Delegasi Parlemen Indonesia Tiba Di Gaza
Delegasi Parlemen Indonesia hari ini, Selasa (29/6), tiba di Jalur Gaza melalui gerbang penyeberangan Rafah yang berbatasan antara Mesir dan Jalur Gaza. Tujuan kunjungan delegasi ini adalah untuk melihat langsung kondisi Jalur Gaza yang diblokade sejak 4 tahun berturut-turut, selain menyerahkan bantuan dari pemerintah Indonesia.
Nampak kebahagiaan di wajah para anggota delegasi yang terdiri dari 35 orang tersebut, yang dipimpin oleh Ketua DPR RI Marzuki Ali, ketika mereka menginjakkan kaki mereka di gerbang Rafah Palestina.
Dijadwalkan kunjungan delegasi Indonesia ini akan berlangsung selama 6 jam bertemu dengan para anggota dewan legislatif Palestina di Jalur Gaza yang didominasi Fraksi Reformasi dan Perubahan dari Gerakan Perlawanan Islam Hamas dan pimpinan pemerintah Palestina di Gaza.
Sumber-sumber Palestina menyebutkan bahwa delegasi parlemen Indonesia ini akan meletakkan batu pertama pembangunan rumah sakit di Jalur Gaza dan akan melakukan serangkaian kunjungan ke lokasi-lokasi yang hancur akibat agresi Zionis Israel 18 bulan lalu.
Di samping melihat langsung kondisi di Jalur Gaza, dalam kunjungan singkat ini, delegasi parlemen Indonesia juga akan memberikan bantuan untuk Rumah Sakit Indonesia di Gaza. “Kita akan serahkan bantuan dari pemerintah kita. Nilainya sekitar 2 juta dolar AS,” ujar anggota Komisi I DPR, Al-Muzammil Yusuf, Minggu (27/6).
Menurut Muzammil, ada 20 anggota Komisi I DPR RI ikut dalam rombongan ini. Di samping juga membawa berbagai LSM kemanusiaan seperti MER-C, Dompet Dhuafa, KISPA, KNRP, dan lainnya.
Presiden SBY :Misi Kemanusiaan Gaza Harus Dihormati
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan misi kemanusiaan ke jalur Gaza yang diinisiasi oleh sejumlah kalangan lembaga kemanusiaan dari berbagai negara seharusnya dihormati.
Hal tersebut disampaikan Presiden dalam keterangan pers bersama Presiden Turki Abdullah Gull usai bertemu di Istana Presiden Turki, Ankara, Selasa siang pukul 11.00 waktu setempat atau pukul 15.00 WIB.
“Misi di Gaza seharusnya dihormati oleh semua pihak,” kata Presiden Yudhoyono menegaskan.
Presiden mengatakan dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Gull dibicarakan berbagai masalah, baik bilateral, regional, maupun isu internasional, salah satunya termasuk penyelesaian masalah Palestina.
“Masalah Palestina adalah masalah di mana kami mendorong adanya kedaulatan wilayah sebagai negara yang merdeka,” kata Presiden.
Saat ini baik Indonesia dan Turki sama-sama aktif dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI), kelompok negara delapan atau D-8, serta G-20.[Infopalestina/Antara]
Alhamdulillaaahhh,,,
Memang harus ada langkah kongkrit.. Biar g’ omdo..
Lanjutkan!!
Alhamdulillah…!
Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar,
Malu kalau tak ada kepedulian sesama Muslim.,atau bahkan Dosalah kita!
@eddy joe
betul banget,,ini baru langkah bijak yang di tempuh pemerintah kita,,!dan mg saja mesir selalu membuka pintu perbatasan raffah,karna rakyat sudah sangat menderita.
Semestinya pemerintah mendorong Mesir untuk membuka permanen Gerbang Rafah bagi segala aktivitas ekonomi dan bantuan kemanusian termasuk pengiriman semen untuk membangun Rumah Sakit… karena Mesir khan sahabat Indonesia…..
ya….sungguh tak berkemanusiaan, siapa yg diam melihat saudaranya dibantai bak hewan yg hina….. bahkan hewan yg paling hina pun tak …
http://masamudamasakritis.wordpress.com/
by jabon
semoga gaza akan selalu aman .. mungkin gak ya …