Beranda > berita, Tragedi Palestina > Presiden dan Perdana Menteri Palestina serukan mogok Massal Terkait Kebrutalan Israel kepada Armada Pembebasan

Presiden dan Perdana Menteri Palestina serukan mogok Massal Terkait Kebrutalan Israel kepada Armada Pembebasan

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyatakan hari berkabung selama tiga hari di seluruh wilayah Palestina sebagai penghormatan terhadap para korban serangan brutal Israel ke rombongan kapal internasional yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Gaza.

Perdana Menteri Palestina dari Hamas Ismail Haniyah juga mendeklarasikan aksi mogok massal sebagai ungkapan berkabung untuk para korban serangan Israel yang terjadi hari ini terhadap para aktivis kemanusiaan. Diantaranya adalah Syaikh Raed Salah, ketua Gerakan Islam di Israel, yang mengalami luka serius akibat serangan tentara Zionis ke kapal “Freedom Flotilla”

Uni Eropa menyerukan penyelidikan atas serangan Israel tersebut.

Uni Eropa menyerukan penyelidikan atas serangan Israel terhadap kapal kemanusiaan, yang menewaskan puluhan aktivis dari berbagai negara yang menuju Jalur Gaza. Uni Eropa juga menyerukan kepada Israel untuk membiarkan kapal yang membawa bantuan kemanusiaan itu memasuki Jalur Gaza.

Kepala Perwakilan Tinggi Uni Eropa, Chaterine Ashton, menyampaikan perasaannya yang mendalam atas meninggalnya sejumlah aktivis kemanusiaan kepada keluarga yang ditinggalkannya, dan menyampaikan simpati kepada keluarga korban yang mengalami luka-luka”, ujar juru bicara Ashton, yang mengepalai kebijakan luar negeri Uni Eropa.

“Atas nama negara-negara Uni Eropa, ia menginginkan adanya penyelidikan terhadap peristiwa yang terjadi. Asthon juga menyerukan agar tanpa ada suatu pra-kondisi dibolehkannya kapal-kapal yang membawa bantuan kemanusiaan memasuki wilayah Gaza, baik untuk memberikan bantuan maupun bagi pribadi-pribadi yang ingin memasuki Gaza”, tandasnya.

Dunia Arab bersatu untuk mengutuk serangan brutal Israel

Dunia Arab bersatu untuk mengutuk serangan pasukan Israel terhadap armada kapal yang membawa bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Sekretaris Jenderal Liga Arab, Amr Moussa mengecam serangan mematikan Israel pada hari Senin ini (31/5) terhadap misi kemanusiaan yang ia cap sebagai tindakan kriminal.

“Kami mengutuk kejahatan ini, menyerang misi kemanusiaan dan para aktivis yang berusaha untuk membantu masyarakat Gaza. Mereka tidak dalam menjalankan misi militer. Setiap orang harus mengutuk tindakan Israel ini,” kata Moussa kepada AFP. Kepala Liga Arab ini mengatakan bahwa 22-anggota liga Arab sekarang sedang ‘memikirkan’ langkah selanjutnya terhadap Israel.

Pimpinan Otorita Palestina Mahmud Abbas juga mengecam serangan Israel itu dengan menyebutnya sebagai pembantaian, dan ia menyerukan aksi mogok tiga hari di Tepi Barat, lapor koresponden Press TV di Ramallah. Abbas juga memperingatkan bahwa serangan mematikan Israel akan membahayakan perundingan yang disponsori langsung oleh Israel.

Perdana Menteri Libanon Saad Hariri juga mengutuk serangan mematikan Israel tersebut yang ia sebut sebagai tindakan yang berbahaya dan gila, ia menekankan bahwa tindakan Israel itu hanya akan meningkatkan ketegangan di kawasan itu.

“Libanon dengan tegas mencela serangan ini dan meminta masyarakat internasional, terutama negara-negara besar … untuk mengambil tindakan mengakhiri pelanggaran hak asasi manusia yang berkelanjutan yang dilakukan Israel dan ancaman Israel terhadap perdamaian internasional,” dikutip AFP atas pernyataan Hariri.

Ibrahim Mousavi, juru bicara media untuk gerakan perlawanan Hizbullah Libanon, mengutuk serangan itu dan menyampaikan simpati mereka kepada keluarga para aktivis pro-Palestina yang wafat dalam insiden tersebut.

Sementara itu di Mesir, kelompok oposisi Ikhwanul Muslimin mengecam kekerasan terbaru Israel dan mendesak Presiden Husni Mubarak untuk memotong semua hubungan antara Kairo-Tel Aviv. Gerakan ini juga meminta pemerintah Mesir untuk membuka Rafah.

Presiden Palestina Ismail Haniyah juga meminta semua aktivis pro Palestina melakukan demonstrasi besar-besaran melawan tindakan keji Israel dan mendesak dunia Arab untuk mengambil langkah-langkah praktis untuk secara permanen mengakhiri blokade Israel terhadap Gaza.

Setidaknya 20 orang tewas dan 50 lainnya terluka ketika Angkatan Laut Israel menyerbu armada Kebebasan pada Senin pagi ini

Korban terus bertambah ,setidaknya 20  Orang meninggal Akibat Serangan Israel

Jumlah korban tewas dari aksi keji militer angkatan laut Israel terhadap konvoi bantuan Gaza telah meningkat menjadi 20 orang, sementara itu Israel dengan hati-hati menyensor laporan mengenai korban dari serangan militer mereka tersebut.

Armada kebebasan yang akan menuju Gaza, mendapat serangan pada Senin pagi ini (31/5) oleh pasukan komando angkatan laut Israel di perairan internasional sekitar 150 km (90 mil) dari lepas pantai Gaza.

Enam armada kapal bantuan diserbu oleh pasukan militer Israel dari helikopter.

Setidaknya 20 orang tewas dalam pembajakan terhadap konvoi bantuan Gaza, koresponden Press TV melaporkan, mengatakan bahwa lebih dari 50 orang ikut terluka dalam serangan itu.

Berita itu mengalir melalui sensor militer Israel yang telah berusaha untuk memblokir pelaporan informasi tentang korban jiwa.

Sebuah laporan di radio mengatakan sensor itu ditujukan untuk menutupi jumlah korban yang dibawa ke rumah sakit Israel untuk perawatan.

Sementara itu, Menteri Perdagangan dan Industri Israel Binyamin Ben-Eliezer menyatakan ‘penyesalannya’ atas kematian aktivis di kapal bantuan ke Gaza.

“Gambaran ini pasti tidak menyenangkan. Saya hanya bisa menyesalkan atas jatuhnya korban jiwa,” katanya kepada Radio Tentara Israel.

Komentar ini datang sebagai pengakuan resmi pertama oleh Tel Aviv bahwa serangan itu telah berubah fatal.

Israel pada awalnya menolak untuk mengomentari laporan korban dari pengambilalihan kapal-kapal bantuan yang menuju ke Gaza.

Sementara, pihak Israel menutup semua akses ke Jalur Gaza dan mengklaim bahwa serangan ke kapal pembawa misi bantuan itu dilakukan karena tentara Israel lebih dulu diserang. Menyusul aksi brutal Israel ke kapal rombongan “Freedom Flotilla”, PM Israel Benjamin Netanyahu membatalkan rencana kunjungannya ke AS[eramuslim.com]

  1. Juni 1, 2010 pada 10:00 am | #1

    Aku juga turut menyesalkan tindakan brutal pasukan Israel. Mengenai hal ini, aku baru saja mengulasnya di http://muhshodiq.wordpress.com/2010/06/01/inilah-koleksi-senjata-mavi-marmara-untuk-memerangi-israel/

  2. Juni 3, 2010 pada 10:47 am | #2

    Sampai kapanpun, Palestina tidak akan pernah merdeka selama umat islam belum bersatu… Mari kita merenung bersama-sama

  1. Belum ada trackback.

BOLEH KOMENTAR DENGAN TIDAK MELANGGAR PERATURAN DISKUSI

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 283 pengikut lainnya.