Mengenal Sejarah dan Budaya 1 Januari sebagai PerayaanTahun Baru
Qs 17:36
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًۭا
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka”.
Merujuk pada Ayat dan hadits di atas, maka alangkah baiknya kalau kita seharusnya tabayun (kroscek) dahulu asal muasal dari perayaan tahun baru masehi.
Kenapa harus 1 Januari? Dan budaya dari kaum apakah perayaan tersebut?
Hal itu dimaksudkan agar kita tidak terjebak oleh ketidaktahuan kita yang akan menyebabkan kita terlempar ke dalam kesesatan.
Sejarah Tahun Baru 1 Januari
Mari kita buka The World Book Encyclopedia tahun 1984, volume 14, halaman 237.
“The Roman ruler Julius Caesar established January 1 as New Year’s Day in 46 BC. The Romans dedicated this day to Janus , the god of gates, doors, and beginnings. The month of January was named after Janus, who had two faces – one looking forward and the other looking backward.”
terjemahan bebasnya kurang lebih begini :
“Penguasa Romawi Julius Caesar menetapkan 1 Januari sebagai hari permulaan tahun baru semenjak abad ke 46 SM. Orang Romawi mempersembahkan hari ini (1 Januari) kepada Janus, dewa segala gerbang, pintu-pintu, dan permulaan (waktu). Bulan Januari diambil dari nama Janus sendiri, yaitu dewa yang memiliki dua wajah – sebuah wajahnya menghadap ke (masa) depan dan sebuahnya lagi menghadap ke (masa) lalu.”,
Perayaan Tahun di beberapa Negara terkait dengan Ritual Keagamaan
Bulan Januari (bulannya Janus) juga ditetapkan setelah Desember dikarenakan Desember adalah pusat Winter Soltice, yaitu hari-hari dimana kaum pagan penyembah Matahari merayakan ritual mereka saat musim dingin. Pertengahan Winter Soltice jatuh pada tanggal 25 Desember, dan inilah salah satu dari sekian banyak pengaruh Pagan pada budaya kristen selain penggunaan lambang Salib Tanggal 1 Januari sendiri adalah seminggu setelah pertengahan Winter Soltice, yang juga termasuk dalam bagian ritual dan perayaan Winter Soltice dalam Paganisme.
tradisi perayaan tahun baru di beberapa negara terkait dengan ritual keagamaan atau kepercayaan mereka—yang tentu saja sangat bertentangan dengan Islam. Contohnya di Brazil. Pada tengah malam setiap tanggal 1 Januari, orang-orang Brazil berbondong-bondong menuju pantai dengan pakaian putih bersih. Mereka menaburkan bunga di laut, mengubur mangga, pepaya dan semangka di pasir pantai sebagai tanda penghormatan terhadap sang dewa Lemanja—Dewa laut yang terkenal dalam legenda negara Brazil.
Seperti halnya di Brazil, orang Romawi kuno pun saling memberikan hadiah potongan dahan pohon suci untuk merayakan pergantian tahun. Belakangan, mereka saling memberikan kacang atau koin lapis emas dengan gambar Janus, dewa pintu dan semua permulaan. Menurut sejarah, bulan Januari diambil dari nama dewa bermuka dua ini (satu muka menghadap ke depan dan yang satu lagi menghadap ke belakang).
Sosok dewa Janus dalam mitologi Romawi
Dewa Janus sendiri adalah sesembahan kaum Pagan Romawi, dan pada peradaban sebelumnya di Yunani telah disembah sosok yang sama bernama dewa Chronos. Kaum Pagan, atau dalam bahasa kita disebut kaum kafir penyembah berhala, hingga kini biasa memasukkan budaya mereka ke dalam budaya kaum lainnya, sehingga terkadang tanpa sadar kita mengikuti mereka. Sejarah pelestarian budaya Pagan (penyembahan berhala) sudah ada semenjak zaman Hermaic (3600 SM) di Yunani
Kaum Pagan sendiri biasa merayakan tahun baru mereka (atau Hari Janus) dengan mengitari api unggun, menyalakan kembang api, dan bernyanyi bersama. Kaum Pagan di beberapa tempat di Eropa juga menandainya dengan memukul lonceng atau meniup terompet.
Sedangkan menurut kepercayaan orang Jerman, jika mereka makan sisa hidangan pesta perayaan New Year’s Eve di tanggal 1 Januari, mereka percaya tidak akan kekurangan pangan selama setahun penuh.
Bagi orang kristen yang mayoritas menghuni belahan benua Eropa , tahun baru masehi dikaitkan dengan kelahiran Yesus Kristus atau Isa al-Masih, sehingga agama Kristen sering disebut agama Masehi. Masa sebelum Yesus lahir pun disebut tahun Sebelum Masehi (SM) dan sesudah Yesus lahir disebut tahun Masehi.
Bagi orang Persia yang beragama Majūsî (penyembah api), menjadikan tanggal 1 Januari sebagai hari raya mereka yang dikenal dengan hari Nairuz atau Nurus.
Penyebab mereka menjadikan hari tersebut sebagai hari raya adalah, ketika Raja mereka, ‘Tumarat’ wafat, ia digantikan oleh seorang yang bernama ‘Jamsyad’, yang ketika dia naik tahta ia merubah namanya menjadi ‘Nairuz’ pada awal tahun. ‘Nairuz’ sendiri berarti tahun baru. Kaum Majūsî juga meyakini, bahwa pada tahun baru itulah, Tuhan menciptakan cahaya sehingga memiliki kedudukan tinggi.
Kisah perayaan mereka ini direkam dan diceritakan oleh al-Imâm an-Nawawî dalam buku Nihâyatul ‘Arob dan al-Muqrizî dalam al-Khuthoth wats Tsâr. Di dalam perayaan itu, kaum Majūsî menyalakan api dan mengagungkannya –karena mereka adalah penyembah api. Kemudian orang-orang berkumpul di jalan-jalan, halaman dan pantai, mereka bercampur baur antara lelaki dan wanita, saling mengguyur sesama mereka dengan air dan khomr (minuman keras). Mereka berteriak-teriak dan menari-nari sepanjang malam. Orang-orang yang tidak turut serta merayakan hari Nairuz ini, mereka siram dengan air bercampur kotoran. Semuanya dirayakan dengan kefasikan dan kerusakan.
Bagaimana sikap kita?
Setelah kita mengetahui bahwa tradisi Perayaan 1 januari merupakan Perayaan yang terkait dengan ritual keagamaan dan budaya dari kufar ,dan adanya larangan untuk menyerupai sebuah kaum.
maka sebaiknya kita tidak perlu ikut ikutan merayakannya apalagi meniru budaya dari kaum kufar.
semoga kita semua senantiasa ingat Firman Allah ini :
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًۭا
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya
hadîts yang melarang menyepakati perayaan kaum kuffâr banyak sekali. Diantaranya adalah :
عن أنس بن مالك – رضي الله عنه – قال: قدم رسول الله – صلى الله عليه وسلم – المدينة، ولهم يومان يلعبون فيهما، فقال: ما هذان اليومان، قالوا: كنا نلعب فيهما في الجاهلية. فقال رسول الله – صلى الله عليه وسلم –: (إن الله قد أبدلكم بهما خيراً منهما، يوم الأضحى، ويوم الفطر)
Dari Anas bin Mâlik radhiyallâhu ’anhu beliau berkata : Rasūlullâh Shallâllâhu ’alahi wa Sallam tiba di Madînah dan mereka memiliki dua hari yang mereka bermain-main di dalamnya. Lantas beliau bertanya, ”dua hari apa ini?”. Mereka menjawab, ”Hari dahulu kami bermain-main di masa jahiliyah.” Rasūlullâh Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam mengatakan : ”Sesungguhnya Allôh telah menggantikan kedua hari itu dengan dua hari yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari idul adhhâ dan idul fithri.” [Shahîh riwayat Imâm Ahmad, Abū Dâwud, an-Nasâ`î dan al-Hâkim.]
Syaikhul Islâm Ibnu Taimiyah rahimahullâhu berkata :
فوجه الدلالة أن اليومين الجاهليين لم يقرهما رسول الله – صلى الله عليه وسلم – ولا تركهم يلعبون فيهما على العادة، بل قال إن الله قد أبدلكم بهما يومين آخرين، والإبدال من الشيء يقتضي ترك المبدل منه، إذ لا يجمع بين البدل والمبدل منه.
”Sisi pendalilan hadîts di atas adalah, bahwa dua hari raya jahiliyah tersebut tidak disetujui oleh Rasūlullâh Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam dan Rasūlullâh tidak meninggalkan (memperbolehkan) mereka bermain-main di dalamnya sebagaimana biasanya. Namun beliau menyatakan bahwa sesungguhnya Allôh telah mengganti kedua hari itu dengan dua hari raya lainnya. Penggantian suatu hal mengharuskan untuk meninggalkan sesuatu yang diganti, karena suatu yang mengganti dan yang diganti tidak akan bisa bersatu.”
Adapun âtsar sahabat dan ulama salaf dalam masalah ini, sangatlah banyak. Diantaranya adalah ucapan ’Umar radhiyallâhu ’anhu, beliau berkata :
اجتنبوا أعداء الله في عيدهم
”Jauhilah hari-hari perayaan musuh-musuh Allôh.” [Sunan al-Baihaqî IX/234].
’Abdullâh bin ’Amr radhiyallâhu ’anhumâ berkata :
من بنى ببلاد الأعاجم وصنع نيروزهم ومهرجانهم ، وتشبه بهم حتى يموت وهو كذلك حُشِر معهم يوم القيامة
”Barangsiapa yang membangun negeri orang-orang kâfir, meramaikan peringatan hari raya nairuz (tahun baru) dan karnaval mereka serta menyerupai mereka sampai meninggal dunia dalam keadaan demikian. Ia akan dibangkitkan bersama mereka di hari kiamat.” [Sunan al-Baihaqî IX/234].
Imâm Muhammad bin Sîrîn berkata :
: أُتي على -رضي الله عنه- بهدية النيروز. فقال : ما هذا ؟ قالوا : يا أمير المؤمنين هذا يوم النيروز . قال : فاصنعوا كل يوم فيروزاً . قال أسامة : كره أن يقول : نيروز
’’Alî radhiyallâhu ’anhu diberi hadiah peringatan Nairuz (Tahun Baru), lantas beliau berkata : ”apa ini?”. Mereka menjawab, ”wahai Amîrul Mu’minîn, sekarang adalah hari raya Nairuz.” ’Alî menjawab, ”Jadikanlah setiap hari kalian Fairuz.” Usâmah berkata : Beliau (’Alî mengatakan Fairuz karena) membenci mengatakan ”Nairuz”. [Sunan al-Baihaqî IX/234].
Imâm Baihaqî memberikan komentar :
وفي هذا الكراهة لتخصيص يوم بذلك لم يجعله الشرع مخصوصاً به
”Ucapan (’Alî) ini menunjukkan bahwa beliau membenci mengkhususkan hari itu sebagai hari raya karena tidak ada syariat yang mengkhususkannya.”
Apabila demikian ini sikap manusia-manusia terbaik, lantas mengapa kita lebih menerima pendapat dan ucapan orang-orang yang jâhil dan mengikuti budaya kaum kuffâr daripada ucapan para sahabat yang mulia ini.
Hari Raya Kita Adalah Idul Fithri dan Idul Adhhâ serta Jum’at
Di dalam hadîts yang diriwayatkan oleh Ummul Mu’minîn, ’Â`isyah ash-Shiddîqah binti ash-Shiddîq radhiyallâhu ’anhumâ, beliau menceritakan bahwa ayahanda beliau, Abū Bakr radhiyallâhu ’anhu mengunjungi Rasūlullâh. Kemudian Abū Bakr mendengar dua gadis jâriyah menyanyi dan mengingkarinya. Mendengar hal ini, Rasūlullâh Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam bersabda :
يا أبا بكر ! إن لكل قوم عيداً وإن عيدنا هذا اليوم
”Wahai Abū Bakr, sesungguhnya setiap kaum itu mempunyai hari raya dan hari raya kita adalah pada hari ini.” [HR Bukhârî].
Dari hadîts di atas, ada dua hal yang bisa kita petik :
Pertama, sabda Rasūlullâh Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam : ”Sesungguhnya setiap kaum itu mempunyai hari raya” menunjukkan bahwa setiap kaum itu memiliki hari raya sendiri-sendiri. Hal ini sebagaimana firman Allôh Ta’âlâ :
لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجاً
”Untuk tiap-tiap (ummat) diantara kalian ada aturan dan jalannya yang terang (tersendiri).” [QS al-Mâ`idah : 48].
Ayat di atas menunjukkan bahwa Allôh memberikan aturan dan jalan sendiri-sendiri secara khusus. Kata Lâm (لِ) pada kata Likullin (لِكُلٍّ) menunjukkan makna ikhtishâsh (pengkhususan). Apabila orang Yahūdi memiliki hari raya dan orang Nashrâni juga memiliki hari raya, maka hari-hari raya itu adalah khusus bagi mereka dan tidak boleh bagi kita, kaum muslimin, ikut turut serta dalam perayaan mereka, sebagaimana kita tidak boleh ikut dalam aturan dan jalan mereka.
Kedua, sabda Rasūlullâh Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam : وإن عيدنا هذا اليوم (Dan hari raya kita adalah pada hari ini”), dalam bentuk ma’rifah (definitif) dengan lâm dan idhâfah menunjukkan hasyr (pembatasan), yaitu bahwa jenis hari raya kita dibatasi hanya pada hari itu. Dan hari tersebut di sini masuk pada cakupan hari raya ’îdul Fithri dan ’îdul Adhhâ, seperti dalam perkataan para ulama fikih :
لا يجوز صوم يوم العيد
”Tidak boleh berpuasa pada hari raya”.
Maka maksudnya tentu saja, tidak boleh berpuasa pada dua hari raya ’Idul Fithri dan ’Idul Adhhâ.
Dalîl lainnya adalah hadîts Anas bin Mâlik :
عن أنس بن مالك – رضي الله عنه – قال: قدم رسول الله – صلى الله عليه وسلم – المدينة، ولهم يومان يلعبون فيهما، فقال: ما هذان اليومان، قالوا: كنا نلعب فيهما في الجاهلية. فقال رسول الله – صلى الله عليه وسلم –: (إن الله قد أبدلكم بهما خيراً منهما، يوم الأضحى، ويوم الفطر)
Dari Anas bin Mâlik radhiyallâhu ’anhu beliau berkata : Rasūlullâh Shallâllâhu ’alahi wa Sallam tiba di Madînah dan mereka memiliki dua hari yang mereka bermain-main di dalamnya. Lantas beliau bertanya, ”dua hari apa ini?”. Mereka menjawab, ”Hari dahulu kami bermain-main di masa jahiliyah.” Rasūlullâh Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam mengatakan : ”Sesungguhnya Allôh telah menggantikan kedua hari itu dengan dua hari yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari idul adhhâ dan idul fithri.” [Shahîh riwayat Imâm Ahmad, Abū Dâwud, an-Nasâ`î dan al-Hâkim.]
Adapun Jum’at, maka termasuk hari raya kaum muslimin yang berulang-ulang dalam tiap pekannya. Sehingga dengannya telah cukup bagi kita dan tidak mencari hari-hari perayaan lainnya. Dalîl hal ini adalah, sabda Nabî yang mulia Shallâllâhu ’alahi wa Sallam :
أضل الله عن الجمعة من كان قبلنا ، فكان لليهود يوم السبت، وكان للنصارى يوم الأحد فجاء الله بنا، فهدانا الله ليوم الجمعة، فجعل الجمعة والسبت والأحد ، وكذلك هم تبع لنا يوم القيامة، نحن الآخرون من أهل الدنيا ، والأولون يوم القيامة، المقتضي لهم
”Alloh simpangkan dari hari Jum’at umat sebelum kita, dahulu Yahudi memiliki (hari agung) pada hari Sabtu dan Nashrani pada hari Ahad. Kemudian Allôh datangkan kita dan Alloh anugerahi kita dengan hari Jum’at, lantas Alloh jadikan hari Jum’at, Sabtu dan Ahad. Demikianlah, mereka adalah kaum yang akan mengekor kepada kita pada hari kiamat sedangkan kita adalah umat yang terakhir dari para penduduk dunia namun umat yang awal pada hari kiamat, yang diadili (pertama kali) sebelum makhluk-makhluk lainnya. [HR Muslim]
Dari Ibnu ’Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda :
إن هذا يوم عيد جعله الله للمسلمين فمن جاء الجمعة فليغتسل…
”Sesungguhnya hari ini adalah hari ’Ied yang Alloh jadikan bagi kaum Muslimin, barangsiapa yang mendapati hari Jum’at hendaknya ia mandi…” [HR Ibnu Majah dalam Shahih at-Targhib I/298].
Semoga setelah membaca tulisan in,kita bisa menentukan sikap dalam menyikapi perayaan 1 januari sebagai tahun baru.
dan sikap kita bukan atas dasar sekedar ikut ikutan , tetapi pilihan kita adalah yang berdasarkan pengetahuan. karena kita sadar betul bahwa semuanya akan dimintai pertanggungan jawab di Yaumil Hisab kelak.
Diolah dari berbagai Sumber.
Be the Second
Like this
tapi knapa…umat iclam zaman skarang ..justru meraasa poerayaan ini jdi keharusan
tapi malah kita orang islam ikut2an merayakan bahkan meniup terompet mebakar lilin dan kembang api……….sungguh ironis………….
Hehehe….tahun masehi adalah perhitungan kalender yang hebat….hebat Gue gak ngebayangin tahun ini diganti tahun hijriah pakai gajah…tahun kadal..atau tahun tikus…. pasti sulit menentukan kapan ya…. musim tanam yang pas pada 6 atau 7 tahun mendatang….atau bulan apa ya musim semi th 2050 yad…. Kalo tahun Masehi pasti dengan Mudah…musim salju tahu 2050 adalah bulan Desember Januari….. Bulan apa ya tahun 2090 musim dingin pada bulan dalam tahun Islam……???? hehehe . bulan ramadan kalee….????
Kalender Masehi adalah kalender berdasarkan kelahiran Yesus di dunia. Perhitungan Kalender ini sudah dipakai selama bertahun-tahun yang digunakan oleh umat manusia di dunia bukan hanya Umat Kristen saja. Sebagian Umat Manusia di dunia, menganggap bahwa Tahun Masehi sebagai tahun kemenangan bagi umat manusia karena Kelahiran Sang juru selamat Manusia. Perhitungan-perhitungan Kalender Gregorian itu telah menjadi Kalender Dunia hingga abad ini.
Masehi artinya Mesias dan Mesias artinya Yesus. Siapa yang tak mau dianggap bloon…..pakailah kalender masehi…
wekekeke wah nggak kebayang deh kalau ada orang tionghoa yang baca tulisan sampeyan jeng
hehehe…kalender berdasarkan kelahiran yesus
emang kapan yesus lahir?
Catatan sejarah dunia mengenai kapan itu terjadi selalu didasarkan pada kelahiran Yesus. contohnya; kalau ditanya kapan kerajaan babilonia runtuh, atau muncul ? jawabannya pasti disebutkan tahun sekian sebelum Masehi. Lalu kalau ditanya kapan agama Islam muncul atau muhamad lahir, pasti dijawab tahun sekian sesudah Masehi.
kalau dijawab tahun hijriah atawa tahun saka, anak-anak SD pada bingung, tahun apa pula itu ?
Lha…kamu Alfa, yang tertulis di akte lahirmu itu, tahun Masehi atau tahun Hijriah ? kalau tertulis tahun Masehi maka secara tidak langsung, kamu pun mengakui bahwa Yesus adalah Pencipta.
Silakan baca buku Filipi 2:10-11
Meskipun tahun 1 dianggap sebagai tahun kelahiran Yesus, namun bukti-bukti historis terlalu sedikit untuk mendukung hal tersebut [1]. Dionysius Exiguus tidak memperhitungkan tahun 0 serta tahun ketika kaisar Augustus memerintah Kekaisaran Romawi menggunakan nama Oktavianus. Para ahli menanggali kelahiran Yesus secara bermacam-macam, dari 18 SM hingga 7 SM.
http://id.wikipedia.org/wiki/Masehi
jangan hanya angan2 kosong saja pren
Juru selamat ? Betul sekali ….belum titik lho itu , masih ada lanjutannya … yaitu juru selamat bagi 12 suku Israel yg masing2 terdiri dari 12ribu org doang mas. Ngerti gak ? Kamu termasuk org Israel nggak …. kalo nggak yaa maap , freepass-nya dah habis.
15:24 Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”
15:25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: “Tuhan, tolonglah aku.”
15:26 Tetapi Yesus menjawab: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”
7:4 Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.
7:5 Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu,
7:6 dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari suku Manasye dua belas ribu,
7:7 dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu,
7:8 dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu.
Ini perintah Yesus prennn…
Baca baik-baik Matius 28:19-20
Yesus itu Juruselamat seluruh umat manusia prennn…
Dia juga Juruselamatmu pren Judast
kalo loe mau terima…
Karena Yesus sendiri bilang di Yohanes 3:16
Silakan baca prenn.., ayat-ayat yang diberikan
semoga mendapat pencerahan
Halah stev …. ayat palsu/sisipan kok di jadikan rujukan…. kuno !
surganya hanya untuk 12 suku israel pren, sampeyan diming2 hidup kekal cuman jadi pembantu di surga pren
Salah prennn….
di surga nggak ada pembantu, di Alkitab tidak tertulis akan ada kasta pembantu, tunjukan dimana tertulis di Alkitab.
Kalau di qur’anmu khan ada, yaitu bagi mereka yang mati syahid dengan berjihad, maka di surga akan dilayani bidadari-bidadari cantik, lalu bagi perempuan muslim yang berjihad dilayani oleh siapa ? gigolo ?
mana dalil sampeyan pren??
dan sekalian bantu sodara sampeyan si ambar menjelaskan keadaan surga sampeyan
baca thread ini dan komentar jankirk….
kristen tidak jauh dari penyembahan pagan ya?
setuju….
Ini perintah Yesus prennn…
Baca baik-baik Matius 28:19-20
Yesus itu Juruselamat seluruh umat manusia prennn…
Dia juga Juruselamatmu pren Judast
kalo loe mau terima…
Karena Yesus sendiri bilang di Yohanes 3:16
Silakan baca prenn.., ayat-ayat yang diberikan
semoga mendapat pencerahan
=============================================
makasih prennn…ta baca ya
Matius
28:19 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,”
28:20 “dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
Tapi kata Paulus :
Korintus 1:17 “Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itupun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.”
=============================================
Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Tapi Matius bilang :
Matius 7:21 “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.”
trus di kitab lainnya :
Roma 2:6 “Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya,”
Roma 2:13 “Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan.”
=============================================
Yang satu bilang cukup percaya tidak binasa, yang satu bilang lain lagi…. tapi kelihatannya Yohanes cuma ngasih angin sorga, sayangnya cuma anginnya klo sorganya ….. meneketehe
hehehe mumet aku …. yang mana yang bener.
@alfa
kalau mau tahu mana yang bener…., baca Alkitab dengan tuntunan Roh Kudus prennn..
sebab kalau tidak dituntun oleh Roh Kudus yang memberi ilham bagi para penulis Alkitab, maka seperti yang anda katakan mumet aku…
Kalau saya mah baca Alkitab, tidak mumet prennn….
malah menambah keyakinan saya pada YESUS sang JURUSELAMAT.
karena saya sudah menerima Yesus sebagai Juruselamat saya pribadi, dan saya yakin diselamatkan oleh darah Yesus, makanya saya mengamalkan perintah Yesus di Matius 28:19-20
kalaupun itu benar, gue ikut berduka cita pren karena itu misi yang sia2 belaka sebab surga yang sampeyan idam2kan hanya untuk 12 suku israel
Salah pren….
baca ayat selanjutnya….
ayat yang kamu kutip itu adalah yang didengar….
baca baik-baik wahyu 7:4 seperti yang kamu salin di atas
—–
7:4 Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan
—–
di situ ditulis di dengar prennnn….. di dengar…..
lalu coba baca ayat 9. wahyu 7:9
apa bunyinya… silakan baca… monggooo
sama pren, melihat tanpa menghitung juga sami mawon
Salah prennn….
baca dengan baik-baik, di situ tertulis
Wahyu 7:9
Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka
Yang dilihat Yohanes adalah “kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak”
jadi disurga bukan yang hanya yang bisa bahasa Arab yang masuk surga prennn…., tapi segala bahasa, segala bangsa, segala suku…
Gimana…..
Anda tak perlu berduka cita atas misi kami yang sukses luar biasa, karena “sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka”
21:11 Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.
21:12 Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel.
21:13 Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang dan di sebelah utara tiga pintu gerbang dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang dan di sebelah barat tiga pintu gerbang.
21:14 Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.
21:15 Dan ia, yang berkata-kata dengan aku, mempunyai suatu tongkat pengukur dari emas untuk mengukur kota itu serta pintu-pintu gerbangnya dan temboknya.
21:16 Kota itu bentuknya empat persegi, panjangnya sama dengan lebarnya. Dan ia mengukur kota itu dengan tongkat itu: dua belas ribu stadia; panjangnya dan lebarnya dan tingginya sama.
21:17 Lalu ia mengukur temboknya: seratus empat puluh empat hasta, menurut ukuran manusia, yang adalah juga ukuran malaikat.
Wahyu 21:11-17
ya tentu gue masih berduka cita dunk pren, la wong pintu gerbang surga sampeyan aja cuma tertulis nama 12 suku Israel, luasnyapun hanya 12.000 stadia menurut ukuran manusia
Emangnya surga segede itu luasnya ?
Salah prennnn…..
Loe baca baik-baik kitab wahyu itu, yang ada ukurannya itu adalah kota Yerusalem…, sekali lagi itu adalah kota Yerusalem yang baru. Baca dong perikopnya baik-baik
Kalau ingin tahu berapa luasnya Sorga ? Baca Ayub 22:12
dan janji Yesus di Yohanes 14:1-3 mejadi bagian saya, karena saya percaya bahwa Dia adalah Juruselamat saya.
Tambahan untuk surga adalah Mazmur 103:19
baca ayat kelanjutannya pren
(22) Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu.
(23) Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya.
(24) Dan bangsa-bangsa akan berjalan di dalam cahayanya dan raja-raja di bumi membawa kekayaan mereka kepadanya;
(25) dan pintu-pintu gerbangnya tidak akan ditutup pada siang hari, sebab malam tidak akan ada lagi di sana;
(26) dan kekayaan dan hormat bangsa-bangsa akan dibawa kepadanya.
(27) Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.
sejak kapan sebuah tempat di alam semesta bisa terang tanpa matahari??
kesimpulennyah surga sampeyan itu mirip kota yerussalem
TUHAN sudah menegakkan takhta-Nya di sorga dan kerajaan-Nya berkuasa atas segala sesuatu.
Mazmur 103:19
Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
Matius 19:28
ayo pren tahkta untuk umat di luar Israel mana??
wah, malang sekali nasib sampeyan pren
=======================================================================
Emang loe tahu kapan yesus lahir……..? yesus lahir tgl 32 Desember mas………
kalau tgl 25 desember adalah hari kelahiran ontanya mas jangkrik…. wk wk wk
Emang kapan tanggal pasti si Mamad lahir ?
======================================================================
Saya pernah ikutin roh kudis tapi salah jalan juga……., akhirnya hanya bisa nyanyi lagunya ayu ting ting… dimana… dimana… dimana……., eh pas nanya tukang pos baru ketemu alamatnya…. he.. he… he
Assalamu’alaikum wr wb
Asal tau saja aku seorang muslim ,
Sungguh kalian para komentator komentator yg pada gila semua …. knp kalian saling memperebutkan sesuatu yg tidak tampak yg sifatnya hakiki , saling ingin menang , saling cemooh , saling menghina dan masing masing saling membutuhkan pengakuan untuk di anggap yg paling hebat paling pintar paling benar dan paling segalanya . padahal jika di cermati semua tidak ada manfa’atnya tidak ada gunanya sama sekali yg ada cuma rasa sakit hati,emosi marah jika koment anda di bantah oleh yg lain , karena anda menganggap bahwa orang lain salah kemudian akan timbul rasa tidak senang , lantas apa yg terjadi …. maka anda akan menulis lagi dgn bahasa dan kata kata yg lebih pedas dan lebih tajam dari sebelumnya , begitulah nggak ada akhirnya . naudzubillahi mindzalik
padahal agama { agama apapun } sudah mengajarkan untuk selalu INTROSPEKSI diri merasa bahwa AKU banyak dosa dari pada orang lain , AKU selalu berbuat DZOLIM ANIAYA dan MAKSIAT dari pada orang lain AKU selalu berbuat SYIRIK MUSRIK IRI DENGKI dari pada orang lain dan AKU selalu berbuat DURHAKA kpd kedua orang tua …… jika kesadaran ini tertanam di dasar hati maka InsyAlloh kita tidak akan melakukan perbuatan yg sia sia …………
semoga anda diberi waktu luang dan kerendahan hati untuk membela agama Allah di dunia maya….. dan tentunya sebagai tauladan bagi kita semua…
saya (khususnya) suka tidak tahan ketika Allah dan Nabi termasuk ajaran Islam dihina, difitnah, diputar balikkan…..
semoga Allah memberi rahmat dan kesabaran kepada kita semua….
setuju, kalo seandainya mereka gak mulai menghina agama kita duluan, mungkin situs ini tidak akan ada kali
sory bung, ajaran yang mengajarkan umatnya agar dengan PDnya mengklaim dirinya PASTI nyemplung surga mustahil ada ajaran introspeksi diri atas dosa (apalagi yang ngaku2 dosanya sudah ditebos)
Nem…balik balik kampung aja lu ….
Kekristenan itu hebat, dimana ritual dunia bisa dialihkan menjadi kepada Tuhan. mungkin penetapan penanggalan masehi untuk suatu sesembahan. tetapi bagaimana kemudian kekristenan menghancurkan dan memalingkan ingatan kepada berhala menjadi kepada Tuhan Yesus Kristus.
dengan adanya penanggalan Masehi yang dikaitkan dengan Yesus Kristus, dan penanggalan ini dipakai secara global saat ini, sebenarnya satu fakta bahwa dunia mengakui bahwa Yesus Kristus, Juruselamat dunia pernah lahir ke dunia.
@andi yg bego
ini sebuah bukti… bahwa anda beragama tanpa logika.. jadi segala sesuatunya bisa dikaitkan dengan tuhan dan dianggap sebagai tuhan.
Agama anda adalah dogma yang penting percaya yesus pasti masuk surga…
tidak usah pakai kata2 kotor begitu mas. mari berdiskusi dengan arif. atau anda harus masuk pesantren lagi untuk mendalami Islam, atau apakah tipikal Islam demikian, semoga bukan
Andaikata kita pakai tahun bulan….alangkah susahnya menmprediksi…… Musim dingin th 2050 bulan apa ya….. apa bula ramadhan…apa bulan…Rajab… hehehe….Musim dingin th 2050 berapa bahan bakar harus disediakan ya……bulan apa nanti musim tanam ya…..
Belum lagi …Tanggal 1 nya kapan ya….???? hilal belum tampak…maka sidang isbat ditunda …kalo perlu berantem dulu untuk menentukan tanggal 1 ….
Jadi untung ada Januari…Pebruari…Ngapprett…..eh Maret….