Ada yang “bermain’ dalam Konflik Ambon?
Pada Minggu, 11 September 2011, konflik pecah di tiga titik di Kota Ambon, di depan kampus PGSD Universitas Pattimura, Tugu Trikora, dan Waringin. Rusuh dipicu kematian seorang tukang ojek, Darfin Saimen.
Ricuh di Kota Ambon yang terjadi Minggu, 11 September 2011 menimbulkan keprihatinan banyak pihak.bahkan ada yang menduga ada by design dari orang orang yang tidak bertanggung jawab ,sebagaimana disampaikan salah satu anggota DPD dari maluku John Pieris yang menyatakan konflik di Ambon, Maluku, adalah by design oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Ia menilai selama ini masyarakat setempat sangat plural, namun mudah diprovokasi.saat dalam diskusi “Menjaga NKRI, Mencegah Perpecahan Daerah : Jangan Ulang Tragedi Ambon” di Gedung DPD RI, Jakarta, Rabu (14/9).yang dilangsir oleh Metronews.com,
sementara itu pengamat intelijen AC Manullang, Minggu (11/9) sebagaimana yang diberitakan Eramuslim.com
Kerusuhan Ambon yang bertepatan dengan peringatan peristiwa ambruknya Gedung WTC tidak bisa dilepaskan peringatan dari Pemerintah AS akan adanya serangan teroris.
Peringatan AS akan adanya serangan teroris juga ditujukan kepada negara-negara lain, dan Ambon dijadikan target skenario itu dengan memunculkan kerusuhan yang bernuansa SARA,” kata pengamat intelijen AC Manullang, Minggu (11/9).
Menurut AC Manullang, kerusuhan Ambon ini akan membuktikan pernyataan AS bahwa wilayah tersebut menjadi sarang teroris.
”Saya melihat ada upaya AS yang memunculkan Ambon sebagai sarang teroris dengan memunculkan kerusuhan terlebih dulu,” paparnya.
”Skenario yang akan dilakukan, Ambon rusuh, dan kelompok-kelompok Islam membantu, dan muncullah stigma teroris di Ambon,” tambahnya Manullang.
Polisi didesak melakukan pengusutan terkait meninggalnya tukang ojek yang jadi pemicu konflik?
Polisi didesak melakukan pengusutan terkait meninggalnya Darfin Saiman, tukang ojek, yang belakang disebut-sebut sebagai penyebab awal bentrok di Ambon.
Sulaiman Latupono, salah seorang keluarga Darfin, menilai pengusutan ini harus dilakukan karena keluarga menduga Darfin tewas bukan karena kecelakaan, namun akibat dibunuh.
Pria yang juga Ketua Aliansi Maluku Bersatu ini menambahkan jika kematian Darfin ini tidak segera diungkap, maka akan menjadi ancaman bagi perdamaian di bumi Maluku.
Pada kesempatan yang sama Ketua Koordinator Masyarakat Sulawesi Tenggara di Maluku, La Suryadi, meminta pemerintah daerah lebih memperhatikan warga yang rumahnya terbakar saat kerusuhan.
Dia juga meminta pemerintah daerah akan mengembalikan ratusan kepala keluarga ke wilayah tersebut, dan dibangun sebuah pos keamanan yang permanen di wilayah tersebut.
Tokoh Pemuda Ambon Minta Warga Tak Terhasut
Ketua Pemuda Maluku Indonesia Bersatu (PMIB) Ronald A Syuta menyatakan prihatin atas apa yang terjadi di kota Ambon. Pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat Maluku, baik yang berada di Maluku maupun di luar Maluku agar bisa menahan diri dan tidak mudah terprovokasi situasi yang berkembang dan memecah belah persatuan warga.
“Kami mengharapkan Gubernur, para bupati, tokoh agama, tokoh masyarakat untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar bisa menahan diri tidak mudah terprovokasi,” ujarnya saat ditemui di Senayan, Jakarta Pusat. Minggu, 11 Agustus 2011.
Ia meminta agar aparat mengusut kejadian di Ambon dan mengantisipasi kejadian serupa. Pihaknya juga mendesak agar presiden tetap menjaga kondisi Maluku yang damai dan aman.
“Jika perlu kami akan menghadap kepada Presiden bersama dengan tokoh Ambon yang berada di Jakarta,” tambahnya.
Bentrok warga pecah usai pemakaman tukang ojek bernama Darfin Saiman di kawasan Mangga Dua. Massa yang marah kemudian melempar batu dan membakar kendaraan.{vivanews)
Presedium MER-C :Keputusan diturunkannya pasukan dari luar Ambon adalah langkah yang tepat,
Keputusan pemerintah menerjunkan pasukan keamaanan dari luar Ambon dinilai tepat. Hal itu dikatakan Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), dr. Jose Rizal Jurnalis.
Jose yang pernah bertugas pada konflik Ambon di tahun awal tahun 2000-an mengatakan, selama ini aparat keamaanan setempat selalu berpihak kepada salah satu kelompok. “Maka, dengan diturunkannya pasukan dari luar Ambon (400 personel Brimob dari Sulawesi Selatan dan Jawa Timur) adalah langkah yang tepat,” kata Jose.
Menurut Jose, hal tersebut menandakan pemerintah telah belajar dengan baik dari kasus-kasus kerusuhan Ambon yang terjadi sebelumnya.
Namun dia mengingatkan, agar pemerintah tidak hanya menggunakan pendekatan aparat keamaanan saja. Rencana sweeping, dan penangkapan-penangkapan malah akan menimbulkan resistensi dari warga setempat yang memang berwatak keras.
“Mereka itu enggak takut dengan bedil, kok,” tukas Jose.
Jose mengatakan, hingga saat ini MER-C belum ada rencana untuk pergi ke Ambon.Dia berharap kerusuhan yang terjadi Ahad (11/9) tidak berkepanjangan.
Komnas Ham tengah menelusuri penyebab konflik
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tengah menelusuri penyebab terjadinya kericuhan di Ambon, Maluku, pada Ahad (11/9) lalu. Ditemukan ada lima faktor yang diduga ikut memicu konflik berdarah tersebut.
“Komnas HAM telah menerjunkan timnya ke Ambon pascakericuhan tersebut. Tim mendapatkan sejumlah informasi yang layak untuk didalami demi mengungkap akar penyebab terjadinya peristiwa tersebut,” kata Komisioner Komnas HAM Saharuddin Daming, di Jakarta, Rabu (14/9).
Yang ditemukan antara lain dugaan adanya orang yang memanfaatkan peristiwa kematian warga bernama Darfing Saeman (tukang ojek) untuk kepentingan yang belum jelas. Juga ada provokator yang tidak puas dengan penyelesaian konflik pada 1999. Selain itu, dugaan adanya usaha pengalihan isu terutama isu daerah dan adanya dugaan kepentingan militer untuk tetap berada di Ambon.
“Serta adanya dugaan kelambanan yang disengaja dari aparat,” katanya.
Terlebih, dengan kondisi psikologi warga yang mudah terbakar. “Mana yang benar dan yang relevan, masih sedang didalami atau diuji di lapangan,” papar Daming.
Peristiwa kericuhan yang terjadi pada Ahad (11/9) lalu itu dipicu meninggalnya tukang ojek Darfing di Gunung Nona yang tidak jelas proses hukumnya. Permasalahan yang sekarang berkembang di Ambon, lanjut Daming, adalah mencari tahu penyebab peristiwa kematian Darfing yang diikuti aksi pembakaran dan penyerangan.(METRONEWS)
Mantan Wapres Jusuf Kala :pemerintah bersikap tegas untuk meredam kerusuhan di Ambon. Dia yakin konflik bisa segera teratasi.
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta pemerintah bersikap tegas untuk meredam kerusuhan di Ambon. Dia yakin konflik bisa segera teratasi.
“Saya berharap pemerintah tegas dan masyarakat juga jangan cepat terpancing dengan isu,” katanya usai memberikan orasi ilmiah pada acara Dies Natalis Universitas Syiah Kuala Banda Aceh ke 50, Senin, 12 September 2011.
Menurut Kalla kerusuhan yang kembali terjadi di Ambon itu dipicu karena cepatnya beredar isu yang tidak benar. Untuk itu dia meminta semua pihak tak terpancing. “Saya rasa itu kasusnya sama seperti di London, kerusuhan itu karena kecepatan isu yang timbul,” ujarnya.
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) itu juga yakin kerusuhan itu tak berlangsung lama jika masyarakat tidak terpancing dengan isu. Pemerintah juga diminta bertindak cepat agar kerusuhan tak menjalar. “Setelah kesalahpahaman itu diatur, saya yakin selesai,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Kalla juga bercerita seputar usahanya dalam mewujudkan perdamaian di Aceh dan Ambon. Sebagai pengusaha, kata Kalla, dia juga mengunakan trik dagang untuk menyelesaikan konflik di dua wilayah itu.”Trik dagang itu sangat berguna, dan dapat digunakan dalam keadaan apa saja,” ujarnya.
Komisi III akan meminta pertanggungjawaban aparat kepolisian
Komisi III akan meminta pertanggungjawaban aparat kepolisian menangani kerusuhan tersebut. “Kita akan minta penjelasan soal penyebab konflik di Ambon dan upaya Kapolri meredamnya,” kata Saan.
“Kita akan minta pertanggungjawaban Kapolri. Rapim komisi akan jadwalkan pemanggilan kapolri,” tambah Saan.
Korban tewas bertambah
Korban tewas akibat bentrok massa di Ambon, Maluku, yang meletup sejak Minggu 11 September 2011 tercatat bertambah menjadi tujuh orang. Meski demikian, Mabes Polri yang mengecek jumlah korban sampai Selasa kemarin, mengatakan situasi Ambon kini membaik.
“Korban meninggal bertambah. Kalau kemarin tiga orang, sekarang jadi tujuh orang,” kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa 13 September 2011.
Korban luka akibat bentrok massa itu tercatat sekitar 64 orang. Dua orang di antaranya adalah anggota Polri, sedangkan lainnya warga sipil. Korban tewas dan luka, menurut Anton, disebabkan oleh banyak hal. “Ada yang kena luka tembak, kekerasan, lempar batu dan sebagainya,” ujar mantan Kapolda Jawa Timur ini.
Situasi Ambon, menurut Mabes Polri, kini membaik. “Alhamdulillah kondusif. Masyarakat sudah bisa melakukan kegiatan mencari ekonomi, berdagang dan sebagainya,” kata Anton.
Di Ambon, dilaporkan kerusuhan yang sempat mencekam seluruh Ambon itu, juga membuat sejumlah warga mengungsi. “Berdasarkan data yang masuk, pengungsi kota Ambon mencapai 2000 jiwa,” ujar Sekda Provinsi Maluku, Ros Far-Far, Selasa 13 September 2011.
Para pengungsi berasal dari daerah Mardika, Batu Gantung, Tanah Lapang Kecil (Talake) dan Waringin. Gelombang pengungsian juga terjadi di desa Rumahtiga, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon. Warga mengungsi karena rumah dan harta benda hangus dibakar saat bentrok terjadi, dan juga dibayangi trauma sebagai korban konflik 1999 lalu.
Dinas Sosial Kota Ambon telah menyalurkan bantuan kepada para pengungsi berupa beras dan mie instan di sejumlah titik lokasi pengungsian. Pengungsi asal desa Rumahtiga, M. Latuny, 61 tahun, berharap masyarakat Kota Ambon belajar dari pengalaman sebelumnya. “Permusuhan hanya timbulkan penderitaan yang berkepanjangan,” ujarnya
Ketua PBNU :Mari Bersama-sama Jadikan Ambon Aman
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) KH Said Aqil Siradj berharap, situasi kondusif yang mulai tercipta di Ambon, Maluku, pasca terjadinya kerusuhan antarwarga beberapa hari lalu bisa terus dipertahankan.
Said Aqil juga meminta, semua pihak proaktif memberikan sumbangsih nyata, agar kerusuhan yang sama tidak lagi terulang di waktu mendatang.
“Sebisa mungkin kerusuhan (kemarin) itu yang terakhir. Jangan sampai ada lagi kerusuhan di Ambon. Mari bersama-sama kita membantu, agar harapan Ambon terus aman di waktu mendatang menjadi kenyataan,” seru Said Aqil melalui pesan singkat, di sela kegiatannya menghadiri International Meeting for Peace di Jerman, Selasa, 13 September 2011.
Untuk terciptanya situasi kondusif di Ambon secara terus-menerus, Said Aqil meminta semua pihak yang memiliki kerenggangan hubungan di masa lampau menahan diri. Seluruh elemen masyarakat di Ambon juga diminta tak mudah terprovokasi, terhadap munculnya isu-isu yang tak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Untuk menciptakan Ambon yang aman, bukan hanya mereka yang dulu terlibat konflik yang harus pro aktif menahan diri atas munculnya isu. Semua lapisan masyarakat, termasuk yang di luar Ambon juga harus ikut menjaga agar kerusuhan benar-benar tak lagi terulang,” urai Said Aqil mengenai pemikirannya menjadikan Ambon kembali aman.
Hal penting yang juga disampaikan Said Aqil mengenai harapan Ambon benar-benar aman adalah dipupuknya kerukunan antar umat beragama. Pemerintah pusat dan pimpinan di Ambon didorong untuk terus mempertahankan dan memunculkan terobosan baru guna terjaganya hubungan harmonis antar umat beragama.
“Syukur Nahdliyin di Ambon bisa membantu secara nyata. Itu akan menguatkan citra NU sebagai civil society yang mengajarkan Islam itu damai,” tegasnya.
Said mewaikili institusi PBNU juga mendukung upaya aparat kepolisian sebagai penegak hukum untuk terus melakukan penjagaan, sampai Ambon benar-benar aman. Namun, kepolisian juga diingatkan tak berlaku semena-mena saat melakukan pengamanan, agar tidak memicu munculnya kebencian masyarakat, yang dikhawatirkan justru menjadi penyebab terjadinya kerusuhan baru.
“Tidak hanya melakukan pengamanan dengan baik. Polisi juga harus secepatnya memberlakukan proses hukum yang adil, apabila hasil analisa kerusuhan (kemarin) itu memang ada pihak yang patut dipersalahkan. Berikan masyarakat kepuasan, polisi memang bisa bekerja dengan baik untuk keamanan di Ambon,” tutur Said Aqil. Laporan: M Arief Hidayat (Vivanews)
Sekretaris DPP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti :Faktor keadilan sosial sangat erat kaitannya dengan konflik horisontal
Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menilai, akar konflik kerusuhan yang muncul di beberapa wilayah Indonesia seperti Ambon dan Papua secara pasti belum dapat dijelaskan. Namun demikian, dia mengatakan faktor keadilan sosial sangat erat kaitannya dengan munculnya konflik-konflik horizontal di dalam masyarakat.
“Masyarakat bagai rumput kering, sekecil apapun persoalan yang memicu, dapat tersulut api dan dengan mudah terprovokasi,” katanya dalam diskusi “Kerusuhan Ambon dan Papua; Akar Penyebab dan Pemecahannya,” di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis 15 September 2011.
Mu’ti melihat akar masalah di Ambon tidak jelas, lebih mengarah pada anomali namun secara nyata terdapat fakta masyarakat saling curiga dan konfliknya terasa sampai sekarang. Dia menjelaskan pada awalnya muncul anggapan bahwa agama, isu gerakan separatis Republik Maluku Selatan (RMS), dan rivalitas politik menjadi pemicu.
“Ternyata bukan isu agama, tapi agama bisa ditarik dalam sebuah konflik. Eksistensi RMS, di sana tidak populer lagi. Rivalitas politik ternyata juga tidak benar,” jelasnya.(vivanews)
Pernyataan Sikap Majelis Mujahidin Indonesia
BARU SEPULUH hari berlalu, umat Islam merayakan Idul Fitri 1432 H, terjadi lagi rusuh SARA di Ambon, mengingatkan kita pada rusuh SARA sebelumnya di Hari Idul Fitri 1421 H (19 Januari 1999 M) lalu. Modusnya sama, pembunuhan warga Muslim oleh warga Kristen, lalu pihak Muslim menuntut balas, sehingga terjadi konflik horizontal yang menelan banyak korban.
Kerusuhan yang terjadi pada 10 September 2011 ini, bersamaan dengan momentum peringatan Bom WTC 11/9/2011 di Amerika, seakan merupakan rentetan duka kaum Muslim di daerah-daerah yang didominasi aparat atau pemerintahan Non Islam di dunia. Betapa tidak, kerusuhan yang menurut polisi dipicu oleh kecelakaan tunggal Si Tukang Ojek Darkin Saiman di daerah yang mayoritas Kristen, dengan cepat merebak menjadi kerusuhan bernuansa SARA.
Kepala Bareskrim Polri, Komjen (Pol) Sutarman menjelaskan: “Ada seorang tukang ojek (Darkin Saiman) yang sebenarnya kecelakaan tunggal, tapi malah dipukuli kelompok tertentu (Kristen), sehingga terjadi balas dendam setelah upacara pemakaman,” ujar Sutarman di Mabes Polri, Jakarta, (11/9/2011).
Senada dengan itu, kabar dari pihak keluarga korban menyatakan, “Helm milik Darkin Saiman, tukang ojek yang tewas itu dalam keadaan utuh, tapi kepalanya pecah karena adanya benturan pukulan. Begitu juga ada luka tusuk di punggungnya.”
Jelas, kerusuhan dipicu adanya penganiayaan terhadap tukang ojek Muslim di daerah Kristen yang menyebabkan kematiannya. Bukan kecelakaan tunggal atau akibat provokasi. Tetapi aparat keamanan atau pemerintah Daerah, tidak segera menangkap pelaku penganiayaan/pengeroyokan, malah mengalihkan perhatian dengan mengancam provokator SMS. Berdasarkan fakta di atas, maka Majelis Mujahidin menyampaikan pernyataan sikap sbb:
Pertama, Polisi dan aparat keamanan supaya bertugas melindungi kepentingan rakyat, baik Islam dan Non Islam, bukan menjadikan agama sebagai komoditas politik dan alat adu domba.
Kedua, segera menangkap pelaku penganiayaan dari pihak Kristen, bukan mengalihkan perhatian publik dengan menjadikan ekses sebagai obyek penyelesaian konflik. Apalagi mengancam ‘provokator penyebar SMS’, sementara korban dari warga Muslim terus berjatuhan, dan para pihak yang terlibat atas kematian Darkin Saiman tidak tersentuh hukum. Hal ini pasti akan menjadi pemicu konflik baru. Kesaksian Komjen (Pol) Sutarman, pihak keluarga, dan foto korban penganiayaan sudah cukup bagi polisi untuk melakukan tindakan tegas dan cepat
Ketiga, melakukan investigasi forensik terhadap korban-korban meninggal yang terkena timah panas. Siapa yang menembak, aparat keamanan atau sipil bersenjata? Jika dari pihak sipil dari mana mereka dapatkan senjata, dan bagaimana mereka mendapatkan senjata tersebut? Jika dari aparat maka tidak mungkin dia bertindak sendiri tanpa komando atasannya, yang berarti aparat tidak lagi netral dan adil menangani masalah di lapangan, maka perlu diadakan sweeping dan screening dikalangan aparat ataupun sipil bersenjata.
Keempat, mengurangi dominasi aparat keamanan beragama Kristen maupun pemerintah Daerah di Ambon agar tidak menimbulkan diskriminasi sosial, politik dan keamanan.
Kelima, memberitahukan kepada kaum Muslimin Indonesia, manakala kasus ini direkayasa kearah permusuhan terhadap kaum Muslim Ambon, akibat sikap diskriminatif dari oknum-oknum polisi dan keamanan. Maka Majelis Mujahidin menyerukan Jihad melawan siapa saja yang melakukan penyerangan kepada kaum Muslim Ambon. Kesiagaan kaum Muslimin untuk membantu saudaranya di Ambon supaya dipersiapkan.
Demikian pernyataan ini kami sampaikan sebagai kontribusi penyelesaian kasus di Ambon secara tuntas dan bermartabat, tanpa intervensi politik dan sentimen agama.
Yogyakarta, 15 Syawal 1432 H/ 13 September 2011 M
Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin
Irfan S. Awwas
Ketua
M. Shabbarin Syakur
Sekretaris
Drs. Muhammad Thalib
Amir Majelis Mujahidin
(sumber :eramuslim.com)
eee… beta tanya for Ale..
gimana ciri-ciri ALLAH kau..?
mengapa kau nyanda (tidak) bisa makan Babi ? jlaskan dong..
kalian pergi sholat saja tunduk bangun-tunduk bangun, sudah gila kapa, hahahaEe..
kalian tunduk bangun untuk siapa ? orang ambon bilang “islam seng ada Tuhan moo”
wee… beta lihat kalian sholat beta mau tatawa.. dasar orang-orang tersesat .. .
kerusuhan di Ambon saja teriak allah akbar padahan allah akbar kalian tidak muncul juga.
hahahahahaa.. katong tatawa..
kalau allah kalian ada pasti kita orang kristen di ambon udah mati… padahal orang kristen tetap hidup,, kerusuhan susulan tahun 2004 yg lalu, daerah waringin dan waihaong yaitu daerah islam, itu sudah hangus orang kristen sudah serang, tapi ketua sinode kristen merasa kasihan lalu orang kristen biarin islam tetap tinggal di waringin dan waihaong.. ngaca di maluku ini mayoritas kristen, jadi loo mau apa islam,
di Ambon saja gembel itu orang islam smua.. di pasar mardika Ambon itu banyak orang islam yg makai songko dan Jilbab itu jadi pengemis, juga di pasar Amplas Matahari di Ambon itu orang islam dari jawa mereka kasihan deeh, sering diPukulin, hahaha… itu karna mereka (islam) tidak ada pelindung . . .
kamu juga pasti bencong , tidak kuat orng asli Ambon (kristen)
kuat nggak loo . . ???
maluku tanah pusaka
Ini salah satu ciri penting, Allah beta dengan Allah Ale itu sama, Ia haruslah yang menciptakan BUMI dan SELURUH ALAM SEMESTA INI, jadi termasuk yang menyebabkan Yesus ada…….maka pantaslah jika Yesus bilang “….TIDAK ADA tuhan LAIN YANG BENAR selain ALLAH “.
Makan babi….di Alkitab Perjanjian Lama Kau juga dilarang….bahkan makan onta, keledai, kelinci juga tidak boleh…KARENA TIDAK BERKUKU BELAH…..apa Kau belum pernah baca tuntas Alkitab Kau punya ?
Sholat ? tunduk bangun ?,……..bahkan Yesus juga sholat…tunduk (sujud) dan mohon pada Allah,….sudahkah Kau sholat pula ?
Untuk kerusuhan Ambon….jangan donk yang sudah reda Kau panas-panasi lagi. kasihan mereka yang tak tahu apa-apa jadi korban.
Astaghfirullahalladzim…….”
mang lo klo mw d bacok yesus lo bs muncul..????
pnuh kkerasan sekali y lo..?! tp emang sprti ini lah kristen yg gw tau…
“Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. (mat 10:34)
d ambon pengemis, dll yg lo anggap rendah adlh muslim y lo bilang..! gmana dgn d mesir? d wilayah timur tengah itu yg jd pengemis, PRT, dll itu org2 kristen. jd lo jgn prnah berasumsi apa yg ad dpkiran lo..!
maslah makan babi itu dlrang jg ad kan d alkitab, ingt “apa yg kita makan akan mmbuat kita mnjdi demikian” babi tuh gmn sh???! mngkin lo udh trbiasa jorok sh y….!
hahahaahahahaahahahahaahaaa……….
ooo…… jd sprti itu d ambon y?! orng islam sring d pukulin wlaupun ga bersalah..!!!
mksih info nya bung… ingt y bung mulutmu harimaumu…!!
Matius 19:24
Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.
ceng ting tong, kambing kutilan tidak membaca komiknya sendiri
islam itu munafik deeh . . katanya pakai jilbab untuk nutupin aura perempuan
padahal islam di Ambon didaerah batu merah, caca nya kok LONTE – Lonte. biadab..
kita kasih saran nhi : kalau Nafsu Lepasin aja jilbab nya Lalu bakar tuuh, Lagian di Ambon tidak abu padang gurun ko . . . ” sopi (sorong pica) “
Munafik dan tidak itu urusan pribadi masing-masing Bung jangan bawa-bawa agamanya. Bukankah hukum utama di Alkitab Kau bilang :
1. Hendaklah engkau mengasihi sesama manusia :
2. Hendaklah engkau menyatakan bahwa Allah itu Esa.
Jadi praktekakan saja itu Kau punya hukum.
okee. . . kita . kamu dan BETA samua disini cinta damai. . .
wah kalau domba kutilan yang menganut ajaran kasih dan cinta damai bahasanya kayak gini, kalau ketemuan bisa kena bacok gue
Laskarjihad Jawa selahkan ke Ambon kami sudah siap menungguh anda untuk perang terbukah kembali, kami sudah siapkan beberapa konteiner untuk mayat anda utk kami buang kelau Maluku.
@Mr. Anusaku
ini dialog agama mas…., jangan emosi seperti itu….., bukan kah yesus katanya mengajarkan cinta kasih……., kalau lagak kalian komen seperti itu….. ajaran mana yang kalian ikuti…..?
heey.. kalau mau baku Pukul , entar ketemuan ajha..
gwe potong kepala loo.. pakai parang Salawaku.. tapi s’jujurnya kita cinta damai tapi kalau kalian mau macam-macam, brarti dengan terpaksa katong bertindak…
” PELE PUTUS , MALINTANG PATAH “
orng Ambon ini cinta damai. biarpun ada yg islam maupun kristen tapi katong samua basudara, gandong… satu rasa samua rasa… tapi yg membuat kacau itu orang Jawa, Bugis, dan Buton… merekalah yg membuat kita terpecah belah . .
………………… orng jawa yg di Ambon itu mereka tidak dapat hidup di daerah mereka sendiri, lalu orng jawa datang cari hidup di Ambon, lalu merekaLah yg bikin kacau….
saya sendiri nggak setuju kalau di maluku ini ada orng jawa yg jahat..
…………………………. untuk melampiaskan emosi saya,,
BESOK sampai di sekolah Beta akan PukuLLin orng jawa di sekolah … beta cari tu jawa brengsek lalu beta dan teman2 pukulLin ….. kalo tidak percaya, nanti beta kasi tahu nama mereka buat kamu smuuaa . . . .
(anti Jawa)
pantesan aja….
bung.. eh salah adik…. disini blog untuk mencari kebenaran…
kau urus dulu sekolah kau sampai kelar..!! kau belajar dulu yg giat, cari ilmu yg byk.. br kau tnyakan kpd kami2 ttg apapun yg mau kau tnyakan..!!!
disini bkn forum utk menunjukan taring, tp mnunjukan ilmu yg dimiliki…!!
nyali org itu bukan beras yg bs d takar….!
mengerti sudah y adik manis…
hee… puki ee jang ajar beta .. . beta jua tau, puki.. Anjing kamuu
Calon generasi Rusak gini nih, haduwh kebnykan main otot tapi otak ga dipakai . .
hahahahahahaha……………………………..
klo udh tau belajar dulu sana, klo udh pintar baru ksini lg…
kcuali klo emang mau tau kbnaran ttg dogma2..!! ok…
disni forum utk brtnya koq..!
d tunggu prtnyaannya bkn urat nya…!!!
wassalam..
kalau gitu mulai skarang kita aman.. Maaf, Juga kalau Saya sudah Maki kamu . . .
————- kita smua, kamu dan aku Damai , yaah . . – mau tidak..??
hamdani…….
Yg jelas kristen ambon pengecuT,Branix nyrang ktika umat islam lg sholat,,trus braninya main intai,pengecUt mank kristen,knp ya kristen d jawa,sumatra kalimantan g brni bwt rusuh,cb dsmatra kristen bwt provaksi,islam akn makn jantungx,mank branix dkndang ja kristen, Pengecut kau jing kristen.
jawab :::::
LEBIH JELAS orng islam Laah yg suka bikin kacau. KAPAN Siiih ORANG KRISTEN BIKIN KACAU ?…………
karna di Jawa,dan sumatera mayoritas nya bukan kristen, Lagian orng kristen
cinta damai ko… , & untuk Apa bikin kacau, seperti orng islam…
islam : bom sana-sini, bakar sana-sini, Biadap sana-sini,
terlebihnya TERORIS sana-sini……
TERORIS sudah memBuktikan bahwa Islam Laah yg bikin kacau . .
( uda jelas ka blum ?…….)
denn– ol—- tiw–
“Tidak kah kalian sadari, bahwa sesungguh nya setan itu telah berhasil untuk menyesatkan manusia, dan menimbulkan rasa benci diantara kalian semua sehingga terjadi lah konflik untuk saling membunuh.dan barang siapa yang mengikuti jalan setan, maka ia kekal di dalam api neraka yang membara…untukmulah agamamu, dan untukku lah agamaku…ALLAHUAKBAR”