Islamphobia Meningkat Di Sekolah Inggris!
Hampir setengah guru Inggris mengatakan bahwa ejekan rasis merupakan satu masalah di sekolah mereka, sebuah survey membuktikan.
Sebuah survey oleh Teachers TV melaporkan, dari 802 guru menemukan bahwa dua per tiga mengatakan bahwa sekolah mereka tidak memiliki kebijakan atas ejekan semacam itu, dan banyak yang mengkhawatirkan tentang ketidaktoleranan keagamaan.
Sepertiga guru mengatakan bahwa lebih banyak pelatihan akan membantu mereka menyelesaikan masalah tersebut.
Pemerintah mengatakan bahwa semua sekolah harusnya memiliki sebuah kebijakan anti-ejekan yang kuat, yang seharusnya juga memasukkan ukuran-ukuran untuk menyelesaikan ejekan rasis tersebut.
Satu dari lima guru juga mengatakan bahwa mereka sadar akan Islamophobia di sekolah mereka.
Beberapa dari mereka yang mengatakan bahwa ejekan agama seringkali terjadi, terutama terhadap murid maupun pengajar beragama Islam.
Kepala Eksekutif Teachers TV, Andrew Bethell mengatakan: “Tenaga kerja pendidikan mengakui rasisme sebagai sebuah masalah penting di sekolah-sekolah dan telah menyatakan sebuah hasrat untuk pelatihan dan pengetahuan lebih jauh tentang bagaimana sekolah lain berhubungan dengan rasisme.”
Sekolah-sekolah memiliki tugas-tugas yang menurut hukum untuk mencatat semua kejadian tindakan ejekan rasis dan melaporkannya kepada pihak berwenang lokal, dan sekolah harus memastikan bahwa semua pelajar mereka merasa aman.
Pihak berwenang lokal harus memantau frekuensi dari tindakan ejekan rasis untuk mengenal kenaikan apa pun dalam sikap semacam itu.
Pemerintah mengatakan, tujuannya adalah sebuah sekolah dimana terdapat sedikit tindakan rasis dan semua tindakan tersebut dihadapi dengan efektif: “Pelajar dari latar belakang etnik dan agama yang berbeda bercampur dan dapat bergaul dengan baik satu sama lain.”
Pemerintah menyarankan bagi guru-guru, mengatakan: “Ciri khas khusus dari serangan rasis atau penghinaan rasis adalah dimana seorang diserang tidak sebagai individu, seperti yang terdapat pada kebanyakan penghinaan, tetapi sebagai perwakilan dari sebuah keluarga, komunitas, atau kelompok.”
“Anggota lain dari kelompok, keluarga atau komunitas yang sama berada dalam konsekuensi yang dibuat untuk merasa terancam dan terintimidasi juga.”
Saran tersebut memperingatkan bahwa sebuah insiden ejekan rasis harus diperlakukan dengan sangat serius, bahkan jika hal ini muncul menjadi sebuah kasus pengisolasian.
“Satu kejadian rasis bisa memiliki dampak yang dengan persis sama seperti serangkaian kejadian seiring waktu.”
Menteri Anak-anak Delyth Morgan mengatakan bahwa rasisme di sekolah “benar-benar tidak dapat diterima”.
“Anak-anak tidak dilahirkan rasis dan kami harus bekerja keras untuk memastikan bahwa mereka dididik untuk menjadi toleran atas perbedaan, dan menghentikan pandangan fanatik dari luar sekolah mencurah keluar ke daerah permaianan,” ia berkata.
“Kami membiayai Startegi Nasional dan Aliansi Anti Ejekan untuk memastikan bimbingan kami dijalankan secara efektif dalam pihak berwenang lokal dan sekolah-sekolah, dan memantau situasi tersebut dengan dekat.”
Berikut ini hasil survey terhadap adanya tindakan rasisme di sekolah Inggris:
· 64% mengatakan bahwa mreka setuju atau benar-benar setuju bahwa rasisme merupakan sebuah masalah di sekolah-sekolah pada umumnya.
· 46,4% berpikir bahwa ejekan rasis merupakan sebuah masalah di sekolah mereka.
· 10,2% mengatakan bahwa guru-guru telah menjadi sebuah target dari ejekan rasis
· 2,6% mengatakan bahwa mereka telah melihat guru-guru mengejek murid secara rasis
· 15% mengatakan bahwa mereka berpikir bahwa rasisme meningkat di sekolah mereka.
· 73% guru yang ditanyai, bekerja di sekolah non-keagamaan.
(ppt/bbc)
sumber : suaramedia
Komentar Terakhir