ILMU SOSIAL PROFETIK: ANTARA “ISLAMISASI PENGETAHUAN” & “PENGILMUAN ISLAM”

Wacana “ilmu-ilmu profetik” tak asing lagi di telinga publik akademik, terutama bagi mereka yang menempatkan diri sebagai “filsuf ilmu”. Istilah “profetik” yang berasal dari kata “prophet (s)” yang berarti “nabi” atau “kenabian” mulai populer ketika pada paruh kedua abad 20 para cendekiawan muslim dunia layaknya Ziauddin Sardar, Naquib al-Attas dan Ismail Raji al-Faruqi “mempropagandakan” pengembalian ilmu pada asalnya yakni “agama”-dalam hal ini Islam. Berbagai konstruksi keilmuan “agamis” tersebutlah yang kemudian dikenal dengan istilah ilmu-ilmu profetik, yakni konstruksi keilmuan yang dilandaskan pada nilai-nilai transendensi ‘ketuhanan’. Namun demikian, satu hal yang patut kita ingat faktual kata “profetik” tidaklah melulu dapat “dilabelkan” pada segala sesuatu yang berbau “agamis” atau “Islam”. Apabila penelusuran lebih jauh dilakukan, maka ditemui bahwa istilah “profetik” turut eksis dalam ranah keilmuan Barat (Eropa) yakni julukan bagi mereka-para pemikir Eropa-yang berbagai ide dan buah pemikirannya menjadi titik pijak berikut pengembangan banyak pemikir setelahnya, dalam hal ini beberapa di antara mereka yang kerap dijuluki sebagai prophet ‘nabi’ semisal Marx dan Nietzsche.
Terlepas dari beragam definisi, interpretasi dan penggunaan istilah profetik, ilmu-ilmu profetik terutama “ilmu sosial profetik”-tema sentral pembahasan ini-berupaya meletakkan Islam sebagai bangun dasar (infrastruktur yang menopang superstruktur) ilmu sosial yang diharapkan mampu membawa misi-misi kenabian yakni “pembebasan” bagi masyarakat dengan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai landasan epistemologi, metodologi dan etika. Muatan emansipatoris yang hadir bersamaan ilmu sosial profetik dimotivasi kuat oleh “kebuntuan” ilmu-ilmu sosial ala Barat yang ajeg berbenturan dengan “dikotomi paradigma” atau lebih tepatnya mengalami oposisi biner epistemologis. Dengan bertitik tolak melalui renaissance ‘pencerahan’ abad 15-18 hingga era kontemporer, hal tersebut setidaknya tampak melalui vis a vis kubu rasionalisme dengan empirisme, idealisme dengan matrealisme, disusul pertentangan mahzab positivisme atas kritis kemudian berikut “kebingungan” posisi struktur dan agensi di dalamnya. Pada ranah yang berlainan, diakui atau tidak track record sosial sains Barat yang demikian praktis menggugurkan anggapan bahwa ilmu sosial profetik sekedar percabangan studi postkolonial atau cibirannya sebagai bentuk “kegenitan” intelektual semata.
Namun demikian, ilmu sosial profetik yang dalam beberapa dekade terakhir ini telah “digodog” para intelektual muslim dunia faktual belumlah menjadi instrumen intelektual emansipatoris “yang siap pakai”. Satu kendala utama yang belum ditemui jalan tengahnya berkutat sekitar masalah “islamisasi pengetahuan” dan “pengilmuan islam”. Islamisasi pengetahuan memberi arahan pada “kontekstual” yang “ditekstualkan”, sedangkan pengilmuan islam menyiratkan “tekstual” yang “dikontekstualkan”. Melalui perbedaan dua perspektif di atas, dapatlah ditelisik lebih jauh bahwa opsi pertama-islamisasi pengetahuan-tak begitu memberi batasan yang jelas dan tegas terkait sejauh mana ranah keilmuan Barat “diizinkan” mempengaruhi kontsruksi keilmuan Islam. Lebih jauh, kerangka pikir yang demikian memberi jalan berbagai kemiripan pemikiran Barat atas Islam yang dapat dengan mudah “ditauhidkan” begitu saja.
Hal di atas setidaknya tampak melalui pola pikir Syariati yang menaruh curiga pada Marx terkait kemiripan beberapa konsep Capital dengan Quran sehingga beberapa bagian darinya (Quran) dapat “diislamkan”, atau pernyataan Cokroaminoto, “Kita ini muslim, jadi kita ini sosialis”. Disadari atau tidak, berbagai pernyataan tersebut dapat dicap sebagai produk pemikiran islamisasi pengetahuan. Tak hanya itu saja, jika islamisasi pengetahuan diletakkan sebagai bangun dasar kerangka berpikir maka empirisme Hume, konsep kematian Foucault yang gay dan eksistensialisme Sartre yang atheis dapat diislamkan pula.
Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, apakah hal di atas dapat dibenarkan. Terkait hal ini, tercatat Baginda Muhammad s.a.w sempat mengadopsi kendaraan perang dan sistem mata uang Romawi, begitu juga dengan banyaknya ilmuwan asing yang justru mengungkap rahasia Al-Quran di kemudian hari. Dalam hal ini, “islamisasi iptek” menjadi bukti nyata, namun begaimana dengan islamisasi pengetahuan sosial-humnaiora Barat yang bahkan sekedar digunakan sebagai media ekplanasi Islam lebih jauh, semisal filsafat idea Plato yang memiliki kapabilitas menjelaskan fenomena akherat (lebih jauh lihat “Rahasia Di Balik Materi” karya Harun Yahya).
Berbeda halnya dengan islamisasi pengetahuan, “pengilmuan islam” memberi batasan yang jelas dan tegas antara ranah keilmuan Islam dengan konstruksi keilmuan lainnya. Dalam hal ini, segala konstruksi keilmuan meskipun berbau Islam-terutama sosial dan humaniora-tidaklah dapat serta-merta diislamkan begitu saja. Konstruksi ilmu sosial dan humaniora haruslah benar-benar diturunkan melalui Islam itu sendiri (Al-Quran dan As-Sunnah). Dengan demikian, secanggih apapun konsep invisible hand Adam Smith dengan “kebolehannya” menjelaskan objektivasi fenomena infak, sedekah dan zakat dalam Islam, faktual TETAP tak dapat demikian saja diislamkan. Bagi sebagian pihak hal tersebut dapat dimaklumi mengingat riskannya beragam interpretasi berikut justifikasi dan legitimasi kepentingan tertentu yang dapat muncul kemudian, begitu juga ditimbang melalui aspek etika dan moral dalam Islam. Kesemua hal tersebut faktual diperkuat dengan munculnya pengakuan berbagai ilmuwan Barat sendiri semisal Popper, Walter Wallace dan Thomas Kuhn yang menunjukkan betapa lemahnya bangun dasar keilmuan Barat.
Melalui uraian dan penjabaran singkat di atas, dijumpai bahwa satu kendala akut yang dihadapi ilmu sosial profetik dewasa ini berkutat pada masalah sekitar “metode” yakni terkait “islamisasi pengetahuan” ataukah “pengilmuan islam”. Namun demikian, dengan melihat konstelasi ilmu-ilmu sosial dan humaniora Barat yang berakhir pada nihilisme (semisal eksistensialisme dan postmodernisme) agaknya memberi secercah harapan bagi ilmu sosial profetik guna tampil ke permukaan mengatasi dikotomi, oposisi biner berikut nihilisme epistemologi keilmuan Barat. Kiranya berbagai uraian dan penjabaran singkat di atas akan penulis tutup dengan pernyataan Ziauddin Sardar, salah seorang pakar cultural studies yang kurang-lebih berbunyi,
<span>“Anda ilmuwan-ilmuwan sosial yang terhormat dari negara dunia ketiga, jauh-jauh pergi ke Barat, mempelajari dan membela sampah-sampah mereka dengan melupakan warisan anda yang tak ternilai harganya”.</span>
BUKTI ALQUR’AN WAHYU ALLAH.
Untuk memantapkan iman Umat Islam perlu ada “BUKTI” bhw Alqur’an itu benar-benar Wahyu Allah.
“BUKTI” ini yg aku cari sampai dg hari ini tapi tak kunjung muncul.
Al Quran yang jelas mendapat pengakuan dari para pakar malah ga ente akuin, sementara alkitab yang sudah jelas2 palsu dan bahkan diakui oleh kalangan kristen sendiri masih ente anggap kitab suci.
Apakah menurut ente kitab yang jelas2 palsu adalah yang berasal dari tuhan??? Sementara Al Quran yang jelas2 kredibel baik dari sejarah penulisan maupun isi malah ente anggap bukan dari tuhan???
Yang saya cari “buktinya” bhw Alquran itu “wahyu Allah”.
Biar dua milyar pakar mengakuinya saya tetap ingin tau “buktinya”.
Ente boleh nuduh Kitab Suci kami palsu tapi Aquran ente mengakuinya berisi “kebenaran” dan “harus diimani”.(Qs 2:176; 29:46)
Ente mbangkangi Alquran ada akibatnya kan?
@abugil
aduh gil bahlul kok nggak ada ujungnya sih, sepanjang2nya jalan aja masih ada ujungnya
2:174. Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak akan menyucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.
2:175. Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka!
2:176. Yang demikian itu adalah karena Allah telah menurunkan Al Kitab dengan membawa kebenaran; dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang (kebenaran) Al Kitab itu, benar-benar dalam penyimpangan yang jauh.
kalau yang lu maksud Al Kitab yang sekarang ini ya jelas kami nggak bakalan mau mengimani, la wong sering dirubah2
@abugil
ni contoh perubahannya gil
Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham: “Tentang isterimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia lagi Sarai, tetapi Sara, itulah namanya.
Aku akan memberikatinya, dan daripadanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa akan lahir dari padanya.
” Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya : “Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara yang telah berumur 90 tahun itu melahirkan seorang anak?
”dan Abraham berkata kepada Allah : “Ah, sekiranya Ismail diperkenankan hidup di hadapan-Mu!
” tetapi Allah berfirman: “Tidak, melainkan istrimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan kau akan menamai dia Ishak, dan aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya. (Kej 17:15-19)
Kejajian 17:15-19 (ejaan lama terbitan 1941) berbunyi
(15) Dan lagi firman Allah kepada Ibrahim, maka akan hal Sarai, istrimoe itoe djangan lagi engkau panggil namanja Sarai, melainkan Sara itoelah akan namanja.
(16) Karena akoe akan memberi berkat kepadanja serta daripadanja djoega akoe akan menganoegerahkan se’orang anak laki-laki kepadamoe; bahkan akoe akan memberi berkat kepadanja, sehingga ija akan djadi asal beberapa bangsapon akan berpentjaran dan daripadanja.
(17) Maka pada masa itoe soedjoedlah Ibrahim dengan moekanja sampai ka boemi sambil tertawa, lalu berkata ija dalam hatinja : “Bolehkah djadi kanak-kanak bagai sa’orang jang soedah seratoes tahoen oemoernja? Bolihkan Sara jang soedah sambilan poeloeh tahoen oemoernja itoe lagi beranak?
(18) Maka sembah Ibrahim kepada Allah : “ja Toehan, bijar apalah Ismail sahadja hidoep di hadapan hadiratMoe.
(19) Maka firjman Allah, bahwa sasoenggoehnja Sarah, istrimoe itoe, beranak kelak bagaimoe laki-laki sa’orang, hendaklah engkau namai akan dia Ishak; maka Akoe akan menegoehkan perdjandjiankoe dengan dia, ija-toe soeatoe pardjandjian jang kekal, serta dengan anak-boeahnja jang kemoedian dari-padanja.
Silahkan cari :
- kelemahannya/kepalsuannya….
- adakah ajarannya yang salah
- kontradiksinya
- ketidak benaran isinya
- dll
Saya akan buktikan ajaran kristen (keTuhana Yesus) itu ngaco :
1. Bahwa yang tahu kapan hari kiamat hanyalah Tuhan Bapa (Mat 24:36)
2. Bahwa Tuhan tidak takluk pada maut, tidak ada seorangpun yg melihat Tuhan (I Tim 6:16)
Menurut anda, apakah Yesus memenuhi ayat di atas?
Pro: JACK #4;5.
Perbahan yg anda tuliskan adalah terjemahannya.
Kitab aslinya tidak pernah ada perubahan sama sekali.
Pro: Faham #6
Karangan manusia juga bisa tanpa kesalahan dan kontradiksi.
Lalu bedanya apa antara “karangan manusia” dg “wahyu Allah”?
Anda bilang Mat 24;36 dan 1Tim 6:16 ngaco tapi Alquran bilang Torat dan Injil itu berisi kebenaran yg harus diimani.(Qs 2:176; 29:46)
@abugil
kitab lu aslinya pake bahasa apa?
yesus orang mana?
kenapa nggak make bahasa yang dioakai yesus?
kalu injil ngajarin tuhan itu tiga ya mana mungkin kami imani
Kitab Suci kami aslinya berbahasa Ibrani.
Mana ayat yg menyebutkan Tuhan kami tiga? Tolong tunjukkan!
YAHWEH itu Esa sejak semula.(Ul 6:4; Mrk 12:29)
Kalau Allah itu Esanya baru kemarin sore kan?
Dan yg membuat Allah jadi Esa kan Muhammad sendiri kan?
Itulah salah satu sebab yang membuat saya jadi murtadah.
@abigail
ya tapi yang dipakai acuan penulisan sekarang adalah yang berbahasa yunani
[I Yohannes 5:7] Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.
Agaman anda memakai konsep pluralitas Tuhan dalam satu zat bukan tuhan yang maha esa
@abugil
berarti tuhan anda seperti waria, pagi dono, sore doni, malam dona
@abugil
57:1. Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). Dan Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.
57:2. Kepunyaan-Nya lah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
57:3. Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Lahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
jika tuhan lu esa berarti tuhan lu pernah mampus selama 3 hari dan dunia pernah tanpa tuhan selama 3 hari?
QS 57 BESI 1-3 itu perkataan siapa?
Tentu Anda angggap sebagai wahyu Allah bukan?
Lha Allah itu siapa?
Tentu Anda anggap Yang Mahaesa bukan?
Lalu siapa yg membuat Allah jadi Esa ?
Nabi Muhammad bukan? (HSB 1187)
Yeshua mati di kayu salib bukan sebagai Tuhan tetapi sebagai Manusia.(Mzm 82:7;Ef 2:15;Flp 2:8)
PRO: JACK #10
[1Yoh 5:7] yg dalam tanda kurung ini tdk ada dalam Injil aslinya.
@abugil
112:1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,
112:2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
112:3. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,
112:4. dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”.
Asbabun Nuzul dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa kaum musyrikin meminta penjelasan tentang sifat-sifat Allah kepada Rasulullah saw. dengan berkata: “Jelaskan kepada kami sifat-sifat Tuhanmu.” Ayat ini (S. 112:1-4) turun berkenaan dengan peristiwa itu sebagai tuntunan untuk menjawab permintaan kaum musyrikin.(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, al-Hakim dan Ibnu Khuzaimah dari Abi Aliyah yang bersumber dari Ubay bin Ka’ab. Diriwayatkan pula oleh at-Thabarani dan Ibnu jarir yang bersumber dari Jabir bin Abdillah dan dijadikan dalil bahwa surat ini Makkiyah.)Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Yahudi menghadap kepada Nabi saw. dan diantaranya Ka’bubnul ‘asyraf dan Hay bin Akhtab. Mereka berkata: “Hai Muhammad, lukiskan sifat-sifat Tuhan yang mengutusmu.” Ayat ini (S.112:1-4) turun berkenaan dengan peristiwa itu.(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah dan Ibnu Mundzir yang bersumber dari Sa’id bin Jubair. Dengan riwayat ini Sa’id bin Jubair menegaskan bahwa surat ini Madaniyyah.)Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Ahzab(Persekutuan antara kamu Quraisy, Yahudi Madinah, kaum Goththafan dari Thaif dan munafiqin Madinah dan beberapa suku sekeliling Makkah) berkata: “Lukiskan sifat Tuhanmu kepada kami.” Maka datanglah Jibril menyampaikan surat ini (S.112:1-4) yang melukiskan sifat-sifat Allah.(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Abil ‘Aliyah yang bersumber dari Qatadah.)Keterangan:Menurut as-Suyuthi kata “al-Musyrikin” dalam hadits yang bersumber dari Ubay bin Ka’ab ialah musyrikin dari kaum Ahzab, sehingga surat ini dapat dipastikan Madaniyyah sesuai dengan hadits Ibnu Abbas. Dengan demikian, tidak ada pertentangan antara dua hadits tersebut di atas dan diperkuat pula oleh riwayat Abus Syaikh di dalam kitabul Adhamah dari Aban yang bersumber dari Anas yang meriwayatkan bahwa Yahudi Khaibar menghadap kepada Nabi saw. dan berkata: “Hai Abal Qasim! Allah menjadikan malaikat dari cahaya hijab, Adam dari tanah hitam, Iblis dari api yang menjulang, langit dari asap, dan bumi dari buih air. Cobalah terangkan kepada kami tentang Tuhanmu.” Rasulullah saw tidak menjawab, sehingga turunlah Jibril membawa wahyu surat ini (S.112:1-4) yang melukiskan sifat Allah.
Siapa yang mengangkat yesus jadi tuhan gil?
“Yeshua” adalah “Firman” yaitu “Firman YAHWEH” atau “Firman Tuhan”.
“Firman Tuhan” ya “Tuhan sendiri”. Perkataan saya ya saya sendiri.
Maka “YESHUA” sbg “TUHAN” ya sejak Dia sbg “FIRMAN TUHAN” dan sejak “TUHAN EKSIS”.
.
@abugil
“Firman Tuhan” ya “Tuhan sendiri”. Perkataan saya ya saya sendiri.
============================
kalau gitu apa beda tuhan lu dengan al kitab gil?
Apa beda tuhan dg alkitab? Pertanyaan yg paling suuusah dijawab.
Malah saya minta tolong dikasih tau jawabanya. Saya tunggu ya jack.
@abigail
jika merujuk tulisan anda maka, tuhan sama dengan al kitab
apa anda mau disamakan dengan koran pembungkus kacang yang memuat ucapan anda?
apa masih kurang jelas?
Lho lu kan tanya beda tuhan sama alkitab.
Aku kembalikan bertanya jawab lu brubah lagi piye to maaas mas! Dasar penyembah berhala. Pengikut nabi palsu dan ditetapkan dan dipastikan masuk nraka sih ya jack? Kasihaaan!
@abugil
ya kan betul to gil, jika baca tulisan lu “Firman Tuhan” ya “Tuhan sendiri” nah apa alkitab itu bukan firman tuhan? jika alkitab itu firman tuhan maka al kitab itu ya tuhan sendiri kayak kata lu “Perkataan saya ya saya sendiri.”.
masak lu sendiri yang nulis udah lupa piye to mbak, udah dijawab malah balik nanya eeh malah bilang jawaban nggak konsisten ini contoh nyata orang yang udah dikasih tahu nanyaaaaa terus/ kalau menurut contoh yang lu kasih anak yang tiap hari minta sepeda ke bapaknya
nah ciri nabi palsu menurut al kitab lu apa gil?
@abigail
Boleh dibuktikan dan dibandingkan antara alkitab dan Al Quran:
1. Dari segi sejarah penulisan
2. Keotentikan teks
3. Kebenaran sesuai dengan ilmu pengetahuan, karena akal manusia cuma bisa menjangkau itu
Berikan contoh-contohnya dong!
1.Dari sejarah penulisannya contohnya gimana.
2.Dari keotentikan teksa gimana.
3.Dari kebenarannya sesuai ilmu pengetahuan yn mana. dstnya.
SAYA TUNGGU JAWAB ANDA. TRIMS.
@abugil
1. Selama Periode Mekah
Kendati diwahyukan secara lisan, Al-Qur’an sendiri secara konsisten menyebut sebagai kitab tertulis. Ini memberi petunjuk bahwa wahyu tersebut tercatat dalam tulisan. Pada dasarnya ayat-ayat Al-Qur’an tertulis sejak awal perkembangan Islam, meski masyarakat yang baru lahir itu masih menderita berbagai permasalahan akibat kekejaman yang dilancarkan oleh pihak kafir Quraish. Berikut cerita `Umar bin al-Khattab sejak ia masuk Islam yang akan kita pakai sebagai penjelasan masalah ini:
Suatu hari ‘Umar keluar rumah menenteng pedang terhunus hendak melibas leher Nabi Muhammad. Beberapa sahabat sedang berkumpul dalam sebuah rumah di bukit Safa. Jumlah mereka sekitar empat puluhan termasuk kaum wanita. Di antaranya adalah paman Nabi Muhammad, Hamza, Abu Bakr, ‘All, dan juga lainnya yang tidak pergi berhijrah ke Ethiopia. Nu’aim secara tak sengaja berpapasan dan bertanya ke mana ‘Umar hendak pergi. “Saya hendak menghabisi Muhammad, manusia yang telah membuat orang Quraish khianat terhadap agama nenek moyang dan mereka tercabik-cabik serta ia (Muhammad) mencaci maki tata cara kehidupan, agama, dan tuhan-tuhan kami. Sekarang akan aku libas dia.” “Engkau hanya akan menipu diri sendiri `Umar, katanya.” “Jika engkau menganggap bahwa ban! `Abd Manaf mengizinkanmu menapak di bumi ini hendak memutus nyawa Muhammad, lebih baik pulang temui keluarga anda dan selesaikan permasalahan mereka.” `Umar pulang sambil bertanya-tanya apa yang telah menimpa ke¬luarganya. Nu’aim menjawab, “Saudara ipar, keponakan yang bernama Sa`id serta adik perempuanmu telah mengikuti agama baru yang dibawa Nabi Muhammad. Oleh karena itu, akan lebih baik jika anda kembali menghubungi mereka.” `Umar cepat-cepat memburu iparnya di rumah, tempat Khabba sedang membaca Surah Taha dari sepotong tulisan Al-¬Qur’an. Saat mereka dengar suara ‘Umar, Khabba lari masuk ke kamar kecil, sedang Fatima mengambil kertas kulit yang bertuliskan Al-Qur’ an dan diletakkan di bawah pahanya… 1
Kemarahan ‘Umar semakin membara begitu mendengar saudara¬saudaranya masuk Islam. Keinginan membunuh orang yang beberapa saat sebelum itu la tuju semakin menjadi jadi. Masalah utama dalam cerita ini berkaitan dengan kulit kertas bertulisan Al-Qur’an, Menurut Ibn ‘Abbas ayat¬ayat yang diturunkan di Mekah terekam dalam bentuk tulisan sejak dari sana,2 seperti dapat dilihat dalam ucapan az-Zuhri.3 ‘Abdullah bin Sa’d bin ‘Abi as¬Sarh, seorang yang terlibat dalam penulisan Al-Qur’an sewaktu dalam periode ini,4 dituduh oleh beberapa kalangan sebagai pemalsu ayat-ayat Al-Qur’an (suatu tuduhan yang seperti telah saya jelaskan sama sekali tak berdasar).5 Orang lain sebagai penulis resmi adalah Khalid bin Sa’id bin al-‘As di mana ia menjelaskan, “Saya orang pertama yang menulis ‘Bismillah ar-Rahman ar¬Rahim’ (Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang).6
Al-Kattani mencatat peristiwa ini: Sewaktu Rafi` bin Malik al-Ansari menghadiri baiah al-’Aqaba, Nab! Muhammad menyerahkan semua ayat-ayat yang diturunkan pada dasawarsa sebelumnya. Ketika kembali ke Madinah, Rafi` mengumpulkan semua anggota sukunya dan membacakan di depan mereka.7
2. Selama Periode Madinah
i. Penulis Wahyu Nabi Muhammad
Pada periode Madinah kita memiliki cukup banyak informasi termasuk sejumlah nama, lebih kurang enam puluh lima sahabat yang ditugaskan oleh Nabi Muhammad bertindak sebagai penulis wahyu. Mereka adalah Abban bin Sa’id, Abu Umama, Abu Ayyub al-Ansari, Abu Bakr as-Siddiq, Abu Hudhaifa, Abu Sufyan, Abu Salama, Abu ‘Abbas, Ubayy bin Ka’b, al-Arqam, Usaid bin al-Hudair, Aus, Buraida, Bashir, Thabit bin Qais, Ja` far bin Abi Talib, Jahm bin Sa’d, Suhaim, Hatib, Hudhaifa, Husain, Hanzala, Huwaitib, Khalid bin Sa’id, Khalid bin al-Walid, az-Zubair bin al-`Awwam, Zubair bin Arqam, Zaid bin Thabit, Sa’d bin ar-Rabi`, Sa’d bin `Ubada, Sa’id bin Sa`id, Shurahbil bin Hasna, Talha, `Amir bin Fuhaira, `Abbas, `Abdullah bin al-Arqam, `Abdullah bin Abi Bakr, `Abdullah bin Rawaha, `Abdullah bin Zaid, `Abdullah bin Sa’d,
‘Abdullah bin ‘Abdullah, ‘Abdullah bin ‘Amr, ‘Uthman bin ‘Affan, Uqba, al¬’Ala bin ‘Uqba, ‘All bin Abi Talib, ‘Umar bin al-Khattab, ‘Amr bin al-’As, Muhammad bin Maslama, Mu’adh bin Jabal, Mu’awiya, Ma’n bin ‘Adi, Mu’aqib bin Mughira, Mundhir, Muhajir, dan Yazid bin Abi Sufyan.8
ii. Nabi Muhammad Mendiktekan AI-Qur’ an
Saat wahyu turun, Nabi Muhammad secara rutin memanggil para penulis yang ditugaskan agar mencatat ayat itu.9 Zaid bin Thabit menceritakan sebagai ganti atau mewakili peranan dalam Nabi Muhammad, la sering kali dipanggil diberi tugas penulisan saat wahyu turun.10 Sewaktu ayat al-jihad turun, Nabi Muhammad memanggil Zaid bin Thabit membawa tinta dan alat tulis dan kemudian mendiktekannya; ‘Amr bin Um-Maktum al-A’ma duduk menanyakan kepada Nabi Muhammad, “Bagaimana tentang saya? Karena saya sebagai orang yang buta.” Dan kemudian turun ayat, “ghair uli al-darar”11 (bagi orang¬orang yang bukan catat).12 Tampaknya tak ada bukti pengecekan ulang setelah mendiktekan. Saat tugas penulisan selesai, Zaid membaca ulang di depan Nabi Muhammad agar yakin tak ada sisipan kata lain yang masuk ke dalam teks.13
iii. Tradisi Penulisan Al-Qur’an di Kalangan Sahabat
Praktik yang biasa berlaku di kalangan para sahabat tentang penulisan AI¬Qur’an, menyebabkan Nabi Muhammad melarang orang-orang menulis sesuatu darinya kecuali Al-Qur’an, “dan siapa yang telah menulis sesuatu dariku selain Al-Qur’an, maka la harus menghapusnya.”14 Beliau ingin agar Al-Qur’an dan hadith tidak ditulis pada halaman kertas yang sama agar tidak terjadi campur aduk serta kekeliruan. Sebenarnya bagi mereka yang tak dapat menulis selalu hadir juga di masjid memegang kertas kulit dan minta orang lain secara suka rela mau menuliskan ayat Al-Qur’an.15 Berdasarkan kebiasaan Nabi Muhammad memanggil juru tulis ayat-ayat yang baru turun, kita dapat menarik anggapan bahwa pada masa kehidupan beliau seluruh Al-Qur’an sudah tersedia dalam bentuk tulisan.
3. Susunan Al-Qur’an
i. Susunan Ayat ke dalam Surah
Diakui secara umum bahwa susunan ayat dan surah dalam Al-Qur’an memiliki keunikan yang luar biasa. Susunannya tidak secara urutan saat wahyu diturunkan dan subjek bahasan. Rahasianya hanya Allah Yang Mahatahu, karena Dia sebagai pemilik kitab tersebut. Jika seseorang akan bertindak sebagai editor menyusun kembali kata-kata buku orang lain misalnya, mengubah urutan kalimat akan mudah memengaruhi seluruh isinya. Hasil akhir tidak dapat diberikan pada pengarang karena hanya sang pencipta yang berhak mengubah kata-kata dan materi guna menjaga hak-haknya.
Demikian halnya Kitab Allah, karena Dia sebagai pencipta tunggal clan Dia sendiri yang memiliki wewenang mutlak menyusun seluruh materi. Al¬Qur’an sangat tegas dalam masalah ini:
“Sesungguhnya atas tanggungan Kami mengumpulkan (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacanya maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kami menjelaskannya.”16
Maka guna menjelaskan isi kandungan ayat-ayat itu, Allah menugaskan Nabi Muhammad sebagai penerima mandat. Dalam hal ini Al-Qur’ an memberi penjelasan,
“Dan Kami telah turunkan kepada engkau (Muhammad) berupa peringatan agar engkau menjelaskan kepada manusia apa-apa yang telah diturunkan pada mereka.”17
Hak istimewa ini, Allah berikan wewenang atau hak otoritas pada Nabi Muhammad agar memberi penjelasan pada umatnya.18 Hanya Nabi Muhammad, melalui keistimewaan dan wahyu ketuhanan, yang dianggap mampu menyusun ayat-ayat ke dalam bentuk keunikan Al-Qur’an sesuai kehendak dan rahasia Allah. Bukan komunitas Muslim secara kolektif dan bukan pula perorangan memiliki legitimasi kata akhir dalam menyusun Kitab Allah.
Kitab Al-Qur’an mencakup surah-surah panjang dan yang terpendek terdiri atas 3 ayat, sedangkan paling panjang 286 ayat. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa Nabi Muhammad memberi instruksi kepada para penulis tentang letak ayat pada setiap surah. `Uthman menjelaskan baik wahyu itu mencakup ayat panjang maupun satu ayat terpisah, Nabi Muhammad selalu memanggil penulisnya clan berkata, “Letakkan ayat-ayat tersebut ke dalam surah sepetrti yang beliau sebut.”19 Zaid bin Thabit menegaskan, “Kami akan kumpulkan Al-Qur’an di depan Nabi Muhammad.”20 Menurut `Uthman bin Abi al-’As, Malaikat Jibril menemui Nabi Muhammad memberi perintah akan penempatan ayat tertentu.21
• ’Uthman bin AM al-‘As melaporkan bahwa saat sedang duduk bersama Nabi Muhammad ketika beliau memalingkan padangan pada satu titik dan kemudian berkata, “Malaikat Jibril menemuiku dan meminta agar menempatkan ayat ini:
22 pada bagian surah tertentu.23
• AI-Kalbi melaporkan dari Abu Sufyan tentang Ibn ‘Abbas tentang ayat,
“Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah.”24.
•
Ia menjelaskan, “Ini adalah ayat terakhir yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad. Malaikat Jibril turun dan minta meletakannya setelah ayat ke dua ratus delapan puluh dalam Surah al-Baqarah.”25
• Ubbay bin Ka’b menjelaskan, “Kadang-kadang permulaan surah itu diwahyukan pada Nabi Muhammad, kemudian saya menuliskannya, dan wahyu yang lain turun pada beliau lalu berkata, “Ubbay! Tulislah ini dalam surah yang menyebut ini dan itu.’ Dalam kesempatan lain wahyu diturunkan pada beliau dan saya menunggu perintah yang hendak diberi¬kan sehingga beliau memberi tahu tempat yang sesuai dari suatu ayat.26
• Zaid bin Thabit memberi penjelasan, “Sewaktu kami bersama Nabi Muhammad mengumpulkan Al-Qur’an kertas kulit beliau berkata, “Mudah-mudahan Sham mendapat berkah”27 Kemudian beliau ditanya, ‘Mengapa demikian wahai Nabi Allah?’ Beliau menjawab, ‘Karena para Malaikat yang Maha Rahman telah melebarkan sayap mereka kepada¬nya.”28 Dalam hadith ini kita catat Nabi Muharnmad selalu melakukan pengawasan dalam pengumpulan dan susunan ayat-ayat Qur’an
• Kita dapat melihat bukti yang sangat jelas bahwa bacaan surah dalam shalat lima waktu. Tidak boleh bacaan umum menyalahi urutan ayat-ayat yang telah disepakati dan tidak pernah terjadi peristiwa shalat berjamaah akan adanya perbedaan pendapat dengan imam tentang urutan ayat-ayat baik di masa Nabi Muhammad maupun sekarang. Nabi Muhammad kadang-kadang membaca satu surah sampai habis pada shalat jum’ah.29
Bukti lain dapat dilacak dari beberapa hadith yang mengatakan kepada sahabat telah mengenal permulaan dan akhiran surah-surah yang ada.
• Nabi Muhammad memberi komentar kepada ‘Umar, “Akhir ayat-ayat dari Surah an-Nisa’ akan dianggap cukup buatmu (dalam menyelesaikan masa]ah warisan). “30
• Abu Mas’ud al-Badri memberi laporan bahwa Nabi Muhammad bersabda, ‘Ayat terakhir dari Surah al-Baqarah dapat mencukupi bagi siapa saja yang membaca di waktu malam.”31
• Ibn `Abbas mengingatkan, “Sewaktu saya bermalam di rumah, Maimuna (istri Nabi Muhammad), saya mendengar beliau terbangun dari tidur lalu membaca sepuluh ayat terakhir dari Surah `Ali ‘Imran.”32
1. Ibn Hisham, Sira, vol.l-2, hlm. 343-46.
2. Ibn Durais, Fada’il AI-Qur’an, hlm. 33.
3. Az-Zuhri, Tanzil AI-Qur’an, 32; Ibn Kathir, al-Bidaya v: 340, Ibn Hajar, Fathul Bari, ix: 22.
4. Ibn Hajar, Fathul Bari, ix: 22.
5. Untuk lebih jelas, harap dilihat M.M. al-A’zami, Kuttab an-Nabi, Edisi ke-3, Riyad, 1401 (1981), hlm.83-89.
6. As-Suyuti, ad-Dur al-Manthur, i: 11.
7. Al-Kattani, al-Tarat76 al-Idariya, 1: 44, dengan mengutip pendapat Zubair bin Bakkar, Akhbar al-Madina.
8. Untuk lebih jelas harap dilihat M.M, A’zami, Kuttab an-Nabi.
9. Abu ‘Ubaid , Fada’il, hlm. 280; Lihat juga Ibn Hajar, Fathul Bari, ix: 22, mencatat pendapat `Uthman dengan merujuk pada Sunan at-Tirmidhi, an-Nasa’i, Abu Dawud, dan al-Hakim dalam al-Mustadrak.
10. Ibn AM Dawud, al-Masahif, hlm.3; Lihat juga al-Bukhari, Sahih, Fada’il Al-Qur’an: 4.
11. Qur’an, 4: 95.
12. Ibn Hajar, Fath al Bari , ix: 22; as-Sa’ati, Minhat al-Ma’bud, ii: 17.
13. As-Suli, Adab ul-Kuttab, hlm. 165; al-Haithami, Majma` az-Zawaid, i: 52.
14. Muslim, Sahih, az-Zuhd: 72; juga lihat Ibn Dawud, al-Masahif, hlm. 4. Untuk lebih terperinci dapat dilihat M.M. al-A’zami, Studies in Early Hadith Literature, American Trust Publications, Indiana, 198768, hlm. 22-24.
15. Lihat al-Baihaqi, Sunan al-Kubra, vi: 16.
16. Qur’an, 75: 17-19.
17. Qur’an, 16:44.
18. Sebagaimana tersebut sebelumnya, dalam hal ini Sunnah nabi berfungsi sebagai penegasan terhadap Al-Qur’an di mana baik secara lisan mau pun praktik di bawah asuhan atau bimbingan Allah ft. Tak ada seorang pun yang dapat memiliki hak wewenang untuk menolak posisinya yang benar.
19. Lihat at-Tirmidhi, Sunan, no.3086; juga al-Baihaqii ii: 42, Ibn Hanbal, Musnad, i: 69, Abu Dawud, Sunan, i: 290; al-Hakim, al-Mustadrak, i:221, Ibn Hajar, Fathul Biri, ix: 22; Lihat juga Abu ‘Ubaid, Fada’il, hlm. 280.
20. Lihat at-Tirmidhi, Sunan, Manaqib:141, no.39 Lihat at-Tirmidhi, Sunan, Manaqib:141,
no.39. Lihat at-Tirmidhi, Sunan, Manaqib:l41, no.3954; Ibn Hanbal, Musnad, v:185; al-Hakim, a!-Mustadrak, ii: 229.
21. As-Suyuti, al-ltqan, i: 173.
22. Qur’an, 16: 90.
23 Ibn Hanbal, Musnad, iv: 218, no. 17947; Lihat juga as-Suydti, a!-Itqan, i:173.
24. Qur’an, 2: 281.
25 Al-Baqilani, al-lntisar, hlm. 176.
26. Ibid. hlm. 176.
27. Syam adalah Suria, Yordania, dan Lebanon (Sekarang).
28. Al-Baqilani, al-lntisar, hlm. 176-7.
29. Muslim, Sahih, Jumu’a: 52.
30. Muslim, Sahih, al-Fara’id: 9.
31. Al-Bukhari, Sahih, Fada’il AI-Qur’an:10.
32. Al-Bukhari, Sahih, al-Wudu’:37; Muslim, Sahih, Mufassirin, no. 182. Untuk lebih jelasnya harap dilihat Muslim, Kitab al-Tamyiz, diedit oleh M.M. al-A’zami, hlm. 183-5.
sumber:The History of The Qur’anic Text
- From Revelation to Compilation -
@abugil
Pertarma, Muhammad saw terkenal karena kujujurannya, dapat dipercaya, dan bukan orang yang pandai membaca dan menulis. Di lain pihak, gaya bahasa al-Qur’an sangat berlainan dengan gaya bahasa Nabi ketika bertutur. Al-Qur’an selalu memakai gaya yang unik, dimulai dengan “Katakanlah”, “ingatkah”, “Tuhan berkata”, “Mereka bertanya”, dan sebagainya.
Kedua, ada puluhan surat dan ayat yang dimulai dengan huruf-huruf Arab, yang pada awalnya tidak diketahui maknanya. Huruf sisipan atau fawatih. Huruf-huruf ini tidak ada perlunya jika “makhluk biasa” yang membuat, karena tidak dimengerti oleh pembacanya hingga berabad-abad lamanya, membuat bingung.
Ketiga, sesuatu yang menarik lainnya, bahwa nama Muhammad hanya empat kali disebut dalam alQur an. Nama Adam as dan Isa as jauh lebih banyak disebut. Mereka disebut oleh al-Qur’an masing-masing 25 kali. Bahkan nama Musa as paling banyak disebut.
Keempat, cerita atau ungkapan sejarah serupa dengan cerita dalam kitab suci lainnya, namun sangat berbeda dalam detail dan maknanya. Beberapa kisah masa lalu, bahkan tidak ditemukan dalam kitab Yahudi atau Bibel. Seperti kisah bangsa Tsamud, Ad, kota Iram, dialog antara Nuh as dengan puteranya sebelum banjir terjadi, dan “percakapan semut yang didengar Sulaiman as”.
Kelima, seruan al-Qur’an bukan saja ditujukan kepada semua manusia (di bumi dan langit–planet dan alam lainnya), tetapi juga golongan jin (beserta seluruh rasnya, seperti setan, iblis, ifrit, dan makhluk asing yang belum diketahui manusia). Ayat-ayat ini tidak ada perlunya bila “makhluk biasa” yang membuat, apa manfaatnya?
Keenam, rincian tentang malaikat, jin, penciptaan (banyak) alam semesta dan (banyak) bumi, fenomena ilmiah, di mana pengetahuan manusia belum atau baru saja mengetahui.14
Ketujuh, struktur kodetifikasi yang ditemukan dalam al-Qur’an, di mana ia mengatakan untuk menambah keimanan bagi orang yang beriman dan membuat tidak ragu bagi pembaca Kitab ini (al-Muddatstsir 74 : 30).
sumber:MATEMATIKA ALAM SEMESTA
Kodetifikasi Bilangan Prima dalam Al-Qur’an
@abugil
ini salah satu contohnya gil
Besi, Surat ke-57
Memang aneh, tampaknya, dalam pelajaran teologi, nama salah satu elemen kimia dalam tabel periodik, yaitu besi (Fe = ferrum) bisa menjadi salah satu judul surat dalam kitab suci agama. Tetapi itulah al-Qur’an. Sehingga pertanyaan bagi orang awam tentunya, karakter apa yang menarik pada surat ini? Lalu, mengapa besi dijadikan salah satu nama surat dalam al-Qur’an? Bukankah emas, misalnya, lebih berharga?
Surat ini turun di antara masa-masa Perang Uhud, pada awal terbentuknya Negara Islam di Medinah. Oleh karena itu, bisa dipahami jika cukup banyak ayat yang memerintahkan pembaca untuk menafkahkan harta bagi kepentingan umum. Nama surat terambil dari kalimat wa anzalnal-hadida, ayat 25.1 Ayat seperti ini, menurut pandangan Malik Ben Nabi, laksana “kilauan anak panah” yang menarik perhatian bagi kaum ber¬akal; yang diselipkan di antara pelajaran-pelajaran yang menyangkut ketuhanan.
” Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan/turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia (supaya mereka mempergunakan besi itu), dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Maha Perkasa.” (al-Hadid 57: 25).
Karakter pertama yang menarik perhatian adalah banyak penafsir menghindari terjemahan wa ansalnal-hadida dengan “Kami ciptakan besi”, padahal secara intrinksik seharusnya. “Kami turunkan besi”, sebagaimana terjemahan “Kami turun¬kan bersama mereka al-Kitab dan mizan (keadilan, keseimbangan, keselarasan, kesepadanan)”. Mengapa demikian? Karena dalam bayangan mufasir klasik, bagaimana caranya besi diturunkan dari langit? Apakah dijatuhkan begitu saja?
Namun seiring dengan perkembangan waktu, pengetahuan manusia bertambah. Ilmuwan seperti Profesor Armstrong dari NASA atau Mohamed Asadi berpandangan bahwa “memang besi diturunkan dari langit”.2
Sains memberikan informasi kepada kita bahwa besi termasuk logam berat tidak dapat dihasilkan oleh bumi sendiri.
Energi sistem tata surya kita tidak cukup untuk memproduksi elemen besi. Perkiraan paling baik, energi yang dibutuhkan adalah empat kali energi sistem matahari kita,3 dengan demikian besi hanya dapat dihasilkan oleh suatu bintang yang jauh lebih besar daripada matahari, dengan suhu ratusan juta derajat Celsius. Kemudian meledak dahsyat sebagai nova atau supernova, dan hasilnya menyebar di angkasa sebagai meteorit yang mengandung besi, melayang di angkasa sampai tertarik oleh gravitasi bumi, di awal terbentuknya bumi miliaran tahun yang lalu.
Karakter kedua, ketika menjelaskan besi “memberikan kekuatan yang hebat” barangkali pembaca membayangkan sen¬jata pemusnah sekelas ICBM, Intercontinental Ballistic Missile (peluru kendali antarbenua) atau senjata pemusnah massal seperti senjata kimia. Tetapi bukan hanya iht. Nikmat yang paling besar yang diberikan Tuhan kepada umat manusia adalah “desain bumi”. Bumi dan isinya dilindungi oleh Sabuk Van Allen yang membungkus bumi seolah-olah perisai berbentuk medan elektromagnetik berenergi tinggi. Perisai dengan “ke¬kuatan hebat” ini tidak dimiliki oleh planet-planet lain.
Sabuk radiasi yang membentuk energi tinggi, terdiri dari proton dan elektron, mengelilingi ribuan kilometer di alas bumi, diberi nama Sabuk Van Allen. Sabuk ini melindungi bumi dan isinya dari ledakan dahsyat energi matahari yang terjadi setiap 11 tahun sekali yang disebut solar flares.4 Ledakan dahsyat ini bila tidak ditahan di angkasa dapat meluluh-lantakkan semua kehidupan di bumi, dengan kekuatan setara 100 juta bom atom Hiroshima. Perlindungan juga didapatkan dari serangan badai kosmis yang membahayakan umat manusia. Bagaimana sabuk perisai ini terbentuk? Sabuk ini terbentuk dari inti bumi yang besar, yaitu terdiri dari besi dan nikel. Keduanya membentuk medan magnet yang besar, yang tidak dimiliki oleh planet lain, kecuali planet Merkurius, dengan radiasi yang lebih lemah.5
Barangkali kita sekarang paham mengapa besi menempati salah satu judul surat di dalam al-Qur’an. Inti besi dan nikel “melindungi makhluk bumi” berupa perisai elektromagnetik dengan “kekuatan yang hebat”. Namun yang terpenting, al¬Qur’an ingin menunjukkan kepada pembaca bahwa besi tidak dapat diproduksi di bumi. Oleh karena itu, ia langsung ditu¬runkan dari langit untuk dimanfaatkan oleh manusia sesuai dengan ayat 25.
Harap pembaca juga memperhatikan kodetifikasi di alam raya, solar flares terjadi 11 tahun sekali. Metonic cycle 19 tahun sekali, komet Halley rata-rata 76 tahun sekali mendekati bumi, penyesuaian Kalender Lunar mengikuti siklus 11 tahun dan 19 tahun.
Elemen Berat Besi, Fe-57
Karakter ketiga berhubungan dengan elemen kimia dalam tabel periodik. Kita tidak mungkin menafsirkan Surat Besi tanpa “membedah” elemen kimia besi berikut karakterisistiknya, yang berhubungan dengan kata al- hadid. Tanpa mengenal sifat¬sifat besi, pembaca tidak akan mengetahui “keindahan” Surat Besi ini, yang diletakkan pada nomor 57.
Nilai kata atau al-jumal al-hadid adalah 57. Terdiri dari a! (31) dan hadid (26). Tabel al-jumal bisa dilihat pada Tabe15.4.
Alif = 1, Lam = 30, Ha’ = 8, Dal= 4, Ya’ = 10, Dal = 41 + 30 + 8 + 4 + 10 + 4 = 31 + 26 = 57.
Fakta Pertama
Fakta menunjukkan bahwa besi atau al-hadid mempunyai nilai (al-juntal) 57, sama dengan nomor suratnya, atau (19 x 3). Kelipatan 19 dengan koefisien angka 3.
Besi, menurut Peter Van Krogt ahli elementimologi, telah lama digunakan sejak zaman prasejarah, 7 generasi sejak Adam as. Besi adalah salah satu elemen berat, dengan simbol Fe, atau ferrum, yang berarti “elemen suci” dari kata Iren (Anglo-Saxon). Diberi nama ferrum, ketika pemerintahan Romawi, kaisar Roma yang bernama Marcus Aurelius dan Commodus menghubung¬kan dengan mitos Planet Mars. Ilmu kimia modern mengatakan bahwa besi atau Fe ini mempunyai 8 isotop, di mana hanya 4 isotop saja yang stabil, yaitu dengan simbol Fe-54, Fe-56, Fe-57, dan Fe-58 (lihat Tabel 9.1).
TABEL 9.1
ISOTOP BESI 7
Isotop Waktu Paruh Isotop Waktu Paruh
Fe-.52 8.3 jam FP-57 Stabil
Fe-54 Stabil Fe-58 Stabil
Fe-55 2.7 tahun Fe-59 54.5 hari
Fe-56 Stabil Fe-60 1.500.000 tahun
Besi mempunyai nomor atom 26, posisinya terletak di tengah-tengah tabel periodik.6. Sedangkan Fe-57, salah satu isotop besi yang stabil mempunyai 31 neutron. Ini berbeda dengan isotop stabil lainnya, misalnya Fe-56 mempunyai 30 neutron dan Fe-58 mempunyai 32 neutron. Fe-57 juga diketahui mempunyai “ionisasi energi” tingkat ke-3, sebesar 2957 jk/mol (dibulatkan)8, energi yang keluar untuk mengubah status Fe+2 ke Fe+3. Besi sendiri mempunyai 4 tingkatan energi–itulah mengapa hanya 4 isotop saja yang stabil. Terakhir yang tidak kalah penting, Fe-57 jdga diketahui mempunyai massa atom sebesar 56,9354.9
Fakta Kedua
Begitu kita mengenal karakterisitik besi, kita mendapat gambaran banyak hal, misalnya:
• Salah satu isotop besi yang stabil, Fe-57, mempunyai nomor simbol sama dengan nomor Surat al-Hadid, dan al-jumal dari al-hadid adalah 57 juga.
• Besi mempunyai nomor atom 26, ditunjukkan oleh al-jumal kafa hadid.
• Fe-57 mempunyi elektron 31 buah, ditunjukkan oleh al¬jumal dari kata “al”.
• Koefisien 3, dari (19 x 3), ditunjukkan dengan ionisasi ting¬kat energi ke-3 yang dilepas sebesar 2957 jk/mol. Surat al¬Hadid mempunyai ayat berjumlah 29 buah atau kodetifikasi 2957.
• Peneliti al-Qur’an dari kelompok Fakir 60 di Amerika Seri¬kat menjelaskan bahwa banyaknya kata dalam surat ini seluruhnya adalah 574 kata, sedangkan banyaknya kata dari awal surat sampai dengan ayat ke-25 (kata pertama) adalah 451. Bilangan 574 menunjukkan “Fe-57 adalah salah satu isotop yang stabil dari 4 isotop yang ada” atau berarti juga “yang mempunyai 4 tingkatan energi”.
• Bilangan 451, banyaknya kata, adalah jumlah bilangan no¬mor simbol kedelapan isotop besi: Fe-52, Fe-54, Fe-55, Fe¬56, Fe-57, Fe-58, Fe-58, sampai Fe-60; yaitu 52 + 54 + 55 + 56 + 57+ 58 + 59 + 60 = 451.
• Enkripsi pada keempat isotop stabil, Fe-54, Fe-56, Fe-57, dan Fe-58 merupakan kelipatan 19 atau: 54565758 = 19 x 2871882
• Demikian juga massa atom Fe-57, 56.9354 adalah: 569354 = 19 x 29966
• Bukan suatu kebetulan, jika nomor surat dan nomor ayat besi (QS 57: 25) ditunjukkan dengan angka 19.
5+7+2+5=19.
• Bukan pula suatu kebetulan jika Surat Besi diletakkan di tengah-tengah al-Qur’an, sebagaimana elemen besi nomor 26 terletak di tengah-tengah tabel periodik.
• Dari sisi matematika, angka 57 clan 29 tergolong ajaib ka¬rena angka-angka tersebut merupakan:
• 57×29= 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 +…+ 57 atau (19 x 87)
Kata “besi” dalam al-Qur’an disebut 9 kali dalam 6 ayat yang berbeda10. Barangkali salah satu keterangan yang menarik dari hal yang menarik lainnya adalah keterangan yang berhu¬bungan dengan “rahasia” Dzulkarnain pada Surat al-Kahfi (18:96), yang berarti “gua°. Ayat tersebut berkisah tentang “pin-tu besi” yang dibangun oleh Dzulkarnain “di antara kedua pun¬cak gunung”. Suatu saat akan hancur, ketika kiamat telah dekat. Tanda-tanda kiamat ini menarik perhatian ilmuwan Barat clan juga Winston Churchill, PM Inggris pada tahun 1940-an. Perha¬tian para ahli arkeologi Muslim terletak pada karakter siapa yang pas untuk Dzulkarnain dalam sejarah? Apakah Raja dari Macedonia (tafsir Yusuf Ali dan Prof. Dr. H. Mahmud Yunus mengatakan Iskandar Dzulkarnain dari Macedonia, sehingga mengundang kritikan ahli sejarah, karena tidak pas11), Alexander Agung, ataukah Cyrius Kaisar dari Persia? Sedangkan perhatian Churchill, karena ramalan “perang besar yang akan terjadi” sebelum dunia kiamat, sebagian tercatat dalam Kitab Mulia al-Qur’an12, dengan versi lain jika dibandingkan dengan Bibel. Lalu siapakah Gog dan Magog (versi Barat), apakah kaum Kulit Kuning (Oriental), Hindu, animis, atau Komunis Rusia? Sedangkan al-Qur’an menyebutnya bangsa Ya’juj dan Ma’juj (al-Kahfi [181:94)? Belum diketahui pasti siapa mereka. Indikasi masa depan, ada berbagai kemungkinan. Namun, satu hal, tampaknya para arkeolog telah menemukan “Pintu Besi” yang dimaksud oleh al-Qur’an di Derbent, termasuk dalam wilayah Uni Sovyet dahulu13, seperti tercantum dalam Encyclopedia Columbia, walaupun masih diperdebatkan di kalangan sejarawan modern, siapa sebenarnya yang membangun pintu besi tersebut, Alexander Agung ataukah Cyrius?
Encyclopedia Columbia edisi ke-6, mencatat bahwa Derbent ditemukan pada tahun 438 oleh bangsa Persia sebagai pertahan¬an yang strategis di Pintu Besi. Benteng tersebut masih ada clan diberi nama Tembok Kaukasia (Caucasian Wall) juga disebut Tembok Alexander. Dibangun oleh bangsa Persia (yang menemukannya) pada abad ke-6, untuk menahan serangan pendatang-pendatang dari daerah Utara.
Dengan demikian, Surat Besi ini menunjukkan keistimewaannya dengan berbagai cara, di antaranya adalah besi diturunkan secara intrinksik dari langit melalui meteorit pada awal terbentuknya bumi, miliaran tahun yang lalu. Besi diketahui mempunyai kekuatan yang dahsyat: inti besi dan nikel membentuk perisai medan magnet bumi dengan energi yang luar biasa untuk menahan solar flares dan badai magnetik angkasa. Sedangkan nomor surat 57 sama dengan al-jumal dari al-hadid (57). Surat ini juga memperlihatkan karakter Fe-57, salah satu isotop besi yang stabil. Selain itu, ditunjukkan dengan kodetifikasi nomor atom (26) dan jumlah elektron (31) yang mengelilingi inti atom besi. Kodetifikasi surat dan ayat juga ditunjuk¬kan dengan jumlah digit nomor surat dan ayat besi (al-Hadid 57: 25), yaitu bilangan’ 19. Ramalan atau prophecy: Besi atau Pintu Besi Dzulkarnain diisyaratkan berhubungan dengan salah satu tanda datangnya kiamat – hancur secara fisik – ketika bangsa yang dinamakan Ya’juj dan Ma’juj menimbulkan keru¬sakan di bumi.
sumber:MATEMATIKA ALAM SEMESTA
Kodetifikasi Bilangan Prima dalam Al-Qur’an
@Bapake Abigail
Sampean kenal toch sama @Oom Stephen Hawking (Stephen Hopkins) budak YAHUDI IDIOT mengaku fisikawan modern ?!
Nah. beliau katanyah melahirken TIORI BIG BANG !!!
Teori Big Bang : Teori ini menyataken bahwa semua benda-benda dijagad raya ini pada awalnya adalah mung SIJI BAE kemudian terpisah-pisah.
Singkat kata bahwa keseluruhan materi alam semesta diciptakan melalui Big Bang atau ledakan raksasa dari satu titik tunggal membentuk materi baru dan terpisaha satu dari yang lain dan secara kontinue mengembang sampai saat ini.
Materi satu titik tunggal (katanyah 0 volume, dan tak hingga beratnyah )
AL Qur’an menulis:
Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (QS 21:30)
SUATU YANG PADU := satu titik tunggal ..
(awas lho bukan “padu” bahasa jawa kowek … hehehe )
Teori BIGBANG mengakibatken Jagad Raya berekspansi (mengembang) :
@Oom Hubble telah membuat penemuan penting lain. Bintang dan galaksi bergerak tak hanya menjauhi kita, tapi juga menjauhi satu sama lain. Satu-satunya yang dapat disimpulkan dari suatu alam semesta di mana segala sesuatunya bergerak menjauhi satu sama lain adalah bahwa ia terus-menerus “mengembang”.
Al Qur’an menulis:
Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya. (QS 51:47)
BENAR-BENAR MELUASKAN := EXPANSI LANGIT / JAGAD RAYA.
Kesimpulan:
Nabi Muhammad s.a.w mengcopas (Plagiat) dari karya ilmiah @Oom Step … hahaha….
@abugil
coba cermati ayat2 dibawah, mungkin nggak?
Kejadian 1 : 1 – 19
1. Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
2. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.”
3. Berfirmanlah Allah : “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.
4. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.
5. Dan Allah menamai terang itu siang dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.”
6. Berfirmanlah Allah : “Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.
7. Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan airj yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian.
8. Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.”
9. Berfirmanlah Allah : “Hendaklah segala air yang ada di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” Dan jadilah demikian.
10. Lalu Allah menamai yang kering itu darat dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
11. Berfirmanlah Allah : “Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi.” Dan jadilah demikian.
12. Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
13. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.”
14. Berfirmanlah Allah : “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda mneunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,
15. dan sebagai penerangh pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi.” Dan jadilah demikian.”
16. Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.
17. Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,
18. dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap.
19. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.”
PERCAYAKAH ANDA BHW:
1.Setan kencing di lubang kuping org tdk sholat subuh?
2.Setan itu semalam suntuh bermalam dlm lubang hidung?
3.Perempuan itu mengeluarkan mani yng berwarna kuning?
4.Waktu kuda menyeringai itu krn sedang melihat setan?
5.Sayap lalat itu ngandung obat dan ngandung penyakit?
ITU SEMUA AJARAN DARI NABIULLOH DAN ROSULULLOH LHO!
@abugil
1. ya kalau anak TK Sih bakalan langsung percaya. tapi gue lebih nggak percaya tuhan bapa bisa punya anak tanpa tuhan ibu
2. lubang hidung lu kali gil
3. apa perlu gue kasih link film parno/sekalian aja gue kirim kasetnya ke rumah lu gil biar lu percaya
4. kuda menyeringai itu kalau seandainya dia bisa baca semua tulisan lu gil
5. itu kan udah dibuktikan dengan penelitian, kalau lu mau nyangkal ya lu buat aja penelitian tandingan buat nyangkal. lu nggak bisa dunk nyangkal pendapat seseorang tanpa tahu alasannya apa lu nggak pernah sekolah gil?
oya gil gimana dengan bakar makanan diatas tai?
@ mas jack
belum tahu ya khasiatnya makanan dibakar di atas tai ?
itu yang bikin orang jadi kuat lho, jadi klo ditampar pipi kiri malahan minta yang kanan sekalian, ga bakalan berasa apa2…… dijamin
@Bapake Abigail
Kata siyapa ajaran Rasulullah ?!
Bejinilho @Pa-e… Rabi (TUhAN) YAHUDI itu sudah kewalahan merubah ayat-ayat Al Qur’an, lalu mereka membuat hadits-hadits palselu yang dikataken sebagai ucapan Rasulullah (bac: Nabi Muhammad s.a.w) jadi singkat kata: Janganken ucapan Rasul, lha wahyu Allah oleh mereka (baca: monyet-monyet Yahudi) di rubah, tambah atau dihilangken. Contohnya yang sampean tulis diatas.
Bukti:
Mat 8:31 Maka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya: “Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu.”
Mat 8:32 Yesus berkata kepada mereka: “Pergilah!” Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air.
)
____________________________
Hehehe… heibat yah @Oom YESUS menuruti permintaan SETAN dan MEMBUNUH BABI
(hihihi… babinyah mati tenggelam, Setan-setan nyah mah pindah menjadi rupa DAGING dan DARAH alias YESUS…
Untuk mengelabui umat Islam (baca: Kaum Muslim) maka berkicaulah sang SETAN YESUS yang berupa (darah dan daging).
*** PERHATIKEN YANG SAYAH BOLD, supaya sampean tidak jadi BOLOR ***
Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah saw bersabda:
“Antara diriku dengan Isa(a) tidak ada nabi, dan sesungguhnya dia pasti turun. Jika kalian melihatnya maka kenalilah dia. Sesungguhnya dia berperawakan sedang, putih kemerah-merahan, dia turun di antara dua potong baju berwarna kekuning-kuningan, kepalanya seolah-olah menetes walaupun tidak basah, dia memerangi manusia di atas Islam, lalu dia mematahkan salib(b), membunuh babi(c) dan menghapus jizyah(d). Pada masanya Allah menghancurkan semua agama kecuali Islam, dia membunuh al-Masih ad-Dajjal<e) kemudian tinggal di bumi selama 40 tahun kemudian wafat(f) dan kaum muslimin menshalatkannya.” (HR. Abu Dawud, al-Hakim dan Ibnu Khuzaemah)
Sekarang buka mata sampean lebar-lebar, jangan mulut sampean yang dibuka nanti kemasukan AL MAHDI AL YESUS makan laler IJO… hehehe…
http://haniifa.wordpress.com/2010/11/10/al-mahdi-alaihi-salam-suka-laler-ijo/
Hadist tersebut PALSU sebab:
(a) Nama “Isa” :
Tidak mungkin ulama Islam ternama menulis nama Nabi dan/atau Rasul tidak diakhiri oleh kata alaihis salam (a.s) atau nama alias yang sudah dibakuken oleh Al Qur’an
Jadi yang benar adalah : Isa a.s atau Isa ibn Maryam atau Isa Al Masih.
(b) Mematahkan “Salib” :
Tidak mungkin ulama Islam berpihkiran seperti itu, sebab orang yang mati DI SALIB adalah orang YANG TERKUTUK dan ini sudah ditetapken dalam Al Qur’an.
Surah Al Maaidah ayat 33
Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar, (QS 5:33)
Peri kelir, orang yang mati di salib adalah orang yang di HINAKAN oleh ALLAH.
bus on the way…
YESUS itu adalah salah satu orang yang terhina di dunia dan akhirat.
Dus…
YESUS bukan Anak Allah
YESUS bukan Tuhan Pencipta Langit dan Bumi (baca: ALLAH)
Singkat kata YESUS itu ORANG yang MODAR secara memaluken… hehehe…
(c)membunuh babi:
Rupanya Anak Rabi (Pendeta) YAHUDI yang lahir di PALUNGAN (baca: tempat minum BABI) sangat dendam kesumat sama BABI, weleh-weleh… Babi itu memang diharamken tapi tidak ada satu ayatpun yang membolehkan manusia membantai makhluk Allah dengan tidak ada alasan yang jelas.
Membunuh Babi berarti mengganggu EKOSISTEM, artinya membuat kerusakan di muka bumi.
(d) menghapus jizyah
Jizyah itu hampir serupa dengan zakat, lha ini ulama apaan kalau tidak mengerti jizyah.. hehehe…
Hukum jizyah ada di Al Qur’an surah At Taubah ayat 29, berarti mengingkari wahyu Allah dunk:
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. (QS 9:29)
(e) al-Masih ad-Dajjal:
Hua.ha.ha… semakin jelas dan peri kelir hadits ini buwatan YAHUDI, sebab dalam Al Qur’an : Nabi Isa ibn Maryam bergelar “AL MASIH” sedangken Ad-Dajjal adalah cerita porno IMAM YAHUDI.
Surah At Taubah ayat 31:
Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS 9:31)
Hehehe… sampai lebaran ontapun, tidak ada yang namanyah AD DAJJAL kecuali cerita para Imam Mesum .. eh, Imam Maksum Agama Syi’ah yang ALKITABnyah Al KAFI(run)
(f) selama 40 tahun kemudian wafat
Waduh… repot dah,… hehehe, Seluruh Manusia tanpa kecuali Nabi Adam a.s, Nabi Isa Al Masih dan Nabi Muhammad s.a.w itu hanya mengalami DUA KALI MATI dan DUA KALI HIDUP, banyak ayat-ayat Al Qur’an yang menjelaskan demikian:
Mati (tanah)-Hidup(didunia)-Mati(tanah)-Hidup(di akhirat)
Mereka menjawab: “Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?” (QS 40:11)
Jika Al Msih turun lagi ke bumi menurut hadits tersebut dan di wafatken setelah 40 tahun maka artinya beliau mengalami :
1. DUA (2) kali hidup dan TIGA (3) kali mati
atau…
2. TIGA (3) kali mati dan TIGA (3) kali hidup
(Dasar YAHUDI penipu IDIOT… hehehe)
Wassalam, Haniifa.
@alfa
oooooooooooooh berarti samson dalam al kitab itu kebanyakan makan makanan yang dipanggang diatas tai ya? wah kalau berita ini sampai tersebar bisa bangkrut perusahaan2 obat kuat
@hanifa
saya pernah baca buku ibu irene handono(lupa judul bukunya), hadis tersebut dibuat oleh orang yahudi yng masuk islam
Abigail berkata
April 28, 2011 pada 4:35 am
PERCAYAKAH ANDA BHW:
1.Setan kencing di lubang kuping org tdk sholat subuh?
2.Setan itu semalam suntuh bermalam dlm lubang hidung?
3.Perempuan itu mengeluarkan mani yng berwarna kuning?
4.Waktu kuda menyeringai itu krn sedang melihat setan?
5.Sayap lalat itu ngandung obat dan ngandung penyakit?
ITU SEMUA AJARAN DARI NABIULLOH DAN ROSULULLOH LHO!
JAWAB:
PERCAYAKAH ANDA DENGAN INI????
)
1)ular adalah kelompok binatang ternak?
2)ular di kutuk merayap dengan perutnya?(berarti ular dulu di surga punya kaki?lengkap sudah keseraman dan keanehan surga kristen)
3)siang dan malam ada sebelum ada matahari?
4)tumbuhan di ciptakan sebelum matahari?
5)ular berbicara di surga?(kayak dongeng kak seto aja
6)ada perang antara naga dan malikat di sorga di kitab palsu kesaksian yohanes?
7)banjir nuh meliputi seluruh dunia??
8)seluruh binatang dunia di selamatkan nuh?
9)ada kaum raksasa di dunia??
10)kontaradiksi bible mencapai 1000.000 kasus menurut ENSIKLOPEDIA LUKS DAN ELITE,ENSIKLOPEDIA BRITANICCA???
dan muasiiiih banyak lagiiii
ALL MUSLIMS,ABIGAIL MULAI FRUSTASI DAN KEHABISAN AMUNISI
@Abigail
“Yeshua” adalah “Firman” yaitu “Firman YAHWEH” atau “Firman Tuhan”.
“Firman Tuhan” ya “Tuhan sendiri”. Perkataan saya ya saya sendiri.
Maka “YESHUA” sbg “TUHAN” ya sejak Dia sbg “FIRMAN TUHAN” dan sejak “TUHAN EKSIS”.
===========
(Perkataan saya ya saya sendiri)
Tuhan disunat, nah daging sunat itu juga Tuhan.
Tuhan meneteskan darah, nah darah itu juga Tuhan.
Tuhan berkeringat, keringat itu juga Tuhan.
Tuhan berak/ee/bab/tai, nah tai itu juga Tuhan..
nggak kebayang kalau diketemukan daging sunat, tetesan darah, keringat, tai Yesus… kira-kira mau diapain tuh hasil “produk Tuhan” apabila diyakini Tuhan juga sama umat kristen…… @!#@##$#$#%% (Perkataan saya ya saya sendiri)
ayo siapa yang mau jawab???
@Miguel
mau nanya no.9, katanya ada raksasa di dunia ya??
itu perkawinan siapa dengan siapa sih?? kok bisa melahirkan raksasa….
kalau gak salah perkawinan Malaikat dengan Manusia ya??
lha bukannya malaikat itu gak kawin bin mawin ????
eh yang kristen boleh jawab deh, soalnya lebih berwenang kayaknya…..
@faham
udah nonton film City of Angel yang dibintangi Nicolas cage sama Meg Ryan?
tu konsep malaikat menurut orang kristen kayaknya seperti di film itu. malaikat bisa jadi manusia kalau jatuh dari gedung (bunuh diri), malaikat jatuh cinta sama manusia dll
@Jack
malaikat jatuh cinta??? hehehe….
apa Malaikat bosen di surga terus jalan-jalan ke bumi…. ??? Malaikat yang kesasar kali ya ???
jadi bisa jatuh cinta, hukum tidak kawin dan dikawinkan jadi nggak berlaku….
@faham
ya jelas bosen la wong malaikatnya cowok2 sedangkan di surga nggak ada ceweknya
@faham
coba anda tanyakan kepada umat kristen apa yang ditawarkan surga bagi umat kristen yang masuk surga?
paling2 jawabnya ntar di surga manusia kayak robot
Eh, ada yang nanya…
Pro: Faham #6
Karangan manusia juga bisa tanpa kesalahan dan kontradiksi.
Lalu bedanya apa antara “karangan manusia” dg “wahyu Allah”?
=======
Bedanya…..
Omongan manusia biasa tidak akan meramalkan dengan tepat kejadian masa yang akan datang
Omongan manusia biasa jaman dulu ternyata bisa terbuktikan di saat teknologi sudah maju
Omongan manusia biasa tidak akan ngomongan Tuhan, Jin, Malaikat, Surga, Neraka, Kiamat
Omongan manusia biasa tidak akan mengeluarkan larangan & perintah (mis : aturan pernikahan)
Omongan manusia biasa tidak akan mengenal Ruh, Kematian…
Omongan manusia biasa tidak akan mengenal pembuatan/penciptaan manusia
Omongan manusia biasa tidak akan tahu peristiwa di masa lalu dan masa yang akan datang
Omongan manusia biasa tidak akan tahu bahwa hewan mengeluarkan sesuatu yang bermanfaat (mis : susu,madu)
Omongan manusia biasa tidak akan tahu kapan waktu yang pantas untuk berhubungan (mis : jangan lagi haid)
Omongan manusia biasa tidak bisa mengatur hubungan/adab dengan Tuhan dan sesama manusia
Omongan manusia biasa tidak akan tahu mana makanan yang baik dan yang tidak baik, halal & tidak halal (misal : makan bangkai, darah, dll)
dll..dll… deh pokoknya..
sekarang mana contohnya omongan manusia yang bisa menjelaskan komplit seperti di atas ???
Anda bilang Mat 24;36 dan 1Tim 6:16 ngaco tapi Alquran bilang Torat dan Injil itu berisi kebenaran yg harus diimani.(Qs 2:176; 29:46)
==============
AlQur’an memang mengharuskan umat muslim mengimani kebenaran Alkitab (Injil & Taurat), tapi yang diturunkan HANYA kepada Nabi Isa AS dan Nabi Musa AS (baca AQ 21:48, 5:46, dll)
Nah kalau Injil & Taurat sekarang yang dipegang umat kristen jelas bukan Injil & Taurat yang diturunkan kepada Isa AS & Musa AS. dan tentunya informasi ini tidak menyalahi apa kata alQur’an bahwa kitab itu sudah “rusak” (ada campur tangan manusia), baca aja ayat sebelumnya 2:174 atau ayat lain : 2:75, 2:79, 3:71, 3:187, dll)
dan saya tambah yakin bahwa Injil & Taurat sudah “rusak”, karena (salah satu contoh saja, dari banyak kepalsuannya) :
1. Masa musa menceritakan kematian & penguburannya sendiri???
2. Masa kata orang & tulisan paulus masuk dalam Injil???? emang yang menerima kitab injil siapa…. yesus apa paulus???
Untuk ayat Mat 24;36 dan 1Tim 6:16, silahkan anda baca…
terus jawab pertanyaan saya ini : “Apakah Yesus memenuhi ayat di atas?” kalau jawabnya : “TIDAK”
berarti ayat itu benar… tapi kalau jawabannya “IYA, MEMENUHI”, berarti ayat itu BOHONG!!!
terus jawab pertanyaan saya ini : “Apakah Yesus memenuhi ayat di atas?” kalau jawabnya : “TIDAK”
=======
maksudnya “Tidak” adalah Tidak pantas disebut Tuhan
@Mas Jack
saya pernah baca buku ibu irene handono(lupa judul bukunya), hadis tersebut dibuat oleh orang yahudi yng masuk islam
___________________
Mantab’s
Insya Allah, kita semuah tahu bahwa di Mekah suku Khaza’a beragama YAHUDI dan begitu pula di Madinah dengan Aus dan Khazraj mereka terasimilasi oleh YAHUDI-NASHRANI.
jadi tidak heran, penyelewengan makna ayat Al Qur’an dan Al Hadits terbukti buwatan MONYET YAHUDI dan BABI KRISTEN
@hanifa
oya judul bukunya
“Mempertanyakan Kebangkitan & Kenaikan Isa Almasih”
berikut kutipannya
Ada pendapat yang mengatakan bahwa lsa Al Masih tidak disalib, tetapi yang disalib sampai mati adalah Yudas Iskariot alias Yahuda Askhariyuti. Pendapat seperti ini sulit dipertanggungjawabkan sebab Al-Qur’an sama sekali tidak pernah menyebut atau mengkisahkan nama tersebut.
Lantas dari mana umat Islam mengenal nama Yudas Iskariot? Jawaban atas pertanyaan ini bisa kita baca lewat keterangan Prof. HAMKA:
“Mereka menerima riwayat dari orang-orang Yahudi dan Nasrani yang masuk Islam. Satu riwayat yang dinukilkan Ibnu Jarir menyatakan bahwa rupa Isa disamakan kepada Yahuda (Yudas) itu sendiri, sehingga dialah yang ditangkap dan dialah yang disalib.”
….. Adapun riwayat-riwayat ini diterima oleh sahabat Rasulullah dan penafsir sesudahnya ialah orang-orang ahlul kitab yang masuk Islam, diantaranya Wahab bin Munabbih.
Jadi, jelas bahwa umat Islam mengenal Yudas dari ahlul kitab, bukan dari Al-Quran.
@Mas Jack
Hatur tengkiu infonyah..
Jujur saja, sayah juga ruwit memilih dan memilah siyapa sesungguhnya yang disalib ?!
Yudas Iskariot alias Yahuda Askhariyuti… bisa jadi demikian, soalnya ahlul kitab senang sekali merubah-rubah riwayat, termasuk nama-nama personilnya.
Note:
Kita semuah maklum, AL BIBEL itu seperti buku catatan sipil… penuh dengan titipan “nama” … hehehe…