Beranda > bible > Kepalsuan Revelation

Kepalsuan Revelation

Kepalsuan Kitab Revelation (kitab Wahyu) yaitu kitab urutan terakhir dalam Perjanjian Baru Bible, akhirnya terbongkar.

Dari mukadimah NRSV (the newly Revised Versions of the Bible), maka kita dapat mengetahui bahwa NRSV telah menemukan “kecacatan serius” pada Bible edisi Authorized King James Version yang dipublikasikan di Inggris, ketika bukti-bukti baru dari manuskrip kuno telah ditemukan akhirnya Authorized KJV direvisi tahun 1901 di Amerika, dan diberi nama American Standard Version (ASV). ASV ini akhirnya direvisi tahun 1952 dan diberi nama Revised Standard Version (RSV). RSV kemudian direvisi kembali dan diberi nama New Revised Standard Version (NRSV) pada tahun 1990.

Salah satu kepalsuan yang cukup serius adalah Kitab Revelation 16:15.

15
Scan halaman NRSV 1990 dicetak tahun 1997 di Iowa Falls, Iowa, Amerika Serikat.

Selain NRSV, koreksi juga terdapat pada Bible edisi ESV (English Standard Version)

15
Sumber : www.gnpcb.org/esv/search/?q=Revelation+16

Pada Revelation 16:15 tercatat :

Bible NRSV
(“See, I am coming like thief! Blessed is the one who stays awake and is clothed, not going about naked and exposed to shame.”)

Bible ESV
(“Behold, I am coming like a thief! Blessed is the one who stays awake, keeping his garments on, that he may not go about naked and be seen exposed!”)

Teks Revelation 16:15 diatas ternyata tidak muncul dalam manuskrip kuno. Jadi tidak aneh bagi kita, ketika menyimak keseluruhan ayat 15 diperlakukan dalam bentuk “tanda kurung” oleh penerbit NRSV Bible dan penerbit ESV Bible.

Oleh karena itu, saya memiliki dua pertanyaan serius untuk orang Kristen :
1. Jika semua kata-kata yang terdapat dalam ayat 15 tidak “asli”, lalu mengapa tidak dibuang saja dari Bible?
2. Jika semua kata-kata yang terdapat dalam ayat 15 adalah “asli”, lalu mengapa harus diberi tanda kurung?

Dalam Epistle (surat)nya, Paulus berkata :

1 Tesalonika 5:1-6 LAI BIS
“Saudara-saudara, tidak perlu kami menulis kepadamu kapan waktunya yang tepat hal-hal itu akan terjadi. Sebab kalian sendiri tahu dengan jelas bahwa Hari kedatangan Tuhan itu akan tiba seperti pencuri datang pada malam hari. Apabila orang berkata, “Semuanya aman dan tentram,” maka pada waktu itulah tiba-tiba mereka akan ditimpa kebinasaan, dan tidak seorang pun dapat lolos. Hal itu akan terjadi tiba-tiba, seperti perasaan sakit bersalin yang menimpa seorang wanita yang akan melahirkan. Tetapi kalian bukannya orang yang hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu mengejutkan kalian seperti kedatangan pencuri. Saudara semuanya adalah orang yang hidup dalam terang; kalian tergolong pada siang yang terang. Kita bukan orang yang hidup dalam kegelapan, atau yang tergolong pada malam yang gelap. Sebab itu kita tidak boleh tidur-tidur saja seperti orang lain. Kita harus waspada dan pikiran kita harus terang.”

Berbagai propaganda Kristen mengenai nubuat masa depan berdasarkan Kitab Revelation yang digembar-gemborkan pendeta, pastur, uskup, kardinal, hingga Paus dengan segala tafsirannya ternyata PALSU, BOHONG atau DUSTA!

Konon menurut Kristen, Kitab Revelation ditulis sekitar tahun 95 M oleh Yohanes, dari sebuah penjara di Patmos.

Sebenarnya identitas siapakah pengarang asli kitab Revelation sering kali dipertanyakan oleh Pengkritisi Bible, sehingga dalam memutuskan masalah kepengarangan, akhirnya Kristen mengklaim begitu saja bahwa Yohanes lah pengarang kitab tersebut.

Menurut Kristen, Pesan Kitab Revelation ini dialamatkan untuk tujuh gereja di Asia. Banyak Pakar Kristen mempercayai bahwa gereja-gereja inilah yang mengalami serangkaian penyiksaan oleh Kerajaan Romawi, khususnya ketika pemerintahan Kaisar Domitian (90-95 M). Tujuan kitab Revelation ini adalah untuk memberikan peringatan kepada orang yang tidak beriman dan memberikan harapan untuk kaum beriman, khususnya tujuh gereja di Asia yang sedang dilanda putus asa. Ayat pertama kitab Revelation ini mencatat pandangan masa depan yang segera akan digenapi:

Revelation 1:1 LAI BIS
“Isi buku ini mengenai apa yang dinyatakan oleh Yesus Kristus tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi. Allah memberitahukannya kepada Kristus supaya Ia menunjukkan kepada hamba-hamba Allah apa yang segera harus terjadi. Kristus mengutus malaikat-Nya kepada Yohanes, hamba-Nya, untuk memberitahukan peristiwa-peristiwa itu kepadanya.”

Dua ayat berikutnya, si penulis kitab Revelation mencatat :

Revelation 1:3 LAI BIS
“Berbahagialah orang yang membacakan dan orang yang mendengarkan berita nubuat buku ini serta taat kepada apa yang tertulis di dalamnya. Sebab tidak lama lagi semuanya ini akan terjadi. ”

Hampir 2000 tahun telah berlalu, Kitab Revelation telah terkirim, namun hingga kini masih juga belum digenapi. Ratusan generasi umat Kristen telah tiada, dan generasi Kristen sekarang masih saja menunggu penggenapan Kitab Revelation yang telah dipalsukan.

Selain Revelation 16:15, masih ada lagi ayat palsu yang lain yang telah dikoreksi oleh berbagai Bible revisi terbaru, yaitu ayat 11 yang menyatakan bahwa Yesus adalah Alpha dan Omega. Berikut ini adalah Bible edisi King James Version (KJV) Revelation 1:11 yang menyatakan bahwa Yesus adalah Alpha dan Omega.

(KJV) Saying, I am Alpha and Omega, the first and the last: and, What thou seest, write in a book, and send it unto the seven churches which are in Asia; unto Ephesus, and unto Smyrna, and unto Pergamos, and unto Thyatira, and unto Sardis, and unto Philadelphia, and unto Laodicea.

Kebobrokan atau kepalsuan Revelation 1:11 akhirnya diedit oleh Gereja dalam Bile revisi terbaru mereka yaitu Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS), Contemporary English Version (CEV), English Standard Version (ESV), dan Good News Bible (GNB). Perhatikan dibawah ini, tidak ada lagi kalimat “alpha dan omega”:

(BIS) Suara itu berkata, “Tulislah apa yang kaulihat, dan kirimkanlah buku itu kepada tujuh jemaat yang berikut: Efesus, Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia, dan Laodikia.”

(CEV) The voice said, “Write in a book what you see. Then send it to the seven churches in Ephesus, Smyrna, Pergamum, Thyatira, Sardis, Philadelphia, and Laodicea.”

(ESV) saying, “Write what you see in a book and send it to the seven churches, to Ephesus and to Smyrna and to Pergamum and to Thyatira and to Sardis and to Philadelphia and to Laodicea.”

(GNB) It said, “Write down what you see, and send the book to the churches in these seven cities: Ephesus, Smyrna, Pergamum, Thyatira, Sardis, Philadelphia, and Laodicea.”

Jika Anda ingin tahu kronologi kepalsuan ayat alpha dan omega simak dibawah ini:

www.logon.org/english/s/p229.html
sumber: www.logon.org/english/s/p229.html

Mengenai kitab Revelation ini, Encyclopedia Britannica tahun 1953 mencatat sebagai berikut :

“A few critics, like Dionysius of Alexandria (247 – 265), rejected the Apocalypse altogether, mainly on the grounds of style, and the impossibility of supposing that it could be by the same author as the Gospel of John. …In modern times the attempt to find the real future history in the Apocalypse has been given up; it is realized that the book would have been pointless to them for whom it was written, unless it was meant to predict the then immediate future. The explanation of the imagery has to be found in 1st century condition.”

Selain itu, penerbit Bible edisi New International Version (NIV) merasa perlu memberikan komentarnya mengenai Kitab Revelation:

“Four times the author identifies himself as John (1:1,4,9; 22:8)…..In the third century, however, an African bishop named Dionysius compared the language, style and thought of the Apocalypse (Revelation) with that of the other writings of John and decided that the book could not been written by the apostle of John. (From the NIV Bible Commentary, page 1922)”

Sudah menjadi Sunatullah bahwa kebatilan dan kepalsuan itu pasti lenyap.

Bagi kita umat Islam, bukankah Allah SWT telah berfirman mengenai kebatilan:

“Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap…” (QS Al Anbiyaa’ 18)

Bukankah Allah SWT juga telah berfirman mengenai akhlak mayoritas pendeta Kristen:

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar…rahib-rahib Nasrani…menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah…maka beritahukanlah kepada mereka, siksa yang pedih.” (QS At Taubah 34)

Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca Muslim dan menyadarkan umat Kristen dari kepalsuan Bible.

Salam.

Sumber :
-Most Merciful
-Answering Christianity

Categories: bible
  1. onta
    Mei 11, 2011 pada 4:52 pm | #1

    orang hidup itu mengikuti Pemimpinnya…

    Agama baik atau tidak tercermin dari kelakuan umatnya…

    lihatlah…umat agama apa yang suka bikin onar di Indonesia…

    KESIMPULANNYA… YA ITULAH AJARAN YANG DIANUTNYA..!!!

  2. jack
    Mei 11, 2011 pada 7:53 pm | #2

    umat agama kristen tau, apa perlu gue kasih bukti?

  3. haidar
    Mei 12, 2011 pada 6:47 am | #3

    menepuk air di dulang ,terpercik muka sendiri

  4. jack
    Mei 12, 2011 pada 8:24 am | #4

    @onta

    Portugis dan Belanda datang ke Indonesia bukan hanya ingin menguasai kekayaan alam, tetapi, mereka juga menyebarkan agama Kristen dengan “Trilogy Imperialisme”nya yang terkenal dengan Gospel, Gold dan Glory. Sehingga banyak umat Islam yang memandang agama Kristen Indentik dengan agama kolonial.

    Pangeran Henry sang pelaut (1394-1460) datang ke Indonesia dengan tuju-an mengepung kekuatan Muslim dan membawa agama Kristen. Ketika berhasil menduduki Malaka Alfonso d’Albuquerqe berpidato :

    “Tugas besar yang harus kita abdikan kepada Tuhan kita dalam mengusir orang-orang Moor (Muslim) dari negara ini dan memadamkan api sekte Muhammad sehingga tidak muncul lagi sesudah ini. saya yakin, jika kita berhasil merebut jalur perdagangan Malaka ini dari tangan mereka -orang-orang Moor-, Kairo dan Mekkah akan hancur total dan Venice tidak akan menerima rempah-rempah kecuali para pedagangnya pergi membelinya di Portugal.”.

    Tahun 1810, Raja William I mengeluarkan dekrit yang menyatakan para misionaris akan diutus ke Indonesia oleh dan atas biaya pemerintah Belanda. Tahun 1835 dan 1840, keluar dekrit, administrasi gereja di Hindia Belanda ditempatkan di bawah naungan Gubernur Jenderal pemerintah kolonial. Tahun 1854, sebuah dekrit lain dikeluarkan untuk mendukung kegiatan misi Kristen di Indonesia, membiayai pembangunan gereja, membiayai tiket pergi-pulang misionaris Indonesia-Belanda, menggaji para pendeta, membantu para yatim piatu, rumah sakit dan sekolah-sekolah.

    Tahun 1888, Menteri urusan kolonial, Kheuchenis menyatakan dukungan ke-pada kegiatan misionaris dan membatasi pengarush Islam. Begitu juga J.T. Cremer menteri Urusan Kolonial juga membantu kegiatan Misionaris.

    Tahun 1901, subsidi secara besar-besaran diberikan kepada sekolah-sekolah Kristen dan lembaga-lembaga misionaris, kemudian tahun 1906-1916 secara terang-terangan mendukung kegiatan misonaris. Politik Netral Agama yang di-gembar-gemborkan Belanda ternyata hanya ilusi belaka. Jadi, di zaman kolonial Belanda, konflik Indonesia-Kolonial indentik dengan konflik Islam-Kristen, melawan Belanda ketika itu disebut sebagai jihad fi sabilillah.

    Konflik Islam-Kristen pada masa BPUPKI

    Konflik Islam-Kristen tidak berhenti pada hengkangnya Belanda dari Indonesia, dalam persiapan kemerdekaan Indonesia, Kristen ternyata amat gigih untuk memberikan pengaruhnya terhadap wajah Republik Indonesia nantinya, dan berusaha agar Islam tidak memberikan pengaruhnya dalam pemerintahan Republik Indonesia, sehingga tidak terhindarkan konflik Islam-Kristen dalam menen-tukan dasar negara ini. Konflik dimulai ketika Jepang membentuk Ba-dan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PUPKI) yang terdiri dari dua kelompok yaitu Kelompok Nasionalis Islam dan Nasionalis Sekuler.

    Kelompok Nasionalis Islam mengusulkan agar ketika Indonesia Merdeka maka bentuk pemerintahannya adalah dalam bentuk negara Islam, hal ini sangat wajar karena mengingat perjuangan untuk mendapatkan kemerdekaan adalah perjuangan melawan Belanda yang secara nyata menjajah dalam memaksan agama di samping mengeruk kekayaan alam Indonesia.

    Namun kelompok Nasionalis Sekuler-Kristen menolak usul dari kelompok Nasionalis Islam, maka, terjadilah perdebatan sengit dalam sidang-sidang BPUPKI yang berakhir dengan tidak tercapai kesepakatan antara dua kelompok ini.

    Untuk mengatasi perbedaan tersebut, BPUPKI membentuk panitia yang terdiri dari 9 orang yang disebut sebagai panitia sembilan dengan ketuanya Ir. Soekarno. Dari pihak Kristen diwakili oleh Mr. A.A. Maramis, Tugas utama dari panitia sembilan adalah mencapai kesepakatan antara kelompok Nasionalis Islam dengan kelompok Nasionalis Sekuler.

    9 Juli 1945, panitia sembilan berhasil menyusun suatu ‘Gentlemen’s Agreement’ yang dikenal dengan Piagam Jakarta. Ketua Panitia Sembilan, Ir. Soe-karno menyebut Piagam Jakarta sebagai :

    “Satu kompromis untuk menyudahi kesulitan antara kita bersama”

    Tetapi, dalam rapat BPUPKI tanggal 11 Juli 1945, Piagam Jakarta digugat oleh seorang Kristen dari Maluku yang bernama Latuharhary, dengan alasan Piagam Jakarta dalam aplikasinya akan mengalami kesulitan diberbagai daerah, khususnya ketika berhadapan dengan adat istiadat, Ir. Soekarno meminta agar tujuh kata (lihat salinan piagam jakarta di kalimat yang bergaris), itu tidak dipersoalkan, karena tujuh kata tersebut merupakan jerih payah dan kompromi antara kelompok Nasionalis Islam dengan Nasionalis Sekuler.

    Tokoh kebatinan Wongsonegoro, mengusulkan agar tujuh kata tersebut tidak usah diubah tetapi ditambahkan :

    “Bagi pemeluk agama lain dengan jalan menurut agamanya masing-masing”

    Akhirnya Wachid Hasyim, memperingatkan agar pembahasan soal ‘tujuh kata’ tidak diperpanjang lagi, lalu Ir. Soekarno kembali mengingatkan bahwa ‘tujuh kata’ itu adalah :

    “Satu kompromis untuk menyudahi kesulitan antara kita bersama”

    13 Juli 1945, Wachid Hasyim, mengusulkan agar syarat presiden ditambah ‘yang beragama Is-lam’, juga, pasal 29 RUUD 1945 ditambahkan, ‘Agama negara ialah agama Islam’. Bahkan pada tanggal 14 Juli 1945, tokoh Muhammadiyah Ki Bagus Hadi-koesoemo, mengusulkan ‘bagi pemeluk – pemeluknya’ dalam Piagam Jakarta dicoret saja, menjadi :

    “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam”

    Tetapi usul tersebut ditolak keras oleh kelompok Nasionalis Sekuler. Sampai pada rapat BPUPKI tanggal 16 kuli 1945, tidak ada pencabutan kesepakatan dalam Piagam Jakarta, Bahkan ketika itu Ir. Soekarno menegaskan, disepakatinya klausul :

    “Presiden Indonesia haruslah orang Indonesia Asli yang beragama Islam”

    Dan pada RUUD 1945 pasal 29 tetap berbunyi :

    “Negara berdasar atas keTuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”

    Terakhir, ketua BPUPKI yang merupakan aktivis Gerakan Teosofi, yaitu dr. Rajiman Widjodiningrat, menyimpulkan :

    “Jadi, Rancangan ini sudah diterima semuanya… dengan suara bulat Undang-undang Dasar ini”

    Konflik Islam-Kristen Pasca 17-08-45

    Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, konflik Islam-Kristen tersulut lagi oleh penolakan Kristen pada tanggal 18 Agustus 1945 terhadap :

    - Piagam Jakarta yang telah disepakati dengan bersusah payah sebagai Gentlemen’s Agreement
    - Klausul ‘Kewajiban melaksanakan syariat Islam bagi kaum Muslim Indonesia”

    Penolakan tersebut diwakili oleh Laturharary de-ngan alasan ada keberatan dari pihak Kristen Indonesia Timur. Keberatan tersebut konon dititip-kan melalui opsir tentara Jepang yang masih berwenang di Jakarta. Opsir tersebut menyampaikan pesan keberatan Kristen Indonesia Timur kepada Ir. Soekarno dan Bung Hatta, yang menyatakan :

    “Ada tujuh katayang tercantum dalam Mukaddimah UUD 1945 yang harus dicabut. Kalau tidak, Umat Kristen di Indonesia sebelah Timur tidak akan turut sertadalam negara Republik Indonesia yang baru saja diproklamirkan. Tujuh kata yang harus dicoret itu berbunyi ‘dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya’”

    Mengomentari pihak Kristen yang mengultimatum Republik Indonesia yang baru saja diproklamirkan, Dr. Muhammad Natsir mengatakan :

    “Utusan tersebut tidak untuk mengadakan diskusi tentang persoalannya. Hanya menyampaikan satu peringatan. Titik! Tak perlu bicara lagi. Terserah apakah pesan itu diterima atau tidak. Asal tahu apa konskuensinya. Itu berupa ultimatum. Ultimatum bukan saja terhadap warga negara yang beragama Islam di Indonesia. Tetapi pada hakekatnya terhadap Republik Indonesia sendiri yang baru berumur 24 jam itu. Hari 17 Agustus adalah Hari Proklamasi, hari raya kita. Hari raya 18 Agustus adalah Hari Ultimatum dari umat Kristen bagian Timur. Kedua-dua peristiwa itu adalah peristiwa sejarah. Kalau yang pertama kita rayakan, yang kedua sekurang-kurangnya jangan dilupakan. Memyambut hari Proklamasi 17 Agustus kita bertahmied. Menyambut hari besoknya, 18 Agustus, kita beristighfar. Insya Allah umat Islam tidak akan lupa”

    Menurut Natsir, umat Kristen sangat konsisten dengan ultimatumnya tanggal 18 Agustus 1945. Di legislatif umat Kristen sangat gigih dalam berusaha menggagalkan setiap usaha pengesahan Undang-undang yang diinginkan kaum Muslim untuk dapat lebih mentaati ajaran-ajaran agama.

    Penerimaan tokoh-tokoh Islam ketika itu, un-tuk mencoret tujuh kata dalam Piagam Jakarta, karena pertimbangan-pertimbangan situasional. Namun setelah itu usaha terus dilanjutkan dalam Majelis Kontituante walaupun selalu gagal. Perjuangan harus tetap dilanjutkan.

    Prof. Kasman Singodimedjo mengatakan, Ki Bagus Hadikoesoemo sampai meninggal dalam penantiannya akan kembalinya Piagam Jakarta. Lalu Prof. Kasman dalam biografinya menyatakan :

    “Piagam Jakarta sebenarnya merupakan Gentlemen’s A-greement dari bangsa ini. Sayang, kalau generasi selanjutnya justru mengingkari sejarah.”

    Pelajaran dari Kecurangan Kristen

    Dalam perjalanannya, Kristen seringkali melanggar peraturan dan kesepakatan dalam tata cara penyiaran agama. Sikap inilah yang menyulut konflik Islam-Kristen tiada henti-hentinya. Uraian sebelumnya membuktikan ketidak-konsistenan pihak Kristen pada kesepakatan yang telah dicapai, ternyata, sikap semacam ini, juga pernah dilakukan pada masa perang Salib ketika dia-dakan perjanjian genjatan senjata, mereka membantai orang-orang Islam yang akan pergi haji.

    Begitu juga dengan Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri tahun 1969 dan SK Menteri Agama no 70 dan no 78, tentang pendirian gereja dan tata cara penyiaran agama, banyak gereja dan kegiatan misionaris yang melanggar peraturan.

    Pada tahun 1999, DPR telah memutuskan :

    “Setiap peserta didik, berhak mendapatkan pelajaran agama dari seorang guru yang seagama dengan murid yang diajarnya” RUU Sisdiknas pasal 22

    Dan pada tahun 2003, DPR juga memutuskan :

    “Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya, dan diajarkan oleh pendidik yang dianutnya” RUU Sisdiknas pasal 13 ayat 1

    Namun, umat Kristen lagi-lagi melanggarnya, dengan tidak mau menyediakan guru agama Islam. Semestinya, kita sudah dapat belajar dari tindak-tanduk agama Kristen yang terbiasa melanggar peraturan, kita sebenarnya bisa untuk menyeretnya dalam peradilan di Indonesia ini. Memang sulit karena birokrasi yang berbelit-belit, tapi kita harus mulai mencobanya. Minimal, dunia tahu bahwa umat Kristen suka melanggar peraturan.

    Seharusnya kita jangan membalas kesalahannya dengan melakukan tindakan-tindakan anarkis, misalnya, dengan merusak gereja, karena tindakan seperti ini akan menutupi kesalahan awal pihak Kristen, dan kesan yang nampak di media masa adalah, Islam agama yang brutal dan Kristen agama terdzalimi, yang tentu saja akan merugikan serta merusak citra umat Islam.

    Dalam perang salib, Islam menang secara me-ngagumkan dan mendapat simpati dunia, ketika itu Islam dapat menyikapi dengan baik pelanggar-an-pelanggaran pihak Kristen. Tidak membalasnya dengan pelanggaran. Film Kingdom of Heaven produksi Hollywood 2005, adalah sebagai bukti simpati dunia kepada Islam pada perang Salib.

    PIAGAM JAKARTA

    Bahwa sesungguhnja kemerdekaan itu jalah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka pendjadjahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.

    Dan perdjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampai (lah) kepada saat jang berbahagia dengan selamat-sentausa mengantarkan rakjat Indonesia kedepan pintu gerbang Negara Indonesia jang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

    Atas berkat Rahmat Allah Jang Maha Kuasa, dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaja berkehidupan kebangsaan jang bebas, maka rakjat Indonesia menjatakan dengan ini kemerdekaannja.

    Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia Merdeka jang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah-darah Indonesia, dan untuk memadjukan kesedjahteraan umum, mentjerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Hukum Dasar Negara Indonesia, jang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indnesia, jang berkedaulatan rakjat, dengan berdasar kepada: keTuhanan, dengan kewadjiban mendjalankan sjari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknja, menurut dasar kemanusiaan jang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakjatan jang dipimpin oleh hikmat kebidjaksanaan dalam permusjawaratan perwakilan, serta dengan mewudjudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakjat Indonesia.

    Djakarta, 22 Juni 1945

    Ir. Soekarno
    Mohammad Hatta
    A.A. Maramis

    Abikusno Tjokrosujoso
    Abdulkahar Muzakir
    H.A. Salim

    Achmad Subardjo
    Wachid Hasjim
    Muhammad Yamin

    silahkan beri bantahan atas tulisan diatas

  5. haidar
    Mei 12, 2011 pada 10:42 am | #5

    kayaknya nggak mungkin dibantah deh ,karena itu fakta…

  6. haidar
    Mei 13, 2011 pada 7:33 am | #6

    sesuai dugaan,nggak ada bantahan…

  7. asfa
    Mei 20, 2011 pada 7:11 am | #7

    ternyata berhenti sampai disini ya……..

  8. Laskar Kristus
    Juni 1, 2011 pada 8:23 pm | #8

    Alkitab jangan dibuang dong.entar Tuhan marah loh…..!udah gitu,muhammad pasti marah,kan Tuhan nyuruh si muhammad,belajar sama orang yg sudah baca Khitab,nah…..lo…!entar si muhammad belajar pake apa dong.nanti leher leher kamu di tebas-tebasin loh.dan istri [putri2kamu]di pake pakein.mauuuu…….?

  9. jack
    Juni 1, 2011 pada 9:14 pm | #9

    hehehehehe ocehan orang yang imannya lagi keder, muhammad yang tukang bakso itu kali yee, kalau nabi muhammad sudah lama meninggal jadi nggak bakalan marah

  10. Juni 2, 2011 pada 10:37 am | #10

    Posted by MUSLIM pada Desember 6, 2008 berkata :
    Kepalsuan Kitab Revelation (kitab Wahyu) yaitu kitab urutan terakhir dalam Perjanjian Baru Bible, akhirnya terbongkar.

    Komentar saya :
    Jadi dengan terbongkarnya kepalsuan wahyu maka Alkitab itu palsu ?

    Walaupun anda berhasil membongkar kepalsuan itu, namaun Alkitab itu tetap tidak palsu, karena beritanya tetap tidak berubah.

    Apa berita Alkitab itu ?

    Berita Alkitab adalah :

    1. Allah maha kasih

    2. Allah membuktikan kasihnya dengan menciptakan manusia yang ditempatkan di Taman Eden dalam keadaan baik.

    ( Baik artinya, cukup segala kebutuhannya dan penuh kesenangan hidup kekal )

    3. Manusia jatuh dalam dosa, sehingga manusia melakukan kejahatan menderita kesulitan disegala bidang, menderita sakit, lalu mati.

    4. Allah membuktikan kasihnya dengan menggantikan kematian manusia dengan mengorbankan anaknya Yesus Kristus mati di palang salip.

    5. Yesus akan datang menjemput umat manusia yang percaya akan Yesus dan yang dibuktikan dengan melakukan segala perintahnya.

    Redaksi penterjemah Alkitab boleh berubah, tetapi Hukum Allah yaitu Hukum Kasih itu kekal tiada berubah dari dahulu, sampai saat ini, sampai akhir zaman, bahkan sampai selama-lamanya.

  11. Juni 2, 2011 pada 10:45 am | #11

    jack berkata
    Mei 12, 2011 pada 8:24 am

    silahkan beri bantahan atas tulisan diatas.

    Kemudian disusul haidar berkata
    Mei 12, 2011 pada 10:42 am

    kayaknya nggak mungkin dibantah deh ,karena itu fakta…

    Jawab saya :
    Saya sebagai Kristen tidak mungkin membantah, Justru saya mendukung bahwa tulisan jack itu 100% benar, karena dari tulisan jack itulah saya tahu bahwa Allah berpihak kepada kristen.

  12. Juni 7, 2011 pada 1:44 am | #12

    Lhoooo, kok tidak ada komentar

    Pada kemana umat islam yang biasanya membantah, ngeledek dan ngetawaiin itu ya ?

  13. im no one
    Oktober 19, 2011 pada 10:26 pm | #13

    Sesungguhnya manusia tidak mempunyai hak atas apapun di dunia ini, termasuk untuk membenarkan ato mempersalahkan. Siapa manusia sehingga dapat memutuskan apa yang baik dan buruk?? Semua manusia yang percaya kepada Tuhan, akan percaya bahwa sesungguhnya iman bukanlah sesuatu yang diukur dari kitab suci, agama, pemuka agama, bukti ilmiah dan lainnya, tetapi dari hati dan akal budi. Saya sering merasa aneh ketika agama ini dan itu saling membenarkan agamanya bahkan menuju kearah SARA. Saya sering mendengar agama saya direndahkan, saya seorang Katolik. Tapi apakah itu yang diajarkan agama masing2 untuk merendahkan agama yang lain dan menganggap agama sendiri benar? Menurut saya, agama terbentuk karena manusia mengimani apa yang diercayainya dan itu adalah kebebasan dan hak masing2. Bukankah akan lebih baik jika saling menghormati satu sama lain? Saya memiliki teman muslim, budha dan hindu, dan kami baik2 saja dan saling menghormati.

    • Stain Remover
      Oktober 19, 2011 pada 11:54 pm | #14

      sesungguhnya iman bukanlah sesuatu yang diukur dari kitab suci, agama, pemuka agama, bukti ilmiah dan lainnya, tetapi dari hati dan akal budi.

      jawab :

      iman tanpa menggunakan akal adalah iman yang buta. Ini adalah perbedaan nyata antara Al Qur’an dan kitab “suci” lainnya. Dimana Al Qur’an selalu mengajak manusia untuk berfikir dan Islam adalah motor penggerak Ilmu Pengetahuan modern sementara agama lain hanyalah menjadi penghambat makanya dikenal istilah dark age ( masa kegelapan )
      Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. ( Al-Hashr : 21 )

      Saya sering merasa aneh ketika agama ini dan itu saling membenarkan agamanya bahkan menuju kearah SARA. Saya sering mendengar agama saya direndahkan, saya seorang Katolik. Tapi apakah itu yang diajarkan agama masing2 untuk merendahkan agama yang lain dan menganggap agama sendiri benar?

      Jawab :

      Ada lebih dari 100 agama, maka tidaklah mungkin ada 100 tuhan. Pasti hanya satu yang benar dan yang satu haruslah menciptakan segalanya.
      Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. ( Al-Baqarah : 164 )

      Menurut saya, agama terbentuk karena manusia mengimani apa yang diercayainya dan itu adalah kebebasan dan hak masing2. Bukankah akan lebih baik jika saling menghormati satu sama lain?

      Jawab :

      Islam menghormati agama lain, dan itu tercantum dalam Al Qur’an secara tegas.
      Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”. Al-Kaafirun : 6
      adakah kamu jumpai ayat seperti ini, dalam imanmu ?

      Saya memiliki teman muslim, budha dan hindu, dan kami baik2 saja dan saling menghormati.

      Jawab :

      bahkan tetangga yang paling dekat dengan rumah saya adalah seorang wanita tua chinese beragama kristen dia hidup sendiri dirumah yang besar setelah suaminya wafat, saudaranya hanya sesekali melihatnya, sementara kamilah orang muslim yang menjaga keamanannya.

      karena itu adalah perintah ALLAH SWT :

      Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, TETANGGA yang dekat dan TETANGGA yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri”. (QS. An Nisaa’:36)
      .
      adakah kamu jumpai ayat seperti diatas dalam imanmu ?

Comment pages
  1. Belum ada trackback.

BOLEH KOMENTAR DENGAN TIDAK MELANGGAR PERATURAN DISKUSI

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 283 pengikut lainnya.