Home > Uncategorized > Siapakah dibalik meninggalnya Tokoh Hamas Al-Mabhouh ?

Siapakah dibalik meninggalnya Tokoh Hamas Al-Mabhouh ?

Al-Mabhouh ditemukan tewas di Dubai pada tanggal 20 Januari kemarin. Menurut anggota biro politik Hamas di Suriah Izzat Al-Rishq, petingga Hamas itu tiba-tiba saja meninggal dunia sehari setelah ia tiba di Dubai.

“Saya tidak bisa mengungkapkan penyebab kematiannya. Kami sedang bekerja bersama otoritas berwenang di Uni Ermirat Arab untuk menyelidiki kematian Al-Mabhouh.

Dalam pernyataannya Hamas mengatakan bahwa Al-Mabhouh “gugur sebagai syahid dalam kondisi yang mencurigakan” bahwa kematiannya bukan kematian biasa. Namun Hamas tidak menyebutkan secara detil kondisi-kondisi yang mencurigakan itu dan hanya menegaskan bahwa “Hamas akan membalas kejahatan Zionis pada waktu yang tepat.”

Saling Tuding siapa yang dibalik peristiwa ini

Al-Mabhouh selama ini tinggal di Suriah. Pihak Israel menuding tokoh Hamas itu terlibat dalam penculikan dan pembunuhan terhadap dua tentara Israel pada tahun 1989. Israel belum memberikan komentar atas tudingan Hamas terkait kematian komandan seniornya itu

sebaliknya Hamas menuding agen-agen intelejen Israel sebagai pelaku pembunuhan terhadap komandan militer Hamas, Mahmoud al-Mabhouh. Di kemiliteran Hamas, Al-Mabhouh, 50 tahun termasuk komandan senior dan salah satu pendiri Brigade Izzudin Al-Qasam, sayap militer Hamas.

sementara ituMediaIsrael menuding Mossad dibalik peristiwa tersebut

Situs internet Israel “Central Issues” dalam laporannya menyatakan bahwa agen-agen Mossad bertanggung jawab penuh atas pembunuhan keji terhadap Mahmud Mabhuh yang merupakan salah satu tokoh terkemuka dalam sayap militer Hamas Brigade Al-Qassam dan termasuk komandan senior serta salah seorang pendiri brigade Al-Qassam.

Mahmud memasuki Uni emirat Arab pada pekan ketiga tanggal 19 Januari yang lalu, namun tubuhnya ditemukan telah tewas di sebuah hotel tempat ia tinggal selama di Dubai.

Masih menurut situs Israel tersebut, pembunuh Mahmud berjumlah empat orang dan merupakan agen-agen Mossad yang dilengkapi dengan informasi yang akurat mengenai keberadaan Mahmud selama kunjungannya di DUbai.

Situs itu juga menyatakan bahwa penyelidikan kasus pembunuhan terhadap Mahmud, kuat dugaan terkait dengan rencana Mahmud membeli senjata dari Iran dan rencana penyusunan rute penyelundupan senjata-senjata itu ke Tepi Barat.

Mahhmoud MabhouhHamas mengatakan Mabhouh terlibat penculikan dua tentara Israel

Polisi Dubai mengetahui pelaku pembunuhan tersebut

Pihak berwenang di Dubai mengatakan mereka telah mengidentifikasi sejumlah orang “pemegang paspor Eropa” sebagai tersangka pembunuhan atas seorang komandan militer Hamas minggu lalu.

Penyelidikan awal menunjukkan Mahmoud al-Mabhouh dibunuh oleh “sebuah kelompok penjahat profesional” yang membuntutinya ke Dubai, demikian menurut kepolisian.

Para tersangka pembunuhan diyakini telah meninggalkan Uni Arab Emirat.

Hamas menuding Israel membunuh Mabhouh, seorang pendiri Brigade Izzedine al-Qassam.

Sebelumnya ribuan orang menghadiri pemakaman Mabhouh yang berusia 50 tahun itu di ibukota Suriah, Damaskus, tempat tinggalnya sejak tahun 1989.

Pemimpin politik Hamas di pengasingan, Khaled Meshaal, mengatakan: “Saya katakan kepada kalian, kaum Zionis, jangan bergembira. Kalian membunuh dia, anak laki-lakinya akan memerangimu.”

Allah sudah mengambil para pemimpin kami dan orang-orang yang kami sayangi, tetapi perlawanan akan berlanjut. Palestina adalah tanah yang diberkahi. Palestina tidak akan terus bersabar.”

‘Kejutan listrik’

Sebelumnya salah seorang anggota sayap politik Hamas di Damaskus, Izzat al-Rishiq, mengatakan kepada BBC bahwa Mabhouh dibunuh di kamar hotelnya di Dubai tanggal 20 Januari, sehari setelah dia memulai kunjungannya, dan bahwa penyelidikan terhadap kasus ini sedang dilakukan.

Allah sudah mengambil para pemimpin kami dan orang-orang yang kami sayangi, tetapi perlawanan akan berlanjut. Palestina adalah tanah yang diberkahi. Palestina tidak akan terus bersabar.

Khaleed Meshaal

Dia tidak memberi rincian mengenai bagaimana Mabhouh dibunuh, tetapi dokter keluarga Mabhouh yang sudah memeriksa jasadnya menyatakan dia meninggal setelah mendapat sengatan listrik dalam jumlah besar di kepala.

Dia juga menyatakan menemukan bukti bahwa Mabhouh dicekik.

Sampel darah yang dikirim ke sebuah laboratorium Prancis mengindikasikan bahwa Mabhouh dibunuh dengan sengatan listrik.

Keluarga Mabhouh juga mengatakan dia pernah dua kali selamat dari upaya pembunuhan oleh Israel termasuk dengan cara meracuni enam bulan lalu di ibukota Libanon, Beirut, yang menyebabkan dia tidak sadarkan diri selama 30 jam.

Setelah itu pemerintah Dubai mengatakan polisi telah mengidentifikasi para tersangka dalam pembunuhan itu, menyebut mereka “sebagian besar pemegang paspor Eropa” dan mengatakan mereka sedang bekerjasama dengan Interpol untuk menangkap mereka.

“Orang-orang yang bertanggung jawab meninggalkan jejak yang menunjukkan mereka terlibat dan akan membantu upaya untuk menangkap dan menahan mereka,” demikian pernyataan pemerintah.

Kepala kepolisian Dubai Dhani Khalfan Tamim juga memicu spekulasi keterlibatan Israel.

“Saya tidak bisa menutup kemungkinan bahwa Mossad [agen rahasia Israel] terlibat dalam pembunuhan atas Mabhouh,” kata Tamim kepada televisi al-Jazeera.

Namun dia menolak mengumukan kewarganegaraan para tersangka.

Seorang juru bicara pemerintah Israel tidak bersedia berkomentar ketika dihubungi oleh BBC, sejalan dengan kebijakan Israel selama ini bila mendapat tuduhan serupa.

(fq/imo/eramuslim/BBC)

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

KIRIM KOMENTAR

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 235 other followers