Home > Tantangan buat Muslim > Tipuan dan Kontekstualisasi Misi Kristen (2)

Tipuan dan Kontekstualisasi Misi Kristen (2)

alt

Dengan alasan melaksanakan Amanat Agung Yesus melalui strategi kontekstualisasi, para misionaris Kristen semakin gila-gilaan menjala aqidah dengan jurus-jurus tipuan.

Mereka menerbitkan  brosur (leaflet), buku, majalah, komik, qasidah dll yang dikemas dengan gaya dan idiom Islam. Tak segan-segan, buku-buku dan brosur itu juga disebarkan ke masjid dan mushalla secara terselubung.

Brosur-brosur yang sudah banyak tersebar antara lain: brosur Dakwah Ukhuwah yang disusun dalam 3 judul berseri, antara lain: “Rahasia Jalan Ke Sorga”, “Membina Kerukunan Umat Beragama”, dan “The Secret Path To Heaven.” Brosur Shiraathal Mustaqiim, disusun berseri 4 judul antara lain: “Keselamatan”, “Siapakah Yang Bernama Allah”, “Stop”, dan “Injil Barnabas.” Brosur Al-Barokah, disusun 2 judul berseri, antara lain: “Dajjal & Kiamat” dan “Allahu Akbar Maulid Isa Almasih.”

Brosur lipat berjudul “Mutiara Al-Qur’an Memberi Petunjuk bagi Penderita Sakit Parah” dan brosur “Orang Sakit dan Tabib Akbar.” Kedua brosur ini disebarkan di beberapa rumah sakit di Jakarta, menargetkan para pasien yang sangat berharap kesembuhan. Brosur ini banyak memuat ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits yang diracik sedemikian rupa untuk menggiring pembaca agar memperoleh kesembuhan dengan berdoa kepada sang Tabib Akbar yaitu Isa Almasih alias Yesus Kristus. Brosur-brosur lainnya masih banyak, insya Allah akan dibedah di rubrik ini pada edisi lain.

Untuk anak-anak SD yang gemar membaca komik, mereka menyusun komik ukuran saku berjudul “Siapakah Isa AS  itu?” Dalam komik ini semua istilah kristiani diganti dengan istilah-istilah Islam sehingga anak-anak Muslim mudah terkecoh dan menganggap komik itu sebagai bacaan yang bagus untuk mereka. Apalagi, pada halaman pertama dan halaman terakhir dikutip masing-masing dengan sebuah ayat Al-Qur’an. Padahal isinya mengecoh pembaca untuk diarahkan kepada pemahaman bahwa Yesus adalah tuhan dan juruselamat.

Selain melalui brosur, para misionaris juga berusaha menyusupkan Bibel ke rumah-rumah Islam dengan tipuan yang lihai. Misalnya, buku “30 Zabur Pilihan” terbitan Pustaka Marwa. Umat Islam banyak terkecoh buku ini karena menganggapnya sebagai cuplikan dari kitab Zabur peninggalan Nabi Daud alaihissalam. Padahal, buku ini berisi ayat-ayat Bibel yang diambil dari kitab Mazmur dengan kemasan gaya Islam.

Buku Mutiara Hikmah Nabi Sulaiman yang diterbitkan oleh Galang Press Yogyakarta juga banyak mengecoh umat Islam. Di berbagai toko buku (Gramedia, Kharisma, Gunung Agung, dll),buku tersebut dipajang di rak buku-buku Islam, berbaur dengan buku-buku kisah para nabi dan rasul. Padahal isi buku ini adalah ayat-ayat Bibel yang diambil dari kitab Amsal dengan editing bahasa untuk dimiripkan dengan style buku Islam. Hal yang paling mengecoh adalah perubahan “Salomo” yang biasa dipakai oleh umat Kristen, diganti dengan nama “Nabi Sulaiman alaihissalam” yang biasa dipakai dalam akidah Islam.

Saking halusnya pengelabuan buku ini, hanya orang yang memiliki pengetahuan perbandingan agama saja yang bisa membuktikan bahwa buku ini adalah ayat Bibel berwajah Islam.

Majalah yang sangat licik adalah Majalah Tinelo News. Bayangkan, nama-nama rubriknya benar-benar islami, misalnya rubrik “Tali Silaturrahim.” Dalam rubrik ini dimuat komentar dan tulisan pembaca Muslim yang ngefans kepada majalah itu. Nama-nama redaksinya pun memakai nama Islam, misalnya: Zulkarnain, Hasan, Ka’dua, Aminah, dll. Dalam majalah tersebut banyak dibahas ayat-ayat Al-Quran dan hadits nabi. Selain itu redaksi juga mengadakan kursus Islamologi tertulis (koresponden) gratis. Salah satu tulisannya berjudul “Tuntunan Menuju Shiraatal Mustaqiim.” Umat Islam mana yang mengira majalah seperti ini adalah majalah Kristen? Sungguh terlalu!!

Bagi kalangan Muslim yang menyukai seni, para misionaris juga punya jurus kontekstualisasi tersendiri. Mereka membuat lagu-lagu qasidah yang mendendangkan ketuhanan Yesus dalam bahasa Arab dengan irama padang pasir yang indah di telinga. Umat Islam yang awam bisa jadi santapan empuk pengelabuan Kristen ini. Perhatikan judul-judulnya:  Isa Almasih Qudrotulloh, Allahu Akbar, Laukanallohu Aba’akum, Isa Kalimatullah, Ahlan Wasahlan Bismirobbina, Nahmaduka Ya Allah, dll. Dalam pengantar album Qasidah tersebut ditulis: “Syukron Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan…dst”

Tak puas menipu umat Islam dengan buku, brosur, komik dan kaset-kaset qasidah, para misionaris juga menipu umat Islam dengan mendirikan agama Islam ”Palsu” bernama ”Islam Hanif.”

Dalam buku Alkitab Menubuatkan Islam Hanif Akan Masuk Surga, seorang Kristen Advent asal Minahasa yang kini tinggal di kawasan Koja Jakarta Utara ini merekayasa Agama Islam Hanif untuk menggelincirkan akidah umat ke dalam kekristenan. Ayat-ayat Al-Qur’an ditafsirkan sedemikian rupa untuk mendukung ide ”Islam Hanif,” meski Robert tak bisa baca Al-Qur’an. Ia hanhya menafsirkan terjemah ayat Al-Qur’an untuk disesuaikan dengan doktrin Kristen Advent.

Beberapa tahun yang lalu, Robert mengaminkan dirinya sebagai ”Waraqah bin Naufal” baru untuk mendukung kenabian Moshaddeq, nabi palsu sekte Al-Qiyadah Al-Islamiyah. Kini Moshaddeq sudah dipenjara, tapi Robert belum. Kapan gilirannya?. [Ahmad Hizbullah]

Menghalalkan tipuan demi Ayat Palsu Bibel

alt

Untuk merehabilitasi ”tipuan aqidah,” mereka pakai istilah ”kontekstualisasi misi.” Sebagai justifikasinya, mereka tambal borok-borok kebohongan dengan surat-surat Paulus kepada jemaatnya (1 Korintus 9:20) bahwa misi kepada suatu kaum harus dilakukan dengan berpura-pura dan berpenampilan seperti kaum yang dijadikan target. Berdusta untuk misi tidak dianggap sebagai suatu dosa karena Paulus membolehkan kebohongan sebagai sarana meninggikan kemuliaan Tuhan (Roma 3:7). Baca Suara Islam edisi sebelumnya.

Untuk memperkuat pijakan misi kontekstualisasi, para misionaris menisbatkan teologinya kepada Yesus Kristus dengan istilah ”Amanat Agung Yesus,” yaitu misi untuk menjadikan segala bangsa sebagai murid Yesus. Mereka berpijak pada ayat berikut:

“Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat dia mereka menyembahnya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepadaku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala yang telah kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Injil Matius 28:16-20).

Ayat Amanat Agung ini sangat populer di kalangan Kristen, sehingga setiap Penginjil pasti hafal ayat tersebut. Ayat ini menjadi obat kuat yang mujarab bagi misi Kristen. Mereka begitu gigih berpegang teguh pada ayat tersebut meskipun harus ditebus dengan nyawa mereka dengan harapan mendapatkan kehidupan baru di sorga.

Namun sungguh malang, mereka tidak menyadari atau mungkin membutakan diri bahwa ayat “amanat agung” itu adalah doktrin palsu di atas kepalsuan ayat.

Dalam Bibel yang ada saat ini, bila mengacu pada King James Version, Revised Standard Version, dll., Injil Matius berakhir pada pasal 28:20. Padahal Injil Matius seharusnya berakhir pada ayat 28:15 yang berbunyi:

“Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.”

Kalimat “cerita ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini” menunjukkan dan merupakan penutup Kitab Matius yang menjadi cerita selama puluhan tahun. Karena Gereja ingin menambah doktrinnya, mereka tanpa malu menambah ayat-ayat palsu yang termuat dalam Matius 28:16-20 tersebut, tanpa mempedulikan meski tambahan ini terasa janggal bagi pembacanya.

Hugh J. Schonfield, nominator pemenang Hadiah Nobel tahun 1959, dalam bukunya The Original New Testament, mengatakan sebagai berikut: “This (Matthew 28:15) would appear to be the end of the Gospel (of Matthew). What follows (Matthew 28:16-20) from the nature of what is said, would then be a latter addition”

“Ayat ini (Matius 28:15) nampak sebagai penutup Injil (Matius). Dengan demikian, ayat-ayat selanjutnya (Matius 28:16-20), dari kandungan isinya, nampak sebagai (ayat-ayat) yang baru ditambahkan kemudian.”

Robert Funk, Professor Ilmu Perjanjian Baru, Universitas Harvard, dalam bukunya The Five Gospels, mengomentari ayat-ayat tambahan ini sebagai berikut:

“The great commission in Matthew 28:18-20 have been created by the individual evangelist… reflect the evangelist idea of launching a world mission of the church. Jesus probably had no idea of launching a world mission and certainly was not the institution builder. (It is) not reflect direct instruction from Jesus.”

“Perintah utama dalam Matius 28:18-20 diciptakan oleh para penginjil… memperlihatkan ide untuk menyebarkan ajaran Kristen ke seluruh dunia. Yesus sangat mungkin tidak memiliki ide untuk mengajarkan ajarannya ke seluruh dunia dan (Yesus) sudah pasti bukan pendiri lembaga ini (agama Kristen). (Ayat ini) tidak menggambarkan perintah yang diucapkan Yesus.”

Agresivitas misi Kristen adalah fenomena yang aneh bin ajaib. Mereka menghalalkan tipuan untuk misi, padahal perintah misi itu adalah sebuah kepalsuan yang ditopan oleh sebuah ayat palsu palsu. Penipuan dan kepalsuan adalah dua hal yang sangat buruk di mata Tuhan, ini yang harus disadari oleh para misionaris Kristen!

sumber :suara-islam.com

Advertisement
  1. January 31, 2010 at 4:28 pm | #1

    waduh kelo beneran bisa bahaya..

  2. anto medan
    February 5, 2010 at 1:12 am | #2

    ini bukti kesesatan ajaran DAKWAH agama kristen. misionaris memang menghalalkan segala cara…! buat
    ALL KRISTEN:berdakwalah anda kepada umat kristen dan manusia yg belum memeluk agama. INI LEBIH BERMORAL.

    jika sudah ada bukti yang nyata,akan tetapi masih banyak saja para pembaca yg beragama kristen,yang akan menyangkal artikel ini..!
    kita lihat saja nanti komentar mereka dibawah..!peace semua.

  3. February 13, 2010 at 8:49 pm | #3

    Orang Muslim yang komentar diatas sudah bisa baca Alquran dengan betul ga??? Kalau Allah yang muhammad sembah adalah Allah sang pemilik surga. terus kenapa muhammad gak yakin sama keselamatannya di alam kubur..buktinya sampai sekarang Muslim masih mendoakan nasibnya agar diterima di sisi Allah. Nabi anda aja nasibnya gak jelas terus bagaimana dengan anda??? Katanya nabi anda itu sudah pernah naik dan turun dari surga, tapi Lucunya ketika beliau mau mati, beliau memanggil semua sanak saudaranya agak didoakan biar masuk surga. Nabi kok seperti pecundang sih??? sangat jelas sekali siapa yang sebenarnya penipu. Muslim ternyata sembahyang untuk nabi yang tidak jelas nasibnya. ckckckckkk…

    Gw sih yakin masuk surga! karena Yesus telah mati disalibkan buat gw…seluruh dosa gw udah lunas dibayar.

    blog gw http://faithbookz.blogspot.com

    peace and love, LORD Jesus Christ bless us. Amen

    • February 15, 2010 at 9:41 am | #4

      @ Fajar Yehuda
      emang anda sudah membaca Al Qur’an dengan benar?

      apa yang anda sampaikan hanyalah pengulangan pada komentar anda di thread lain yang sudah saya tanggapi
      lihat disini

      http://answering.wordpress.com/2010/01/11/menjawab-hujatan-blog-beritamuslim-wordpress-com-2/#comment-2252

      sdr Fajar ‘Yehuda’ menulis :

      Muslim meyakini bahwa Muhammad telah naik dan turun dari surga tetapi yang menjadi pertanyaan saya adalah kenapa Muhammad tidak yakin akan jaminan keselamatannya ketika ia menghadapi kematian ??? Sungguh ironis sekali, masa “nabi besar” kok masih bimbang masuk surga atau nggak ??? seperti gak beriman & sudah hilang pengharapan, Trus pake minta di doain segala. Menurut saya dia hanyalah “nabi” yang ngerepotin umatnya

      Muslim menjawab :

      1 gugatan anda sama sekali tidak jelas,karena tanpa disertai bukti yang jelas agar netter muslim disini bisa menjawab sesuai gugatan anda

      2.kalau dasar yang anda persoalkan ada shalawat ,kemudian dengan pola pikir anda bahwa shalawat tersebut sebagai Bukti bahwa nabi belum selamat ,itu juga bisa bermasalah kalau pola pikir anda diterapkan pada agama anda!

      Bagaimana dengan doa yang diajarkan Yesus yang anda klaim sebagai Tuhan?
      Luk 11:2

      11:2 Jawab Yesus kepada mereka: “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu.

      dengan logika anda tersebut apakah itu bisa dimaknai kalau Tuhan belum Kudus hingga Yesus mengajarkan yang demikian ?

      3. makna sholawat

      Shawalat berarti menguatkan kebenaran sebuah berita…
      Bentuk shalawat Allah kepada Rasul berupa limpahan rahmat, keberkahan dan anugerah Allah kepada Muhammad secara terus menerus…
      Shalawat Malaikat kepada Muhammad berupa permohonan agar dipertinggi derajat Muhammad dan dicurahkan maghfirah (ampunan) atas dirinya….
      Sedangkan bentuk shalawat orang-orang mukmin adalah permohonan doa agar Nabi Muhammad selalu terhindar dari segala aib dan kekurangan. Dan juga menyebut-nyebut keistimewaan dan jasa beliau untuk dijadikan panutan dalam kehidupan….

      dan yang perlu diingat tidak hanya Nabi Muhammad saja yang didoakan tetapi juga Nabi Ibrahim/Abraham dan keluarganya juga didoakan keselamatannya.

      Kalau shalawat ini dianggap menunjukkan bhw Muhammad belum tentu selamat, maka konsekuensinya Ibrahim dan keluarganya juga belum tentu selamat. Nah..siapa keluarga Ibrahim?..Ismael-Ishak sampai dengan Yesus. Konsekuensinya shalawat menunjukkan Yesus belum tentu selamat juga..

      apa ya begitu?

      4. soal InsyaAllah

      sesungguhnya anda mengerti nggak dari makna kata tersebut?

      kalau belum mengerti akan coba saya jelaskan sedikit :

      Secara bahasa, arti dari Insya Allah adalah “Jika Allah menghendaki”

      maka Jawaban InsyaAllah bukannya jawaban karena tidak yakin tetapi sebuah jawaban yang mengajarkan sikap Tahu diri dan rendah hati.

      sikap tahu diri bahwa dirinya hanyalah Manusia yang menentukan selamat atau tidak bukan sekedar usaha sendiri tetapi juga ada kekuasaan yang mutlak yaitu kehendak Allah.

      dan kalau anda menggugat masalah ini sesungguhnya anda sedang menggugat keyakinan anda sendiri,bahwa keselamatan didalam Kristen bukan berdasar usaha manusia tetapi atas kehendak Tuhannya.

      baca selengkapnya disini

      http://answering.wordpress.com/2009/11/12/surga-anugerah-tuhan-atau-%E2%80%98upah%E2%80%99-dari-amal-kebaikan/

      kemudian soal ‘Penipu’ dan anda merasa yakin masuk surga ,mampukan anda mempertanggung jawabkan pernyataan dan keyakinan anda tersebut dengan berani mendiskusikan soal ini secara terfokus dan serius dengan saya?

      saya tunggu ‘nyali’ anda untuk mendiskusikan soal ini,dan buktikan kalau keyakinan anda itu benar bukan keyakinan karena tertipu oleh ‘keyakinan semu’

      wassalam

  4. hwehehe
    February 14, 2010 at 1:58 pm | #5

    begitulah para kristener…

    membuat agamanya sendiri dan memaksakanya pada orang lain….

  5. nebukadnezar
    June 16, 2010 at 6:08 pm | #6

    Fajar Yehuda..! mana nyalimu??…lagi cari akal? Muslim menantangmu! lagi ngumpet di ketiak paulus!

  6. Fauzan= Walker
    June 17, 2010 at 1:36 am | #7

    Peace Islam adalah agama yang benar karena itu selalu jujur

  7. ahzay
    June 17, 2010 at 4:59 pm | #8

    Halah, karena dalilnya palsu jadi ajaran yang disebarin juga sama palsunya!! Dasar agama palsu!!!

  8. e2nx
    June 17, 2010 at 6:30 pm | #9

    Islam akan bangkit sebentar lagih InsyaAllah

  9. January 22, 2011 at 9:14 pm | #10

    @ MUSLIM

    anda ke blog salah satu orang Islam yang amatiran ini aja:
    http://www.vilaputih.wordpress.com

  1. No trackbacks yet.

KIRIM KOMENTAR

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 235 other followers