Ihsan dan Itqan-lah dalam Mengemban Tugas
Oleh Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MSc
Ihsan dan itqan adalah dua istilah yang terdapat dalam Alquran dan sunah yang berkaitan dengan amal perbuatan seorang Muslim yang harus dilakukannya dalam hidup dan kehidupannya di dunia ini. Ihsan berarti optimalisasi dalam kebaikan. Artinya, kebaikan apa pun yang dilakukan seorang Muslim harus selalu optimal dalam persiapan dan pelaksanaannya, agar hasilnya didapat secara optimal pula.
Allah SWT berfirman dalam QS al-Mulk [67]: 2: “(Dia) Yang menjadikan mati dan hidup supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya (optimal). Dan, Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.”
Jika seorang Muslim sedang melakukan ibadah maka dipersiapkan dan dilakukan dengan baik, baik ilmu pengetahuan yang berkaitan dengannya maupun teknis pelaksanaannya. Ketika melaksanakan ibadah haji, misalnya, ilmunya dipersiapkan, tata cara pelaksanaannya disempurnakan, juga menjaga kesehatan jasmani rohani, sehingga betul-betul predikat haji mabrur dapat diraih, termasuk menjaga dan mempertahankannya ketika ia sudah kembali ke kampung halamannya.
Seorang Muslim yang sedang mendapatkan amanah jabatan publik di wilayah eksekutif, legislatif, ataupun yudikatif, ia penuhi amanah tersebut dengan semaksimal mungkin agar betul-betul mampu mempersembahkan yang terbaik bagi kepentingan masyarakat dan bangsa di wilayah pekerjaannya tersebut. Amanah dan profesionalitas merupakan ciri utama dari pejabat Muslim tersebut. Karena disadarinya, semuanya akan dipertanggungjawabkan kepada konstituennya di dunia ini dan terutama kepada Allah SWT kelak kemudian hari, dan selalu berusaha menjauhi sifat khianat.
Allah SWT berfirman dalam QS al-Anfal [8]: 27: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad), dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu sedang kamu mengetahui.”
Sedangkan, itqan berarti kesungguhan dan kemantapan dalam melaksanakan suatu tugas, sehingga dikerjakannya secara maksimal, tidak asal-asalan, sampai dengan pekerjaan tersebut tuntas dan selesai dengan baik. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah sangat mencintai orang yang jika melaksanakan suatu pekerjaan, maka pekerjaaan tersebut dilakukannya dengan itqan.” (HR Thabrani).
Karena itu, ihsan dan itqan harus selalu menjadi ruh dan spirit bagi setiap Muslim dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya, baik yang berhubungan dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia, sehingga pekerjaannya itu akan selalu bernilai ibadah dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Wallahu a’lam.[Republika]
kekerasan akan terus melahirkan kekerasan, jika pelakunya adalah umat islam maka akan menjadi kewajiban kita sebagai saudara untuk saling mengingatkan
@All
Sebenarnya ada hal-hal yang patut di puji dari ghirah Islam, dalam hal ini saya pribadi setuju, salut, bangga, dan iri atas semangat teman-teman dalam memperjuangkan Islam dan harga diri kaum muslimin terutama perjuangan Osama bin Laden yang begitu gigihnya melawan ketidakadilan yang dilakukan pihak “barat” terhadap umat/negara Islam khususnya Palestina & Irak. Beliau seorang konglomerat kelas kakap mau meninggalkan kekayaan, kenikmatan dunia demi perjuangan yang diyakininya yaitu jihad secara fisik/berperang (semoga Allah memaafkan kesalahan beliau dan menerima niat baik beliau, amien).
Meskipun sebagian orang men capnya “teroris”, yang saya sedihkan malah orang Islam sendiri tidak luput ikut2an… bagi saya beliau orang yang mempunyai ghirah dalam menegakkan harga diri umat muslim…
dan seandainya benar bahwa pelaku 11 september adalah beliau, maka yang dia serang bukan sasaran sipil !! tapi pusat ekomomi AS dan markas pantagon…. Saya memahami pemikiran beliau untuk menyerang ke-2 tempat ini, tidak lain untuk melumpuhkan AS khususnya hegemoni di dunia muslim dengan perlakuan yang tidak adil.
Hanya dengan segelintir orang yang disebut “teroris” yang dinisbatkan oleh dunia barat menandakan mereka sangat ketakutan dengan perlawanan umat muslim/kebangkitan Islam. Sehingga untuk melawan “segelintir teroris” ini maka biangnya teroris (Amerika cs) meminta bantuan semua sekutunya (cecunguk) untuk melawan Osama.
ya Allah, saya sedih karena saya tidak bisa mencontoh beliau… yang saya bisa lakukan hanyalah berpangku tangan dan menonton saudara-saudaraku yagn dibunuh, baik anak-anak, orang tua, perempuan, masjid-masjid-Mu serta terusir terusirnya saudara-saudaraku dari tanah mereka….
semoga banyak pejuang-pejuang Islam yang tetap istiqomah dalam nenegakkan Diin-Mu sesuai dengan syariat-Mu…
ya Allah ampunilah aku, berilah aku kekuatan, kesanggupan, hidayah dan petunjuk-Mu…..
Saya maklum tulisan saya di atas pasti ada yang Pro dan Kontra.
Itu hanya pemikiran saya saja tentang Osama dan saya berharap untuk tidak diperdebatkan….
apalgai kalau dihubungkan dengan kasus Bom Cirebon, sepertinya sangat jauh berbeda…. kasus Cirebon menurut saya, jelas sangat menyimpang jauh dari aturan syariat Islam….
Saya mohon maaf apabila ada yang tidak sependapat.
Sudahlah saudaraku tidak perlu didebatkan masalah osama lagi, hanya allah swt lah yang tau apa yang sebenarnya terjadi.Dan hanya allah lah juga yang tau siapa sajakah yang sungguh2 berjuang dijalan-Nya. Jadi soal osama dan yg lainnya pendapat saya pribadi saya tidak tau apakah dia benar atau salah. Menurut saya jika dia melanggar perintah allah swt yang tertulis dalam al-qur’an maka dia salah.
Tidak peduli itu untuk menghancurkan perekonomian atau yg lainnya, selama orang/kelompok itu berjihad dengan cara yg salah (membunuh anak2,perempuan,orang tua renta,dll) maka dia salah.
“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya” (QS. Al Hajj (22):39)
dan teroris melanggar aturan jihad itu sendiri
1. dilarang dalam peperangan:
a. merusak tempat ibadah dan ruang publik –> yg main bom2 an di mesjid, gereja , pasar dsj jelas sudah melanggar larangan ini
b. dilarang membunuh wanita dan anak2 ..
c. face to face, artinya benar2 ada musuh yg dilawan –> bukan musuhnya ada di belahan bumi mana, bomnya di indonesia ,
d. memerangi dengan cara musuh memerangi –> jika musuh berperang dengan pemikiran maka lawan dengan pemikiran, senjata lawan senjata dslnjutnya .. (implikasinya jelas : jika di Palestina , Israel menjajah dengan senjata ya lawan senjata, di Indonesia ada pihak yg menjajah dgn pemikiran ya lawan pemikiran)
Komentar ane:
1. Benarkah yang menyerang gedung WC tertinggi di dunia adalah osama??? Kalo iya, apakah amerika sebodoh itu sampai untuk menangkap 1 orang 1 negara harus luluh lantah untuk menebusnya??? Padahal hasilnya pun NOL BESAR, penuh kontradiksi…dulu dikatakan sudah mati, ternyata hidup lagi, mati lagi, hidup lagi…sakti amat ya osama ini… udah matipun mau dilarung di laut, emang agamanya apa sampai mesti dijadikan tumbal ke laut?
2. Sepertinya istilah teroris mesti diluruskan, masak negara israel yang jelas2 melanggar hukum internasional sekalipun malah dianggap pahlawan sama amerika???
3. Mau coba membandingkan yang ini:
CMIIW wrote: face to face, artinya benar2 ada musuh yg dilawan –> bukan musuhnya ada di belahan bumi mana, bomnya di indonesia
vs
Faham wrote: dimana nabi dahulu menyerang khafilah dagang orang qurais Mekkah di daerah Yastrib (bukan di Mekkah dimana nabi “diperangi” oleh orang Quraish).
Ada yang bisa kasih pencerahan???
@CMIIW
Tolong saya beri pencerahan (selain yang dibandingkan Ahzay point 1.c)
menurut anda perang harus face to face, mungkin anda “bernostalgia” dengan perang jaman rasulullah dimana memakai pedang…
sekarang kondisinya lain, musuh tinggal pencet tombol maka meluncurlah rudal/bom dan jelas ledakkannya tidak akan memilah-milah sasaran, mana anak2, tempat ibadah, hewan, dll, rumah sakit, dll. Nah harus bagaimana umat muslim?? berdiam diri (pasrah) karena takut membunuh yang diharamkan atau tetap nekad berperang dengan membawa pedang atau mau menggunakan bom (“yang tidak bermata”)??
sebenarnya ada jalan (solusi) dari AlQur’an bagi yang membunuh yang telah Allah haramkan baca AQ 4:92
dan JIHAD adalah kewajiban bagi kaum muslim untuk membela muslim lainnya (agama Islam), sesungguhnya persaudaraan umat muslim itu bukan karena hubungan darah atau suku tapi karena AGAMA, yaitu : ISLAM !
wallahu’alam bi shawab
@ahjay dan faham
1. soal sejarah nabi yang menyerang khafilah dagang orang qurais itu bukannya gagal yah? yang terjadi malahan perang sama golongan lain. (perang badar). Tadinya kaum muslim mau balik ke madinah karena penyerangan kepada khafilah gagal. tapi turun ayat (lupa lagi gw surah n ayatnya). yang intinya allah swt telah menjanjikan salah satu dari dua golongan itu untuk kaum muslim (maksud golongan disni adalah gol. khafilah dagang n pasukan perang qurais ).
2. apakah kita harus berdiam diri jika diperangi ? Tidak !
“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu, (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah”. Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa,” (QS Al-Hajj (22) ayat 39-40)
” Bulan haram dengan bulan haram , dan pada sesuatu yang patut dihormati , berlaku hukum qishaash. Oleh sebab itu barangsiapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS Al-Baqarah (2) ayat 194)
Anda lihat? dalam al-quran kita diizinkan berperang fisabililah ketika kita diperangi dengan catatan seimbang. artinya jika perang mulut maka serang dengan mulut jika perang fisik yah serang dengan fisik. ketika damai yah kita juga harus damai. janganlah ada teror.
Nah anda bayangkan saja ketika kita hidup berdampingan dengan non muslim tiba2 ada bom meledak apakah ini disebut jihad fisabililah ? Tidak! jihad artinya berusaha sekuat tenaga. tapi jihad dibedakan menjadi 2 yaitu jihad fisabililah (berjuang di jalan allah) dan jihad fisabisyaiton (berjuang di jalan syaiton) referensi di al-qurannya bisa dilihat di surat annia (4) ayat 76.
Tinggal anda pilih mau berjuang dijalan allah ato di jalan syaitan?
bersambung…..
lanjut …
3. Nabi muhammad selalu kepada para sahabatnya yang hendak di utus ke medan juang. Untuk itu marilah kita perhatikan pesan rasulullah SAW kepada Zaid bin Haritsah r.a yang akan mengepalai pasukan islam sebagai berikut :
“aku wasiatkan kepada kamu sekalian agar kamu selalu bertaqwa kepada allah dan berlaku baik terhadap setiap muslim.Perangilah dengan nama allah dijalan allah setiap orang yang ingkar kepada allah. Jangan kamu berkhianat,jangan kamu berlaku kejam,dan janganlah kamu membunuh anak kecil,kaum wanita maupun orang tua renta. Janganlah kamu membunuh orang yg mengasingkan dirinya dalam kuilnya,dan janganlah kamu merusak pohon kurma,pohon-pohon lainnya dan janganlah kamu merusak rumah.”
(sumber : khazanah peradaban islam ,karya DR. musthafa Husni As-siba’i)
perlu digaris bawahi kita harus perhatikan konteksnya (dihadis ini kaum muslim sedang berperang jadi, hadis ini berlaku saat terjadi peperangan fisik).
Faham said :
“berdiam diri (pasrah) karena takut membunuh yang diharamkan atau tetap nekad berperang dengan membawa pedang atau mau menggunakan bom (“yang tidak bermata”)??”
saya tanya apakah anda muslim ?
jika iya seharusnya anda tahu bahwa nabi muhammad dikirim allah sebagai rahmat bagi seluruh alam. Artinya ajarannya pun berlaku universal, untuk semua bangsa dan zaman setelah nya.
Saya perlu tekankan bahwa nabi muhammad SAW tidak menyuruh kita untuk berperang hanya dengan menggunakan pedang saja. Tapi nabi muhammad SAW menyuruh kita untuk berperang fisabililah dan bertaqwa kepada allah SWT serta tidak berlaku zalim.
“Terus bagaimana peperangan dimasa sekarang dengan alat2 perang yg canggih yang bisa membunuh ribuan bahkan jutaan orang hanya dengan sekali tekan tombol? apakah kita harus tetap menggunakan pedang agar tidak menimbulkan korban wanita,orangtua,anak2 (sipil)?”
Saya tanya sekarang , apakah dengan menggunakan senjata modern wanita,anak2, dan orang tua pasti kena? Tidak kan? itu tergantung tempat mana yang akan jadi sasaran kita, apabila tempat militer tentu saja yg menjadi korban adalah militer dan bukan sipil. tapi jika kita serang perkotaan atau tempat umum lainnya maka yang jadi korabn adalah sipil.
“Lalu bagaimana dengan senjata pemusnah masal seperti nulir?”
kita harus tau apakah banyak mudaratnya ato manfaatnya? dalam hal ini nuklir jelas banyak mudaratnya karena selain memusnahkan banyak orang tak bermasalah juga membunuh binatang , tanaman dan merusak lingkungan yang bisa berakibat puluhan tahun setelah kejadian itu.
nah apakah tidak ada cara lainnya? tentu saja ada, kita bisa menggunakan senjata yang “bermata”.
sebenanya dijaman dulu (zaman nabi muhammad SAW) juga bisa menggunakan senjata tidak “bermata” lho…. yaitu dengan meracuni sumber air minum. Saya yakin untuk bisa meracuni sumber air minum sehingga menimbulkan banyak nyawa melayang sangatlah mudah. Di samping waktu itu belum ada ilmuwan hidrologi serta itu adalah jajirah arab yang mendapatkan curah air hujan yg kecil.
Tapi nabi Muhammad tidak melakukannya. Kenapa?
Karena tujuannya bukan untuk itu, melainkan hanya agar orang2 mau beriman kepada allah. Bukan untuk menjadkan muslim satu-satunya bangsa dan islam satu-satunya agama. sebagaimana firman allah SWT dalam qur’an surah yunus (10) ayat 99 :
“Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya ?”
dan surah al-baqarah (2) ayat 256
“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
ingat saudaraku Jihad berarti berjuang bisa dengan cara baik ataupun jahat.
orang yang berjuang dengan cari yang baik dan beriman kepada allah dinamakan jihad fisabililah sedangkan berjuang dengan cara yang jahat dinamakan jihad fisabi syaiton sebagaimana dijelaskan dalam QS ANNISA (4) AYAT 76 :
“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.”
CMIIW
Jawab :
soal sejarah nabi yang menyerang khafilah dagang orang qurais itu bukannya gagal yah? yang terjadi malahan perang sama golongan lain. (perang badar). Tadinya kaum muslim mau balik ke madinah karena penyerangan kepada khafilah gagal. tapi turun ayat (lupa lagi gw surah n ayatnya). yang intinya allah swt telah menjanjikan salah satu dari dua golongan itu untuk kaum muslim (maksud golongan disni adalah gol. khafilah dagang n pasukan perang qurais ).
==== ==========
Betul gagal, karena pihak musuh mengetahui rencana penyerangan ini. Cuma pointnya niat sudah terlaksana dengan mantap sampai bulak-balik dicari tuh khalifah dagang….
*
Jawab :
apakah kita harus berdiam diri jika diperangi ? Tidak !
“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu, (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah”. Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa,” (QS Al-Hajj (22) ayat 39-40)
” Bulan haram dengan bulan haram , dan pada sesuatu yang patut dihormati , berlaku hukum qishaash. Oleh sebab itu barangsiapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS Al-Baqarah (2) ayat 194)
=== ===========
Setuju, saya juga berpendapat jangan berdiam diri ketika diserang (wajib membela diri) dan harus siap JIHAD, seperti yang saya posting di post#47
*
Jawab :
Anda lihat? dalam al-quran kita diizinkan berperang fisabililah ketika kita diperangi dengan catatan seimbang. artinya jika perang mulut maka serang dengan mulut jika perang fisik yah serang dengan fisik. ketika damai yah kita juga harus damai. janganlah ada teror.
=== ==========
Namun, apakah benar perang mulut harus dilawan dengan mulut? Fisik dengan fisik? Setahu saya sih, bagi orang kafir yang tidak hentinya2 menjelek-jelekkan islam tanpa ilmu (melalui lisan/tulisan) dan sudah diperingatkan wajib dibunuh!?. Dan kalau gak salah, ada kasus nyata waktu penaklukan mekkah, dimana sebagian besar orang dibebaskan tapi ada sebagian yang kena hukuman mati, salah satunya yaitu orang2 yang tiada henti telah memfitnah islam melalui lisan.
Dan adalagi kasus orang yang murtad… Kalau nggak salah ada 2 sikap terhadap orang murtad : 1. Membiarkan, kalau ybs ingin tetap murtad asal tidak memfitnah ajaran Islam. 2. Dibunuh, kalau ybs tetap murtad tapi menjelek2kan dan memfitnah islam.
Sepertinya kasus murtad (masal) yang diperangi ini pernah terjadi di jaman sahabat rasulullah…..
Dan Kalau kasusnya diperangi fisik, jelas kita harus siap memberi perlawanan….
Dengan kasus-kasus diatas, rasanya tidak setiap kasus harus diperlakukan sama, perang mulut tidak harus dengan perang mulut, tulisan tidak harus dilawan dengan tulisan, adakalanya jalan terakhir adalah “perlawanan fisik”.
Wallahu’alam
*
Jawab :
Nah anda bayangkan saja ketika kita hidup berdampingan dengan non muslim tiba2 ada bom meledak apakah ini disebut jihad fisabililah ? Tidak! jihad artinya berusaha sekuat tenaga. tapi jihad dibedakan menjadi 2 yaitu jihad fisabililah (berjuang di jalan allah) dan jihad fisabisyaiton (berjuang di jalan syaiton) referensi di al-qurannya bisa dilihat di surat annia (4) ayat 76.
Tinggal anda pilih mau berjuang dijalan allah ato di jalan syaitan?
====== ===========
Masalah main bom tanpa alasan yang dibenarkan agama, jelas saya tidak setuju, seperti kasus Cirebon (baca post#43)
Saya mengetengahkan kasus Negara Amerika/Israel yang berlaku tidak adil terhadap Palestina serta penyerangan Afghanistan dan Irak, dan hal ini menyebabkan Usama bin Laden dengan ghirah islamnya menyerang balik Amerika….
Dan yang diserang Usamah (jika benar beliau pelakunya) ternyata bukan sasaran sembarangan mengingat beliau telah menyerang gedung pusat dagang amerika (WTC) dan kantor pertahanan (Pentagon), hal ini hampir sama dengan yang dilakukan Nabi yang akan menyerang khalifah dagang di Yastrib,dan beliau tidak menyerang di Mekkah, mungkin mengingat kekuatan yang belum mumpuni…
Apakah Usamah yang menyerang Amerika (pusat dagang & gedung pertahanan) termasuk fisabisyaiton? Apakah nabi yang akan menyerang khalifah dagang quraish termasuk fisabisyaiton? Na’uzubillah, saya berlepas diri dari tuduhan ini, ya Allah ampunilah kami dari buruk sangka ini…..
*
next….
Jawab :
Nabi muhammad selalu kepada para sahabatnya yang hendak di utus ke medan juang. Untuk itu marilah kita perhatikan pesan rasulullah SAW kepada Zaid bin Haritsah r.a yang akan mengepalai pasukan islam sebagai berikut :
“aku wasiatkan kepada kamu sekalian agar kamu selalu bertaqwa kepada allah dan berlaku baik terhadap setiap muslim.Perangilah dengan nama allah dijalan allah setiap orang yang ingkar kepada allah. Jangan kamu berkhianat,jangan kamu berlaku kejam,dan janganlah kamu membunuh anak kecil,kaum wanita maupun orang tua renta. Janganlah kamu membunuh orang yg mengasingkan dirinya dalam kuilnya,dan janganlah kamu merusak pohon kurma,pohon-pohon lainnya dan janganlah kamu merusak rumah.”
(sumber : khazanah peradaban islam ,karya DR. musthafa Husni As-siba’i)
perlu digaris bawahi kita harus perhatikan konteksnya (dihadis ini kaum muslim sedang berperang jadi, hadis ini berlaku saat terjadi peperangan fisik).
==== =========
Saya mengerti dan sangat setuju dengan hadis tersebut, 100% setuju!!!
Nah sekarang pihak musuh (mis: Amerika/Israel) telah menyerang “negara2 Islam”, menggunakan bom yang sangat canggih…. Sedangkan anda tahu sendiri kemampuan pasukan muslim yang sangat2 tidak seimbang yang tidak mungkin berperang saling berhadapan!! Sedangkan pihak musuhpun telah berlaku “curang” yang tinggal pencet tombol bom/rudal melesat menuju sasaran yang kadang juga tidak akurat…. Sudah berapa banyak masjid, rumah sakit, sekolah yang hancur? Sudah berapa banyak korban anak2, perempuan, orang tua yang menjadi korban?? Rasanya tidak sedikit……
*
Jawab :
saya tanya apakah anda muslim ?
jika iya seharusnya anda tahu bahwa nabi muhammad dikirim allah sebagai rahmat bagi seluruh alam. Artinya ajarannya pun berlaku universal, untuk semua bangsa dan zaman setelah nya.
Saya perlu tekankan bahwa nabi muhammad SAW tidak menyuruh kita untuk berperang hanya dengan menggunakan pedang saja. Tapi nabi muhammad SAW menyuruh kita untuk berperang fisabililah dan bertaqwa kepada allah SWT serta tidak berlaku zalim.
=== =========
Saya, Insya Allah muslim yang hanya bisa shalat doang itupun banyak bolongnya alias abangan …. Alias muslim yang banyak bodohnya (bukan lulusan pesantren)…
kalau mengenai Islam sebagai rahmatan lil alamin saya yakin 100%. Insya Allah saya tidak ada masalah dengan ajaran Islam….
Yang saya pingin pencerahan adalah menyikapi kemajuan jaman (persenjataan) dengan aturan Islam tsb.
*
Jawab :
Saya tanya sekarang , apakah dengan menggunakan senjata modern wanita,anak2, dan orang tua pasti kena? Tidak kan? itu tergantung tempat mana yang akan jadi sasaran kita, apabila tempat militer tentu saja yg menjadi korban adalah militer dan bukan sipil. tapi jika kita serang perkotaan atau tempat umum lainnya maka yang jadi korabn adalah sipil.
=== =======
Dengan persenjataan sekarang kemungkinan besar korban yang tidak berdosa akan menjadi semakin besar dibanding memakai pedang karena pedang sangat berbeda dengan bom, panah berbeda dengan rudal, kuda berbeda dengan tank….. pedang yang ditebas paling makan 1 korban, panah yang dilepas paling makan 1 korban, tapi rudal/bom akan membuat hancur sekelilingnya….. apalagi Amerika/Israel pernah kalap pakai senjata pemusnah….. dan fakta ini pernah terjadi….
*
“Lalu bagaimana dengan senjata pemusnah masal seperti nulir?”
kita harus tau apakah banyak mudaratnya ato manfaatnya? dalam hal ini nuklir jelas banyak mudaratnya karena selain memusnahkan banyak orang tak bermasalah juga membunuh binatang , tanaman dan merusak lingkungan yang bisa berakibat puluhan tahun setelah kejadian itu.
nah apakah tidak ada cara lainnya? tentu saja ada, kita bisa menggunakan senjata yang “bermata”.
=== =========
Justru itu yang saya permasalahkan…. Bagaimana kita harus bersikap? Sedang musuh memakai senjata masal seperti itu?
Adakah senjata yang “bermata” sekarang?
Saya lebih setuju “khayalan” film starwars, dimana senjatanya “pedang” tapi laser….. tapi mimpi kali ya… mana mau kaum kafir menggunakan hal tersebut???
*
sebenanya dijaman dulu (zaman nabi muhammad SAW) juga bisa menggunakan senjata tidak “bermata” lho…. yaitu dengan meracuni sumber air minum. Saya yakin untuk bisa meracuni sumber air minum sehingga menimbulkan banyak nyawa melayang sangatlah mudah. Di samping waktu itu belum ada ilmuwan hidrologi serta itu adalah jajirah arab yang mendapatkan curah air hujan yg kecil.
Tapi nabi Muhammad tidak melakukannya. Kenapa?
==== =======
Maaf, yang saya tahu sih penggunaan racun dalam peperangan ini dijaman nabi belum digunakan, termasuk jaman sahabat (tapi mungkin saya salah)…
*
Karena tujuannya bukan untuk itu, melainkan hanya agar orang2 mau beriman kepada allah. Bukan untuk menjadkan muslim satu-satunya bangsa dan islam satu-satunya agama. sebagaimana firman allah SWT dalam qur’an surah yunus (10) ayat 99 :
“Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya ?”
dan surah al-baqarah (2) ayat 256
“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
==== ============
Sepertinya AQ 10:99 dan 2:256 tidak cocok dalam kasus ini… ini kasus perang sedangkan ayat tersebut adalah JANGAN ADA PEMAKSAAN TERHADAP SESEORANG UNTUK JADI MUSLIM dan TUHAN PUN TIDAK MENGHENDAKI HAL ITU , maaf kalau saya salah…..
*
ingat saudaraku Jihad berarti berjuang bisa dengan cara baik ataupun jahat.
orang yang berjuang dengan cari yang baik dan beriman kepada allah dinamakan jihad fisabililah sedangkan berjuang dengan cara yang jahat dinamakan jihad fisabi syaiton sebagaimana dijelaskan dalam QS ANNISA (4) AYAT 76 :
“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.”
==== =========
Insya Allah saya mengerti dengan ayat tersebut dan tidak ada masalah…. Dan kata “perangilah” disitu lebih tepat ke dakwah…. Seperti “perangilah” korupsi, yaitu dilawan dengan “hukum”
Yang saya permasalahkan itu persenjataan sekarang yang “tidak bermata” dan saat ini tidak mungkin umat muslim berperang secara berhadap-hadapan seperti dahulu…. Dimana dahulu (saling berhadapan) sehingga bisa menghindari korban anak2, wanita, tua renta, dll sehingga bisa sesuai seperti bunyi hadis yang telah mas kutip diatas…
BTW, Terima kasih atas responnya… saya banyak mendapat informasi dan ilmu baru meskipun kurang menyentuh substansi yang dipermasalahkan…
@All
Adalagi hal yang PENTING untuk diwaspadai dari pihak Barat adalah MEMAKSAKAN KEHENDAKNYA….
Kita tahu, satu-persatu “Negara Islam” telah “diperkosa” baik secara politik, ekonomi dan militer dan kita (umat muslim) tidak sadar dengan hal ini…. Dan untuk membenarkan tindakan ini, mereka (kaum kufar) membuat koalisi / opini bersama (sesama kaum kufar) seolah-olah BENARLAH tindakan mereka ini… dan umat muslim “tersihir” dengan opini kaum kufar ini sehingga terperdaya dan diam membisu malah mau diadu domba…
Sungguh umat muslim tidak sadar atas tipu daya kaum kufar ini…. padahal mereka hanya tinggal menunggu waktu mendapat giliriannya untuk “diperkosa” masal oleh kaum kufar ini… mungkin sebentar lagi Indonesia, mungkin juga Iran, mungkin Yaman malah mungkin Arab Saudi…. benar2 hanya tinggal menunggu waktu saja…
jelas dalam hal ini umat muslim SANGAT-SANGAT TIDAK SADAR !!!, meskipun yang digembar-gemborkan oleh pihak Barat tidak ada sangkut pautnya dengan agama tapi menjadi lain bagi umat muslim mengingat kita bersaudara bukan karena darah tapi karena agama Islam!!!! Dan yang patut kita sesali adalah malah umat muslim meminta pertolongan kepada kaum kufar, dan menjadikan kaum kufar sebagai pemimpin yang jelas sangat dilarang ajaran Islam AQ 3:28,
Ini bukan kebencian saya terhadap kaum kufar (pihak Barat) tapi nyatalah akibat mengabaikan Al Qur’an sebagai petunjuk dimana umat muslim telah mengabaikan perintah Allah ini, maka tidak heranlah akibatnya seperti ini…… dan hanya bisa bertanya, kapan giliran kita??
Astaghfirullah Hal Adzim….