Mega bintang Michael Jackson dilaporkan meninggal dunia setelah dilarikan ke sebuah rumah sakit di Los Angeles, Kamis (25/6).
Menurut sumber CNN, Jackson berada dalam kondisi kritis. Brian Oxman, pengacara keluarga Jakson, menjelaskan, mendapatkan informasi dari kakak Michael Jaskcon, Randy Jackson, bahwa megabintang itu tidak sadarkan diri setelah menderita cardiac arrest atau mendadak terhentinya kerja jantung di kediamannya di Los Angeles barat.Jackson dilarikan ke UCLA Medical Center setelah petugas pemadam kebakaran Los Angeles menerima laporan itu dari jalur telepon permohonan bantuan darurat 911. Menurut Kapten Steve Ruda dari Dinas Pemadam Kebakaran Los Angeles, permohonan bantuan itu diajukan dari sebuah kediaman di Los Angeles barat pada pukul 12.21 waktu Los Angeles atau Jumat (26/6) pukul 02.30 WIB.
Berikut adalah transkrip rekaman perbincangan antara operator 911 dan pihak yang mengajukan bantuan darurat di kediaman Jacko, pukul 12.21, Kamis waktu setempat atau pukul 02.21 Jumat WIB, setelah megabintang itu dikabarkan roboh tak sadarkan diri:
Operator: Dinas pemadam kebakaran dan paramedis 33. Di mana alamat pemohon bantuan?
Penelepon: Ya, saya membutuhkan bantuan ambulans secepat mungkin.
Operator: Baiklah, Pak. Di mana alamatnya?
Penelepon: Alamatnya 100 North Carolwood Drive, Los Angeles, California, 90077.
Operator: Carolwood?
Penelepon: Ya, Carolwood Drive
Operator: Baik, Pak. Berapa nomor telepon rumahnya?
Penelepon: (sengaja tidak dipublikasikan)
Operator: Apa yang sebenarnya telah terjadi?
Penelepon: Kami bersama seorang pria yang membutuhkan bantuan dan tidak bernapas. Ia tidak bernapas dan kami sedang mencoba menekan dadanya, tetapi tidak berhasil. Ia tidak bernapas.
Operator: OK, berapa usianya?
Penelepon: 50 tahun, Pak.
Operator: 50? OK, ia tidak bernapas? Tidak sadarkan diri.
Penelepon: Tidak, ia tidak bernapas. Ia tidak sadarkan diri, Pak.
Operator: Apakah kamu membaringkannya di lantai? Di mana dia sekarang?
Penelepon: Ia terbaring di tempat tidur, Pak.
Operator: Baringkan ia di lantai. Orang-orang kami sedang menuju ke lokasi. Saya akan berupaya maksimal membantu kamu melalui telepon. Orang-orang kami sudah dalam perjalanan. Apakah ada yang merawatnya?
Penelepon: Ya, telah ada seorang dokter pribadi yang merawatnya, Pak.
Operator: Oh, jadi sudah ada dokter di sana?
Penelpon: Ya, tetapi pria itu tidak bereaksi dengan perawatan yang diberikan. Ia tidak merespons CPR atau bantuan perawatan lainnya.
Operator: Oh, baiklah, orang-orang kami sedang menuju ke sana. Apabila pria itu mendapatkan perawatan CPR dan berada dalam instruksi seorang dokter, maka dokter itu mempunyai otoritas lebih tinggi dari saya (dalam memberikan perawatan). Apakah ada orang lain yang melihat apa yang terjadi dengan diri korban?
Penelepon: Tidak ada, hanya dokter itu saja, Pak. Dokter itu hanya satu-satunya orang yang ada di tempat (saat kejadian).
Operator: OK, jadi dokter menyaksikan apa yang terjadi?
Penelepon: Dokter, apakah Anda menyaksikan apa yang terjadi tadi?
(Penelepon berbicara di balik telepon dengan kata-kata yang tidak jelas terdengar)
Penelepon: Pak, tolonglah bantu kami (dengan nada cemas).
Operator: Orang-orang kami dalam perjalanan. Saya baru menyampaikan informasi yang dikumpulkan tadi ke tenaga paramedis yang berada dalam perjalanan menuju ke lokasi, Pak.
Penelepon: Terima kasih, Pak. Dokter sedang menekan dadanya, tetapi ia tidak memberikan respons apa-apa. Tolonglah.
Operator: OK, OK. Orang-orang kami sedang menuju sana. Orang-orang kami tinggal satu mil lagi dari Cedars dan tak lama lagi tiba di tempat.
Read more…
Recent Comments