Menjadi muslim di usia muda bukan masalah.Itulah trend baru geliat Islam di kota metropolitan London, Inggris
Hidayatullah.com–Ada fenomena baru di Inggris saat ini di mana pemeluk Islam dari kalangan muda meningkat secara signifikan setiap tahunnya. Usia muallaf baru itu bahkan bisa dibilang sangat belia. Easa Ashby salah satunya. Remaja asal kota London itu memeluk Islam di usianya yang ke-13. Dia tertarik Islam melalui “dakwah” salah seorang anak tantenya. Sepupunya itu, yang masuk Islam pada usia 15 tahun, satu hari mengajak Easa ke rumahnya. Di rumah sepupunya itu Easa diperlihatkan kitab suci Alquran. Berawal dari sana pula dia mulai tertarik belajar Islam. Rasa ingin tahunya tentang Islam membuncah hingga uang jajannya habis untuk beli buku-buku Islam.
Read more…
Sebuah film tentang haji, di mana perjalanan Ibnu Batutah pada abad 14 akan diputar di seluruh Amerika dan Eropa
–Bulan Januari 2009 ini masyarakat penggemar film bisa
menikmati sajian cerita tentang haji dengan teknologi layar lebar paling mutakhir. Gabungan produser film Arab dan Inggris yang telah bekerja sejak empat tahun berhasil mempersembahkan sebuah film paling indah di abad ini.
Menurut Kantor Berita Reuter edisi 23 Januari, film ini akan mengambil setting perjalanan Ibnu Batutah (Rihlah Ibnu Bathuthah) pada abad 14 yang memulai perjalanan dari Tangier, Maroko, hingga ke Arab Saudi.
Film ini nantinya akan menjadi film cerita semi dokumentar dengan tata warna indah dan pengerjaan yang seksama yang tujuannya memberi pemahaman masyarakat tentang haji.
“Empat tahun lalu, ketika kami memulai membuat film, kami ingin membawa cerita seseorang yang sampai di Mekah melalui kanvas raksasa IMAX, bioskop yang paling spektakuler di dunia dengan format ketinggian layar 25 meter, ” kata Dominic Cunningham-Reid, produsen film ini.
Read more…
Sebuah konferesi misi Kristiani sedunia dijadwalkan akan diselenggarakan pada akhir tahun 2011 oleh Dewan Gereja Dunia
Komisi World Mission dan Evangelism (Commission on World Mission and Evangelism-- CWME)
terdiri dari delegasi gereja-gereja anggota WCC seperti Gereja Katolik Roma dan beberapa diantaranya berasal dari luar anggota badan Kristiani-merekomendasikan agar konferensi misi dan penginjilan dunia berikutnya diadakan selama periode dimana tubuh ekumene akan merayakan beberapa peristiwa penting.
Selama diskusi, kelompok tersebut juga akan merayakan hari ulang tahun keseratus Konferensi Misionaris di Edinburgh 1910 –-yang dianggap oleh banyak pihak menjadi titik awal gerakan ekumene modern-– pada Juni 2010 di Edinburgh, Skotlandia.
Read more…
Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) memicu kontroversi. Sejumlah fatwa itu dianggap tak relevan meski juga takkan memunculkan resistensi di masyarakat. Betulkah MUI bergerak terlalu dalam?
MUI, melalui sidang pleno ijtima ulama se-Indonesia III di Perguruan Diniyyah Putri, Padangpanjang, Minggu (25/1) mengeluarkan fatwa. MUI mengeluarkan aturan tentang golongan putih, aborsi, rokok, dan yoga.
Hanya saja, baru sehari dimunculkan, fatwa tersebut langsung mengundang perdebatan. Beberapa fatwa seperti yoga dan golput dianggap tak relevan. Pasalnya, golput merupakan wilayah politik, sementara yoga merupakan olahraga umum. Jika yoga ditransendensikan, yang transenden dalam Islam adalah Allah.
Bambang Pranowo, Guru Besar Sosiologi Agama Fakulatas Ushuluddin dan Filsafat UIN Jakarta, mengatakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) memang harus memberikan pedoman atas pertanyaan masyarakat. Tapi, menurutnya, fatwa mengenai golput sebaiknya tidak perlu dikeluarkan. Pasalnya, hal itu merupakan wilyah politik.
Bambang menegaskan, golput atau tidak merupakan hak politik warga negara. Menurutnya, tidak relevan jika MUI mengeluarkan fatwa itu. Yang bisa dilakukan MUI adalah mendorong masyarakat berpartisipasi dalam memantapkan demokrasi. MUI tak perlu eksplisit mengharamkan golput.
Read more…
Cirebon- Serangan misionaris terhadap kaum muslim tak pernah surut. Berbagai upaya pun terus dilakukan untuk menggoyahkan akidah umat Islam. Di Kota Cirebon, upaya misionaris bahkan menyerang anak-anak muslim yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).
Bukan dengan kedok bantuan ekonomi ataupun pengobatan gratis, melainkan dengan menyelipkan ayat-ayat Injil ke dalam mata pelajaran Trapsila yang diajarkan di sekolah.
Pelajaran Trapsila merupakan salah satu mata pelajaran muatan lokal (mulok) yang diajarkan kepada seluruh siswa SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kota Cirebon. Kata Trapsila itu diambil dari Bahasa Cirebon, ‘Ngetrapke Susila’ yang berarti menerapkan susila. Maksudnya, melalui pelajaran tersebut, para siswa akan diajarkan penerapan budi pekerti dalam kehidupan sehari-hari.
Di Jawa Barat, Kota Cirebon memang satu-satunya kota yang dijadikan pilot project penerapan pelajaran tersebut. Selain digarap oleh Dinas Pendidikan (Disdik) setempat, ‘kelahiran’ mata pelajaran itu pun dibantu pihak asing, dalam hal ini Unicef.
Namun ternyata, materi yang diajarkan dalam pelajaran tersebut terkesan hanya mencampuradukkan berbagai sumber ilmu. Termasuk di dalamnya mengutip pelajaran berbagai agama, diantaranya Islam dan Kristen
Read more…
Para Rabbi khusus pasukan Israel di Jalur Gaza menfatwakan bolehnya ‘membantai’ anak-anak dan perempuan Palestina
Hidayatullah.com–Para Rabbi Yahudi yang menjadi “penasihat spiritual” para
tentara Israel dalam invasi Gaza ditengarai mengeluarkan fatwa yang membolehkan untuk membunuh kalangan anak-anak dan perempuan.
“Berbuat keji kepada orang-orang Goyim (istilah kafir untuk orang-orang non-Yahudi) diperbolehkan, bahkan diharuskan, termasuk kepada anak-anak dan perempuan,” demikian salah satu bunyi fatwa Brigadir Jenderal Avi Rontsiki.
Garian Israel Haaretz edisi Senin (27/1) kemarin melansir, Rabbi Avi Rontsiki yang juga kepada dewan Rabbi pada tentara invasi Israel membagikan selebaran “petunjuk” kepada para tentara invasi yang salah satu isinya menyatakan agar tidak berbelas kasihan dalam menyerang, termasuk kepada pihak sipil.
Read more…
Dalam sebuah wawancara terbaru, Presiden AS Barack Hussein Obama, mengatakan “Amerika Serikat bukan musuh dunia Islam”
Hidayatullah.com–Presiden AS Barack Obama, Senin (26/1) , mengatakan
kepada dunia Islam bahwa “Amerika Serikat bukan musuh Anda,” dan mengulangi janjinya untuk berkunjung di sebuah ibu kota negara Muslim berpengaruh guna menyampaikan pidato.
Obama mencatat bahwa ia pernah hidup di Indonesia selama beberapa tahun ketika masih belia, dan mengatakan bahwa kunjungannya ke negara-negara Muslim telah memberi dia pelajaran bahwa tanpa pandang bulu, orang-orang memiliki harapan-harapan dan mimpi-mimpi yang sama.
”Tugas saya kepada negara-negara Muslim adalah mengkomunikasikan bahwa AS bukan musuh Anda kita kerap membuat kesalahan kita tidak selalu benar,” kata Obama dalam wawancara dengan jaringan televisi Al-Arabiya.
Read more…
Recent Comments