Home > berita > Mantan Hakim Agung : “Hei SBY, Bertindaklah Kau Sekarang!”

Mantan Hakim Agung : “Hei SBY, Bertindaklah Kau Sekarang!”

Ibarat kaca, mantan hakim agung Bismar Siregar SH, menjadi cermin kebeningan hati nurani bagi para hakim. Mantan Ketua Pengadilan Tinggi Sumatra Utara (1984), ini selalu mengandalkan hati nurani setiap kali mengambil keputusan. Sebab baginya, hati nurani tidak bisa diajak berbohong. Dia merasa sangat bersyukur dan bahagia sekali tidak masuk lingkaran hakim yang bisa disuap atau dibeli.

Menyoal penangkapan dua pimpinan KPK non-aktif, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah, Mantan Hakim Agung Bismar Siregar menyatakan bahwa Presiden SBY harus bertindak sekarang juga agar persoalan ini tidak berlarut-larut. Dengan tegas Bismar mengatakan, “Hei SBY, bertindaklah kau sekarang!”

Penangkapan Bibit dan Chandra menuai protes keras di sana-sini karena dinilai tidak rasional dan cacat hukum. Bismar mengatakan, “Penegakan hukum di negara ini sudah rapuh, dan satu sama lain mengatakan, ‘aku yang benar, kau yang salah’. Tidak ada yang mengakui kesalahannya.”

Kamis sore, polisi menahan Bibit dan Chandra karena dikhawatirkan akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan mengulangi perbuatannya.

Hal ini disayangkan oleh Bismar, “Kalau buktinya nggak ada, nggak usah dilanjutkan. Ini dibukti-buktikan seakan-akan ada. KPK tidak ingin menjadi superbody, tapi ada orang yang menganggap mereka begitu sehingga takut padahal tidak beralasan,” ungkap pria kelahiran Sipirok, Sumatera Utara, 15 September 1928 ini.

Lebih lanjut, mengenai persoalan KPK vs Polri yang oleh sejumlah kalangan dijuluki pertarungan antara cicak melawan buaya ini, Bismar menyarankan agar presiden selaku kepala negara segera bertindak. “Hei, SBY, bertindaklah kau sekarang! Jangan sampai persoalan ini berlarut-larut. SBY harus bertindak karena dia kepala negara, bukan kepala pemerintahan. Kalau kepala pemerintahan, ya bagian dari eksekutif, yudikatif, dsb, tapi kalau kepala negara, dia di atas yang lain. Kalau terjadi kekisruhan di dalam negara, dia bisa bertindak,” tegasnya dalam sebuah wawancara radio Kamis (29/10/09) malam.

Dalam menyikapi persoalan ini, Presiden SBY hendaknya bersikap seperti diktator. “Tapi diktator yang Pancasilais, yang Islami, yang tidak mengutamakan akunya, tapi kitanya. Sekarang tidak ada kitanya, yang ada aku, aku, aku,” tutur Bismar.

Di sisi lain, keprihatinan tidak hanya dirasakan Bismar, forum rektor juga mengungkapkan penyesalan terhadap penahanan Bibit dan Chandra. “Penahanan ini kontra produktif. Orang-orang akan bertanya, bagaimana dengan janji SBY untuk memberantas korupsi dan menciptakan pengadilan yang fair,” kata Ketua Forum Rektor Edy Swandi Hamid.

Selain itu, forum rektor juga menegaskan bahwa penahanan dua orang tersebut menunjukkan bahwa terdapat kekhawatiran bahwa mereka bisa mempengaruhi publik dan inilah fakta adanya skenario untuk mengkriminalkan pimpinan KPK. (Ind/RRI/det

sumber :eramuslim.com/tokohindonesia.com

Advertisement
  1. Rakyat Biasa
    November 6, 2009 at 10:51 pm | #1

    Sampaikan ungkapan cinta, keluh kesah, kritik, dan saran anda untuk pemimpin kita :D

    http://www.facebook.com/pages/Presiden-Indonesia/204016290557

  2. November 21, 2009 at 11:37 am | #2

    @Rakyat Biasa:

    Ada mahabharata di depan mata aja dia diem, apalagi keluh kesah rakyat kecil di pesbuk. buset dah.

  3. December 7, 2009 at 9:34 am | #3

    Setuju sekali Pak Bismar..namun itulah kenyataannya dari kasus Prita, dan kasusnya bu Minah adalah cermin buat kita Peradilan sekarang ini yang masih tebang pilih.

  1. No trackbacks yet.

KIRIM KOMENTAR

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 235 other followers