anda kepada saya, Saya yakin dan percaya bahwa nama llah pencipta langit dan bumi dan segala inisnya ini adalah Debata, bukan Yahweh, tetapi bagi Musa, ya Yahweh

    Saya tidak memaksakan pendapat, kalau nama anda Poltak Sitompul, apa anda nengok kalau dipanggil Bambang sama orang Jawa..??

    Ia benar saya tahu manusialah yang merubah firman Allah, artinya manusia lebih unggul dari pada Allah,

    Allah tidak tahu mengantisipasi hal-hal apa yang bakal terjadi terhadap Allakitab,

    Yah…….. begitulah Allah sepertinya masih bodoh membuat kitab suci karena belum berpengalaman, Allah belum mampu membuat Alkitab yang tahan terhadap pemalsuan manusia.

    Setelah berpengalaman membuat dua kitab suci, dan merasa sudah mampu membuat kitab suci yang tahan terhadap pemalsuan manusia, maka terakhir kalinya, Allah membuat kitab suci yang tahan terhadadap pemalsuan manusia yang diberi nama quran.

    Dasarnya apa mengatakan karena manusia telah sesat merubah ayat-ayat Allah yang disampaikan kepada para utusan, dikatakan lebih unggul dari Allah..?? Anda bisa saja merusak hasil masakan istri anda, mencampur-aduk bumbu sehingga rasanya nggak karuan, apa dikatakan anda lebih unggul dari istri anda dalam hal memasak..??

    Siapa bilang semua pengrusakan tersebut tidak diketahui Allah..??, logikanya kalau Allah tidak tahu mana mungkin diturunkan kitab sesudahnya untuk meluruskan kembali ajaran Allah yang sudah diacak-acak Yahudi dan Kristen tersebut..??

    Soal apakah Allah mau melindungi atau tidak ajaran yang disampaikan kepada para utusan itu menjadi urusan Allah, Dia menentukan mana yang akan dilindungi-Nya dan mana yang akan dibiarkan-Nya, soal apa alasannya, tanya saja sendiri..

    AbuBMR berkata :
    Dalam bahasa apapun, nama tidak diterjemahkan.

    Jawab saya :
    Itulah salah satu perbedaan Alkitab dari sekian banyak perbedeaan

    Buku Harry Potter diterjemahkan kedalam puluhan bahasa, dan nama-nama orang disana tidak ikut diterjemahkan. Alkitab lebih amburadul dari buku Harry Potter dan anda bangga dengan alkitab anda…

    Kalau ayat ini ditujukan kepada saya, berarti penulis ayat ini adalah bodoh, karena dia tidak tahu bahwa Saya bukan berasal dari jalan yang benar ( islam ), bagaimana mungkin saya bisa kembali ke islam jalan yang benar itu ? atau mungkin ayat ini salah terjemahan ?

    Anda dijadikan contoh bagaimana orang yang tersesat dan tidak mau kembali kejalan yang benar, untuk dijadikan pelajaran agar si pembaca lain jangan mengikuti kelakuan seperti anda, akibatnya merugikan diri sendiri. Itu tujuan ayat tersebut disampaikan..

    Terima kasih atas usaha anda
    Tetapi Saya masih ingin bertanya kepada anda :
    Siapakah yang menenggelamkan saya kedalam lumpur itu ?

    Tuhan yang menenggelamkan anda ke dalam lumpur, karena anda memilih untuk mengikuti ajaran syaitan untuk menyembah berhala.

    Ternyata saya lihat dilapangan, banyak aliran-aliran islam yang tidak dapat bersatu, mungkin ini juga salah satu beda pandang

    Tentu saja banyak kejadian seperti itu, kalau anda sempat melihat siaran langsung shalat di masjidil Haram dari TV Saudi, anda akan melihat orang-orang berbeda pandang tersebut melakukan shalat berjamaah bersama-sama menyembah TUhan yang satu, yang namanya Allah. Disini anda baca sdr. hanifa mencaci-maki syiah, nanti di Masjidil Haram bisa jadi dia shalat bersebelahan dengan orang syiah, melakukan gerakan bersama-sama mengikuti 1 imam shalat.

    Anda bisa nggak ikut kebaktian di gereja Katolik..?? atau gereja Anglikan..??

    • July 15, 2011 at 2:07 pm | #212

      @Buduk AbuMABOK
      Disini anda baca sdr. hanifa mencaci-maki syiah, nanti di Masjidil Haram bisa jadi dia shalat bersebelahan dengan orang syiah, melakukan gerakan bersama-sama mengikuti 1 imam shalat.
      ___________________
      Hua.ha.ha… maksud sampean MUKENA warna hitam = Syi’ah ?!.. hihihi… itu mah baju euy, kalau BER IBADAH HAJI SEMUA ISLAM…

      Wahhh sejak kapan neeh, pakaian IHRAM berwarna warni ?! :(

      (makanyah FAHAM SYI’AH nekat, tidak sesuai sunah Rasulullah dan para Khalifah, … hehehe.. banyak ABG SYI”AH pakai warna hitam “Pret’s ahhh “ )

      • July 15, 2011 at 2:19 pm | #213

        Koq larinya ke soal mukena..?? koq yang shalat dimasjidil Haram dibilang semuanya lagi beribadah haji..??

      • July 15, 2011 at 2:46 pm | #214

        @Abu BudukMR
        Lho sebwetulnyah agama sampean apaan sehhh ?!
        Subtansinya jika sampean seorang Ustadz, Kyai, Haji, Guru, Penceramah atau piawai dalah aqidah ad diin islam maka diblog ini dibaca oleh berbagai AGAMA lho !!!.

        Ingat Pak Kyai, H, Dr. AbuBMR Pret’s :
        Sesungguhnya Kami telah menguji mereka (musyrikin Mekah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil) nya di pagi hari (QS 68:17)

        dan mereka tidak mengucapkan: “Insyaa Allah“, (QS 68:18)

        kecuali (dengan menyebut): “Insya-Allah“. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini”. (QS 18:24)

        Ola la li… maksudnyah sampean mau ngokosin yah… ?! :D

        Ditunggu lho !!! mantab’s tenan

      • July 15, 2011 at 3:10 pm | #215

        Wah makin konslet kelihatannya, tadinya saya bicara soal shalat di masjidil Haram, mr, hanifa si pembenci syi’ah bakalan berdampingan dengan syiah kalau lagi shalat disono, lalu malah ribut soal mukena dan ibadah haji, sekang ribut lagi soal kata Insya Allah..

        Ora mudhenk aku…

      • July 16, 2011 at 7:25 am | #216

        @Abu BauMusyrikRupanya
        Syiapa neeh yang korselteng… hehehe…
        Menurut sampean,
        agama : ad dien.. .. hehehe. udien kali !
        adzan : Awllo auaua hu … hehehe… tarzan kali !‘alll .. Ngarti alif lam syamsyiah dan qamariah tidak ?! :(

        insha, ‘asha…. hahaha, sampean bisa IQRO nggak ?!

        (makanyah jangan kebanyakan ngaing-”ain” … )

  107. asfa
    July 15, 2011 at 1:45 pm | #217

    @Ustadz Abu BMR

    dahyat banget komennya mantaapppp,kita tunggu,semoga si heber tidak mengeluarkan jurus andalannya……………………

  108. July 15, 2011 at 7:21 pm | #219

    AbuBMR berkata :
    Anda belum menemukan artinya juga???

    Mat. 10:34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.

    Apakah anda tahu Yesus selalu berbicara dengan perumpamaan????
    maknya saya minta anda untuk menjelaskan, bagaimana caranya bisa menafsirkan perumpamaan ‘datang BUKAN untuk membawa damai’ bisa dimaksudkan ‘datang membawa damai’

    Jawab saya :
    Silahkan baca ayat-ayat berikut
    Efesus 6:10-17 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.

    11. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;

    12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

    13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.

    Ikat pinggang melambangkan kebenaran dan
    Baju jirah melambangkan keadilan
    14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,

    Perisai melambangkan iman
    16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,

    Pedang melambangkan firman Allah
    17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,

    Jadi firman Allah bagaikan pedang bermata dua yang bisa memisahkan anak dari ayah yang berbeda keyakinan, memisahkan suami istri yang bebeda keyakinan.

    AbuBMR berkata :
    Apanya yang redaksi terjemahan, Protestan membuang 6 kitab yang ada dalam alkitab Katolik

    Jawab saya :
    Bagi kami Pedoman kebenaran bukan Katholik.

    AbuBMR berkata :
    anda bilang cuma redaksi terjemahan. Ayat 1 Joh 5:7-9 tidak ada pada manuskrip tua, tapi dijadikan ayat alkitab, lalu dibuang lagi karena mengaku memang tidak ada pada sumbernya, karena diprotes orang, dimasukkan lagi menjadi firman Tuhan dalam alkitab.

    Jawab saya :
    Apakah anda pernah melihat dan medmbaca Alkitab asli ?
    Apakah anda bisa membaca dan memahaminya ?

    AbuBMR berkata :
    Saya tidak memaksakan pendapat, kalau nama anda Poltak Sitompul, apa anda nengok kalau dipanggil Bambang sama orang Jawa..??

    Buku Harry Potter diterjemahkan kedalam puluhan bahasa, dan nama-nama orang disana tidak ikut diterjemahkan

    Jawab saya :
    Mungkin karena quran anda mengajarkan kepada anda bahwa Allah sama dengan manusia, maka anda wajar dan pantas berkata begitu.

    Tetapi karena Alkitab kami mengatakan bahwa tidak ada yang sama dengan Allah

    Maka Janganlah anda menyamakan Allah dengan manusia kepada saya.

    Lagi juga Alkitab tidak berpedoman kepada Harry Potter kan ?

    AbuBMR berkata :
    Soal apakah Allah mau melindungi atau tidak ajaran yang disampaikan kepada para utusan itu menjadi urusan Allah, Dia menentukan mana yang akan dilindungi-Nya dan mana yang akan dibiarkan-Nya, soal apa alasannya, tanya saja sendiri..

    Jawab saya :
    Ok…deh kalau begitu, dan inilah salah satu perbedaan ajaran Alkitab dengan Quran.

    Alkitab berkata bahwa ketetapan Allah itu tetap tanpa perubahan, kalau tidak tetap, berarti ketetapan Allah itu bukan ketetapan lagi namanya, taurat Allah tidak hilang satu iotapun, apalagi dipalsukan, bagi Alkitab hal ini adalah hal yang tidak mungkin.
    Sedang quran mengajarkan bahwa firman Allah yang terdahulu bisa dipalsukan karena tidak dilindungi.
    Yang dilindungi hanya firmannya yang terakhir ya itu quran.

    Menurut pendapat saya, hal ini bisa saja diyakin oleh yang mau meyakininya.
    Cuma saya pribadi berkata dalam hati saya : rupanya Allah itu mau juga rupanya iseng melakukan pekerjaan yang sia-sia dan tidak bermakna ?

    AbuBMR berkata :
    Anda dijadikan contoh bagaimana orang yang tersesat dan tidak mau kembali kejalan yang benar,

    Jawab saya :
    Boleh-boleh saja saya dijadikan contoh, tetapi contoh yang benardong,

    Kalau dulunya saya Islam, tetapi setelah akahir-akahir ini tidak islam lagi, barulah ini namanya saya tersesat dan kemungkinan bisa kembali masuk islam.

    Bagai manana saya bisa disebut kembali masuk islam sedangkan asal usul saya tidak islam ?

    Tolong dipikirkan dengan benar, Bagaimana mungkin anda bisa disebut pulang dari Mesir kalau anda tidak pernah pergi keMesir ?

    AbuBMR berkata :
    Tuhan yang menenggelamkan anda ke dalam lumpur, karena anda memilih untuk mengikuti ajaran syaitan untuk menyembah berhala.

    Jawab saya :
    Ohhhh…………mungkin itu benar menurut quran dan menurut pendapat anda.
    Selanjutnya saya ingin bertanya kembali.

    Tadinya saya berada dimana sebelum saya ditenggelamkan oleh Allah kedalam lumpur ?

    AbuBMR berkata :
    anda akan melihat orang-orang berbeda pandang tersebut melakukan shalat berjamaah bersama-sama menyembah TUhan yang satu, yang namanya Allah. Disini anda baca sdr. hanifa mencaci-maki syiah, nanti di Masjidil Haram bisa jadi dia shalat bersebelahan dengan orang syiah, melakukan gerakan bersama-sama mengikuti 1 imam shalat.

    Jawab saya :
    Makanya saya heran kok bisa ya ?

    Kalau hanya sebatas caci maki sih, tidak jadi masalah, tetapi yang saya lihat dan saya dengar adalah :

    Syah mengucap Allahuakbar………..Bommmmmmmmmm, kaum Sunny mati bergelimpangan di masjidnya.

    Kemudian kaum Sunny membalas : Allahuakbar……Bommmmmmmmm, kamu syah mati bergelimpangan di masjidnya.

    Apakah yang demikian ini yang dikehendaki oleh Allah ?

    AbuBMR bertanya :
    Anda bisa nggak ikut kebaktian di gereja Katolik..?? atau gereja Anglikan..??

    Jawab saya :
    Kalau boleh anda jangan tinggal ditempat saja, cobalah sesekali keluar untuk melihat dan mengikuti perkembangan diluar anda, maka anda akan melihat banyak kaum Kristen mengadakan kebaktian bersama.

  109. July 15, 2011 at 9:08 pm | #220

    Jadi firman Allah bagaikan pedang bermata dua yang bisa memisahkan anak dari ayah yang berbeda keyakinan, memisahkan suami istri yang bebeda keyakinan.

    Betul, jadi rupanya anda setuju bahwa Yesus datang memang BUKAN untuk membawa damai..

    AbuBMR berkata :
    Apanya yang redaksi terjemahan, Protestan membuang 6 kitab yang ada dalam alkitab Katolik

    Jawab saya :
    Bagi kami Pedoman kebenaran bukan Katholik.

    Jawabannya nggak nyambung, sepanjang anda berpedoman kepada alkitab, itu adalah firman Tuhan yang sudah rusak karena direvisi, bukan karena perbedaan redaksi terjemahan.

    Apakah anda pernah melihat dan medmbaca Alkitab asli ?
    Apakah anda bisa membaca dan memahaminya ?

    Tidak ada alkitab asli, semuanya berasal dari manuskrip tua yang juga tidak asli. Coba anda tunjukkan mana alkitab yang asli menurut anda..

    Mungkin karena quran anda mengajarkan kepada anda bahwa Allah sama dengan manusia, maka anda wajar dan pantas berkata begitu.

    Tetapi karena Alkitab kami mengatakan bahwa tidak ada yang sama dengan Allah

    Maka Janganlah anda menyamakan Allah dengan manusia kepada saya.

    Lagi juga Alkitab tidak berpedoman kepada Harry Potter kan ?

    Seharusnya Tuhan lebih bisa di indentifikasikan namanya melebihi manusia, ini malah lebih kacau.Manusia saja punya nama yang bisa dipanggil dimanapun dan oleh siapapun. Tuhan dalam alkitab memperkenalkan diri dengan nama yang membingungkan sehingga memunculkan sengketa. Betul, alkitab lebih kacau dari buku Harry Potter.

    Ok…deh kalau begitu, dan inilah salah satu perbedaan ajaran Alkitab dengan Quran.

    Alkitab berkata bahwa ketetapan Allah itu tetap tanpa perubahan, kalau tidak tetap, berarti ketetapan Allah itu bukan ketetapan lagi namanya, taurat Allah tidak hilang satu iotapun, apalagi dipalsukan, bagi Alkitab hal ini adalah hal yang tidak mungkin.
    Sedang quran mengajarkan bahwa firman Allah yang terdahulu bisa dipalsukan karena tidak dilindungi.
    Yang dilindungi hanya firmannya yang terakhir ya itu quran.

    Menurut pendapat saya, hal ini bisa saja diyakin oleh yang mau meyakininya.
    Cuma saya pribadi berkata dalam hati saya : rupanya Allah itu mau juga rupanya iseng melakukan pekerjaan yang sia-sia dan tidak bermakna ?

    Itu menurut anda, menurut saya dengan demikian Allah malah membuka kesempatan bagi orang untuk beramal baik menyampaikan ajaran yang sebenarnya kepada pihak yang sudah disesatkan oleh firman Tuhan yang sudah dirusak oleh manusia. Jadi apa yang telah ditetapkan Tuhan tidak sia-sia dan tidak bermakna.

    Boleh-boleh saja saya dijadikan contoh, tetapi contoh yang benardong,

    Kalau dulunya saya Islam, tetapi setelah akahir-akahir ini tidak islam lagi, barulah ini namanya saya tersesat dan kemungkinan bisa kembali masuk islam.

    Bagai manana saya bisa disebut kembali masuk islam sedangkan asal usul saya tidak islam ?

    Tolong dipikirkan dengan benar, Bagaimana mungkin anda bisa disebut pulang dari Mesir kalau anda tidak pernah pergi keMesir ?

    Ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (QS al-A‘raf [7]: 172).

    Allah Swt. juga berfirman di dalam hadis qudsi:

    Sesungguhnya aku telah menciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan hanif (lurus) semuanya dan sesungguhnya mereka didatangi setan, lalu setan itu membelokkan mereka dari agama mereka. (HR Muslim).

    Rasulullah saw. juga bersabda:

    Tidak ada seorang anak kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kemudian kedua orangtuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. (HR al-Bukhari).

    Manusia diciptakan Allah dengan fitrahnya menuhankan Allah, satu-satunya Tuhan yang pantas disembah. Anda terlahir sebagai hamba Allah yang suci, maka lingkungan andalah yang menjerumuskan anda ke dalam lumpur kesesatan. Demikianlah semua asal-usul manusia, jadi tidak benar asal-usul anda tidak Islam alias kafir, mana mungkin Allah menciptakan seorang manusia sudah durhaka dari sononya..??

    Ohhhh…………mungkin itu benar menurut quran dan menurut pendapat anda.
    Selanjutnya saya ingin bertanya kembali.

    Tadinya saya berada dimana sebelum saya ditenggelamkan oleh Allah kedalam lumpur ?

    Sebagian sudah dijawab diatas, tadinya anda terlahir sesuai fitrah sebagai seorang hamba yang memiliki naluri yang hanya menuhankan Allah. Selama masih belum berakal/baligh, belum bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, anda tidak mendapat hukuman dari Allah. Ketika sudah mampu membedakan, lalu anda sudah diberitahu Al-Qur’an yang menyatakan apa yang selama ini anda yakini adalah kesesatan, tapi anda menolak dan ingkar, maka anda sudah memilih sendiri untuk mengikuti ajaran syaitan. Atas pilihan anda tersebutlah makanya Tuhan menetapkan anda untuk berada di lumpur kesesatan tersebut.

    Makanya saya heran kok bisa ya ?

    Kalau hanya sebatas caci maki sih, tidak jadi masalah, tetapi yang saya lihat dan saya dengar adalah :

    Syah mengucap Allahuakbar………..Bommmmmmmmmm, kaum Sunny mati bergelimpangan di masjidnya.

    Kemudian kaum Sunny membalas : Allahuakbar……Bommmmmmmmm, kamu syah mati bergelimpangan di masjidnya.

    Apakah yang demikian ini yang dikehendaki oleh Allah ?

    Mana ada Allah berkehendak demikian, kalau ada kelakuan pemeluk Islam seperti itu, karena perbuatan mereka sendiri, karena bukan itu yang diajarkan oleh Islam.

    Kalau boleh anda jangan tinggal ditempat saja, cobalah sesekali keluar untuk melihat dan mengikuti perkembangan diluar anda, maka anda akan melihat banyak kaum Kristen mengadakan kebaktian bersama.

    Ini siapa yang ngomong :

    ======Bagi kami Pedoman kebenaran bukan Katholik.======

    Tidak perlu untuk datang ketempat anda, anda sudah mengaku sendiri..

  110. Ifad
    July 15, 2011 at 9:14 pm | #221

    Wuih.. pak hiber kafirun dengan pikiran mendalam mengatakan Allah melakukan pekerjaan sia-sia.
    Kitab PL-nya dikatakan sempurna tapi tidak diamalkan, cuma dijadikan lampiran al-buku al-kitab.
    Korban bakaran kambing dan baptis dengan air kurang manjur. Itu semua pekerjaan sia-sia mangkanya disempurnakan dengan pengorbanan manusia, …eh salah pengorbanan tuhan… atau tuan.. au ah gelap..
    Buat apa dosa manusia digadaikan kepada seluruh umat manusia, menunda-nunda ribuan tahun buat ditebus….
    Kenapa Al-Quran diturunkan kepada manusia ? karena ..eh karena.. :
    - Taurat yang asli ditulisnya di batu, batunya dimana sekarang ?
    - Injil yang asli perkataan nabi Isa Alaihi Salam, sampai sekarang tidak pernah ditemukan, yang diamalkan malah dongeng fiksi tidak ilmiahnya Paul. Dimana content-injil yang aslinya, seperti apa bentuknya ?

    Bukan Allah yang merevisi kitab suci, tapi manusia-lah yang merubah-rubah :

    (QS 35:40) “Katakanlah:Jika aku sesat maka sesungguhnya aku sesat atas kemudaratan diriku sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat”.

  111. miguel servetus
    July 15, 2011 at 9:41 pm | #222

    @ABU AMR:

    topik itu sudah menjadi bahan tukar pikiranku dengan heber di:

    http://answering.wordpress.com/2011/02/11/menjawab-hujatan-ayat-ayat-perang-di-al-qur%E2%80%99an/#comment-27444

    ya,kalau bersedia,baca aja sampe selesai buat perbandingan.. :grin:

    • July 16, 2011 at 4:05 am | #223

      Saya sudah baca jalan diskusinya, kelihatannya akan terjadi ‘siaran ulangan’. yang penting memang sudah ada pengakuan bahwa Yesus datang BUKAN untuk membawa damai, jadi mau dibolak-balik model apapun, apa yang disampaikan Yesus tersebut tidak akan bisa diartinya menjadi ‘datang membawa damai’.

  112. miguel servetus
  113. July 16, 2011 at 5:44 am | #225

    Apa kata buku-buku Kristen tentang agama Kristen ?

    1). Agama Kristen bukan ajaran atau cara hidup tertentu, tetapi kepercayaan. Dalam buku “Materi Pokok Agama Katolik” karangan Dra. Damascena Ari Suharso CB (Karunika Jakarta 1985) hal 42 menyebut kan bahwa:

    - Nama Kristen tidak berasal dari Kristen sendiri, melainkan diberikan dari orang luar yaitu penguasa Romawi pada waktu itu.

    - Nama Kristen dipakai untuk mengejek orang-orang yang dipandang sebagai seorang budak yang sangat tidak terhormat.

    - Kristen sebagai penganut ajaran Kristus yang dipandang sebagai agama rahasia atau agama gaib dan kalau dibedakan dengan agama Yahudi sebagai agama resmi waktu itu Kristen dianggap sebagai agama liar karena tidak mendapat perlindungan dari negara.

    - Kristen mengandung arti politik sebagai gerakan mesias. Dalam Kisah rasul 24:5 orang Kristen disebut penganut sekte Nasrani.

    - Kristen bukan agama dalam arti ajaran atau cara hidup tertentu, melainkan sebagai ungkapan dari percaya akan Yesus Kristus. Maka lebih baik dari pada kata “agama” diganti dengan kata “gereja”, yang berarti kumpulan orang-orang yang percaya. (hal 47).

    2). Agama Kristen yang sesungguhnya tidak berpusat pada hukum dan peraturan.

    Didalam buku Introduksi Perjanjian Baru karangan Pdt. Ola tulluan Ph. D, Dept. Literatur YPPII Malang, hal 73 mengatakan : “Agama Kristen yang sesungguhnya tidak berpusat pada hukum dan peraturan.”.

    3).Agama Kristen tidak terikat dengan aturan dan hukum manapun.

    Didalam buku Berbagai Aliran didalam Gereja karangan Pendeta Dr. Jan. Aritonang penerbit BPK tahun 2003 hal 31 mengatakan : “Seorang Kristen pada hakekatnya bebas dari hukum atau Taurat manapun, dan tidak terikat pada peraturan yang dikeluarkan oleh siapapun, biar Paus sekalipun, sebab ia sudah memiliki kebenaran Kristus dan tidak lagi mem butuhkan perbuatan-perbuatan amal”.

    4. Agama Kristen bukan ajaran Yesus

    Didalam buku Panggilan Kristen karangan DR. C. Groenen Ofm, Penerbit Kanisius, hal 12 mengatakan: “Jadi yang diajarkan ( dalam agama Kristen ) bukanlah ajaran Yesus, bukan karyanya dahulu, bukan sengsaranya, melainkan kedudukannya sekarang Yesus dari Nazaret yang dibunuh itu kini menjabat Kristus dan Kirios”. “Agama Kristen bukannya agama Kitab, melainkan agama yang berpusatkan diri Yesus Kristus sebagai Penyelamat manusia yang tetap berkarya “.

    Catatan :
    Kalau demikian Agama Kristen tidak bisa dikatagorikan “agama atau DIEN ” karena tidak berpusat pada peraturan dan hukum, tetapi hanyalah sebuah kepercayaan (baca istilah agama).

    • July 16, 2011 at 6:08 am | #226

      Dari sumber Kristen sendiri ada indikasi bahwa yang disebut pemeluk Kristen seperti pengikut ‘aliran kebathinan’, sudah tidak jelas lagi dasar ajarannya, kalaupun ada alkitab tidak lagi dianggap sebagai pedoman/petunjuk untuk mengenal Tuhan. Bagi seorang Kristen : menjadikan Yesus sebagai Tuhan, lalu menyerahkan diri untuk dirasuki roh kudus, setelah itu apapun tindakan yang dilakukan diyakini sudah merupakan sesuatu yang benar karena merasa tidak mungkin orang yang sudah dalam bimbingan ruh kudus bisa melakukan dosa. Ini contoh keyakinan orang yang merasa dirinya sedang dibimbing ruh kudus :

      One of the delegates, Nabil Shaath, who was Palestinian foreign minister at the time, said: “President Bush said to all of us: ‘I am driven with a mission from God’. God would tell me, ‘George go and fight these terrorists in Afghanistan’. And I did. And then God would tell me ‘George, go and end the tyranny in Iraq’. And I did.”

      Mr Bush went on: “And now, again, I feel God’s words coming to me, ‘Go get the Palestinians their state and get the Israelis their security, and get peace in the Middle East’. And, by God, I’m gonna do it.”

      http://www.guardian.co.uk/world/2005/oct/07/iraq.usa
      http://www.guardian.co.uk/world/2005/oct/07/usa.georgebush

      Ini hasil buah-tangan Kristen yang menganggap dirinya dalam bimbingan ruh kudus :

      http://suaramedia.com/berita-dunia/timur-tengah/27112-penulis-as-bocorkan-tujuan-pembantaian-warga-afghanistan.html
      http://www.morzing.com/konten/1112/foto-foto-pembantaian-warga-sipil-oleh-tentara-amerika-serikat-usa-.html

      Dengan ‘prestasi’ tersebut, George Bush sukses untuk terpilih 2 kali sebagai presiden AS dengan dukungan kuat dari kaum Kristen Evangelis dan umat Kristen terutama diwilayah yang disebut dengan ‘bible belt’ di AS..

      Benar apa kata Yesus : Mat. 10:34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.

  114. July 16, 2011 at 6:02 am | #227

    AbuBMR berkata :
    Jawabannya nggak nyambung, sepanjang anda berpedoman kepada alkitab, itu adalah firman Tuhan yang sudah rusak karena direvisi, bukan karena perbedaan redaksi terjemahan.

    Jawab saya :
    Saudaraku Abu.
    Perlu anda ketahui bahwa pagar moral manusia adalah Firman Allah yaitu Hukum Allah yang lazim disebut sepuluh perintah Allah.

    Inilah yang tidak pernah berubah dan tidak pernah hilang, dan tidak akan berubah dan tidak akan pernah hilang hingga sampai zaman kekekalan.

    Semua tulisan yang ada dalam Alkitab dan yang mengelilingi Firman Allah itu adalah merupakan :

    1. Penjelasan tentang pelaksaaan Firman Allah ini………tentu cara penyampaian penjelasan, bisa berubah dan hilang.

    2. Contoh Kisah-kisah pelanggaran terhadap Firman Allah ini dan akibatnya………..tentu cara penyampain kisah bisa berubah-ubah dan hilang, tegantung siapa yang menyampaikan.

    3. Contoh-contoh kisah-kisah yang patuh terhadap Firman Allah ini………tentu contoh kisah inipun bisa berubah dan hilang, tergantungn siapa yang menyampaikannya.

    4. Sejarah perjalanan umat Allah…………tentu penulisan sejarah inipun bisa berbeda-beda, tergantung siapa penulisnya.

    5. dll.

    Artinya, bila ada hal-hal yang anda anggab berubah atau hilang, itu tidak akan berpengaruh terhadap ke sepuluh Firman Allah itu.

    Misalnya :
    Dari sekian Fatsal Alkitab, hilang beberapa fatsal, tidak akan berpengaruh terhadap ke10 Firman Allah, karena yang hilang itu hanya penjelasannya, atau kisah, atau mungkin silsilah saja.

    Yang sangat fatal ialah : jika salah satu dari sepuluh Firman Allah itu berubah atau hilang, barulah saya mau meninggalkan Alkitab, karena inilah sesungguhnya Ketetapan Allah yang tetap itu, bukan tulisan-tulisan atau ayat-ayat yang mengelilingi sepuluh Firman Allah itu.

    Yang anda dan seluruh umat islam yang ada didunia ini permasalahkan adalah hanya ayat-ayat yang mengelilingi sepuluh firman Allah itu saja.

    Untuk apa itu dipermasalahkan ? itu bukanlah penentu benar tidaknya ke sepuluh Firman Allah itu.

    AbuBMR berkata :
    Betul, jadi rupanya anda setuju bahwa Yesus datang memang BUKAN untuk membawa damai..

    Jawab saya :
    Ia………..tetapi lihat konteksnya dong.

    AbuBMR berkata :
    Tidak ada alkitab asli, semuanya berasal dari manuskrip tua yang juga tidak asli.

    Jawab saya :
    Terserah, Alkitab itu asli atau tidak asli, tetapi ajarannya tetap asli yang terrangkum dalam sepuluh Firman Allah.

    Artinya :
    Semua tulisan atau seluruh ayat-ayat yang mengeliling sepuluh Firfman Allah itu bisa saja terbuang atau hilang sama sekali, tetapi Firman Allah yang sepuluh itu tetap eksis kekal untuk selama lamanya.

    Ingat………….! Syaitan bisa saja memalsukan Alkitab, tetapi Syaitan tidak akan mampu memalsukan apalagi untuk menghilangkan kesepuluh Firman Allah walau sedikitpun.

    Buktinya : Di zaman Adam, Syaitan memalsukan Firman Allah, maka Adam dan Hawa tertipu yang akibatnya kedua manusia itu jatuh kedalam dosa.

    AbuBMR berkata :
    Manusia saja punya nama yang bisa dipanggil dimanapun dan oleh siapapun.

    Jawab saya :
    Jangan merengek-rengak menuntut supaya Allah sama dengan manusia.
    Jelas Alkitab mengatakan bahwa Allah tidak sama dengan manusia.
    Jadi nama Allah itu bukan untuk dipanggil dengan sembarangan.

    AbuBMR berkata :
    Tuhan dalam alkitab memperkenalkan diri dengan nama yang membingungkan sehingga memunculkan sengketa.

    Jawab saya :
    Yang bingung dan bersengketa itu hanya anda dan umat islam ajaran Muhammad, karena islam ajaran Muhammad sangat mengkulturkan Arab, termasuk orang yang menggunakan otaknya sendiri.

    Buktinya saya sendiri orang bodoh begini tidak bingung dan tidak mempermasalahkan nama Illah itu,

    Tahukah anda bahwa nama “Allah” bukanlah Islam ajaran Muhammad yang pertama sekali yang mengatakan bahwa nama Illah pencipta langit dan bumi ini adalah Allah.

    Karena jauh sebelum islam ajaran Muhammad ada, orang-orang kafir di arab sana, sudah menyebut terlebih dahulu bahwa nama Illah pencipta langit dan bumi ini adalah Allah.

    Kalau anda tidak percaya, coba anda tanya sendiri Quran anda.

    AbuBMR berkata :
    Tidak ada seorang anak kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kemudian kedua orangtuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. (HR al-Bukhari).

    Komentar saya:
    Saya pikir HR al-Bukhari ini juga sangat membenci Yahudi, Nasrani, dan Majusi, sama dengan quran tidak pernah menuding cina, india atau jepang dll. yang jelas-jelas tidak pernah mengenal Illah Muhammad yang bernama Allah itu.

    Oklah kalau begitu, quran dan hadist mengatakan bahwa Manusia diciptakan Allah dengan fitrahnya menuhankan Allah, satu-satunya Tuhan yang pantas disembah. Saya ( heber) terlahir sebagai hamba Allah yang suci, maka lingkungan sayalah yang menjerumuskan saya ke dalam lumpur kesesatan. Demikianlah semua asal-usul manusia,

    Berarti termasuk Adam dan anda kan ?

    Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar besarnya, atas pemkikiran saya yang mungkin sangat salah ini :

    Rupanya Allah itu adalah Allah yang sangat bodoh, masakan manusia seperti Adam, anda dan saya sebagai manusia yang diciptakan dengan fitrahnya menuhankan Allah, satu-satunya Tuhan yang pantas disembah ditempatkan pada lingkungan yang dapat menjerumuskan Adam, anda dan saya ?

    Coba saya ditempatkan pada lingkungan yang aman, maka tidak akan terjadi seperti ini, dan sayapun tidak akan jadi kafir kan ?
    .
    Saya baru sadar, rupanya tadinya saya adalah islam, tetapi oleh karena kebodohan Allah, yang menempatkan saya pada lingkungan yang dapat menjerumuskan saya, maka saya jadi kafir.

    Dengan adanya ajaran quran dan hadis yang saya terima seperti ini, malah membuat saya jadi benci kepada Allah

  115. July 16, 2011 at 6:57 am | #228

    Artinya, bila ada hal-hal yang anda anggab berubah atau hilang, itu tidak akan berpengaruh terhadap ke sepuluh Firman Allah itu.

    Misalnya :
    Dari sekian Fatsal Alkitab, hilang beberapa fatsal, tidak akan berpengaruh terhadap ke10 Firman Allah, karena yang hilang itu hanya penjelasannya, atau kisah, atau mungkin silsilah saja.

    Yang sangat fatal ialah : jika salah satu dari sepuluh Firman Allah itu berubah atau hilang, barulah saya mau meninggalkan Alkitab, karena inilah sesungguhnya Ketetapan Allah yang tetap itu, bukan tulisan-tulisan atau ayat-ayat yang mengelilingi sepuluh Firman Allah itu.

    Yang anda dan seluruh umat islam yang ada didunia ini permasalahkan adalah hanya ayat-ayat yang mengelilingi sepuluh firman Allah itu saja.

    Untuk apa itu dipermasalahkan ? itu bukanlah penentu benar tidaknya ke sepuluh Firman Allah itu.

    Jadi anda mengakui bahwa alkitab yang anda pegang tersebut memang sudah banyak yang berubah, ditambah, dikurangi, dll..?? Kalau anda memang berpegang kepada 10 Firman Tuhan, maka anda seharusnya sudah meninggalkan ajaran yang menuhankan Yesus, karena dalam 10 perintah tersebut ada tercatat dalam alkitab dan dikonfirmasikan oleh Al-Qur’an :

    1. Tiada Tuhan selain Allah : Qs. Al-hasyr 23. Dialah Allah Yang Tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

    2. Jangan menyembah berhala : Qs.Al-Baqarah 22. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah[30], padahal kamu mengetahui.[30]. Ialah segala sesuatu yang disembah di samping menyembah Allah seperti berhala-berhala, dewa-dewa, dan sebagainya.

    3. Mempersekutukan Tuhan (syirik) : Qs. An-nisaa 116. Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.

    yang anda sebut dengan ‘ayat-ayat yang mengelilingi’ 10 Firman Tuhan tersebut adalah ayat yang membelokkan perintah tersebut sehingga kalau anda mengikutinya maka anda sudah tidak lagi dikatakan mengikuti 10 Firman Tuhan.

    AbuBMR berkata :
    Betul, jadi rupanya anda setuju bahwa Yesus datang memang BUKAN untuk membawa damai..

    Jawab saya :
    Ia………..tetapi lihat konteksnya dong.

    mau pakai konteks apa lagi..?? sudah jelas anda sendiri mengakui bahwa ‘Yesus BUKAN datang untuk membawa damai’, mau pakai konteks apapun tetap saja tidak akan bisa dimaknai menjadi ‘Yesus datang membawa damai’.

    AbuBMR berkata :
    Tidak ada alkitab asli, semuanya berasal dari manuskrip tua yang juga tidak asli.

    Jawab saya :
    Terserah, Alkitab itu asli atau tidak asli, tetapi ajarannya tetap asli yang terrangkum dalam sepuluh Firman Allah.

    Artinya :
    Semua tulisan atau seluruh ayat-ayat yang mengeliling sepuluh Firfman Allah itu bisa saja terbuang atau hilang sama sekali, tetapi Firman Allah yang sepuluh itu tetap eksis kekal untuk selama lamanya.

    Ingat………….! Syaitan bisa saja memalsukan Alkitab, tetapi Syaitan tidak akan mampu memalsukan apalagi untuk menghilangkan kesepuluh Firman Allah walau sedikitpun.

    Buktinya : Di zaman Adam, Syaitan memalsukan Firman Allah, maka Adam dan Hawa tertipu yang akibatnya kedua manusia itu jatuh kedalam dosa.

    Kalau anda hanya berpedoman kepada 10 perintah Tuhan tersebut, dan tidak menggubris ayat yang mengelilinginya, artinya anda sudah jadi seorang Muslim. Masalahnya khan dalam menafsirkan 10 perintah Tuhan tersebut anda ‘diracuni’ oleh ayat yang mengelilinginya, sehingga memaknai perintah tersebut dengan terbalik-balik. Contohnya perintah pertama : Hanya menyembah Allah yang Esa, tapi gara-gara ayat yang mengelilinginya anda tidak lagi menyembah Allah, ada tambahannya menyembah yang lain selain Allah. Itu yang mau diluruskan oleh Al-Qur’an. Kalau mau mencari mana ‘ayat yang mengelilingi’ 10 perintah Tuhan tersebut, silahkan dibaca Al-Qur’an karena Al-Qur’an-lah yang merupakan ajaran yang sejalan dengan 10 perintah Tuhan.

    http://rhmsangpemburu.blogspot.com/2010/11/10-hukum-taurat-dalam-al-quran.html

    ‘Ayat yang mengelilingi’ dalam alkitab justru membelokkan anda dari 10 perintah Tuhan, anda sudah mengakuinya memang itu merupakan kelakuan manusia yang telah merusak firman Allah tersebut.

    AbuBMR berkata :
    Manusia saja punya nama yang bisa dipanggil dimanapun dan oleh siapapun.

    Jawab saya :
    Jangan merengek-rengak menuntut supaya Allah sama dengan manusia.
    Jelas Alkitab mengatakan bahwa Allah tidak sama dengan manusia.
    Jadi nama Allah itu bukan untuk dipanggil dengan sembarangan.

    Saya tidak merengek-rengek, hanya menunjukkan fakta bahwa nama Tuhan dalam alkitab memunculkan sengketa. Saya juga tidak mempermasalahkan soal memanggil nama Tuhan yang tidak boleh sembarangan tapi soal apa nama Tuhan tersebut yang tidak jelas. Nama adalah sesuatu yang mengidentifikasikan yang dinamai, maka nama yang tidak jelas menunjukkan identifikasi Tuhan yang tidak jelas juga.

    AbuBMR berkata :
    Tuhan dalam alkitab memperkenalkan diri dengan nama yang membingungkan sehingga memunculkan sengketa.

    Jawab saya :
    Yang bingung dan bersengketa itu hanya anda dan umat islam ajaran Muhammad, karena islam ajaran Muhammad sangat mengkulturkan Arab, termasuk orang yang menggunakan otaknya sendiri.

    Buktinya saya sendiri orang bodoh begini tidak bingung dan tidak mempermasalahkan nama Illah itu,

    Tahukah anda bahwa nama “Allah” bukanlah Islam ajaran Muhammad yang pertama sekali yang mengatakan bahwa nama Illah pencipta langit dan bumi ini adalah Allah.

    Karena jauh sebelum islam ajaran Muhammad ada, orang-orang kafir di arab sana, sudah menyebut terlebih dahulu bahwa nama Illah pencipta langit dan bumi ini adalah Allah.

    Kalau anda tidak percaya, coba anda tanya sendiri Quran anda.

    Anda mau ngibul menyatakan Kristen tidak bersengketa tentang nama Tuhan mereka..?? informasi persengketaan tersebut gampang ditemui di internet :

    http://gkistr-kompa.tripod.com/id16.html
    http://albertrumampuk.blogspot.com/2011/02/haruskah-nama-yahweh-digunakan-sebuah_25.html
    http://messianic-indonesia.com/artikel/KEBENARAN_ELOHIM_ATAU_KEBENARAN_DIRI_SENDIRI.pdf

    Tidak ada persengketaan soal nama ‘Allah’ dalam Islam, anda silahkan tanya Islam aliran manapun, mereka pasti akan menyatakan nama Tuhan adalah Allah.

    Fakta bahwa sebelum Islam orang-orang sudah mengenal nama Allah tersebut justru membuktikan bahwa nama Tuhan memang sudah diperkenalkan sebelum Islam. Namun eksistensi Allah tersebut sudah bergeser dan sudah disesatkan sehingga tidak lagi merupakan Tuhan yang Esa. Kaum kafir Makkah juga mengakui bahwa Tuhan Yang Menciptakan adalah Allah, namun mereka membuat berhala yang dianggap merupakan anak-anak Allah, lalu menyembah melalui perantaraan berhala tersebut. Persis dengan kelakuan Kristen yang menyembah Yesus, bedanya hanya kalau berhala kaum kafir Mekkah terbuat dari batu atau roti, maka Yesus merupakan manusia yang dijadikan berhala untuk disembah.

    Saya pikir HR al-Bukhari ini juga sangat membenci Yahudi, Nasrani, dan Majusi, sama dengan quran tidak pernah menuding cina, india atau jepang dll. yang jelas-jelas tidak pernah mengenal Illah Muhammad yang bernama Allah itu.

    Oklah kalau begitu, quran dan hadist mengatakan bahwa Manusia diciptakan Allah dengan fitrahnya menuhankan Allah, satu-satunya Tuhan yang pantas disembah. Saya ( heber) terlahir sebagai hamba Allah yang suci, maka lingkungan sayalah yang menjerumuskan saya ke dalam lumpur kesesatan. Demikianlah semua asal-usul manusia,

    Berarti termasuk Adam dan anda kan ?

    Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar besarnya, atas pemkikiran saya yang mungkin sangat salah ini :

    Rupanya Allah itu adalah Allah yang sangat bodoh, masakan manusia seperti Adam, anda dan saya sebagai manusia yang diciptakan dengan fitrahnya menuhankan Allah, satu-satunya Tuhan yang pantas disembah ditempatkan pada lingkungan yang dapat menjerumuskan Adam, anda dan saya ?

    Coba saya ditempatkan pada lingkungan yang aman, maka tidak akan terjadi seperti ini, dan sayapun tidak akan jadi kafir kan ?

    Semuanya ditetapkan Allah untuk menguji manusia :

    [20:115] Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.

    [29:2] Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?

    [3:142] Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.

    Kehidupan di dunia merupakan fase dari manusia untuk menjalani ujian, untuk membuktikan diri apakah dia pantas kelak hidup bersama Allah di surga atau tidak. jadi mau selamat atau tidak tergantung kita, semuanya diberikan kebebasan untuk memilih jalan yang benar atau sesat. Bukan hanya anda, seorang Muslim-pun tetap harus menjalani ujian keimanannya sekalipun dia terlahir Muslim. Anda kelihatannya sudah menentukan pilihan untuk mengikuti jalan yang sesat, maka tidak ada hak anda untuk menyalahkan Tuhan. Lingkungan bisa anda lawan dan kendalikan karena banyak contohnya orang lain yang sanggup untuk keluar dari lumpur kesesatan, terlahir Kristen namun keinginan yang kuat untuk menemukan kebenaran membuat Tuhan mau menolong dia keluar dari kesesatan. Sebaliknya dari apa yang anda sampaikan disini terlihat sikap anda yang punya keinginan kuat untuk tetap dalam kesesatan. Lha..Tuhan khan tinggal ikut apa maunya anda, lalu bagaimana bisa anda menyalahkan Tuhan..??

    Saya baru sadar, rupanya tadinya saya adalah islam, tetapi oleh karena kebodohan Allah, yang menempatkan saya pada lingkungan yang dapat menjerumuskan saya, maka saya jadi kafir.

    Dengan adanya ajaran quran dan hadis yang saya terima seperti ini, malah membuat saya jadi benci kepada Allah

    Ini buktinya bagaimana anda punya keinginan kuat untuk tetap dalam kesesatan. Al-Qur’an dan hadist justru diturunkan untuk membuat anda bisa KEMBALI kepada fitrah anda sebagai seorang Muslim, KEMBALI menyembah Allah setelah sebelumnya menyembah berhala selain Allah yang tidak bisa melakukan apa-apa. itulah bukti kasih-sayang Allah buat anda. Allah menyayangi anda dan memberikan petunjuk melalui rasul-Nya, Muhammad SAW agar orang-orang seperti anda tidak terus-terusan dalam keadaan tertipu. Lalu anda mensikapinya dengan membenci Allah, kelakuan macam apa ini..?? Terang saja kemudian Allah malah membenamkan anda dalam lumpur kesesatan, anda sendiri yang maunya begitu :

  116. July 16, 2011 at 7:48 am | #229

    @All

    #AbuBMR
    July 15, 2011 at 2:42 pm | #184

    Emangnya dalam bahasa Arab kata benda dan kata sifat bukan digolongkan kepada kata benda/isim..??

    #حَنِيفًا
    July 16, 2011 at 7:41 am | #185

    @Budak Abu Bau Musyrik Rujad
    Emangnya dalam bahasa Arab kata benda dan kata sifat bukan digolongkan kepada kata benda/isim..??
    ______________
    :D :D hua.ha.ha… belajar ilmu bahasa dari mana neeh ?!

    SINGKAT KATA MENURUT SAMPEAN BAHASA ARAB TIDAK PUNYA KATA SIFAT ?! :roll:

    Nama : AbuBMR
    Agama : Muslim Tarzan.. :D :lol:

    Astaghfirullah al adzim…. pantasan beliau beragama (din) Tarzan Syi’ah lafadz adzan: awlla aoaoao hu ali baba … hehehe……

  117. agus
    July 16, 2011 at 8:16 am | #230

    @haniifa
    otak anda memang lagi konslet.
    fakta nya:

    1. langsung memvonis netter islam yang tidak sependapat dengan anda dengan label ISLAM SYIAH tanpa dasar yang jelas,sudah banyak korban.(id amor,muslim,maskulinman,ahzay,abu mbr,dll) maksud anda itu apa?
    2. postingan yang satu dengan yang lain kadang nggak nyambung,banyak netter muslim yang gak mudeng dengan postingan anda.(yang bodoh yang mana ya,haniifa,ato pembaca?)

    segeralah sadar wahai haniifa.anda sudah membikin kekacauan di blog ini……

    • July 16, 2011 at 8:50 am | #231

      @Budak Agak GUndul Sedikit
      Tolong jawab pertanyaan sayah, kalau sampean memang orang yang benar !!! :evil:
      Dari kedua ayat tersebut disimpulkan bahwa petunjuk-petunjuk Allah mulai dari manusia pertama, dijuluki oleh Allah dengan ‘al-Islam’. Yang merupakan ‘diin = agama’, dan adanya ketegasan bahwa dari dulunya apa yang diajarkan oleh Allah melalui para nabi dan rasul adalah sama, dalam konteks gambaran eksistensi Allah dan penyembahan kepada-Nya. Pemeluk agama Islam tersebut dinamakan ‘Muslim’ :P
      Perhatiken “KESIMPULAN” MUSLIM ID IOT:
      Pemeluk agama Islam dinamakan muslim !!!

      Kalau Mu’min pemeluk AGAMA APA ?!

    • July 16, 2011 at 9:06 am | #232

      @Buduk Agus
      sudah banyak korban.(id amor,muslim,maskulinman,ahzay,abu mbr,dll) maksud anda itu apa?
      ___________
      :D hehehe… @Id amor = muslim, @maskulinman = @Cools (ahzay)… bijimana neeh ?! :D

      (yang bodoh yang mana ya,haniifa,ato pembaca?)
      ___________
      Makanyah blog ini bikin GO BLOG… hehehe… Agus = Tarzan Syi’ah :D :D :D

    • July 16, 2011 at 9:19 am | #233

      bukannya mau membela ya, tapi saya pribadi malah lebih sulit memahami tulisan penganut paham sepilis

  118. agus
    July 16, 2011 at 9:14 am | #234

    Makanyah blog ini bikin GO BLOG… hehehe… Agus = Tarzan Syi’ah

    (Baru komen sekali,langsung dicap syiah…,heran deh…hahahaha)..sing waras ngalah….
    good bye.

    • July 16, 2011 at 9:20 am | #235

      :D hua.ha.ha… Tarzan syi’ah tidak sama dengan syi’ah tuh ?!

      Analogi:
      Telor Busyuk = Telor … hehehe… Tarzan = Teloyyy.. Syiah=BUSUK :D :D :D

  119. July 16, 2011 at 9:42 am | #236

    Siapa bilang bahasa Arab tidak memiliki kata sifat..?? yang saya tanya, apakah kata sifat dalam tata bahasa Arab tidak termasuk dalam isim/kata benda..??

    • July 16, 2011 at 10:27 am | #237

      Lho.. itukan menurut sampean sendiri : “kata benda dan kata sifat” digolongkan kata benda… aneh :D :lol:

      Kata benda yang digolongken kata benda, dan kata sifat digolongken juga kata sifat dunk

      Mosok KUCING dan ANJING digolongken KUCING :roll:(hua.ha.ha… apaan tuh ?!

      • July 16, 2011 at 10:30 am | #238

        Makanya saya minta konfirmasi karena anda kelihatannya menguasai kaedah bahasa Arab dengan baik, apakah kata sifat bukan digolongkan kepada isim/kata benda dalam tata bahasa Arab..??

      • July 16, 2011 at 10:37 am | #239

        isim (isme) ?! KATA BENDA !!! … :roll: riyet sayah euy… hehehe…

      • July 16, 2011 at 11:08 am | #240

        isim koq isme..?? apa hubungannya..??

      • July 16, 2011 at 11:18 am | #241

        Artinya kucing (kt benda) dan anjing (kt. sifat) bukan digolongkan dalam kucing (kt benda), apaah seeh ?! :D

        Ajing bwetul bukan kucing. tapi mosok seeh kucing bukan kucing… (hua.ha.ha… logika Teologi Syi’ah lan ) :lol:

      • July 16, 2011 at 11:21 am | #242

        @Sodara AbuBMR
        Baru mau masuk Agama Islam yah, ?! … hehehe…

  120. July 16, 2011 at 9:45 am | #243

    Buat saudara saudaraku seiman.. Akhi Abu Amr,Agus,Faham,Maskulin dll

    berdasarkan pengalaman dan penelusuran, postingan orang yang merasa sudah 100% sesuai Addin islam sangat tidak butuh diingatkan.

    karena hasilnya seperti yang sudah sudah..

    jadi dimaklumin saja

    lebih baik menanggapi yang lainnya,semoga memberi manfaat bagi pembaca,..

    dan apapun stigma,vonis yang kita terima sama sekali tidak memberi pengaruh nilai kita di sisi Allah swt.

    semoga kita semua ingat pesan rasulullah saw ini :

    Abu Dzar RadhiyahAllahu ‘Anhu pernah mendengar Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:“Tidaklah seseorang menuduh fasik atau kafir kepada orang lain kecuali tuduhan itu kembali kepadanya jika yang tertuduh tidak demikian.” (HR. Bukhari)

    Menjatuhkan vonis kafir kepada seorang Mukmin berarti sama dengan membunuhnya.
    Nabi Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:“Barang siapa menuduh kafir kepada seorang mukmin maka itu seperti membunuhnya” (HR. Bukhari,)

    wassalam

    id amor

    • July 16, 2011 at 9:54 am | #244

      Setuju, memang setelah beberapa kali menanggapi rasanya tidak ada gunanya karena tidak memberikan input baru buat menambah ilmu. Lumrah memang dalam setiap forum diskusi ada saja pesertanya yang punya ‘kelainan’ seperti ini, baik dari pihak Islam maupun Kristen.

      Tapi minimal mr. hanifa masih bermanfaat buat menambah-nambah hit..hehehehe..

    • July 16, 2011 at 10:05 am | #247

      setujuh, manusia hanya bisa menghakimi luarnye dalemnye cuma Allah yang tahu

    • July 16, 2011 at 10:23 am | #248

      @Sodara-sodara “MUSLIM” TARZAN
      Dan Allah berfirman serta menegasi kepada Nabi Muhammad s.a.w :

      Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. (QS 8:65)

      Jika sampean “muslim” tidak sabaran = 1 : 1 drow … tuh ?!
      (sepengetahuan sayah berdiskusi ID AMOR,MUSLIM, ABUBMR semua TIDAK SABARAN !!!)

      MU’MIN SABAR = 1:10 … :D :D :D

      • July 16, 2011 at 10:27 am | #249

        Ternyata bung Hanifa membawa tugas mulia di forum ini, sebagai penguji kesabaran terhadap Muslim disini.

      • July 16, 2011 at 10:30 am | #250

        Amiin.

      • July 16, 2011 at 10:51 am | #251

        @Sodara AbuBMR
        Baru masuk agama Islam yah ?! hehehe…

      • isa
        July 16, 2011 at 12:42 pm | #252

        Perang Irak-Iran berlanjut di Indonesia.
        Siapa pro Irak?
        Siapa pro Iran?

        Ane pro srimulat aja always smile everyday.

      • July 18, 2011 at 7:47 am | #253

        Irak vs Iran… 1 : 1 DROW.. hehehe…

        Irak vs Kafirun … HORE “Replubki Islam Iran” menang… … “Pret’s ah”

        @Kang Isa
        Tahu sampean, kenapa “Jet-jet tempur IRAK” semuah landing ke lapangan terbang di IRAN, saat seluruh di BOMBARDIR samah “Gereja Persekutuan ” ?!

        (ingat lho, nyaris tidak perlawanan dari AU IRAK
        bus on the way…
        Korban: Rakyat Muslim “sunni” dan Muslim “syi’ah” !!! :( )

    • July 16, 2011 at 8:55 pm | #254

      @mang id amor

      Nabi Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:“Barang siapa menuduh kafir kepada seorang mukmin maka itu seperti membunuhnya” (HR. Bukhari,)

      jadi kumaha yeuh, orang islam kudu muslim atau mukmin… hikz :)

  121. haidar
    July 16, 2011 at 11:22 am | #255

    akhi id amor dan akhi abu BMR, two thumbs for you, special for today……

    and for haniifa,tanks for make me SMILE and LAUGH this day……

    • July 16, 2011 at 8:51 pm | #256

      @kang haidar
      kade ah jangan tergelincir … hikz.

      @akhi id amor : sufi menjauhi duniawi dan mendekat ke akhirat, tapi kata @mang abubmr blog “mang muslim” jd rating naik…. :)

  122. Yans
    July 16, 2011 at 12:10 pm | #257

    Insya Allah wawasan saya bertambah diforum ini dan saya bisa menerima beda pendapat. Sayang bila ada sdr muslim gampang me-klaim sesama muslim dg sebutan yg melecehkan. Astaghfirullah.

  123. July 16, 2011 at 10:52 pm | #258

    AbuBM berkata :
    Jadi anda mengakui bahwa alkitab yang anda pegang tersebut memang sudah banyak yang berubah, ditambah, dikurangi, dll..??

    Jawab saya ;
    Anda jangan salah paham, yang berubah itu hanyalah redaksinya dan cara penyampaiannya, bukan maksud dan tujuannya.

    Contoh :
    Minum 15 menit sebelum makan atau 15 menit sesudah makan, jauh lebih sehat.
    Redaksinya bisa berubah sbb :
    Sangat lebih sehat bila minum 10 menit sebelum makan atau minum 10 menit sesudah makan.
    Kelihatan redaksinya sangat berbeda, ada yang tambah dan ada yang kurang yang pertama mengatakan 15, sedang yang kedua 10 menit,

    Jadi mana yang benar ?

    Kedua dua berita ini adalah benar karena walaupun redaksinya berbeda, namun maksud dan tujuannya adalah sama yaitu, jangan minum ditengah tengan saat makan.

    AbuBM berkata :
    Kalau anda memang berpegang kepada 10 Firman Tuhan, maka anda seharusnya sudah meninggalkan ajaran yang menuhankan Yesus,
    Ayat yang mengelilingi’ dalam alkitab justru membelokkan anda dari 10 perintah Tuhan,
    Jawab saya :

    Siapa bilang ?
    Mari kita tanya apa kata Alkitab :

    Hai Alkitab, siapakah Isa itu ?
    Alkitab menjawab :

    Kolose 1:15 Isa adalah gambar Allah yang tidak kelihatan,

    16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Isa dan untuk Isa

    Isa kan manusia biasa, apakah dia juga adalah Illah pencipta itu ?.

    Alkitab menjawab :

    Roma 1:20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Isa, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.

    Why. 4:11″Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.”

    Jadi jelas berdasarkan ayat-ayat diatas, dapt kita ketahui bahwa Isa itu adalah manusia yang dapat kelihatan, tetapi Dia adalah Illah yang tidak kelihatan ada pada diriNya.
    Dia juga adalah pencipta alam semesta ini. Berarti Dia adalah Tuhan bukan ?

    AbuBM berkata :
    mau pakai konteks apa lagi..?? sudah jelas anda sendiri mengakui bahwa ‘Yesus BUKAN datang untuk membawa damai’, mau pakai konteks apapun tetap saja tidak akan bisa dimaknai menjadi ‘Yesus datang membawa damai’.

    Jawab saya :
    Ayat itu kan merupakan kiasan yang harus diartikan, rupanya anda belum membaca apa yang telah kupostingkan diatas.
    Silahkan baca ulang ayat-ayat berikut
    Efesus 6:10-17 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.

    11. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;

    12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

    13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.
    Ikat pinggang melambangkan kebenaran dan
    Baju jirah melambangkan keadilan

    14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,
    Perisai melambangkan iman
    16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,
    Pedang melambangkan firman Allah

    17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,
    Jadi firman Allah bagaikan pedang bermata dua yang bisa memisahkan anak dari ayah yang berbeda keyakinan, memisahkan suami istri yang bebeda keyakinan.

    AbuBM berkata :
    nama yang tidak jelas menunjukkan identifikasi Tuhan yang tidak jelas juga.
    Jawab saya :

    Pak pos tiba dirumah saya lalu menyerahkan sepucuk surat kepada saya.
    Say abaca Amplopnya :
    Kepada Babak Abud.
    Tukang tambal ban
    Di
    Jl. Veteran No. Kot Madya Medan.
    Surat itu tetap saya terima walaupun nama luarnya bukan nama saya Heber, kenapa saya terima walaupun namanya tidak benar ?
    Surat itu diserahkan Pak Pos kepada saya karena dia yakin bahwa sayalah yang dituju oleh surat itu.
    Surat itu diserahkan dan saya terima oleh karena :
    Hanya sayalah tukang tambal ban sepanjang jl. Veteran itu.
    Pencipta langit dan bumi dan segala isinya hanya satu, yaitu Illah yang bernama Allah atau Debata sama saja.
    Walaupun saya menyebut nama Illah itu Debata dalam Doa saya, saya yakin bahwa doa saya itu pasti sampai kepada Illah pencipta alam semesta ini, karena hanya Illah yang satu itu sajalah pencipta langit dan bumi dan segala isinya.

    AbuBM berkata
    Anda mau ngibul menyatakan Kristen tidak bersengketa tentang nama Tuhan mereka..??
    Jawab saya :
    Kan saya sudah sebut bahwa yang bersengketa itu hanya orang-orang Muslim dan yang menggunakan pendapat otaknya sendiri.

    AbuBM berkata
    Semuanya ditetapkan Allah untuk menguji manusia :
    Kehidupan di dunia merupakan fase dari manusia untuk menjalani ujian, untuk membuktikan diri apakah dia pantas kelak hidup bersama Allah di surga atau tidak.
    Jawab saya :
    Mana ketetapanAllah itu ?
    Untuk apa Allah menguji manusia ? Apakah Allah tidak mengetahui yang bermutu atau tidak tanpadiuji ?

    AbuBM berkata
    mau selamat atau tidak tergantung kita, semuanya diberikan kebebasan untuk memilih jalan yang benar atau sesat.

    Jawab saya :
    Apakah saya saat ini dalam keadaaan bahaya ? dan bahayanya apa ?

    AbuBM berkata
    Al-Qur’an dan hadist justru diturunkan untuk membuat anda bisa KEMBALI kepada fitrah anda sebagai seorang Muslim, KEMBALI menyembah Allah setelah sebelumnya menyembah berhala selain Allah yang tidak bisa melakukan apa-apa. itulah bukti kasih-sayang Allah buat anda

    Jawab saya :
    Waktu bayi saya tidak pernah menyembah Allah, kenapa saya disuruh harus kembali menyembah Allah ?

    Lagi rupanya menurut ajaran islam, Allah itu gila disembah, kalau tidak disembah, harus di hukum mati ?

  124. July 17, 2011 at 4:57 am | #259

    AbuBM berkata

    Semuanya ditetapkan Allah untuk menguji manusia :

    Kehidupan di dunia merupakan fase dari manusia untuk menjalani ujian, untuk membuktikan diri apakah dia pantas kelak hidup bersama Allah di surga atau tidak.

    Al-Qur’an dan hadist justru diturunkan untuk membuat anda bisa KEMBALI kepada fitrah anda sebagai seorang Muslim,

    itulah bukti kasih-sayang Allah buat anda

    Komentar saya :
    Alhamdulillah jika memang demikian, Tetapi bagai mana Bapak saya, saudara-saudara saya lainnya seperti millyaran manusia di daratan cina eropah, juga masih bnyak manusia di Iran sana, mereka tidak mengenal quran dan hadist, dan bolehdikatan lebih banyak manusia yang tidak tahu itu quran dan hadist dari pada yang tau, mereka masih kafir sampai mati karena tidak ada quran dan hadist disana.?

    dengan demikian. saya melihat terlalu banyak perbuatan Allah yang sia-sia, karena lebih banyak manusia yang tidak mendapat quran dan hadist daripada yang mendapat.

  125. July 17, 2011 at 4:59 am | #260

    Ralat :
    Diatas tertulis Iran seharusnya Irian

  126. July 17, 2011 at 5:56 am | #261

    AbuBMR berkata :
    Fakta bahwa sebelum Islam orang-orang sudah mengenal nama Allah tersebut justru membuktikan bahwa nama Tuhan memang sudah diperkenalkan sebelum Islam.

    Komentar saya :
    Benar…….tetapi nama seperti itu hanya ada ditemukan di daerah Arab sana saja, bukan diseluruh dunia, sebab :

    Fakta menunjukkan bahwa sejak zaman dahulu kala sebelum ada Kristen dan Islam ditanah Batak sampai saat ini, orang-orang di Batak sana sudah mengenal nama Illah pencipta langit bumi dan segala isinya ini adalah Debata, ini membuktikan bahwa nama Tuhan yang diperkenalkan disana adalah Debata, bukan Allah

    Demikian juga halnya dengan Sunda, sejak zaman dahulu kala, sebelum Islam, mereka menyebut nama Illah pencipta langit bumi dan segala isinya ini adalah Gusti, nah setelah Islam masuk, maka mereka sebut namanya Gusti Allah

    Demikian juga halnya di pedalaman Irian sana mereka juga meneyebut nama Illah pencipta langit dan bumi dan segala isinya ini sesuai dengan apa yang mereka ketahui, yang jelas bukan Allah dan bukan Debata.

    Suku Batak, suku sunda, suku Irian dan suku-suku yang ada di Eopa, Cina bahkan seluruh dunia, sama kedudukannya dengan suku-suku Arab, masing-masing mereka menyebut nama Illah pencipta langit dan bumi ini berbeda-beda,

    Kenapa suku Arab memaksakan bahwa nama Illah pencipta langit dan bumi dan segala isinya ini adalah Allah ?

    Yang lucunya lagi, nama Illah Adam, Ibrahim Isa dll. katanya adalah Allah, padahal Adam, Ibrahim Isa dll. Tidak pernah mendengar bahasa arab.

    Luarbiasa memang bahasa arab ini.

  127. July 17, 2011 at 6:25 am | #262

    AbuBM berkata :
    Jadi anda mengakui bahwa alkitab yang anda pegang tersebut memang sudah banyak yang berubah, ditambah, dikurangi, dll..??

    Jawab saya ;
    Anda jangan salah paham, yang berubah itu hanyalah redaksinya dan cara penyampaiannya, bukan maksud dan tujuannya.

    Contoh :
    Minum 15 menit sebelum makan atau 15 menit sesudah makan, jauh lebih sehat.
    Redaksinya bisa berubah sbb :
    Sangat lebih sehat bila minum 10 menit sebelum makan atau minum 10 menit sesudah makan.
    Kelihatan redaksinya sangat berbeda, ada yang tambah dan ada yang kurang yang pertama mengatakan 15, sedang yang kedua 10 menit,

    Jadi mana yang benar ?

    Kedua dua berita ini adalah benar karena walaupun redaksinya berbeda, namun maksud dan tujuannya adalah sama yaitu, jangan minum ditengah tengan saat makan.

    Kalau contohnya seperti itu sih nggak masalah, tapi yang ada dalam alkitab adalah, satu pernyataan mengatakan ‘minum 15 menit sebelum dan sesudah makan jauh lebih sehat’, tapi pada ayat yang lain menyatakan ‘jangan minum 15 menit sebelum dan sesudah makan, karena itu bisa membuat anda menjadi sakit’. Begitulah isi alkitab anda.

    AbuBM berkata :
    Kalau anda memang berpegang kepada 10 Firman Tuhan, maka anda seharusnya sudah meninggalkan ajaran yang menuhankan Yesus,
    Ayat yang mengelilingi’ dalam alkitab justru membelokkan anda dari 10 perintah Tuhan,
    Jawab saya :

    Siapa bilang ?
    Mari kita tanya apa kata Alkitab :

    Hai Alkitab, siapakah Isa itu ?
    Alkitab menjawab :

    Kolose 1:15 Isa adalah gambar Allah yang tidak kelihatan,

    16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Isa dan untuk Isa

    Isa kan manusia biasa, apakah dia juga adalah Illah pencipta itu ?.

    Alkitab menjawab :

    Roma 1:20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Isa, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.

    Why. 4:11″Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.”

    Jadi jelas berdasarkan ayat-ayat diatas, dapt kita ketahui bahwa Isa itu adalah manusia yang dapat kelihatan, tetapi Dia adalah Illah yang tidak kelihatan ada pada diriNya.
    Dia juga adalah pencipta alam semesta ini. Berarti Dia adalah Tuhan bukan ?

    Ini contoh nyata bagaimana ‘ayat-ayat yang mengelilingi’ 10 Firman Tuhan isinya justru merusak apa yang diperintahkan dalam firman tersebut.

    Keluaran 20:3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
    Keluaran 34:14 Sebab janganlah engkau sujud menyembah kepada allah lain, karena TUHAN, yang nama-Nya Cemburuan, adalah Allah yang cemburu.
    Ulangan 11:16 Hati-hatilah, supaya jangan hatimu terbujuk, sehingga kamu menyimpang dengan beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepadanya.

    Lalu muncul OMONGAN MANUSIA yang menulis surat kepada jamaahnya, mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan juga, lalu menyuruh anda untuk menyembah Yesus karena dia sama saja dengan Tuhan yang berbicara pada kitab Keluaran dan Ulangan tersebut. Padahal jelas-jelas Tuhan pada PL tersebut sudah memperingatkan anda ‘JANGAN engkau sujud menyembah kepada allah yang lain’. Ajaran manusia yang menulis Kolose, Roma tersebut jelas telah meracuni apa yang disampaikan dalam 10 Firman Tuhan.

    Sekarang anda baca Al-Qur’an :

    [2:83] Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah,
    [4:36] Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.
    [4:117] Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah syaitan yang durhaka,
    [10:106] Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfa’at dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian), itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim”.

    Al-Qur’an diturunkan justru untuk meluruskan 10 perintah Allah yang terdapat dalam Taurat, yang sudah dibelokkan oleh ajaran manusia :

    [11:1] Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu, [11:2] agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa khabar gembira kepadamu daripada-Nya,

    Anda mau mematuhi 10 Fiman Tuhan..?? buang jauh-jauh racun yang sudah merusak aqidah anda tersebut, kembalilah kepada Al-Qur’an karena Al-Qur’an diturunkan untuk menetralisir racun kemusyrikan yang sudah ditanamkan orang dalam alkitab anda. Pakailah Al-Qur’an untuk menyeleksi mana ajaran dalam alkitab yang bisa membawa anda kepada Tuhan yang benar.

    AbuBM berkata :
    mau pakai konteks apa lagi..?? sudah jelas anda sendiri mengakui bahwa ‘Yesus BUKAN datang untuk membawa damai’, mau pakai konteks apapun tetap saja tidak akan bisa dimaknai menjadi ‘Yesus datang membawa damai’.

    Jawab saya :
    Ayat itu kan merupakan kiasan yang harus diartikan, rupanya anda belum membaca apa yang telah kupostingkan diatas.
    Silahkan baca ulang ayat-ayat berikut
    Efesus 6:10-17 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.

    11. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;

    12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

    13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.
    Ikat pinggang melambangkan kebenaran dan
    Baju jirah melambangkan keadilan

    14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,
    Perisai melambangkan iman
    16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,
    Pedang melambangkan firman Allah

    17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,
    Jadi firman Allah bagaikan pedang bermata dua yang bisa memisahkan anak dari ayah yang berbeda keyakinan, memisahkan suami istri yang bebeda keyakinan.

    Ayat yang anda sampaikan ini isinya adalah soal nasehat bagi orang yang sudah beriman kepada Yesus untuk mempersiapkan diri menghadapi pertentangan/pedang yang akan terjadi, sama sekali bukan merupakan bantahan bahwa ‘Yesus datang BUKAN untuk membawa damai, melainkan pertentangan’. Ayat yang anda sampaikan ini mengkonfirmasi bahwa ajaran yang dibawa Yesus memang menimbulkan pertentangan antara anak dan ayah , suami dan istri yang berbeda keyakinan. Mau ditafsirkan bagaimana lagi..??

    AbuBM berkata :
    nama yang tidak jelas menunjukkan identifikasi Tuhan yang tidak jelas juga.
    Jawab saya :

    Pak pos tiba dirumah saya lalu menyerahkan sepucuk surat kepada saya.
    Say abaca Amplopnya :
    Kepada Babak Abud.
    Tukang tambal ban
    Di
    Jl. Veteran No. Kot Madya Medan.
    Surat itu tetap saya terima walaupun nama luarnya bukan nama saya Heber, kenapa saya terima walaupun namanya tidak benar ?
    Surat itu diserahkan Pak Pos kepada saya karena dia yakin bahwa sayalah yang dituju oleh surat itu.
    Surat itu diserahkan dan saya terima oleh karena :
    Hanya sayalah tukang tambal ban sepanjang jl. Veteran itu.
    Pencipta langit dan bumi dan segala isinya hanya satu, yaitu Illah yang bernama Allah atau Debata sama saja.
    Walaupun saya menyebut nama Illah itu Debata dalam Doa saya, saya yakin bahwa doa saya itu pasti sampai kepada Illah pencipta alam semesta ini, karena hanya Illah yang satu itu sajalah pencipta langit dan bumi dan segala isinya.

    Contoh yang lebih tepat : anda memberitahukan nama anda ‘heber’ kepada seorang tukang pos dengan mengatakan :”Ssstt..cuma kamu yang tahu nama saya ini, saya tidak/belum ngasih tahu kepada tukang pos yang lain…”. Ketika si tukang pos balik ke kantornya ternyata dia mendengar tukang pos yang lain bicara :”Itu tuh..yang tinggal di kompleks anu, namanya si heber..”, kenyataan ini membuat 2 orang tukang pos tersebut bertikai. Lalu akhirnya mereka mengambil keputusan untuk menciptakan nama karangan sendiri terhadap si heber tersebut.

    Masalahnya sekarang, manusia adalah makhluk yang jauh dari kesempurnaan, jadi apapun yang diciptakannya pastilah tidak sempurna juga. Ketika manusia menciptakan nama terhadap Tuhan, artinya dia telah menamakan Tuhan yang Maha sempurna dengan suatu sebutan yang tidak sempurna. Si heber berhidung mancung, malah dipanggil si pesek, anda seorang wanita dinamai si Ucok, atau laki-laki dipanggil si Neneng. maka untuk nama Tuhan seharusnya Tuhan sendiri-lah yang memperkenalkan diri, lalu anda memanggil-Nya berdasarkan nama yang telah diperkenalkan-Nya buat anda.

    AbuBM berkata
    Anda mau ngibul menyatakan Kristen tidak bersengketa tentang nama Tuhan mereka..??
    Jawab saya :
    Kan saya sudah sebut bahwa yang bersengketa itu hanya orang-orang Muslim dan yang menggunakan pendapat otaknya sendiri.

    Sudah saya bilang, umat Islam tidak bersengketa tentang nama Tuhan mereka, semuanya memanggil Allah, ar-Rahmaan, ar-Rahiim, dst, dst, sesuai nama-nama yang telah diperkenalkan Tuhan kepada mereka. Sebaliknya Kristen bersengketa tentang nama Tuhan bukan karena menggunakan pendapat otak mereka sendiri, tapi karena Tuhan sendiri yang telah membingungkan orang Kristen dengan menginformasikan namanya secara amburadul.

    AbuBM berkata
    Semuanya ditetapkan Allah untuk menguji manusia :
    Kehidupan di dunia merupakan fase dari manusia untuk menjalani ujian, untuk membuktikan diri apakah dia pantas kelak hidup bersama Allah di surga atau tidak.
    Jawab saya :
    Mana ketetapanAllah itu ?
    Untuk apa Allah menguji manusia ? Apakah Allah tidak mengetahui yang bermutu atau tidak tanpadiuji ?

    Memang begitulah desain manusia yang diciptakan Allah, bahwa manusia memiliki kehendak bebas untuk menentukan arah hidupnya. Ketika Allah menciptakan manusia dengan tujuan :

    [51:56] Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

    Maka pengabdian manusia tersebut diinginkan Allah merupakan pengabdian atas dasar kehendak bebas yang diputuskan manusia itu sendiri. Bukti dari pilihan yang ditetapkan manusia untuk mengabdi adalah melalui ujian-ujian yang diberikan Allah. Sebab kalau Allah mengendaki makhluk-Nya menyembah-Nya bukan berdasarkan pilihan atau kehendak bebas si makhluk tersebut, buat apa Allah menciptakan manusia, karena Dia sudah menciptakan malaikat yang memang keberadaan bertujuan untuk beribadah kepada Allah, malaikat tidak diberikan pilihan lain.

    Jadi kalau anda sesat, itu karena pilihan anda sendiri, kalau anda patuh dan taat, maka kepatuhan dan ketaatan tersebut merupakan hasil dari pilihan anda sendiri.

    AbuBM berkata
    mau selamat atau tidak tergantung kita, semuanya diberikan kebebasan untuk memilih jalan yang benar atau sesat.

    Jawab saya :
    Apakah saya saat ini dalam keadaaan bahaya ? dan bahayanya apa ?

    Bahaya kesesatan, karena kesesatan yang anda jalani saat ini akan membawa anda kepada kesengsaraan hidup di akherat kelak..

    AbuBM berkata
    Al-Qur’an dan hadist justru diturunkan untuk membuat anda bisa KEMBALI kepada fitrah anda sebagai seorang Muslim, KEMBALI menyembah Allah setelah sebelumnya menyembah berhala selain Allah yang tidak bisa melakukan apa-apa. itulah bukti kasih-sayang Allah buat anda

    Jawab saya :
    Waktu bayi saya tidak pernah menyembah Allah, kenapa saya disuruh harus kembali menyembah Allah ?

    Setiap gerakan, tangisan seorang bayi yang masih suci merupakan penyembahan kepada Allah karean itu dilakukan berdasarkan fitrahnya yang masih bersih dari racuk kemusyrikan yang ditanamkan orang-tuanya, cuma kita sendiri memang tidak menyadarinya. Ibarat semua alam semesta yang sebenarnya bertasbih kepada Allah namun kita tidak memahaminya :

    [17:44] Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.

    [24:41] Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

    [57:1] Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

    Jadi jangan sok tahu bahwa dalam ketidak-sadaran anda ketika bayi anda tidak menyembah Allah, satu-satunya Tuhan yang menciptakan.

    Lagi rupanya menurut ajaran islam, Allah itu gila disembah, kalau tidak disembah, harus di hukum mati ?

    Allah menuntut makhluk untuk menyembah-Nya memang itu hak Allah. Emangnya kalau Tuhan mengatakan :”Aku Maha Kaya, Aku Maha Berkuasa, tidak ada sesuatupun yang bisa terjadi tanpa kehendak-Ku..”, lalu anda menuduh Tuhan itu sombong..?? Anda dan saya diciptakan Tuhan dan diperintahkan untuk menyembah-Nya, lalu kalau anda membangkang maka Tuhan memutuskan untuk menghukum anda, anda mau protes..?? mau bilang Tuhan tidak pantas untuk berbuat demikian..?? emangnya siapa elo…

    Alhamdulillah jika memang demikian, Tetapi bagai mana Bapak saya, saudara-saudara saya lainnya seperti millyaran manusia di daratan cina eropah, juga masih bnyak manusia di Iran sana, mereka tidak mengenal quran dan hadist, dan bolehdikatan lebih banyak manusia yang tidak tahu itu quran dan hadist dari pada yang tau, mereka masih kafir sampai mati karena tidak ada quran dan hadist disana.?

    dengan demikian. saya melihat terlalu banyak perbuatan Allah yang sia-sia, karena lebih banyak manusia yang tidak mendapat quran dan hadist daripada yang mendapat.

    Allah Maha Adil :

    [17:15] Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan meng’azab sebelum Kami mengutus seorang rasul

  128. July 17, 2011 at 6:52 am | #263

    AbuBMR berkata :
    Fakta bahwa sebelum Islam orang-orang sudah mengenal nama Allah tersebut justru membuktikan bahwa nama Tuhan memang sudah diperkenalkan sebelum Islam.

    Komentar saya :
    Benar…….tetapi nama seperti itu hanya ada ditemukan di daerah Arab sana saja, bukan diseluruh dunia, sebab :

    Fakta menunjukkan bahwa sejak zaman dahulu kala sebelum ada Kristen dan Islam ditanah Batak sampai saat ini, orang-orang di Batak sana sudah mengenal nama Illah pencipta langit bumi dan segala isinya ini adalah Debata, ini membuktikan bahwa nama Tuhan yang diperkenalkan disana adalah Debata, bukan Allah

    Demikian juga halnya dengan Sunda, sejak zaman dahulu kala, sebelum Islam, mereka menyebut nama Illah pencipta langit bumi dan segala isinya ini adalah Gusti, nah setelah Islam masuk, maka mereka sebut namanya Gusti Allah

    Demikian juga halnya di pedalaman Irian sana mereka juga meneyebut nama Illah pencipta langit dan bumi dan segala isinya ini sesuai dengan apa yang mereka ketahui, yang jelas bukan Allah dan bukan Debata.

    Suku Batak, suku sunda, suku Irian dan suku-suku yang ada di Eopa, Cina bahkan seluruh dunia, sama kedudukannya dengan suku-suku Arab, masing-masing mereka menyebut nama Illah pencipta langit dan bumi ini berbeda-beda,

    Kenapa suku Arab memaksakan bahwa nama Illah pencipta langit dan bumi dan segala isinya ini adalah Allah

    Ini memang merupakan pertanyaan yang harus diungkapkan secara ilmiah. Logikanya kalau manusia bersumber dari satu sumber yaitu Adam dan Hawa, maka tentunya asal-muasal bahasa yang ada sekarang juga bersumber dari satu rumpun juga. Sdr. jack menyampaikan hasil analisa Bpk. H.M. Abdurrahman tentang perkembangan bahasa dengan meberi contoh kaitan antara bahasa Arab dengan Inggeris. Perlu diperluas lagi kajian tersebut terhadap kaitan dengan bahasa lainnya seperti : China, Melayu, India, dll.

    Bisa jadi dalam perkembangannya terjadi perubahan-perubahan termasuk terhadap nama-nama yang sudah dikenal sejak manusia pertama. Sekurang-kurangnya kita masih bisa melihat kaitan persamaan bunyi antara bahasa yang ada di wilayah timur tengah :

    “Nama Tuhan ‘El’ (Il) sudah lama dikenal di Mesopotamia, dan dalam dialek Aram nama itu disebut ‘Elah/Elaha (atau Alah/Alaha),’ di Israel disebut ‘El/Elohim/Eloah,’ dan dalam bahasa Arab disebut ‘Ilah/Allah.’ Kata sandang difinitif dalam bahasa Aram adalah ‘Ha’ yang diletakkan di belakang kata, dalam bahasa Ibrani diletakkan di depan (Ha Elohim), sedangkan dalam bahasa Arab kata sandang ditulis ‘Al’ diletakkan di depan (Al-Ilah). Jadi baik El/Elohim/Eloah, Elah/Elaha, dan Ilah/Allah menunjuk kepada Tuhan Monotheisme Abraham yang sama, baik sebagai nama pribadi maupun sebutan untuk ketuhanan.

    Di Israel, nama ‘El/Elohim’ adalah nama Tuhan sebelum nama ‘Yahweh’ diperkenalkan kepada Musa (Keluaran 6:1-2), itulah sebabnya sebelum Keluaran tidak ada nama orang yang diberi identitas nama ‘Yahweh’ (seperti Eli’yah’) tetapi nama ‘El’ (a.l. Metusael, Ismael, Israel), dan sekalipun nama Yahweh sudah diperkenalkan, nama El tetap digunakan sebagai nama diri Tuhan. ‘El, elohe Yisrael’ (Kejadian 33:20;46:3) disetarakan dengan ‘Yahweh, elohe Yisrael’ (Keluaran 32:27; Yoshua 8:30). Dalam Perjanjian Lama, nama Elah/Elaha sudah ada dan ditulis pada abad-VI sM dalam kitab Esra yang ditulis dalam bahasa Aram dengan aksara Ibrani ‘Elah Yisrael’ (Allah Israel, 5:1; 6:14). Dalam Alkitab Aram Siria (Peshita) digunakan nama Elah/Elaha juga.

    Setelah berkembangnya bahasa Arab, nama itu menjadi Ilah/Allah, dan orang-orang Yahudi yang berbahasa Arab dan orang Arab yang mengikuti kepercayaan Yahudi juga menggunakan nama Allah itu. Pada jemaat Kristen pertama sudah ada orang Arab yang percaya dan menyebut nama Tuhan dalam bahasa mereka sendiri (Kisah 2:8-11, yang tentunya ‘Allah’), dan rasul Paulus menyebut “Hagar adalah gunung Sinai di tanah Arab’ yang melahirkan anak darah daging Abraham (Galatia 4:21-31).

    Pada masa jahiliah pra-Islam, sebutan ‘Allah’ pernah merosot dan juga ditujukan kepada Dewa Bulan/Air (di kalangan Ibrani, nama ‘Yahweh’ dan ‘Elohim’ juga pernah merosot digunakan untuk menyebut berhala Anak Lembu Emas; Keluaran 32:1-5;1Raja 12:28), namun Arab Hanif termasuk suku Ibrahimiyah dan Ismaeliyah tetap mempertahankan nama Allah sebagai nama diri Tuhan Abraham. Bahkan sebelum kelahiran agama Islam, nama Allah digunakan dalam pengertian nama diri Tuhan. Ensiklopedia Islam menyebutkan: “Gagasan tentang Tuhan Yang Mahaesa yang disebut dengan nama Allah, sudah dikenal oleh bangsa Arab kuno, Ajaran Kristen dan Yudaisme dipraktekkan diseluruh jazirah.” (hlm.50).

    “Nama “Allah” telah dikenal dan dipakai sebelum Alquran diwahyukan; misalnya nama Abd. Al-Allah (hamba Allah), nama ayah Nabi Muhammad. Kata ini tidak hanya khusus bagi Islam saja, melainkan ia juga merupakan nama yang oleh umat Kristen yang berbahasa Arab dari gereja-gereja Timur, digunakan untuk memanggil Tuhan.” (hlm.23) Dalam Al-Quran beberapa kali disebutkan bahwa nama Allah digunakan bersama oleh Umat Yahudi, Kristen dan Islam. Nabi Muhammad mengakui pada masa hidupnya sudah ada orang Yahudi dan Kristen yang menggunakan nama Allah. Dalam Al-Quran tertulis: “(Yaitu) orang2 yang diusir dari negerinya, tanpa kebenaran, melainkan karena mereka mengatakan: Tuhan kami Allah, Jikalau tiadalah pertahanan Allah terhadap manusia, sebagian mereka terhadap yang lain, niscaya robohlah gereja2 pendeta dan gereja2 Nasrani dan gereja2 Yahudi dan mesjid2, di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah menolong orang yang menolong (agama)Nya. Sungguh Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.” (Mahmud Yunus, Tafsir Quran Karim, QS.22:40).

    Menarik untuk diketahui bahwa pada abad yang sama kelahiran agama Islam, terjemahan ‘Injil Muqqadas’ dalam bahasa Arab (643) sudah memuat nama ‘Allah.’ Pada abad sebelum Islam, inskripsi kalangan Kristen ‘Umm al-Jimmal’ menulis ‘Allahu Ghafran’ (Allah yang mengampuni) dan ‘Inskripsi Zabad’ (512) diawali ucapan ‘Bism al-ilah’ (Dengan Nama Allah, dalam kitab Esra 5:1 tertulis ‘Beshum Elah’ Yisrael dalam bahasa Aram). Satu abad sebelum ayah Nabi Muhammad lahir, dalam Konsili Efesus (431) hadir uskup Arab Haritz bernama ‘Abd Al-Allah.’

    Dalam penemuan arkaeologis tua lebih dari satu milenium sebelum kelahiran Islam ternyata ‘nama Allah’ sudah disebutkan sebagai nama diri dalam beberapa inskripsi yang ditemukan. Artikel ‘Allah Before Islam’ dalam ‘The Muslim World’ (Vol.38, 1938, hlm. 239-248) mencatat bahwa suku-suku Arab kuno ‘Lihyan’ dan ‘Thamudic’ yang bermukim di Jazirah Arab bagian Utara, meninggalkan inskripsi bertuliskan banyak nama ‘Allah’ sebagai nama diri. Pendahulu suku ‘Lihyan’ adalah suku ‘Dedan’ yang dalam Alkitab disebutkan sebagai keturunan Ketura, isteri Abraham (Kejadian 25:1-3). Kita mengetahui bahwa bahasa Arab diturunkan dari bahasa Nabatea Aram dimana nama Tuhan disebut ‘Allaha.’ Maka konsekwensinya, nama ‘Allah’ tertuju pada ‘Allah’ Abraham yang cikal-bakalnya adalah EL (el – ela – elah) atau IL (il – ila – ilah) semitik”.

    http://linkmemahamisufi.wordpress.com/

    Yang lucunya lagi, nama Illah Adam, Ibrahim Isa dll. katanya adalah Allah, padahal Adam, Ibrahim Isa dll. Tidak pernah mendengar bahasa arab.

    Luarbiasa memang bahasa arab ini.

    Jadi nama ‘Allah’ yang disebut dalam Al-Qur’an bukanlah berasal dari bahasa Arab melainkan berasal dari bahasa yang lebih tua dari itu (kalau dalam pemahaman bung Hanifa disebut ‘arabiyun mubiEn’, entah bahasa yang mana yang dimaksud, kemungkinan maksudnya adalah ‘bahasa sumber’ yang melahirkan banyak bahasa-bahasa di dunia).

    Untuk pertanyaan anda ini, jawaban saya adalah : tidak tahu, kita persilahkan dunia ilmu pengetahuan untuk mengadakan penelitian bagaimana kaitan antara satu bahasa dengan bahasa lain, apakah memang ada bukti bahwa semua bahasa yang ada di dunia berasal dari 1 sumber bahasa, lalu dari bahasa yang eksis saat ini mana bahasa yang lebih dekat kepada bahasa sumber tersebut dan mengalami distorsi yang lebih sedikit dibandingkan dengan yang lainnya..

  129. Ifad
    July 17, 2011 at 8:18 am | #264

    Gus Ber-heber-heber jadi siapa nama Tuhan-nya, apa agama-nya ?
    Tuhantuhantu..
    Gusti Kanjeng Haryo Sontoloyo..
    God (pria)
    Goddess (perempuan)
    Dewa 19.
    Pangeran diponegoro,
    Debatax dodolibret,
    dll,..

    ber-heber nih nabi di atas semua nabi, membenarkan semua agama… :)

  130. July 17, 2011 at 12:21 pm | #265

    AbuBMR berkata :
    tapi yang ada dalam alkitab adalah, satu pernyataan mengatakan ‘minum 15 menit sebelum dan sesudah makan jauh lebih sehat’, tapi pada ayat yang lain menyatakan ‘jangan minum 15 menit sebelum dan sesudah makan, karena itu bisa membuat anda menjadi sakit’. Begitulah isi alkitab anda.

    Jawab saya :
    Ok. Terima kasih kalau begitu, anda benar, dan inilah namanya ada beda paham diantara kita.

    Jangan kan antara anda dengan saya, diantara saya sendiri dengan istri saya ada beda rasa, saya berkata bahwa karedok si Munir yang dagang dipertigaan itu enak, tetapi istri saya berkata, tidak , sayapun tidak dapat memaksa istri saya agar mengakui bahwa karedok itu enak.
    Namanya juga pebedaan.

    AbuBMR berkata :
    Lalu muncul OMONGAN MANUSIA yang menulis surat kepada jamaahnya, mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan
    Padahal jelas-jelas Tuhan pada PL tersebut sudah memperingatkan anda ‘JANGAN engkau sujud menyembah kepada allah yang lain’

    Ajaran manusia yang menulis Kolose, Roma tersebut jelas telah meracuni apa yang disampaikan dalam 10 Firman Tuhan.

    Jawab saya :
    Pemahaman anda benar, tetapi berbeda dengan pemahaman saya :
    Setelah membaca Alkitab dari awal sampai akhir,pemahaman saya berkata bahwa yang disebut Allah yang menciptakan langit dan bumi dan segala isinya ini adalah Isa sendiri.

    Namanya juga perbedaan

    AbuBMR berkata :
    Sekarang anda baca Al-Qur’an :
    [4:117] Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah syaitan yang durhaka,

    Komentar saya :
    Pemahaman penulis ayat ini tidak sama dengan pemahaman saya tentang siapa Isa itu ?.

    Apakah ayat ini ditujukan kepada saya ?
    Kalau ayat ini ditujukan kepada saya, maka penulis ayat ini adalah bodoh, dia tidak mengenal siapa Isa itu,

    yang saya sembah adalah Isa, kenapa penulis ayat ini berkata bahwa yang saya sembah itu adalah berhala atau Syaitan.

    Nah……..ini juga salah satu perbedaan, saya tidak bisa memaksakan penulis ayat itu untuk meyakini bahwa Isa yang saya sembah itu bukan berhala atau syaitan

    AbuBMR berkata :
    Al-Qur’an diturunkan justru untuk meluruskan 10 perintah Allah yang terdapat dalam Taurat, yang sudah dibelokkan oleh ajaran manusia :

    Jawab saya :
    Allahpun salah, kenapa quran yang tidak tahu dan tidak memahami apa isi 10 perintah Allah itu Allah turunkan untuk meluruskan 10 perintah Allah,

    Hasilnya pasti amburadulkan ?

    Coba kita simak ayat quran yang anda copaskan ini :
    [11:1] Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu,

    1. Disusun dengan rapi ?……………………….Ok.
    2. Dijelaskan secara terperinci ?……………..No.

    Bukti ayat quran ini tidak jelas :
    Sampai sekarang ini Saya tidak mengerti apa arti “Alif laam raa” jangankan saya, teman-teman saya islam sendiri kebanyakan tidak mengerti apa arti dan maksud “Alif laam raa” ini

    AbuBMR berkata :
    kembalilah kepada Al-Qur’an karena Al-Qur’an diturunkan untuk menetralisir racun kemusyrikan yang sudah ditanamkan orang dalam alkitab anda. Pakailah Al-Qur’an untuk menyeleksi mana ajaran dalam alkitab yang bisa membawa anda kepada Tuhan yang benar..

    Jawab saya :
    Terima kasih Saya ucapkan terlebih dahulu atas saran anda yang begitu baik.
    Bukan saya tidak mau untuk mengikuti saran anda yang baik ini,
    Tetapi ayat qs 11:1 ini saja saya kupas, sudah tidak benar, apalagi ayat-ayat lainnya ?

    Yang namanya quran adalah firman Allah langsung, tidak mungkin ada kesalahan seditpun disana, kalau ada kesalahannya, berarti Quran itu bukan lagi Firman Allah lagi.

    Saya juga tidak bisa kembali ke quran, karena saya bukan berasal dari quran

    AbuBMR berkata :
    Ayat yang anda sampaikan ini isinya adalah soal nasehat bagi orang yang sudah beriman kepada Yesus untuk mempersiapkan diri menghadapi pertentangan/pedang yang akan terjadi, sama sekali bukan merupakan bantahan bahwa ‘Yesus datang BUKAN untuk membawa damai, melainkan pertentangan’. Ayat yang anda sampaikan ini mengkonfirmasi bahwa ajaran yang dibawa Yesus memang menimbulkan pertentangan antara anak dan ayah , suami dan istri yang berbeda keyakinan. Mau ditafsirkan bagaimana lagi..??

    Jawab saya :
    Ok, baiklah lah kalau begitu, berarti ini adalah salah satu perbedaan diantara kita juga.

    AbuBMR berkata :
    untuk nama Tuhan seharusnya Tuhan sendiri-lah yang memperkenalkan diri, lalu anda memanggil-Nya berdasarkan nama yang telah diperkenalkan-Nya buat anda.

    Jawab saya :
    Kapan dan kepada siapa Illah itu pernah memperkenalkan namanya ? siapa namanya katanya ?

    Waktu Dia masih sendiri disurga belum ada siapa-siapa, malaikat, syatanpun bahkan jinpun belum ada, Sudah adakah namanya ? kalau sudah ada, siapa namanya dan siapa yang memanggil namanya ? untuk apa namanya itu kalau tidak ada yang memanggilnya ?

    AbuBMR berkata :
    Jadi nama ‘Allah’ yang disebut dalam Al-Qur’an bukanlah berasal dari bahasa Arab melainkan berasal dari bahasa yang lebih tua dari itu

    Jawab saya :
    Berasal dari bahasa manapun “Allah” itu, kenapa harus dipertahankan bahwa hanya “Allah” saja nama Illah itu.

    Kalau anda konsisten seperti apa yang anda katakan, bahwa nama Illah itu tidak boleh diterjemahkan apalagi dirubah-rubah, kenapa anda menerima dari nama Elohim bisa berubah menjadi Allah ?

    Jadi berterima atau tidak berterima , kesimpulannya adalah :
    1. Nama Illah itu Yehowa………………..benar
    2. Nama Ilah itu Allah……………………….Benar
    3. Nama Illah itu Debata………………..Benar
    4. Nama Illah itu Gusti………………………Benar.
    5. Dll…………………………………………………..Benar

    AbuBMR berkata :
    Untuk pertanyaan anda ini, jawaban saya adalah : tidak tahu, kita persilahkan dunia ilmu pengetahuan untuk mengadakan penelitian bagaimana kaitan antara satu bahasa dengan bahasa lain, apakah memang ada bukti bahwa semua bahasa yang ada di dunia berasal dari 1 sumber bahasa,

    Jawab saya :
    Saya hadir disini bukan untuk mencari ilmu diluar agama, maka seharusnya anda menjawab saya dengan menggunakan Quran, itu baru pas.

    Kalau saya hendak mempelajari ilmu bahasa, bukan disini tempatnya, tempatnya ialah di Akademi Bahasa.

    AbuBMR berkata :
    Sebaliknya Kristen bersengketa tentang nama Tuhan bukan karena menggunakan pendapat otak mereka sendiri, tapi karena Tuhan sendiri yang telah membingungkan orang Kristen dengan menginformasikan namanya secara amburadul.

    Jawab saya :
    Ini kata siapa ? anda atau quran ?

    Kalau anda yang mengatakannya, tidak masalah, tetapi kalau quran yang mengatakannya, berarti penulis quran itu bodoh.

    Apa keuntungan Allah membuat orang Kristen bingung ?

    AbuBMR berkata :
    Memang begitulah desain manusia yang diciptakan Allah, bahwa manusia memiliki kehendak bebas untuk menentukan arah hidupnya. Ketika Allah menciptakan manusia dengan tujuan :
    [51:56] Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

    Bukti dari pilihan yang ditetapkan manusia untuk mengabdi adalah melalui ujian-ujian yang diberikan Allah

    Jadi kalau anda sesat, itu karena pilihan anda sendiri, kalau anda patuh dan taat, maka kepatuhan dan ketaatan tersebut merupakan hasil dari pilihan anda sendiri.

    Jawab saya :
    Aduh………bagai mana saya bisa menggunakan quran yang sebodoh ini,
    Okelah……….kalau bagi saya untuk memilih tidak masalah lagi, karena saya sudah memiliki quran yang walaupun belum memiliki hadist.

    Tetapi apakah penulis quran tidak tahu bahwa pada saat ini orang-orang yang berada di pedalaman Irian , pedalaman daratan cina, pedalaman India, pedalaman Afrika sana tidak ada Quran dan hadist ?
    Bagaimana mereka bisa memilih ?

    AbuBMR menjawab :
    Allah Maha Adil :
    [17:15] Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan meng’azab sebelum Kami mengutus seorang rasul.

    Komentar saya :
    Berarti yang di azab itu hanya orang-orang arab dong, karena :
    1. Rasul hanya dia arab.
    2. Kitab suci bahasa arab

    AbuBMR berkata :

    Setiap gerakan, tangisan seorang bayi yang masih suci merupakan penyembahan kepada Allah karean itu dilakukan berdasarkan fitrahnya yang masih bersih dari racuk kemusyrikan yang ditanamkan orang-tuanya, cuma kita sendiri memang tidak menyadarinya.

    Jadi jangan sok tahu bahwa dalam ketidak-sadaran anda ketika bayi anda tidak menyembah Allah, satu-satunya Tuhan yang menciptakan.

    Jawab saya :
    Kita beda pendapat bolehkan ?

    Istri saya pernah punya bayi, saya melihat bahwa komunikasi antara bayi dangan ibunya nyambung.

    Kalau bayi nangis, ibunya tahu apa maksud bayinya.

    Buktinya : setelah sang Ibu memberi kebutuhan bayi itu, sang bayi juga langsung diam, artinya bayi itu bukan bertasbih.atau shalat, tetapi meminta sesuatu kepada ibunya.
    Dll.

    AbuBMR berkata :
    Di Israel, nama ‘El/Elohim’ adalah nama Tuhan sebelum nama ‘Yahweh’ diperkenalkan kepada Musa (Keluaran 6:1-2), itulah sebabnya sebelum Keluaran tidak ada nama orang yang diberi identitas nama ‘Yahweh’ (seperti Eli’yah’) tetapi nama ‘El’ (a.l. Metusael, Ismael, Israel), dan sekalipun nama Yahweh sudah diperkenalkan, nama El tetap digunakan sebagai nama diri Tuhan. ‘El, elohe Yisrael’ (Kejadian 33:20;46:3) disetarakan dengan ‘Yahweh, elohe Yisrael’ (Keluaran 32:27; Yoshua 8:30). Dalam Perjanjian Lama, nama Elah/Elaha sudah ada dan ditulis pada abad-VI sM dalam kitab Esra yang ditulis dalam bahasa Aram dengan aksara Ibrani ‘Elah Yisrael’ (Allah Israel, 5:1; 6:14). Dalam Alkitab Aram Siria (Peshita) digunakan nama Elah/Elaha juga.
    Setelah berkembangnya bahasa Arab, nama itu menjadi Ilah/Allah, dan orang-orang Yahudi yang berbahasa Arab dan orang Arab yang mengikuti kepercayaan Yahudi juga menggunakan nama Allah itu. Pada jemaat Kristen pertama sudah ada orang Arab yang percaya dan menyebut nama Tuhan dalam bahasa mereka sendiri (Kisah 2:8-11, yang tentunya ‘Allah’), dan rasul Paulus menyebut “Hagar adalah gunung Sinai di tanah Arab’ yang melahirkan anak darah daging Abraham (Galatia 4:21-31).

    Jawab saya :
    Lho.lho,lho…………….anda ini tidak konsisten, kenapa anda menganjurkan saya supaya saya membuang Alkitab ? sedang saat ini anda sendiri menggunakan ayat-ayat Alkitab untuk membenarkan argument anda? bukankah Quran sudah sempurna sebagai pengganti Alkitab ?

    Akankah anda anjurkan saya ini pergi ke akademi bahasa ?

  131. July 17, 2011 at 4:02 pm | #266

    AbuBMR berkata :
    tapi yang ada dalam alkitab adalah, satu pernyataan mengatakan ‘minum 15 menit sebelum dan sesudah makan jauh lebih sehat’, tapi pada ayat yang lain menyatakan ‘jangan minum 15 menit sebelum dan sesudah makan, karena itu bisa membuat anda menjadi sakit’. Begitulah isi alkitab anda.

    Jawab saya :
    Ok. Terima kasih kalau begitu, anda benar, dan inilah namanya ada beda paham diantara kita.

    Jangan kan antara anda dengan saya, diantara saya sendiri dengan istri saya ada beda rasa, saya berkata bahwa karedok si Munir yang dagang dipertigaan itu enak, tetapi istri saya berkata, tidak , sayapun tidak dapat memaksa istri saya agar mengakui bahwa karedok itu enak.
    Namanya juga pebedaan.

    Yang saya sampaikan bukan perbedaan paham antara saya dengan anda, tapi pertentangan antara isi satu ayat alkitab dengan ayat alkitab yang lainnya, antara ayat yang menyatakan 10 perintah Tuhan dengan ayat yang mengelilinginya. mana argument anda untuk membantah apa yang saya sampaikan..??

    AbuBMR berkata :
    Lalu muncul OMONGAN MANUSIA yang menulis surat kepada jamaahnya, mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan
    Padahal jelas-jelas Tuhan pada PL tersebut sudah memperingatkan anda ‘JANGAN engkau sujud menyembah kepada allah yang lain’

    Ajaran manusia yang menulis Kolose, Roma tersebut jelas telah meracuni apa yang disampaikan dalam 10 Firman Tuhan.

    Jawab saya :
    Pemahaman anda benar, tetapi berbeda dengan pemahaman saya :
    Setelah membaca Alkitab dari awal sampai akhir,pemahaman saya berkata bahwa yang disebut Allah yang menciptakan langit dan bumi dan segala isinya ini adalah Isa sendiri.

    Namanya juga perbedaan

    Ini salah satu contohnya, 10 perintah Tuhan menyatakan larangan untuk menyembah allah yang lain, tapi ayat yang mengelilinginya malah menyuruh menyembah allah yang lain dengan menyatakan apa yang disembah tersebut termasuk Tuhan juga. Jadi bukan soal perbedaan pemahaman antara anda dengan saya, tapi pertentangan antara satu ayat dengan ayat yang lain dalam alkitab.

    AbuBMR berkata :
    Sekarang anda baca Al-Qur’an :
    [4:117] Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah syaitan yang durhaka,

    Komentar saya :
    Pemahaman penulis ayat ini tidak sama dengan pemahaman saya tentang siapa Isa itu ?.

    Apakah ayat ini ditujukan kepada saya ?
    Kalau ayat ini ditujukan kepada saya, maka penulis ayat ini adalah bodoh, dia tidak mengenal siapa Isa itu,

    yang saya sembah adalah Isa, kenapa penulis ayat ini berkata bahwa yang saya sembah itu adalah berhala atau Syaitan.

    Nah……..ini juga salah satu perbedaan, saya tidak bisa memaksakan penulis ayat itu untuk meyakini bahwa Isa yang saya sembah itu bukan berhala atau syaitan

    Karena Yesus bukan Tuhan seperti yang diakui oleh OMONGAN MANUSIA yang ada dalam alkitab, karena dia bukan Tuhan lalu disembah maka Yesus dijadikan berhala, karena yang disebut berhala adalah sesuatu yang bukan Tuhan tapi disembah. Anda meyakini Yesus adalah Tuhan, kapan Yesus pernah ngomong bahwa dia adalah Tuhan dan menyuruh manusia untuk menyembahnya..?? yang ada adalah ada manusia lain yang menyatakan Yesus adalah Tuhan dan menyuruh Kristen menyembah Yesus.

    AbuBMR berkata :
    Al-Qur’an diturunkan justru untuk meluruskan 10 perintah Allah yang terdapat dalam Taurat, yang sudah dibelokkan oleh ajaran manusia :

    Jawab saya :
    Allahpun salah, kenapa quran yang tidak tahu dan tidak memahami apa isi 10 perintah Allah itu Allah turunkan untuk meluruskan 10 perintah Allah,

    Hasilnya pasti amburadulkan ?

    Coba kita simak ayat quran yang anda copaskan ini :
    [11:1] Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu,

    1. Disusun dengan rapi ?……………………….Ok.
    2. Dijelaskan secara terperinci ?……………..No.

    Bukti ayat quran ini tidak jelas :
    Sampai sekarang ini Saya tidak mengerti apa arti “Alif laam raa” jangankan saya, teman-teman saya islam sendiri kebanyakan tidak mengerti apa arti dan maksud “Alif laam raa” ini

    Jawaban anda sebenarnya nggak nyambung karena kita lagi membicarakan tentang kesesuaian antara 10 perintah Tuhan yang ada dalam Taurat dengan ayat Al-Qur’an yang menyatakan hal yang sama. Taurat menyebut tentang perintah ‘jangan menyembah Tuhan selain Allah’, Al-Qur’an juga menyatakan hal yang sama.

    Sekarang anda berbelok mau menanyakan soal susunan huruf ‘alif lam raa’ dan menanyakan soal apa artinya, itu soal lain lagi, namun bisa saya sampaikan jawabannya. banyak penafsiran yang dikemukakan para ulama tafsir soal susunan huruf ini dari berbagai aspek dan hasilnya adalah suatu ketakjuban atas kesempurnaan firman Allah tersebut. Sebagian ahli tafsir menemukan bahwa susunan huruf tersebut mengandung rahasia susunan angka sehingga mencegah orang-orang untuk memalsukan Al-Qur’an karena susunan angka tersebut akan bisa berantakan :

    http://my.opera.com/FadhlanMuhtadi/blog/inisial-dalam-al-qur-an

    Alif lam mim, itulah tiga huruf hijaiyyah yang dirangkai oleh Allah dalam mengawali QS.al-Baqarah/2. Sejak dulu hingga kini, para ulama berbeda pendapat dalam memahaminya. Mayoritas ulama yang hidup pada abad I – III hijriah mengartikannya dengan “Allah yang lebih tahu maknanya (Allah a’lam bimuradih). Setelah masa itu berlalu, banyak ulama yang berusaha menjelaskannya. Ada yang memahaminya sebagai nama surah, atau cara yang digunakan Allah untuk menarik perhatian pendengar tentang apa yang akan dikemukakan pada ayat-ayat berikutnya. Ada lagi yang memahami huruf-huruf yang menjadi pembuka surah-surah al-Qur’an itu sebagai tantangan kepada yang meragukan al-Qur’an. Seakan-akan tantangan tersebut berbunyi: “Redaksi kitab suci ini terdiri dari huruf-huruf semacam huruf-huruf tersebut, yang kamu semua juga mengetahuinya. Karena itu cobalah buat seumpama al-Qur’an dengan menggunakan huruf-huruf serupa. Kamu pasti tidak akan mampu, baik dari segi redaksi maupun kandungannya”.

    Salah satu pendapat terbaru adalah yang dikemukakan oleh Rasyad Khalifah. Menurutnya, rangkaian huruf seperti itu merupakan isyarat tentang huruf-huruf yang terbanyak dalam surah-surahnya. Dalam surah al-Baqarah, huruf terbanyak adalah alif, kemudian lam dan mim. Demikian juga pada surah-surah yang lain kecuali surah Yasin. Kedua huruf yang dipilih pada surah tersebut adalah huruf yang paling sedikit digunakan oleh kata-kata surah itu. Menyikapi pendapat terakhir ini Quraish Shihab berkata “perlu penelitian saksama sebelum membenarkan teori ini”…tampaknya Allah A‘lam masih merupakan jawaban yang relevan hingga kini, kendati ia tidak memuaskan nalar manusia.

    http://aliminmesra.com/index.php?option=com_content&view=article&id=52:makna-alif-lam-mim&catid=39:tafsir&Itemid=65

    Bermacam usaha manusia untuk menafsirkan susunan kata tersebut bukan menghasilkan suatu kesalahan karena memang hasilnya memang benar dan bisa dibuktikan, tapi juga bukan menjadi suatu tafsir yang cuma itu saja artinya, ibarat alim-lam-ra adalah kebenaran yang sempurna dibandingkan ‘cuplikan-cuplikan’ kebenaran yang dibuat oleh para ahli tafsir. Itulah makna dari susunan huruf yang terdapat dalam Al-Qur’an, bahwa Firman Allah tersebut jauh lebih sempurna dibandingkan dengan kemampuan manusia untuk menafsirkannya. Manusia membuat tafsirnya..?? tidak salah.., namun firman Allah tidak cukup hanya ditafsirkan oleh satu atau dua orang manusia saja lalu menyatakan sudah mengungkapkan semua pemahaman tentang firman Allah tersebut.

    Anda bisa melihat, dengan hanya mengulas 3 susunan huruf Al-Qur’an, manusia bisa membuat berjilid-jilid buku untuk menjelaskannya dan semuanya bermuara kepada ketakjuban terhadap ayat-ayat Allah tersebut.

    AbuBMR berkata :
    kembalilah kepada Al-Qur’an karena Al-Qur’an diturunkan untuk menetralisir racun kemusyrikan yang sudah ditanamkan orang dalam alkitab anda. Pakailah Al-Qur’an untuk menyeleksi mana ajaran dalam alkitab yang bisa membawa anda kepada Tuhan yang benar..

    Jawab saya :
    Terima kasih Saya ucapkan terlebih dahulu atas saran anda yang begitu baik.
    Bukan saya tidak mau untuk mengikuti saran anda yang baik ini,
    Tetapi ayat qs 11:1 ini saja saya kupas, sudah tidak benar, apalagi ayat-ayat lainnya ?

    Yang namanya quran adalah firman Allah langsung, tidak mungkin ada kesalahan seditpun disana, kalau ada kesalahannya, berarti Quran itu bukan lagi Firman Allah lagi.

    Saya juga tidak bisa kembali ke quran, karena saya bukan berasal dari quran

    Ini bukti bahwa anda memang sudah memilih sendiri untuk tersesat, sudah disampaikan kebenaran namun dengan segala cara anda malah maunya tetap merugikan diri anda sendiri untuk menjadi kafir, jadi jangan salahkan Tuhan atas keputusan yang anda ambil.

    AbuBMR berkata :
    Ayat yang anda sampaikan ini isinya adalah soal nasehat bagi orang yang sudah beriman kepada Yesus untuk mempersiapkan diri menghadapi pertentangan/pedang yang akan terjadi, sama sekali bukan merupakan bantahan bahwa ‘Yesus datang BUKAN untuk membawa damai, melainkan pertentangan’. Ayat yang anda sampaikan ini mengkonfirmasi bahwa ajaran yang dibawa Yesus memang menimbulkan pertentangan antara anak dan ayah , suami dan istri yang berbeda keyakinan. Mau ditafsirkan bagaimana lagi..??

    Jawab saya :
    Ok, baiklah lah kalau begitu, berarti ini adalah salah satu perbedaan diantara kita juga.

    Mana yang menjadi perbedaan antara saya dengan anda..?? anda sudah menyampaikan ayat-ayat yang isinya bukan membantah pernyataan Yesus yang mengatakan dia datang BUKAN untuk membawa damai, tapi ayat tersebut justru mengkonfirmasikan bahwa Yesus memang datang BUKAN untuk membawa damai, malah mengajarkan pengikut-pengikutnyan untuk mempersiapkan diri menghadapi pertentangan yang terjadi. Mana bantahan anda tentang hal ini..?? atau anda mengakui bahwa alkitab mengajarkan Yesus memang datang BUKAN untuk membawa damai, melainkan pertentangan..?? kalau sudah mengakuinya, maka soal ini selesai, saya juga tidak akan mendesak anda lebih lanjut..

    AbuBMR berkata :
    untuk nama Tuhan seharusnya Tuhan sendiri-lah yang memperkenalkan diri, lalu anda memanggil-Nya berdasarkan nama yang telah diperkenalkan-Nya buat anda.

    Jawab saya :
    Kapan dan kepada siapa Illah itu pernah memperkenalkan namanya ? siapa namanya katanya ?

    Waktu Dia masih sendiri disurga belum ada siapa-siapa, malaikat, syatanpun bahkan jinpun belum ada, Sudah adakah namanya ? kalau sudah ada, siapa namanya dan siapa yang memanggil namanya ? untuk apa namanya itu kalau tidak ada yang memanggilnya ?

    Baca baik-baik link yang sudah pernah saya sampaikan :

    http://kajian-agama.blogspot.com/2008/11/yahweh-atau-allah.html

    Berdasarkan Al-Qur’an, nama Allah sudah diperkenalkan sejak Adam dan Hawa. kalau anda tanya siapa yang memanggil-Nya sebelum ada makhluk, maka ini pertanyaan aneh dan mengada-ada, karena ada atau tidaknya nama Tuhan bukan tergantung apakah ada yang memanggil atau tidak, emangnya nama tercipta akibat ada yang memanggil..?? tentu saja tidak, nama tersebut sudah ada terlebih dahulu, lalu diberitahukan dan diperkenalkan, baru ada yang memanggil sesuai nama yang diperkenalkan tersebut.

    AbuBMR berkata :
    Jadi nama ‘Allah’ yang disebut dalam Al-Qur’an bukanlah berasal dari bahasa Arab melainkan berasal dari bahasa yang lebih tua dari itu

    Jawab saya :
    Berasal dari bahasa manapun “Allah” itu, kenapa harus dipertahankan bahwa hanya “Allah” saja nama Illah itu.

    Kalau anda konsisten seperti apa yang anda katakan, bahwa nama Illah itu tidak boleh diterjemahkan apalagi dirubah-rubah, kenapa anda menerima dari nama Elohim bisa berubah menjadi Allah ?

    Jadi berterima atau tidak berterima , kesimpulannya adalah :
    1. Nama Illah itu Yehowa………………..benar
    2. Nama Ilah itu Allah……………………….Benar
    3. Nama Illah itu Debata………………..Benar
    4. Nama Illah itu Gusti………………………Benar.
    5. Dll…………………………………………………..Benar

    ‘Elohim’ adalah kata ‘El/Eloh’ dalam bentuk ‘plural majesty’ – ini kata Kristen sendiri, jadi lafadznya dekat dengan kata ‘Allah’

    http://www.sarapanpagi.org/tuhan-yang-esa-vt21.html#p45

    Yehowa, Debata, Gusti, dll merupakan sebutan karangan manusia untuk memanggil Tuhan, bukan merupakan nama diri yang diperkenalkan Tuhan terhadap manusia. karena karangan manusia yang tidak sempurna, artinya anda telah menyematkan sesuatu yang tidak sempurna terhadap Tuhan yang Maha Sempurna. Tuhan tidak akan membiarkan manusia dengan keterbatasannya untuk menciptakan sendiri nama Tuhan, tapi Dia pasti memberitahukan siapa nama-Nya. Yang jelas alkitab menginformasikan bahwa nama Tuhan disampaikan dengan cara yang amburadul dan menimbulkan pertikaian, lalu anda mengarang sendiri panggilan terhadap Tuhan.

    AbuBMR berkata :
    Untuk pertanyaan anda ini, jawaban saya adalah : tidak tahu, kita persilahkan dunia ilmu pengetahuan untuk mengadakan penelitian bagaimana kaitan antara satu bahasa dengan bahasa lain, apakah memang ada bukti bahwa semua bahasa yang ada di dunia berasal dari 1 sumber bahasa,

    Jawab saya :
    Saya hadir disini bukan untuk mencari ilmu diluar agama, maka seharusnya anda menjawab saya dengan menggunakan Quran, itu baru pas.

    Kalau saya hendak mempelajari ilmu bahasa, bukan disini tempatnya, tempatnya ialah di Akademi Bahasa.

    Kalau terkait dengan nama Tuhan berdasarkan Al-Qur’an, sudah saya sampaikan linknya :

    http://kajian-agama.blogspot.com/2008/11/yahweh-atau-allah.html

    Karena yang anda tanya soal perkembangan bahasa sampai ke China, Batak, Sunda, dll maka itu pertanyaan yang lebih cocok diajukan kepada ahli sejarah bahasa, apakah memang ada kemungkinan semua bahasa yang ada dii dunia berasal dari satu sumber, lalu terjadi penyebaran dan distorsi sehingga memunculkan ragam bahasa, apakah ada bahasa yang masih menjaga kemurniannya dan masih sama dengan bahasa sumber, bagakmana bentuk dan contohnya, dll

    AbuBMR berkata :
    Sebaliknya Kristen bersengketa tentang nama Tuhan bukan karena menggunakan pendapat otak mereka sendiri, tapi karena Tuhan sendiri yang telah membingungkan orang Kristen dengan menginformasikan namanya secara amburadul.

    Jawab saya :
    Ini kata siapa ? anda atau quran ?

    Kalau anda yang mengatakannya, tidak masalah, tetapi kalau quran yang mengatakannya, berarti penulis quran itu bodoh.

    Apa keuntungan Allah membuat orang Kristen bingung ?

    Tidak ada urusannya dengan Allah dalam ajaran Islam, yang membuat Kristen bingung dan bersengketa adalah Tuhan yang ada dalam alkitab. Bukan saya juga yang ngomong, tapi ayat alkitab sendiri yang menyampaikan informasi yang membingungkan tentang nama Tuhan.

    AbuBMR berkata :
    Memang begitulah desain manusia yang diciptakan Allah, bahwa manusia memiliki kehendak bebas untuk menentukan arah hidupnya. Ketika Allah menciptakan manusia dengan tujuan :
    [51:56] Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

    Bukti dari pilihan yang ditetapkan manusia untuk mengabdi adalah melalui ujian-ujian yang diberikan Allah

    Jadi kalau anda sesat, itu karena pilihan anda sendiri, kalau anda patuh dan taat, maka kepatuhan dan ketaatan tersebut merupakan hasil dari pilihan anda sendiri.

    Jawab saya :
    Aduh………bagai mana saya bisa menggunakan quran yang sebodoh ini,
    Okelah……….kalau bagi saya untuk memilih tidak masalah lagi, karena saya sudah memiliki quran yang walaupun belum memiliki hadist.

    Tetapi apakah penulis quran tidak tahu bahwa pada saat ini orang-orang yang berada di pedalaman Irian , pedalaman daratan cina, pedalaman India, pedalaman Afrika sana tidak ada Quran dan hadist ?
    Bagaimana mereka bisa memilih ?

    Tentu saja Allah Maha Tahu, dan bagi yang belum sampai petunjuk terhadap mereka, maka tidak ada pertanggung-jawaban terhadap apa yang mereka lakukan/sembah. mana ada orang dihukum karena tidak tahu apa yang dikerjakannya adalah salah..??

    AbuBMR menjawab :
    Allah Maha Adil :
    [17:15] Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan meng’azab sebelum Kami mengutus seorang rasul.

    Komentar saya :
    Berarti yang di azab itu hanya orang-orang arab dong, karena :
    1. Rasul hanya dia arab.
    2. Kitab suci bahasa arab

    Kalimat ‘mengutus seorang rasul’ artinya menyampaikan petunjuk yang bisa diakses oleh manusia, tidak masalah apakah rasul tersebut sudah meninggal atau belum. Sekarang ini anda sudah menerima Al-Qur’an, sudah mengetahui apa isinya sekalipun anda tidak bisa berbahasa Arab, bahwa Al-Qur’an menyatakan ‘jangan menyembah sesuatu selain Allah, jangan menyembah Yesus’, lihatlah, apa yang disampaikan Al-Qur’an sesuai dengan 10 perintah Tuhan dalam Taurat. tapi anda masih ngotot untuk menyembah berhala tersebut, artinya anda tidak bisa lagi berkelit menyatakan tidak tahu isi Al-Qur’an karena tidak mengerti bahasa Arab. Al-Qur’an disampaikan kepada seluruh umat manusia sekalipun awalnya diturunkan kepada seorang nabi yang berasal dari bangsa Arab. Utusan tersebut sudah meninggal dunia namun ajarannya tidak hilang dan sudah sampai kepada anda, itu maksud ‘sebelum mengutus seorang rasul’.

    AbuBMR berkata :

    Setiap gerakan, tangisan seorang bayi yang masih suci merupakan penyembahan kepada Allah karean itu dilakukan berdasarkan fitrahnya yang masih bersih dari racuk kemusyrikan yang ditanamkan orang-tuanya, cuma kita sendiri memang tidak menyadarinya.

    Jadi jangan sok tahu bahwa dalam ketidak-sadaran anda ketika bayi anda tidak menyembah Allah, satu-satunya Tuhan yang menciptakan.

    Jawab saya :
    Kita beda pendapat bolehkan ?

    Istri saya pernah punya bayi, saya melihat bahwa komunikasi antara bayi dangan ibunya nyambung.

    Kalau bayi nangis, ibunya tahu apa maksud bayinya.

    Buktinya : setelah sang Ibu memberi kebutuhan bayi itu, sang bayi juga langsung diam, artinya bayi itu bukan bertasbih.atau shalat, tetapi meminta sesuatu kepada ibunya.
    Dll.

    Dari aspek hubungan manusia tentu saja gerakan dan aktivitas bayi diterjemahkan berdasarkan kemampuan dan kepentingan tersebut. Orang juga bisa menerjemahkan hembusan angin, gunung meletus, ombak berderu dipantai, peredaran matahari, bulan dan bintang, dari aspek kaitannya dengan aktifitas manusia. Namun aktivitas makhluk tidak hanya punya satu dimensi saja. Al-Qur’an mengungkapkan dari aspek spiritualnya, anda malah menanggapi dari aspek fisik yang anda lihat, jelas saja nggak nyambung. Semua pergerakan dan kejadian yang didasari fitrahnya sebagai makhluk itu adalah manifestasi ayat-ayat Allah :

    [2:164] Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

    AbuBMR berkata :
    Di Israel, nama ‘El/Elohim’ adalah nama Tuhan sebelum nama ‘Yahweh’ diperkenalkan kepada Musa (Keluaran 6:1-2), itulah sebabnya sebelum Keluaran tidak ada nama orang yang diberi identitas nama ‘Yahweh’ (seperti Eli’yah’) tetapi nama ‘El’ (a.l. Metusael, Ismael, Israel), dan sekalipun nama Yahweh sudah diperkenalkan, nama El tetap digunakan sebagai nama diri Tuhan. ‘El, elohe Yisrael’ (Kejadian 33:20;46:3) disetarakan dengan ‘Yahweh, elohe Yisrael’ (Keluaran 32:27; Yoshua 8:30). Dalam Perjanjian Lama, nama Elah/Elaha sudah ada dan ditulis pada abad-VI sM dalam kitab Esra yang ditulis dalam bahasa Aram dengan aksara Ibrani ‘Elah Yisrael’ (Allah Israel, 5:1; 6:14). Dalam Alkitab Aram Siria (Peshita) digunakan nama Elah/Elaha juga.
    Setelah berkembangnya bahasa Arab, nama itu menjadi Ilah/Allah, dan orang-orang Yahudi yang berbahasa Arab dan orang Arab yang mengikuti kepercayaan Yahudi juga menggunakan nama Allah itu. Pada jemaat Kristen pertama sudah ada orang Arab yang percaya dan menyebut nama Tuhan dalam bahasa mereka sendiri (Kisah 2:8-11, yang tentunya ‘Allah’), dan rasul Paulus menyebut “Hagar adalah gunung Sinai di tanah Arab’ yang melahirkan anak darah daging Abraham (Galatia 4:21-31).

    Jawab saya :
    Lho.lho,lho…………….anda ini tidak konsisten, kenapa anda menganjurkan saya supaya saya membuang Alkitab ? sedang saat ini anda sendiri menggunakan ayat-ayat Alkitab untuk membenarkan argument anda? bukankah Quran sudah sempurna sebagai pengganti Alkitab ?

    Akankah anda anjurkan saya ini pergi ke akademi bahasa ?

    Alkitab yang anda buang adalah ayat-ayatnya yang berisi ajaran yang bertentangan dengan apa yang telah diluruskan oleh Al-Qur’an, sudah saya sampaikan sebelumnya, bahwa Al-Qur’an dipakai sebagai ‘batu ujian’ dari alkitab yang anda pegang, menjadi perspektif anda untuk menyeleksi mana yang bisa dipakai dan mana yang harus dibuang karena menyesatkan.

  132. haidar
    July 17, 2011 at 7:15 pm | #267

    @Mas Abu BMR
    Sekarang anda berbelok mau menanyakan soal susunan huruf ‘alif lam raa’ dan menanyakan soal apa artinya, itu soal lain lagi.

    —) Wah ternyata jurus berkelit ala jet lee ,khas heber sudah mulai dikeluarkan,
    harap hati-hati mas abu,…….he he he

    • July 18, 2011 at 8:28 am | #268

      @Kyai Haidar
      Mari kita kembali ke topik dunk.. hehehe…., saya kutip dipenghujung artikel :

      Yang jadi pertanyaan sampai sekarang, apakah ketika nabi Musa menyampaikan Taurat, dan nabi ‘Isa Almasih menyampaikan Injil, menerangkan apa nama agama yang mereka bawa..??, apakah ada pernyataan nabi Musa misalnya yang menyatakan : “Inilah ajaranku, yaitu AGAMA YAHUDI..”, atau nabi ‘Isa Almasih menyatakan :”Inilah ajaran AGAMA KRISTEN..” Al-Qur’an sering menyinggung kata : Yahudi dan Nasrani, namun itu merujuk kepada nama suatu kelompok atau kaum :D , bukan nama agama, lalu apa nama agama yang dibawa oleh nabi Musa dan nabi ‘Isa Almasih tersebut..?? ”

      Haniifa say
      Al Qur’an dan Al Hadits sering menyinggung kata: MUSLIM dan MU’MIN

      Pertanyaan:
      Muslim dan Mu’min itu merujuk kepada nama suatu : Kelompok (golongan) atau Agama ?!

      TOLONG DIJAWAB BUKAN CUMA TERTAWA DAN TERSENYUM BELAKA !!!

  133. July 17, 2011 at 10:17 pm | #269

    Karena diskusi ini sudah terlalu melebar, sehingga tidak terarah lagi, maka diskusi ini sebaiknya dipersempit saja dahulu lingkupnya jangan terlalu melebar kemana-mana

    AbuBMR berkata :
    10 perintah Tuhan menyatakan larangan untuk menyembah allah yang lain, tapi ayat yang mengelilinginya malah menyuruh menyembah allah yang lain dengan menyatakan apa yang disembah tersebut termasuk Tuhan juga.

    Sekarang ini anda sudah menerima Al-Qur’an, sudah mengetahui apa isinya sekalipun anda tidak bisa berbahasa Arab, bahwa Al-Qur’an menyatakan ‘jangan menyembah sesuatu selain Allah, jangan menyembah Yesus’, lihatlah, apa yang disampaikan Al-Qur’an sesuai dengan 10 perintah Tuhan dalam Taurat.

    Karena Yesus bukan Tuhan seperti yang diakui oleh OMONGAN MANUSIA yang ada dalam alkitab, karena dia bukan Tuhan lalu disembah maka Yesus dijadikan berhala, karena yang disebut berhala adalah sesuatu yang bukan Tuhan tapi disembah. Anda meyakini Yesus adalah Tuhan, kapan Yesus pernah ngomong bahwa dia adalah Tuhan dan menyuruh manusia untuk menyembahnya..?? yang ada adalah ada manusia lain yang menyatakan Yesus adalah Tuhan dan menyuruh Kristen menyembah Yesus.

    Komentar saya :
    Kalau begitu, Coba sandingkan dahulu 10 diin yang ada dalam Alkitab ( Keluaran 20 :3-17 ) dengan 10 diin yang ada dalam Quran supaya kita sama-sama melihat persamaannya, juga mengantisipasi kemungkinan ada kita temukan perbedaan.

    AbuBMR berkata :
    Al-Qur’an dipakai sebagai ‘batu ujian’ dari alkitab yang anda pegang, menjadi perspektif anda untuk menyeleksi mana yang bisa dipakai dan mana yang harus dibuang karena menyesatkan
    .
    Komentar saya :
    Kalau Quran yang harfus dipakai sebagai ‘batu ujian’ kebenaran alkitab, kenapa anda gunakan Alkitab untuk mendukung argument anda ?

    Kalau Quran sebagai batu ujian, seharusnya Quran jauh lebih lengkap daripada yang diuji yaitu Alkitab, tetapi ternyata karena quran tidak bisa mengatasi permasalahan terpaksa anda menggunakan Alktab ?

    Kalau begitu, Quran atau Alkitabkah yang lebih sempurna ?

  134. ilham othmany
    July 17, 2011 at 11:12 pm | #270

    Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat panas jika mati tidak sempat bertobat.Janganlah terpedaya dengan janji-janji keselmatan palsu oleh agama yang penuh dengan kebohongan tapi coba membohongi agama Allah Tuhan semesta alam.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah supaya kalian mendapat kejayaan yang abadi di akherat.Jika tidak,neraka menunggu!

  135. ilham othmany
    July 17, 2011 at 11:16 pm | #271

    Fadel Soliman was interviewed by The Dutch Jewish Christian Pastor Ben Kok in Amsterdam , in June 2010

    Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat panas jika mati tidak sempat bertobat.Janganlah terpedaya dengan janji-janji keselmatan palsu oleh agama yang penuh dengan kebohongan tapi coba membohongi agama Allah Tuhan semesta alam.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah supaya kalian mendapat kejayaan yang abadi di akherat.Jika tidak,neraka menunggu!

  136. ilham othmany
    July 17, 2011 at 11:19 pm | #272

    Walid Shoebat and Nonie Darwish debate Muslim Scholar
    Part 3 of 4
    Please watch part 3 and 4 and see for yourselves what happens when liers like Nonie Darwish and Walid Shoebat face a knowledgable Muslim. These so-called “former Muslims” are taking you for a ride. Lying to you while making hundreds of thousands of dollars being used as puppets in the NWO campaign against Islam.

    Wahai orang-orang kafir!Kalian akan masuk neraka yang sangat panas jika mati tidak sempat bertobat.Janganlah terpedaya dengan janji-janji keselmatan palsu oleh agama yang penuh dengan kebohongan tapi coba membohongi agama Allah Tuhan semesta alam.Ucapkanlah Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah supaya kalian mendapat kejayaan yang abadi di akherat.Jika tidak,neraka menunggu!

  137. July 18, 2011 at 4:36 am | #273

    Karena diskusi ini sudah terlalu melebar, sehingga tidak terarah lagi, maka diskusi ini sebaiknya dipersempit saja dahulu lingkupnya jangan terlalu melebar kemana-mana

    Yang membuat pertanyaan melebar kemana-mana itu anda sendiri, saya hanya meladeni pertanyaan anda. Menunjukkan bahwa anda memang tidak berniat untuk mendapatkan kebenaran dari ajaran Islam, cuma ingin mencari-carti kesalahan dan sayangnya sampai sekarang kelihatannya belum berhasil. Saya khan sudah bilang ;”Masalah niat anda yang sebenarnya akan terungkap dari pertanyaan-pertanyaan yang anda sampaikan nanti..”, jadi tidak usah berlagak mau mencari kebenaran, anda dipersilahkan bertanya semampu anda dan Insya Allah Muslim disini akan memberikan penjelasan..

    Komentar saya :
    Kalau begitu, Coba sandingkan dahulu 10 diin yang ada dalam Alkitab ( Keluaran 20 :3-17 ) dengan 10 diin yang ada dalam Quran supaya kita sama-sama melihat persamaannya, juga mengantisipasi kemungkinan ada kita temukan perbedaan.

    Lhoo..koq diulang lagi, khan sudah disampaikan penjelasannya :

    http://rhmsangpemburu.blogspot.com/2010/11/10-hukum-taurat-dalam-al-quran.html

    AbuBMR berkata :
    Al-Qur’an dipakai sebagai ‘batu ujian’ dari alkitab yang anda pegang, menjadi perspektif anda untuk menyeleksi mana yang bisa dipakai dan mana yang harus dibuang karena menyesatkan
    .
    Komentar saya :
    Kalau Quran yang harfus dipakai sebagai ‘batu ujian’ kebenaran alkitab, kenapa anda gunakan Alkitab untuk mendukung argument anda ?

    Kalau Quran sebagai batu ujian, seharusnya Quran jauh lebih lengkap daripada yang diuji yaitu Alkitab, tetapi ternyata karena quran tidak bisa mengatasi permasalahan terpaksa anda menggunakan Alktab ?

    Kalau begitu, Quran atau Alkitabkah yang lebih sempurna ?

    Lhooo..koq diulang lagi, khan sudah saya jelaskan :

    “Taurat menurut Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan Allah kepada nabi Musa, mengajarkan tentang Tuhan yang benar yang disembah oleh Musa. Kalau anda bertanya :”Mana Taurat yang benar tersebut menurut Al-Qur’an..??, caranya gampang, silahkan anda memakai Al-Qur’an untuk dijadikan sudut pandang menyeleksi ajaran Yahudi yang terdapat dalam Perjanjian Lama, kalau ada ajaran yang bertentangan dengan Al-Qur’an maka itu bukan termasuk Taurat yang diajarkan Musa, kalau sejalan maka itulah Taurat tersebut. Sama juga dengan Injil, omongan Yesus yang terdapat dalam Matius, Markus, Lukas dan Johanes dilihat dari perspektif ajaran Al-Qur’an, maka anda akan menemukan Injil yang sebenarnya. Kalau isinya bertentangan maka itu bukanlah Injil yang diturunkan Allah kepada Isa Almasih.

    Karena Taurat dan Injil, kitab yang diturunkan kepada nabi Musa dan Isa Almasih sudah dirusak, dicampur-aduk antara hak dan yang bathil, ditambah dan dikurangi, makanya apa yang diakui sebagai Taurat dan Injil oleh Yahudi dan Kristen sekarang adalah ajaran Allah yang bercampur-aduk antara isi ajaran yang sebenarnya dengan tambahan-tambahan yang dikarang oleh manusia yang menyesatkan.”

    Alkitab itu isinya ‘terlalu sempurna’ sehingga mencampur-adukkan antara yang hak dengan yang bathil, saling bertentangan, ayat yang satu bilang ‘jangan ada Allah yang lain’, tapi ayat berikutnya ngomong ‘sembahlah Yesus, dia itu Allah juga’, dll. Maka Al-Qur’an diturunkan untuk MEMBERSIHKAN alkitab anda, memisahkan mana yang hak dan mana yang bathil tersebut, yang hak diambil dan yang bathil dibuang,

    [86:13] sesungguhnya Al Quraan itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang bathil.

    Maka isi ajaran alkitab yang sudah dibersihkan tersebut sudah sama dengan apa yang diajarkan oleh Al-Qur’an

  138. July 18, 2011 at 7:06 am | #274

    AbuBMR berkata :
    Yang membuat pertanyaan melebar kemana-mana itu anda sendiri, saya hanya meladeni pertanyaan anda (heber). Menunjukkan bahwa anda memang tidak berniat untuk mendapatkan kebenaran dari ajaran Islam, cuma ingin mencari-carti kesalahan dan sayangnya sampai sekarang kelihatannya belum berhasil. Saya khan sudah bilang ;”Masalah niat anda yang sebenarnya akan terungkap dari pertanyaan-pertanyaan yang anda sampaikan nanti..”

    Jawab saya :
    Saya akui memang, jika ada hal-hal yang menggelitik dihati, timbul niat untuk menanyakannya, yang akibatnya melebar sampai kemana-mana, namun janganlah kita dulu saling salah menyalahkan, karena saya bukanlah untuk menyatakan bahwa sayalah yang benar, tetapi saya mencari mana jalan yang lurus itu kan ? karena kita selalu berdoa begini : “Tunjukilah kami jalan yang lurus”

    Percayalah saudaraku, niat saya bukanlah mencari-carti kesalahan seperti yang anda duga.

    Kalau boleh, marilah kita berpikir positip.

    Terima kasih anda telah memberi alamat ini : http://rhmsangpemburu.blogspot.com/2010/11/10-hukum-taurat-dalam-al-quran.html, kemudian saya sandingkan dengan diin yang ada dalam Alkitab.

    Mari kita pelajari bersama :

    10 Hukum Taurat Yang ada dalam AL-QUR’AN dan Alkitab :
    1. Quran Qs. Al-hasyr 23.
    Dialah Allah Yang Tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

    1. Alkitab Keluaran 20:3
    Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.

    2. Quran Qs.Al-Baqarah 22.
    Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah[30], padahal kamu mengetahui.[30]. Ialah segala sesuatu yang disembah di samping menyembah Allah seperti berhala-berhala, dewa-dewa, dan sebagainya.

    2. Alkitab. Keluaran 20:4
    Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
    Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu,

    3. Quran Qs. An-nisaa 116.
    Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.

    3. Alkitab. Keluaran 20:7
    Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.

    4. Quran Qs. Al Jumu’ah 9. Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli[1475]. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui[[1475]. Maksudnya: apabila imam telah naik mimbar dan muazzin telah azan di hari Jum’at, maka kaum muslimin wajib bersegera memenuhi panggilan muazzin itu dan meninggalakan semua pekerjaannya.

    4. Alkitab. Keluaran 20:8-11
    Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat

    enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
    tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.

    Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

    5. Quran Qs. Al-Israa’ 23.
    Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia[850].[850]. Mengucapkan kata ah kepada orang tua tidak dlbolehkan oleh agama apalagi mengucapkan kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu.

    5. Alkitab. Keluaran 20:12
    Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

    6. Quran: Qs 29.
    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu[287]; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.[287]. Larangan membunuh diri sendiri mencakup juga larangan membunuh orang lain, sebab membunuh orang lain berarti membunuh diri sendiri, karena umat merupakan suatu kesatuan..

    6. Alkitab. Keluaran 20:13
    Jangan membunuh.

    7. Quran : Qs. An Nuur 3.
    Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin[1028].[[1028]. Maksud ayat ini ialah: tidak pantas orang yang beriman kawin dengan yang berzina, demikian pula sebaliknya.

    7. Alkitab. Keluaran 20:14
    Jangan berzinah.

    8. Quran : Qs. Al-Maa’idah 38.
    Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana

    8. Alkitab. Keluaran 20:15
    Jangan mencuri.

    9. Quran : Qs. At Taubah 42.
    Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah: “Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu.” Mereka membinasakan diri mereka sendiri[644] dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.[644]. Maksudnya mereka akan binasa disebabkan sumpah mereka yang palsu

    9. Alkitab. Keluaran 20:16
    Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.

    10. Quran : Qs. Al-Baqarah 180.
    Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu-bapak dan karib kerabatnya secara ma’ruf [112], (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa.

    Qs. An Nisaa’ 2. Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar.

    10. Alkitab. Keluaran 20:17
    Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.”

    Komentar saya :
    Saya melihat diin atau Hukum yang ada pada Quran ini, tidak berbentuk diin atau Hukum melainkan ayat-ayat Quran yang dikutip dari sana sini merupakan penjelasan atau keterangan terhadap diin atau Hukum yang ada dalam Alkitab karena :

    1. Hukum ke 1, ke 2, ke 3, dst. Tidak satupun berada dalam satu tempat, melainkan berserak serak dimana-mana, ada di Al-hasyr 23, adadi Al-Baqarah 22, ada di An-nisaa 116. Dst.

    2. Berulang-ulang menerangkan hal yang itu-itu saja, sedang hal lain tertinggal tidak diterangkan.

    Jadi diin yang sudah ada dalam Alkitab tidak disalin ulang kembali kedalam Quran karena saya melihat fingsi quran itu hanya menjelaskan diin yang ada dalam Alkitab yang walaupun tidak semuanya dijelaskan.

    itulah sebabnya quran Surat 48:23 berkata :
    Sebagai suatu sunnatullah 1404 yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.

    Jadi diin yang dari quran diatas, bukanlah Hukum Allah karena sudah berubah, bahkan ada yang tertinggal tidak dijelaskan.

    Demikian tanggapan saya terhadp diin yang anda tunjukkan. bila tidak tepat, mohon dikokreksi.

    Terima kasih

  139. July 18, 2011 at 8:17 am | #275

    Saya melihat diin atau Hukum yang ada pada Quran ini, tidak berbentuk diin atau Hukum melainkan ayat-ayat Quran yang dikutip dari sana sini merupakan penjelasan atau keterangan terhadap diin atau Hukum yang ada dalam Alkitab karena :

    1. Hukum ke 1, ke 2, ke 3, dst. Tidak satupun berada dalam satu tempat, melainkan berserak serak dimana-mana, ada di Al-hasyr 23, adadi Al-Baqarah 22, ada di An-nisaa 116. Dst.

    2. Berulang-ulang menerangkan hal yang itu-itu saja, sedang hal lain tertinggal tidak diterangkan.

    Jadi diin yang sudah ada dalam Alkitab tidak disalin ulang kembali kedalam Quran karena saya melihat fingsi quran itu hanya menjelaskan diin yang ada dalam Alkitab yang walaupun tidak semuanya dijelaskan.

    itulah sebabnya quran Surat 48:23 berkata :
    Sebagai suatu sunnatullah 1404 yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.

    Jadi diin yang dari quran diatas, bukanlah Hukum Allah karena sudah berubah, bahkan ada yang tertinggal tidak dijelaskan.

    Demikian tanggapan saya terhadp diin yang anda tunjukkan. bila tidak tepat, mohon dikokreksi.

    Sekarang beralih kepada susunan ayat, setelah sebelumnya bertanya soal materi hukumnya. Tidak ada bantahan dari anda soal materi karena link yang saya sampaikan jelas memuat kesesuaian antara 10 Perintah Tuhan dalam Taurat dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang memuat isi yang sama.

    Kalau anda bertanya soal susunan ayat, memang Al-Qur’an bukanlah kitab undang-undang atau kitab hukum sekalipun memuat hukum dan aturan, Al-Qur’an bukan kitab sejarah sekalipun memuat kisah-kisah sejarah, Al-Qur’an bukan ensiklodepia ilmu pengetahuan sekalipun memuat isyarat-isyarat ilmiah, Al-Qur’an bukanlah kitab sastra sekalipun kalimat-kalimatnya tersusun dengan indah. Tapi Al-Qur’an adalah kitab petunjuk agar manusia mengenal Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang pantas untuk disembah. !0 perintah Tuhan merupakan materi yang terintergrasi dengan penjelasan tentang eksistensi Tuhan. Maka penempatan materi aturan tersebut bisa kita temukan pada semua surat dan dalam konteksnya yang beragam. Ketika Al-Qu’ran memberi contoh melalui kisah orang-orang terdahulu, maka kandungan 10 perintah Tuhan tersebut juga tercakup disana.

    Dengan demikian ayat-ayat Al-Qur’an, baik dibaca beberapa ayat ataupun seluruh ayatnya bisa menyampaikan petunjuk kearah perintah-perintah Tuhan tersebut.

    Silahkan anda bandingkan dengan isi alkitab secara keseluruhan, apakah materi alkitab semuanya merupakan manifestasi dari 10 perintah Tuhan, atau diantara ada cuplikan-cuplikannya sama sekali tidak memberikan ajaran apapun terkait 10 perintah tersebut, misalnya kisah tentang ayat-ayat porno, dll.

    Kajian tentang susunan dan gaya bahasa Al-Qur’an silahkan dibaca :

    http://moslem-answering.blogspot.com/2008/11/al-quran-sebuah-tinjauan-gaya-bahasa.html

  140. July 18, 2011 at 8:20 am | #276

    @Bapake “Muslim”
    @Bapake Heber
    @Bapake AbuBMR

    Mari kita kembali ke topik dunk.. hehehe…., saya kutip dipenghujung artikel :

    Yang jadi pertanyaan sampai sekarang, apakah ketika nabi Musa menyampaikan Taurat, dan nabi ‘Isa Almasih menyampaikan Injil, menerangkan apa nama agama yang mereka bawa..??, apakah ada pernyataan nabi Musa misalnya yang menyatakan : “Inilah ajaranku, yaitu AGAMA YAHUDI..”, atau nabi ‘Isa Almasih menyatakan :”Inilah ajaran AGAMA KRISTEN..” Al-Qur’an sering menyinggung kata : Yahudi dan Nasrani, namun itu merujuk kepada nama suatu kelompok atau kaum :D , bukan nama agama, lalu apa nama agama yang dibawa oleh nabi Musa dan nabi ‘Isa Almasih tersebut..?? ”

    Haniifa say
    Al Qur’an dan Al Hadits sering menyinggung kata: MUSLIM dan MU’MIN

    Pertanyaan:
    Muslim dan Mu’min itu merujuk kepada nama suatu : Kelompok (golongan) atau Agama ?!

    TOLONG JAWAB JIKA KALIAN MENCARI KEBENARAN BUKAN PEMBENARAN !!!

  141. July 18, 2011 at 9:56 am | #277

    Waduhh.. ada yang kenal @Mis mas Abigailt (Javanizis) tidak disinih ?!
    Tolong dunk, dibuka moderasinyah…..

    حَنِيفًا | 18 Juli 2011 pukul 9:50 am
    Komentar Anda sedang menunggu moderasi.

    Bejiniah ajah dah, biyar gampang.. hehehe…

    Siyapa yang memberi nama ADAM ?!
    Jika dirinya sendiri.
    maka ALLAH menamai dirinya sendiri ALLAH (baca: Alloh)

    Siyapa yang memberi nama ADAM ?!
    Jika diberi oleh PENCIPTA LANGIT DAN BUMI
    maka PENCIPTA LANGIT DAN BUMI menamakan diriNya adalah Allah (baca: Alloh)

    Sumber:
    http://javanizis.wordpress.com/nama-allah/#comment-167

    Hatur tengkiu… sak belumnya.

  142. July 18, 2011 at 11:30 am | #278

    AbuBMRberkata :
    Tidak ada bantahan dari anda soal materi karena link yang saya sampaikan jelas memuat kesesuaian antara 10 Perintah Tuhan dalam Taurat dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang memuat isi yang sama.

    Jawab saya :
    Justru inilah yang sesungguhnya yang saya pertanyakan, tetapi karena saatnya belum tepat, maka belum saya tanyakan, sedangkan susunan ayat yang anda jelaskan itu bukan sasaran pertanyaan saya.

    Kenapa saya minta Hukum yang diAlkitab di sandingkan dengan Hukum yang ada dalam Quran ?

    saya minta Hukum yang diAlkitab di sandingkan dengan Hukum yang ada dalam Quran karena anda mengatakan bahwa ayat-ayat yang disekeliling 10 Firman Allah itu sudah meracuni ajaran murni Alkitab, hanya 10 perintah Allah itu lah yang masih sesuai dengan hukum yang ada dalam Quran.

    Dan karena anda berkata : Silahkan anda bandingkan dengan isi alkitab secara keseluruhan, apakah materi alkitab semuanya merupakan manifestasi dari 10 perintah Tuhan, atau diantara ada cuplikan-cuplikannya sama sekali tidak memberikan ajaran apapun terkait 10 perintah tersebut, misalnya kisah tentang ayat-ayat porno, dll. :

    Anda juga berkata bahwa fungsi quran adalah untuk mengoreksi Alkitab, kecuali kesepuluh perintah Allah.

    Nah…………setelah saya sandingkan, ternyata Hukum yang ada dalam Alkitab tidak sama dengan Hukum yang ada dalam Quran, jadi 10 firman Allah itu terkoreksi juga. Padahal Quran sendiri yang mengatakan bahwa tiak akan ada perubahan.

    Yang manakah yang anda maksud yang masih sesuai itu ? dan yang mana yang quran maksud yang tidak akan ada perubahan itu ?

    Saya berpegang kepada perkataan quran yang mengatakan bahwa perkataan Quran ini tidak ada yang salah walau sedikitpun

    Bagaimana pendapat anda ?

    Terima kasih atas perhatiannya.

  143. July 18, 2011 at 11:40 am | #279

    Anda juga berkata bahwa fungsi quran adalah untuk mengoreksi Alkitab, kecuali kesepuluh perintah Allah.

    Coba anda telusuri lagi tulisan saya diatas, dimana saya mengatakan ‘Al-Qur’an mengkoreksi alkitab kecuali 10 perintah Tuhan’..??

    Yang saya katakan adalah :

    “Taurat menurut Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan Allah kepada nabi Musa, mengajarkan tentang Tuhan yang benar yang disembah oleh Musa. Kalau anda bertanya :”Mana Taurat yang benar tersebut menurut Al-Qur’an..??, caranya gampang, silahkan anda memakai Al-Qur’an untuk dijadikan sudut pandang menyeleksi ajaran Yahudi yang terdapat dalam Perjanjian Lama, kalau ada ajaran yang bertentangan dengan Al-Qur’an maka itu bukan termasuk Taurat yang diajarkan Musa, kalau sejalan maka itulah Taurat tersebut. Sama juga dengan Injil, omongan Yesus yang terdapat dalam Matius, Markus, Lukas dan Johanes dilihat dari perspektif ajaran Al-Qur’an, maka anda akan menemukan Injil yang sebenarnya. Kalau isinya bertentangan maka itu bukanlah Injil yang diturunkan Allah kepada Isa Almasih.

    Karena Taurat dan Injil, kitab yang diturunkan kepada nabi Musa dan Isa Almasih sudah dirusak, dicampur-aduk antara hak dan yang bathil, ditambah dan dikurangi, makanya apa yang diakui sebagai Taurat dan Injil oleh Yahudi dan Kristen sekarang adalah ajaran Allah yang bercampur-aduk antara isi ajaran yang sebenarnya dengan tambahan-tambahan yang dikarang oleh manusia yang menyesatkan.”

    Alkitab itu isinya ‘terlalu sempurna’ sehingga mencampur-adukkan antara yang hak dengan yang bathil, saling bertentangan, ayat yang satu bilang ‘jangan ada Allah yang lain’, tapi ayat berikutnya ngomong ‘sembahlah Yesus, dia itu Allah juga’, dll. Maka Al-Qur’an diturunkan untuk MEMBERSIHKAN alkitab anda, memisahkan mana yang hak dan mana yang bathil tersebut, yang hak diambil dan yang bathil dibuang”.

    Apakah uraian saya tersebut menyatakan ‘Al-Qur’an mengkoreksi alkitab (dalam arti membantah semua isinya, kecuali 10 perintah Tuhan’..?? kalau ada ayat yang mengelilingi 10 perintah Tuhan tersebut dan sesuai/mendukungnya, maka artinya sudah sesuai dengan Al-Qur’an, karena isi Al-Qur’an memang sama dengan 10 perintah Tuhan tersebut.

    Misalnya perkataan Yesus : Markus 12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

    Ayat tersebut bukan berada dalam 10 Perintah Tuhan dalam PL, namun karena sejalan dan mendukung salah satu dari 10 Perintah Tuhan tersebut maka itu juga sejalan dengan Al-Qur’an.

  144. July 18, 2011 at 11:53 am | #280

    @Pendeta Heber dan @Kyai AbuBMR
    Nabi Ibrahim a.s mempunyai 2 anak laki-laki:
    1. Nabi Ismail a.s di baitullah (baca: Rumah Allah) Masjidil Haram (Mekah)
    2. Nabi Ishaq as. di baitullah (baca: Rumah Allah) Masjidil Aqsha (Palestina)
    Nabi Ishaq a.s :

    Apa menurut pendapat @Bapake AbuBMR ?!
    Nabi Ismail a.s bersyahadat : (translate) :
    “Tiada Tuhan selain Allah, dan Ibrahim itu utusan Allah “

    Apa menurut pendapat @Bapake Heber ?!
    Nabi Ishaq a.s bersyahadat : (translate) :
    “Tiada Tuhan selain Allah, dan Ibrahim itu utusan Allah “

    *** SAYA TUNGGU JAWABAN KALIAN, JIKA KALIAN ORANG YANG BENAR !!! ***

  145. July 18, 2011 at 12:01 pm | #281

    @Pendeta Heber dan @Kyai AbuBMR
    Agama Islam berpendapat Nabi Ismail a.s akan dikorbankan bagi Allah.
    Agama Kristen berpendapat Nabi Ishaq a.s akan dikorbankan bagi Allah.

    Mengapa Ismail, dan Ishaq bersedia ?!

    Jawab: Karena keyakina merekan (Iman) begitu kuwat sekali bahwa Ibrahim adalah Rasulullah (Utusan Allah)

    Nabi Ismail a.s dan Nabi Ishaq a.s bersyahadat : (translate) :
    “Tiada Tuhan selain Allah, dan Ibrahim itu utusan Allah “

    Insya Allah, kalian akan sependapt dengan @Oom Haniifa.. jika kalian beragama !!!… hehehe….

  146. July 18, 2011 at 1:15 pm | #282

    @Bapake “Muslim” ID AMOY
    Bayik kalau bijituh sayah kutip diawal artikel sampean …. hehehe…

    Dalam ajaran ketiga agama samawi (yang besumber dari pewahyuan dari Tuhan) terdapat suatu kesamaan bahwa kehidupan manusia dimulai oleh Adam dan Hawa, sepasang manusia yang dulunya hidup di sorga, namun karena bujuk rayu Iblis, telah melanggar larangan Allah, akhirnya dihukum, dilemparkan ke dunia, menjalani kehidupan penuh keringat, susah payah, perjuangan, beranak pinak, saling bermusuhan dan membunuh, sampai sekarang.

    Ilustrasi:
    Iblis say to Hawa (Eva): “Hay sampean, Akulah Khalifah didunia dan akhirat”
    Hawa (eva) say: “Tiada ilaah selain Allah, dan Adam itu khalifah Allah”

    Bijimana neh ?! :D

    Note:
    Iblis = Ular dalam Al kitab… hehehe… mirip cerita kartoon :D :D

  147. July 18, 2011 at 2:07 pm | #283

    @Bapake Heber dan @Kyai AbuBMR

    AbuBMR
    July 18, 2011 at 8:17 am | #270

    Saya melihat diin atau Hukum yang ada pada Quran ini, tidak berbentuk diin atau Hukum melainkan ayat-ayat Quran yang dikutip dari sana sini merupakan penjelasan atau keterangan terhadap diin atau Hukum yang ada dalam Alkitab karena :

    bla..bla..bla…

    Kajian tentang susunan dan gaya bahasa Al-Qur’an silahkan dibaca :

    http://moslem-answering.blogspot.com/2008/11/al-quran-sebuah-tinjauan-gaya-bahasa.html

    heber
    July 18, 2011 at 11:30 am | #273

    bla..bla..bla…

    Saya berpegang kepada perkataan quran yang mengatakan bahwa perkataan Quran ini tidak ada yang salah walau sedikitpun

    Bagaimana pendapat anda ?

    Terima kasih atas perhatiannya.

    ____________________
    Bayik kalau bejituh sayah copas :

    Sepintas struktur bahasanya terlihat sama sesuai tujuan masih-masing, prosesnya juga sama, dibawa berombongan, setelah sampai pintu yang terbuka, dan penjaganya yang menyapa. Tapi ada sedikit perbedaan dalam hal ‘pintu yang terbuka’,
    dalam ayat 71 tentang neraka ditulis ‘izaa jaa uuhaa futihat’, sedangkan dalam ayat 73 tentang surga ditulis ‘izaa jaa uuhaa wafutihat’ diartikan bagi penghuni neraka, pintu baru dibuka setelah mereka sampai di depan pintu, sedangkan untuk para penghuni surga, pintu surga terlah terbuka menyambut mereka sebelum mereka sampai di depannya. Kita perhatikan kecermatan pemakaian gaya bahasa Al-Qur’an, bukankah kalau kita mengantar seorang penjahat ke penjara atau tempat hukuman, pintunya baru dibuka setelah kita sampai..?? bukankah kalau kita hendak menyambut tamu terhormat yang akan datang ke rumah kita, pintu gerbang rumah kita sudah kita buka lebar-lebar sebelum tamu tersebut datang,..??
    Banyak sudah kajian orang tentang pemakaian kata dan bahasa dalam Al-Qur’an, mudah-mudahan ini bisa anda jadikan pengantar untuk pendalaman lebih lanjut..

    ______________
    Haniifa say:

    Kenapa PINTU SURGA SUDAH DIBUKA ?!
    Jawab: Sebab @Bapake swaramuslim.net Oon suroon … hehehe…

    Baca dunk Al Qur’an itu secara tartil : Tekstual, Kontekstual dan Relasional !!!

    Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki. (QS 3:169)

    Insya Allah, derajat para syuhada dibawah para Nabi dan Rasulullah.

    Bijimana nehh, ngarti tidak ?!!

  148. July 18, 2011 at 2:25 pm | #284

    AbuBMR berkata :
    “Taurat menurut Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan Allah kepada nabi Musa, mengajarkan tentang Tuhan yang benar yang disembah oleh Musa. Kalau anda bertanya :”Mana Taurat yang benar tersebut menurut Al-Qur’an..??, caranya gampang, silahkan anda memakai Al-Qur’an untuk dijadikan sudut pandang menyeleksi ajaran Yahudi yang terdapat dalam Perjanjian Lama, kalau ada ajaran yang bertentangan dengan Al-Qur’an maka itu bukan termasuk Taurat yang diajarkan Musa, kalau sejalan maka itulah Taurat tersebut.

    Komentar saya :
    Ohhhhhhhh…………..pantas diskusi kita ini tidak pernah klop, pemahaman kita selalu berseberangan, rupanya anda menganggab bahwa taurat itu berupa buku atau kitab, sedangkan saya memahamai bahwa Taurat itu artinya Undang-undang atau Hukum.

    Jadi kalau kita pelajari PL, maka akan kita temukan disana ada dua Taurat yaitu Taurat Musa dan Taurat Allah.

    Itulah sebabnya saya meminta anda menunjukkan taurat yang anda maksud, padahal selalu anda tunjukkan quran yang pada pemikiran saya itu bukan Taurat atau Hukum.

    Kelihatannya sama juga pemahaman terhadap Injil,
    Menurut pemahaman saya, bahwa aslinya injil itu bukan berupa buku atau kitab, tetapi berupa manusia yaitu manusia Yesus sendiri.

    Jadi kitab Injil yang ada sekarang adalah catatan omongan Yesus dan catatan perjalanan hidup Yesus, yang mencatat adalah para pengikutnya.

    AbuBMR berkata :
    Karena Taurat dan Injil, kitab yang diturunkan kepada nabi Musa dan Isa Almasih sudah dirusak,

    Jawab saya :
    Menurut pemahaman saya tidak pernah Allah turunkan Injil kedunia ini berupa kitab, Juga Taurat Musapun tidak dipergunakan lagi sekarang,yang digunakan sekarang ini adalah Taurat Allah, jadi agak sulit saya mengomentari komentar anda ini.

    AbuBMR berkata :

    Alkitab itu isinya ‘terlalu sempurna’ sehingga mencampur-adukkan antara yang hak dengan yang bathil, saling bertentangan, ayat yang satu bilang ‘jangan ada Allah yang lain’, tapi ayat berikutnya ngomong ‘sembahlah Yesus, dia itu Allah juga’, dll.

    Maka Al-Qur’an diturunkan untuk MEMBERSIHKAN alkitab anda, memisahkan mana yang hak dan mana yang bathil tersebut, yang hak diambil dan yang bathil dibuang”

    Jawab saya :
    Wajarlah anda berkata demikian, karena anda menganggab semua isi Alkitab itu undang-undang, dan anda menganggab bahwa Injill itu berupa kitab undang-undan juga.

    Alkitab itu ditulis oleh manusia biasa, yang berlatar belakang yang bermacam-macam, ada petani, ada nelayan, ada juga Doktor, ada orang kaya dan ada juga orang miskin.

    Mereka menulis sesuai tingkat pemahaman masing-masing, kalau petqni yang menulis, bahasanya dan redaksinyapun bahasa dan redaksi petani,kalau Doktor, bahasa dan redaksinya adalah bahasa dan redaksi Doktor.

    Penulis-penulis ini tidak saling mengenal, karena berjauhan tempat dan zaman yang berbeda, namun tulisan-tulisan mereka ini nyambung satu sama lain, dan tulisan-tulisan mereka inilah yang dikumpulkan menjadi Alkitab, bukan diturunkan dari surga seperti yang anda anggab atau quran katakan,

    Artinya Quran tidak mengetahui sejarah terjadinya Injil.

    Kalau Quran tidak mengenal Injil itu, bagaimana dia bisa mengoreksi ?

    Demikian tanggapan saya .

    Terima kasih

    • July 18, 2011 at 2:38 pm | #285

      @Bapake Heber

      حَنِيفًا
      July 15, 2011 at 1:47 pm | #200
      Reply | Quote

      @Heber Budak YESUS BUDUK
      Mari kita lanjutken… hehehe….

      Ad diin Islam say: BismILLAH , and ism ALLAH menurut Al Qur’an mempunyai banyak nama alias seperti Ar Rahmaan, Ar Rahiim, Ar Rabb… Insya Allah, ada 76 asmaul husna dalam Al Qur’an dan 23 yang “terdefinisi” menurut hadits

      Bijimana, perlu sayah relasiken secara komprehensif, apa yang menjadi ganjalan pihkiran sampean ?!

      Nahh… sekarang kita cek dwulu, apa maksudnyah 76 ?!
      Sampean tahu kalau bilangan “sembilan belas” adalah perumpamaan, artinya sampean bisa lebih menyakini kebenaran Al Qur’an atau sebaliknyah sampean bisa tergelincir (ex. Dr. Rashad Khalifa )

      76 / 19 = 4 (EMPAT)… bulat euy.. hehehe
      Coba kita buka surah Al Insaan “MANUSIA” (QS 76:1)
      Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?

      Berdasarken Ad diin Islam:
      Empat (76/4) AL KITAB (buku petunjuk kepada MANUSIA dari ALLAH)
      1. Taurat Nabi Musa a.s
      2. Zabur Nabi Dawud a.s
      3. Injil Nabi ‘Isa Al Masih a.s
      4. Al Qur’an Nabi Muhammad s.a.w

      Berdasarken Ilmu Al Falaq :
      Periode kedatangan KOMET yang belum dinamai ?! :(

      The average period of Halley’s orbit is 76 years but you cannot calculate the dates of its reappearances by simply subtracting multiples of 76 years from 1986. The gravitational pull of the major planets alters the orbital period from revolution to revolution. Nongravitational effects (such as the reaction from gasses boiled off during its passage near the Sun) also play an important, but smaller, role in altering the orbit. Between the years 239 BC and 1986 AD the orbital period has varied from 76.0 years (in 1986) to 79.3 years (in 451 and 1066). The closest perihelion passage to the time of Jesus are 11 BC and 66 AD; neither event took place in Jesus’ lifetime :D :lol: . Its most famous appearance was in 1066 when it was seen at the Battle of Hastings, an event commemorated in the Bayeux Tapestry.

      Read more about Comet Halley by nineplanets.org
      Sumber:
      http://nineplanets.org/halley.html

      Alhamdulillah, Nabi Muhammad s.a.w sudah berusia diatas 40 (tafsiran 47 thn) ketika KOMET itu menongnong di bumi ini dan sudah barang tentu beliau sudah menjadi Rasulullah dunk.

      (Kasihan yah Yesus tidak pernah tahu lintasan komet elips, makanyah menurut YESUS BUMI DAN LANGIT CEPER !!!)

      Bijimana, kalau sudah jelast sayah lanjutken ke ayat yang sampean tanya (hal. kafir) ?!

      Mari kita lanjutken… hehehe….

      Sampean abosilte TIDAK BISA MENJAWAB INI KAN ?!…
      Al Qur’an dan Al Hadits sering menyinggung kata: MUSLIM dan MU’MIN

      1. Taurat Nabi Musa a.s … aturan SHALAT dan ZAKAT, bermasyarakat. (Muslim)
      2. Zabur Nabi Dawud a.s … aturan SHALAT dan ZAKAT, bermasyarakat (Muslim)
      3. Injil Nabi ‘Isa Al Masih a.s … aturan SHALAT dan ZAKAT, bermasyarakt (Muslim) tock

      4. Al Qur’an Nabi Muhammad s.a.w… , aturan (diin) SHALAT dan ZAKAT, bermasyarakt (MUSLIM) dan Aturan (diin) BERPERANG melawan kebathialn (MU’MIN)

      Next… wait and see… :D

      • July 18, 2011 at 2:43 pm | #286

        Contoh diin to (Muslimin dan MU’MININ), dilarang berperang dalam 4 bulan yang sudah ditentuken…

        Alkitab => Mau bulan apa saja, dimana saja, tua atau muda, rusak atau hancur… pokoke berperang ala bar-bar… padahal ABSOLUTE TIDAK ADA PERINTAH BERPERANG DALAM INJIL (asli dari Isa ibu Maryam / Al masih ) … hehehe….

        Silahken sampean buka 12 murid Isa Al Masih, apakah pahlawan perang ?! :(

      • July 18, 2011 at 2:46 pm | #287

        tambahan :
        Silahken sampean buka sejarah 4 murid (baca: Khalifah ISLAM) Nabi Muhammad s.a.w ?! … hehehe…

  149. July 18, 2011 at 3:07 pm | #288

    AbuBMR berkata :
    kalau ada ayat yang mengelilingi 10 perintah Tuhan tersebut dan sesuai/mendukungnya, maka artinya sudah sesuai dengan Al-Qur’an, karena isi Al-Qur’an memang sama dengan 10 perintah Tuhan tersebut.

    Jawab saya :
    Saya sudah buktikan sendiri diatas, bahwa isi Al-Qur’an tidak ada yang sama dengan 10 perintah Tuhan

    Quran tidak mengenal Alkitab, maka tidak bakalan ada ditemukan oleh Quran satu bijipun ayat Alkitab yang sesuai dengan quran, juga antara ayat-ayat Alkitab yang sesuai dengan ayat -ayat Alkitab sendiri tidak bakalan ada ditemukan oleh Quran.

    AbuBMR berkata :
    Misalnya perkataan Yesus : Markus 12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

    Jawab saya :
    Tidak saudaraku, maksud ayat ini tidak sama dengan pemahaman quran, sebab yang dimaksud dengan esa dalam Alkitab adalah esa yang jamak, sedang pemahaman quran tentang esa adalah esa yang murni benar-benar tunggal,

    Tentang ini saja anda sudah bingung karena pemahaman antar Quran dengan Alkitab bertolak belakang 180 derajat.

    Jadi kalau mau mempelajari Quran, sesungguhnya tidak boleh disangkut pautkan dengan Alkitab, begitu juga dengan Alkitab, bila hendak mempelajari Alkitab, tidak boleh disangkut pautkan dengan Quran.

    Saya heran, kenapa Quran bangkit seperti pahlawan kesiangan ? Quran hendak memperbaiki Alkitab padahal Quraan sendiri tidak memahami bahkan tidak mengenal Alkitab.

    Sesungguhnya saya sangat ingin mempelajari Quran tanpa mengkait-kaitkannya dengan Alkitab, Sayang nya jika saya belajar Quran, Quran selalu menyinggung dan mempersalahkan Alkitab.

    Mohon maaf atas kata-kata saya yang dapat menyinggung perasaan anda, karena memang itulah sejujurnya pemahaman saya.

    Terima kasih.

  150. July 18, 2011 at 3:55 pm | #289

    AbuBMR berkata :
    kalau ada ayat yang mengelilingi 10 perintah Tuhan tersebut dan sesuai/mendukungnya, maka artinya sudah sesuai dengan Al-Qur’an, karena isi Al-Qur’an memang sama dengan 10 perintah Tuhan tersebut.

    Jawab saya :
    Saya sudah buktikan sendiri diatas, bahwa isi Al-Qur’an tidak ada yang sama dengan 10 perintah Tuhan

    Quran tidak mengenal Alkitab, maka tidak bakalan ada ditemukan oleh Quran satu bijipun ayat Alkitab yang sesuai dengan quran, juga antara ayat-ayat Alkitab yang sesuai dengan ayat -ayat Alkitab sendiri tidak bakalan ada ditemukan oleh Quran.

    Saya sudah membuktikan diatas bahwa 10 perintah Tuhan sama dengan ayat-ayat Al-Qur’an pada setiap pointnya :
    —————————————————————————————————————
    1. Quran Qs. Al-hasyr 23.
    Dialah Allah Yang Tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
    SAMA DENGAN :
    1. Alkitab Keluaran 20:3
    Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
    ————————————————————————————————————-
    2. Quran Qs.Al-Baqarah 22.
    Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah[30], padahal kamu mengetahui.[30]. Ialah segala sesuatu yang disembah di samping menyembah Allah seperti berhala-berhala, dewa-dewa, dan sebagainya.
    SAMA DENGAN :
    2. Alkitab. Keluaran 20:4
    Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
    Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu,
    ————————————————————————————————————–
    3. Quran Qs. An-nisaa 116.
    Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.
    SAMA DENGAN :
    3. Alkitab. Keluaran 20:7
    Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
    ————————————————————————————————————–
    4. Quran Qs. Al Jumu’ah 9. Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli[1475]. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui[[1475]. Maksudnya: apabila imam telah naik mimbar dan muazzin telah azan di hari Jum’at, maka kaum muslimin wajib bersegera memenuhi panggilan muazzin itu dan meninggalakan semua pekerjaannya.
    SAMA DENGAN :
    4. Alkitab. Keluaran 20:8-11
    Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat

    enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
    tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.

    Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
    ————————————————————————————————————–
    5. Quran Qs. Al-Israa’ 23.
    Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia[850].[850]. Mengucapkan kata ah kepada orang tua tidak dlbolehkan oleh agama apalagi mengucapkan kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu.
    SAMA DENGAN :
    5. Alkitab. Keluaran 20:12
    Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
    —————————————————————————————————————
    6. Quran: Qs 29.
    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu[287]; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.[287]. Larangan membunuh diri sendiri mencakup juga larangan membunuh orang lain, sebab membunuh orang lain berarti membunuh diri sendiri, karena umat merupakan suatu kesatuan..
    SAMA DENGAN :
    6. Alkitab. Keluaran 20:13
    Jangan membunuh.
    —————————————————————————————————————-
    7. Quran : Qs. An Nuur 3.
    Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin[1028].[[1028]. Maksud ayat ini ialah: tidak pantas orang yang beriman kawin dengan yang berzina, demikian pula sebaliknya.
    SAMA DENGAN :
    7. Alkitab. Keluaran 20:14
    Jangan berzinah.
    —————————————————————————————————————-
    8. Quran : Qs. Al-Maa’idah 38.
    Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana
    SAMA DENGAN :
    8. Alkitab. Keluaran 20:15
    Jangan mencuri.
    —————————————————————————————————————-
    9. Quran : Qs. At Taubah 42.
    Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah: “Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu.” Mereka membinasakan diri mereka sendiri[644] dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.[644]. Maksudnya mereka akan binasa disebabkan sumpah mereka yang palsu
    SAMA DENGAN
    9. Alkitab. Keluaran 20:16
    Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
    —————————————————————————————————————-
    10. Quran : Qs. Al-Baqarah 180.
    Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu-bapak dan karib kerabatnya secara ma’ruf [112], (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa.

    Qs. An Nisaa’ 2. Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar.
    SAMA DENGAN :
    10. Alkitab. Keluaran 20:17
    Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.”
    —————————————————————————————————————-

    Nah..sudah terbukti bahwa 10 perintah Tuhan yang ada dalam Taurat ada kesamaan ayatnya dengan Al-Qur’an. tapi kalau anda membutakan mata anda dan ngotot mau bilang ayat-ayat yang diatas ini tidak sama, lalu saya mau bilang apa..?? Biar saja para pembaca yang menilai apakah ayat tersebut memiliki ajaran yang sama atau tidak, mereka toh punya kemampuan berpikir sendiri yang bisa melihat fakta yang disampaikan.

    AbuBMR berkata :
    Misalnya perkataan Yesus : Markus 12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

    Jawab saya :
    Tidak saudaraku, maksud ayat ini tidak sama dengan pemahaman quran, sebab yang dimaksud dengan esa dalam Alkitab adalah esa yang jamak, sedang pemahaman quran tentang esa adalah esa yang murni benar-benar tunggal,

    ‘Esa yang jamak’ itulah racun yang dimasukkan oleh ‘ayat-ayat yang ada disekeliling’ 10 Perintah Tuhan tersebut, sudah jelas 10 perintah Tuhan melarang menyembah Allah yang lain, tapi racun tersebut membelokkan ke-Esa-an Tuhan dengan menyatakan ‘Esa yang Jamak’. Al-Qur’an diturunkan untuk meluruskan kembali ajaran sesat ‘Esa yang jamak’ tersebut untuk mengembalikan eksistensi Allah sebagai hanya satu-satunya Tuhan, Esa yang betul-betul Esa sesuai yang diajarkan para nabi terdahulu. Mana ada Yesus ngomong bahwa dia adalah Tuhan..?? bahwa dia termasuk dalam Tuhan ‘Esa yang jamak’..??, itu cuma racun yang merusak ketauhidan Tuhan yang disampaikan dalam 10 Perintah Tuhan, makanya anda sebenarnya merupakan orang yang tertipu karena meyembah Tuhan ‘Esa yang jamak’, tidak ada taurat bicara soal itu. Andalah yang sebenarnya sekarang ini yang tidak mematuhi 10 perintah Tuhan, sebaliknya kami yang Muslim yang menjalankannya karena racun kemusyrikan tersebut sudah diluruskan oleh Al-Qur’an.

    Jadi kalau mau mempelajari Quran, sesungguhnya tidak boleh disangkut pautkan dengan Alkitab, begitu juga dengan Alkitab, bila hendak mempelajari Alkitab, tidak boleh disangkut pautkan dengan Quran.

    Saya heran, kenapa Quran bangkit seperti pahlawan kesiangan ? Quran hendak memperbaiki Alkitab padahal Quraan sendiri tidak memahami bahkan tidak mengenal Alkitab.

    Sesungguhnya saya sangat ingin mempelajari Quran tanpa mengkait-kaitkannya dengan Alkitab, Sayang nya jika saya belajar Quran, Quran selalu menyinggung dan mempersalahkan Alkitab.

    Soal ini sih terserah sikap anda buat ngotot mempertahankan kesesatan anda, karena resikonya anda tanggung sendiri. Saya sudah menyampaikan apa yang harus disampaikan oleh seorang Muslim, bahwa anda sudah berada dalam kesesatan karena menyembah Tuhan ‘Esa yang jamak’, padahal para nabi terdahulu seperti Ibrahim, Yakub, Musa, Daud, Isa Almasih hanya menyuruh agar pengikutnya menyembah Tuhan ‘Esa yang benar-benar Esa’.

    Soal keterkaitan antara Al-Qur’an dengan ajaran yang sudah dirusak dalam alkitab memang sudah seharusnya begitu, karena nabi-nabinya itu-itu juga. Al-Qur’an diturunkan memang untuk mengkoreksi ajaran para nabi yang sudah dirusak lalu ajaran yang sudah rusak bercampur antara yang hak dengan yang bathil dalam suatu kitab yang bernama alkitab. Tujuan diturunkannya Al-Qur’an memang untuk memberi petunjuk kepada orang-orang seperti anda yang sudah disesatkan dengan ajaran ‘Esa yang jamak’ tersebut. kalau setelah dikasih tahu tapi anda menolaknya dan menganggap Tuhan anda ‘Esa yang jamak’ tersebut memang benar sekalipun anda tidak menemukan kapan Yesus pernah mengajarkannya dalam alkitab, itu sih urusan anda.

    Blog ini dikunjungi banyak orang, bisa jadi juga termasuk orang-orang Kristen yang bisa memahami apa yang disampaikan, maka Insya Allah bisa bermanfaat juga buat mereka.

  151. July 18, 2011 at 5:19 pm | #290

    Ohhhhhhhh…………..pantas diskusi kita ini tidak pernah klop, pemahaman kita selalu berseberangan, rupanya anda menganggab bahwa taurat itu berupa buku atau kitab, sedangkan saya memahamai bahwa Taurat itu artinya Undang-undang atau Hukum.

    Jadi kalau kita pelajari PL, maka akan kita temukan disana ada dua Taurat yaitu Taurat Musa dan Taurat Allah.

    Itulah sebabnya saya meminta anda menunjukkan taurat yang anda maksud, padahal selalu anda tunjukkan quran yang pada pemikiran saya itu bukan Taurat atau Hukum.

    Kelihatannya sama juga pemahaman terhadap Injil,
    Menurut pemahaman saya, bahwa aslinya injil itu bukan berupa buku atau kitab, tetapi berupa manusia yaitu manusia Yesus sendiri.

    Jadi kitab Injil yang ada sekarang adalah catatan omongan Yesus dan catatan perjalanan hidup Yesus, yang mencatat adalah para pengikutnya.

    Terlepas adanya perbedaan apakah taurat dan Injil tersebut berupa kitab atau bukan, namun pasti isi/materi ajarannya sama. Omongan Musa dan Isa Almasih yang tercatat dalam pentateuch dan Matius cs pastilah merupakan penjabaran dari ajaran Allah yang diamanatkan kepada mereka untuk disampaikan kepada para pengikutnya. mana mungkin Allah mengajarkan A lalu Musa dan Isa Almasih mengajarkan B. Coba anda teliti setiap omongan Yesus yang tercatat dalam matius cs, mana pernah dia menyatakan dirinya adalah Tuhan..?? Yang menyatakan Yesus adalah Tuhan itu orang lain.

    AbuBMR berkata :
    Karena Taurat dan Injil, kitab yang diturunkan kepada nabi Musa dan Isa Almasih sudah dirusak,

    Jawab saya :
    Menurut pemahaman saya tidak pernah Allah turunkan Injil kedunia ini berupa kitab, Juga Taurat Musapun tidak dipergunakan lagi sekarang,yang digunakan sekarang ini adalah Taurat Allah, jadi agak sulit saya mengomentari komentar anda ini.

    Cara mengechecknya gampang sekali, lihat konsistensinya, kalau dalam Taurat menyatakan ‘Jangan ada Tuhan yang lain selain Allah’, lalu Yesus bilang ‘Sembahlah hanya Allah, Tuhan KITA (artinya Tuhannya Yesus dan Tuhan para pengikutnya) maka itu merupakan ajaran Tuhan yang sebenarnya, sesuai dengan Al-Qur’an. Kalau Taurat bilang ‘Tuhan itu Esa’, lalu ada seorang yang mengaku rasul dan tidak pernah mendapat pengajaran langsung dari Yesus menyatakan ‘Yesus itu Tuhan juga’, maka apa yang diajarkannya tersebut bukan isi/materi yang terdapat dalam Taurat dan Injil yang sebenarnya.

    AbuBMR berkata :

    Alkitab itu isinya ‘terlalu sempurna’ sehingga mencampur-adukkan antara yang hak dengan yang bathil, saling bertentangan, ayat yang satu bilang ‘jangan ada Allah yang lain’, tapi ayat berikutnya ngomong ‘sembahlah Yesus, dia itu Allah juga’, dll.

    Maka Al-Qur’an diturunkan untuk MEMBERSIHKAN alkitab anda, memisahkan mana yang hak dan mana yang bathil tersebut, yang hak diambil dan yang bathil dibuang”

    Jawab saya :
    Wajarlah anda berkata demikian, karena anda menganggab semua isi Alkitab itu undang-undang, dan anda menganggab bahwa Injill itu berupa kitab undang-undan juga.

    Alkitab itu ditulis oleh manusia biasa, yang berlatar belakang yang bermacam-macam, ada petani, ada nelayan, ada juga Doktor, ada orang kaya dan ada juga orang miskin.

    Mereka menulis sesuai tingkat pemahaman masing-masing, kalau petqni yang menulis, bahasanya dan redaksinyapun bahasa dan redaksi petani,kalau Doktor, bahasa dan redaksinya adalah bahasa dan redaksi Doktor.

    Justru inilah yangh mau dikoreksi oleh Al-Qur’an, adanya tulisan karangan manusia yang diakui sebagai firman Tuhan. kalau memang alkitab merupakan karangan manusia, akui saja karangan manusia dan itu jelas bukan kitab suci namanya. Saya tidak pernah menyatakan alkitab PL dan PB merupakan kitab undang-undang, kalau anda mau menanyakan soal 10 perintah Tuhan, itu memang merupakan aturan/hukum yang tercantum dalam pentateuch. Lalu apakah Pentateuch semuanya berisi aturan hukum..?? tentu saja tidak, isinya sudah bercampur-aduk, ada aturan hukum, ada cerita porno dan dongeng, ada sejarah bangsa Israel, dll.

    Penulis-penulis ini tidak saling mengenal, karena berjauhan tempat dan zaman yang berbeda, namun tulisan-tulisan mereka ini nyambung satu sama lain, dan tulisan-tulisan mereka inilah yang dikumpulkan menjadi Alkitab, bukan diturunkan dari surga seperti yang anda anggab atau quran katakan,

    Tulisan dalam PL dan PB yang saling bersambung bukan berarti tidak mengandung kontradiksi. Itu bukan saya yang ngomong tapi para ahli alkitab dikalangan Kristen sendiri, sehingga selalu saja terjadi revisi sampai sekarang. Kitab Matius cs diakui Kristen bukan ditulis oleh Matiuscs, tapi oleh orang Yunani puluhan tahun setelah peristiwa penyaliban dan diakui ditulis ‘menurut’ Matius cs, jadi merupakan cerita dari mulut ke mulut yang dianggap bersumber dari Matius cs.

    Pentateuch yang katanya ditulis oleh Musa diakui Kristen sebenarnya bukan ditulis oleh Musa, tapi oleh yahudi setelah Musa meninggal dunia, berisi catatan sejarah yang dibuat sesuai kepentingan pihak yang berkuasa pada saat itu.

    http://www.gkri-exodus.org/image-upload/BIB-PPL1_04_Hipotesa.pdf
    http://www.perisai.net/berita/sebagian_penulis_perjanjian_baru_bukanlah_rasul

    Artinya Quran tidak mengetahui sejarah terjadinya Injil.
    Kalau Quran tidak mengenal Injil itu, bagaimana dia bisa mengoreksi ?

    Justru karena Allah tahu betul bagaimana ajaran para nabi terdahulu dibelokkan, lalu yahudi dan Kristen yang malang hanya bersandarkan kepada catatan karangan manusia tersebut maka Al-Qur’an diturunkan Allah. Tuhan mengerti betul bahwa kitab suci yang anda pegang sekarang ini sudah rusak dan anda akui sendiri memang bukanj merupakan firman Tuhan, melainkan catatan karangan manusia tentang ajaran nabi Musa dan Isa Almasih yang tidak bisa lagi diverifikasi kebenarannya. Dalam catatan tersebut ada yang mengandung kebenaran dan memang diajarkan oleh Musa dan Isa Almasih, ada juga yang dikarang sendiri oleh si penulisnya dan jauh dari apa yang diajarkan. Itulha yang menyebabkan anda yang seharusnya menyembah ‘Tuhan yang Esa’, berbelok menjadi penyembahan kepada Tuhan yang ‘Esa tapi jamak’.

  152. adis
    July 18, 2011 at 6:13 pm | #291

    Mantaab bro jawabnnya … TERUSKAN..

  153. Yans
    July 18, 2011 at 7:44 pm | #292

    Suhbhanallah, demikian jelas uraian sdr AbuBMR. Moga dpt membuka hati para pencari kebenaran..bukan pembenaran dgn asal ngotot.

  154. ifad
    July 18, 2011 at 7:56 pm | #294

    Bang Abu, sikat teruss…
    Komentar-2 Gus Ber makin lucu aja nih..

  155. haidar
    July 19, 2011 at 7:03 am | #295

    diskusi diatas bisa jadi merupakan siaran ulang dari diskusi dibawah ini,saat heber ahmad berdiskusi dengan netter muslim.(khususnya om paulus nabi palsu dan bung syahrir)…..

    http://answering.wordpress.com/2010/10/19/saudaraku-seiman-janganlah-mencaci-maki-sembahan-umat-lain/

    tapi btw,pemaparan yang sangat detail dan mudah dimengerti telah disampaikan oleh akhi abu BMR pada pembaca disini………..lanjutkan akhi……..

  156. July 19, 2011 at 7:41 am | #296

    1. AbuBMR berkata
    Quran Qs. Al-hasyr 23.
    Dialah Allah Yang Tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

    Sama dengan
    1. Alkitab Keluaran 20:3
    Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.

    Jawab saya :
    Mungkin Kalau tamatan pesantren melihat ayat ini memang benar sama, tetapi kalau saya tamatan smp tidak berhubungan sama sekali, karena saya melihat bahwa :

    Quran Qs. Al-hasyr 23. Berisi kalimat keterangan yang menerangkan hal Allah, sedang
    Keluaran 20:3 berisi kalimat larangan yaitu jangan.

    2. AbuBMR berkata
    Isi Quran Qs.Al-Baqarah 22.sama dengan Alkitab. Keluaran 20:4

    Saya bilang tidak karena isi
    Qs.Al-Baqarah 22 adalah memberitahukan alasan dilarangnya mengadakan sekutu bagi Allah sedang

    Keluaran 20:4 berisi larangan untuk membuat patung dan menyembahnya.

    3. AbuBMR berkata
    Isi Quran Qs. An-nisaa 116.Sama dengan Alkitab. Keluaran 20:7

    Saya bilang tidak karena :
    Qs. An-nisaa 116 hanya berisi pemberitahuan bahwa Allah tidak mengampuni dosa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, sedang

    Keluaran 20:7 berisi larangan menyebut nama Tuhan secara sembarangan.

    4. AbuBMR berkata
    Quran Qs. Al Jumu’ah 9. Sama dengan Alkitab. Keluaran 20:8-11

    Saya bilang tidak karena :
    Qs. Al Jumu’ah 9. Berisikan perinta kepada umat islam bila kedengaran azan agar segera meninggalkan pekerjaan untuk pergi shalat ke Masjid setiap hari Jum’at. Sedang

    Keluaran 20:8-11 mengingatkan untuk menyucikan hari sabat etiap hari ketujuh ( Sabtu) karena Allah menciptakan bumi langit dansegala isinya selama enam hari yang kemudian berhenti dari pkerjaaNya pada hari ketujuh.

    5. AbuBMR berkata dst.saya lihat Tidak ada yang sama
    AbuBMR berkata
    Nah..sudah terbukti bahwa 10 perintah Tuhan yang ada dalam Taurat ada kesamaan ayatnya dengan Al-Qur’an.

    Jawab saya :
    Ok dehhhhhh……..kalau itu sama anda lihat, ya sudah sama lah itu, dan ini jugalah salah satu perbedaan pendapat kita.

    AbuBMR berkata
    ‘Esa yang jamak’ itulah racun yang dimasukkan oleh ‘ayat-ayat yang ada disekeliling’ 10 Perintah Tuhan tersebut, sudah jelas 10 perintah Tuhan melarang menyembah Allah yang lain, tapi racun tersebut membelokkan ke-Esa-an Tuhan dengan menyatakan ‘Esa yang Jamak’. Al-Qur’an diturunkan untuk meluruskan kembali ajaran sesat ‘Esa yang jamak’ tersebut untuk mengembalikan eksistensi Allah sebagai hanya satu-satunya Tuhan, Esa yang betul-betul Esa sesuai yang diajarkan para nabi terdahulu.

    Jawab saya :
    Mungkin penulis Quran tidak memahami bahasa Ibrani, sehingga disamakan dengan pemahaman bahasa Arab : mari lihat ini :

    (Ekhad) Bentuk jamak ” אלהים – ‘ELOHÎM” dikenal dengan istilah ‘plural of majesty’, “bentuk jamak kebesaran”, mengandung ide pluralitas dalam kesatuan, Allah yang “‘EKHAD” (Arab: “‘ahad”) dalam pengertian kesatuan yang kompleks, bukan “YAKHID” (Arab: “wahid”), satu dalam pengertian absolut, kesatuan yang tidak memiliki gabungan.

    AbuBMR berkata
    Mana ada Yesus ngomong bahwa dia adalah Tuhan..??

    Jawab saya :
    Sebelum tahu betul, sebaiknya jangan terus mengambil keputusan.
    Justru karena pengakuan Yesulah baik itu dari perlakuan, maupun itu dari ucapanNya bahwa Dia adalah Tuhan maka Dia mati tersalip.

    AbuBMR berkata :
    Tujuan diturunkannya Al-Qur’an memang untuk memberi petunjuk kepada orang-orang seperti anda yang sudah disesatkan dengan ajaran ‘Esa yang jamak’

    Jawab saya :
    Ini kesalahan Allah sendiri, kenapa Allah biarkan bahasa Ibrani yang mengartikan bahwa Ekhad adalah tunggal yang jamak, sehingga terlalu banyak orang yang tersesat karena quran terlambat datang untuk memperbaikinya ?

    AbuBMR berkata
    Yesus bilang ‘Sembahlah hanya Allah, Tuhan KITA (artinya Tuhannya Yesus dan Tuhan para pengikutnya)

    Jawab saya :
    Yesus adalah Illah yang mana ke Illahiannya tidak kelihatan
    Yesus adalah manusia, yang mana kemanusiaannya kelihatan
    Yesus adalah guru manusia dan dia sendiri adalah manusia, maka dia menggunakan bahasa manusia, dan mencontohkan dengan menggabungkan dirinya sebagai manusia berkata “Sembahlah hanya Allah, Tuhan KITA”

    Saat Dia mengajar, Dia adalah manusia, tentu dia harus bergabung dengan manusia dengan berkata “Kita”

    AbuBMR berkata
    Tulisan dalam PL dan PB yang saling bersambung bukan berarti tidak mengandung kontradiksi. Itu bukan saya yang ngomong tapi para ahli alkitab dikalangan Kristen sendiri, sehingga selalu saja terjadi revisi sampai sekarang. Kitab Matius cs diakui Kristen bukan ditulis oleh Matiuscs, tapi oleh orang Yunani puluhan tahun setelah peristiwa penyaliban dan diakui ditulis ‘menurut’ Matius cs, jadi merupakan cerita dari mulut ke mulut yang dianggap bersumber dari Matius cs.
    Pentateuch yang katanya ditulis oleh Musa diakui Kristen sebenarnya bukan ditulis oleh Musa, tapi oleh yahudi setelah Musa meninggal dunia, berisi catatan sejarah yang dibuat sesuai kepentingan pihak yang berkuasa pada saat itu.

    Jawab saya :
    Saya tidak bersandar kepada pendapat mereka-mereka itu, saya hanya menyakini bahwa Allah mampu melindungi segala apa yang baik untuk digunakan oleh manusia.

    Saya yakin Allah mencintai seluruh manusia, dan Allah tidaklah Allah yang bodoh sehinggga membiarkan terlalu banyak manusia tertipu dengan terlambatnya Quran datang.

    Saya yakin walaupun Alkitab itu ditulis oleh orang orang berdosa, namun tetap saya yakin bahwa Allah akan menyetir tangan penulis itu agar menuliskan sesuai kehendak Allah,

    AbuBMR berkata
    Tuhan mengerti betul bahwa kitab suci yang anda pegang sekarang ini sudah rusak dan anda akui sendiri memang bukanj merupakan firman Tuhan, melainkan catatan karangan manusia tentang ajaran nabi Musa dan Isa Almasih yang tidak bisa lagi diverifikasi kebenarannya. Dalam catatan tersebut ada yang mengandung kebenaran dan memang diajarkan oleh Musa dan Isa Almasih, ada juga yang dikarang sendiri oleh si penulisnya dan jauh dari apa yang diajarkan. Itulha yang menyebabkan anda yang seharusnya menyembah ‘Tuhan yang Esa’, berbelok menjadi penyembahan kepada Tuhan yang ‘Esa tapi jamak’.

    Jawab saya :
    Apakah ini pendapat anda atau perkataan quran ?
    Kalau ini perkataan Quran, tolong kita sama-sama menyelidiki Quran sampai dimana kebenaran nya.

    Terima kasih

    • jack
      July 19, 2011 at 8:01 am | #297

      @heber

      hehehehe anda ini bener2 mahir bersilat lidah ya, hati2 ntar keseleo lho

      Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. dengan Dialah Allah Yang Tiada Tuhan selain Dia

      dimana letak perbedaannya? sama2 menyuruh hanya menyembah kepada Allah

      Keluaran 20:4 berisi larangan untuk membuat patung dan menyembahnya. dengan 4:116. Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia

      dimana letak perbedaannya?

      lucunya lagi anda mengkontra hari jumat dengan hari sabtu tapi anda sepertinya lupa apa yang dilakukan umat islam dan yahudi di hari2 tersebut

      yesus 100% manusia 100% tuhan? itu maksud anda?

  157. asfa
    July 19, 2011 at 8:01 am | #298

    akhirnya jurus lama heber beraksi (STANDAR GANDA) :

    1. Dia menulis: Mungkin penulis Quran tidak memahami bahasa Ibrani, sehingga disamakan dengan pemahaman bahasa Arab.

    2. Dia menulis : perkataan Allah itu tidak pernah berubah. ( yang dimaksud dengan perkataan disini adalah maksud dan tujuannya bukan redaksi dan bahasanya )

    jurus lama model baru……………….

    • jack
      July 19, 2011 at 8:04 am | #299

      @Asfa

      coba dicermati tulisannya

      Mungkin penulis Quran tidak memahami bahasa Ibrani, sehingga disamakan dengan pemahaman bahasa Arab.

      sesuatu yang dari awal sudah tidak pasti (mungkin), hasilnya ya sudah tentu TIDAK PASTI

      • asfa
        July 19, 2011 at 8:15 am | #300

        @JACK

        iya betul,…tapi memang kontradiksi banget,disatu sisi dia menonjolkan sekali bahasa ibrani dalam alkitab.tapi disisi lain dia mengatakan redaksi dan bahasa tidak penting…..wkwkwkwk

        betul kata mas @ ifad,makin lama komentar gus ber makin lucu…………so enjoy it…………………………………………………

    • July 19, 2011 at 8:44 am | #301

      I like it…!!!

  158. July 19, 2011 at 8:31 am | #302

    1. AbuBMR berkata
    Quran Qs. Al-hasyr 23.
    Dialah Allah Yang Tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

    Sama dengan
    1. Alkitab Keluaran 20:3
    Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.

    Jawab saya :
    Mungkin Kalau tamatan pesantren melihat ayat ini memang benar sama, tetapi kalau saya tamatan smp tidak berhubungan sama sekali, karena saya melihat bahwa :

    Quran Qs. Al-hasyr 23. Berisi kalimat keterangan yang menerangkan hal Allah, sedang
    Keluaran 20:3 berisi kalimat larangan yaitu jangan.

    Al-Hasyr 23 bukan hanya soal menerangkan tentang Allah, tapi tentang Allah yang tiadak Tuhan selain Dia, anak SD juga tahu kalau dikatakan ‘Tiada Tuhan selain Dia’ artinya memang jangan menyembah Tuhan selain Allah. tapi kalau anak TK memang harus dikasih tahu persis, karena belum memakai pikiran buat menganalisa kalimatnya.

    2. AbuBMR berkata
    Isi Quran Qs.Al-Baqarah 22.sama dengan Alkitab. Keluaran 20:4

    Saya bilang tidak karena isi
    Qs.Al-Baqarah 22 adalah memberitahukan alasan dilarangnya mengadakan sekutu bagi Allah sedang

    Keluaran 20:4 berisi larangan untuk membuat patung dan menyembahnya.

    Al-Baqarah 22 mengatakan ‘janganlah mengadakan sekutu bagi Allah, ayat lain menyebut : [4:117] Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah syaitan yang durhaka, jadi sekutu selain Allah itu namanya berhala. Anak SD juga mengerti kalau disebut ‘janganlah mengadakan sekutu bagi Allah itu artinya ‘jangan membuat patung dan menyembahnya, maksud patung disini tentu saja berhala yang disembah selain Allah’. Tapi kalau anak TK memang tidak bakalan mengerti karena belum punya kemampuan berpikir untuk menganalisa kalimatnya.

    3. AbuBMR berkata
    Isi Quran Qs. An-nisaa 116.Sama dengan Alkitab. Keluaran 20:7

    Saya bilang tidak karena :
    Qs. An-nisaa 116 hanya berisi pemberitahuan bahwa Allah tidak mengampuni dosa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, sedang

    Keluaran 20:7 berisi larangan menyebut nama Tuhan secara sembarangan.

    Menyebut nama Tuhan dengan sembarangan bisa berarti mempergunakan nama-Nya terhadap makhluk lain, manusia bernama Yesus disebut Allah juga, artinya sama saja denga mempersekutukan Allah, memakai nama-Nya untuk eksistensi kemusyrikan. Anak SD bakalan mengerti persamaan ajaran ini, lain halnya dengan anak TK karena memang harus dijelaskan dengan kalimat yang sama persis, maklum belum bisa memakai akal pikiran untuk menganalisa kalimat.

    4. AbuBMR berkata
    Quran Qs. Al Jumu’ah 9. Sama dengan Alkitab. Keluaran 20:8-11

    Saya bilang tidak karena :
    Qs. Al Jumu’ah 9. Berisikan perinta kepada umat islam bila kedengaran azan agar segera meninggalkan pekerjaan untuk pergi shalat ke Masjid setiap hari Jum’at. Sedang

    Keluaran 20:8-11 mengingatkan untuk menyucikan hari sabat etiap hari ketujuh ( Sabtu) karena Allah menciptakan bumi langit dansegala isinya selama enam hari yang kemudian berhenti dari pkerjaaNya pada hari ketujuh.

    Yup..terlepas dengan soal harinya yang berbeda, perintah untuk memuliakan hari tersebut dilakukan dengan kegiatan ritual untuk menyembah Allah dan meninggalkan urusan duniawi. Itulha maksud memuliakan hari-hari tersebut. Anak SD juga bakalan mengerti tujuan dari kegiatan ibadah untuk khusus menyembah Tuhan pada hari-hari yang ditentukan tersebut. lain hal dengan anak TK, memang belum punya kemampuan analisis.

    5. AbuBMR berkata dst.saya lihat Tidak ada yang sama
    AbuBMR berkata
    Nah..sudah terbukti bahwa 10 perintah Tuhan yang ada dalam Taurat ada kesamaan ayatnya dengan Al-Qur’an.

    Jawab saya :
    Ok dehhhhhh……..kalau itu sama anda lihat, ya sudah sama lah itu, dan ini jugalah salah satu perbedaan pendapat kita.

    Saya pikir saya bukan bicara dengan lawan bicara setingkat anak TK yang tidak punya kemampuan intelektual untuk menganalisis kalimat, atau memang anda sengaja ‘men-TK-kan diri’ untuk berkelit menghadapi kenyataan anda sudah buntu memberikan argumentasi. Kalau ituyang terjadi makin terungkap apa motivasi anda bertanya. Para pembaca diskusi kita bukan orang bodoh dan mereka akan bisa menilai mana pihak yang kelihatannya tidak mampu untuk berapologi tentang ajaran yang dianutnya.

    AbuBMR berkata
    ‘Esa yang jamak’ itulah racun yang dimasukkan oleh ‘ayat-ayat yang ada disekeliling’ 10 Perintah Tuhan tersebut, sudah jelas 10 perintah Tuhan melarang menyembah Allah yang lain, tapi racun tersebut membelokkan ke-Esa-an Tuhan dengan menyatakan ‘Esa yang Jamak’. Al-Qur’an diturunkan untuk meluruskan kembali ajaran sesat ‘Esa yang jamak’ tersebut untuk mengembalikan eksistensi Allah sebagai hanya satu-satunya Tuhan, Esa yang betul-betul Esa sesuai yang diajarkan para nabi terdahulu.

    Jawab saya :
    Mungkin penulis Quran tidak memahami bahasa Ibrani, sehingga disamakan dengan pemahaman bahasa Arab : mari lihat ini :

    (Ekhad) Bentuk jamak ” אלהים – ‘ELOHÎM” dikenal dengan istilah ‘plural of majesty’, “bentuk jamak kebesaran”, mengandung ide pluralitas dalam kesatuan, Allah yang “‘EKHAD” (Arab: “‘ahad”) dalam pengertian kesatuan yang kompleks, bukan “YAKHID” (Arab: “wahid”), satu dalam pengertian absolut, kesatuan yang tidak memiliki gabungan.

    Bahasa Ibrani sama kaedahnya dengan bahasa Arab, yang dimaksud dengan ‘plural majesty’ itu bukan bertujuan menyatakan sosok/oknumnya lebih dari satu, tapi oknumnya tetap satu dengan fungsi penghormatan terhadap oknum tersebut. Ini sudah banyak didiskusikan orang jadi tidak perlu saya ulangi kembali.

    AbuBMR berkata
    Mana ada Yesus ngomong bahwa dia adalah Tuhan..??

    Jawab saya :
    Sebelum tahu betul, sebaiknya jangan terus mengambil keputusan.
    Justru karena pengakuan Yesulah baik itu dari perlakuan, maupun itu dari ucapanNya bahwa Dia adalah Tuhan maka Dia mati tersalip.

    Mana omongan Yesus menyatakan dia adalah Tuhan..??

    AbuBMR berkata :
    Tujuan diturunkannya Al-Qur’an memang untuk memberi petunjuk kepada orang-orang seperti anda yang sudah disesatkan dengan ajaran ‘Esa yang jamak’

    Jawab saya :
    Ini kesalahan Allah sendiri, kenapa Allah biarkan bahasa Ibrani yang mengartikan bahwa Ekhad adalah tunggal yang jamak, sehingga terlalu banyak orang yang tersesat karena quran terlambat datang untuk memperbaikinya ?

    Yahudi yang punya Taurat tidak mengartikan Tuhan itu jamak karena menyatakan ‘echad/ekhad’, apakah Kristen lebih pintar dari Yahudi dalam berbahasa Ibrani..??

    AbuBMR berkata
    Yesus bilang ‘Sembahlah hanya Allah, Tuhan KITA (artinya Tuhannya Yesus dan Tuhan para pengikutnya)

    Jawab saya :
    Yesus adalah Illah yang mana ke Illahiannya tidak kelihatan
    Yesus adalah manusia, yang mana kemanusiaannya kelihatan
    Yesus adalah guru manusia dan dia sendiri adalah manusia, maka dia menggunakan bahasa manusia, dan mencontohkan dengan menggabungkan dirinya sebagai manusia berkata “Sembahlah hanya Allah, Tuhan KITA”

    Saat Dia mengajar, Dia adalah manusia, tentu dia harus bergabung dengan manusia dengan berkata “Kita”

    Inilah racun kemusyrikan yang telah merusak ketauhidan Tuhan. Omongan Yesus yang gampang dicerna oleh anak SD ini ditafsirkan dengan cara terbalik-balik, mana mungkin Tuhan punya Tuhan..?? kalau Yesus Tuhan bertuhan, lalu Tuhan Bapa juga punya Tuhan..??? yaitu Yesus..??, cuma anak TK yang bisa menerima bahwa diantara Tuhan yang jamak tersebut saling menuhankan, maklum belum mampu memakai akal pikiran.

    AbuBMR berkata
    Tulisan dalam PL dan PB yang saling bersambung bukan berarti tidak mengandung kontradiksi. Itu bukan saya yang ngomong tapi para ahli alkitab dikalangan Kristen sendiri, sehingga selalu saja terjadi revisi sampai sekarang. Kitab Matius cs diakui Kristen bukan ditulis oleh Matiuscs, tapi oleh orang Yunani puluhan tahun setelah peristiwa penyaliban dan diakui ditulis ‘menurut’ Matius cs, jadi merupakan cerita dari mulut ke mulut yang dianggap bersumber dari Matius cs.
    Pentateuch yang katanya ditulis oleh Musa diakui Kristen sebenarnya bukan ditulis oleh Musa, tapi oleh yahudi setelah Musa meninggal dunia, berisi catatan sejarah yang dibuat sesuai kepentingan pihak yang berkuasa pada saat itu.

    Jawab saya :
    Saya tidak bersandar kepada pendapat mereka-mereka itu, saya hanya menyakini bahwa Allah mampu melindungi segala apa yang baik untuk digunakan oleh manusia.

    Saya yakin Allah mencintai seluruh manusia, dan Allah tidaklah Allah yang bodoh sehinggga membiarkan terlalu banyak manusia tertipu dengan terlambatnya Quran datang.

    Saya yakin walaupun Alkitab itu ditulis oleh orang orang berdosa, namun tetap saya yakin bahwa Allah akan menyetir tangan penulis itu agar menuliskan sesuai kehendak Allah,

    Luar biasa, Kristen yang sama-sama mengaku dibimbing ruh kudus ternyata punya pemikiran yang bertentangan terhadap firman Tuhan mereka. Namun pedoman kita cuma satu, pihak yang mengatakan alkitab bukan ditulis oleh penulis yang diakui Kristen menyatakan pendapatnya berdasarkan kajian ilmiah dan sejarah, ada fakta, ada bukti. Anda mengcounternya dengan dasar bimbingan ruh kudus semata, suatu pengakuan personal yang bisa dilakukan oleh siapapun dan tidak bisa diuji, entah benar entah salah, siapa yang tahu..??

    AbuBMR berkata
    Tuhan mengerti betul bahwa kitab suci yang anda pegang sekarang ini sudah rusak dan anda akui sendiri memang bukanj merupakan firman Tuhan, melainkan catatan karangan manusia tentang ajaran nabi Musa dan Isa Almasih yang tidak bisa lagi diverifikasi kebenarannya. Dalam catatan tersebut ada yang mengandung kebenaran dan memang diajarkan oleh Musa dan Isa Almasih, ada juga yang dikarang sendiri oleh si penulisnya dan jauh dari apa yang diajarkan. Itulha yang menyebabkan anda yang seharusnya menyembah ‘Tuhan yang Esa’, berbelok menjadi penyembahan kepada Tuhan yang ‘Esa tapi jamak’.

    Jawab saya :
    Apakah ini pendapat anda atau perkataan quran ?
    Kalau ini perkataan Quran, tolong kita sama-sama menyelidiki Quran sampai dimana kebenaran nya.

    Pendapat Al-Qur’an :

    [2:79] Maka kecelakaan yAng besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.

  159. July 19, 2011 at 9:25 am | #303

    @Bapake Heber
    (Ekhad) Bentuk jamak ” אלהים – ‘ELOHÎM” dikenal dengan istilah ‘plural of majesty’, “bentuk jamak kebesaran”, mengandung ide pluralitas dalam kesatuan, Allah yang “‘EKHAD” (Arab: “‘ahad”) dalam pengertian kesatuan yang kompleks, bukan “YAKHID” (Arab: “wahid”), satu dalam pengertian absolut, kesatuan yang tidak memiliki gabungan.
    ___________________________________
    :D hehehe… kristen dogol “pret’s ah”… :roll:

    حَنِيفًا
    May 4, 2011 at 3:12 pm | #11 Reply | Quote
    @Mas Admin
    Tolong sekalian kalau bisa kontek lagih sama @Bapake SarapanPAGAN, ada sedikit titipan dari @Oom Haniifa gituh.
    “Kalau mau mencontek / plagiat Al Qur’an, jangan bikin malu umatnyah (Kristen) gituh”
    Sayah sudah berulangkali mengajak diskusi lewat @Anak-anake yang panatik SarapanPagan.org

    _______________________________
    dari: @Mas Fajaryehuda
    KATA “EKHAD” MEMANG DINYATAKAN DENGAN JELAS DI ALKITAB
    APA MAU SAYA COPAS LAGI????

    —————————
    @Haniifa say:
    Wahh… mau sampean copas, ribuan kalipun tetap ngawur karena hasil penalaran TOLOLOGIKA KRISTEN… eh salah, maksud sayah TEOLOGI… hehehe…

    PENJELASAN TENTANG MAKNA “EKHAD” by Kristen


    Kata ” אחד – ‘EKHAD” (Arab: ‘AHAD), “esa”, adalah kata ” חד – KHAD” yang dibubuhi aksara ‘ALEF di mukanya. Aksara ” א – ‘ALEF” dalam bahasa Ibrani Kuno merupakan gambar kepala kerbau yang melambangkan kekuatan, kekuasaan, kepemimpinan.
    ” אחד – ‘EKHAD” adalah kesatuan dari yang jamak, seorang manusia adalah kesatuan dari tubuh, nafas, jiwa, pikiran, perasaan. Suatu keluarga adalah kesatuan dari ayah, ibu, anak. Suatu pohon adalah kesatuan dari akar, batang, cabang, dahan, ranting, daun. Inilah makna kata ‘EKHAD yang diterjemahkan menjadi “esa”, “pertama”, “satu”, yaitu kesatuan yang kompleks, bukan kesatuan yang absolut.
    (Haniifa ketawa… hehehe)

    PENJELASAN MAKNA AHAD (EKHAD=yahudi) YANG BENAR MENURUT ISLAM :
    Huruf “ALIF” suatu huruf pertama yang berdiri tegak dan melambangkan ANGKA SATU, oleh kerena itu huruf angka latin satu mempunyai kesamaan bentuk berupa GARIS TEGAK LURUS, demikian pula dengan angka SATU ROMAWI.
    AHAD (Arab) = EKHAD (Hebrew ) => Artinya SATU, TUNGGAL, SINGULER dan PERTAMA.
    Contoh:
    Hari “AHAD” (minggu) => Hari Pertama.
    Nabi “A”dam => Khalifah Pertama.
    Alief = Huruf Pertama baik Arab maupun Hebrew, sehingga digunakan dalam bahasa yang lain berufa fomen “A” singkatan dari “A”lief.
    Kejadian 1:9
    Berfirmanlah Allah: ‘Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada SATU (‘EKHAD) tempat, sehingga kelihatan yang kering.’ Dan jadilah demikian.” .
    Sebagaimana kita ketahui sifat AIR ABSOLUTE ber SATU, sehingga dia akan menyesuaikan dengan wadah/tempatnya.
    Nabi Isa Almasih menggambarkan EKHAD dalam gambaran AIR LAUT, yang menegasi bahwa sifat air laut semua sama ASIN dimanapun berada.
    Kesimpulan:
    AHAD / EKHAD = TUNGGAL atau ABSOLUTE SATU….
    **** Paham sampean . ****
    Pendapat Sarapanpagi.Org = Organisasi Sarapan Setan … hehehe….
    ========================================
    אחד – ‘EKHAD” adalah kesatuan dari yang jamak, seorang manusia adalah kesatuan dari tubuh, nafas, jiwa, pikiran, perasaan. Suatu keluarga adalah kesatuan dari ayah, ibu, anak. Suatu pohon adalah kesatuan dari akar, batang, cabang, dahan, ranting, daun. Inilah makna kata ‘EKHAD yang diterjemahkan menjadi “esa”, “pertama”, “satu”, yaitu kesatuan yang kompleks, bukan kesatuan yang absolut .
    ———————————————
    **** MAAF @OOM sampean KELIRU DENGAN “YAKHAD” ****
    Bukti:
    Kejadian 22:2
    Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal (YAKHID) itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”

    Ishak BUKAN anak TUNGGAL nabi IBRAHIM, sebab beliau punya anak lain yang bernama ISMAIL. … hehehe…
    Contoh:
    Indonesia Negara YAKHAD (Kesatuan) yang terdiri dari pulau-pulau dan suku-suku
    Indonesia Tetap Negara KESATUAN (WAHID/YAKHAD) walaupun satu SUKU TIMOR di PULAU TIMOR keluar dari republik kesatuan indonesia…
    **** PAHAM SAMPEAN, HAI AHLUL KITAB KUFAR ****
    To: @Mas FajarYahuda,
    Mau sampai kapan sampean mau dibohongi PENDETA TOLOLOGIKA ?!
    ____________________________________________________
    Note:
    Kata “Ahad” dalam Al Qur’an hanya pada QS 112:1 dan kata “WAHID” berasal dari “Wa” + “AHAD” (وَاحِدَة )dengan demikian bukan SATU yang ABSOLUTE.
    Contoh:
    فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ نَفْخَة ٌ وَاحِدَة
    Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup, (QS 69:13)

    Wassalam, Haniifa.
    _____________________
    Reprot’s dah kristen, coba kalian baca ini:
    http://answering.wordpress.com/2010/06/17/pembunuhan-massal-anak-anak-di-masa-pemerintah-herodesfakta-sejarah-atau-sejarah-fiktif/#comment-18670

    @Kyai AbuBMR
    Yahudi yang punya Taurat (Haniifa say: Hati-hati sampean !!!) tidak mengartikan Tuhan itu jamak karena menyatakan ‘echad/ekhad’, apakah Kristen lebih pintar dari Yahudi dalam berbahasa Ibrani..??
    ________________________________
    Wa qala Allah ta’ala
    Pertama:
    “Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.” (QS 3:67)

    Kedua:
    (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa (QS 87:19).

  160. July 19, 2011 at 10:35 am | #304

    Saudaraku AbuBMR yang saya hormati, pemahaman kita atas poin 1 s/d 5 diatas sangat bertolak belakang, maka terbuktilah bawa tidak akan ada titik temu, itulah sebabnya saya mengatakan, marilah kita pelajari Quran dengan tidak menyinggung Alkitab.

    Dan seluruh apa yang saya komentari telah terbantahkan oleh anda, oleh karena itu,
    Marilah kita tinggalkan Alkitab itu dalam kesalahannya, dan marilah kita pelajari apa itu Quran.

    Terima kasih.

    • July 19, 2011 at 10:51 am | #305

      kalau anda mau mengajak ‘marilah KITA tinggalkan alkitab dalam kesalahannya’ dan anda belum menerima Al-Qur’an, maka anda menjadi atheis dulu. Sepanjang anda sudah mengakui kesalahan alkitab tapi masih memeluk Kristen artinya anda telah membohongi diri sendiri. jadi anda ini patut dikasihani…

      Soal Al-Qur’an, apalagi yang mau anda tanyakan..?? Insya Allah Muslim disini akan menjelaskannya. Dari diskusi kita diatas sudah jelas bahwa berdasarkan Al-Qur’an, Islam adalah satu-satunya ‘diin’ yang diakui oleh Allah, dinamakan dalam Al-Qur’an terkait dengan ajaran yang diberikan mulai sejak para utusan terdahulu, menjelaskan tentang eksistensi Tuhan yang sama, menjelaskan aturan dan atat-cara peribadatan kepada-Nya..

      Silahkan kalau anda mau bertanya lagi…

    • July 19, 2011 at 11:22 am | #306

      @Bapake Heber dan @Kyai AbuBMR
      :D hehehe… mari kita bicara pernak-pernik Al Qur’an dan Tarjamaah !!!

      حَنِيفًا
      July 18, 2011 at 3:15 pm | #250 Reply | Quote
      @Buduk Kristen Yogi
      Bukti surah terjemaahan surah Abasa direkayasa oleh JIL (baca: Syi’ah) dan KRISTEN:

      Haniifa say:
      (Al Qur’an dan Terjemahaan hadiah dari : Khadim al Haramain asy Syarifain.
      Dengan tampa berprasangka apapun, mohon dikoreksi jika saya yang salah:
      ‘ABASA (IA BERMUKA MASAM)
      SURAT KE 80: 40 ayat. seharusnya surat ke 80 : 42 ayat, halaman 1024)
      Sumber:
      http://haniifa.wordpress.com/2007/07/24/matematika-islam-bisakah-dipertahankan-6348/

      Nahh… sekarang, silahken kalian cari Tarjamah Al Qur’an diatas (warna Coklat) dan buka bab pendahuluan (SEJARAH PEMELIHARAAN KEMURNIAN AL QUR’AN), halaman 18.

      Sayah kutip neeh, … (atau per di scan buwat bukti : D)

      II. SEJARAH PEMELIHARAAN KEMURNIAN AL QUR’AN
      a. Memelihara Al Qur’an di masa Nabi s.a.w
      Pada permulaaan Islam bangsa Arab adalah satu bangsa yang buta huruf (Haniifa say: hehehe … idiot) amat sedikit di antara mereka yang pandai menulis dan membaca.
      Mereka belum mengenal kertas, sebagai kertas yang di kenal sekarang.
      Perkataan “Al waraq” (daun) yang lazaim pula dipakai dengan arti “kertas” di masa itu (haniifa say: apaan neeh ?! :( ), hanyalah dipakai dalam daun kayu saja.

      Adapun kata “al qithas” yang daripadanya TERAMBIL KATA-KATA INDONESIA “kertas” (Haniifa tertawa.. hua.ha.ha.) … bla…bla…bla…

      Setelah mereka menaklukan negeri PERSIA (haniifa say: mulai dah bau Syi’ah ), yaitu setelah wafatnya Nabi Muhammad s.a.w, barulah mereka mengetahui kertas. Orang PERSIA menamai “Kaqhid”, maka dipakailah kata-kata kaqhid ini untuk kertas oleh bangsa Arab semenjak itu. :D :D :D

      Bijimana, menurut Yang Mulia @Heber, dan Yang di Pertuan Agung @AbuBMR ?!

      ps:
      Ditunggu lho !!!.

      • July 19, 2011 at 11:27 am | #307

        Ralat:
        Adapun kata “al qithas” yang daripadanya TERAMBIL KATA-KATA INDONESIA “kertas”

        Seharusnya:
        Adapun kata “al qirthas” yang daripadanya TERAMBIL KATA-KATA INDONESIA “kertas”

        note:
        Al qirthas (atau Al qirthos)

  161. July 19, 2011 at 10:55 am | #308

    @Bapake Heber
    Saya yakin walaupun Alkitab itu ditulis oleh orang orang berdosa :P , namun tetap saya yakin bahwa Allah akan menyetir tangan penulis itu agar menuliskan sesuai kehendak Allah,
    ________________
    haniifa say: KAMPRET’S LU KRISTEN.. hehehe…
    Mari kita lihat siyapakah pendosa itu !!!!


    Reply to thread »
    IMAN DAN AMAL SALEH by MUSLIM

    jack said 5 days ago:

    @heber

    sering2 saja anda nonton TV supaya anda melek berita atau perlukah saya tuliskan daftar kelakuan bejat umat yahudi??
    ________________________
    You said 4 days ago:

    @Bapake Hheber
    Sampean ingin jawaban disinih atau disanah ?!


    heber
    July 13, 2011 at 11:13 pm
    Bla..bla..bla…
    Nah saya sebagai orang kafir yang tidak memahami bahasa arab, jika hendak mempelajari quran, tentu yang saya abaca hanya bahasa Indonesianya saja (haniifa say: KRISTEN IDIOT) bukan ?
    bla….bla..bla…

    Nama Tuhan kami atau Illah kami menurut Alkitab sangat banyak
    ….

    Nama Tuhan kami atau Illah kami menurut Alkitab sangat banyak
    ____________________
    Ad diin Islam say: BismILLAH , and ism ALLAH menurut Al Qur’an mempunyai banyak nama alias seperti Ar Rahmaan, Ar Rahiim, Ar Rabb… Insya Allah, ada 76 asmaul husna dalam Al Qur’an dan 23 yang “terdefinisi” menurut hadits

    Bijimana, perlu sayah relasiken secara komprehensif, apa yang menjadi ganjalan pihkiran sampean ?!

    antonius said 17 hours ago:

    pertanyaan aneh … dari yang tidak suka / tidak memahami kebenaran ….

    mempadankan agama, umat, dan negara ….

    eeh .. masih juga berangan-angan seolah olah lebih benar dari Yang menciptakan orangtua dan anak-anaknya

    BACA (IQRO) dengan KEREPUL !!!

    Jujur nehhh, pertanyaan kata “KAMI” dalam Al Qur’an menjadi RAHASIA UMUM TENTANG KEBODOHAN AGAMA KRISTEN DI INDONESIA KHUSUSNYA dan di luar nagrek umumNya… hehehe…

    Yogi (Yesus Orang GIla) :D
    July 18, 2011 at 2:24 pm | #245 Reply | Quote

    QS (80:26) : “kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya”
    ______________________
    siapa itu “kami” ??? Mengapa sampai”kami” belah bumi???

    Bahasa Inggris:
    26. And We split the earth in clefts…. (We = Jesus of Wewe gombel alias kuntilanak / beranak dalam kubur.. hua.ha.ha… ) :D

    Kalian mau serius, opo dolanan sama @Oom Haniifa ?!

  162. agus
    July 19, 2011 at 11:48 am | #309

    haniifa,hanifa,kuasian deh lu,sudah posting panjang-panjang dan banyak,tapi sayang seribu sayang nggak ada yang mau nanggepin postingan mu (kecuali aku,hehehe) how pitty you are.mendingan lu kabur aja dari blog ini sebab semua netter disini sudah males nanggepin postinganmu.

    • July 19, 2011 at 11:53 am | #310

      Ad diin Islam is RAHMATAN LIL ‘ALAMIN.. hehehe.. dan sampean Agak GUdul Sedikit (Sufiah Syiah Kriten) makhluk jejadian, jadi sayah jadi cuek bebek jadiNya… hehehe.. “ Pret’s ahhh” :D :D :D

    • July 19, 2011 at 12:56 pm | #311

      @Bapake Agus
      how pitty you are :D

      sikabayan
      July 16, 2011 at 8:51 pm | #251 Reply | Quote
      @kang haidar
      kade ah jangan tergelincir … hikz.
      @akhi id amor : sufi menjauhi duniawi dan mendekat ke akhirat, tapi kata @mang abubmr blog “mang muslim” jd rating naik….

      Jadi malu sayah euy, tidak direspon dan ditanggapi sama kaum sufi’ah, apalaji di PUJA PUJI !!!.. .. hehehe

      Bukan bejituh @Kyai AbuBMR ?!

  163. July 19, 2011 at 12:17 pm | #312

    @Budak Agus yang
    tapi sayang seribu sayang nggak ada yang mau nanggepin postingan mu
    _______________
    Makanyah jangan suka klana-klunu (Sufiah, Syi’ah dan Kristen) mirip IMAM SYI”AH (IMAM MAHDI) AL YESUS WEwe gomble. dunk… singkat kata jadi malu neeh, kalau komentar di WP tidak punya blog/ Gravatar :D :D :D

    Bejiniah ajah dah, biyar gampang.. hehehe…

    Siyapa yang memberi nama ADAM ?!
    Jika dirinya sendiri.
    maka ALLAH menamai dirinya sendiri ALLAH (baca: Alloh)

    Siyapa yang memberi nama ADAM ?!
    Jika diberi oleh PENCIPTA LANGIT DAN BUMI
    maka ALLAH memberikan nama PENCIPTA LANGIT DAN BUMI itu adalah Allah (baca: Alloh)

    _________________________________
    javanizis said 42 minutes ago:

    Siapa yang memberi nama adam?…..
    Siapa yang memberi nama Allah?…
    Tentu saja ia berhak menamai dirinya siapa saja!!!
    Termasuk menamai dirinya Javanizis he..he..he

    ___________________________________

    حَنِيفًا | 19 Juli 2011 pukul 11:58 am
    Komentar Anda sedang menunggu moderasi.

    Tentu saja ia berhak menamai dirinya siapa saja!!!
    Termasuk menamai dirinya Javanizis he..he..he
    _______________
    Horeee… oe.oe.. baru orok ngower-ngoer, langsung punya KaTePe Javanizis… hihihi… … “Pret’s ahhh”

    mendingan lu kabur aja dari blog ini
    ____________________
    @Oom Agus, kalau mau diskusi diblog ini (post) jangan GAPTEK AHHH, mosok tidak punya “wajah” :(hehehe…. takut yah !!!!

  164. July 19, 2011 at 12:23 pm | #313

    Biyar sejelek-jelekNya @Kyai AbuBMR punya “wajah” .. hahaha… bukan bejituh @Bapake Heber ?! :D

  165. July 19, 2011 at 12:56 pm | #314

    AbuBMR berkata :
    kalau anda mau mengajak ‘marilah KITA tinggalkan alkitab dalam kesalahannya’ dan anda belum menerima Al-Qur’an, maka anda menjadi atheis dulu. Sepanjang anda sudah mengakui kesalahan alkitab tapi masih memeluk Kristen artinya anda telah membohongi diri sendiri. jadi anda ini patut dikasihani…

    Jawab saya :
    Dulu saya bekerja disuatu perusahaan swasta, gaji disana sangat kecil, kadang-kadang gaji saya tidak dibayar karena keuangan perusahaan tidak mencukupi.

    Ada seorang sahabat saya yang baik hati kepada saya melihat keadaan saya yang sangat memprihatinkan ini, lalu berkata. Tinggalkan saja perusahaan tempatmu bekerja itu. Mari kita coba mengadu nasip di Singapur.

    Saya sangat senang mendengar tawaran ini, tetapi sebelum saya memutuskan untuk menerima ajakan itu, pasti timbul pertanyaan dalam hati saya, benarkah ?. lalu saya pelajari segala apa yang mungkin timbul, resiko apa yang terjadi bila saya keluar dari perusahaan, semakin baikkah keadaan atau semakin parah.

    Demikian juga dengan ajakan anda.
    Sebelum Quran dapat saya yakini, tidak mungkin saya bisa langsung meninggalkan apa yang saya yakini sekarang ini.

    Dosa lo hukumnya ………bila anda menyuruh saya jadi atheis.

    AbuBMR berkata :
    Silahkan kalau anda mau bertanya lagi…

    Jawab saya :
    Bagaimana sih sahabtku yang satu ini ?…………….

    Kalau anda sudah mengajar saya, maka saya bisa bertanya tentang ajaran anda bila ada yang tidak saya mengerti

    Saya ini kan belum anda ajari, maka apa yang mau saya tanya ?

    Ajarkan duludong ajaran quran kepada saya, baru bisa saya bertanya bila ada hal-hal yang tidak saya mengerti.

    Oke ?

    • July 19, 2011 at 1:21 pm | #315

      @Bapake Heber
      Tolong jangan bilang-bilang @Oom Agus yah.. hehehe…

      heber
      July 7, 2011 at 10:34 am | #56 Reply | Quote
      AbuBMR berkata :
      Juli 6, 2011 puk
      maka pengertian ‘ad-diin’ pada ayat ini tidak tepat kalau diartikan dengan ‘aturan/hukum/syari’at’,
      saya tidak sependapat kalau kata ‘ad-diin’ ditafsirkan sebagai ‘hukum/aturan/syariat’,
      Saya sendiri tidak tahu apakah dalam istilah : agama (dalam bahasa aslinya) ada termuat makna tersebut.

      Komentar saya :
      Jadi kalau “diin” itu tidak tepat kalau diartikan dengan ‘aturan/hukum/syari’at’,, maka berdasarkan apa para sahabat-sahabat saya yang beragama Islam mengartikan “diin” itu adalah agama ? sedang menurut sepengetahuan saya, kalau tidak salah, bahwa kata “agama” berasal dari bahasa Hindu, yang artinya sbb:
      A…………artinya tidak
      Gama ……………artinya kacau.
      Jadi agama artinya adalah tidak kacau. :D :lol:

      A.. artinya tidak
      Theis….. artinya Tuhan
      Jadi : Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Isa Al Masih itu utusan Allah.

      Maka: Tidak ada Tuhan selain Alloh, dan Muhammad itu utusan Alloh

      Ps: Sets’z jangan ribut-ribut yah… hehehe…..

  166. July 19, 2011 at 1:10 pm | #316

    @Bapake Heber
    Dosa lo hukumnya ………bila anda menyuruh saya jadi atheis.
    _____________
    :D hua.ha.ha… geli sayah euy, tapi gelar tikar dwulu ahhh,,.. takut ada @Oom Agus ?! :D

  167. July 19, 2011 at 1:17 pm | #317

    AbuBMR berkata :
    kalau anda mau mengajak ‘marilah KITA tinggalkan alkitab dalam kesalahannya’ dan anda belum menerima Al-Qur’an, maka anda menjadi atheis dulu. Sepanjang anda sudah mengakui kesalahan alkitab tapi masih memeluk Kristen artinya anda telah membohongi diri sendiri. jadi anda ini patut dikasihani…

    Jawab saya :
    Dulu saya bekerja disuatu perusahaan swasta, gaji disana sangat kecil, kadang-kadang gaji saya tidak dibayar karena keuangan perusahaan tidak mencukupi.

    Ada seorang sahabat saya yang baik hati kepada saya melihat keadaan saya yang sangat memprihatinkan ini, lalu berkata. Tinggalkan saja perusahaan tempatmu bekerja itu. Mari kita coba mengadu nasip di Singapur.

    Saya sangat senang mendengar tawaran ini, tetapi sebelum saya memutuskan untuk menerima ajakan itu, pasti timbul pertanyaan dalam hati saya, benarkah ?. lalu saya pelajari segala apa yang mungkin timbul, resiko apa yang terjadi bila saya keluar dari perusahaan, semakin baikkah keadaan atau semakin parah.

    Demikian juga dengan ajakan anda.
    Sebelum Quran dapat saya yakini, tidak mungkin saya bisa langsung meninggalkan apa yang saya yakini sekarang ini.

    Dosa lo hukumnya ………bila anda menyuruh saya jadi atheis.

    Hahaha..diperusahaan anda tersebut minimal anda masih mendapat gaji walaupun kecil, Bagaimana kalau keberadaan anda disana malah merusak diri anda sendiri, membuat anda sakit-sakitan karena lingkungannya sudah tidak sehat, bahkan bisa mengakibatkan rumah-tangga anda berantakan..??

    Anda sudah mengakui sendiri bahwa alkitab yang anda pegang memang sudah rusak dan anda hanya bersandarkan kepada keyakinan bahwa ruh kudus akan selalu membimbing anda, padahal keberadaan ruh kudus tersebut juga berdasarkan ajaran alkitab yang sudah rusak tersebut. Anda sudah dikasih tau kalau kengototan anda bisa mencelakakan diri anda sendiri karena telah menistakan Allah dengan mempersekutukannya.

    Kalaupun anda tidak mau menjadi atheis, maka renungkanlah apa yang dikatakan Al-Qur’an ini :

    [3:64] Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah”. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.

    Sembahlah hanya Allah, buang jauh-jauh dikepala anda bahwa Yesus adalah Tuhan, berdo’alah kepada Allah semata sebagai satu-satunya Tuhan yang berkuasa atas diri anda, bersujudlah dengan penuh kerendahan hati, memohon kepada-Nya agar anda diberi petunjuk dengan mengatakan :”Ya Allah.., mungkin memang selama ini saya sudah tersesat dan saya tidak ingin menjadi hamba-Mu yang engkau murkai. Berilah petunjuk dan kekuatan agar hamba bisa berada di jalan yang lurus, jalan yang menuju Engkau yang sebenarnya..”.

    AbuBMR berkata :
    Silahkan kalau anda mau bertanya lagi…

    Jawab saya :
    Bagaimana sih sahabtku yang satu ini ?…………….

    Kalau anda sudah mengajar saya, maka saya bisa bertanya tentang ajaran anda bila ada yang tidak saya mengerti

    Saya ini kan belum anda ajari, maka apa yang mau saya tanya ?

    Ajarkan duludong ajaran quran kepada saya, baru bisa saya bertanya bila ada hal-hal yang tidak saya mengerti.

    Kelihatannya sudah kapok nih nanyanya….

    • July 19, 2011 at 1:37 pm | #318

      Mantab’s tenan.
      Tambahin dikit ahh…..

      Sembahlah hanya Allah, buang jauh-jauh dikepala anda bahwa Yesus adalah Tuhan, berdo’alah kepada Allah semata sebagai satu-satunya Tuhan yang berkuasa atas diri anda, bersujudlah dengan penuh kerendahan hati, memohon kepada-Nya agar anda diberi petunjuk dengan mengatakan
      _________________
      Maksudnyah Shalat.

      ”Ya Allah.., mungkin memang selama ini saya sudah tersesat dan saya tidak ingin menjadi hamba-Mu yang engkau murkai. Berilah petunjuk dan kekuatan agar hamba bisa berada di jalan yang lurus, jalan yang menuju Engkau yang sebenarnya..”.
      _________________
      Maksudnya sering-sering baca Al Fatihaah, supaya tidak tersesat !!!

      Sebab jalan yang lurus itu ada 2 (DUA): Lurus kebelakang atau Lurus kedepan (baca: sesuai dengan ad diin islam) !!! :D

  168. July 19, 2011 at 4:04 pm | #319

    AbuBMR mencopas :
    QS [3:64] Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah”. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.

    Komentar saya :
    Apakah ayat ini ditujukan kepada saya ?

    Kalau ayat ini ditujukan kepada saya, saya lihat pengirim ayat ini Sangat pd menyuruh saya untuk mengatakan “tidak ada perselisihan antara kami dengan orang lain” padahal dia belum mengenal saya sama sekali.

    Kepada siapa mau saya katakan ?

    Siapa yang mau saya ajak untuk (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan mereka ? dst ?

    • July 19, 2011 at 4:16 pm | #320

      Perintah ‘katakanlah’ pada ayat tersebut ditujukan kepada kaum Muslim, bahwa kami diperintahkan untuk menyampaikan kepada orang-orang yang berpegang kepada alkitab yang sudah dirusak sehingga mempersekutukan Allah. Kata ‘tidak ada perselisihan antara saya dengan anda’ bahwa sebenarnya kita harus menyembah Tuhan yang sama yaitu Allah, itulah yang diajarkan oleh Musa dan Isa Almasih, ‘dan tidak mempersekutukan Allah dengan apapun atau siapapun’, itulah yang sebenarnya diajarkan oleh Musa dan Isa Almasih.

      Kalau anda tetap ngotot mengikuti ajaran yag sudah disesatkan orang tersebut, maka tidak ada kewajiban lagi buat kami untuk mengingatkan anda, begitu pesan sudah disampaikan maka tugas kami selesai, tidak peduli apakah anda mau mendengarkannya atau tidak, itu urusan anda sendiri..

    • jack
      July 19, 2011 at 4:18 pm | #321

      @Heber

      ah lagi2 silat lidah, apa pernah Al Quran menyebut umat islam sebagai ahli kitab yang menuhankan sesuatu selain Allah????

  169. July 19, 2011 at 6:24 pm | #322

    AbuBMR berkata :
    Perintah ‘katakanlah’ pada ayat tersebut ditujukan kepada kaum Muslim,

    Jawab saya :
    Lho…………kalau perintah itu untuk kaum muslim, kenapa anda copaskan kepada saya ?

    Ok lah, namun demikian, mari kita lanjutkan mempelajari ayat itu.

    Bunyi Ayat QS [3:64] yang sebenarnya adalah sbb :
    Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah”. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.

    Nah saya robah sesuai dengan pendapat anda.

    Allah berfirman : Hai AbuBMR……..! Katakanlah: “Hai heber, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah”.
    Jika siheber berpaling maka katakanlah kepada siheber : “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.

    AbuBMR berkata :
    kami diperintahkan untuk menyampaikan kepada orang-orang yang berpegang kepada alkitab yang sudah dirusak sehingga mempersekutukan Allah.

    Jawan saya :
    Hai kawanku yang baik…………..! Jujur dong berbicara, adakah ayat itu mengatakan bahwa saya berpegang kepada alkitab yang sudah dirusak ?

    Ayat itu sudah mengatakan dengan tegas dan jelas bahwa antara anda dengan saya tidak ada perselisihan, ayat itu berkata bahwa kita sama-sama tidak mepersekutukan Allah, tetapi kenapa anda mengatakan saya berpegang kepada alkitab yang sudah dirusak sehingga mempersekutukan Allah ?

    anda ini rupanya suka ngarang dan pembohong besar ?

    Saya angkat tangan deh kalau begitu, saya tidak mampu berdialog dengan anda.

    Terima kasih sajalah.

  170. July 19, 2011 at 6:54 pm | #323

    Hai kawanku yang baik…………..! Jujur dong berbicara, adakah ayat itu mengatakan bahwa saya berpegang kepada alkitab yang sudah dirusak ?

    Ayat itu sudah mengatakan dengan tegas dan jelas bahwa antara anda dengan saya tidak ada perselisihan, ayat itu berkata bahwa kita sama-sama tidak mepersekutukan Allah, tetapi kenapa anda mengatakan saya berpegang kepada alkitab yang sudah dirusak sehingga mempersekutukan Allah ?

    Hehehe..kalau anda sekarang tidak berpegang kepada alkitab yang sudah rusak, yang isinya telah mempersekutukan Allah artinya perintah tersebut tidak perlu lagi disampaikan kepada anda karena Tuhan kita sudah sama. Anda khan sebelumnya sudah mengaku kalau sekarang ini anda menyembah Tuhan yang ‘Esa tapi jamak’, nah..itulah sebabnya saya menyampaikan kalimat Allah ini kepada anda…

    Mau dikoreksi lagi pernyataan yang sudah anda sampaikan..??

  171. July 19, 2011 at 7:19 pm | #324

    Book of Genesis Illustrated by R. Crumb

    itu adalah sebuah judul komik xxx yang diambil dari bible, sengaja saya tidak membuatkan linknya karena saya tidak ingin menjadi perantara terhadap kalian semua.

    lihat lah betapa mereka sangat tidak menghormati para nabi, bahkan menghina sedemikian rupa. Kalau anda mau download anda tinggal cari dan torrentnya juga tersedia.

  172. July 20, 2011 at 3:49 am | #325

    AbuBMR berkata :
    kalau anda (heber )sekarang tidak berpegang kepada alkitab yang sudah rusak, yang isinya telah mempersekutukan Allah, perintah tersebut tidak perlu disampaikan kepada anda bila Tuhan kita sama.

    Jawab saya :
    Itu kata siapa ? dan berdasarkan apa anda berkata demikian ?

    Berdasarkan QS [3:64] diatas, Ternyata anda saja yang ngarang-ngarang, jelas anda tidak memahami Illah saya itu, sedang quran anda sangat mengerti.

    Illah kami atau Allah kami adalah satu atau esa yang terdiri dari tiga oknum. ( Ingat….! Bukan tiga Illah atau tiga Allah )

    Untuk membedakannya, disebut Illah atau Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh, tetapi tidak bisa dijumlahkan menjadi tiga Allah

    Karena Allah itu tidak bisa disamakan dengan apapun, maka saya hanya bisa memberikan sebuah Contoh yang hanya kira-kira pas:

    Keluarga saya adalah satu, tetapi terdiri dari tiga oknum yaitu :
    Bapak, anak dan istri, tetapi tidk bisa dijumlahkan menjadi tiga keluarga yaitu keluarga Bapa, keluarga anak dan keluarga ibu

    Kami tidak menyalahkan anda walaupun kami tahu bahwa Illah atau Allah anda, adalah esa tok, karena begitulah keyakinan anda karena Allah yang terdiri dari tiga oknum, belum ada satupun manusia yang pernah membuktikannya, kecuali hanya berdasarkan Alkitab

    Allah tok pun, belum ada manusia yang pernah membuktikannya, kecuali hanya berdasarkan quran.

    Oleh karena itu, untuk apa saling menyalahkan ? siapa yang berhak menghakimi ?

    Dari awal Alkitab cetakan manapun itu, sudah menunjukkan kejamakan Allah.

    Coba simak ayat ini :
    Kejadian 1:26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia.

    Kata “kita” adalah jamak, bukan tunggal

    Tentu anda mengatakan bahwa ini adalah rekayasa manusiakan ? anda tidak salah dalam hal ini, karena memang demikianlah keyakinan anda, tetapi jangan memaksakan pendapat anda dengan berkata Alkitab itu salah

    Keyakinan anda beda dengan keyakinan saya.
    Saya sangat yakin, ayat Kejadian 1:26 tidak salah, karena Allah sangat berkuasa dan mampu menuntun tangan manusia yang tidak sempurna itu untuk menulis dengan benar.
    Kalau Allah tidak mampu menggunakan manusia yang bodoh dengan hasil yang benar, maka Allah itu adalah Allah yang tidak berkuasa.

    AbuBMR berkata :
    Anda khan sebelumnya sudah mengaku kalau sekarang ini anda menyembah Tuhan yang ‘Esa tapi jamak’, nah..itulah sebabnya saya menyampaikan kalimat Allah ini kepada anda…

    Jawab saya :
    Boleh-boleh saja disampaikan, tetapi jangan menyalahkan dan mengoreksi, karena anda tidak berhak untuk itu

    • July 20, 2011 at 5:17 am | #326

      ya sudahlah…kelihatannya sudah tidak ada argumentasi lagi, sudah sampai kepada :”Pokoknya keyakinan saya begini, anda tidak berhak mengkoreksi saya…”.

      Kalau demikian silahkan dilanjutkan hidup anda berikut dengan keyakinan anda tersebut, tugas saya sudah selesai menyampaikan kebenaran Islam..

      • isa
        July 20, 2011 at 7:09 am | #327

        Loh udh selesai ? wah udh gak ada hiburan lg dr coment kocak si herder.

        Tapi udh ada penggantinya si JD & abg, lumayan sbg hiburan utk melepas penat.

    • July 20, 2011 at 8:09 am | #328

      @Bapake Heber
      Keluarga saya adalah satu, tetapi terdiri dari tiga oknum yaitu : :P
      Bapak, anak dan istri, tetapi tidk bisa dijumlahkan menjadi tiga keluarga yaitu keluarga Bapa, keluarga anak dan keluarga ibu

      _____________________
      :D hahaha… pantasan keluarga AGAMA KRISTEN, boleh kawin dengan IBU KANDUNG, IBU MERTUA, ADIK dan PAMAN sendiri… … “Pret’s ahhh.. ”

      Jadi menurut Firman Yesus: KAKAK KANDUNG, ADIK KANDUNG DAN CUCU bukan keluargaMu ?!

      Coba simak ayat ini :
      Kejadian 1:26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia.

      ___________________
      Mari kita simak… hehehe…

      וַיֹּאמֶר אֱלֹהִים, נַעֲשֶׂה אָדָם בְּצַלְמֵנ
      “Dan Tuhan berkata, Biarkan orang seperti diri mereka sendiri …

      atau…
      וַיֹּאמֶר אֱלֹהִים נַֽעֲשֶׂה אָדָם בְּצַלְמֵוּ
      Dan Tuhan berkata, Biarkan manusia itu menurut gambar-Nya (Haniifa say: Nya = manusia )

      Dari mana tuh kata “kita” ?! :(

      Ps:
      צלם => tselem (Gambar), tsalmo (Rupa)=> betselem (rupa/ wajah-nya), betsalmo (Gambaran-nya)

      Sinona inem (sinonim) dengan דמות => Demut (baca: Ade kandung Heber di emut… hehehe )

    • jack
      July 20, 2011 at 8:56 am | #329

      @Heber

      kalau tiap anggota keluarga dihitung sebagai 1 keluarga, bisa puyeng dong pak BPS kalau mau mengadakan sensus

  173. July 20, 2011 at 9:01 am | #331

    Pada kemana neeh, para ahlul TAHU SHIA (mental tempe syi’ah) ?! :D

  174. July 20, 2011 at 10:45 am | #332

    Isa berkata :
    Loh udh selesai ? wah udh gak ada hiburan lg dr coment kocak si herder.

    Jawab saya :
    Kalau saya disuruh menuliskan kejelekan seorang teman saya, lima lembar kertaspun tidak cukup muat untuk menuliskannya, bahkan untuk menuliskan nama orang pun, gampang untuk dijelek-jelekin, contohnya heber jadi herder atau jadi anjing

    Tetapi coba saya disuruh menuliskan 5 saja kebaikan sese orang teman, bingung deh, entah kebaikan apa yang mau saya tuliskan.

    Artinya, kalau untuk menunjukkan kesalahan dan kejelekan orang lain, tidak perlu sekolah, itulah makanya jarang kita dengar orang menceriterakan kebaikan seseorang. Kebanyakan kita dapat hanya menceriterakan keburukannya saja.

    Demikian juga saudara ku AbuBMR , saya minta supaya beliau mengajarkan ajaran quran kepada saya, ternyata karena tidak berilmu, maka beliau hanya bisa menunjukkan kesalahan dan kejelekan Alkitab saja, pada hal saya sudah sampai hafal bangat semua kesalahan Alkitab itu.

    Tetapi ajaran quran, kelihatannya tidak seorangpun yang mampu untuk mengajarkannya, sehingga sampai saat ini, sedikitpun belum saya terima ajaran quran yang baik, karena sulit untuk menceriterakan kebaikannya kan ? akhirnya putus deh dengan AbuBMR……………

    • July 20, 2011 at 10:53 am | #333

      Iya lah..

    • July 20, 2011 at 10:57 am | #334

      @Bapake Heber
      Kalau bijituh, tunjukan kejelekan @Oom Haniifa dan kebaikanNya ?!

      *** Ingat lho, jelek-jelek bejinih sayah TEMAN DISKUSI SAMPEAN ***

    • isa
      July 20, 2011 at 4:18 pm | #336

      @herder

      bla bla bla, udh boring gue dgr coment loe minta diajarkan soal Islam.
      stop munafik.

  175. Yogi
    July 20, 2011 at 10:54 am | #337

    @ Abu
    Klop sudah, kelakuannya membuktikan, sejarah membuktikan kesengsaraan dan peperangan yang kebanyakan muncul dari dunia Kristen dan ajarannya mengkonfirmasikan bahwa apa yang dilakukan memang diajarkan oleh Yesus..
    ____________

    Saya pikir otakmu juga encer rupanya juga oon, seperti keledai hutan/liar!!!
    kabur…!!!!!

    • July 20, 2011 at 11:01 am | #338

      @Bapake Yogi
      Mantab’s sekali… hehehe, otak Abu seperti keledai hutan dan otak YESUS SEPERTI OTAK UDANG:D :D :D

    • July 20, 2011 at 11:15 am | #340

      [7:176] Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.

      • July 20, 2011 at 11:24 am | #341

        @Kang AbuBMR
        Masuknyah Yogi bejinih…

        Abu (Herber) = Bapa (… hua.ha.ha… geli sayah )

      • July 20, 2011 at 11:39 am | #342

        @Kangkung Yogi
        Abu (Herber) beda lho dengan Abu (Heber).

        Oleh karena itu maka sebab dengan demkian.
        Yesus beda lho dengan ‘Isa ibn Maryam
        Mesias beda lho dengan Al Masih

        Akhirul katanya: :D
        Abram beda lho dengan Abraham sangat amat super beda Ibrahim (baca: Ibrohim)

        Bijimana neeh, bwetul tidak menurut @Bapake Heber dan @Kyai AbuBMR ?!

      • faham
        July 21, 2011 at 10:53 am | #343

        Mas Abu sampai ngeluarin ayat 7:176, rupanya sudah ada yang mirip anjing (herder) ya…..
        sudah dikasih penjelasan masih ngotot belum merasa dijelasin hehehe….. ayat itu cocok!!

      • July 21, 2011 at 12:04 pm | #344

        @Oom Faham
        Sayangnyah, emas-e Abu Go-songs teribirit-birit aman ajing kampung… hahaha… :D :D :D

        You said 17 minutes ago:

        @Bapake MUSLIM (ID Herber)

        Saya (ID AMOR) mencari-cari kalau ada pembahasan tentang hubungan antara ‘Iman dan Amal Saleh’ dari sisi ajaran Islam, karena kelihatannya pembahasan soal ini muncul beberapa kali dalam diskusi di forum ini, kebanyakan terkait dengan konsep ajaran Kristen. Subhanallah… :D saya justru menemukannya dalam website kaum Muslim Syiah :lol: dan menurut saya sangat bagus untuk memenuhi ‘dahaga’ pengetahuan kita terkait soal tersebut :
        ________________
        In My dashboard:
        JD of Tours said 18 hours ago:
        bla.blal…

        Mossab Hassan Al Youssef: anak pemimpin HAMAS yang masuk Kristen.
        ____________
        Apa bwetul bahwa HAMAS itu MUSLIM faham SYI’AH ?!… hehehe

        Nagla Al Imam: Pakar Hukum Syariat Islam Universitas Al Azhar Cairo juga masuk Kristen.
        ____________
        Apa bwetul bahwa Univ. Al Azhar itu MUSLIM faham SUNNI ?! :D

  176. July 20, 2011 at 12:36 pm | #345

    @Bapake Heber

    Tolong dunk, dibantu-bantu sayah tidak mudeng maksud beliau ini
    ________
    حَنِيفًا | 20 Juli 2011 pukul 10:14 am

    @Javanizis
    Contoh: Karena ingin poligami berdalih melaksanakan sunah nabi. Masalah bagaimana bagaimana orang akan mendifinisikan karena nama yang sama atau berbeda-beda nama itu haknya.

    He..he.. Pernah berbicara dengan hatinurani?
    _________________
    TUHAN SAMPEAN TIDAK KAWIN, LHO KENAPA SAMPEAN KAWIN DAN PARA RAHIB (BIKSU/ PENDETA/ BANTE) PADA TIDAK KAWIN ?!

    hehehe… Pernahkan bicara dengan hatinurani mereka ?! … atau mereka itu Tuhan sampean ?! :D :D :D

    Balas
    javanizis | 20 Juli 2011 pukul 11:33 am

    Mereka yang tidak kawin ternyata memiliki tantangan yang lebih berat dengan yang kawin. Tuhan memang tidak kawin, karena Tuhan itu roh. Yang kawin itu kawin raga/ jasmani.

    Menurut sampean lho …

    heber
    July 20, 2011 at 3:49 am | #320
    bla..bla…bla….

    Illah kami atau Allah kami adalah satu atau esa yang terdiri dari tiga oknum. ( Ingat….! Bukan tiga Illah atau tiga Allah )

    Untuk membedakannya, disebut Illah atau Allah Bapa, Allah Anak dan Allah
    Roh, tetapi tidak bisa dijumlahkan menjadi tiga Allah
    bla..bla..bla..

    Jadi maksudnya: Bapa kawin sama Anak hasilnya Tuhan Yesus, bejituh bukan ?!

    • July 20, 2011 at 12:41 pm | #346

      @Bapake Heber

      javanizis | 20 Juli 2011 pukul 11:33 am

      Mereka yang tidak kawin ternyata memiliki tantangan yang lebih berat dengan yang kawin. Tuhan memang tidak kawin, karena Tuhan itu roh (Roh). Yang kawin itu kawin raga/ jasmani.

      **** INGAT LHO TUHAN YESUS PUNYA RAGA/JASMANI ***

    • July 20, 2011 at 12:54 pm | #347

      @Bapake Heber
      Untuk membedakannya, disebut Illah atau Allah Bapa, Allah Anak dan Allah
      Roh, tetapi tidak bisa dijumlahkan menjadi tiga Allah

      _____________________
      Oohh… ngarti sekarang, maksudnyah bejinih yah…

      roh Bapa + roh Anak + roh Roh = Tuhan Yesus, bwetul kan … :D

      lha tapi roh Roh itu apaan seeh ?!

  177. July 20, 2011 at 3:02 pm | #348

    @Bapake Muslim (ID Herber)
    Nabi Ibhrahim a.s nikah dan POLIGAMI
    Nabi Musa a.s , Nabi Dawud a.s, Nabi Sulaiman a.s… wah apalaji yang ini beliau mah, banyak sekali selirNya

    Nabi Yusuf a.s yang paling guantenggggg….. pastinya banyak tuhhh, minimal nikah dunk. :D

    Nabi ‘Isa Al Masih a.s ?! :(

    Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia. (QS 3:59)

    SESUNGGUHNYA SAMA AND ekual then.. Isa Ibnu Maryam NIKAH !!!

    Pertanyaan : Menurut Al Kitab sampean, Yesus nikah tidak ?!

  178. August 28, 2011 at 2:28 am | #349

    Diin pada surat QS. Asy Syuroo [42] ayat 13 dan QS. Ar Ruum [30] ayat 30 berbeda dengan QS. Yusuf [12] ayat 76. Coba perhatikan perbedaan الدِّينِ dengan دِينِ . Bukan cara bacanya yang berbeda, melainkan hurufnya..

  179. January 10, 2012 at 5:43 pm | #350

    Matius :
    Lailahalilallah dalam injil : 4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

    Allah hanya dapat dilihat dengan hati : 5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

    Lahirnya para nabi baru adalah penyempurna ajaran nabi-nabi sebelumnya : 5:17 “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
    5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
    5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
    5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

    Diharuskan menjaga pandangan : 5:27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
    5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
    5:29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. (ayat ini seharusnya menjadi dasar wanita harus berhijab/ berkerudung)

    Menyempurnakan sifat sebagaimana sifat-sifat Allah : 5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

    Sama persis halnya dengan yang diajarkan Muhammad SAW. : 6:3 Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.

    Berpuasa menahan Lapar : 6:16 “Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

    Dilarang meduakan Allah (menganggap tuhan lain selain Allah) : 6:24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

    Membuktikan Nabi Palsu adalah dari buah perbuatan yang dihasilkannya, baik atau buruk? :
    7:15 “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
    7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
    7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
    7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
    7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
    7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

    Larangan menuhankan Yesus/ Isa Al-Masih :
    7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
    7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
    7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

    Orang yang tidak mentaati semua perkataan Yesus/ Nabi Isa ini adalah orang bodoh :
    7:24 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
    7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
    7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
    7:27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

    Semoga dapat bermanfaat bagi teman2 kristen dan membukakan hidayah… amin…

  180. January 10, 2012 at 6:05 pm | #351

    Membuktikan Nabi Palsu adalah dari buah perbuatan yang dihasilkannya, baik atau buruk? :
    7:15 “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
    7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
    7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
    7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
    7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
    7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

    Jika Nabi Muhammad Nabi Palsu, mungkinkah umatnya sebesar ini? mungkinkah buahnya adalah Al-Quran yang mengajarkan berbuat baik dan hidup sederhana sebagaimana yang diajarkan Yesus? Mungkinkah buahnya adalah perbaikan peradaban? Mungkinkah buahnya wajib mengasihi anak yatim dan menyayangi kedua orang tua? mungkinkah buahnya menjadi pemimpin yang paling berpengaruh sepanjang sejarah di dunia? mungkinkah buahnya namanya selalu didoakan oleh milyaran umatnya di seluruh dunia? Mungkinkah buahnya mengasihi fakir miskin dengan zakat, sedekah dan infaq, atau dengan menyembelih hewan qurban setahun sekali dan membagikannya pada fakir miskin, sehingga orang miskin yg belum pernah merasakan manisnya daging dapat merasakannya?
    tentu buah ini tidak mungkin dihasilkan dari seorang nabi palsu apalagi tukang sihir…

    Sangat jelas kebenaran itu walawpun dengan sejuta cara didustakan…

  181. January 22, 2012 at 7:36 pm | #352

    tolong yah bagi umat beragama yang berbeda beda,hargailah agama masing masing,jangan saling mencela agama, Gax ada untung sama sekali,kita manusia yang sama sama diciptakan ALLAH SWT seharus nya saling menghargai dan menghormati. Kita hanya manusia yang tak berdaya tnpa sang PENCIPTA,kita hidup hanya sementara,Jangan sia sia kan hidup kalian untuk saling mencela agama lain,itu hanya akan menimbulkan pertengkaran dan kesalah fahaman.Ini adalah tempat pembaca umat islam yang ingin mendalami tetntang islam,kalau umat lain ingin membaca silahkan,tapi jangan menimbulkan keributan tentang perbedaan agam yang ada.Cerita yang sebenar nya kalau kalian mau tau,nanti setelah kalian tau kiamat itu tiba,dan kalian akan mengalami nya sendiri. Dan kalian akan diceritakan sendiri oleh ALLAH SWT

    maaf saudara saudara ku…saya hanya memberi saran tanpa adanya perdebatan tentang agama,baik agama saya (ISLAM) atau agama saudara saudara ku sekalian.

  1. No trackbacks yet.

KIRIM KOMENTAR

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 235 other followers