Pimpinan Gereja Anglikan Inggris Berterimakasih Pada Warga Muslim
Uskup Rowan William dari Keuskupan Canterbury, Inggris memuji warga Muslim yang disebutnya telah memberikan kontribusi yang besar terhadap kehidupan beragama masyarakat Inggris. Menurut William, warga Muslim telah membantu mengembalikan agama dan etika ke tengah masyarakat, serta menghidupkan kembali perdebatan mengenai agama di ranah publik.
“Saya pikir, kita harus berani melakukan diskusi dan perdebatan agama antara Muslim dan umat Kristiani dan perdebatan-perdebatan lainnya ke tengah masyarakat,” kata William yang juga memimpin Gereja Anglikan di Inggris pada Muslim News.
“Kalau sebagai umat beragama kita tidak boleh berargumen dan tidak boleh bicara tentang isu-isu agama secara terbuka, maka masyarakat tempat kita tinggal saya anggap bukan tempat yang bersahabat untuk para penganut agama dan situasi itu tidak banyak membantu untuk sebuah perubahan,” tukas William yang mengkritik para pemuka agama Kristen di Barat karena telah gagal melindungi masyarakat mereka dari kehancuran dan sifat yang mengagungkan materi.
“Mereka (pemuka agama Kristen) tidak mampu membuat masyarakat berpaling dari sikap materialistis. Saya harap mereka memberikan perhatian secara khusus pada tantangan untuk menanamkan kembali etika pada masyarakat seperti yang diajarkan agama Kristen,” sambung William.
Ia menyerukan agar Muslim dan umat Kristiani menggalan kerjasama untuk kesejahteraan masyarakat. Ia mengakui, inisiatif untuk menggalang kerjasama antara Muslim dan Kristiani di Inggris dalam Christian Muslim Forum yang digelar tahun 2001 belum menyentuh lapisan masyarakat akar rumput,dan baru sebatas wacana di kalangan intelektual dan elit kedua agama tersebut. Itulah sebabnya, forum kerjasama itu belum membawa perubahan yang signifikan terhadap hubungan antara kedua pemeluk agama terbesar di dunia itu.
Lebih lanjut William menyatakan bahwa Inggris harus mempertahankan sekolah-sekolah berbasis agama untuk meningkatkan dialog antar umat beragama di kalangan masyarakat Inggris. Sekolah-sekolah berbasis agama, kata William, telah memberikan kontribusi dalam mengedepankan sikap toleransi antara umat beragama.
William adalah tokoh Kristen Barat pertama yang mengungkapkan rasa terimakasihnya pada warga Muslim. Sebelum William, Ketua Departemen Hubungan antar Agama Vatikan, Kardinal Jean-Louis Tauran juga menyampaikan pujian yang sama pada warga Muslim Eropa. (ln/iol)
sumber :eramuslim.com
ya,emang betul warga muslim harus banyak baca dan artikan jangan hanya ucapkan tapi tidak mengerti berani ngak terjemahkan alquran dalam bahasa indonesia
Umat muslim sangat menghormati alqur’an mereka tidak berani menuliskan terjemahan alqur’an tanpa disertai naskah asli berbahasa arab , karena sangat mungkin terjadi salah penerjemaahan, kalau tulisan terjemahan itu sudah bukan lagi kitab suci alqur’an itu hanya buku terjemah/tafsir alqur,an, berbeda dengan umat keristen yang sudah tidak memiliki kitab suci, karena kitab suci yang mereka pegang adalah hanyalah terjemhan -terjemahan yang sudah diragukan keasliannya, karena sudah terlalu banyak campur tangan para pendeta yang dengan sesuka hati merubahnya untuk mengelabui pengikutnya , sayang umat kristen yang banyak ini tidak memiliki kitab suci dengan redaksi dari naskah aslinya, tahukah anda mengapa Alloh menurunkan Al qur’an dan menjamin keasliannya , karena Dia tahu kitab -kitab pendahulunya banyak dipalsukan oleh pendeta-pendetanya, karena mereka takut kehilangan pengaruh sebagai” wakil tuhan” di bumi