Dialog antara Muslim Gunaya dan non Muslim terus diintensifkan, Akhirnya muncul simpati
-Dr Sabeel Ahmed seolah tak percaya dengan yang dilihatnya. Ketika menuju hotel setiba dari bandara, direktur GainPeace Project itu menyaksikan banyak sekali masjid di sepanjang jalan yang dilalui. Adzan bergema dari tiap masjid itu.
Jamaah pria dengan kopiahnya, maupun jamaah wanita yang berjilbab, tampak bersemangat hendak melaksanakan ibadah shalat fardhu. Sejenak dia berpikir, apakah dirinya sedang di Pakistan, atau di negara di Timur Tengah?
Pada kenyataannya, Dr Sabeel berada di Guyana. Sebagian masyarakat dunia mungkin belum mengenal Guyana, namun yang jelas, di negara ini umat Muslim bukan merupakan mayoritas.
Mengutip laman wikipedia, Guyana adalah negara kecil di pesisir utara Amerika Selatan. Luasnya sekitar 214 ribu meter persegi. Populasi penduduk kurang dari satu juta jiwa, tepatnya 777 ribu jiwa pada tahun 2006.
Tapi, di sinilah, agama Islam menemukan momentumnya. Bahkan termasuk yang paling pesat perkembangannya di kawasan. Salah satu indikator adalah jumlah masjid yang cukup banyak di negeri itu.
Seperti dicatat Organisasi Islam Pusat Guyana (CIOG), terdapat sekitar 145 unit masjid. Sarana ibadah itu tersebar di seluruh penjuru negara. Padahal komunitas Muslim sendiri mencakup sekitar 7 persen dari populasi.
Lebih lanjut Dr Sabeel melukiskan kehidupan keagamaan umat Muslim di Guyana. Beberapa waktu lalu, Dr Sabeel berkesempatan berkunjung ke negara yang bertetangga dengan Brazil ini, untuk kegiatan dakwah dan presentasi mengenai agama Islam.
Dirinya merasakan kegairahan beragama di kalangan umat. Setiap acara yang dihadiri Dr Sabeel, senantiasa disambut antusias warga Muslim. Mereka seolah haus akan syiar dan bimbingan agama.
Sejak beberapa tahun terakhir, Umat Muslim setempat mengekspresikan semangat itu pada sebuah kegiatan besar, bertajuk Festival Islam. Acara berlangsung sepekan penuh, dilakukan di kota-kota besar, sampai ke desa. Beragam aktivitas keagamaan digelar, juga mengundang tokoh-tokoh Muslim dari luar negeri. “Islam sedang menuju era baru di kawasan Amerika Selatan,” kata Dr Sabeel lagi.
Pada festival yang kini rutin diselenggarakan setiap tahun, pesan dan informasi tentang Islam disebarluaskan. Tausiyah mengisi relung jiwa, baik di kota, desa, jalan-jalan, sekolah, hingga kampus. Melalui televisi dan media lain, kalangan di luar Islam bisa turut memberi perhatian.
”Saya telah melakukan sebanyak 24 presentasi dan dakwah, juga berbicara di lima stasiun televisi,” kata Dr Sabeel bangga, dalam tulisannya berjudul /Islam Spreading Fast in South America/.
Menurutnya, umat Muslim Guyana mamandang ajaran Islam sebagai pegangan kehidupan. Itu dijalankan secara nyata. Islam menjadi solusi dari setiap permasalahan. Selain juga acuan dalam membina kerukunan dan toleransi antaragama.
Hal itu dialami langsung oleh Dr Sabeel. ”Seusai saya menyampaikan presentasi tentang Islam, seorang peserta non Muslim berdiri, dan berkata ingin mengikuti anjuran Rasulullah SAW dalam menjaga kesehatan,” ungkapnya.
Kebetulan, saat itu dia menguraikan aspek kesehatan tuntunan Nabi, termasuk bisa mencegah obesitas atau kegemukan. Dengan hubungan yang sangat cair semacam itu, tak heran, jarang terjadi konflik atau gesekan di tingkat komunal karena dipicu perbedaan keyakinan.
Warga non Muslim menghormati warga Muslim, begitu pula sebaliknya. ”Kesalahpahaman terhadap Islam sangat sedikit, tidak seperti di negara lain,” sambung dia.
Dialog antara Muslim dan non Muslim terus diintensifkan. Akhirnya muncul simpati. Cukup banyak kaum non Muslim memilih beralih agama dan memeluk Islam. Mengetahui itu, pada setiap presentasi, Dr Sabeel pun berusaha mengajak umat non Muslim bersedia menjadi Muslim.
Gayung bersambut, sejumlah orang, antara lain penganut Hindu maupun Nasrani, usia tua dan muda, tertarik memelajari Islam. Fenomena itu sudah berlangsung lama, tidak sedikit kaum non Muslim memutuskan menjadi mualaf.
Mereka menemukan kebenaran dalam Islam, juga kedamaian melalui ajarannya. Puluhan bahkan ratusan orang tercatat telah menyatakan keislamannya, hal ini tentu patut diapresiasi.
Raymond Chickrie dalam tulisannya berjudul /Muslim in Guyana, The South Asian Connection/ memberikan pernyataan senada. Islam memang sedang tumbuh dengan pesat di Guyana, maupun negara-negara lain di wilayah tersebut.
Sepanjang kegairahan itu berlangsung, muncul keinginan dari masyarakat Muslim untuk mempelajari bahasa Arab. Karena itu semakin banyak lembaga pendidikan agama menyediakan sarana pelatihan bahasa ini. Dengan bahasa Arab memudahkan pemahaman terhadap kitab suci Alquran dan hadis.
Kemajuan Islam di Guyana, dan kawasan Amerika Latin, membanggakan Profesor Zahid Bukhari, ketua Islamic Circle of North America. Dia melihat sejumlah indikator yang dapat terus mendukung geliat itu saat ini dan di masa mendatang.
Menurutnya, komunitas Islam di negara tersebut sudah mencapai generasi keempat dan kelima. Dan mereka tetap mengamalkan ajaran Islam maupun menimba pengetahuan agama. Di samping itu, kian banyak kaum non Muslim yang terketuk hatinya dan memilih memeluk Islam.
Kondisi tersebut memberinya harapan. Meski begitu diakuinya perjuangan umat untuk menjaga nilai-nilai Islam di kehidupan bernegara sangat berat. Mengingat maraknya kecurigaan terhadap umat. Namun kendala ini dapat diatasi bersama.
Bukan hanya di Guyana, melainkan di negara lain di dunia, Prof Zahid menekankan pentingnya memperkuat dialog. Dari situ, toleransi dan saling pengertian terwujud. ”Perspektif ini hendaknya mendasari hubungan antarumat agama,” tegasnya.
Setidaknya ada lima hal yang penting dilakukan umat Muslim guna mempertahankan identitas dan keimanan. Antara lain, mendirikan rumah ibadah, menjaga nilai-nilai Islam dari generasi ke generasi, jangan melupakan tradisi asal.
Di samping itu terus mengikuti perkembangan terkini dan isu-isu keumatan, maupun mengukuhkan peran di masyarakat. Akademisi dari Universitas Georgetown ini menegaskan dengan meletakkan kelima hal tadi sebagai acuan dalam membina kehidupan, umat akan mampu mengarungi setiap tantangan zaman.
Diprediksi antara tahun 2025-2050, jumlah umat muslim di dunia akan menyamai jumlah umat nasrani 50:50
http://muslim-canada.org/muslimstats.html
http://en.m.wikipedia.org/wiki/Muslim_population_growth?wasRedirected=true
Alhamdulillaah… Subhanallaah…
Memang benar sekali Islam disebarkan dengan PEDANG. Tapi bukan Pedang buat tebas kepala orang hehehe….
Pedangngya adalah dakwah dan intelektual yang sejalan dengan akal dan logika serta tidak bertentangan dengan hati nurani manusia.
Kagak perlu ajaran KASIH. tapi sebenarnye kasih sembako, kasih jabatan, kasih perempuan terakhir kasihan deh lo hehehe…
Satu lagi Bom Nuklir Islam sudah ‘meledak’ di Negeri Amerka Latin hehehe…
Gitu aza kok repot
Setelah kemarin gereja pada pailit gulung tikar, alhamdulillah sekarang masjid berdiri di mana-mana…ane yakin gereja2 yang dah bangkrut itu bakalan jadi masjid…
Amiin .. amiin .. amiin .. ya Robbal alamiin …
Simbol toleransi negara non muslim ke minoritas Muslim
jumlah muslim sedikit saja masjidnya banyak sekali
coba tengok Indonesia:
Bekasi, gereja HKBP dilarang berdiri oleh walikota Mochtar Mohammad yang ternyata korupsi dana APBD
(okezone: KPK Tetapkan Walikota Bekasi Tersangka Korupsi APBD)
atau di Depok, gereja Cinere dipaksa ditutup oleh walikota PKS yg diduga korupsi bantuan sosial
(rakyat merdeka: Korupsi Bansos Seret Walikota Depok)
IRONIS sekali
padahal ratusan ribu pekerja migran filipin di arab tidak boleh beribadah secara terbuka apalagi mendirikan tempat ibadah.
Bila untuk mempromosikan islam, maka disiaarkan berita yang mengatakan bahwa di Eropa, di Friesland Ratusan Gereja Terancam Tutup,seperti di belanda ada 12.000 Orang menjadi mualaf tidak ketinggalan di Amerika. dll, diperhitungkan ribuan umat Kristen jadi mualaf setiap hari.
Bila untuk menanam kebencian kepada Kristen maka berita yang diberitakan adalah berita yang mengatakan bahwa
Di Eropa, Amerika dan dimana-mana Islam sangat diintimidasi.
@tejo
ah lo jo kayak gak tahu gimana nasib muslim filipina aja, tengok sono jo keadaan muslim di eropa dan amerika(pernah seorang sopir taksi digorok orang kristen amerika hanya karena mengaku muslim).klo muslim segitu jahatnya pasti kepala lo udah gak pada tempatnya lagi
kita lihat lagi jo di indonesia, pernah gak muslim menghalangi umat kristen menjalankan ibadahnya? pernah gak kamu berfikir(ya jika punya otak)kenapa libur hari minggu bukan hari jumat(hari dimana muslim menjalankan ibadah). pernah gak kamu lihat gimana perjuangan muslim di perancis untuk memakai jilbab? pernah gak kamu lihat perjuangan muslim eropa mendirikan masjid?
tejo2 sono cari surti jo
@heber
itu gak perlu diberitakan, semua muslim juga udah tahu
Subahanallah…
@Tejo
Indonesia negara hukum, bukan negara seenak udelmu dhewe. Wong sudah ada SKB tiga menteri mengenai tata cara pembangunan tempat ibadah kok, malah mau nekat. Kalo mau nekat2an, gereja ga akan ada yang berdiri di Indonesia. Itulah mengapa perlu diatur dalam ketentuan hukum, agar punya ketentuan hukum. Kalo gereja ente sudah sesuai hukum, kenapa ga maju ke MK???Kenapa dilarang??Ya jelas aja, melanggar hukum gitu!!!
Atau ajaran kasih memang tidak tahu aturan hukum???
@heber
ente = ahmad???Itu bukan promosi, tapi kenyataan. Beda dengan kristen, kalo ngakunya ajaran kasih dan bersumber dari hati nurani, ga tahunya pake cara licik seperti ular, bagi2 indomie dengan dibungkus roh kardus, sekarung beras, wisata ga tahunya diajak ke gereja untuk dibaptis…agama kok murahan gitu!!!!
Cara berpikir orang yang memiliki kasih dengan cara berpikir orang yang benci sangat bertolak belakang.
Segala tindakan yang baik berupa bantuan atau pemberian apapun itu dari seorang kaya kepada tetangganya yang miskin, adalah merupakan penghinaan yang sangat menyakitkan bagi tetangganya itu bila tetangganya itu sangat membencinya. Bahkan dia bisa berpikir, pasti ada maunya orang kayaitu kepadanya, Curiga dan curiga yang berlebihan membuat dia semakin susah.
Bertolak belakang dengan tetangganya yang bersahabat dan mengasihi orang kaya itu,
Berupa apapun itu, seperti indomi atau singkong misalnya, pasti dia menerimanya dengan senang hati dan mengucapkan syukur dan terima kasih.
Lha faktanya memang begitu…sudah banyak kejadian yang terbukti. Toh awalnya kami juga tidak menaruh kecurigaan sama sekali karena kristen sangat membanggakan ajaran kasihnya. Namun sayng sungguh disayang, kepercayaan kami telah dikhianati dengan licik. Jadi jangan salahkan kami kalo kemudian kami selalu was was dan waspada…Kalo memang mau melakukan kegiatan sosial ya ga usahlah pake acara pembaptisan masal segala…kegiatan sosial cuma kedok untuk mengkristenkan orang yang sudah jelas2 beragama!!!Bahkan tidak cuma itu, misionaris kristen kerap menggunakan ayat Al Quran untuk mendukung doktrin mereka. Apa bukan mengemis itu namanya??? Apakah menurut anda dapat dibenarkan mengiming2i sembako untuk mengkristenkan pemeluk agama lain???Secara hukum saja salah…kecuali kalo memang benar kristen tidak tahu aturan hukum!!!
Memang, kalau sudah sempat terdoktrinisasi oleh kebencian sejak kecil, dia akan merasa curiga dan akan semakin curiga yang berlebihan, orang yang sudah sempat seperti ini, sudah sangat sulit diajak untuk bersahabat, dan hampir tidak mungkin lagi bisa menanamkan rasa persahabatan kedalam hatinya.
Dia akan berusaha mencari bukti-bukti kebenaran kecurigaan dan pendapatnya
Memang, kalau sudah sempat terdoktrinisasi oleh kebencian sejak kecil, dia akan merasa curiga dan akan semakin curiga yang berlebihan, orang yang sudah sempat seperti ini, sudah sangat sulit diajak untuk bersahabat, dan hampir tidak mungkin lagi bisa menanamkan rasa persahabatan kedalam hatinya.
@ heber
—) WAH SEMRAWUT SEKALI PEMIKIRANMU ,saya baru tahu ada misionaris (kristenisasi) sejak saya kuliah,
aneh pemahaman anda (berarti kebalik dong),saya melihat dengan jelas,program tersebut,bukan sembilan sepuluh kali saja,baik di semarang (ditempat saya kuliah) atau di kampung halaman (purwokerto) dan sudah saya cegah semampu saya,…,
modus operandinya juga sami mawon,mboten benten alias padha bae.
Cara berpikir manusia primitip yang hidup ditahun delapan ratusan kebawah, sangat berbeda dengan cara berpikir manusia modern yang hidup di zaman moderen ini.
Manusia primitip selalu berpikir negatip terhadap orang lain, penduduk kampung yang satu dengan penduduk kampung yang lain, selalu curiga mencurigai, akibatnya selalu timbul perang suku.
Mereka selalu membentengi diri dengan pisau, badik, keris atau rencong yang selalu terselip dipinggang.
Tetapi heran Agama yang paling tua sudah mengajarkan kasih kepada semua orang tau-tau tumbuh agama baru yang mengajarkan kasih hanya kepada kelompoknya saja, dan menanamkan kecurigaan dan mengajarkan kebencian terhadap agama lain.
Ya wajar kalo kami mesti waspada, di mana2 kalo baksos kristen ujung2nya indomiesasi…
AGAMA MURAHAN!!!Masak iman cuma diganti dengan sekardus indomie???
heber heber,komentarmu makin hari makin memalukan aja.
ngaca dulu dong sebelum komentar.
Dengan indomie satu kardus Rp 54 ribu rupiah diduga satu orang Muslim menjadi Murtad
Jadi untuk memurtadkan 200 juta muslim di Indonesia dibutuhkan dana 10,8 trilyun
Penjualan PT.Indofood yang dimiliki seorang kafir Rp.30 trilyun selama tahun 2009 saja
Kekayaan Pt.Djarum dan BCA yang dimiliki 2 orang kafir Rp. 100 trilyun (versi Forbes)
Kekayaan Sinar Mas group yang dimiliki seorang kafir Rp 60 trilyun (versi Forbes)
dan banyak perusahaan yang dimiliki kafir najis lainnya berkali kali lipat dari pada dana yang dibutuhkan untuk indomisasi. (gudang garam, lippo group, dll)
kenyataannya: demografik prosentase muslim dari 2000-2010 tidak berubah yaitu 86%
kesimpulan:
indomisasi=kristenisasi adalah propaganda Muslim yang terkena syndrom down.
Kenapa tuhan menciptakan jin dan manusia ? .. untuk beribadah kepada Nya .. lalu kalo beribadah ke selain Nya bagaimana ? berhak kah Tuhan murka ?
@telo
1. Emangnya jumlah penduduk ga bertambah bro???Lagian ente juga pake persentase, bukan pake jumlah real.
2. Tidak selalu indomiesasi berhasil, karena akhirnya terbongkar kebusukan dan akal licik misionaris sehingga korbannya bisa disyahadatkan kembali.
3. Sudah banyak korban doktrin paulus yang sadar dan mau menggunakan akal sehatnya sehingga mereka menjadi muslim.
4. Itung2an ente dengan asumsi semua muslim dimurtadkan dengan indomiesasi, jadi percuma ente ngitung2 sampe trilyun2 kalo 1+1+1 masih = 1. Otaknya dilurusin dulu tuh…
@suwer
ente = tejo???Pertanyaan ente sudah pernah dijawab tapi ane lupa dimana…Lagian tuhan musa aja pernah menyuruh membantai ribuan orang cuma karena hal yang sepele…
dikatakan
“Cara berpikir manusia primitip yang hidup ditahun delapan ratusan kebawah, sangat berbeda dengan cara berpikir manusia modern yang hidup di zaman moderen ini.”
berarti agama tahun ke 0 , lebih primitif dari tahun delapan ratusan ke bawah dong … kesimpulannya kok gak moderen gitu ..
eh, maksudnya .. ya benar, berarti agama tua tahun ke 0 lebih primitif daripada agama th delapan ratusan ke bawah kan …
@ahzay
gue bukan tejo, saya tau mereka ahli memasak indomie .. sayang akalnya jarang digunakan .. xixixi …
@Ahzay
ente ada data riilnya tidak?
Yg benar benar ada adalah ISLAMISASI garis keras Radikal ke kaum non muslim dan kaum muslim abangan
nih baca: “Ilusi Negara Islam: Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia” diterbitkan oleh The Wahid Institute (download gratis di http://www_bhinnekatunggalika_org/)
Nu dan Muhammadiyah saja ketar ketir thdp Islamisasi jidat benjut
@suwer
okelah kalo begitu…
@telo
walah, wahid institute dipercaya…itu situsnya Islam liberal lho…apalagi isu transnasional, isu yang sengaja digembar gemborkan oleh musuh Islam…Kalo gitu kenapa ga sekalian ente gunakan literatur dari Lia eden, atau mirza gulam ahmad, ahmad musadeq juga boleh tuh….
@ahzay
ente lebih percaya sama bisikan jin dan sumber yang tidak kelihatan lainnya jadi nggak bisa diajak diskusi dengan logika.
islam liberal ? eh, mereka itu kalo ditanya bahkan tidak tahu dirinya itu beriman atau tidak .. sukanya berangan-angan tentang kemauan tuhannya, sama saja dengan si krist ini .. hehe … inginnya masuk surga, dengan berangan-angan tentang tuhannya .. hehe …
bagaimana mau percaya dengan hasil karya para pengangan-angan ? yang membesar-besarkan masalah cabang / furu ? kalo ane lebih percaya sama Qur’an dan hadits … hehe … dan Islam itu sesungguhnya satu, masalah khilaf /furu saja yang sengaja dibesar-besarkan musuh Islam ini .. jadi, gak masalah selama ia masih berukun iman dan berukun Islam .. insya Allah tetap mendapat ampunan dari Allah .. ya …
waah , mereka pada diam .. berangan-angan ya … hehe ..
@tejo
1. ente ga percaya jin dan alam ghaib??
2. oke, gimana kalo kita bahas Al Quran dan Injil ditinjau dari kesesuaian dengan logika ilmu pengetahuan???Kalo ga mau sama ane sama bung syahrir juga siap meladeni anda. Untuk mengobati kekecewaan beliau karena di ahmad dah kabur waktu diajak diskusi pake logika dan akhirnya berubahlah menjadi oknum yang kedua dari trinitas yaitu si heber.
iki mong opo seh.peaceeee lah
dan tentang angan-angan mereka ternyata telah tercatat di al Qur’an :
An nisa 123 :
(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah.
Al Hijr 3 :
Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).
maka .. biarkanlah ….
silkan aj kalian berdebat, itu wajar wajar saja, tapi asal jngan timbul rasa sakit hati mengebom satu sama lain, karna iblis akan tertawa terbahak bahak karna telah berhasil mengadu domba manusia, karna kalau sudah begitu tak ad artinya kalian punya agama, camkan itu.
@ tejo
Dengan indomie satu kardus Rp 54 ribu rupiah diduga satu orang Muslim menjadi Murtad
Jadi untuk memurtadkan 200 juta muslim di Indonesia dibutuhkan dana 10,8 trilyun
analisamu aneh ,seorang misionaris tidak mungkin masuk ke daerah-daerah yang islamnya kuat (ya jelas diusirlah mereka),tentu saja masuk ke daerah yang berkatagori miskin dan kondisi akidah nya lemah.jadi hitunganmu jelas-jelas salah 100%.
sareh sedulur2….tarik nafas sejenak…..kenapa sih pada rebutan balung….,mari berbicara dengan hati….,dinginkan kepala….,saya yakin di balik orang2 yg mengaku muslim..ternyata ada yg kafir…dan di balik orang2 yg kita cap sbg orang kafir…justru ada jga yg muslim.artinya masing2 keyakinan dan agama punya kesempatan tuk jd yg terbaik di sisi Allah…,asal di lakukan dengan keiklasan….innalillaahi wa inna ilaihi roji’un….mari kita bertanggung jawab kepada hati kita dan Allah kita…
masih saja ada yang berangan-angan, mencampur adukkan yang beriman dan yang kafir … seolah-olah telah mendapat wahyu, bahwa ia kelak akan masuk surga …
@tejo
Dengan indomie satu kardus Rp 54 ribu rupiah diduga satu orang Muslim menjadi Murtad
Jadi untuk memurtadkan 200 juta muslim di Indonesia dibutuhkan dana 10,8 trilyun
Penjualan PT.Indofood yang dimiliki seorang kafir Rp.30 trilyun selama tahun 2009 saja
Kekayaan Pt.Djarum dan BCA yang dimiliki 2 orang kafir Rp. 100 trilyun (versi Forbes)
Kekayaan Sinar Mas group yang dimiliki seorang kafir Rp 60 trilyun (versi Forbes)
dan banyak perusahaan yang dimiliki kafir najis lainnya berkali kali lipat dari pada dana yang dibutuhkan untuk indomisasi. (gudang garam, lippo group, dll)
kenyataannya: demografik prosentase muslim dari 2000-2010 tidak berubah yaitu 86%
–>lha data yang anda sajikan kok malah bertentangan ya.katanya untuk mengkristenkan satu umat islam butuh satu kardus indomie,tapi kok dari tahun 2000 sampai 2010 persentase umat islam tetap?tapi bagaimana jika umat islam nggak mau memakai produk2 umat kristen?
@heber
Tetapi heran Agama yang paling tua sudah mengajarkan kasih kepada semua orang tau-tau tumbuh agama baru yang mengajarkan kasih hanya kepada kelompoknya saja, dan menanamkan kecurigaan dan mengajarkan kebencian terhadap agama lain.
–mengajarkan kasih? mimpi kali ente,coba baca
I Samuel 15 : 2 – 3 yang berbunyi sebagai berikut :
“2. Beginilah firman Tuhan semesta alam : Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalangi mereka, ketika orang Israel pergidari Mesir. 3. Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai.”
;disebabkan krn rakhmat dari Tuhanmu engkau Muhammad bersifat lemah lembut krn kalau tidak tentulah orang2 akan menjauhimu; karena itu wahai sedulurku kabeh tirulah akhlak kanjeng Rasulullah.SAya islam dan banyak saudara saya kristen tp ya kami rukun2 saja.lha kalau kayak fpi itu ya kabur semua orang dan image islam jadi rusak.pisss deh
Haidar bersabda:
“analisamu aneh ,seorang misionaris tidak mungkin masuk ke daerah-daerah yang islamnya kuat (ya jelas diusirlah mereka),tentu saja masuk ke daerah yang berkatagori miskin dan kondisi akidah nya lemah.jadi hitunganmu jelas-jelas salah 100%”
Trik indomisasi tinggat tinggi dipakai Hidayatullah untuk islamisasi suku Tengger Hindu dengan cara menyuap pakai 300 sapi dan kambing pada penduduk miskin hindu tengger.
dasar jidat benjut munafik
silahkan dicek beritanya di kompas….
Tejo tejo parah ni orang.
Trik indomisasi tinggat tinggi dipakai Hidayatullah untuk islamisasi suku Tengger Hindu dengan cara menyuap pakai 300 sapi dan kambing pada penduduk miskin hindu tengger.
Hidayatullah memberikan 300 sapi bukan untuk tujuan mengislami suku Tengger,
Tp hanya sekedar untuk bantuan saja dan tdk membawa atas nama agama, itu salah satu bentuk kepedulian sosial.
Pahami tu baik2.
Tejo tejo parah ni orang.
kalu mau baca koran pake tu OTAK tuk berfikir, jgn sembarang nuduh nanti di nyambar petir lu.
Tp kalu orng kristen yg memberikan bantuan,
Wah.. bahaya tu, patut dicurigai deh
paling PEMURTADAN.
Tejo tejo parah ni orang.
kalu mau lihat ISlAM seutuhnya jgn cuma lihat dgn mata sebelah
lebih parah lagi OM PAULUS yg kedua matanya dan mata hati udah rabun
jadi mau lihat ISLAM jangan asal nuduh aja.
Tejo tejo parah ni orang.
@tejo
Trik indomisasi tinggat tinggi dipakai Hidayatullah untuk islamisasi suku Tengger Hindu dengan cara menyuap pakai 300 sapi dan kambing pada penduduk miskin hindu tengger.
=============
wah tejo ni begok apa jidatnya bonyok, yang disumbang sapi dan kambing kok disebut indomisasi seharusnya sapinisasi/kambingisasi/kalo tejo yang disumbangkan jadi tejonisasi.hahaha bisa ketawa guru bahasa indonesia
@tejo
dasar kaum pemuja kolor otaknya gak maju2
memang agama kristen tidak lebih dari sekarung beras dan sekardus mie siapa yg masuk kristen pasti orang bodoh dan siapap yg masuk islam pasti orang pilihan ALLAH dan susadah tentu jenius boleh di BUKTIKAN