Beranda > Ustadz menjawab > Menjawab Pertanyaan Atheis Tentang Tuhan

Menjawab Pertanyaan Atheis Tentang Tuhan

assalamualaikum..

Pak ustadz yang saya hormati, saya mempunyai pikiran yang mengganjal dalam benak saya. pemikiran ini berawal dari sebuah forum dimana salah satu anggotanya berkomentar “benarkah alam semesta diciptakan oleh tuhan? lalu siapa pencipta Tuhan sehingga Tuhan itu ada?”

Menurut PakUstadz bagaimana saya menjawab pertanyaan seperti diatas apabila ada seseorang yang bertanya seperti kalimat diatas kepada saya.

sekian pertanyaan dari saya. mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan

wassalamualaikum

Hamba Allah

Jawaban

Waaalaikumussalam Wr Wb

Jika orang-orang atheis berkeyakinan bahwa segala sesuatu haruslah masuk akal agar bisa dipercayai justru pertanyaan yang diajukan olehnya tidaklah masuk akal. Hal ini menandakan bahwa pertanyaan tersebut bukanlah muncul dari akal sehat karena akal sehat tidaklah bertabrakan dengan kebenaran. Akan tetapi pertanyaan itu muncul dari bisikan setan didalam hatinya.

Syeikh Muhammad Shaleh al Munjid mengatakan jika kita membuka perdebatan terhadap pertanyaan Siapa Pencipta tuhan ? maka si penanya akan bertanya lagi : Siapa Pencipta yang Menciptakan Tuhan ? lalu Siapa Pencipta yang menciptakan si Pencipta Tuhan ? begitu seterusnya tanpa ada akhirnya, dan ini tidaklah masuk akal.

Sedangkan seluruh makhluk yang ada berujung pada Sang Pencipta Yang menciptakan segala sesuatu dan tak ada satu pun yang menciptakannya akan tetapi Dia lah Sang Pencipta yang tidak ada selain-Nya, dan inilah yang sesuai dengan akal dan logika. (www.islam-qa.com)

Pertanyaan tersebut hanyalah bersumber dari setan sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairoh bahwa Nabi saw bersabda,”Setan akan mendatangi seorang dari kalian lalu mengatakan,’Siapa yang menciptakan ini ? Siapa yang menciptakan ini? sehingga dia akan berkata,’Siapa yang menciptakan Tuhanmu? Dan apabila dia menghinggapinya maka berlindunglah kepada Allah darinya dan hendaklah dia menyudahinya.”

Imam Muslim juga meriwayatkan dari Abu Hurairoh berkata bahwa Nabi saw bersabda,”Manusia akan senantiasa bertanya hingga yang dikatakan,’Ini adalah Allah yang menciptakan makluh lalu siapakah yang menciptakan Allah?’ dan barangsiapa yang mendapatkan sedikit saja tentang hal ini maka katakanlah ‘Aku beriman kepada Allah.”
Nabi saw bersabda,”Manusia senantiasa bertanya hingga seorang dari mereka berkata,”Ini Allah yang menciptakan makhluk lalu siapakah yang menciptakan Allah?’ Apabila mereka mengatakan demikian maka katakanlah :

اللهُ أَحَدٌ، اللهُ الصَّمَدُ، لمَ يَلِد وَلمَ يُولَد، وَلمَ يَكُن لَهُ كُفُواً أَحَد

(Allah Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.)

Kemudian meludahlah ke sebelah kiri tiga kali dan berlindunglah (kepada Allah) dari godaan setan.”

Dengan demikian jelaslah bahwa pertanyaan semacam itu adalah dari setan yang ingin merusak agama dan akal sehatnya dan mejauhkannya dari Allah swt dan kebenaran.
Mungkin saja jawaban seperti ini tidak diterima oleh seorang yang kafir kepada Allah dikarenakan sifat inkar dan dusta yang ada didalam hatinya telah menutupi kebenaran dan akal sehatnya namun tidak bagi seorang mukmin yang hatinya senantiasa hidup dengan mengingat Allah serta meyakini bahwa Allah adalah Sang Pencipta seluruh makhluk-Nya dan Dia lah Yang Awal dan Yang Akhir.

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Artinya : “Dialah yang Awal dan yang akhir yang Zhahir dan yang Bathin; dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al Hadid : 3)

Nabi saw apabila hendak tidur maka beliau berbaring diatas bagian sebelah kanan tubuhnya lalu berdoa :

اللَّهُمَّ، رَبَّ السَّمَوَاتِ وَرَبَّ الأَرضِ وَرَبَّ العَرشِ العَظِيم، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيءٍ، فَالِقَ الحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنزِلَ التَّورَاةِ وَالإِنجِيلِ وَالفُرقَانِ، أَعُوذُ بِكَ مِن شَرِّ كُلِّ ذِي شَرِّ أَنتَ آخِذُ بِنَاصِيَتِهِ، اللَّهُمَّ، أَنتَ الأَوَّلُ فَلَيسَ قَبلَكَ شَيءٍ، وَأَنتَ الآخِرُ فَلَيسَ بَعدَكَ شَيءٍ، وَأَنتَ الظَّاهِرُ فَلَيسَ فَوقَكَ شَيءٍ، وَأَنتَ البَاطِنُ فَلَيسَ دُونَكَ شَيءٍ، اقضِ عَنَّا الدَّينَ، وَأَغنِنَا مِنَ الفَقرِ.”

“Wahai Allah Tuhan langit dan Tuhan bumi serta Tuhan arsy yang agung. Wahai Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu, Yang menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan, Yang menurunkan taurat, injil dan al Furqon. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan setiap pemilik kejahatan. Engkaulah yang menggenggam ubun-ubunnya. Wahai Allah, Engkaulah Yang Awal dan tidaklah ada sesuatu sebelum-Mu. Engkaulah Yang Akhir dan tidaklah ada sesuatu setelah-Mu. Engkaulah Yang Zhahir dan tidaklah ada sesuatu diatas-Mu, Engkaulah Yang Bathin dan tidaklah ada sesuatu tanpa-Mu maka tunaikanlah hutang kami dan cukupkanlah kami daripada kefakiran.”

Wallahu A’lam

sumber :eramuslim.com

  1. haidar
    September 20, 2011 pada 9:10 am | #1

    yang komen nick name nya ,capung ireng,jangkrik,onta,
    kok jadi kayak acara tv Animal Planet…….

  2. capung hitam
    September 20, 2011 pada 2:07 pm | #2

    Jack :
    wow rupanya jawaban ngambang. waktu itu ada tapi cuman dalam persepsi manusia???
    bukankah sampeyan juga setuju bahwa seluruh proses yang terjadi di alam semesta terpengaruh oleh waktu dan yang pasti alur waktu adalah seperti sungai sehingga waktu itu sendiri mempunyai awal dan yang berarti juga alam semesta mempunyai awal alias alam semesta ada karna diciptakan. lantas apakah sampeyan juga akan bertanya sipa yang menciptakan Tuhan?

    Lah kan udah dibilang… waktu ada dalam setiap proses, proses apapun namanya (masak yg ini mesti diulang-ulang sih?).

    Darimana kamu tau kalau alam semesta ini mempunyai awal? Dari mana kamu tau kalau alam semesta ini diciptakan?

    Saya pingin bukti. Bukan klaim. Katanya Muslim bisa menjawab tantangan, mana? mana? :)

    • Jack
      September 20, 2011 pada 3:22 pm | #3

      bukankah sampeyan juga mengakui setiap proses di alam semesta ini dipengaruhi waktu??
      dan apakah ada waktu itu kembali alias tidak bergerak kedepan?
      jika waktu bergerak ke depan pastinya waktu juga mempunyai awal untuk memulai berjalan?
      dan sampeyan juga bilang “waktu ada dalam setiap proses” yaitu proses penciptaan alam semesta?

      bagaimana, apakah sampeyan mau menanyakan siapa yang menciptakan Tuhan??
      dan bukti seperti apa yang pengen sampeyan peroleh??keberadaan Tuhan?
      apakah sampeyan juga bisa membuktikan/mengetahui keberadaan saya dimana?
      jika tidak, lantas bagaimana sampeyan membuktikan bahwa saya itu ada alias saya itu nyata?
      tentunya lewat hasil tulisan saya yang mana itu tidak mungkin terjadi secara kebetulan

    • Jack
      September 20, 2011 pada 3:27 pm | #4

      Darimana kamu tau kalau alam semesta ini mempunyai awal? Dari mana kamu tau kalau alam semesta ini diciptakan?
      ===============>>
      apakah setiap proses tidak membutuhkan awal??

      Saya pingin bukti. Bukan klaim. Katanya Muslim bisa menjawab tantangan, mana? mana?
      ==================>>>
      hanya pertanyaan yang sesuai selera penanya saja yang nggak bakalan bisa dijawab, sebab meskipun dijawab jika tidak sesuai selera, ya bakalan dibuang

    • mantan atheis jadi monotheis
      Oktober 14, 2011 pada 11:48 am | #5

      mas capung, jangan norak ah, saya dulu juga atheis, tapi mas capung pernah belajar hukum termodinamika mengenai panas kan? itulah bukti bahwa alam semesta punya awalan. bahkan ya kalau jujur, termasuk dalam teorinya ada “SESUATU” yang menginjeksikan panas kepada awal alam semesta…atau mas capung sudah bikin hukum fisika baru? malu ah, orang atheis kan terkenal pinter2…

    • Reppy
      Desember 27, 2011 pada 7:43 pm | #6

      Bumi berputar pada porosnya, semua planet mengelilingi matahari sesuai dengan garis edarnya masing2 sehingga tidak saling bertabrakan, Subhahanallah sungguh itulah bukti bahwa adanya sang Maha Pengatur yaitu Allah SWT.
      Pengertian bukti kalau harus dilihat kasat mata yaa sulit mas sama seperti saya meminta kepada sampeyan buktikan kalau angin itu ada??? memang kita bisa melihatnya, tidak tetapi hanya bisa merasakan saja. Bukti alam semesta diciptakan oleh Tuhan (Allah) bisa ditemukan dalam Kitab Suci Al Quran dan memakai otak kita”tidak mungkin segala sesuatu yang terjadi di dunia ini termasuk alam semesta tercipta begitu saja pasti ada yang menciptakannya” yaitu sang Maha Pencipta, Tuhan YME (Allah SWT). Pertanyaannya kalau bukan Allah SWT lantas siapkah menurut Anda…

  3. sigit
    September 20, 2011 pada 3:30 pm | #7

    sebelum menjadi capung hitam… jadi capung apa kuwi? gitu aza koq repot… :-)

  4. teas
    September 29, 2011 pada 2:00 pm | #8
  5. Oktober 1, 2011 pada 10:13 am | #10

    Kisah Perdebatan Hanafi Kecil dan Orang Atheis Tentang Tuhan

    Syaikh Habban berkata, “Anakku, inilah yang sedang kurenungkan dari tadi. Aku menerima surat dari raja, memerintahkan aku agar segera datang ke kota. Di sana sedang ada bencana besar dengan datangnya seorang Dahry (Atheis). Si Dahry telah menantang para ulama untuk berdebat dan mengadu hujjah tentang ada atau tidak adanya Tuhan. Si Dahry tentu saja berpendirian bahwa Tuhan itu tidak ada. Raja memintaku untuk menghadapi si Dahry. Pohon besar dalam mimpimu itu adalah aku. Babi itu adalah si Dahry. Sedangkan ular kecil itu adalah engkau, anakku. Sekarang pergilah menghadap Raja atas namaku. Allah menyertaimu.”

    Ketika Hanafi kecil menghadap Raja dengan membawa surat balasan, Sang Raja agak terkejut. Anak belasan tahun berani menghadapi si Dahry. Namun Raja sadar bahwa Syaikh Habban adalah seorang khawwashul khawwash.

    Pada hari yang ditentukan, persidangan pun diadakan dengan dihadiri orang banyak. Ketika mengetahui bahwa lawannya adalah seorang anak kecil, si Dahry protes, “Tuanku, saya keberatan melakukan perdebatan dengan seorang anak kecil.”

    Mendengar protes si Dahry, Hanafi kecil mengacungkan tangan dan bersuara dengan lantang, “Tuanku Raja yang mulia, saya juga sangat berkeberatan untuk melakukan debat dengan ‘orang yang tidak punya aqal’ seperti si Dahry ini.

    Si Dahry mencak-mencak di hadapan Raja karena merasa terhina, “Tuanku, saya telah dihina di depan umum. Saya mohon agar Tuanku Raja menangkap anak kecil ini atau guru yang memberi kuasa kepadanya.”

    Hanafi kecil membantahnya, “Tuanku Raja, ini adalah awal perdebatan. Bukan suatu penghinaan.”

    Raja agak heran dan bertanya, “Hai anak kecil, apa alasanmu bahwa ucapanmu itu bukan suatu penghinaan?”

    Hanafi kecil berdiri sambil menudingkan tangannya kepada si Dahry, “Hai Dahry! Kalau Anda mengaku beraqal, coba buktikan, di depan saya dan persidangan ini, mana dia aqal Anda, bagaimana bentuknya, apa warnanya? Silahkan buktikan kepada kami jika aqal Anda memang benar-benar ada. Agar kami semua bisa menyaksikannya.”

    Si Dahry bertambah marah, “Hai anak ingusan! Itu pertanyaan gila dan tolol. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat menunjukkan bentuk, rupa dan warna aqalnya. Pertanyaan bodoh, hai anak kecil!”

    Dengan tersenyum si Hanafi kecil berkata, “Hai Dahry, pertanyaan Anda lebih bodoh dari pertanyaan saya. Kenapa Anda hendak meminta dibuktikan bentuk dan rupa Tuhan, sedang Anda sendiri tidak bisa membuktikan bentuk dan rupa aqal Anda.”

    Si Dahry pun diam seribu bahasa. Dia merasa terjebak dengan perkataannya sendiri

    Ada kisah menarik yang tertulis di buku al Aqidah al Islamiyyah wa Ususuha. Siang, ketika mengisi perkuliahan, seorang dosen mempertanyakan kepada segenap mahasiswanya, “Apakah Tuhan itu ada ?” “Ada.” Jawab semua mahasiswa kompak. “Kalau ada, apa buktinya?” kata dosen melanjutkan, “Kita hanya meyakini dan mengimani sesuatu yang bisa kita indra saja. Kalau Tuhan tidak bisa kita lihat, maka kita tidak bisa mengimaninya.” Para mahasiswa terkesiap, ternyata dosennya adalah orang yang tidak mempercayai keberadaan Tuhan. Untuk beberapa saat, suasana hening. Setelah itu, ada seorang mahasiswa yang duduk dibelakang mengangkat jarinya ingin memberikan jawaban, “Apakah kita hanya meyakini sesuatu yang kasat mata saja; bisa diindra?” “Ya.”jawab dosen tadi. Mahasiswa ini melanjutkan, “Kalau begitu, saya berpendapat bahwa pak dosen tidak punya otak karena saya tidak melihat otak bapak.” Dosen ini tercekat. Terdiam. Wajahnya merah padam karena malu. Mungkin ia berpikir juga, “Betul juga ya, otak saya mana?” ha ha, dasar orang atheis.

    IMAM ABU HANIFAH R.A menjawab pertanyaan para atheis:
    I.Kapan Allah itu ada?

    Atheis : Pada tahun berapa Robbmu dilahirkan?
    Abu Hanifah :Allah berfirman: “Dia (Allah) tidak melahirkan dan tidak dilahirkan.”
    Atheis :P ada tahun berapa Dia berada?
    Abu Hanifah : Dia berada sebelum adanya sesuatu.
    Atheis :Kami mohon diberi contoh yang lebih jelas dari kenyataan!
    Abu Hanifah :Angka berapa sebelum angka empat?
    Atheis :Angka Tiga
    Abu Hanifah :Angka berapa sebelum angka tiga?
    Atheis :Angka dua
    Abu Hanifah :Angka berapa sebelum angka dua?
    Atheis :Angka satu
    Abu Hanifah :Angka berapa sebelum angka satu?
    Atheis :Tidak ada angka (nol).
    Abu Hanifah :Kalau sebelum angka satu tidak ada angka lain yang mendahuluinya, kenapa kalian heran kalau sebelum Allah Yang Maha Satu yang hakiki, tidak ada yang mendahului-Nya?

    ada yg bilang ad -1,-2,-3….tapi tetep aja kn baliknya ke angka 1….

    II. Maksud Allah Menghadap Wajahnya

    Atheis: Kemana Robbmu menghadapkan wajahnya?
    Abu Hanifah: Kalau kalian membawa lampu di gelap malam,kemana lampu itu menghadapkan wajahnya?
    Atheis: Ke seluruh penjuru.
    Abu Hanifah: Kalau demikian halnya dengan lampu yang cuma
    buatan itu, bagaimana dengan Allah Ta’ala, nur cahaya langit dan bumi?

    III. Zat Allah SWT

    Atheis: Tunjukkan kepada kami tentang zat Robbmu, apakah ia benda padat seperti besi, atau cair seperti air, atau menguap seperti gas?
    Abu Hanifah: Pernahkah kalian mendampingi orang sakit yang akan meninggal?
    Atheis: Ya, pernah.
    Abu Hanifah: Semula ia berbicara dengan kalian dan mengge rak-gerakkan anggota tubuhnya. Lalu tiba-tiba diam dan tidak bergerak. Nah apa yang menimbulkan perubahan itu?
    Atheis: Karena nyawanya telah meninggalkan tubuhnya.
    Abu Hanifah: Apakah waktu keluarnya nyawa itu kalian masih ada disana?
    Atheis: Ya, kami masih ada
    Abu Hanifah:Ceritakanlah kepadaku, apakah nyawanya itu benda padat, seperti besi, atau cair seperti air, atau menguap seperti gas?
    Atheis: Entahlahlah kami tidak tahu.
    Abu Hanifah: Kalau kalian tidak bisa mengetahui bagaimana zat maupun bentuk nyawa yang hanya sebuah makhluk,
    bagaimana kalian bisa memaksaku untuk mengutarakan zat Allah Ta’ala?!!

    IV. Dimana Allah SWT

    Atheis: Dimana kira-kira Robbmu itu berada?
    Abu Hanifah: Kalau kami membawa segelas susu segar ke sini, apakah kalian yakin kalau dalam susu itu terdapat zat minyaknya (lemak)
    Atheis: Tentu
    Abu Hanifah: Tolong perlihatkan padaku, dimana adanya Zat minyak itu
    Atheis: Membaur dalam seluruh bagiannya
    Abu Hanifah: Kalau minyak yang makhluk itu tidak mempunyai tempat khusus dalam susu tersebut, apakah layak
    kalian meminta kepadaku untuk menetapkan tempat Allah ta’ala?

    V. Takdir Allah SWT

    Atheis: Kalau segala sesuatu sudah ditakdirkan sebelum diciptakan, lalu apa kegiatan Robbmu kini?
    Abu Hanifah: Ada pekerjaan-Nya yang dijelaskan dan ada pula yang tidak dijelaskan
    Atheis: Kalau orang masuk syurga ada awalnya,
    kenapa tidak ada akhirnya? Kenapa di syurga kekal selamanya?
    Abu Hanifah: Hitungan angka pun ada awalnya tapi tidak ada akhirnya
    Atheis: Bagaimana kita bisa makan dan minum disyurga tanpa buang air besar dan kecil?
    Abu Hanifah: Kalian sudah mempraktekkannya ketika kalian berada di dalam perut ibu kalian. Hidup dan makan-minum selama sembilan bulan, akan tetapi tidak pernah buang air kecil dan besar disana. Baru kita
    lakukan hajat tersebut setelah keluar beberapa saat ke dunia.
    Atheis: Bagaimana kebaikan syurga akan bertambah dan tidak akan habis-habisnya jika dengan dinafkahkan?
    Abu Hanifah: Allah juga menciptakan sesuatu di dunia, yang bila dinafkahkan malah bertambah banyak,seperti ilmu. Semakin diberikan ilmu kita semakin berkembang dan tidak berkurang.

    VI. Bukti Adanya Allah

    Atheis: Perlihatkan bukti keberadaan Robbmu kalau memang dia ada
    Abu Hanifah ra berbisik kepada khadamnya agar mengambil tanah liat, lalu dilemparkannya tanah liat itu ke kepala pemimpin orang atheis itu. Para hadirin gelisah melihat peristiwa itu, khawatir terjadi keributan, tetapi Abu Hanifah menjelaskan bahwa hal ini dalam rangka untuk menjelaskan jawaban yang di minta kepadanya. Hal ini membuat orang atheis mengenyitkan dahi,
    Abu Hanifah: Apakah lemparan itu menimbulkan rasa sakit di kepala anda?
    Atheis: Ya, tentu saja.
    abu hanifah: Dimana letak sakitnya?
    Atheis: Ya, ada pada luka ini.
    Abu Hanifah: Tunjukkanlah padaku bahwa sakitnya itu memang ada, baru akan menunjukkan kepadamu dimana Robbku!
    Orang atheis itu tidak menjawab tentu saja tidak bisa menunjukkan rasa sakitnya, karena itu adalah suatu rasa dan ghaib tapi rasa sakit itu memang ada.
    Atheis: Baik dan buruk sudah ditakdirkan sejak azal, tetapi kenapa ada pahala dan siksa?
    Abu hanifah: Kalau anda sudah mengerti bahwa baik dan buruk itu bagian takdir, mengapa anda kini menuntut aku agar di hukum karena melempar tanah liat ke dahi anda? bukankah perbuatan itu bagian dari takdir?
    Akhirnya perdebatan itu berakhir dengan masuk Islamnya para atheis tersebut di tangan Al Imam abu hanifah radhiallahu.

    http://danish56.blogspot.com/2011/03/kisah-perdebatan-hanafi-kecil-dan-orang.html

  6. bapake yoga
    Oktober 4, 2011 pada 8:07 am | #11

    Telur mau berubah jadi ulet. Dan uletpun mau berubah jadi kupu-kupu yang cantik. Penjelasan kisah dari Bang Jack sudah amat jelas dan mudah dipahami. Tinggal oknumnya mau berubah atau tidak. Gak ada yang maksa, Islam juga gak maksa. Tak ada paksaan masuk agama islam. Orang-orang atheis aja yang maksa mempertahankan pendapatnya.

  7. bapake yoga
    Oktober 4, 2011 pada 8:14 am | #12

    capung hitam :
    @bapake yoga
    ………..
    Nah sekarang pertanyaannya, siapakah yang menciptakan Tuhan ? Kalau dia masih diciptakan, berarti bukan Tuhan. Yang namanya Tuhan itu, berarti yang Maha Menciptakan. Ya sudah, mentok. Berarti gak ada yang menciptakan Tuhan, lha wong DIA itu Sang Pencipta. Adalah salah kalau kita katakan Tora Sudiro adalah Iwan Fals. Adalah salah kalau kita katakan Ade Ray adalah Iwan Fals. Mengapa? Karena ciri-cinya berbeda. ADALAH JUGA SALAH KALAU ADA YANG MENCIPTAKAN TUHAN, KARENA KALAU DIA MASIH DICIPTAKAN BERARTI NAMANYA HARUSLAH MAKHLUK, BUKAN TUHAN. KALAU DIA ADALAH TUHAN, BERARTI SANG PENCIPTA, BUKAN DICIPTAKAN.
    —————————————-
    Oke, saya terima. Tapi, itu kan konsep. Buktinya sendiri ga ada.
    Apa kamu punya buktinya Tuhan itu adalah pencipta yang tidak diciptakan?

    ————————
    Berarti Anda gak tahu definisi.

  8. the truth unsider
    November 3, 2011 pada 10:46 am | #13

    (Allah Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.)

    “the word above is enough to silence all the word”

  9. Bedjo
    Desember 11, 2011 pada 5:13 pm | #14

    Rasulullah tahu nasib Nabi Isa karena Wahyu Allah,,, Dan Allah maha mengetahui,, hanya Para Rasul dan Nabi yang bisa mendapat wahyu Allah,, jangankan Kisah Nabi Isa,, Surga dan neraka pun telah jelas melalui Wahyu Allah dan Pengalaman Isra’ Mi’raj,,, Rasul hanya sebatas memberi tahu dan menyampaikan saja kepada umatnya,, tanpa mengurangi atau menambahkan,, apa lagi mengarang wahyu-wahyu untuk disampaikan,,,
    dan bagi para ummatnya,, wajib hukumnya untuk percaya dan beriman,

  10. Desember 16, 2011 pada 10:44 am | #15

    hahahaha…..dasar capung…..pake nanya tuhan……. dia buktikan kapan manusia mengenal beras aja dia tidak tahu………

    nangkap logika aja susah….. jika masih ada yang diciptakan…..maka bukanlah tuhan yang kami sembah, mbah….. kami orang Islam menyembah tuhan yang menciptakan sesuatu dan bukan diciptakan…..Dialah yang awal……..

  11. Desember 16, 2011 pada 2:51 pm | #16

    Setuju…..Teori Evolusi adalah simbol kesombongan manusia bernama charles darwin.
    Merasa bahwa manusia zaman modern sekarang inilah sepintar2nya manusia..

    Alquran justru secara tidak langsung menyatakan puncak peradaban manusia berada pada zaman nabi sulaiman ribuan tahun yang lalu yang sudah mengenal teknologi teleportasi dalam surat annaml sbb…..

    Annaml:
    38. Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.”

    39. Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya.”

    40. Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab[1097]: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia.”

    Jadi pantaskah manusia ribuan tahun yang lalu yang sudah sangat cerdas berasal dari KERA dinyatakan oleh manusia jaman 1800 M yang jauh lebih bodoh dari manusia yang hidup ribuan tahun lalu???

  12. Februari 20, 2012 pada 2:03 pm | #17

    Kni aku sedang menunggunya dan dia selalu akan aku tunggu walau setiap detik telah berlalu!

    Aku tak bisa hidup tanpa dia dan dia adalah pujaan hati ku yang terdalam!

    .

    Maka izinkanlah aku untuk bernyanyi!:

    “Aku ingin engkau selalu;
    Hadir dan temani aku;
    Di setiap langkah yang meyakiniku;
    Kau tercipta untukku.
    Meski waktu akan mampu;
    Memanggil seluruh raga ku;
    Ku ingin kau tahu ku selalu milik mu;
    Yang mencintaimu;
    Sepanjang hidup ku!”.

    “Aku inginkan dirimu;
    Datang dan temui aku;
    Kan ku katakan padamu;
    Aku sangat mencintai dirimu.
    Aku inginkan dirimu;
    Datang dan temui aku;
    Kan ku katakan padamu;
    Aku sangat mencinta!”.

    “Takkan pernah ada yang lain di sisi;
    Segenap jiwa hanya hanya untukmu;
    Dan takkan mungkin ada yang lain disisi;
    Ku ingin kau disini;
    Habiskan hidup ku bersamamu;
    Hingga akhir waktu!”.

    “Meskipun hatimu tak lagi;
    Menemani diriku ini;
    Aku bisa yakinkan;
    Cintaku takkan hilang.
    Sisa hati tetap ku simpan;
    Melewati ribuan malam;
    Aku bisa bertahan;
    Cintaku takkan hilang!”.

    “Biarkan waktu teruslah berputar;
    Mencintai kamu penuh rasa sabar;
    Meski sakit hati ini kau tinggalkan;
    Ku ikhlas tuk bertahan.
    Meninggalkan ku tanpa perasaan;
    Hingga ku jatuhkan air mata;
    Kekecewaanku sungguh tak berarah;
    Biarkan ku harus bertahan.
    Jangan pernah kau coba untuk berubah;
    Tak relakan yang indah hilanglah sudah;
    Jangan pernah kau coba untuk berubah;
    Tak relakan yang indah hilanglah sudah!”.

    “Tak pernah terfikir olehku;
    Tak sedikitpun ku bayangkan;
    Kau akan pergi tinggalkan ku sendiri.
    Begitu sulit ku bayangkan;
    Begitu sakit ku rasakan;
    Kau akan pergi tinggalkan ku sendiri!”.

    “Andai bisa ku mengulang waktu hilang dan terbuang;
    Andai bisa ku kembali hapus semua pedih;
    Andai mungkin aku bisa kembali tulus padanya;
    Tapi hidup takkan bisa meski dan air mata!”.

    “Detik waktu terus berjalan;
    Berhias gelap dan terang;
    Suka dan duka, tangis dan tawa;
    Tergores bagai lukisan.
    Seribu mimpi berjuta sepi;
    Hadir bagai teman sejati;
    Diantara lelahnya jiwa;
    Dalam resah dan air mata;
    Ku persembahkan kepadamu;
    Yang terindah dalam hidupku.
    Meski ku rapuh dalam langkah;
    Dan tak setia kepadamu;
    Namun cinta dalam jiwa hanyalah padamu.
    Ma’afkanlah bila hati;
    Tak sempurna mencintaimu;
    Dalam dada ku harap hanya dirimu yang bertahkta!”.

    .

    Sampai detik ini, dia tetep belum kembali kepadaku dan belum bersama aku lagi.

    Namun aku akan tetap setia menunggunya, dan aku akan selalu mendoakan agar dia cepat-cepat kembali kepadaku lagi seperti sedia kala!

    Semoga Allah yang maha pengabul doa, mau secepatnya mengabulkan doa ku ini, karena aku sudah tidak tahan lagi ingin secepatnya bersama dia kembali dan menghilangkan segala keresahan didalam batin ku!

    Amin!

  13. Peace
    Maret 26, 2012 pada 5:57 pm | #18

    Jika Allah mencipta segala jadi siapa menciptanya ? Soalan ini tak habis-habis adakah ada ayam dulu atau telur dulu ? Jika Allah berkuasa dan pemurah kenapa ia tak menyekat peperangan, gempa bumi, tsunami dan banjir menyebab banyak kematian tehadap orang yang tak berdosa seperti budak, orang baik, beriman ? Jelas sekali Allah tidak wujud ini cuma ciptaan pencipta agama untuk dapat kuasa dan kekayaan

    • jackmuslim
      April 16, 2012 pada 8:48 am | #19

      @peace
      kamu mikir duluan ayam apa telur aja bingung..koq mau mikir tentang dzat Allah.
      mikir yng diciptakan-NYA aja bingung, koq mau mikir bgmana Dzat YNG MENCIPTAKAN.
      Logika anda tidak logis!

  14. CITSONGA
    Maret 27, 2012 pada 3:36 am | #20

    Daripada anda2 saling berdebat ttg keberadaan Tuhan,dan ttg Agama masing2,sebaiknya anda berfikir jernih,dan jujurlah bahwa anda memeluk suatu Agama bukan krn pencarian sendiri.tapi 90% karena keturunan,misalnya yg mengaku Islam hanya krn lahir dr org tua yg beragama Islam,jg Kristen dsb.Jadi tdk murni pencarian kebenaran (Agama) dari anda sendiri,,akuilah.! Saran saya sebaiknya jgn berdebat dulu,tapi mulailah pencarian dari Penyangkalan.Jadilah Kritis pada setiap hal. jgn asal trima aja yg sdh ada (spt kitab2 suci pd setiap agama).Pertama2 Jadilah sbg Org yg tdk punya pengetahuan ttg Agama/Agnostic,yg artinya:A=tidak – Gnostic=pengetahuan.
    Sebab kita tidak bisa membuktikan dgn pasti bhw Tuhan itu Ada.sekaligus juga tidak bisa membuktikan dgn pasti bhw Tuhan itu Tidak ada.Semua Teory ttg Tuhan hanya perkiraan
    manusia saja adanya.Sepertinya kepercayaan ttg TUHAN itu berevolusi juga,dari polytheis berevolusi ke monotheis.Jadi kurangilah perdebatan yg akan menimbulkan perpecahan antar manusia,hanya krn sesuatu yg belum pasti,yg hanya berupa kemungkinan2.Sadarlah wahai rekan2 yg budiman,Kehidupan adalah sebuah beban yg tdk pernah kita minta.Jangan lagi ditambah dgn perdebatan2 yg destructif ini.

  15. ditri
    April 2, 2012 pada 12:10 pm | #21

    semua agama di dunia ini sama,apa kalian tau apa artinya TUHAN YANG MAHA ESA ??
    esa itu adalah satu !!
    berarti TUHAN itu cma 1,MASALAHNYA KITA YG BERBEDA KEPERCAYAAN MENGUCAPKANNYA BERBEDA-BEDA !!
    jadi,jangan lah kita membeda”kan agama satu dengan agama lainnya !!

  16. ganyang
    April 9, 2012 pada 6:04 pm | #22

    Renungan:

    Ada seorang ustadz yang setiap harinya mengisi pengajian di suatu masjid. Beliau setiap harinya selalu naik sepeda “ontel” dari rumahnya. Suatu hari di saat di pergi untuk mengisi pengajian, di tengah jalan beliau tertabrak oleh sepeda motor yang di kendarai seorang pemuda. Karena sepeda motornya dengan kecepatan tinggi, maka terpentalah ustad tersebut dan ringseklah/ rusaklah sepeda ontelnya. Lalu datanglah seorang polisi, yang akhirnya di bawalah pemuda tersebut ke pos polisi untuk di perkarakan. Mengetahui pemuda tersebut di perkarakan polisi, ustadz tersebut buru2 menghampiri polisi tsb, agar mau membebaskan pemuda tersebut, tetapi polisi tetap bersikeras untuk memperkarakan pemuda tersebut. maka terjadilah dialog antara ustadz dengan polisi.

    begini dialognya :

  17. ganyang
    April 9, 2012 pada 6:28 pm | #23

    ustadz : Bagimana pak polisi bisa tidak pemuda ini di lepaskan
    polisi : tidak bisa
    ustadz: Begini saja pak polisi, akan aku tanya pemuda ini.
    polisi : Silahkan pak ustadz

    ustadz : Wahai anak muda, anda tadi dari mana?
    pemuda : dari rumah pak.
    ustadz : dari rumah mau pergi ke mana?
    pemuda : saya mau pergi ke pasar pak.
    ustadz : Apakah kamu dari rumah mempunyai niat untuk menabrak saya?
    pemuda : tidaklah lah pak, saya tidak punya niat sedikitpun untuk menabrak.
    ustadz : jadi sama dong, saya pergi dari rumah untuk mengisi pengajian tidak niat ditabrak oleh kamu, tapi di tengah jalan tertabrak oleh kamu. JADI INI ADALAH KEHENDAK ALLAH.
    ustadz : bagaimana pak polisi, bolehkan anak ini di bebaskan
    polisi : ya boleh, silahkan,

    Akhirnya pemuda tersebut di bebaskan oleh polisi, dan ustadz tidak menuntut apa2 ke pada pemuda tersebut, meskipun harus memperbaiki sepeda ontelnya.

  18. faizal
    Mei 31, 2012 pada 6:01 pm | #24

    tidakkah kamu melihat tubuhmu sendiri, itu semua adalah terlalu canggih untuk kau sebut dengan hanya sebuah kebetulan.. dan bukan Alloh yang tak terlihat, tetapi indera penglihatanmu lah yang tak kuasa untuk melihat keagungan Alloh azza wajalla…

Comment pages
1 4 5 6 4053
  1. Belum ada trackback.

BOLEH KOMENTAR DENGAN TIDAK MELANGGAR PERATURAN DISKUSI

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 283 pengikut lainnya.