Home > berita > Membongkar kasus Bank Century

Membongkar kasus Bank Century

Oleh :ridyasmara

“Kasus Bank Century jika dibuka akan panjang dan melebar kemana-mana,” kata H.M. Jusuf Kalla kepada Said Agil Sirajd, saat Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu bertemu Kalla di Jakarta (4/9).

“Kasus Bank Century jika dibuka akan panjang dan melebar kemana-mana,” kata H.M. Jusuf Kalla kepada Said Agil Sirajd, saat Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu bertemu Kalla di Jakarta (4/9). Ketika pernyataan itu dikejar, Jusuf Kalla mengelak dan hanya mengemukakan jiika dirinya sedari awal tidak setuju dengan bailout Bank Century karena yakin jika kasus yang menimpa bank tersebut merupakan perampokan pejabatnya sendiri.

Apa yang telah diduga Kalla sepertinya akan menjadi kenyataan. Hari-hari ini kita terus dibombardir perkembangan demi perkembangan kasus Kriminalisasi KPK yang entah bagaimana rupa ujungnya. Beririsan dengan kasus tersebut, sejumlah tokoh nasional dan eksponen pro-reformasi, dengan lebih kritis melihat jika keseluruhan kasus ini sesungguhnya bermuara dari kasus Bank Century.

Ketua Umum PP Muhammadiyah dan mantan presiden Abdurrahman Wahid dengan tegas menyatakan jika kasus penahanan Ketua KPK non-aktif Bibit Samad Ryanto dan Chandra Hamzah sesungguhnya tidak bisa dilepaskan dari pengusutan kasus pencairan dana pada Bank Century (Kompas, 1/11). ”Jauh-dekat, kasus itu ada kaitannya dengan Bank Century yang diduga melibatkan sejumlah pejabat tinggi negara,” ujar Din Syamsuddin. Sementara Gus Dur mengingatkan agar KPK tidak surut dan tetap fokus untuk mengusut kasus Bank Century.

Bahkan Tim-8 yang dibentuk Presiden Susuilo Bambang Yudhoyono pun dalam beberapa jumpa pers menyatakan jika kasus Bibit-Chandra memang terkait dengan kasus Century.

Perkembangan mutakhir kasus ini adalah dengan bergulirnya Hak Angket yang diajukan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terhadap kasus ini yang sejak digulirkan hingga hari ini (13/11) telah mendapat dukungan 139 anggota DPR dari enam fraksi, kecuali Fraksi Partai Demokrat yang berkilah lebih memilih menunggu hasil akhir audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menurut Ketua BPK Hadi Purnomo di Jakarta kemarin (12/11), mengatakan, jika sampai saat ini BPK masih mengumpulkan data seputar Bank Century dan menganalisanya.

“Data yang telah dikumpulkan auditor BPK itu macam-macam, ada dalam bentuk wawancara, tertulis, dan ada laporan dari PPATK (Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan),” katanya. Auditor BPK, ia berharap, bisa secepatnya menganalisa data tersebut dan menyusunnya menjadi laporan. Hadi Purnomo yang baru menjabat sebagai Ketua BPK menggantikan Anwar Nasution berharap, “Mudah-Mudahan bisa selesai, tapi jika belum selesai pada akhir Nopember, ya pada akhir Desember.”

Juru Bicara Inisiator Hak Angket Kasus Bank Century, Maruarar Sirait yang berasal dari PDIP sedikit kecewa dengan Ketua DPR Marzuki Alie yang sepertinya enggan ikut menandatangani pengajuan hak angket tersebut, walau para wakil ketua DPR lainnya telah setuju. Marzuki Alie yang berasal dari Partai Demokrat ini memang bukan sekali ini saja terkesan malas bersikap kritis terhadap pemerintahan SBY-Budiono. Ketika DPR hendak memanggil Menteri Kesehatan yang baru, Endang Sedyaningsih, yang penunjukkannya oleh SBY menimbulkan kontroversi karena dikenal sebagai orang yang akrab dengan Namru-II, Ketua DPR Marzuki Alie dengan keras menyatakan ketidaksetujuannya dan “memveto” acara rapat dengar pendapat dengan menteri baru ini dengan mengatakan jika acara-acara serupa tidak ada manfaatnya.

Pengajuan hak angket DPR sendiri sebenarnya jug amenimbulkan keraguan banyak pihak karena belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, hak angket ini biasanya hanya “panas” diawal namun dengan cepat menjadi tak jelas ujungnya atau terkesan hanya normatif. Salah satu contoh paling baik adalah ketika DPR lewat pansus hak angket Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencoba untuk mengkritisi DPT Pemilu 2009 yang kisruh kemarin. Namun hasilnya benar-benar mengecewakan karena hanya menghasilkan keputusan normatif. Namun walau bagaimana pun, mau tidak mau rakyat harus tetap mengawasi jalannya proses hak angket terkait Century ini. Hanya saja, mungkin kita jangan terlalu berharap banyak pada parlemen negeri ini, yang bukan rahasia umum lagi sudah lama dikenal sebagai institusi yang NATO (Not Action Talk Only).

Lima Sasaran Hak Angket DPR

Juru Bicara inisiator Hak Angket Bank Century, Maruarar Sirait, dalam pernyataan tertlisnya yang dirilis Kamis (12/11) mengemukakan lima sasaran fokus penyelidikan DPR terhadap kasus ini, yakni: Pertama, “…mengetahui sejauh mana pemerintah melaksanakan peraturan-peraturan perundangan yang berlaku. Terkait keputusannya untuk mencairkan dana talangan (bailout) Rp 6,76 triliun untuk Bank Century.”

Poin kedua adalah mengurai secara transparan komplikasi yang menyertai kasus pencairan dana talangan Bank Century. Termasuk mengapa bisa terjadi perubahan Peraturan Bank Indonesia secara mendadak. Juga keterlibatan Kabareskrim Polri Komjen Pol Susno Duadji dalam pencairan dana nasabah Bank Century sebesar Rp 2 triliun.

“Juga kemungkinan terjadinya konspirasi antara para pemegang sahan utama Bank Century dengan otoritas perbankan dan keuangan pemerintah,” ujar Maruarar.

Ketiga, menyelidiki ke mana saja aliran dana talangan Bank Century, mengingat sebagaian dana talangan tersebut oleh direksinya justru ditanamkan dalam bentuk Surat Utang Negara (SUN) dan dicairkan bagi nasabah besar (Budi Sampoerna). Sementara kepentingan nasabah kecil justru terabaikan.

“Adakah faktor kesengajaan melakukan pembobolan uang negara demi kepentingan tertentu, politik misalnya. Melakukan skenario bailout bagi Bank Century?” tambah Maruarar yang akrab disapa Bang Ara ini.

Keempat, menyelidiki mengapa bisa terjadi pengelembungan dana talangan menjadi Rp 6,76 triliun bagi Bank Century tanpa persetujuan DPR. Sementara Bank Century hanyalah sebuah bank swasta kecil yang sejak awal bermasalah. Padahal DPR hanya menyetujui dana talangan sebesar Rp 1,3 triliun.

Kelima, mengetahui seberapa besar kerugian negara yang ditimbulkan kasus bailout Bank Century. Serta sejauh mana kemungkinan penyelamatan uang negara bisa dilakukan. Hal ini sangat penting mengingat kondisi rakyat banyak yang masih sangat susah hidupnya dan demi memenuhi rasa keadilan rakyat.

Kronologis Kasus Century

Sebelum membahas lebih jauh tentang perkembangan kasus yang melibatkan sekurangnya dua petinggi negara kala itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia Budiono (sekarang sebagai Wakil Presiden RI), sebaiknya kita mengetahui kronologis kasus ini agar sedikit banyak mengetahui bagaimana proses bailout pemerintah yang mengorbankan uang rakyat sebesar minimal Rp 6,7 triliun demi menyelamatkan sebuah bank kecil bermasalah yang oleh Jusuf Kalla semasa masih menjabat Wakil Presiden RI dikatakan sebagai bank yang dirampok oleh dreksinya sendiri. Dan kita juga harus memahami apakah sebenarnya mahluk yang bernama “Bailout Game” itu? Agar semua pihak mengerti betapa jahatnya tindakan yang ditempuh pengambil kebijakan negara ini terhadap rakyatnya sendiri.

bersambung

sumber :eramuslim.com

Categories: berita Tags: , , ,
  1. November 29, 2009 at 2:36 pm | #1

    bukankah sudah terbuka? kan tinggal masuk, lalu liat-liat lalu tangkap.

  2. November 29, 2009 at 6:25 pm | #2

    kasus bank century ini semakin lama semakin rumit…
    kasus ini bahkan bisa menghambat pertumbuhan ekonomi bangsa kita.
    bisa jadi program yang dicanangkan oleh presiden beserta para kabinetnya tidak dapat terlaksana.

    semoga saja kasus ini bisa dengan cepat terselesaikan dan bisa menemukan jalan keluar terbaik.
    agar pembangunan serta pertumbuhan perekonomian dinegara kita melaju pesat.
    Iklan

  3. November 30, 2009 at 1:52 pm | #3

    Aduh pusing sama masalah bank century , susahnya menangkap pejabat yang bersalah tapi gampang banget menangkap rakyat kecil yang hanya mengambil sisa-sisa kapuk perusahaan.

    mau jadi apa si penegak hukum indonesia

  4. muhammad HR
    November 30, 2009 at 4:56 pm | #4

    Saya orang awam soal bank2an, cuma sy mau tanya sebetulnya uang yang di LPS itu uangnya siapa sih? Kok banyak betul yang bisa dia bayar ke Nasabah yg di jamin oleh LPS. Berapa sih sesungguhnya modal yang dimiliki oleh LPS? mohon kepada yg mengerti beri tahu saya, agar saya bisa mengerti. Trima kasih.

  5. Nurhadi
    November 30, 2009 at 11:57 pm | #5

    Dana 6,76 triliun rasanya cukup untuk memberikan tambahan gizi bagi penduduk miskin 33,71 juta (data TKPK 2009)selama sebulan. artinya kasus bailout Bang Century bukan kejahatan biasa melainkan kejahatan kemanusiaan yg sangat kejam, karena masih banyak penduduk miskin yang kurang makan dan gizi.

  6. December 1, 2009 at 8:25 pm | #6

    MENCIUM SKENARIO POLITIK DIBALIK PENGUCURAN DANA BAILOUT 6,7 TRILIUN KE BANK CENTURY

    Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah mengucurkan dana sebesar Rp6,7 triliun kepada Bank Century atas rekomendasi pemerintah dan Bank Indonesia. Angka itu menjadi bengkak, padahal semula yang di setujui DPR hanya sebesar Rp1,3 triliun. (Kompas 1 september 2009).

    “ Betapa baiknya sikap pemerintah terhadap pemilik bank yang selama ini bermasalah”. “Kenapa pemerintah selalu bersikap protektif terhadap bank-bank yang pengelolaannya bermasalah??” semua itu Patut menjadi misteri bagi kita.

    *********************

    UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang perbankan, mewajibkan semua bank berhati-hati dalam memberikan pinjaman. Namun LPS mengabaikan aturan tersebut.

    Prinsip the five C’s of credit analysis yang menjadi dasar pemberian dana talangan rupanya tidak diterapkan oleh LPS. LPS harusnya meneliti Character (kejujuran pemilik bank), collateral (jaminan utang bank), capital (modal), capacity (kemampuan mengelola bank) dan condition of economy sebelum boilout diberikan.

    Dalam proses hukum bank Century, pemilik bank century Robert tantular beserta pejabat bank Century telah ditetapkan sebagai terdakwa kasus penggelapan dana nasabah. Bahkan manajemen Bank Century telah terlibat dalam memasarkan produk reksadana PT Antaboga Sekuritas yang jelas-jelas dalam pasal 10 UU Perbankan telah dilarang.

    Artinya, dari segi the five C’s of credit analysis, Bank Century sebenarnya tidak layak sama sekali mendapatkan dana talangan dari LPS. Ironis nya LPS justru mengucurkan dana sampai 6,7 triliun ke bank itu!!!

    Muncul pertanyaan, apa yang melatarbelakangi pemerintah memberian dana boilout tersebut??? akan kemana larinya dana bailout 6,7 triliun itu?

    Jawabnya, Kemungkinan: pertama, pejabat LPS ceroboh dalam bertindak sehingga dianfaatkan oleh pejabat bank yang terafiliasi dengan partai politik tertentu. Kedua, Pajabat LPS, pejabat bank bermasalah dan partai politik tertentu bersekongkol bersekongkol mengemplang dana bailout.

    Jawaban yang pasti, kita tunggu skenario politik berikutnya..

  7. udik samekto budi
    December 6, 2009 at 9:57 am | #7

    konon Sby termasuk USA minded yang menganut keterbukaan akuntabel auditabel,namun terhadap kasus Bank Century berbeda sekali tanpa pidato kepada publik kemudian minta persetujuan DPR, apalagi LPS nya jauh dari prinsip ke hati2 an mulus sekali menggelontorkan uang premi asuransi, BI jangan ditanya mengapa ngga ada prinsip ke hati2 an bank? menkeu apalagi seolah sudah sah sebagai KKSK? penentuan kebijakan bahwa bank Cantury gagal sistemik boleh2 saja,namun lapor dulu kepada sang Presiden dan harus umumkan dulu kepada publik, bukannya sluman slumun slamet!

  8. December 6, 2009 at 10:54 pm | #8

    Bisa jelasin scr singkat ga mengenai kasus bank century?
    Denger2 ini ada hub ny sama pemilu?
    Dan sy mndengar kbr ini sbg kbr burung so mnta penjelasanny dunk..

  9. December 7, 2009 at 6:37 am | #9

    Setuju, dibuka terang benderang aja. Karena jangan sampai rakyat bingung dan menduga2 tanpa dasar. Biar semua jelas, dan menerima bagiannya masing2. Yang bersalah dihukum dan yang benar terus maju..

  10. December 11, 2009 at 3:15 pm | #10

    Assalamu alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Wahai Saudaraku sekalian di seluruh penjuru Dunia maya,

    Akhir-akhir ini, banyak orang dari berbagai penjuru dunia sedang memperingati Hari Anti Korupsi Internasional.
    Hari peringatan yang bertepatan dengan maraknya pembahasan tentang kasus penggelapan dana Bank Century di negeri kita.
    Dan juga termasuk salah satu hari yang memuakkan bagi saya.
    Hari yang memuakkan, dimana kita memperingati suatu perbuatan yang sangat memalukan, KORUPSI!
    Kenapa juga kita harus memperingati jasa-jasa para koruptor yang telah membantu penghancuran kehidupan umat? He he he…

    Untuk selengkapnya, baca di:

    http://dir88gun0w.blogspot.com/2009/12/corruption-day.html

    _____________________________________
    INDONESIA GO KHILAFAH 2010
    “Begin the Revolution with Basmallah”

  11. uda yana
    December 12, 2009 at 8:04 am | #11

    cuuuapek deh .

  12. Monzster Kecil
    December 28, 2009 at 8:25 am | #12

    ass.
    tentunya saya kira pejabat2 BI lebih tau tentang persyaratan pemberian bailout tersebut dan lebih2 tentunya tau tentang karakteristik si penerima kucuran dana “BC”..
    sehingga sebagai pengambil keputusan dalam menentukan ya / tidak nya dalam pemberian SPJP tersebut MEREKA seenak nya mengubah aturan yang telah ditetapkan dan jelas berlaku meskipun keberlakuannya sampai dengan keaadan yang mendesak bagi kepentingan INDIVIDUALISME..
    POLITIK SEPERTI APA YG MEREKA JALANKAN???

    (maaf, saya hanya penonton saja dan TS itu penilaian dimata saja)

  13. Zaenab
    January 5, 2010 at 2:30 pm | #13

    Ass wr.

    Hanya Fitnah & Cari Sensasi? Macam mana opini awak dengan buku baru yang mencuba melawan kebenaran George Aditjondro tu?

    Buku Setiardi pengarang tak sohor tu pasti memalukan, kerana mencari-cari perkara bagi melawan kebenaran mutlak bukunyo George, Membongkar Cikeas Octopus. George yalah peneliti kaliber dunia.

    A m i e n R a i s turut berkomen dalam buku Setiardi? Rupanya, semasa-masa, Tun Amien selalu tersesat, terutama selepas dan sejak bertemu presiden di Cengkareng airport di saat berlaku kontrovesi wang ilegal pula dari kementerian laut jauh sebelum undi 2009. Banyak bertanya-tanya masa tu ada apa dengan Amien mahu berdamai dengan presiden tu. Sekarang, Amien tersesat lagi setelah dalam pelukan hangat presiden bersama Tun Hatarajasa, Amien mahu sahaja berkomen di buku burok Setiardi. Macam ni dimanakah moraliti Amien?

    Apabila macam ni terus-terusan, George musti lebih berani lagi, maju terus, dengan tekat kuatnya bagi memasukkan kebenaran-kebenaran baru daripada buku barunya nanti. George tak perlu tunduk bagi merevisi, kecuali justeru bagi memperlihatkan bergudang-gudang kebenaran baru lebih banyak lagi, lebih menerjang lagi, sehingga presiden tu mundur ataupun dijatuhkan.

    Tengoklah, menteri keuangan Sri Mulyani, lagi-lagi mencuba-cuba bagi mengelak dan menyembunyikan kesalahan dia orang turut membuat bagi membailout Bank Century. Melihat dusta mudah sangat, tengoklah gerakan mata, mulut dan tubuhnya, berdansa dusta.

    Kita semua tahu, awak tahu, kami budak-budak mahasiswa seMalaysia pun tahu, bahawa jelas inti persoalan tu yalah bahawa terdapat wang 6,7 trilyun, bahkan jauh lebih besar lagi, yang diterbitkan berdasar keputusan kebijakan yang direka-reka diada-adakan. Berkatalah Anwar Nasution: “Yalah tak masuk diakal kepada saya mengapa sebuah bank kecil… membutuhkan bailout dengan wang daripada publik yang besar sangat.” Lagipun dah berkata eks wapres Jusuf bahawa jelas itu “Perampokan.”

    Tapi budak-budak penyokong kerajaan sengaja dan berniat membelokkan perkara membantah kebenaran daripada buku George dengan berkata George hanya memakai data sekunder, methodologi tidak tepat dan sebagainya dan sebagainya macam-macam. Itu jelas berniat busuk untuk membelokkan daripada makna penting terobosan besar daripada buku George yang mencerahkan. Inti persoalan terang sangat: dana besar sangat yang diterbitkan, masa itu di bawah Boediono, berdasar keputusan kebijakan yang sengaja diciptakan, bertujuan supaya Rp 6,7 triyun boleh cair. Ini kejahatan terhadap keadilan dan rakyat, membohongi publik dengan menyalahgunakan peraturan, undang-undang dan hukum. Kemana rinci-rinci daripada perginya 50 prosen lebih daripada wang tu pun haruslah dibongkar. Wang terbit di saat menuju undi 2009. Bank baru tu pun boleh kolaps lagi, kerana walaupun bunga dibuat menarik sangat, tetapi terlalu tinggi sangat, sementara wang yang disalurkan ke syarikat-syarikat dan individu pasti nak macet lagi, kerana Indonesia dibawah presiden saat ini tak mampu pulih kecuali dalam angka-angka palsu rekaan badan statistik negara yang lagi-lagi dipidatokan dia presiden. Pengkhabaran berkata bahawa Bank Century dibailout bagaimanapun kerana terdapat wang besar daripada yayasan daripada bank sentral dan beberapa badan usaha negara yang dikeranjangkan disana, berharap perolehi untung bunga besar sangat dan itulah antara lain yang memicu penyelamatan bank tersebut, sementara upaya tersebut dibuat tepat menuju undi 2009, dan Boediono dan Sri Mulyani selalu berdalih bank itu nak mengancam seluruh sistem kewangan tu.

    Tetapi George dah membuka boks pandora ni. Awak semuanya musti membela George. Dia orang yalah pahlawan, bukan hanya Gus Dur. Tetapi penyokong-penyokong kerajaan SBY, termasuk sang cebol Deni Indrayana yang rupanya cebol otak, selalu dan lagi-lagi berkata buku George hanya membuka data sekunder dan sebagainya dan sebagainya. Ah, abang cebol….

    Data sekunder, ataupun tersier sekalipun, persaoalan tak, selama benar wujut. George nyata-nyata menunjukkan realiti ataupun kebenaran mutlak tu. Lagipun pengkhabaran berkata wang berjumlah besar sangat tu berguna sangat bagi membuat ribuan anak melarat pemiskinan sistemik rezim Indon negeri tu boleh bersekolah. Pencairan dana tu tepat menuju undi 2009. Di saat menang, eks governor bank sentral Boediono langsung ditunjuk sebagai wakil presiden, dan Sri Mulyani dipertahan. Penyokong-penyokong daripada presiden, seperti sang cebol Indrayana, hanya mencari-cari dalih saat ditanya perkara buku George. Dia orang lagi-lagi dan selalu berkata bahawa buku George memakai data sekunder dan tidak mempunyai kemaluan diantaranya berani nekat meminta George merevisi bukunya. Boleh tapi George nak merevisi dengan bukti-bukti baru lebih dahsyat lagi.

    George satu peneliti ulung kaliber Barat, dia orang menggunakan paradigma Barat. George selalu cerdas membuat kesimpulan, macam banyak peneliti berparadigma Barat yang lain. Paradigma, cara berpikir keilmuan Barat, belum tertandingi semasa-masa di dunia ni. Beruntunglah awak kerana masih ada George yang mahu meneliti perkara-perkara delikeit, perkara-perkara yang memerangkapi Indonesia, termasuk proses perolehi kekuasaan daripada undi 2009 lepas yang diperolehi dengan kecurangan yang rapi. Indonesia perlu 10 George baru terbongkarlah mafia kecurangan kekuasaan. Undi 2004 pun hasil rekayasa pemenangan. Kalau ada 10 George dan kalau ada masing-masing 10 Sri Bintang, 10 dakter Hariman, 10 Kwik Gie, dan awak diam sahaja? George dah tunjukkan awal kebenaran mutlak tu bagi membuats ebuah gerakan, apapun, atas nama the people power ataupun yang lain, semua terserah awak semuanya, sebelum 10 tahun memperkaya pejabat dan presiden semata. Apabila presiden tu selalu pandai membuat pelbagai perkara “atas nama” untuk membelok-belokkan, macam mana awak tak mampu membuat satu perkara yang dashyat “atas nama” rakyat?

    Tengoklah, aakah presiden tu membawa negeri anda siap dengan persetujuan-persetujuan ASEAN plus China Tiongkok di masa g l o b a l i s a s i ni? Berkonsep macam Soeharto ataupun Soekarno, presiden tu pun tak. Lama sedari menang undi 2009, lima tahun dah lepas tanpa makna, sekarang masuk masa jabatan kedua presiden tu sibuk bicara terus-terusan, pekerjaannya hanya membantah, tong kosong ynaring bunyi, hanya bagi menjaga imej. Sekarang tiga, empat, lima bulan berlalu diisi sangkalan-sangkalan bagi menjaga imej dan dia orang mula beramal membangun tak. Banyak peristiwa dah dia sebagai presiden bukan bagi membangun, tetapi semata rubbish belaka dan dia orang suka membelokkan pelbagai perkara penting yang tidak dia amalkan, dengan pidato terus-terusan, supaya awak semuanya turut sibuk mendengarkan dan menonton dia sahaja, sehingga nanti awak baru menyedari 10 tahun (2004-2014) berlalu tanpa dia orang membangun negeri awak. Dia membawa awak dengan pidato-pidato omong kosong semata, dia orang tidak bekerja tetapi terus-terusan mengaku “bekerja 24 jam.”

    Tengoklah, b a r a n g a n C h i n a T i o n g k o k dah membanjir bebas lepas ke negeri awak, presiden awak membuat kebijakan berkonsep kenegaraan yang baik macam yang diperjoangkan Soekarno pun tak. Tengoklah negeri kami, pelancongan kami maju sangat, pantai-pantai kami bersih, daratan-daratan kami bersih rapi, nyaman dan aman, majoriti rakyat berpenghasilan cukop, tidak ada berjualan sebarang, tidak ada berjualan di bus-bus umum, pemimpin kami menyusun kebijakan-kebijakan kenegaraan yang baik, ramah buruh dan pendidikan. Macam tu ada di otak pejabat=pejabat dengan pemimpin yang peragu dan lemah? Tak lah. Lagipun, macam mana eks tentera menjadi presiden pembangunan? Kecuali Soeharto. Macam mana eks tentera yang peragu dan penakut macam presiden saat ini yang tidak berbiasa berlatih berpikir berkemampuan membangun negara? Mana mungkin pintar dan muncul konsep dan pelaksanaan kebijakan bernegara yang baik? Jangankan berkemampuan macam pemimpin dan pejabat-pejabat Tiongkok dan melayani rakyatnya dan menghukum mati mereka yang benar-benar korupsi? Mengapa tak awak makzulkan presiden tu dan segera pilih atau tunjuk presiden baru: presiden sipil yang eks bisnesman ataupun eks tentara yang berjiwa dan eksekutif bisnesman. Tak pahamkah awak dengan pesan baik kami ni?

    Presiden tu selama ni masih terselamatkan dari banyak peristiwa pembelokan oleh alam maupun pembelokan-pembelokan yang dia rekayasa. Mulai dari kejadian bencana Aceh sehingga perkara-perkara pembelokan hasil rekayasa macam memusnahi anak bangsa sendiri tidak berdosa “atas nama” teroris (Kontras dan NGO yang lain musti ungkap itu semua) dan yang lain yang sengaja dibuat agar orang tidak terus-terusan mengkritisi dia orang. Tetapi macam menengok situasi makin teruk saat ini dapatkah presiden tu boleh terselamatkan? Di saat semua rakyat merata berkesukaran ekonomi? Presiden tu, sedar ataupun pura-pura tak tahu, telah semakin menestapa rakyatnya. Bukti nyata sangat. Banyak yang dah mati kerana bunuh diri kerana utamanya berkesulitan ekonomi. Kali ini, di pertengahan jabatan kedua ni, mungkin tak lagi terselamatkan. Rakyat akan marah sangat. Mereka akan mengamuk dahsyat sangat. Pembelokan yang nak tangan-tangan presiden tu buat tidak akan mampu membendung gerakan massa. Tetapi ni pun masih tergantung pemantik dan awak terutama kelompok-kelompok lawan yang berkepentingan. Sejarah membuktikan bahawa rakyat tu sukar dihasut tanpa terlebih dulu ada rekayasa demo maupun rekayasa kerusuhan masif yang berlaku. Tanpa perkara yang satu ni dia orang masih terselamatkan sehingga 2014. Semoga tak. Kerana kami pun turut bersedih melihat nasib menderita berpanjang-panjang terus-terusan rakyat negeri jiran tu. Kasihan rakyat tu. Wass wr. [Opini lain sila dimajukan ke saya: zaenabbintiibrahim@msckl.my].

  14. January 22, 2010 at 10:54 am | #14

    mudah2an kebenaran bisa terungkap dan tidak tertukar dengan kesalahan

  15. wong oon
    February 8, 2010 at 3:01 am | #15

    sebetulnya kalau semuanya jujur dan bertobat pasti lebih baik.apa gak takut ama siksa Allah bila mati nanti.tidak takut untuk berkata jujur itu pahlawan.bila takut untuk berkata jujur pengecut namanya. tidak takut berbuat benar itu pahlawan.bila takut berbuat yang benar penjahat namanya. wong oon baen ngerti. ayo pada pingin negara kita ini maju dan beradab apa gak…??? emang ngomong doang itu mudah,makanya mariiikita bicara dan berbuat yang baik dan benar agar negara kita maju dan tidak miskin terus. oce.

  16. ennie
    March 4, 2010 at 1:37 pm | #16

    pusing amat sich mikirin kasus century ni….
    gak tau kapan selesainya. lama-lama ambruk ni ekonomi negara kita.

  17. June 2, 2010 at 7:42 am | #17

    buat teman-teman yang ingin menulis skripsi hukum atau tesis hukum dengan permasalahan seperti dalam tema diatas bisa buka web http://www.Lawskripsi.com
    atau Langsung klik di Link:

    http://www.lawskripsi.com/index.php?option=com_content&view=article&id=193&Itemid=193

  18. October 2, 2011 at 9:17 am | #18

    sekarang udah gk bener jadi pejabat…….
    mengapa indonesia tidak di terapkan aja tuh hukum yang ada di bangsa ARAB kan tenang……………………………………………

  1. No trackbacks yet.

KIRIM KOMENTAR

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 236 other followers