Home > Al Qur'an > Bukti Kebenaran Al-Qur’an (1)

Bukti Kebenaran Al-Qur’an (1)

Oleh :Matulla Ada

Banyak dari orang non muslim bertanya seperti ini: “Benarkah Al-Qur’an itu adalah firman Tuhan? Bukankah mungkin saja merupakan rekayasa Nabi Muhammad? Toh, Al-Qur’an adalah kitab suci yang terakhir, jadi Nabi Muhammad bisa saja mengumpulkan data-data dari kitab terdahulu dan data-data dari kisah orang-orang lalu menyusunnya menjadi sebuah kitab yang lebih dapat diterima oleh nalar manusia!!”

Mengenai hal ini, Allah berkata :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءكُم بُرْهَانٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَأَنزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُوراً مُّبِيناً

Artinya :

174. Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mu`jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur’an). (QS. An-Nisaa’ [4] : 174)

Allah juga menyuruh Muhammad untuk mengatakan bahwa dia hanyalah utusan-Nya dan kepadanya telah diturunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menjelaskan segala sesuatu, termasuk sesuatu yang ghaib yang sulit dicerna oleh akal manusia. Allah berfirman :

وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ قَالَ الَّذِينَ لاَ يَرْجُونَ لِقَاءنَا ائْتِ بِقُرْآنٍ غَيْرِ هَـذَا أَوْ بَدِّلْهُ قُلْ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أُبَدِّلَهُ مِن تِلْقَاء نَفْسِي إِنْ أَتَّبِعُ إِلاَّ مَا يُوحَى إِلَيَّ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍArtinya :

015. Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang nyata, orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata: “Datangkanlah Al Qur’an yang lain dari ini atau gantilah dia”. Katakanlah: “Tidaklah patut bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri. Aku tidak mengikut kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Tuhanku kepada siksa hari yang besar (kiamat)”.

قُل لَّوْ شَاء اللّهُ مَا تَلَوْتُهُ عَلَيْكُمْ وَلاَ أَدْرَاكُم بِهِ فَقَدْ لَبِثْتُ فِيكُمْ عُمُراً مِّن قَبْلِهِ أَفَلاَ تَعْقِلُونَ

016. Katakanlah: “Jikalau Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu”. Sesungguhnya Aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya. Maka apakah kamu tidak memikirkannya? (QS. Yunus [10] : 15-16)

قُلْ مَا كُنتُ بِدْعاً مِّنْ الرُّسُلِ وَمَا أَدْرِي مَا يُفْعَلُ بِي وَلَا بِكُمْ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَى إِلَيَّ وَمَا أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ مُّبِينٌ

Artinya :

009. Katakanlah: “Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan”. (QS. Al-Ahqaaf [46] : 9)

قُل لاَّ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعاً وَلاَ ضَرّاً إِلاَّ مَا شَاء اللّهُ وَلَوْ كُنتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاَسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَاْ إِلاَّ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Artinya :

188. Katakanlah: “Aku tidak berkuasa menarik kemanfa`atan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Al-A’raaf [7] : 188)

Bahkan jikalau Muhammad mengaku-ngaku bahwa Al-Qur’an merupakan hasil karyanya, maka Allah menegaskan :

وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَاعِرٍ قَلِيلاً مَا تُؤْمِنُونَ

audio[69:41] dan Al Qur’an itu bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya.

وَلَا بِقَوْلِ كَاهِنٍ قَلِيلاً مَا تَذَكَّرُونَ

audio[69:42] Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya.

تَنزِيلٌ مِّن رَّبِّ الْعَالَمِينَ

audio[69:43] Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam.

وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيلِ

audio[69:44] Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami,

لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِ

audio[69:45] niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya1510.

ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ

audio[69:46] Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.

فَمَا مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ عَنْهُ حَاجِزِينَ

audio[69:47] Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu.

وَإِنَّهُ لَتَذْكِرَةٌ لِّلْمُتَّقِينَ

audio[69:48] Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

وَإِنَّا لَنَعْلَمُ أَنَّ مِنكُم مُّكَذِّبِينَ

audio[69:49] Dan sesungguhnya Kami benar-benar mengetahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakan(nya).

وَإِنَّهُ لَحَسْرَةٌ عَلَى الْكَافِرِينَ

audio[69:50] Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat).

وَإِنَّهُ لَحَقُّ الْيَقِينِ

audio[69:51] Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar kebenaran yang diyakini.

فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ

audio[69:52] Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar.

Ada suatu kisah gaib untuk lebih meyakini tentang kebenaran Al-Qur’an. Pada hari itu, Nabi mendengar orang Yahudi yang menjelek-jelekkan Yesus dan Maryam (ibunda Yesus). Rasulullah sangat marah dan menjelaskan kepada orang Yahudi tersebut siapa Yesus dan Maryam yang sebenarnya. Yang menjadi pertanyaan, mengapa Nabi Muhammad marah? Bagaimana cara Rasulullah menjelaskan kepada orang Yahudi itu tentang diri Nabi Isa dan Maryam, sementara beliau hidup pada masa jauh sesudah zamannya Nabi Isa. Yah, siapa lagi informannya kalau bukan Yang Maha Kuasa, Allah SWT !!! Firman Allah :

ذَلِكَ مِنْ أَنبَاء الْغَيْبِ نُوحِيهِ إِلَيكَ وَمَا كُنتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يُلْقُون أَقْلاَمَهُمْ أَيُّهُمْ يَكْفُلُ مَرْيَمَ وَمَا كُنتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يَخْتَصِمُونَ

Artinya :

044. Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa. (QS. Ali Imran [3] : 44)

Beberapa misionaris pun mengakui bahwa Muhammad pernah sangat marah terhadap fitnah orang-orang Yahudi terhadap Nabi Isa (Yesus Kristus) dan Maryam [Maria] (ibunda Nabi Isa). Inilah perkataan Pendeta Dummelow yang didukung tidak kurang dari 16 orang Kristen yang kesemuanya pendeta dan Doktor Ilmu Teologi :

“Orang-orang Talmudist Yahudi berkata, ‘Anak dari pezina (maksudnya perawan Maryam) mengeluarkan sihir dari Mesir, dengan keratan yang dia buat dalam dagingnya. Yesus melakukan sihir dan menipu, dan membawa Israel menjadi penyembah berhala.’ Menarik untuk diperhatikan bahwa Muhammad dengan marah tidak mau mengakui dan menyangkal fitnah orang-orang Yahudi ini.” [Komentar Injil Dummelow, halaman 668]

Selain cerita diatas, masih banyak ragam hal gaib yang diungkap oleh Al-Qur’an. Al-Qur’an mengungkap kejadian masa lampau yang tidak diketahui lagi oleh manusia, karena masanya telah demikian lama, dan mengungkap juga peristiwa masa datang atau masa kini yang belum diketahui manusia. Harus diakui bahwa sebagian dari kisah-kisahnya tidak atau belum dapat dibuktikan kebenarannya hingga kini, tetapi sebagaian lainnya telah terbukti, antara lain melalui penelitian arkeologi.

Kendati terdapat sekian banyak kisahnya yang belum terbukti, tidaklah wajar menolak kebenaran kisah-kisah lain tersebut hanya dengan alasan bahwa kisah itu belum terbukti. Karena apa yang belum terbukti kebenarannya, juga belum terbukti kekeliruannya.

Untuk menghilangkan keragu-raguan akan kebenaran Al-Qur’an, penulis akan mengungkapkan beberapa mengenai cerita-cerita gaib yang tertera dalam Al-Qur’an, dimana pemberitaan tersebut boleh dikata tidak memungkinkan lagi untuk tidak diakui keabsahannya.

a. Kaum ‘Ad dan Tsamud serta kehancuran kota Iram

Al-Qur’an berbicara tentang kaum Tsamud dan kaum ‘Ad yang kepada mereka diutus Nabi Shaleh dan Nabi Hud. Banyak uraian Al-Qur’an tentang kedua kaum ini, baik dari segi kemampuan dan kekuatan mereka maupun kedurhakaan dan pembangkangan mereka terhadap Tuhan dan utusan-Nya. Mereka akhirnya dihancurkan Allah dengan gempa dan angin ribut yang sangat dingin lagi kencang. Hal ini dilukiskan oleh S. Al-Haaqqah [69] : 4-7 sbb :

كَذَّبَتْ ثَمُودُ وَعَادٌ بِالْقَارِعَةِ

audio[69:4] Kaum Tsamud dan ‘Aad telah mendustakan hari kiamat1503.

فَأَمَّا ثَمُودُ فَأُهْلِكُوا بِالطَّاغِيَةِ

audio[69:5] Adapun kaum Tsamud, maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa1504.

وَأَمَّا عَادٌ فَأُهْلِكُوا بِرِيحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ

audio[69:6] Adapun kaum ‘Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang,

سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ حُسُوماً فَتَرَى الْقَوْمَ فِيهَا صَرْعَى كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍ

audio[69:7] yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum ‘Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk).

Di tempat lain, diuraikan oleh Al-Qur’an bahwa kaum ‘Ad memiliki kemampuan luar biasa sehingga mereka telah membangun Kota Iram dengan tiang-tiang yang tinggi dan yang belum pernah dibangun di negeri lain sehebat dan seindah itu sebelumnya.

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ

audio[89:6] Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ‘Aad?

إِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِ

audio[89:7] (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi1574,

الَّتِي لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِي الْبِلَادِ

audio[89:8] yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,

وَثَمُودَ الَّذِينَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِ

audio[89:9] dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah

Ada yang meragukan informasi Al-Qur’an ini. Tetapi sedikit demi sedikit bukti-bukti kebenarannya terungkap. Pertama kali ketika informasi Al-Qur’an dan riwayat-riwayat yang diterima digabung dengan hasil-hasil penelitian arkeologi, maka yang ditemukan adalah adanya bukti-bukti arkeologi tentang terjadinya gempa dan angin ribut, seperti yang diuraikan oleh Al-Qur’an.

Tentu saja penjelasan ini belum memuaskan semua pihak. Tetapi dari hari ke hari, bukti semakin jelas dan kini tidak ada alasan lagi untuk menolak informasi Al-Qur’an. Marilah kita simak pembuktian berikutnya.

Pada 1834 ditemukan didalam tanah yang berlokasi di Hisn Al-Ghurab dekat kota Aden di Yaman sebuah naskah bertuliskan aksara Arab Lama (Hymarite) yang menunjukkan nama Nabi Hud. Dalam naskah itu antara lain tertulis, “Kami memerintah dengan menggunakan Hukum Hud.” Selanjutnya pada 1964-1969 dilakukan penggalian arkeologis, dan dari hasil analisis pada 1980 ditemukan informasi dari salah satu lempeng tentang adanya hal yang disebut “Shamutu, ‘Ad, dan Iram”. Prof Pettinato mengidentifikasikan nama-nama tersebut dengan nama-nama yang disebut pada Surah Al-Fajr tadi. Dalam konteks ini, wajar pula dikutip pendapat Father Dahood yang mengatakan bahwa “antara Ebla (2500 SM) dan Al-Qur’an (625 M) tidak ada referensi lain mengenai kota-kota tersebut.”

Bukti arkeologis lain tentang kota Iram adalah hasil ekspedisi Nicholas Clapp di Gurun Arabia Selatan pada 1992. Kota Iram menurut riwayat-riwayat adalah kota yang dibangun oleh Shaddad bin Ud, sebuah kota yang sangat indah yang diberi nama Ubar oleh suku Badui. Namun Tuhan mengubur kota itu dengan longsoran padang pasir, sehingga menelan kota tersebut akibat kedurhakaan mereka.

Nicholas menemukan bukti dari seorang penjelajah tentang jalan kuno ke Iram (Ubar). Kemudian atas bantuan dua orang ahli lainnya, yaitu Juris Zarin dari Universitas Negara Bagian Missouri Barat Daya, dan penjelajah Inggris, Sir Ranulph Fiennes, mereka berusaha mencari kota yang hilang itu bersama-sama ahli hukum George Hedges.

Mereka menggunakan jasa pesawat ulang-alik Challenger (milik NASA) dengan sistem Satellite Imaging Radar (SIR) untuk mengintip bagian bawah gurun Arabia yang diduga sebagai tempat tenggelamnya kota yang terkena longsoran itu. Untuk lebih meyakinkan, mereka juga meminta jasa satelit Prancis, yang menggunakan sistem penginderaan optik.

Apa yang mereka temukan ? Mereka menemukan citra digital berupa garis putih pucat yang menandai beratus-ratus kilometer rute kafilah yang ditinggalkan, sebagian berada dibawah tumpukan pasir yang telah menimbun selama berabad-abad hingga mencapai ketinggian 183 meter.

Berdasarkan foto yang diambil dari pesawat ulang alik terlihat tempat dimana jejak-jejak kafilah  bertemu dan mengarah ke Ubar (Iram) [lihat tanda panah].

1. Ubar hanya dapat dilihat dari luar angkasa sebelum dilakukan penggalian.

2. Kota yang berada 12 m dibawah pasir nampak setelah dilakukan penggalian.

Berdasarkan data ini, Nicholas Clapp dkk, meneliti kota tersebut dan melakukan pencarian pada akhir tahun 1991. Pada Februari 1992, mereka menemukan bangunan segi delapan dengan dinding-dinding dan menara-menara yang tingginya mencapai sekitar 9 m. Agaknya itulah sebagian dari apa yang diceritakan oleh Al-Qur’an bahwa “penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi” (QS. Al-Fajr 7). Dr. Zarin seorang anggota tim penelitian yang memimpin penggalian mengatakan bahwa selama menara-menara itu dianggap sebagai unsur yang menunjukkan ciri khas kota Ubar, dan selama Iram disebutkan mempunyai menara-menara atau tiang-tiang, maka, sejauh ini, itu merupakan bukti terkuat bahwa peninggalan sejarah yang mereka gali adalah Iram, kota kaum ‘Ad yang disebutkan dalam Al Qur’an.

Banyak karya seni dan monumen ari sebuah peradaban yang tinggi

yang didirikan di Ubar (Iram) sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an.

Foto-foto diatas adalah salah satu peninggalan kota Iram yang tersisa.

Iram yang tersisa.

Sumber :Kompasiana

Categories: Al Qur'an Tags: , ,
  1. paus biru
    July 30, 2011 at 12:31 am | #1

    Subhanallah..tulisan yg bagus bro..

  2. elje
    July 30, 2011 at 3:14 pm | #2

    AL QURAN memang firman ALLAH SWT

  3. Miguel servetus
    July 31, 2011 at 9:32 pm | #3

    To All netter muslim:

    saya mengucapkan:SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1432 HIJRIAH.semoga amal ibadah kita di terima di sisi Allah ta’ala.

    Amin ya Rabbal alamin.

  4. paus biru
    August 1, 2011 at 6:39 pm | #4

    Amin…

  5. Yogi
    August 2, 2011 at 12:38 pm | #5

    Ah…. saya pernah baca buku Salman Rusdi juga bahwa alquran juga ayat-ayat setan…

    Mana yang benar Salman Rusdi atau Metulla Ada ??

    Dan menurut penjelasan Ali sina juga bahwa dalam Alquran banyak sekali ayat-ayat yang konon di turunkan Aulloh demi kepentingan Muhammad, bukan kepentingan ummat!!

    Mana yang benar Ali sina atau Metulla Ada???

    ini seperti kasus Muhammad Nazaruddin dengan Anas Urba Ningrum…!

    M. Nazaruddin bilang ada Korupsi di PD, Anas bilang tidak ada !

    • faham
      August 2, 2011 at 12:53 pm | #6

      wuih hebat dong…. Salman Rusdie yang hidup di abad 20 bisa tahu kondisi tahun 620-an M, sampai tahu mana ayat-ayat setan…..
      nah kalau si Ali SIna yang berpraduga bahwa ada ayat-ayat yang “khusus” buat nabi, saya juga nggak membantahnya…. bahkan ada ayat yang “khusus” buat penyembah manusia yang disalib juga lho….

      Yog, kalau ayat ini dari mana, setan apa Tuhan, apa manusia?
      “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang”.

      Bukti nyata : kapan yah dunia ini bisa damai…..
      Yog, sebelum ada Islam nih, apakah dunia ini PERNAH damai???? kapan tuh??

    • August 2, 2011 at 2:19 pm | #7

      eh biasanya propesor nggak suka OOT, kok tumben neh prop??

      II SAMUEL 24: 1
      Bangkitlah pula murka Tuhan terhadap orang Israel; Ia menghasut Daud melawan mereka, firman-Nya, “Pergilah, hitunglah orang Israel dan orang Yehuda.”

      1 TAWARIKH 21: 1
      Iblis bangkit melawan orang Israel dan membujuk Daud untuk menghitung orang Israel.

      wah kasus narudin ame anas juga sama kayak kasus diatas prop

      • faham
        August 2, 2011 at 4:01 pm | #8

        hehehe…..

        belum lagi kisah penyaliban, silsilah Yesus, “pengutukan” pohon ara, kisah kenaikan ke sorga, dll… dll….

        kisah nazarudin dengan anas kayak kisah alkitab aja yah….

  6. rahman
    August 3, 2011 at 2:00 am | #9

    klo alquran di hujat tinggal tunggu waktu ada jawaban…klo kitab “suci” mereka dihujat pastinya bakal dijawab juga tapi sayang semuanya OOT dan berputar-putar…

  7. Yogi
    August 3, 2011 at 9:22 am | #10

    wuih hebat dong…. Salman Rusdie yang hidup di abad 20 bisa tahu kondisi tahun 620-an M, sampai tahu mana ayat-ayat setan…..
    _______________

    Heheheh…emangnya si Metula juga udah ada saat si Nabi Mamat menerima Alquran di gua hira??? maka ia membenarkan ayat-ayat yang dituliskannya sehingga paus biru mengatakan tulisan si Metulla bagus. Cari pembenaran ya…?

    Siapo yang OOT netter muslim atau saya???
    Yang kita bahaskan Bukti Kebenaran Al-Qur’an, bukan bukti kebenaran Alkitab.

    Tiba-tiba muslim mau seret saya bahas isi Alkitab…..ah….mau OOT lagi seperti di Trend “Si Nabi cari Kawan” heheheeeheee

    Kan Alquran yang diragukan kebenarannya karna ia di ziplak dari Alkitab, kan dah di prerintahkan kepada Muslim harus menegakkan Taurat dan Injil (Q5:68) eeeh si mamat buat kitab sendiri???

    • August 3, 2011 at 9:50 am | #11

      eh prop, emangnye ada bukti ilmiah yang ngedukung hasil penelitian propesor salman rush n die seperti halnya Metula??

    • haidar
      August 6, 2011 at 1:12 pm | #12

      Kan Alquran yang diragukan kebenarannya karna ia di ziplak dari Alkitab, kan dah di prerintahkan kepada Muslim harus menegakkan Taurat dan Injil (Q5:68) eeeh si mamat buat kitab sendiri???

      —-) Buktinya apa prof, Al Qur’an itu njiplak alkitab,buktikan kalo anda bisa………kita tunggu

    • faham
      August 6, 2011 at 3:29 pm | #13

      Heheheh…emangnya si Metula juga udah ada saat si Nabi Mamat menerima Alquran di gua hira??? maka ia membenarkan ayat-ayat yang dituliskannya sehingga paus biru mengatakan tulisan si Metulla bagus. Cari pembenaran ya…?

      ===== =========
      Yogi, tuh ditangtang Paus Biru di bawah (komen ini)…..

  8. paus biru
    August 3, 2011 at 1:21 pm | #14

    bung yogi,ayat alquran yg telah terbukti tidak benar,ayat yg mana coba ? Saya tantang bung yogi untuk menunjukkannya.kita akan membahasnya di sini..No Oot,No swearing ok !!

  9. paus biru
    August 3, 2011 at 1:29 pm | #15

    Metulla sudah memberikan bukti2 bahwa Alquran benar dengan tulisannya di atas..sekarang giliran anda yog untuk menyanggahnyat(tentunya harus dengan Bukti2)!!!! Keyboard dan monitor kami persilahkan !!! Hehehehe

  10. Surya
    August 6, 2011 at 12:51 pm | #16

    Jack, agama itu tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. Sesuatu yang ilmiah adalah didapat dari bukti empiris sesorang. Bukti empiris itu adalah hasil daro percobaan dan pengamatan panca indera dan bisa dibuktikan oleh semua orang.
    Kalau sorga tidak bisa dibuktikan secara ilmiah, begitu juga keberadaan malaikat, jin, bulan bisa terbelah, dan sebagainya. Semua itu dipercaya berdasarkan iman saja.

    • August 6, 2011 at 1:01 pm | #17

      itulah makna ilmiah yang didiktekan oleh ilmuan karena ketidak mampuan para ilmuan memahami hal2 yang ghaib
      wahhh tidak bisa dibuktikan atau tidak mau menerima pembuktian??

  11. paus biru
    August 8, 2011 at 1:09 am | #18

    Agama sebelah tu yg ga sinkron dengan iptek

  12. paus biru
    August 8, 2011 at 1:22 am | #19

    Masalah surga dan neraka memang belum bisa dibuktikan,belum adanya bukti tidak menjadikan itu bisa divonis salah atau benar.iptek pun sampai sekarang belum bisa membuktikan apakah surga dan neraka itu benar2 eksis atau tidak.tapi,ketiadaan suatu bukti tidak mengharuskan tiadanya yg dibuktikan

  13. sang mualaf
    August 12, 2011 at 2:52 pm | #20

    Agama itu sifatnya abstrak, hanya bisa dirasakan oleh hati dan menimbulkan keimanan atau kepercayaan pada sesuatu yang kita sembah.

    Agama yang benar harus didukung dengan kitab suci yang benar, kalau ada kitab suci yang isinya seperti cerita silat atau novel, namanya bukan kitab suci, apalagi kalau sudah direvisi.

    Surga dan neraka jelas pasti ada karena sudah tercantum dalam al.quran,
    Mereka diciptakan tujuannya untuk hadiah bagi Manusia, Jin dan iblis
    yang baik masuk surga, yang jahat masuk neraka

    mana buktinya..? apa bisa dirasakan..? bisa..! tapi kita harus mati dulu

  14. Yogi
    August 12, 2011 at 3:30 pm | #21

    ahhhh tidak usah nanya lah emang dari mana si Mamat tahu cerita Alkitab Jahudi ada dalam Alqran kalau ia tidak jiblak, dari situ aja udah jelas, jangan sampai saya copas ayat yang bersleweran dimana-mana ntar si paus megap lagi? hehehehehehe

    eh paus biru = haidar? ahhh curiga nih…!

  15. haidar
    August 15, 2011 at 12:49 pm | #22

    Kan Alquran yang diragukan kebenarannya karna ia di ziplak dari Alkitab, kan dah di prerintahkan kepada Muslim harus menegakkan Taurat dan Injil (Q5:68) eeeh si mamat buat kitab sendiri???

    —-) Buktinya apa prop, Al Qur’an itu njiplak alkitab,buktikan kalo anda bisa………(kok belum dijawab – jawab,nggak bisa ya prop)?

    eh paus biru = haidar? ahhh curiga nih…!

    —) maap ye prop,loe salah nebak, mendingan dijawab saj pertanyaanku diatas.

  16. Yogi
    August 15, 2011 at 2:32 pm | #23

    La io ..kalau Taurat dan injil harus di teggakkan si Mamat dgn pengikutnya kenapa sahabat-sahabtnya buat Alquran??

    Yang isinya menyakut orang-orang Jahudi??? orang Kristen, kisah-kisah orang jahudi

    conoth, Daud, salomo/sulaiman, Musa, Harun, Zakaria, Maryah, Isa….

  17. BLAK-BLAKAN
    August 16, 2011 at 5:25 pm | #24

    yogi2 dendam selalu bersama mu!tuhan…..kenapa engkau tiga????kenapa engkau dislib??padahal kolornya itu punyaku!!!ecus kenapa engkau mati sebelum menikah??apakah engkau seorang homo???pauk”us kenapa engkau mengubah perkataan si ecus?????tuhan bapa,istrimu lagi nyariin!!!!!tuhan kita aku yakin !!!!engkau adalah maling boxer ku yang semalam!!!

    • August 16, 2011 at 7:43 pm | #25

      wekekekekeke propesor yogi dapet saingan

      semangat bung BB

  18. zhimboth
    August 18, 2011 at 8:22 am | #26

    kenapa kita yang jd repot,…!!! lakum dinukum waliadin aja bro.semua ada hasil akhirnya tersendiri.jgn terpancing karena iblis yg selalu membisikkan perpecahan dan perselisihan diantara manusia.kt sebagai manusia menjalani kehidupan dengan keyakinan yg berbeda karena adanya kaum iblis yang emang nyata keberadaannya.mengingatkan kebenaran boleh2 ja tp ingat iblis akan selalu menyimpangkan kebenaran,jika saling menghujat apa bedanya kita sama iblis….??apakah kita iblis atau manusia.hanya diri kitalah yang bisa menjawab pertanyaan itu dan hanya diri kitalah yang mampu mencari jalan kebenaran.ga perlu pendapat orang dan ga perlu menghujat orang.

  19. August 21, 2011 at 9:07 pm | #27

    Dalam berdebat, lebih baik bertatap muka. Kalo begini pasti ribut gak selesai2. Mending berdebat sambil bertatap muka, jadi kita bisa lihat mata seseorang yang sedang berbicara, apakah dia yakin atas apa yang dia katakan, atau dia ragu. Sekaligus kita bisa tahu wawasan lawan bicara sampai dimana, kalo disini bisa aja komentar yang diposting hasil ngutip dari sana sini. Plus, debat dengan bertatap muka masih memungkinkan kita saling menghormati dan sopan dalam berkata, beda dengan disini karena kita gak kenal, lantas balasan komentarnya gak dikontrol. komentar2 diatas bakal dilihat sodara2 kita yang lain, lebih baik kita menghindari permusuhan akibat saling cela karena beda keyakinan.

    • ilham othmany
      August 21, 2011 at 9:45 pm | #28

      Komen anda mengingatkan saya kepada sikap Ali Sina selama ini.Mungkin itulah sebabnya selama ini dia menghindari diri daripada berdebat bertatap muka.Ramai musuh-musuh Islam apabila berdebat secara bertatap muka terbungkam seribu bahasa seperti Dr William Cambel,Nonie Darwish,Anish Shorrosh dan ramai lagi.Seperkara lagi dengan bertatap muka mereka tidak dapat lagi memakai jurus pekak telinga dan ngotot terhadap melulu ngotot terhadap hujahan pihak lawan.Tapi apa boleh buat ramai daripada mereka yang beraninya cuma diinternet jadi terpaksalah kita ngadapi mereka diinternet.Semoga para pembaca bisa menilai sendiri.

  20. jeda
    August 21, 2011 at 10:49 pm | #29

    jeda dulu dengar musik biar cair suasana:


    kalau udah lanjut debatnya lagi.

  21. Ruslan Muhammad Sholeh, S.Th.I
    January 10, 2012 at 11:02 am | #30

    tulisanya bisa diterima dengan akal sehat,

  1. No trackbacks yet.

KIRIM KOMENTAR

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 235 other followers