Beranda > Kajian Islam, renungan > MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL; BOLEH ATAU TIDAK..??

MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL; BOLEH ATAU TIDAK..??

Terjadi perbedaan pendapat para ulama tentang boleh atau tidaknya seorang Muslim menyampaikan ucapan selamat natal kepada umat Kristen yang merayakannya. Umumnya pihak yang membolehkan beranggapan bahwa terdapat pemisahan antara natal sebagai suatu ritual ibadah/misa dan natal sebagai suatu perayaan hari kelahiran, seperti halnya dengan perayaan ulang tahun seseorang. Pendapat ulama yang membolehkan penyampaian ucapan selamat natal menyatakan bahwa ucapan tersebut sebagai bentuk tahni’ah/ucapan selamat dan penghormatan, bahkan menurut Yusuf Qadrawi mengkategorikan hal ini sebagai al-birr – perbuatan yang baik – sesuai Al-Qur’an surat al- Mumtahanah 8 dan an-Nisaa 86. Di Indonesia sendiri kita tidak menemukan adanya fatwa MUI yang menetapkan apakah mengucapkan selamat natal diharamkan atau tidak, yang ada hanyalah fatwa MUI thn 1981 yang menyatakan tentang tidak boleh mengikuti perayaan natal bersama, bukan soal mengucapkan selamat natal. Disini bisa dilihat bahwa MUI-pun membedakan antara natal sebagai suatu ritual ibadah dengan natal sebagai suatu perayaan hari kelahiran. Sikap MUI ini tergambar juga dengan pernyataan Dien Syamsudin, Sekjen MUI sekaligus Ketua Umum PP Muhammadiyah yang menyatakan : “Kalau hanya memberi ucapan selamat tidak dilarang, tapi kalau ikut dalam ibadah memang dilarang, baik orang Islam ikut dalam ritual Natal atau orang Kristen ikut dalam ibadah orang Islam, “

Menurut saya ada suatu keganjilan dalam sikap para ulama yang membolehkan mengucapkan selamat natal dengan dasar pembedaan makna natal sebagai suatu ritual ibadah dan natal sebagai perayaan hari kelahiran. Seharusnya pemaknaan natal harus kita tanyakan langsung kepada pihak Kristen, apa makna natal sesuai ajaran mereka, bukan menentukan sendiri berdasarkan sudut-pandang kita. Sikap membolehkan atau tidaknya ucapan selamat seharusnya diambil pemaknaan yang ada dalam ajaran Kristen sendiri. Berikut dialog yang terjadi ketika seorang Muslim bertanya tentang makna natal kepada umat Kristen, dan jawaban dari pihak Kristen saya pikir cukup mewakili pendapat mereka secara umum tentang persoalan ini :

Muslim :

Apakah ada pihak Kristen yang mau memberikan penjelasan soal ucapan selamat natal..??

Apakah ucapan tersebut bermakna sebagai ucapan selamat kepada pihak yang berulang-tahun..?? kalau memang demikian maka ucapan selamat natal kepada umat Kristen bisa dikatakan salah alamat karena yang lahir dan berulang tahun adalah Yesus, seharusnya ucapan ditujukan kepada beliau, kalaupun mau dirayakan maka yang merayakannya adalah pihak yang sedang berulang-tahun, mengundang tamu, bernyanyi ‘Happy Birthday to you’ dan bertepuk tangan untuk yang berulang-tahun. Adalah salah kalau yang berulang tahun si Parmin tapi ucapan selamat saya sampaikan kepada anaknya atau tetangganya.

Kalau dikatakan Natal adalah perayaan bagi orang-orang yang beriman dan pengikut Yesus, maka non-Kristen sudah sewajarnya tidak mengucapkan selamat karena mereka tidak beriman dan bukan pengikut Yesus.

Adakah Kristen bisa memberikan penjelasan apa sebenarnya makna Natal dalam ajaran Kristen..??

Kristen :

Natal adalah saat dimana Allah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal kepada manusia, supaya barangsiapa yang percaya kepada-Nya (Anak-Nya) sebagai Tuhan dan Juruselamat boleh beroleh hidup yang kekal.

Lukas 2:11 Hari ini telah lahir BAGIMU Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.

Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah MENGARUNIAKAN Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Streams in the Desert, vol 2, January 15:
“God (the greatest lover) so loved (the greatest degree) the world (the greatest number) that He gave (the greatest act) His only begotten Son (the greatest gift) that whosoever (the greatest invitation) believeth (the greatest simplicity) in Him (the greatest person) should not perish (the greatest deliverance), but (the greatest difference) have (the greatest certainty) everlasting life (the greatest possession)” [= Allah (pecinta terbesar) begitu mengasihi (tingkat terbesar) dunia (jumlah terbesar) sehingga Ia memberikan (tindakan terbesar) AnakNya yang tunggal (pemberian / hadiah terbesar) supaya barangsiapa (undangan terbesar) percaya (kesederhanaan terbesar) kepada Dia (pribadi terbesar) tidak binasa (pembebasan terbesar), tetapi (perbedaan terbesar) mempunyai (kepastian terbesar) hidup yang kekal (milik yang terbesar)] – John 3:16.

Karena manusia telah mendapat hadiah yang terbesar (terlebih mereka yang percaya yang menerima hadiah tsb) maka perlu diucapi selamat Natal.

Masalah kamu gak mau kasi ucapan selamat pada umat Kristen, EGP!
Tapi itu berbeda dengan saya…saat kamu merayakan idul fitri, saya tak segan mengucapkan ‘selamat hari idul fitri’. Ucapan tsb bukan sebagai pengakuan bhw agama kamu benar, tetapi hanya sebagai bentuk saling menghargai antar umat beragama yang tinggal di tanah tercinta, Indonesia, yang berbhineka tunggal ika.

Muslim :

Dengan penjelasan anda maka sudah tepat kalau umat Islam diharamkan untuk mengucapkan selamat natal kepada kaum Kristen karena ditinjau dari sudut pandang Kristen sendiri, natal merupakan suatu perayaan yang muncul dari wilayah keimanan, bukan hanya sekedar peringatan hari lahir/ulang tahun.

Islam memang agama yang sangat kuat memelihara kemurnian iman, sikap saling menghargai dan toleransi bisa disalurkan lewat cara-cara lain, dan tidak perlu bersinggungan dengan acara yang jelas-jelas dibangun atas dasar keimanan, misalnya dengan mengucapkan selamat. Tidak mengucapkan selamat natal yang dilakukan kaum Muslim bukan berarti mereka sedang tidak menghargai pemeluk agama lain, penghargaan diberikan dengan bentuk membiarkan Kristen untuk merayakan natal sesuai keyakinan mereka. Bagi Kristen yang ikut-ikutan mengucapkan ‘selamat Idul Fitri’ itu menjadi urusan keimanan kalian sendiri, bagaimana anda menerjemahkan tindakan untuk menjaga kemurnian iman anda sendiri.

Kristen :

Saya tdk tahu apa yg kamu maksud dgn ‘kemurnian iman’. Apa itu sama dg ‘kemurnian ajaran’?
Iman itu ada di dalam, bukan diluar. Justru yg di dalam harus merubah yg diluar. Dgn mengucapkan ‘selamat hari raya’ itu tdk berarti iman saya terkontaminasi ajaran lain. Itu tdk berpengaruh apa2 dgn apa yg ada di dalam diri saya, maupun terhadap ajaran agama saya.
Kalau hanya sekedar membiarkan perayaan agama lain, itu bukan menghargai tetapi membiarkan alias acuh tak acuh. Harganya berapa? Harganya hanya diabaikan alias nol. Walau itu jauh lebih baik daripada merecoki. Juga bukan berarti kita harus ikut merayakan perayaan agama lain, tetapi ikut memberi perhatian dgn turut mengucapkan selamat, itu justru lebih menunjukkan penghargaan kita yg berarti antar umat beragama. Juga meningkatkan rasa persatuan diantara sesama manusia yg hidup dlm satu bingkai negara dgn tdk mudah dipecah belah oleh keegoan yg bertopeng agamawi.
Pada akhirnya, itu tergantung masing2 orang didalam bersikap thdp sesamanya.
Silahkan lakukan yg terbaik bagi bangsa ini.

Muslim :

Umat Islam tidak mendasari pengertian iman menurut pihak lain, tapi berdasarkan sudut pandang Islam juga :

al iimaanu `aqdun bil qalbi wa iqraarun billisaani wa `amalun bil arkaani.
Artinya: “Iman adalah tambatan hati, ucapan lisan dan laku perbuatan”. (Hadits ibnu majjah, tabhrani).

Dengan perkataan lain Iman adalah Tambatan hati yang menggema kedalam ucapan dan menjelma menjadi laku perbuatan. Tidak bisa dipisahkan antara apa yang ada dalam hati dengan ucapan dan perbuatan. Jadi kalau seorang Muslim mengucapkan natal, padahal Kristen sendiri memahami natal sebagai suatu hasil dari keimanan yang meyakini Yesus sebagai juru selamat, dan pada saat yang sama si Muslim sebenarnya tidak mengakui/menolak hal tersebut, maka ini menghasilkan suatu sikap munafik dengan tujuan hanya agar terlihat sebagai suatu umat yang penuh toleran, memamerkan sikap persatuan, justru itulah yang dinamakan sebagai topeng. Umat Islam tidak dididikk oleh ajarannya untuk bersikap munafik, lain dimulut lain di hati.

Kalau sikap tidak mau mengucapkan selamat natal diartikan sebagai sikap tidak toleran, tidak menghargai, berdasarkan sudut pandang Kristen, itu terserah pihak Kristen karena karena nilai seorang Muslim bukan diukur berdasarkan ukuran orang lain, tapi berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh ajaran Islam sendiri..

Dari dialog tersebut bisa diambil kesimpulan :

1. Natal dari perspektif Kristen bukanlah soal perayaan hari kelahiran, namun tercipta sebagai suatu ‘produk iman’ bagi suatu kaum yang meyakini adanya seorang juru selamat, inkarnasi Tuhan dalam rupa manusia yang bertugas untuk menganggung dosa melalui penyaliban. Disini terlihat bahwa tindakan para ulama yang membedakan antara natal sebagai suatu ritual ibadah dengan natal sebagai suatu perayaan hari kelahiran merupakan buah pikiran yang dikarang sendiri dan tidak mempunyai landasan yang kuat dari ‘si pemilik’ natal sendiri, yaitu umat Kristen.

2. Kalaulah mau diperlakukan sebagai suatu peringatan hari kelahiran biasa, seharusnya ucapan selamat tidak ditujukan kepada umat Kristen, melainkan kepada pihak yang berulang-tahun, yaitu Yesus sendiri. Tidak masuk akal kalau yang berulang tahun bapak Presiden, tapi ucapan selamat anda sampaikan kepada para menteri.

3. Sebaliknya ucapan selamat Idul Fitri yang dilontarkan umat Kristen kepada umat Islam didasari tujuan untuk menunjukkan mereka sebagai kelompok orang yang menghargai roleransi, meningkatkan rasa persatuan, menjaga ketenteraman dalam hidup bernegara yang diukur dari sudut pandang mereka sendiri. Maka berdasarkan ukuran tersebut mereka menganggap pihak yang tidak mau mengucapkan selamat natal adalah kelompok orang yang tidak menghargai perbedaan, tidak toleran, tidak mau menjaga ketenteraman dan persatuan. Sedangkan dari sudut pandang Islam, penghargaan terhadap perbedaan keyakinan bisa dilakukan dengan tidak meributkan, memberi ruang dan keleluasaan kepada pemeluk agama lain untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing, sebaliknya ucapan selamat yang dilontarkan dengan hati yang sebenarnya menolak/tidak mengakui hal yang mendasari perayaan tersebut dikategorikan sebagai suatu bentuk kemunafikan.

Ada kesan, ketika seorang Kristen secara demonstratif menyampaikan ucapan Idul Fitri kepada rekannya yang Muslim, baik melalui ucapan langsung, e-mail, SMS, si Muslim ditempatkan pada posisi yang serba salah ketika sebaliknya tidak mau mengucapkan selamat natal, seolah-olah mau menyatakan :”Lihat.., kamilah umat yang bersikap menghargai ajaran agama lain, toleran, menjaga persatuan dan ketenteraman, sedangkan anda adalah kelompok umat yang sama sekali tidak mau bersikap toleran, menghargai agama lain, tidak mau menjaga persatuan dan ketenteraman..”, lalu si Muslim terpaksa ‘menari dalam irama gendang’ yang ditabuh oleh Kristen, ikut mengucapkan selamat natal, salah satunya dengan menentukan sendiri makna natal yang jelas tidak didasari oleh pemaknaan dari pihak Kristen sendiri.

Tulisan ini saya sampaikan jauh dari maksud mengeluarkan fatwa soal ini karena saya bukanlah ulama yang berkompeten untuk menghasilkan fatwa. Ini bukan suatu kajian fiqh. Ini saya sampaikan agar saudara-saudara seiman saya mau merenungkan posisi masing-masing dalam bersikap. Tentu saja saya bisa ber-empati kepada anda yang hidup dalam situasi sulit, misalnya bekerja di kantor yang mayoritas non-Muslim, punya atasan non-Muslim, memiliki pasangan hidup seorang mualaf yang keluarganya masih memeluk ajaran Kristen, hidup di negara yang mayoritas non-Muslim. Soal bagaimana anda bersikap silahkan putuskan sendiri dengan memohon perlindungan kepada Allah dari tindakan yang tidak diperkenankan-Nya. Ada baiknya saya sampaikan pendapat salah seorang rekan saya soal ini :

“Saat ini, entah karena terlalu banyak kajian FIQH, maka para ‘ulama banyak yang hanya terpaku pada kajian FIQH semata, dan melupakan kajian-kajian AQIDAH yang sebenarnya hukumnya kadang bukan lagi HARAM, tapi KUFUR, karena dalam islam, penentu SYARI’AT, adalah ALLOH dan ROSULNYA,

DALAM HAL INI JUGA, nabi menegur ADI BIN HATIM, ketika ia bertanya kepada nabi bahwa mereka (kristener) tidak menyembah PARA RAHIB, jawab nabi adalah; BUKANKAH MEREKA MENGHALALKAN YANG HARAM, MENGHARAMKAN YANG HALAL..? itulah arti penyembahan dalam arti yang luas..”***

*** Hadist ini terkait dengan ayat Al-Qur’an :

QS 9:31..Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah,

Seorang sahabat mempertanyakan tentang kebenaran pernyataan tersebut karena dia tidak pernah menemukan adanya penyembahan Yahudi kepada rahib-rahib mereka, lalu Rasulullah menjawab dengan pertanyaan retoris :”Bukankan Yahudi mengikuti kelakuan rahib mereka yang menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal..??”, Jadi suatu kemusyrikan bukan hanya dinilai dari adanya upacara penyembahan kepada makhluk, tapi ketika seseorang mengikuti apa yang diperbuat oleh makhluk tersebut padahal itu merupakan suatu kemusyrikan, maka dia juga dikatakan sudah melakukan kemusyrikan juga..

Itu yang terjadi ketika seorang Muslim mengucapkan natal kepada Kristen, ditinjau dari aspek keimanan/aqidah..

Categories: Kajian Islam, renungan
  1. jangkirk
    Januari 28, 2012 pada 8:44 am | #1

    Presiden Ahmad Dinejad dan Susilo Bambang Yudhoyono, Yusuf Kala , Megawati juga mengucapkan Natal….Siapa yang tak warans antara Mereka dan ulama?

  2. Januari 28, 2012 pada 8:52 am | #2

    gue cuman sedikit tertarik dengan kalimat berikut

    “Dia adalah seorang utusan perdamaian”

    artinya ahmadinejad tidak mengakui Isa adalah tuhan

  3. kasih
    Februari 4, 2012 pada 9:22 pm | #3

    a. – Presiden adalah kepala Negara
    - Suharto adalah kepala Negara
    Kesimpulannya:Suharto adalah Presiden

    b. Sama saja sama sumpahnya Mohammad dan ayat Alquran:
    - Bukankah Allah seadil-adilnya hakim….(Qs. 95-At Tiin:8).
    - Isa putra Maryam seorang Imam Mahdi dan Hakim yang adil (Hadits Shohih Muslim Jilid1).
    Kesimpulannya :ISA adalah TUHAN/ALLAH …

    c. – Isa bisa menciptakan burung ….(Qs.3:49).
    - Selain Allah tidak ada yang bisa men¬ciptakan seekor laiat-pun ….(Qs.- 22:73).
    Kesimpulannya:Isa adalah Tuhan ‘/Allah

    d. – Hanya pada Allah pengetahuan Hari Kiamat .. (Qs. 31:43).
    - Isa mengetahui Hari Kiamat… (Qs. 43: 61).
    Kesimpulannya:Isa adalah Tuhan/Allah

    • bapake yoga
      Februari 4, 2012 pada 10:54 pm | #4

      Logika anda hebat banget. Saya mau niru ahhhh:
      Kasih makan daging
      Anjing makan daging
      Kesimpulannya : kasih adalah anjing

      • irwan
        Mei 29, 2012 pada 10:07 pm | #5

        yoga >>> bgus patut dicontoh sama anak-anak anda ,..

  4. achmad
    Februari 12, 2012 pada 12:42 pm | #6

    Kalau saya katakan dengan jujur bahwa Islam itu tidak baik ,tidak benar, sebab bukan dengan Kristen saja tidak boleh mengucapkan Selamat Natal buat Kristen tapi buat agama2 lain juga dan Kristen ngak pernah bermasalah dengan Agama2 lain CUMA islam saja yang selalu bermasalah dengan Agama2 Lain di India baku bunuh dengan Hindu, di Thailand baku bunuh dengan Budha di Indonesia dengan Kristen di Timur tengah dengan Yahudi semua agama lain dianggap bukan manusia dan kalau ditanya selalu jawab: oh itu orang islam yang salah mengerti Alquran sekarang saya tanya ada berapa banyak orang2 itu??? cuma 100.000, atau sejuta??? saya kira orang2 itu ada 90% (miliyaran) jadi ngak usah banyak omong,tulis tanggapan macam2 sekian selamat menghujat Agama2 lain dan selamat ngebom amin

  5. ki.mantep
    Februari 17, 2012 pada 8:48 pm | #7

    Kasihilah sesamamu seperti engkau mengasihi dirimu sendiri, ( musuh kitapun harus kita kasihi karena agama kami tidak mengajarkan untuk membenci orang lain)…. di agama kami tidak ada teroris,,,, bertobatlah sebab kerajaan Allah sudah dekat.

  6. ki.mantep
    Februari 17, 2012 pada 8:52 pm | #8

    Sudah ga jaman saling membenci,, sekarang berpikir bagaimana caranya buat hidup sejahtera, damai dan makmur.

  7. Februari 20, 2012 pada 2:00 pm | #9

    Kni aku sedang menunggunya dan dia selalu akan aku tunggu walau setiap detik telah berlalu!

    Aku tak bisa hidup tanpa dia dan dia adalah pujaan hati ku yang terdalam!

    .

    Maka izinkanlah aku untuk bernyanyi!:

    “Aku ingin engkau selalu;
    Hadir dan temani aku;
    Di setiap langkah yang meyakiniku;
    Kau tercipta untukku.
    Meski waktu akan mampu;
    Memanggil seluruh raga ku;
    Ku ingin kau tahu ku selalu milik mu;
    Yang mencintaimu;
    Sepanjang hidup ku!”.

    “Aku inginkan dirimu;
    Datang dan temui aku;
    Kan ku katakan padamu;
    Aku sangat mencintai dirimu.
    Aku inginkan dirimu;
    Datang dan temui aku;
    Kan ku katakan padamu;
    Aku sangat mencinta!”.

    “Takkan pernah ada yang lain di sisi;
    Segenap jiwa hanya hanya untukmu;
    Dan takkan mungkin ada yang lain disisi;
    Ku ingin kau disini;
    Habiskan hidup ku bersamamu;
    Hingga akhir waktu!”.

    “Meskipun hatimu tak lagi;
    Menemani diriku ini;
    Aku bisa yakinkan;
    Cintaku takkan hilang.
    Sisa hati tetap ku simpan;
    Melewati ribuan malam;
    Aku bisa bertahan;
    Cintaku takkan hilang!”.

    “Biarkan waktu teruslah berputar;
    Mencintai kamu penuh rasa sabar;
    Meski sakit hati ini kau tinggalkan;
    Ku ikhlas tuk bertahan.
    Meninggalkan ku tanpa perasaan;
    Hingga ku jatuhkan air mata;
    Kekecewaanku sungguh tak berarah;
    Biarkan ku harus bertahan.
    Jangan pernah kau coba untuk berubah;
    Tak relakan yang indah hilanglah sudah;
    Jangan pernah kau coba untuk berubah;
    Tak relakan yang indah hilanglah sudah!”.

    “Tak pernah terfikir olehku;
    Tak sedikitpun ku bayangkan;
    Kau akan pergi tinggalkan ku sendiri.
    Begitu sulit ku bayangkan;
    Begitu sakit ku rasakan;
    Kau akan pergi tinggalkan ku sendiri!”.

    “Andai bisa ku mengulang waktu hilang dan terbuang;
    Andai bisa ku kembali hapus semua pedih;
    Andai mungkin aku bisa kembali tulus padanya;
    Tapi hidup takkan bisa meski dan air mata!”.

    “Detik waktu terus berjalan;
    Berhias gelap dan terang;
    Suka dan duka, tangis dan tawa;
    Tergores bagai lukisan.
    Seribu mimpi berjuta sepi;
    Hadir bagai teman sejati;
    Diantara lelahnya jiwa;
    Dalam resah dan air mata;
    Ku persembahkan kepadamu;
    Yang terindah dalam hidupku.
    Meski ku rapuh dalam langkah;
    Dan tak setia kepadamu;
    Namun cinta dalam jiwa hanyalah padamu.
    Ma’afkanlah bila hati;
    Tak sempurna mencintaimu;
    Dalam dada ku harap hanya dirimu yang bertahkta!”.

    .

    Sampai detik ini, dia tetep belum kembali kepadaku dan belum bersama aku lagi.

    Namun aku akan tetap setia menunggunya, dan aku akan selalu mendoakan agar dia cepat-cepat kembali kepadaku lagi seperti sedia kala!

    Semoga Allah yang maha pengabul doa, mau secepatnya mengabulkan doa ku ini, karena aku sudah tidak tahan lagi ingin secepatnya bersama dia kembali dan menghilangkan segala keresahan didalam batin ku!

    Amin!

  8. Februari 21, 2012 pada 3:52 pm | #10

    Saya Tidak Beragama, maka saya ingin menyampaikan kepada orang – orang beragama dan Berimana:
    1. Hadirkan Tuhan di hadapan saya untuk menunjuk agama mana yang paling suci di dunia ini
    2. Buatlah daftar, Agama mana yang umatnya paling banyak di Surga Maupun Neraka
    3. Dimanakah orang – orang yang telah meninggal yang tidak beragama
    Berikan datanya maka saya akan mengikuti agama yang anda agungkan selama ini

    • Februari 21, 2012 pada 4:04 pm | #11

      tunjukan bukti bahwa tuhan itu tidak ada ?

      • Februari 21, 2012 pada 4:14 pm | #12

        tolong jelaskan mekanisme alam apa yang terjadi pada peristiwa “Cambrian Explosion” ?

    • bapake yoga
      Februari 21, 2012 pada 9:47 pm | #13

      Anda mengaku tidak beragama, tetapi mempertanyakan (1) Tuhan, (2) agama yg paling suci, (3) surga dan (4) neraka. Coba definisikan dulu dengan detail, jelas dan rinci beserta referensinya tentang semua hal itu ?

  9. Februari 22, 2012 pada 11:57 am | #14

    Sekali lagi, loe nggak bilang slamet natal, gue juge nggak patheken kok……ngreti!!!

  10. Februari 22, 2012 pada 4:22 pm | #15

    Ya benar, lebah-lebah itu hobbynya ngentup.
    Anak ingusan dientup, istri org dientup, budak2 bersuami dientupi.
    Awas ya, entupnya ketinggalan, nggak punya entup lagi nanti, glapakan taurasa ya!!!.

    Yerusalem tanah Kanaan itu tanahnya bangsa Yahudi, Kej 17:8, ngapain org Arab ngesot di sana? Nggak taudiri ya?

  11. Februari 23, 2012 pada 11:16 am | #16

    Tanah mereka sebut tanah Palestina yg aslinya tanah Kanaan.
    Tanah Kanaan itu pemberian YHWH kepada bangsa Yahudi.(Kej 17:8)
    Org Arab, keturunan Ismail yg tdk boleh hidup di hadapan YHWH,Kej 17:19, dg tak tau malu
    bilang kaluk org Yahudi ngrebut tanah mereka. Memang mereka itu pendusta spt yg mereka sembah, yaitu allah; allah itu pendusta.(Qs 3:54)

  12. Februari 23, 2012 pada 12:57 pm | #17

    Kenapa komentar saya selalu dihapus?
    Sudah sampai dua kali saya tulis selalu hilang tak tau rimbanya. Begitukah perbuatanmu???

  13. Februari 23, 2012 pada 5:09 pm | #18

    Yeshua berkata:
    “Sesudahku akan datang seorang Rasul namanya ‘Ahmad”.(Qs 61:6)

    Nubuat dalam Alquran ini telah digenapi oleh M.G.Ahmad, yg berkembang menjadi “Ahmadiah”.
    Ahmadiah ini dimusuhi oleh Muhammadiah, pimpinan Muhammad yg tdk dinubuatkn dlm Qur’an.

    Kasihan banget lho Ahmadiah itu.

  14. Februari 24, 2012 pada 4:37 am | #19

    1. Dengarlah Israel, YHWH itu Elohim kita.(Ul 6:4)
    2. Akulah YHWH yg menciptakan semuanya ini.(Yes 45:8)
    3. Sbb smua ilah bgs2 itu berhala dan YHWH yg menjadikan langit.(Mzm 96:5)

  15. Februari 25, 2012 pada 3:20 am | #20

    Allah telah menetapkan tanah Palestina menjadi milik Musa dan kaumnya.(Qs 5:20,21)

  16. Februari 25, 2012 pada 6:34 am | #21

    Allah telah menentukan tanah suci Palestina,
    menjadi milik Musa dan kaumnya, dan yg telah diberi anugerah,
    yg tdk diberikn kpd umat lain.(Qs 5:20; 21)

  17. Februari 26, 2012 pada 6:19 am | #22

    “Laa ilaaha illal ladzii aamanat bihiibanuu israa-iila wa anaminal muslimin”.(Yuunus 90)
    “Tdk ada ilah selain yg diimani bani israil dan aku termasuk org2 yg brserah”.(Qs 10:90)

    Siapakah ilah yg diimani bani israil itu? “HASYEM”.!!!

  18. Februari 27, 2012 pada 2:17 pm | #23

    GAK PATHEKEN.

  19. fani
    Maret 26, 2012 pada 5:08 pm | #24

    he…he…he…ramene Cak, lak aku pribadi, aku merayakan natal, pasti meriah kalau dirumah dengan dulur dulur semua karena kantorku libur lumayan lama, TAPI aku SANGAT TIDAK SETUJU dari ARTI NATAL yang disebut sebagai HARI KELAHIRAN Jesus Kristus atau maulid Nabi Isa AS, di injil pun dijelaskan bila jesus dilahirkan pada masa musim panas atau pertengahan tahun, natal pas desember dimanapun dibumi ini pasti sedang musim hujan atau musim dingin bahkan sekalipun di afrika, diinjil pun tidak ada penulisan tanggal 25 desember sebagai tanggal lahir jesus,kalau ada yang menulis diinjil tgl 25 desember adalah natal pastilah dia orang yang gak kalah rusaknya dengan paulus, yang jelas aku percaya dengan jesus karena beliau Utusan Allah sama dengan Utusan Allah lainnya sebelum masa kita, kalau ada sodara yang tidak percaya jesus sekalipun muslim pastilah dia kafir atau ahmadiyah, salam dari domba tersesat

  20. Peter
    April 5, 2012 pada 11:59 pm | #25

    Mengapa boleh?
    Mengapa tidak?
    Ingatlah bagi semua para pengikut Kristus….
    Allah turun ke bumi dalam rupa manusia (Isa) adalah untuk MEMBEBASKAN KITA DARI SETIAP HUKUMAN, BEBAN, & IKATAN, tidak sebagian tapi semuanya……..
    Keselamatan itu kita peroleh dengan hidup di dalam pimpinan Roh Nya…..
    Hidup dengan KASIH……
    Apalah arti selamat Natal boleh atau tidak?
    Jgn ada lagi aturan, ikatan, atau hukuman yg telah dibebaskanNya….
    Karena Ia datang bukan untuk kita rayakan dirinya, tetapi Ia meminta kita hidup di dlmnya…..

  21. grapperoxky
    Desember 25, 2011 pada 8:42 am | #26

    Jangan menghina agama donk.. kita semua sama2 ciptaan Allah SWT, di setiap agamakan tidak pernah di ajarkan untuk saling menghina agama, tetapi menghargai satu sama lain !!

  22. Desember 25, 2011 pada 6:35 pm | #27

    Yup setuju…..

  23. jangkirk
    Februari 4, 2012 pada 11:18 pm | #28

    SETUJU.. tapi jangan ngrusak tempat ibadah orang lain ya…

    jangan bawa bom bunuh diri ya….NGEBOM ORANG DIPASAR..DIRESTORAN …DI KAFE…DI GEREJA… DLL

    kalo kotbah dimesjid dan diperkeras pakai Speaker jang mencaci maki orang kafir ya..

    .dan jangan suka mememnggal kepala orang kafir ya kaya yg ada di Poso itu lho…

  24. Fisabilillah
    Februari 17, 2012 pada 9:04 pm | #29

    jangkirk :
    SETUJU.. tapi jangan ngrusak tempat ibadah orang lain ya…
    jangan bawa bom bunuh diri ya….NGEBOM ORANG DIPASAR..DIRESTORAN …DI KAFE…DI GEREJA… DLL
    kalo kotbah dimesjid dan diperkeras pakai Speaker jang mencaci maki orang kafir ya..
    .dan jangan suka mememnggal kepala orang kafir ya kaya yg ada di Poso itu lho…

    lu gak liat itu yahudi dan bani israel di palestina sedang membantai orang2 tak bersalah…. dan bahkan akan menhancuran Masjidil Aqsa… apa itu ajaran yang benar2 hakiki sehingga kau bangga dengan kesombonganmu itu… dimana kebenaran ajaran injil?

    kami ini muslim ibarat lebah, 1 ekor lebah dianiaya maka lebah lainnya akan berdatang untuk membalasnya…!!! jika ingin kami berdamai… coba hentikan itu agresi militer di palestina… karena disana banyak saudara Muslim kami yang teraniaya oleh oleh kalian yahudi dan bani israel…!!!

  25. raul
    Maret 6, 2012 pada 5:11 pm | #30

    yups setuju bung.,
    udahlah lek kafir tetep aja kafir tp gk mau di salahkan palagi yahudi dan sebangsane itu .,
    sampai kapanpun orang2 yahudi, nasrani, bani, israil gk suka islam mereka akan berusaha menghancurkan beerbagai cara kotor, liat aja di alqur,an dh di jelaskan penggerogotan itu akan selalu di lakukan oleh orang2 yahudi ,.
    ALLAH menciptakan surga dan neraka ya untuk mereka , kita yang beriman
    kalo surga aja yg nerakanya siapa dunk masa setan n jin kafir doang yg pastinya biaar tambh rame d tambahin juga tu manusia kafir.,

  26. Peter
    April 6, 2012 pada 12:08 am | #31

    Ya, bedanya yahudi dan bani israel di palestina sedang membantai orang2 tak bersalah itu dikutuk dalam Alkitab….
    Tetapi jika Islam melakukan membantai orang2 tak bersalah itu di amini oleh Alquran….
    Membunuh dengan berteriak Aullohuakbar? anak kecil yg polos akan tau itu hal yg benar atau salah…. Itu dari Allah atau dari iblis…..
    Harusnya anda berpikir cerdas, pengikut setanpun akan menyebut iblis adalah tuhan mereka…
    Allah yg sesungguhnya adl ALLAH YG MENGASIHI manusia dan menerima kita bagaimanapun keadaan kita jk kita minta ampun pdnya….

  27. Peter
    April 6, 2012 pada 12:16 am | #32

    Anda (raul) yakin kalau anda bukan seorang kafir?
    Dari mana anda tau jk anda bkn kafir?
    Apakah karena anda menyebut nama Aulloh maka anda merasa tdk kafir?
    Apakah anda tau bhw setanpun menyebut iblis adl Aulloh mereka?
    Apakah anda telah mencari tau sifat Allah?
    Apakah membunuh manusia adl perintah dari Allah atau setan?
    Apakah musuh Allah adl setan atau manusia?
    Jk musuh Allah adl setan, mengapa manusia yg dibunuh? Bknkah keatian manusia adl keinginan setan?
    Ya seharusnya anda sadar akan ini, banyak penyesat, pahamilah dengan bijak & akal budi yg telah diberikan Allah…. Pakailah itu…..

Comment pages
1 2 3 6022

BOLEH KOMENTAR DENGAN TIDAK MELANGGAR PERATURAN DISKUSI

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 283 pengikut lainnya.