Home > Uncategorized > “Jangan Lupa Tujuan Pendidikan”

“Jangan Lupa Tujuan Pendidikan”

Oleh: Dr. Adian Husaini*

PADA Hari Senin (12/7/2010), anak-anak sekolah kembali ke bangku sekolah, setelah menjalani libur panjang. Sebagian mereka adalah murid-murid yang menapaki jenjang pendidikan baru. Sebagian lain, hanya menjalani kenaikan kelas. Dalam situasi seperti ini, meskipun sudah pernah kita singgung sebelumnya, ada baiknya, kita semua – terutama orang tua dan guru – benar-benar menyadari apa tujuan sebenarnya dari sebuah proses pendidikan menurut pandangan Islam.

Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas, dalam bukunya, Islam and Secularism, (Kuala Lumpur, ISTAC, 1993), merumuskan bahwa tujuan pendidikan adalah untuk menghasilkan orang yang baik (to produce a good man). Kata al-Attas, “The aim of education in Islam is therefore to produce a goodman… the fundamental element inherent in the Islamic concept of education is the inculcation of adab.” (hal. 150-151).

Siapakah manusia yang baik atau manusia beradab itu? Dalam pandangan Islam, manusia seperti ini adalah manusia yang kenal akan Tuhannya, tahu akan dirinya, menjadikan Nabi Muhammad saw sebagai uswah hasanah, mengikuti jalan pewaris Nabi (ulama), dan berbagai kriteria manusia yang baik lainnya. Manusia yang baik juga harus memahami potensi dirinya dan bisa mengembangkan potensinya, sebab potensi itu adalah amanah dari Allah SWT.

Dalam al-Quran dikatakan, manusia diciptakan Allah untuk beribadah kepada-Nya (QS adz-Dzariyat: 56) dan menjadi khalifah Allah di muka bumi (QS al-Baqarah: 30). Manusia dikaruniai akal, bukan hanya hawa nafsu dan naluri. Tugas manusia di bumi berbeda dengan binatang. Manusia bukan hanya hidup untuk memenuhi syahwat atau kepuasan jasadiahnya semata. Ada kebutuhan-kebutuhan ruhaniah yang harus dipenuhinya juga. Semua fungsi dan tugas manusia itu akan bisa dijalankan dengan baik dan benar jika manusia menjadi seorang yang beradab.

Banyak orang Indonesia hafal bunyi sila kedua dari Pancasila, yaitu: “Kemanusiaan yang adil dan beradab.” Tapi, apakah banyak yang paham, sebenarnya, apa arti kata ”adil” dan kata ”beradab” dalam sila tersebut? Mungkin Presiden atau para pejabat negara juga tidak paham benar apa makna kata-kata “adil” dan “beradab”, sebab faktanya, banyak pejabat yang perilaku dan kebijakannya tidak adil dan tidak beradab. Lihatlah, banyak pejabat menggunakan mobil dan sarana mewah dengan uang rakyat, padahal begitu banyak rakyat yang kelaparan, kurang gizi, tidak bisa berobat dan kesulitan biaya pendidikan.

Di tengah jeritan banyak orang yang kesulitan biaya pendidikan sekolah anak-anaknya, muncul kebijakan membuat patung-patung di berbagai tempat dan program pelesiran ke berbagai negara. Tentu dengan uang rakyat. Saya pernah SMS seorang menteri karena meresmikan sebuah patung bernilai Rp 2 milyar. Ia menjawab, bahwa patung itu dibiayai oleh pengusaha, bukan dari anggaran negara. Meskipun begitu, menurut saya, tidak sepatutnya sang menteri meresmikan patung tersebut. Kita semakin sering mendengar pejabat berteriak, mari rakyat hemat BBM (Bahan Bakar Minyak), karena subsidi BBM sudah terlalu berat. Tapi, tengoklah, apakah mobil pejabat tersebut hemat BBM? Mobilnya impor; biaya operasionalnya ditanggung oleh uang rakyat, dan itu jelas boros. Kenapa Presiden dan para pejabat tidak menggunakan mobil yang sederhana dan hemat BBM? Tentu tidak menjadi soal jika mobil itu dibeli dengan uangnya sendiri dan BBM-nya juga beli sendiri, tidak menggunakan uang rakyat.

Mari kita lihat contoh lagi! Ini terjadi bukan hanya di kalangan pejabat, bahkan di kalangan ulama dan tokoh agama. Begitu sering kita mendengar seruan untuk menjadi orang taqwa. Kata ”taqwa” begitu mudah diucapkan; lancar didengarkan; pejabat bicara taqwa, ulama berkhutbah meyerukan taqwa. Ayat al-Quran juga sering dilantunkan: Yang paling mulia di antara kamu adalah orang yang taqwa (Inna akramakum ’inda-Allaahi atqaakum).

Bicara dan ngomong taqwa memang mudah. Tapi, apa benar-benar seruan taqwa itu dijalankan, bahkan oleh para ulama dan tokoh agama? Allah menyebutkan, bahwa yang paling mulia adalah yang paling taqwa, bukan yang paling banyak hartanya, bukan yang paling cantik wajahnya, bukan yang paling populer, dan juga bukan yang paling tinggi jabatannya. Pesan al-Quran jelas: hormatilah yang paling taqwa! Tapi, lihatlah contoh-contoh dalam kehidupan nyata.

Lihatlah, saat para tokoh agama menggelar hajatan perkawinan buat anak-nya. Apakah orang taqwa yang didahulukan untuk bersalaman atau pejabat tinggi yang dihormati dan didahulukan. Kadangkala, banyak orang-orang ”kecil” yang sudah mengantri selama berpuluh-puluh menit, bahkan berjam-jam, kemudian  harus dihentikan, karena ada pejabat atau mantan pejabat datang; ada orang terkenal datang.

Apakah perilaku seperti itu adil dan beradab? Suatu ketika kepada pimpinan suatu partai Islam saya usulkan, agar jangan banyak-banyak membuat bendera dan spanduk kampanye, karena begitu banyak jalan di sekitar kediaman calon-calon legislatif partai itu yang rusak dan berlobang. Lucunya, sang calon bukan membeli semen atau aspal untuk m memperpaiki jalan, tetapi malah mencetak poster dan profil dirinya lalu dibagi-bagikan kepada masyarakat sekitarnya. Seorang Ustad di Depok bercerita kepada saya, ia juga pernah menasehati seorang calon anggota legislatif yang datang kepada dirinya, meminta dukungan. Ustad itu menasehati sang calon, gunakan uang kampanye Anda untuk membantu pedagang-pedagang muslim di pasar-pasar rakyat yang kini terjepit rentenir. Ini nasehat yang sangat baik, agar seorang aktivis politik muslim bersikap adil dan beradab.

Lalu, apakah yang dimaksud dengan makna ”adil” dan ”beradab” dalam sila kedua Pancasila?

Seperti diketahui, rumusan sila kedua itu merupakan bagian dari Piagam Jakarta yang dilahirkan oleh Panitia Sembilan BPUPK, tahun 1945, dan kemudian disahkan dan diterima oleh bangsa Indonesia, sampai  hari ini.  Sila kedua ini juga lolos dari sorotan berbagai pihak yang keberatan terhadap sebagian isi Piagam Jakarta, terutama rumusan sila pertama yang berbunyi: Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.

Jika dicermati dalam sudut ”pandangan-alam Islam” (Islamic worldview), lolosnya sila kedua sebagai bagian dari Pancasila, itu cukup menarik.  Itu menunjukkan, pengaruh besar dari konsep Islam terhadap rumusan sila kedua tersebut. Perlu dicatat, rumusan sila kedua itu sangat berbeda dengan rumusan yang diajukan oleh  Bung Karno pada 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPK. Ketika itu, Bung Karno mengusulkan “lima sila” untuk Indonesia Merdeka, yaitu: (1) Kebangsaan Indonesia (2) Internasionalisme atau Perikemanusiaan (3) Mufakat atau Demokrasi (4) Kesejahteraan Sosial (5) Ketuhanan.

Jadi, berdasarkan sila kedua Pancasila yang resmi berlaku, maka konsep kemanusiaan  yang seharusnya dikembangkan di Indonesia adalah kemanusiaan yang adil dan beradab; bukan kemanusiaan yang zalim dan biadab. Pertanyaannya kemudian, pandangan alam manakah yang bisa menjelaskan makna ”adil” dan ”adab” secara tepat?  Jawabnya, tentu ”Pandangan-alam Islam”. Sebab, kedua istilah dan konsep itu memang istilah yang khas Islam. Cobalah simak dan cermati, apakah ada padanan kata yang tepat untuk istilah ”adil” dan ”adab” dalam bahasa-bahasa yang ada di wilayah Nusantara? Apakah bahasa Jawanya ”adil”? Apakah bahasa Sundanya ”adab”?

Bisa disimpulkan, kedua istilah dan konsep itu – yakni ”adil” dan ”adab” – mulanya memang hanya ditemukan dalam konsep Islam, dan karena itu harus dicarikan maknanya dalam Islam. Minimal, tidaklah salah, jika orang Muslim di Indonesia menafsirkan kedua istilah itu secara Islami. Rumusan sila kedua Pancasila itu menunjukkan, bahwa Pancasila sejatinya bukan sebuah konsep sekular atau konsep netral agama, sebagaimana sering dipaksakan penafsirannya selama beberapa dekade ini.

Masuknya kata ”adil” dan ”adab” dalam rumusan Pancasila, sebenarnya merupakan indikasi yang lebih jelas tentang cukup kuatnya pengaruh pandangan-alam Islam (Islamic worldview) pada rumusan Pancasila. Itu juga ditandai dengan terdapatnya sejumlah istilah kunci lain yang maknanya sangat khas Islam, seperti kata “hikmah” dan “musyawarah”.  Karena dua kata – adil dan adab — ini jelas berasal dari kosakata Islam, yang memiliki makna khusus (istilaahan), maka hanya bisa dipahami dengan tepat jika dirunut pada pandangan-alam Islam.

Kata ”adil” adalah istilah “khas” yang terdapat dalam banyak sekali ayat al-Quran. Sebagai contoh dalam al-Quran disebutkan, (yang artinya): “Sesungguhnya Allah memerintahkan berlaku adil dan berbuat ihsan dan memberi kepada keluarga yang dekat  dan melarang dari yang keji, dan yang dibenci, dan aniaya. Allah mengingatkan kalian, supaya kalian ingat.” (QS 16:90).

Prof. Hamka, dalam Tafsir Al-Azhar,  menjelaskan tentang makna adil dalam ayat ini, yaitu  “menimbang yang sama berat, menyalahkan yang salah dan membenarkan yang benar, mengembalikan hak kepada yang empunya dan jangan berlaku zalim, aniaya.” Lawan dari adil adalah zalim, yaitu memungkiri kebenaran karena hendak mencari keuntungan bagi diri sendiri; mempertahankan perbuatan yang salah, sebab yang bersalah itu ialah kawan atau keluarga sendiri. “Maka selama keadilan itu masih terdapat dalam masyarakat, pergaulan hidup manusia, maka selama itu pula pergaulan akan aman sentosa, timbul amanat dan percaya-mempercayai,” tulis Hamka.

Jadi, adil bukanlah sama rata-sama rasa. Konsep adil adalah konsep khas Islam yang oleh orang Islam, seharusnya dipahami dari perspektif pandangan-alam Islam, karena konsep ini terikat dengan konsep-konsep Islam lainnya. Jika konsep adil dipahami dalam kerangka pandangan-alam Barat (western worldview), maka akan berubah maknanya. Sejumlah aktivis ”Kesetaraan Gender” atau feminis liberal, yang berpedoman pada konsep “setara” menurut pandangan-alam Barat, misalnya, mulai menggugat berbagai ajaran Islam yang dinilai menerapkan diskriminasi antara laki-laki dan perempuan.

Dipertanyakan, misalnya, mengapa aqiqah untuk bayi laki-laki, misalnya,  adalah dua kambing dan aqiqah untuk bayi perempuan adalah 1 kambing. Konsep itu dinilai tidak adil dan diskriminatif. Dalam Islam, laki-laki berhak menjadi imam shalat bagi laki-laki dan perempuan adalah adil. Menurut konsep yang lain,  bisa dikatakan tidak adil. Dalam pandangan demokrasi Barat, tidak ada pembedaan antara hak “orang jahat” dengan”orang baik” dalam kesaksian dan berbagai aspek kehidupan lainnya. Bagi hukum pidana yang berlaku sekarang, dianggap adil jika Presiden – yang tidak ada hubungan keluarga apa pun – berhak memberikan grasi kepada seorang terhukum.

Tetapi, dalam Islam, yang lebih adil adalah jika hak pengampunan itu diberikan kepada keluarga korban kejahatan. Jadi, kata adil, memang sangat beragam maknanya, tergantung pandangan-alam apa yang digunakan. Sejumlah kalangan, dengan alasan HAM,  menilai aturan Islam tidak adil, karena melarang wanita Muslimah menikah dengan laki-laki non-Muslim. Juga dengan dasar yang sama, mereka menuntut keadilan, agar kaum homoseksual dan lesbian juga diberikan hak yang sama untuk diakui keabsahan pernikahan mereka, sebagaimana pernikahan kaum hetero. Lama-lama, bisa juga mereka menuntut hak untuk pengesahan perkawinan manusia dengan binatang, dengan alasan, tidak mengganggu orang lain. Ada juga tuntutan hak untuk mati, sebagaimana hak untuk hidup. Dan sebagainya. Karena itu, jika istilah “adil” dalam sila kedua – Kemanusiaan yang adil dan beradab – dilepaskan maknanya dari sudut pandangan-alam Islam, maka akan terlepas pula maknanya yang hakiki.

Bagi kaum Muslim, khususnya, cendekiawan Muslim Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas mengingatkan perlunya memperhatikan masalah penggunaan bahasa atau istilah-istilah dasar dalam Islam dengan benar agar jangan sampai terjadi kekeliruan yang meluas dan kesilapan dalam memahami Islam dan pandangannya tentang hakikat dan kebenaran. Menurut Prof. Naquib, banyak istilah kunci dalam Islam yang kini menjadi kabur dipergunakan sewenang-wenang sehingga menyimpang dari makna yang sebenarnya. Ia menyebutnya sebagai penafi-islaman bahasa (de-Islamization of language).

Contoh kasus penafi-islaman bahasa adalah pemaknaan istilah “keadilan” yang diartikan sebagai “tiada menyebelahi mana-mana pihak, dan menyamaratakan taraf tanpa batasan, atau sebagai tata cara belaka. Contoh lain, penyalahpahaman makna istilah adab, yang diartikan hanya sebagai adat peraturan mengenai kesopanan, yang lazimnya merupakan amalan berpura-pura sopan. (Lihat, Syed Muhammad Naquib al-Attas, Tinjauan Peri Ilmu dan Pandangan Alam (Pulau Pinang: Universiti Sains Malaysia, 2007)).

Mudah-mudahan rumah tangga kaum Muslim dan lembaga-lembaga pendidikan Islam di Indonesia benar-benar mampu melahirkan manusia-manusia yang adil dan beradab, sebagaimana yang telah dikonsepkan dalam Islam; bukan manusia yang zalim dan biadab! [Bogor, Juli 2010/hidayatullah.com]

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama Radio Dakta 107 FM dan www.hidayatullah.com

  1. July 31, 2010 at 2:36 am | #1

    Hanya pendidikan Agama ( Islam )yang mengajarkan berlaku Adil da ber Adab. Pendidikan Umum (Sekolah) tidak. Jadi marilah kita menyeru anak bangsa kembali ke PESANTREN ( Salafiyah)

  2. Herwitz
    July 31, 2010 at 2:34 pm | #2

    Hanya pendidikan agama (Islam)??? Wkwkwkwk… suatu klaim tanpa bukti. Terlalu menghibur diri…!!!

    Kenyataannya justru tamatan pesantren itu rata-rata tidak jadi “orang” dan malah menjadi kaum fundamentalis (agama). Saya pribadi seh lebih kagum dengan tamatan non-pesantren yang mana terbukti sering mengharumkan nama bangsa dengan prestasi-prestasi serta penemuannya yang luar biasa dan berguna.

    Salam

  3. Keong Racun
    July 31, 2010 at 2:49 pm | #3

    @ Herwitz

    iya..iya..iya..iya tepuk kaki buat herwitz… pakpakpakpakpak..

  4. August 1, 2010 at 4:01 am | #4

    :-)

  5. Paulus Nabi Palsu
    August 1, 2010 at 11:39 am | #5

    @ Herwitz

    Orang2x macem elo itulah yg bikin hancur Negara Indonesia tercinta. Elo aza kagak percaye adanya Tuhan, Islam kagak, Kristen kagak, Hindu kagak, Budha jg kagak makanya akal elo udah rusak berantakan alias gak waras karena udah jd A-theis

    Wakakakakaka…..

  6. Herwitz
    August 1, 2010 at 12:03 pm | #6

    Xixixixi… jawaban khas orang2 theis ====> menuduh tanpa bukti.
    :lol: :lol: :lol:

  7. Paulus Nabi Palsu
    August 1, 2010 at 12:36 pm | #7

    @ Herwitz

    Lo mo bukti ? gue tantang elo berani kagak nunjukin KTP elo sekarang unt membuktikan elo beragama ato tidak ? Gimanaaaa ? ayo, sekarang jujur lo, opo agama lo ? kalo di KTP elo tertulis ATHEIS gue jamin besok DROP OUT lo dari TK elo hehehe….

    Kalo pd ktp ELO tertulis nama salah satu agama berarti ELO orang MUNAFIK murahan yg gak bisa berdiskusi.

    Dasar gak nyambung lo ! hehehe…

  8. Herwitz
    August 1, 2010 at 1:37 pm | #8

    Xixixixi…
    Komentarmu itu tuh yang gak nyambung!!!

    Aku minta bukti pernyataanmu yg ini, “Orang2x macem elo itulah yg bikin hancur Negara Indonesia tercinta”. Ehh malah balik nanya’in KTP segala. Lucu…lucu…lucu…!!!

    Wkwkwkwk,,, terbukti neh orang kebanyakan nonton video “Keong Racun”. :lol:

  9. Paulus Nabi Palsu
    August 2, 2010 at 9:56 am | #9

    @ Herwitz

    yaaahh… pake nanya lagi nih anak! Negara Indonesia adalah Berasarkan Ketuhanan YME artinya Semua yg mengaku menjadi warga negara Indonesia percaya akan adanya Tuhan. Kagak bise jd warga negara Indonesia kalo gak menganut agama alias percaye ama Tuhan.

    Nah, elo khan jg termasuk warga negara Indonesia dan punya KTP, bener opo betuuuuul? hehehe…. nah di KTP elo itu khan tertulis elo menganut agama, lalu kenape elo bilang elo atheis ? aya aya wae lo …

    makanya gue bilang org2x macem elo inilah yg bikin hancur Indonesia tercinta, wong elo munafik beragama cuman di KTP doang padahal sebenarnya anti agama alias ATHEIS

    udah NGertos lo ? kalo belom ke laut aze deh lo

  10. Herwitz
    August 2, 2010 at 3:12 pm | #10

    Wkwkwkwkwk…..
    Kata siapa orang atheis anti-agama??? Kata Pak Kyai yaa??? Pantesan!!! :lol:

    Asal kamu tau, agama Buddha yang diakui di Indonesia juga tidak mengenal adanya Pencipta (Tuhan). Begitu juga dalam agama Hindu yang di dalamnya terkandung banyak konsep ketuhanan ===> monotheisme, pantheisme, panentheisme, bahkan atheisme. Nah, aku sendiri beragama Hindu yang menganut konsep atheisme.

    Ketawa lagi ahhh…
    Wkwkwkwkwkkwkwkwkwwkwkwkkkkkk…. :lol: :lol: :lol:

  11. bagas
    August 2, 2010 at 6:51 pm | #11

    Menurut gua, mau pesantren ato sekolah umum sama aja.. negara kita ada masalah besar di bidang pendidikan.
    Gua rasa yang salah adalah yang membuat sistim pendidikan di kita. ini masalah besar, kita punya standar yang salah. bahkan sekarang bukan mutu pendidikan yang naik tapi komersialitas pendidikan.

    Jujur aja, banyak ‘orang jadi’ di indonesia itu bukan dari pendidikan formal yang dominan. either dari keluarganya yang bagus / lingkungan / teman / organisasi. Bahkan banyak yang baru dapat pendidikan yang benar setelah dia keluar dari dunia pendidikan, maksudnya baru didapat ketika kerja. Jadi dimana peran Negara Indonesia dalam meciptakan sistim pendidikan yang baik disini?

    So untuk yang berkecimpun di dunia pendidikan tolong diperhatikan, gimana untuk mendidik murid/siswa/mahasiswa jadi mahasiswa yang ‘bener’ (istilah diatas: produce a good man). Ga cuma ‘akal’ yang baik, tapi ‘hati’ juga.

  12. Muslim
    August 2, 2010 at 7:09 pm | #12

    @ Herwitz
    Basi loe..!!!!

  13. Paulus Nabi Palsu
    August 3, 2010 at 9:40 am | #13

    @ Herwitz

    Hehehe….. ngakak gue baca komen lo! baru kali ini ada manusia yg bilang Hindu yang Atheis, wakakaka…

    dari kalimat ‘ Hindu yg Atheis’ aza udah kelihatan kontradiksinya. Hindu ajaran yg mengandung polytheisme sedangkan Atheis ajaran yg anti theisme (anti Tuhan)

    NGACOOO DEH LO.

    lo kate :Asal kamu tau, agama Buddha yang diakui di Indonesia juga tidak mengenal adanya Pencipta (Tuhan). Begitu juga dalam agama Hindu yang di dalamnya terkandung banyak konsep ketuhanan ===> monotheisme, pantheisme, panentheisme, bahkan atheisme. Nah, aku sendiri beragama Hindu yang menganut konsep atheisme.

    –> komen lo secara langsung menyinggung ajaran Budha dan Hindu. Gue jamin kalo ada netter di blog ini yg beragama Budha dan Hindu yg baca komen lo pasti bakal ‘babak belur’ lo dibuat mereka.

    Herwiiiitz…. Herwitz nganyut aza deh lo

  14. August 3, 2010 at 9:57 am | #14

    Mana nih para Bhudist and Hindust ?

    Apa gak ada pembelaannye digituin ama si Herwitz, mahluk planet Nibiru yang kesasar tahun 1990 an ?

    Herwitz terang-terangan ngomong bahwa Budha dan Hindu gak mengenal adanya Tuhan Pencipta, yang artinya atheis semua. Apa iya nih kata ente-2 para umat Budha dan Hindu …..

    Witz ! Lu siap-siap ya hadapi mereka.
    Sebentar lagi marekas pasti pada nongol ngomenin elo, he, he, heee …..

  15. pembela
    August 3, 2010 at 2:36 pm | #15

    @ coment no.1

    lulusan pesantren bnyak yg jd terorist om,… he,…3x

  16. August 3, 2010 at 2:42 pm | #16

    Mendingan pesantren euy … masih pada ngetren
    Lha, perguruan …. banyak yang jadi buruan, he, heeee ….

  17. pembela
    August 3, 2010 at 2:53 pm | #17

    @ Atas

    lulusan pesentran setelah lulus jual klapa hijau ato bom sana-sini kyak amrosi cs

    lulusan perguruan tinggi,.. ???? wuih,… wuih,.. jawab sendiri om,…

  18. August 3, 2010 at 2:57 pm | #18

    NGANGGUUUUUUUUUUR !!!!!!!

  19. Herwitz
    August 3, 2010 at 3:11 pm | #19

    @ Paul Si Gurita & Caplin:

    Kata kalian:
    dari kalimat ‘ Hindu yg Atheis’ aza udah kelihatan kontradiksinya. Hindu ajaran yg mengandung polytheisme sedangkan Atheis ajaran yg anti theisme (anti Tuhan).

    Herwitz terang-terangan ngomong bahwa Budha dan Hindu gak mengenal adanya Tuhan Pencipta, yang artinya atheis semua. Apa iya nih kata ente-2 para umat Budha dan Hindu …..
    _______________________________
    Saya tidak pernah tuh bilang Hindu itu atheis. Yang saya katakan, dalam agama Hindu terdapat berbagai macam konsep ketuhanan yakni monotheisme, pantheisme, panentheisme, dan juga atheisme. Perlu diketahui, agama Hindu tidak mengenal konsep politheisme. Mungkin kalian berkesimpulan begitu karena melihat cara bersembahyang orang Hindu yang menyembah banyak perwujudan dari Tuhan yang Satu. Nah, kalau agama Buddha sendiri memang tidak mengakui adanya Pencipta, walaupun memang ada beberapa umat Buddha yang mempercayai eksistensi Tuhan.
    .
    .
    Kata kalian:
    komen lo secara langsung menyinggung ajaran Budha dan Hindu. Gue jamin kalo ada netter di blog ini yg beragama Budha dan Hindu yg baca komen lo pasti bakal ‘babak belur’ lo dibuat mereka.

    Witz ! Lu siap-siap ya hadapi mereka.
    Sebentar lagi marekas pasti pada nongol ngomenin elo, he, he, heee …..
    _______________________________
    Wkwkwk… menyinggung???
    Terbukti neh pengetahuan kalian ttng agama2 Dharmik sangat minim. Udah tau begitu bukannya malah menambah ilmu (dengan membaca), ehh malah sok tau dan menuduh komenku bakal menyinggung mereka. Xixixixi…. memalukan!!!
    .
    .
    Salam

  20. Herwitz
  21. Herwitz
  22. Paulus Nabi Palsu
    August 3, 2010 at 3:16 pm | #22

    @ Pembela

    elo kagak usah belagu deh! semua orang jg udah pade tau kalo ketika zaman orang Eropa masih tenggelam dalam abad kegelapan, dunia Islam udah mencapai zaman keemasan.

    kalo lo mo diskusi masalah ini gue siap ngeladeni lo.

  23. Herwitz
  24. Herwitz
    August 3, 2010 at 3:24 pm | #24

    http://wirajhana-eka.blogspot.com/2008/10/from-hero-to-zero-ini-reinkarnasi-bro.html

    Silakan baca yang bagian “reinkarnasi menurut Buddha”.

  25. Herwitz
  26. Paulus Nabi Palsu
    August 3, 2010 at 3:34 pm | #26

    @ Herwitz

    Hehehe…. kenape lo ngeles ? takut lo ye dibantai ama netter beragama Budha dan Hindu ?

    nih gue copy pastekan bulet2x lg komen elo sbb :

    lo kate : Asal kamu tau, AGAMA BUDDHA yang diakui di Indonesia juga TIDAK MENGENAL ADANYA PENCIPTA (TUHAN). BEGITU JUGA juga dalam AGAMA HINDU yang di dalamnya terkandung banyak konsep ketuhanan ===> monotheisme, pantheisme, panentheisme, bahkan atheisme. Nah, aku sendiri beragama Hindu yang menganut konsep atheisme.

    –> Lo buka mate lebar2x dan perhatiin itu komen elo yg gue tandai dengan huruf kapital seperti tertera pd komen lo no #10 tanpa gue tambahi dan kurangi sedikitpun kata2xnya.

    Disitu tertulis dengan sangat jelas bahwasanya elo menuduh BAIK AGAMA BUDDHA MAUPUN HINDU TIDAK MENGENAL ADANYA PENCIPTA (TUHAN).

    lalu kenape elo sekarang pake NGELES :

    “Saya tidak pernah tuh bilang Hindu itu atheis. Yang saya katakan, dalam agama Hindu terdapat berbagai macam konsep ketuhanan yakni monotheisme, pantheisme, panentheisme, dan juga atheisme. Perlu diketahui, agama Hindu tidak mengenal konsep politheisme. Mungkin kalian berkesimpulan begitu karena melihat cara bersembahyang orang Hindu yang menyembah banyak perwujudan dari Tuhan yang Satu. Nah, kalau agama Buddha sendiri memang tidak mengakui adanya Pencipta, walaupun memang ada beberapa umat Buddha yang mempercayai eksistensi Tuhan.”

    ???????????????????

    sekarang sopo yg ngeles ? gue opo elo ? heran gua…

    yg bikin gue semakin heran ketika elo komen :

    …Nah, kalau agama Buddha sendiri memang tidak mengakui adanya Pencipta, WALAUPUN memang ada beberapa umat Buddha yang mempercayai eksistensi Tuhan…

    hehehe… kenape elo awalnya komen Agama Buddha dari tidak mengakui adanya Pencipta berubah jadi ada beberapa umat Buddha yang mempercayai eksistensi Tuhan ?

    Bukankah bertolak belakang itu namanya ? hehehe…

    Herwiiiitz…. herwitz lama2x elo jago ngeles jg deh kayak si Pembela

  27. August 3, 2010 at 3:44 pm | #27

    @Paulus Nabi Palsu
    @Temen-2 sekalian.

    Ini saya sajikan PERSAMAAN antara Pembela dan Herwitz :

    SAMA-SAMA MUNAFIK !

    PROFIL PEMBELA :

    Pembela berkata (pada Blog sebelah “Hujatan Kepada Muslim”)
    Agustus 2, 2010 pada 3:43 pm
    @ Teman2 kristiani

    Tolong jangan mudah terpancing emosi,… jika berdebat mari kita gunakan kata2 yg baik dan sopan..

    “thx “n gbu

    Eee .. baru beberapa komen aja udah ngomong begini

    Pembela berkata :
    Agustus 3, 2010 pada 2:36 pm

    lulusan pesantren bnyak yg jd terorist om,… he,…3x

    PROFIL HERWITZ ;

    SEBELUMNYA NGOMONG BEGINI :
    lo kate : Asal kamu tau, AGAMA BUDDHA yang diakui di Indonesia juga TIDAK MENGENAL ADANYA PENCIPTA (TUHAN). BEGITU JUGA juga dalam AGAMA HINDU yang di dalamnya terkandung banyak konsep ketuhanan ===> monotheisme, pantheisme, panentheisme, bahkan atheisme. Nah, aku sendiri beragama Hindu yang menganut konsep atheisme.

    KEMUDIAN NGOMONG BEGINI :
    “Saya tidak pernah tuh bilang Hindu itu atheis. Yang saya katakan, dalam agama Hindu terdapat berbagai macam konsep ketuhanan yakni monotheisme, pantheisme, panentheisme, dan juga atheisme. Perlu diketahui, agama Hindu tidak mengenal konsep politheisme. Mungkin kalian berkesimpulan begitu karena melihat cara bersembahyang orang Hindu yang menyembah banyak perwujudan dari Tuhan yang Satu. Nah, kalau agama Buddha sendiri memang tidak mengakui adanya Pencipta, walaupun memang ada beberapa umat Buddha yang mempercayai eksistensi Tuhan.”

    SAMA KAN ? SAMA-SAMA MUNAFIK !!!!

    MAU DITARUH DIMANA MUKAMU NAK … HE, HE, HE, HEEEE …..

  28. August 3, 2010 at 3:45 pm | #28

    HERWITZ = PEMBELA = MINAFIK = NGELES = KABUR-BUR-BUR-BUUUURR ….

  29. isa
    August 3, 2010 at 4:01 pm | #29

    @ pembela
    lulusan sekolah nasrani amerika :
    1. teroris
    Contoh : mantan presiden2 amerika.

    rosevelt, menjatuhkan bom atom di jepang. jutaan orang tewas.

    perang vietnam, perang korea, perang irak, afghanistan, penyokong utama israel yg tlh mmbunuh org palestina.
    pokoknya amerika ini negara yg suka perang dg mengatasnamakan demokrasi

    2. produsen senjata

    3. sekolah teologi meluluskan pendeta pedofil.

    4. banyak negara barat melegalkan :
    judi, perkawinan sejenis, prostitusi.
    segala bentuk kemaksiatan ada di barat.

    Mata pembela lg buta ya

  30. Paulus Nabi Palsu
    August 3, 2010 at 4:09 pm | #30

    @ Caplin

    Mantabs Bro

    @ Isa

    Matanya gak buta tapi mata ‘hati’nya yg buta hehehe

  31. August 3, 2010 at 4:09 pm | #31

    UNTUK HERWITZ :

    WITZ, WITZ …. ROH LU MENCLA-MENCLE, SIH … JADI SIAP-SPA YEH NGADEPIN NETTER BUDHA AND HINDU ASLI, BUKAN PALU KAYAK ELU, HE, HEEE.

    UNTUK PEMBELA :

    PEMBELA, PEMBELA …. GIMANA MAU JADI PEMBELA KRISTEN KALO KOMENNYA MENCLA-MENCLE BEGINI. PENSIUN AJA DAH !

    UNTUK HERWITZ DAN PEMBELA :
    BERHUBUNG ELU BERDUA MERUPAKAN PASANGAN YANG AMAT SERASI (SAMA-SAMA MUNAFIK) MENDINGAN ELO-ELO GABUNGIN AJA KEYAKINAN LU JADI A-KRIS, HE, HE, HEEEE …..

  32. August 3, 2010 at 4:14 pm | #32

    Wah, wah, wah, waaaaahhhh … sial ketinggalan cerita.
    Keliatannya adayang “KO” nih !

    Gua turut berduka cita yeh, hik, hik, hik, hik …..
    Semoga teman-temen yang dibelanye dikuatkan hatinye yeh, hik, hik ….

  33. Herwitz
    August 3, 2010 at 4:27 pm | #33

    @ Paul Si Gurita

    Katamu:
    –> Lo buka mate lebar2x dan perhatiin itu komen elo yg gue tandai dengan huruf kapital seperti tertera pd komen lo no #10 tanpa gue tambahi dan kurangi sedikitpun kata2xnya. Disitu tertulis dengan sangat jelas bahwasanya elo menuduh BAIK AGAMA BUDDHA MAUPUN HINDU TIDAK MENGENAL ADANYA PENCIPTA (TUHAN).
    __________________________________
    Aduhhh…. orang toloy memang susyah diajak ngomong.

    Pernahkah aku berkata, agama Hindu itu PASTI dan HANYA atheis??? Sangat jelas pada komenku itu, aku tidak pernah berkata demikian. Justru yang aku katakan adalah “”…begitu juga dalam agama Hindu yang di dalamnya TERKANDUNG banyak konsep ketuhanan ===> monotheisme, pantheisme, panentheisme, bahkan atheisme.”" Seperti halnya seorang manusia yang terdiri dari kepala, badan, dan anggota gerak. Apakah itu artinya aku mengatakan bahwa manusia itu PASTI dan HANYA kepala??? Tidak kan?!?! Yeah, semoga saja kamu mengerti.
    .
    .
    Katamu:
    hehehe… kenape elo awalnya komen Agama Buddha dari tidak mengakui adanya Pencipta berubah jadi ada beberapa umat Buddha yang mempercayai eksistensi Tuhan ? Bukankah bertolak belakang itu namanya ? hehehe…
    _________________________________
    Silakan kamu bandingkan komenku yg pertama dan kedua:

    1) “”"Asal kamu tau, AGAMA BUDDHA yang diakui di Indonesia juga tidak mengenal adanya Pencipta (Tuhan).”"”

    2) “”Nah, kalau AGAMA BUDDHA sendiri memang tidak mengakui adanya Pencipta, walaupun memang ada beberapa UMAT Buddha yang mempercayai eksistensi Tuhan”"

    Apakah AGAMA = UMAT??? Ckckckck….. sangat tampak kamu itu adalah orang yang TIDAK CERMAT dan ASAL NGOMONG!!!
    .
    .
    Salam

  34. Herwitz
    August 3, 2010 at 4:31 pm | #34

    @ Caplin, Fans, dan Logika

    Wkwkwkwk… kalian sama saja bodohnya dengan @ Paul Si Gurita!!! Sekali bodoh tetap saja bodoh!!! :lol: :lol: :lol:

    Aduh malunya jadi orang bodoh tetapi sok tau!!! Xixixixi…

  35. Paulus Nabi Palsu
    August 3, 2010 at 4:38 pm | #35

    @ Herwitz

    Udeh stress lo ye ? apa elo sadar sekarang elo sedang mempertontonkan kebodohan elo sendiri dengan menjadi bahan tertawaan makanya pake ilmunya si Pembela yakni ilmu ngeles ??? ngomong pake dipotong2x diplintir kesana kesini ??

    aya aya wae lo….

  36. August 3, 2010 at 4:42 pm | #36

    JADI INGET AMA LAGUNYA DEDDY DORES BEGINI :

    Malu, aku malu ….
    Pada semut merah ….
    Yang terbaring di sini ….
    Menatapku curiga ….
    Seakan penuh tanya ….
    Sedang apa ku disini ….
    menanti Fajar dan waktu ….

    Sungguh aneh tapi nyata ….
    Tanpa curiga ….
    Kisah kasih di sekolah ….
    Dengan si dia ….

    Tiada kisah paling indah ….
    Kisah kasih di sekolah ….

    Tiada kisah paling indah ….
    Kisah kasih di sekolah ….

    TINGGAL DIGANTI AJA JADI OBJEKNYA JADI BEGINI :

    SIAL, aku SIAL ….
    Pada REKAN DEBAT ….
    Yang TERLIBAT di sini ….
    MENANTANGKU DEBAT ….
    Seakan penuh tanya ….
    Sedang apa ku disini ….
    Menanti NGELES dan KABUR ….

    Sungguh aneh tapi nyata ….
    Tanpa RASA BERSALAH ….
    Kisah KECELE di INTERNET ….
    Dengan NETER MUSLIM ….

    Tiada kisah paling MEMALUKAN ….
    KETAHUAN BOHONG di INTERNET ….

    Tiada kisah paling MEMALUKAN ….
    KETAHUAN BOHONG di INTERNET ….

    HE, HE, HEEE ….

  37. fans
    August 3, 2010 at 4:57 pm | #37

    Witz.
    gw ko di bawa-bawa seh, gw kan ga ikutan diblog ini…


    gw kan cuman ikutan baca… jangan dibawa-bawa dong…..

    -

  38. fans
    August 3, 2010 at 4:58 pm | #38

    ngatain bego lagi…
    gw aja g pernah ngatain gitu ke elo witz..

    kecewa dah gw

  39. Herwitz
    August 3, 2010 at 5:03 pm | #39

    @ Fans

    Hohoho… sorry euy. Salah ngetik nama. :mrgreen:

  40. August 3, 2010 at 5:13 pm | #40

    HA, HA, HA, HAAAA …..
    HI, HI, HI, HIIII …..
    HE, HE, HE, HEEEE …..

    NAMANYA JUGA LAGI KETANGKEP BASAH … YA GROOOOGI, MAN !

  41. Herwitz
    August 3, 2010 at 5:16 pm | #41

    Wkwkwkwk… Mas Paul an Mas Caplin lagi membuat alibi neh!! Monyet kok teriak monyettt… nggak masyuk akal!!! :lol:

  42. August 4, 2010 at 7:45 am | #42

    DENGAN LAPANG DADA GUA PERSILAHKAN ELO GANTI NAMA ELU YANG UDAH AMBURADUL ITU SECEPAT-CEPATNYA WITZ … ITU JUGA JIKA ELU EMANG MASIH PENGEN EKSIS DI DUNIA ATHEIS LUH, HE, HE, HEEE …..

  43. daud yusuf
    August 4, 2010 at 4:21 pm | #43

    seandainya saja orang-orang kafir itu .. mampu membuat seekor nyamuk .. atau menumbuhkan selembar daun … atau membuat 1 halaman saja seperti al Qur’an yang dihafalkan, dan dibaca dengan indah bermacam cara … tentu saya akan membenarkan segala perkataannya …

  44. faz
    August 5, 2010 at 8:11 pm | #44

    check, check. 1 2 3

  45. August 9, 2010 at 10:39 am | #45

    @Rekan-2 muslim

    TIADA AWAN … TIADA HUJAN
    TIADA KEBAHAGIAAN …. TANPA PUASA RAMADHAN

    SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1431 HIJRIAH
    MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN

    WASALAM.

  46. fans
    August 9, 2010 at 11:40 am | #46

    @Rekan-2 muslim

    Menjelang Puasa ini, seumpama ada salah-salah kata saya pribadi mohon Keihklasannys untuk memaafkan

    SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1431 HIJRIAH
    MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN

    WASALAM.

  47. August 9, 2010 at 6:16 pm | #47

    @Rekan-2 muslim

    Gua ikutan dong !

    SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1431 HIJRIAH
    MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN

    WASALAM.

  1. No trackbacks yet.

KIRIM KOMENTAR

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 235 other followers