Menjawab tentang ‘Kami’ yang merujuk kepada Allah di Al Qur’an
Banyaknya Ayat Al Qur’an tentang Allah dengan menggunakan kata ” KAMI” seringkali dipersoalkan oleh para misionaris maupun penghujat Islam.
Bagi penghujat Islam persoalan Kata Kami di banyak ayat Al Qur’an dituduh sebagai sebagai bukti adanya ayat ayat Al Qur’an yang bertentangan dengan ayat ayat Al Qur’an lainnya yang sangat jelas dan tegas bahwa Allah adalah Esa.
dan Bagi Misionaris adanya kata kami yang merujuk kepada Allah dijadikan pembenaran kalau ayat ayat Al Qur’an membenarkan konsep ketuhanan Trinitas.
tuduhan tuduhan tersebut hanya berdasarkan argumentasi yang sangat dangkal dalam memahami kata “KAMI”,yang mereka simpulkan secara absolut bahwa kata kami merujuk kata ganti jamak.
Didalam kitab “Fatawa al Azhar” disebutkan bahwa sesungguhnya Al Qur’an al Karim diturunkan dari sisi Allah swt dengan bahasa arab yang merupakan bahasa Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam dan diturunkan dengan tingkat balaghah dan kefasehan tertinggi.
Artinya : “Dengan bahasa Arab yang jelas.” (QS. Asy Syuara’ : 195)
Dan merupakan suatu kebiasaan dikalangan orang-orang Arab bahwa seorang pembicara mengungkapkan tentang dirinya dengan menggunakan lafazh أنا (saya) dan jika terdapat orang lain bersamanya maka menggunakan lafazh نحن (kami) sebagaimana lafazh نحن (kami) digunakan si pembicara untuk mengagungkan dirinya sendiri. Pengagungan manusia terhadap dirinya sendiri dikarenakan dirinya memiliki berbagai daya tarik untuk diagungkan.
Bisa jadi hal itu dikarenakan dia memiliki jabatan, reputasi, kedudukan atau nasab lalu dia membicarakan tentang dirinya itu sebagai bentuk keagungan dan kebesaran. Bisa jadi juga untuk memberikan perasaan takut didalam hati orang lain seakan-akan dirinya sebanding dengan beberapa orang bukan dengan hanya satu orang. Bisa jadi seseorang mengungkapkan dirinya dengan lafazh نحن (kami) karena begitu banyak keahliannya seakan-akan beberapa orang ada didalam diri satu orang. Sehingga bentuk plural dan jama’ itu adalah pada pengaruhnya bukan pada si pemberi pengaruh.
Bentuk pengagungan diri pembicara atau orang yang diajak bicara terdapat pula didalam bahasa-bahasa lainnya bukan hanya didalam bahasa arab dan digunakan pula untuk tujuan-tujuan seperti disebutkan diatas.
Apabila Allah swt Tuhan Pemilik Keagungan berfirman :
Artinya : “Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka, apabila Kami menghendaki, Kami sungguh-sungguh mengganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka.” (QS. Al Insan : 28)
Posisi Allah di situ sebagai pemberi karunia kepada semua makhluk, pemberi nikmat, memberikan perasaan takut dan membuat lari orang-orang kafir sesuai dengan kata ganti pengagungan terhadap diri-Nya yang memberikan makna kuat dan gagah.
Dan apabila Allah berfirman :
Artinya : “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al Hijr : 9)
Posisi di situ sebagai pemilik kemampuan yang mampu memberikan ketenangan berupa pemeliharaan Allah terhadap Al Qur’an yang telah diturunkan dengan kekuasaan dan hikmah-Nya. Dan apabila Allah berfirman :
Artinya : “Sesungguhnya Kami menolong Rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat),” (QS. Ghafir : 15)
Allah SWT itu bukan manusia dan bukan pula makhluk hidup dengan jenis kelamin. Maka Dia bukan laki-laki dan juga bukan perempuan, bukan pula banci (na’udzubillah minta dzalik).
Adapun bahasa arab, memang punya 14 dhamir atau kata ganti orang. Mulai dari huwa sampai nahnu. Huwa adalah kata ganti untuk orang ketiga, tunggal dan laki-laki.
Di dalam Al-Quran, penggunaan kata ganti orang ini sering juga diterapkan untuk lafadz Allah SWT. Al-Quran membahasakan Allah dengan kata ganti Dia (huwa). Di mana makna aslinya adalah dia laki-laki satu orang. Tetapi kita tahu bahwa Allah SWT bukan laki-laki dan juga bukan perempuan atau banci.
Kalau ternyata Al-Quran menggunakan kata ganti Allah dengan lafadz huwa, dan bukan hiya (untuk perempuan), sama sekali tidak berarti bahwa Allah itu laki-laki.
Penggunaan kata ganti huwa (yang sebenarnya untuk laki-laki) adalah ragam keistimewaan bahasa arab yang tidak ada seorang pun meragukannya.
Maka demikian pula dengan penggunaan kata nahnu, yang meski secara penggunaan asal katanya untukkata ganti orang pertama, jamak (lebih dari satu), baik laki-laki maupun perempuan, namun sama sekali tidak berarti Allah itu berjumlah banyak.
Orang arab sendiri akan terpingkal-pingkal kalau melihat cara orang Indonesia berusaha menyesatkan orang lain lewat logika aneh bin ajaib seperti ini, yaitu mengatakan Allah itu banyak hanya lantaran di Al-Quran Allah seringkali menggunakan kata ganti kami (nahnu). Betapa kerdilnya logika yang dikembangkan, niatnya mau sok tahu dengan bahasa arab, sementara orang arab sendiri mafhum bahwa bahasa mereka istimewa.
Tidak semua kata nahnu (kami) selalu berarti pelakunya banyak. Memang benar secara umum kata nahnu menunjukkan jumlah yang banyak, tetapi orang yang bodoh dengan bahasa arab terkecoh besar dengan ungkapan ini. Sebenarnya kata kami tidak selalu menunjukkan jumlah yang banyak, tetapi juga menunjukkan kebesaran orang yang menggunakannya.
Misalnya, seorang presiden dari negara arab mengatakan begini, “Kami menyampaikan salam kepada kalian”, apakah berarti jumlah presiden negara itu ada lima orang? Tentu saja tidak. Sebab kata “kami” yang digunakannya menggambarkan kebesaran negara dan bangsanya, bukan menunjukkan jumlah presidennya.
Tukang becak di pinggir jalan pun tahu bahwa yang namanya presiden di semua negara pastilah jumlahnya cuma satu, tidak mungkin ada lima. Hanya orang bodoh saja yang mengatakan presiden ada lima. Dan hanya orang bodoh tidak pernah makan sekolahan saja yang mengatakan bahwa Allah itu ada banyak, hanya gara-gara Dia menyebut dirinya dengan lafadz KAMI.
Ini adalah logika paling gila yang pernah diucapkan oleh hewan yang merayap di muka bumi yang mengaku bernama manusia. Dan sayangnya, dengan logika jungkir balik tidak karuan seperti ini, masih saja ada orang yang mau melahapnya mentah-mentah. Masih saja jatuh korban kesesatan tidak lucu dari massa mengambang muslim.[eramuslim/admmuslim menjawab]
baru kali ini pertamax..,
hihihihihihi logika ajaibkan emang kegemaran orang ……..
…..dan hanya orang bodoh aja yang mengatakan KAMI itu tunggal…..kalau seorang presiden menggunakan kata “KAMI” itu untuk mewakili ” rakyat/bangsa”…bukan pribadi presiden oom!
tapi hanya pembual saja yang menggunakan kata “Aku” sedangkan ada oknum lain yang ikut campur
Seharusnya anda belajar dulu mas jun. Biar terlihat “agak” pintar dalam berkomentar.
Didalam bahasa Arab, lafazh “nahnu” merupakan kata majemuk yang mengisyaratkan “kebesaran” yang mengucapkan.
Dalam bahasa Ibrani juga ada, ELOHIM juga merupakan kata mejemuk.
Ah jangan2 anda juga tidak tahu hal ini..
dan bisa jadi juga kami itu adalah : Allah + Jibril dan …………..( yang nggak pernah makan sekolahan sehingga nggak bisa baca tulis )
dengan tidak bisa baca tulis maka makin sempurnalah bahwa AlQur’an bukan karangan manusia….. dan cocok dengan wahyu yang diwahyukan…..
bukan hasil : menurut kata orang, menurut kesaksian orang, isinya bukan tulisan ntah berantah dan khayalan serta mimpi orang….
yoi, kalau berbicara masalah turunnya wahyu emang kata “kami” yang dipakai karna malaikat ikut campur dalam penyampaiannya, kalau pakai kata “aku” jadi bo’ong dunk
hehehe… reprot’s dah kalau tidak bisa mengkonter kata “Kami” terus membenarken bahwa Nabi Muhammad s.a.w tidak bisa baca tulis !!!
Silahken sampean simak dan samak ayat berikut and jangan lupa penyampai Wahyu adalah MALAIKAT !!!!
Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS 35:1)
Kami = Utusan-utusan Allah (Para Malaikat dengan Moderator Wayhu = Malaikat Jibril)
Bukti bilangan : Dua, Tiga dan Empat … (Bukan bab Poligami lho .. hehehe )
Zzzzzzz’ssss….. pada kemana neeh, penghujat ayat-ayat Al Qur’an ?!
Tukang becak di pinggir jalan pun tahu bahwa yang namanya presiden di semua negara pastilah jumlahnya cuma satu, tidak mungkin ada lima. Hanya orang bodoh saja yang mengatakan presiden ada lima. Dan hanya orang bodoh tidak pernah makan sekolahan saja yang mengatakan bahwa Allah itu ada banyak, hanya gara-gara Dia menyebut dirinya dengan lafadz KAMI.
hehehe… term inilah yand disebut WAHID bukan AHAD, coba sampean cek di Sarapan Pagan Sex Orgy (Sarapanpagi.org)
______________
Hati-hati lho !!!
Silogisme yang sama dengan DNA atau sidik jari sampean
Lanjut ahhh…
Bisa jadi hal itu dikarenakan dia memiliki jabatan, reputasi, kedudukan atau nasab lalu dia membicarakan tentang dirinya itu sebagai bentuk keagungan dan kebesaran. Bisa jadi juga untuk memberikan perasaan takut didalam hati orang lain seakan-akan dirinya sebanding dengan beberapa orang bukan dengan hanya satu orang. Bisa jadi seseorang mengungkapkan dirinya dengan lafazh نحن (kami) karena begitu banyak keahliannya seakan-akan beberapa orang ada didalam diri satu orang. Sehingga bentuk plural dan jama’ itu adalah pada pengaruhnya bukan pada si pemberi pengaruh.
_________
Kampret’s ahhh …
Silahken simak !!!
Katakanlah: “Ruhul Qudus menurunkan (Bil Haqq => ) Al Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS 16:102)
Dan sesungguhnya Al Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, (QS 26:192)
dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al Amin , (QS 26:193)
Al Qud’s + Al Amin = Kami (Nahnu) …
Salam hangat buwat semua, selamat menyongsong ibadah syiam.
komengnye bang @jack ama @haniifa keren2 para kristener lngsung ngacir ngdpin mrk b2, ngemeng2 blognyga bang jack apasih namanya ….jd pngn liat yg ngakak2
hihihihi blog gue udah ancur kena gempa, makanya jadi gelandangan di blog lain. mampir aje ke bloh @ Hanifa
July 23, 2011 MUSLIM berkata :
Orang arab sendiri akan terpingkal-pingkal kalau melihat cara orang Indonesia berusaha menyesatkan orang lain lewat logika aneh bin ajaib seperti ini, yaitu mengatakan Allah itu banyak hanya lantaran di Al-Quran Allah seringkali menggunakan kata ganti kami (nahnu).
Komentar saya :
Orang arab yang terpingkal-pingkal itu adalah orang arab yang bodoh, Dia tidak tahu bahwa tata bahasa orang arab sangat berbeda dengan tatabahasa orang Indonesia.
Rakyat Indonesia yang menghargai bahasanya, tidak akan mau mengikuti tata bahahasa orang arab yang mengatakan bahwa kata “Kami” itu tunggal,sampai matipun dia akan tetap mempertahankan untuk mengatakan bahwa kata “kami” itu adalah jamak.
MUSLIM berkata :
Betapa kerdilnya logika yang dikembangkan, niatnya mau sok tahu dengan bahasa arab, sementara orang arab sendiri mafhum bahwa bahasa mereka istimewa.
Komentar saya :
Yang salah adalah penterjemahnya, kalau sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, seharusnya diterjemahkan 100% sehingga walaupun tertulis kkata “kami” dalam bahasa arabnya, seharusnya diterjemahkan jadi Aku kedalam bahasa Indonesia,
Yang menjadi pertanyaan :
Tetapi kenapa banyak ayat-ayat lain menggunakan kata Aku sebagai kata pengganti untuk menunjukkan diri Allah ??
Contoh :
Q!S 20:12. Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu
QS 20:13. Dan Aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu).
QS 20: 14. Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
QS 5: 110. (Ingatlah), ketika Allah mengatakan: “Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu)
QS 5: 115. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorangpun di antara umat manusia”.
Dan sangat banyak lagi
MUSLIM berkata :
orang yang bodoh dengan bahasa arab terkecoh besar dengan ungkapan ini
Komentar saya :
Makanya diterjemahkanlah kedalam bahasa Indonesia yang benar, jangan mengikuti selera arab.
MUSLIM berkata :
seorang presiden dari negara arab mengatakan begini, “Kami menyampaikan salam kepada kalian”, apakah berarti jumlah presiden negara itu ada lima orang? Tentu saja tidak. Sebab kata “kami” yang digunakannya menggambarkan kebesaran negara dan bangsanya, bukan menunjukkan jumlah presidennya.
Komentar saya :
anda sendiri sudah mengatakan : bukan menunjukkan jumlah presidennya.
Karena Yang biara itu bukan Pribadi, tetapi wakil Negara yang penduduknya sangat banyak, maka untuk menunjuk kepada diri negaranya, digunakanlah kata “Kami”
MUSLIM berkata :
Tukang becak di pinggir jalan pun tahu bahwa yang namanya presiden di semua negara pastilah jumlahnya cuma satu, tidak mungkin ada lima.
Komentar saya :
Tukang becak di pinggir jalan pun tahu bahwa jumlah penduduk tiap-tiap negara diseluruh dunia ini pastilah jumlahnya tidak cuma satu, tidak mungkin satu.
MUSLIM mengcopas
“Dengan bahasa Arab yang jelas.” (QS. Asy Syuara’ : 195)
Komentar saya :
Tidak jelas juga, karena sangat banyak ayat-ayat quran yang sangat sulit dipahami.
MUSLIM mengcopas
“Dengan bahasa Arab yang jelas.” (QS. Asy Syuara’ : 195)
Komentar saya :
Tidak jelas juga, karena sangat banyak ayat-ayat quran yang sangat sulit dipahami.
_______________
Makanya kalau belajar IQRO sambil mendengarken bijimana lidah (lisani) guru sampean mengucapken dunk … hehehe….
@Heber
ah jangan mimpi di siang buolong dong
Orang arab yang terpingkal-pingkal itu adalah orang arab yang bodoh, Dia tidak tahu bahwa tata bahasa orang arab sangat berbeda dengan tatabahasa orang Indonesia.
=====================================
jangankan orang arab yang ngerti bahasa arab, la gue aje yang kagak ngerti bahasa arab aje bisa ngakak, la wong udah tahu beda kok mau disamakan, kalau belum tahu gue sih bisa maklum
Rakyat Indonesia yang menghargai bahasanya, tidak akan mau mengikuti tata bahahasa orang arab yang mengatakan bahwa kata “Kami” itu tunggal,sampai matipun dia akan tetap mempertahankan untuk mengatakan bahwa kata “kami” itu adalah jamak.
======================================
makanya temen2 sampeyan diberi wejangan, supaya jangan menyamakan bahasa arab dengan bahasa indonesia
Yang salah adalah penterjemahnya, kalau sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, seharusnya diterjemahkan 100% sehingga walaupun tertulis kkata “kami” dalam bahasa arabnya, seharusnya diterjemahkan jadi Aku kedalam bahasa Indonesia,
==============================
blegedug, itu namanya malah minus 100%
Tetapi kenapa banyak ayat-ayat lain menggunakan kata Aku sebagai kata pengganti untuk menunjukkan diri Allah ??
==========================
kan udah dibuilang dimana malaikat ikut serta maka kata yang dipakai itu “kami”, mudeng apa mubeng?
Makanya diterjemahkanlah kedalam bahasa Indonesia yang benar, jangan mengikuti selera arab.
=================================
wah kalau menurut selera orang arab bukan menterjemahkan lagi namanya ber
Tidak jelas juga, karena sangat banyak ayat-ayat quran yang sangat sulit dipahami.
==============================
Sulit dipahami bagi orang yang mencari2 kesalahannya, ya kagak???
AL-MUTAKBBIR = Allah mempunyai sifat yang maha sombong, namun dengan segala keMAHA perkasa, ke MAHA Esa, Ke Maha SUCI, dan maha2 yang lain, tidak menjadikan ALLAH sesombong yang kleber maksud, ALLAH MAHA BENAR, karena ALLAH melibatkan mahluk-Nya (malaikat).
Sayah orang indonesia yang super terpingkal-pingkal membaca komeng sampean
Yang salah adalah penterjemahnya, kalau sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, seharusnya diterjemahkan 100% sehingga walaupun tertulis kkata “kami” dalam bahasa arabnya, seharusnya diterjemahkan jadi Aku kedalam bahasa Indonesia,
hua.ha.ha.ha….. Idiot tenan
____________
Sebab “aku” jadi “kami” kaze…
Heber bisa bahasa Arab
***
Heber modar karena bisa ular arab… hehehe….. *** Ngarti nggak maksud sayah ?!
Memang klo komentar nggak pake ilmu itu LUCU ya…
jadi ASBUN (asal bunyi).
Yang jadi Provokator pada ngibrid tuh….. !!!
Hati-hati buat umat muslim, ini kelakuan para iblis yang selalu ingin menyesatkan umat beriman :
Awas Al-Quraan palsu buatan Amerika !
Inilah Al-Quran Palsu Bernama Al-Furqon Al-Haq
memberitakan kepada seluruh teman-teman tentang Al-Qur’an palsu yang diberi nama Al-Furqon Al-Haq yang pertama kali dicetak dan diterbitkan dinegara muslim yaitu Kuwait dan Iraq. yang disebarkan dan dicetak oleh Amerika dan saudaranya yaitu Israel.
Al-Qur’an palsu (Al-Furqon Al-Haq) yang diterbitkan dalam bahasa arab dan telah diterjemahkan kedalam bahasa inggris itu memiliki 77 surat buatan dalam 366 halaman, diantara nama-namanya adalah : Al-Fatihah, An-Nur, As-Salam, Al-Mahabbah, Al-Masih, Ats-Tsalluts, Al-Mariqin, Az-Zina, Al-Makirin, Ar-Ruat, Al-Injil, Al-Asatir, Al-Kafirin, At-Tanzil, At-Tahrif, Al-Jannah, Al-Adha, Al-Abas, Asy-Syahid.
الفاتحة، النور، السلام, المحبة، المسيح، الثالوث، المارقين، الصَّلب، الزنا، الماكرين، الرعاة، الإنجيل، الأساطير، الكافرين، التنزيل، التحريف، الجنة، الأضحى، العبس، الشهيد
Dengan menggunakan basmalah yang membingungkan yang menggabungkan 3 agama, Islam, Kristen dan Yahudi. inilah basmalahnya :
بسم الأب الكلمة الروح الإله الواحد الأوحد مثلث التوحيد موحد التثليث ما تعدد
Artinya : “dengan nama bapak kalimat ruh tuhan yang esa tiga dalam satu satu dalam tiga yang berbeda-beda”
Dan inilah contoh ayat-ayat dalam al-qur’an palsu itu :
* Dalam surat Al-Muftarah :
يا أيها الناس لقد كنتم أمواتا فأحييناكم بكلمة الإنجيل الحق، ثم نحييكم بنور الفرقان الحق
Artinya : “wahai manusia sungguh kamu telah mati dan kami hidupkan kembali dengan kalimat injil al-haq kemudian kami hidupkan (kembali) dengan cahaya al-furqon al-haq”.
* Dalam surat Al-Masih :
وزعمتم بأن الإنجيل محرف بعضه فنبذتم جُلَّه وراء ظهوركم
Artinya : “dan kalian mengira bahwa al-injil itu telah dirubah (palsukan) sebagiannya dan kemudian kalian mengingkarinya dibelakang punggung-punggung kalian.”
وقلتم: آمنا بالله وبما أوتي عيسى من ربه، ثم تلوتم منكرين، ومن يبتغ غير ملتنا دينا فلن يقبل منه، وهذا قول المنافقين
Artinya : “dan kalian mengatakan : kami telah beriman dengan Allah dan apa-apa yang diturunkan Musa dari Tuhannya kemudian kalian mengingkarinya, dan barang siapa yang menjadikan selain dari agama kami sebagai agamanya maka tidak akan diterima darinya dan inilah perkataan orang-orang munafiq.”
mohon di sebarluaskan..!!
Dan ini semua ternyata ayat-ayat palsu buatan Amerika dan musuh-musuh Islam yang lainnya.
http://beritanyata.blogspot.com/2011/05/awas-al-quraan-palsu-buatan-amerika.html
kalau nggak salah buatan anis shoros ya? yang dikepret ahmat deedat di inggris
Hehehe lucu ya…sampai segitunya.
Nuhun kang Faham atas infonya.
@Oom Faham
Subhanallah wa Alhamdulillah,… sudah sayah gebugki tuh.. para penerus peles setan nyah…
@Haniifa Say:
Mereka bertiga adalah berpura-pura :
Windyayu : Beragama Syi’ah
Paklekgokil: Beragama Suni
Fajar Yehuda : Beragama Yahudi … (babak belur go blognyah @Mas Wedul Sherenian by Islam… hehehe….
Alkitab Al Mahdi Al Yesus Al Yahudi :
Terbit dalam dua bahasa –Arab dan Inggris– The True Furqan kemudian resmi diterbitkan oleh WinePress Publishing pada Juni 1999 dengan ISBN 1579211755. Buku itu dijual dengan harga 16.04 dolar melalui Amazon.com [Internet] atau 19,95 dolar melalui Omega 2001 PO Box 293627 Sacramento, CA 95829.
Sumber:
http://haniifa.wordpress.com/2010/10/29/al-mahdi-alaihi-salam/
Lucu juga…. ada orang kafir maksa terjemahan KAMI agar dirubah jadi AKU…….
hehehe…. emangnya umat muslim mau ngikut umat kristen yang nerjemahin seenak udelnya…..!!
tapi kalau manusia jangan menyebut diri sendiri “kami” di jepang karena bahasa jepang kata “kami (神)” artinya “tuhan/dewa”. wwwww
@Kyubi
kalau ngomong “kami” di jepang yang artinya “tuhan/dewa” bisa-bisa ntar saingan dengan Tuhannya umat kristen dong….
hehehe….
yang jelas al-quran ntu pake bahasa arab!!! dan cuma ada satu versi!!! jadi klo ada kesalahan dalam menerjemahkan tinggl balik aj lagi ke teks arab…di kajilah unsur bahasa…sejarah turunnya al qur’an yang berturut-turut (asbabun nuzul)…klo masih belum jelas juga di carilah penjelasannya di hadist….
lah klo kitab mu ituloh….klo ada kesalahan terjemahan mau ngerujuk dan mencari kebenaran mau ke VERSI yang mana???? ada ribuan loh…puyeng lah kau cari kebenaran karena satu versi ke versi yang lainnya beda beda….
http://izmi.wordpress.com/hadhari/
http://en.wikipedia.org/wiki/Bible
bos klo2 ada kata2 ane yang g sesuai dengan peraturan edit aj ikhlas kok…tapi jangan sam,pai intinya ilang ya…
ooooo…..Aku = kami ????
kalau dalam bahasa Indon ini jelas beda
tapi
dalam bahsa Arab itu sama!!!!
yang idiod orang arab atau islam indonesia????
contoh : bahasa indonesia ; Jamin tidak luntur
bahsa arab : luntur tidak jamin
artinya sama?
hahahahahahahahahahaaa……..
wah jadi inget soekarno : Kami bangsa Indonesia dengan ini……
Soekarno = Bangsa Indonesia, ya????????
yang bodoh itu ya orang yang berusaha menyamakan bahasa arab ame bahasa indonesia, ya nggak prop? la wong udah tau beda kok mau disamakan, ayak2 wae
Kami bangsa Indonesia……….
atas nama
sukarno/hatta.
kata “kami”mewakili seluruh bangsa indonesia
hahahahaha…nilai berapa bahasa indonesianya faham?????
Berarti maksud anda Muammad yang tidak tahu membedakan Aku atau Kami….Arab idiod kale???
Nah begitupun juga dengan “KAMI” di AlQur’an, kami bisa mengikut sertakan Malaikat, Nabi, umat manusia, bisa juga menjelaskan keagungan, kehebatan, dll….
contoh :
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.
siapa yang terlibat “memelihara” tersebut : Allah, malaikat, manusia….
btw, silahkan baca thread ini baik-baik….
istilah kami yang digunakan dalam bahasa indonesia adalah bersumber dari AlQur’an
Tanggapan Saya, silahkan kaji kata “KAMI” dalam Al-Qur’an melalui ilmu Nahwu, Sharfu, dan Balaghoh. Sayangnya Bahasa Indonesia TIDAK sempurna TATABAHASANYA.
Gak usah jauh-jauh, dengan Bahasa Inggris saja Bahasa Indonesia kalah BAIK!
Contoh, kata ganti orang ke-3 dia laki-laki dalam B. Inggris adalah “He”, sedangkan kata ganti orang ke-3 dia permpuan dalam B. Inggris adalah “She”, namun sayang dalam B. Indo, TIDAK seperti itu, malahan menyamakan/menyebut secara umum bahwa kata ganti orang ke-3 baik laki-laki atau perempuan cukup dengan kata “Dia/Ia”.
Inilah salah satu contoh miskinnya kosa-kata dan tatabahasa B. Indonesia.
Sekali lagi, untuk memahami kata “KAMI/NAHNU” dalam Al-Qur’an, silahkan pelajari via ilmu Nahwu, Sharfu, dan Balaghoh.
Biar paham…!!
I agree with all the muslim..
Ikutilah alquran dengan taat 100%…. saya jamin anda akan di buru Densus 88…
yang penting nggak jadi serdadu perang di surga kelak
udah jelas salah “kami” memang bahasa indonesia memnunjukkan kumpulan orang lebih dari satu….dalam alquran kata “kami” menunjukkan kata ganit “TUNGGA”L oulloh….
yang bodoh muslim indon atau muslim arab??????
pake ilmu apapun moslem mau ngebahas kata “kami” dalam bahasa Indonesia itu tetap jamak, kecuali di benar-benarkan…..gemblong-gemblong
mangkanya prop dituruti saran admin n neter muslim disini untuk belajar bahasa arab atau bahasa asing dulu baru bercuap lagi
mas jack, kalo ngomong sama orang yang gak ngerti kaidah dasar logika perbandingan apple to apple, emang susah… ketawa ngakak2 saya, melihat onta arab mau dibandingin sama getuk lindri, sebaiknya sebelum punya agama, coba belajar filsafat logika dulu deh, baru pilih agama yang masuk logika.
betul..betul..betul”’ selain li’adhominnafsih(menagungkan diri mutakallim),kata ganti nahnu jg bs berati melibatkan malaikat2NYA. Misal dlm Al Quran surat At Tin ayat 4: laqod kholaqnal-insana(sesungguhnya Kami menciptakan manusia) ,memake dhomir na(mutakallim ma’alghoir:kami) karena dlm penciptaan manusia dari mani ampe jd bayi dst tu dikerjakan malaikat atas perintah dan kuasa Alloh SWT. Tapi jika mengenai penyembahan,maka Al Quran memakai dhomir Mutakallim wahid (aku) cntoh dalam surat AL Baqoroh ayat 152: fadzkuruni…(maka ingatlah kalian kepadaKU). juga dlm ayat wama kholaktul jinna wal insa illa liya’budun(tdklah aku mencipta manusia dan jin kecuali untuk menyembahKU) . Atopun jk dlm machal nasob memakai dhomir ka,contoh surat Al Fatichah ayat 5: Iyyaka na’budu (hanya kepada Engkau/kamu,kami menyembah). Kalian belum percaya? buka aja Al Quran dan telitilah.
bagi yg minat belajar nahwu shorof dg baik agar tidak mudah ditipu Syaithon ketika baca AL Quran bisa di PP MIFTACHUL ‘ULUM LIRAP KEBUMEN. Dari manapun Turun di Kebumen ato jg bisa di Soka Baru , trus ambil bus jurusan Petanahan turun di pasar Dorowati ,trus naik becak ke PP Miftachul ‘Ulum lirap wetan.
@yogi temanku
tariklah nafas panjang hembuskan pelan2,lalu bacalah tulisanku:
ketika kamu sedang hening menghadap Tuhan,mintalah padaNya: ” Tuhanku,,sungguh aku telah lama menyembahmu,maka jika q salah jalan,tolonglah tunjukkan jalan yg benar kepadaku,.” ulangi doa ini 3x. ok yogi,.
“KAMI” digunakan ALLAH untuk membantah semua kebohongan nanti di akhirat.MIsalnya orang masuk neraka, kemudian Allah bertanya apakah kamu tidak pernah mendengar petunjuk-KU, dan bila orang tersebut menjawab:”hamba kan tidak pernah dengar perkataanmu ya Allah!”.ALLAH menjawab:
Aku berbicara kepadamu melalui wahyu yang disampaikan Jibril kepada Nabi Muhammad.Inilah maksud kata “KAMI” dalam Al Quran untuk merujuk pada bantahan ALLAH kepada manusia di akhirat jika terus berkelit. Menurut saya “KAMI” tetap jamak tetapi mengacu pada hal-hal tersebut. mungkin saudara saya umat kristen menafsirkan kata”KAMI” dengan bentuk jamak “TRINITAS” =ALLAH+Roh Kudus(Jibril)+Jesus hampir sama, tapi itu sangat beda peranannya.Seperti Allah sering menggunakan kata “DEMI……”misalnya ” Demi waktu…”hal itu hanya menunjukkan bahwa bahwa begitu berartinya waktu, dan bukan berarti bahwa Allah minta dipercaya…trima kasih dan kalo berdebat yang nyante aja,karena kita masing-masing punya tafsiran yang kadang-kadang sulitdipahami,atau tidak mau memahami, ya karen sudah ada bibit2 kebencian.
hahaha..aduh Definisi ‘kami’
Indonesian to English
we
English to English
noun
1. one the Shinto deities (including mythological beings, spirits of distinguished men, forces of nature)
source: wordnet30
2. A title given to the celestial gods of the first mythical dynasty of Japan and extended to the demigods of the second dynasty, and then to the long line of spiritual princes still represented by the mikado.
source: webster1913
Indonesian to Indonesian
pron
3. yg berbicara bersama dng orang lain (tidak termasuk yg diajak berbicara); yg menulis atas nama kelompok, tidak termasuk pembaca;
source: kbbi3
4. yg berbicara (digunakan oleh orang besar, msl raja); yg menulis (digunakan oleh penulis)
entah yang mana yang gak maha tahu dan maha kuasa Alloh swt “Jibril” atau muhamad apakah Alloh tidak tahu memberi perintah yang tepat atau Jibril dan muhamad gagal dalam menyampaikan pesan berantai ?? sampai harus menggunakan kata kami dalam bentuk sederajat ? coba liat dalam pengumuman raja raja dahulu yang dibacakan oleh utusan apakah mereka berkata “kami bersabda atau Titah baginda “? omong kosong lah …..wahyu tentang Kami itu
Coba dianalisa dalam bahasa Arab kata ‘nahnu’, dengan kaedah yang ada dalam bahasa Arab, bukan malah mencari-cari definisi dalam bahasa Indonesia atau Inggeris. Ayat Al-Qur’an dengan kata ‘nahnu’ sudah disampaikan kepada orang Arab kafir pemeluk berhala dan orang Arab Kristen dan Yahudi pada waktu itu, tidak ada pertanyaan dan sanggahan dari mereka yang menyatakan Tuhan yang diajarakan oleh Islam berbentuk jamak karena memakai kata ‘nahnu’..
Yang ribut soal ini hanya orang-orang melayu seperti anda yang tidak memahami kaedah bahasa Arab..
@M Muslim
Maaf saya tidak akan menjawab jawaban yang menghina, mencaci dll sejenisnya, karena forum ini sangat baik untuk diskusi untuk mencapai kebenaran. Semua orang sangat mengerti dan paham bahwa kata ” kami ” berarti “jamak”.
Kalo memang benar kata kami ( dalam bahasa arab) itu berarti ” satu orang”, saya usulkan agar penafsiran/ ” terjemahan’ Al Quran dalam bahasa Indonesia di revisi saja, supaya jangan salah tafsir.
Salam damai untuk mencapai kebenaran
coba baca lagi kicauan heber no 13 berikut
“Yang salah adalah penterjemahnya, kalau sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, seharusnya diterjemahkan 100% sehingga walaupun tertulis kkata “kami” dalam bahasa arabnya, seharusnya diterjemahkan jadi Aku kedalam bahasa Indonesia”
dan sebaiknya, sampeyan membaca lagi tulisan admin atau neter muslim disini, jangan pekok ame pemikiran sampeyan sendiri yang nggak berdasar
@ GEORGE MUSA LEWIER
PAHAM NGGA SURAH AL IKHLAS NI??
Surah 112. Al-Ikhlas
1. Say: He is Allah, the One!
2. Allah, the eternally Besought of all!
3. He begetteth not nor was begotten.
4. And there is none comparable unto Him.
112:1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,
112:2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
112:3. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,
112:4. dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”.
haduh, membaca artikelnya, saya cepet mudeng..
Pas membaca komentarnya, saya langsung frustasi..
Bener kata bang Jesus, salah mengerti karena adanya bibit kebencian sebelum mencoba memahami terjemahannya..
Dengan Quran, Allah memberi petunjuk kepada orang beriman, memberi ujian kepada orang berakal, dan menyesatkan orang kafir.. Dari komentar sudah terlihat pembagian kategori jenis orang.. (no offense)
dari pemahaman saudara dan saudari ada bahwa kata kami berarti jamak atau tunggal wajar lah karena punya kepentingan masing -masing.
karena itu kalau mau cari kebenaran gak usah emosi atau memaki-maki .atau bahkan sampai mengkafirkan misalkan kalau ada ,gak perlu itu.Begitu juga kalou pendapat saya salah saya wajib minta ampun pada yang kuasa.
Coba kita hubungkan kata KAMI dengan ayat ayat di bawah ini:
Qs surat Qaaf 16
……..Dan KAMI lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya
Qs Al Hadeed 4 ….
……Dan DIA bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan ALLAH maha melihat apa apa yang kamu kerjakan.
Qs AL ANFAL 24
……..Dan ketahuilah bahwasanya ALLAH Mendinding antara manusia dan hatinya.
Qs AL Mujadilah 7
Dan tiada pembicaraan yang kurang dari itu atau yang lebih banyak melainkan DIA ada bersama mereka di mana saja mereka berada……
Dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya .Nya di sini adalah manusia seluruhnya .Kemudian pertanyaannya adalah bagaimana menghubungkan ALLAH yang ESA ,Karena Allah itu dekat sekali dengan Semua manusia bahkan lebih dekat dengan urat lehernya.kemudian dikuatkan dengan ayat lain
an DIA bersama kamu di mana saja kamu berada.
an ketahuilah bahwa ALLAH mendinding di antara manusia dan hatinya.dan begitu juga di kuatkan QS al Mujadilah 7
dan di kuatkan lagi dengan ayat lain
Dari ayat di atas jelas sekali kalau kita jangankan umat lain umat islam sendiripu termasuk saya ,akan bertanya-tanya,kalau belum bisa memahami sesuai dengan apa yang di harapkan sang pencipta.
karena kaloau di pahami secara dangkal seolah olah bahwa tuhan Banyak.
Namun jangan lantas kita geram dahulu ada tidak sesuatu yang bisa kita hubungkan dari ayat ayat di atas sehingga ayat tersebut bisa menguatkan arti kata KAMI menjadi arti kata yang ESA.
Mari kita pahami analog di bawah ini.
Andaikata di dunia ini hanya ada satu sumber kehidupan yaitu:GARDU LISTRIK . gardu adalah tempat ,inti zatnya adalah listrik.kemudian dari gardu listrik tersebut di hubungkan ke suatu benda atau materi yang ber macam-macam misal: lampu2 mesin -mesin ,radio tv Dll
Lampu lampu dan mesin-mesin dan yang lainnya itu bisa berada di mana mana .
sekarang yang jadi pertanyaan adalah:
-Lampu lampu yang berwarna warna warni ada di pelosok kota bisa nyala karena apa?
Jawab: LISTRIK
– Mesin-mesin dan TV Dan Radio yang berada di pelosok desa bisa nyala karena apa?
Jawab: LISTRIK
Kesimpulannya adalah kehidupan lampu lampu yang beraneka ragam dan mesin-mesin juga TV ,yang banyak dan berada di mana mana sumber hidupnya hanya 1 yaitu LISTRIK
Dariv analog di atas kalau kita hubungkan dengan kata” KAMI”sebagai kata ganti allah yang jama’ ini berarti bahwa:Bahwa walaupun allah itu berkata kami ,tapi maknanya hanya 1 ZAT yaitu :Zat ALLAH itu sendiri.Jadi kalau kita merujuk dari ayat ayat yang saya tulis di atas,bahwa: Di dalam makhluk ciptaan ALLAH, ada {ditambahi}ZAT ALLAH atau CAHAYA ALLAH walaupun kadarnya sangat sangat sangat sedikit sehingga kami di sini adalahPenyebutan ALLAH yang tunggal bersama sama dengan cahaya ALLAH yang ada di dalam sitiap makhluknya.Dengan demikian semua manusia atau bahkan binatang melanta yang ada di dunia ini tiddak akan lepas dari penglihatan ALLAH.
Sebagai manusia yang di ciptakan paling sempurna dan di lengkapi hati akal dan pikiran serta indra indra yang lainnya seharusnya tau dan sadar melalui petunjukNYA yaitu Quran dan nabinya bah wa di dalam diri kita ada Zat ataupun cahaya ALLAH yang selalu dekat bahkan lebih dekat dengan urat leher,yaitu cahaya yang selalu bersama -sama kita di mana saja kita berda ,cahaya yang selalu mendinding antara manusia dan hatinya. sehingga manusia akan selalu takut akan perbuatan dosa dan senantiasa berbuat baik dan ber ibadah dan berzikir kepada ALLAH Mereka itulah Golongan ALLAH di tegaskan dalam Quran Surat Mujadilah ayat 22.
….ALLAH ridho terhadap mereka dan mereka merasa puas terhadap limpahan Rahmatnya Mereka itulah golongan ALLAH Bahw golongan ALLAH itulah golongan yang beruntung.
Jadi Kata KAMI disini memang Jamak ,tetapi hanya jamak tempatnya sedangkan ALLAH tetep ESA dan TUNGGAL.kenapa kami karena di setiap makluk ALLAH ada ZAT /CAhaya ALLAH .Dan zat allah dan cahaya ALLAH adalah golongan ALLAH yang tunggal.
Maaf Kalau gak berkenan Ini adalah pendapat saya sesuai dengan petunjuknya.Saya minta ampun kepada ALLAH bilamana Pendapat saya ini salah.