Home > berita muslim > Inilah 12 Nama Dari Indonesia Yang Ikut Armada Kebebasan

Inilah 12 Nama Dari Indonesia Yang Ikut Armada Kebebasan

Semenjak Israel melakukan penyerangan terhadap Armada “Freedom Flotilla” yang menyebabkan lebih dari 19 korban meninggal dan puluhan luka berat, masyarakat Indonesia bertanya-tanya siapa saja 12 orang asal Indonesia yang ikut dalam rombongan itu

Sebagaimana diketahui, rombongan  12 warga Indonesia ikut berangkat dari Turki menuju Gaza Palestina bersama sejumlah tokoh, pegiat HAM, relawan, dan LSM dari 50 negara.
Diantara rombongan Indonesia itu adalah LSM kemanusian Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C), KISPA dan Sahabat Al Aqsha,TV ONE dan Hidayatullah

Rombongan kemanusiaan itu, sedianya membawa 10 ton bantuan untuk warga Gaza, termasuk semen dan bahan bangunan guna membangun kembali kota Gaza yang diblokade Israel.  Bertolak belakang dengan tuduhan Israel yang menuduh rombongan membawa senjata tajam.

Berikut nama rombongan asal Indonesia;
Dari Mer-C:

1. Nur Fitri Moeslim Taher (Ketua Tim)
2. dr Arief Rachman
3. Abdillah Onim
4. Nur Ikhwan Abadi
5. Muhammad Yasin (Jurnalis TV One)
Dari Kispa:
1. H Ferry Nur (Ketua Kispa)
2. Muhendri Muchtar (Wakil Ketua Kispa)
3. Okvianto Baharudin
4. Hardjito Warno
Dari Sahabat Al Aqsha & Hidayatullah:
1. Dzikrullah Pramudya
2. Surya Fahrizal
3. Santi Soekanto

Delegasi Indonesia Sempat Nyanyikan Halo Halo Gaza

Sehari sebelum menu Gaza, berlangsung panggung kebudayaan di atas Mavi Marmara kapal utama kafilah kemanusiaan Freedom Flotilla (Armada Kebebasan). Delegasi Indonesia bahkan ikut menampilkan aksi kebudayaan dengan menggubah mars perjuangan Halo-halo Bandung menjadi Halo halo Gaza
Dzikrullah, koordinator “tim nasyid” Indonesia menjelaskan kepada para hadirin, mars ini sangat terkenal di masa perang kemerdekaan Indonesia. Di antara yang hadir adalah ulama dan anggota-anggota parlemen dari 12 negara, serta peserta kafilah dari 50 negara.
“(Mars) ini bercerita tentang Bandung, yang dulu merupakan kota Jihad, tapi malam ini kita ganti Bandung menjadi Gaza. Mudah-mudahan rakyat Indonesia tidak keberatan. Kami juga akan menyanyikannya dalam bahasa Turki,” ujar Dzikrullah disambut riuh-rendah ratusan penonton yang kebanyakan orang Turki.

Turut mendampingi Dzikrullah menyanyikan mars tersebut, Ust. Ferry Nur dari KISPA dan dr. Arief Rachman dari MER-C. Para penonton juga larut dan mengiringi pertunjukan dengan tepuk-tepukan tangan sesuai dengan tempo mars yang cepat dan semangat.[Hidayatullah]

  1. June 3, 2010 at 10:47 am | #1

    Sampai kapanpun, Palestina tidak akan pernah merdeka selama umat islam belum bersatu… Mari kita merenung bersama-sama

  1. No trackbacks yet.

KIRIM KOMENTAR

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 235 other followers