Dua Anak Michael Jackson Berdarah Yahudi
Sebagian pakar mengatakan setelah kematian Jacko, maka hak asuh kedua anak Jacko itu harus dikembali pada ibunya, dengan alasan seorang anak yang lahir dari ibu Yahudi, maka anak tersebut dianggap sebagai orang Yahudi.
Jacko bertemu Rowe, ketika Rowe masih bekerja sebagai perawat dokter ahli kulit Jacko. Keduanya menikah pada tahun 1996, ketika Rowe sedang hamil enam bulan. Perkawinan itu hanya bertahan selama 3 tahun karena pada tahun 1999 mereka bercerai.
Rowe dan Jacko sempat bertikai soal hak pengasuhan anak menyusul perceraian mereka. Rowe akhirnya menandatangani kontrak untuk melepaskan hak asuhnya. Tapi pada tahun 2006, Rowe kembali menggugat hak asuh atas kedua anaknya dengan alasan, Jacko bukan ayah biologis dari kedua anak tersebut dan Rowe mengaku khawatir kedua anaknya akan dibesarkan dengan ajaran Nation of Islam, sebuah organisasi Muslim yang dipimpin oleh Louis Farrakhan.
.
rowe mengatakan, kekhawatirannya didasarkan pada fakta bahwa Jacko mempercayakan keamanan dirinya pada ormas Nation of Islam dan saudara lelaki Jacko, Jermaine Jackson yang sudah menjadi seorang Muslim. Selain itu, kata Rowe, Jackson mempekerjakan seorang pengasuh anak asal Rwanda, anggota Nation of Islam, sebagai pengasuh ketiga anak Jackson. Anak ketiga Jackson bernama Prince Michael II yang dikabarkan hasil bayi tabung dari seorang perempuan yang dirahasikan jati dirinya. Pihak pengadilan ketika itu memenangkan gugatan Rowe, meski akhirnya penyelesaiannya kasus rebutan hak asuh ini dilakukan di luar proses pengadilan.Sekarang, setelah raja musik pop itu tiada, pro kontra kembali muncul soal status hak asuh kedua anak Jacko. Profesor hukum dari UCLA, Grace Ganz Blumberg mengatakan Jacko “telah membeli” anaknya dari ibu kandungnya.
“Jackson ingin menjadi orang tua yang eksklusif dengan membayar Rowe agar menyerahkan hak asuh anaknya pada Jacko. Tapi anak-anak butuh sokongan. Setiap orang akan mati dan apa yang terjadi sekarang, Jacko telah menjadikan anak-anaknya tanpa orang tua,” kata Blumberg.
Otoritas hukum yang berwenang juga mengatakan bahwa Rowe bisa mendapatkan hak asuh anaknya kembali, meski Jacko misalnya, sudah membuat surat wasiat tentang hak asuh anak-anaknya. Sementara kuasa hukum Rowe, Iris Finsilver mengatakan, Rowe akan berupaya untuk mendapatkan kembali hak asuh anaknya setelah Jacko meninggal. Namun kuasa hukum Rowe tidak menjelaskan apakah niat Rowe itu ada hubungannya dengan kegundahan Rowe yang tidak mau anaknya berada di bawah pengasuhan Nation of Islam seperti gugatannya terdahulu, karena Rowe adalah seorang Yahudi. Pasalnya, Finsilver lah yang pertama kali memberikan konfirmasi bahwa Rowe adalah seorang Yahudi.
Tapi keyahudian Rowe mengusik Rabbi Shmuley Boteach, yang juga teman dekat Michael Jackson. Boteach justeru mengungkapkan keheranannya ketika pertama kali mendengar berita bahwa Rowe orang Yahudi.
“Luar biasa, Michael Jackson saja selama ini tidak pernah cerita ke saya bahwa Prince dan Paris adalah Yahudi, kecuali jika Jacko memang tidak tahu bahwa ibu mereka Yahudi,” ujar Boteach sinis.
“Bisa Jadi Jacko memang tidak tahu kalau Debbie Rowe Yahudi. Saya juga tidak tahu apakah Rowe menaati ajaran-ajaran Yahudi, yang menjadi bukti bagi dirinya bahwa ia seorang Yahudi. Tapi jika anak-anak itu memang Yahudi, maka mereka harus dididik dengan cara Yahudi,” tukas Boteach. (ln/JP)
Michael Jackson Bukan Ayah Biologis Dua Anaknya
Jakarta (ANTARA News) – Mendiang Michael Jackson ternyata bukan ayah biologis dari dua anak tertuanya, “Prince” Michael Joseph Jackson Junior (12) and Paris Michael Katherine (11).
Pengakuan itu datang dari Debbie Rowe, bekas istri Michael Jackson yang melahirkan dua anak tersebut.
Debbie, dalam wawancara eksklusif dengan tabloid terbitan Inggris “News of The World”, mengemukakan dirinya menyediakan rahim untuk dibuahi oleh donor yang tidak dikenal.
“Saya tahu saya tidak akan melihat mereka lagi,” katanya. “Saya tidak mau ada anak-anak ini dalam kehidupan saya.”
Michael menikahi Debbie (kini 50) pada November 1996. Tiga bulan kemudian Michael menyatakan sedang menunggu kehadiran anak pertamanya dari Debbie. Istrinya adalah seorang resepsionis di klinik di Beverly Hills tempat dia merawat wajah.
“Michael saat itu duda, kesepian dan ingin punya anak. Sayalah yang waktu itu bilang kepadanya ‘saya mau mengandung anakmu,” kata Debbie. “Saya menawarinya rahimku – itu hadiah untuknya agar tetap bahagia.”
Menurut Debbie, dirinya hanyalah bejana penampung dan sperma pun bukan dari Michael.
“Saya sudah dibayar dan saya meneruskan hidup. Saya tahu saya tidak akan melihat anak saya lagi,” katanya saat wawancara di tempat tinggalnya yaitu suatu ranch di California. Dia hidup ditemani puluhan binatang peliharaan.
Debbie mengatakan Michael mulai meninggalkan dirinya setelah Paris lahir. Debbie saat itu tidak bisa melahirkan anak lagi dan mereka bercerai setelah tiga tahun menikah.
Anak ketiga yaitu Prince II yang akrab dipanggil “Blanket”, lahir dari ibu lain yang juga menyewakan rahimnya dan identitasnya hingga kini tidak diungkap.
Debbie mengaku Jackson tidak pernah melakukan hubungan suami-istri selama menikah. Michael pernah mengatakan kepadanya bahwa istri pertama, Lisa Marie Presley, tidak mau punya anak dari Michael.
Menurut Debbie, Michael mengatur pernikahan mereka yang pura-pura agar terlihat seperti keluarga bahagia.
Awal pertemuan Debbie dengan Michael adalah saat sang bintang secara teratur mengunjungi klinik Dr Arnold Klein untuk perawatan wajah.
“Di saat itu kami masing-masing sedang kesepian. Kami berdua suka binatang dan dari situ mulailah kami bercakap-cakap,” kata Debbie.
Michael selanjutnya membolehkan Debbie ikut masuk ke ruang perawatan dan membantu dokter. “Seminggu dia bisa datang tiga hingga empat kali. Saya mulai menanyakan perceraiannya dengan Lisa Marie. Michael bilang dia dari dulu ingin punya anak tapi istrinya tidak mau,” kata Debbie.
Menurut Debbie, dirinya merasa nyaman dengan Michael sehingga dia menawarkan rahimnya dan dibuatlah pernjanjian.
Kini, setelah tidak terikat perjanjian menyusul kematian Michael, Debbie berbicara terus terang.
“Saya datang ke tempat yang disebut-sebut sebagai ‘klinik medis’ dan di sana saya dibuahi. Seperti prosedur membuahi kuda. Teknis sekali,” kata Debbie yang tinggal bersama 11 anjing dan 30 kuda. Anak kedua, Paris, juga adalah hasil pembuahan dengan cara yang sama di klinik itu dan pendonor spermanya pun tidak diketahui.
Saat hamil, Michael buru-buru mengadakan upacara pernikahan di Hotel Sheraton di Sydney pada November 1996. Debbie kala itu berusia 37 sedangkan Michael 38 tahun. Pendamping pengantin pria adalah seorang anak berusia 8 tahun.
Saat malam pengantin, Michael tidur di kamar lain dan menurut Debbie “dia ingin kami pura-pura jadi keluarga, tapi kami tidak pernah berhubungan suami-istri, karena itulah dia membelikan aku rumah sendiri.”
Di sisi lain, Debbie tidak percaya dengan tuduhan Michael adalah pencabul anak-anak ataupun gay.
Perceraian itu menghasilkan satu rumah buat Debbie di Berverly Hills serta uang yang konon mencapai 4,2 juta pound (sekitar Rp69,5 miliar) asalkan Debbie melepas hak asuh anak-anaknya.(*)
COPYRIGHT © 2009
Ayah Biologis Anak-anak Michael Jackson Terungkap
(ANTARA News) – Ayah biologis yang sebenarnya dari anak-anak mendiang Michael Jackson mulai terungkap, setidak-tidaknya menurut mingguan US Weekly. Majalah tersebut mendapat keterangan dari berbagai sumber bahwa sosok tersebut adalah dokter kulit Arnold Klein.
“Dialah si ayah (biologis),” kata satu orang dekat Michael seperti dikutip US Weekly. “Dia dan Debbie menandatangani kesepakatan bahwa mereka tidak akan mengungkapkan yang sebenarnya.”
Dokter yang berpraktik di Los Angeles itu adalah langganan Michael Jackson dan bekas bos Debbie Rowe, perawat yang pernah dinikahi Michael.
Debbie sejak beberapa waktu lalu mengaku dirinya menjalani pembuahan secara teknis di sebuah klinik pada 1996 hingga mengandung “Prince” Michael Joseph Jackson Junior (12), begitu pula Paris Michael Katherine (11).
Anak ketiga yaitu Prince II yang akrab dipanggil “Blanket”, lahir dari ibu lain yang juga menyewakan rahimnya dan identitasnya hingga kini juga tidak diungkap.
Dokter Klein menolak berkomentar kepada US Weekly, namun pengacaranya, Richard L. Charnley, kepada Entertainment Tonight mengatakan :”Dr Klein tahu tentang berita-berita yang menghubungkan dia dengan Michael Jackson. Dr Klein tidak akan berkomentar karena menjaga rahasia pasien. “
Pengacaranya juga mengatakan bahwa Dr Klein minta agar media tidak turut campur dalam penanganan pasien. “Seperti jutaan penggemar Michael di seluruh dunia, Dr Klein sedih atas kematian Michael dan mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga Michael.” (*)
COPYRIGHT © 2009
sumber :eramuslim.com dan antaranews.com
Kematian raja pop dunia Michael Jackson (MJ) berbuntut pada status tiga anak yang ditinggalkannya. Para pakar keluarga di AS kini sedang ramai memperdebatkan soal siapa yang lebih berhak mengasuh anak-anak MJ, Prince Michael I, 12 dan Paris Michael Katherine,11 yang dikabarkan dari hasil perkawinan MJ dengan Debbie Rowe, seorang perempuan Yahudi.Sebagian pakar mengatakan setelah kematian Jacko, maka hak asuh kedua anak Jacko itu harus dikembali pada ibunya, dengan alasan seorang anak yang lahir dari ibu Yahudi, maka anak tersebut dianggap sebagai orang Yahudi.

Michael Jacson selalu penuh misteri dan kontroversi. Hidupnya, matinya. Bahkan SEBELUM MENINGGAL MICHAEL JACKSON SEMPAT MENGAJAK KITA
jadi agama anaknya michael jackson apa ya sekarang ?
Anak-anaknya cakep cuy
wahhh, q pengen 3P thu di didik islam aja.. jangan yahudi..! ^^
anaknya mah yahudi… mjjnya islam!
JADI AGAMA ANAKNYA AP?
klo emang prince n paris bkn anak MJ
tp ko,,,prince mirip bgt ya ma MJ
mulai dr tngn,bntk muka sama kelaINAN kulit
yang di derita mj n prince