RAMADHAN YG MABRUR
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, Qs Al-Baqarah ayat 183
Mungkin kita sudah sangat sering mendengar ayat ini pada dalam setiap ceramah pada bulan Ramadhan. Ayat inilah yang dijadikan dasar diwajibkannya puasa pada bulan Ramadhan bagi setiap muslim. Disini penulis ingin berusaha mengupas ayat tersebut, namun bukan dari sisi kewajiban berpuasanya, melainkan fungsi dari kewajiban Puasa yaitu agar kita menjadi orang yang bertakwa.
Ketika sebuah perusahaan ingin menjadikan karyawannya lebih ahli dalam bidangnya, maka perusahaan akan memberikan pelatihan khusus kepada sang karyawan. Setelah pelatihan tersebut maka diharapkan keahlian sang karyawan akan lebih meningkat. Begitupun dengan Islam. sebagai agama yang tidak hanya dipenuhi oleh ajaran, Islam juga memberikan pelatihan langsung kepada pemeluknya agar kadar ketakwaan dari pemeluknya itu lebih meningkat. Maka bulan Ramadhan dipilih sebagai bulan latihan tersebut.
Ketika penulis mendapat jadwal pelatihan dari kantor, maka muncul istilah “saatnya menggemukkan badan” karena memang pada saat pelatihan kita dimanja dengan suguhan makanan dan minuman yang membangkitkan selera, tujuannya adalah agar kita lebih semangat dalam menjalankan pelatihan. Didalam bulan Ramadhan kita juga dimanjakan dengan pahala-pahala yang berlimpah, dimana ibadah sunnah diganjar dengan pahala wajib dan ibadah wajib akan diganjar pahala yang berlipat, dosa-dosa dihapuskan, pintu sorga dibuka lebar-lebar dan pintu neraka ditutup rapat-rapat tujuannya adalah agar kita lebih bersemangat dalam beribadah.
Didalam kelas kita digembleng dengan pengetahuan-pengetahuan dan juga latihan yang dapat meningkatkan keahlian kita. Begitupun dengan Ramadhan, dimana kita digembleng dengan ibadah-ibadah baik itu sholat yg wajib maupun sunnah, membaca Al-Qur’an, berzakat, bersedekah dan ibadah-ibadah lainnya. Tujuannya adalah untuk lebih meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah.
Didalam bulan Ramadhan umat Islam diwajibkan berpuasa dari matahari terbit hingga terbenamnya matahari. Lalu untuk apa kita disuruh berlapar-lapar ria dengan berpuasa? Umat Islam dilatih untuk bersabar dan mengendalikan emosi. Maka ketika rasa lapar mendera, maka latihan sabar dan mengendalikan emosi ini menjadi terasa lebih berat. Ternyata banyak orang yang jadi lebih tidak sabar ketika sedang lapar dan anda akan lebih mudah emosi ketika sedang lapar. Banyak orang yang menjadi jahat karena perut yang lapar dan banyak orang yang putus asa dan mengakhiri hidupnya gara-gara perut yang lapar. Jadi latihan kesabaran dan mengendalikan emosi dalam kondisi lapar akan membuat anda lebih mendapatkan hasilnya daripada latihan itu dilakukan dalam keadaan perut yang kenyang.
Ketika berlalu bulan latihan, maka keahlian kita diharapkan makin meningkat. Begitupun dengan Ramadhan, setelah Ramadhan berlalu maka diharapkan ketakwaan kita makin meningkat. Dengan Ramadhan, ketakwaan kita di update agar tidak menjadi kendor. Kita dikatakan kembali ke Fitrah manusia yaitu sebagai manusia yg bertakwa kepada Allah.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah kepada-Ku.Qs Adz-Dzaariya ayat 56
Yang menjadi kenyataan dikalangan umat Islam sekarang adalah Ramadhan dianggap sebagai bulan penghapusan dosa. Sehingga kita begitu mengejar ibadah dibulan ramadhan karena ingin menghapus dosa dan setelah ramadhan berlalu maka ibadah kita menjadi kendor kembali.
Walaupun memang itu benar adanya, namun itu bukan yang utama. Seperti yang tertuang dalam surat Al-Baqarah diatas, bahwa tujuan diadakannya bulan Ramadhan adalah agar kita menjadi manusia yang lebih bertakwa. Jadi seharusnya setelah ramadhan berlalu, maka ibadah-ibadah yg biasa kita lakukan dibulan Ramadhan akan menjadi kebiasaan kita, atau bahkan lebih meningkat lagi sehingga Ramadhan yang mabrur akan kita dapatkan.
Semoga tulisan ini bisa menjadi bahan renungan kita untuk menghadapi bulan Ramadhan yg akan segera datang. Amin.

Lowongan Kerja Terbaru http://lowonganker99.wordpress.com
aslm..salam persahabat..
Melihat is blog anda saya terinspirasi untuk terus belajar tentang blog dan memberikan info yang update..mungkin saya bisa belajar dari anda dan ada saran tentang blog saya yang masih dini..
saya anak aceh yang merantau kejakarta, sekarang kerja di mie aceh dan saya ingin menjadi taman dan bersaudara dengan anda..terima kasih..
Ane demen banget sama yang namanya puasa daud…apalagi puasa ramadhan, bikin panjang umur, tali silarutahmi menjadi semakin erat dan bertambah…bulan yang selalu ane nantikan…
@bang Ahzay:
memang banyak faedah2 puasa seperti termasuk yg bapak tuliskan. dalam tulisan diatas saya berusaha memahami faedah puasa sesuai dengan Al-Baqoroh ayat 183 dimana diwajibkan berpuasa itu adalah agar kita menjadi manusia yg bertakwa. itu berarti dengan berpuasa, ketakwaan kita selalu diupdate karena ketakwaan kita selalu naik turun. Iblis dikatakan sebagai makhluk yg beriman karena mengakui Allah sebagai Tuhan, namun Iblis bukanlah makhluk yg bertakwa karena membangkang perintah Allah. saya hanya ingin meluruskan pemahaman dimana orang selalu mengatakan bahwa setelah berpuasa maka kita akan kembali suci, maka menurut saya yg benar adalah bahwa setelah berpuasa maka ketakwaan kita diupdate untuk lebih meningkat lagi.
Assalamu’alaikum,
All Muslim,
Saya ingin mengetahui tentang dalil dari sholat tarawih, apakah dikerjakan oleh nabi dengan berjamaah atau tidak. Apakah sholat tarawih hanya ada pada bulan ramadhan, apa yang dimaksud dengan sholat malam yang disunatkan di malam ramadhan.
Terima kasih,
Salam,