Distorsi Sejarah Hari Valentine
oleh Sofyan Ahmad
Antara Festival Lupercalia dan Saint Valentine

Lupercalia adalah sebuah festival yang diselenggarakan di zaman Roma kuno setiap tanggal 15 Februari. Festival ini untuk menghormati dewa Faunus (Pan bagi bangsa Yunani), Lupercus (Dewa Kesuburan), dan Romulus. Meski pada mulanya Lupercalia adalah ritual agama pagan untuk kesuburan pertanian, dari waktu ke waktu, festival itu menjadi ajang suka-suka dan pesta seks (sexual horseplay).
Lupercalia diselenggarakan untuk menghilangkan seluruh penyakit dan penderitaan sebelum musim semi datang. Berdasarkan kalendar kuno bangsa Roma, musim dingin berakhir pada pertengahan Februari, saat Lupercalia, dan musim semi sebagai pertanda awal baru, telah tiba. Para petani berdoa untuk keberhasilan panen dan kesehatan ternak-ternak yang baru lahir agar tidak diganggu serigala.
Namun sebagian lainnya, tidak berhenti pada sekedar berdo’a untuk pertanian dan ternak mereka, justru adanya kekuatan suci yang dapat dimohon agar menganugerahi mereka dengan keberuntungan, kesehatan dan kesuburan. Penekanan pada kesuburan mendudukan kaum wanita secara signifikan. Ketidaksuburan atau kemandulan dianggap sebagai penyakit dan kutukan, maka para wanita memohon saat festival Lupercalia agar dianugerahi anak-anak dan kemudahan dalam melahirkan. Ketika mendapati penyakit yang sukar disembuhkan, dilakukan do’a pada para dewa untuk membersihkan mereka dari penyakit dan kutukan. Dalam kepercayaan Roma, pemurnian diperoleh melalui ritual pencambukan, para wanita yang ingin hamil dan mudah melahirkan meminta pemurnian dari seorang pendeta, lalu mereka dicambuki.
Seremoni pertama dilakukan di Lupercal, sebuah gua dimana Romulus dan Remus – legenda pendiri kota Roma, dikisahkan diasuh oleh seekor serigala betina saat keduanya bayi. Di gua itu, dilakukan upacara kurban binatang dan pesta yang panjang, biasanya hewan yang dikurbankan adalah kambing atau anjing muda sebagai simbol hasrat seks yang tinggi. Dua pemuda keturunan bangsawan dihadapkan pada pimpinan festival Lupercalia, Luperci. Kening kedua pemuda disentuh dengan pedang yang dicelupkan kedalam darah hewan kurban. Luperci lainnya menggosok cucuran darah pada pedang dengan wool yang telah dicelupkan ke dalam susu. Seremoni ini mungkin simbolisasi pemurnian gembala. Setelah upacara kurban selesai, Luperci mengambil daging lalu memakannya dengan banyak anggur.
Setelah itu para pendeta meninggalkan gua, mereka berlari mengitari tujuh bukit di Roma hanya mengenakan celana dalam yang terbuat dari tujuh lembar kulit kambing yang dikurbankan sebelumnya. Berlari sambil mengayun-ayunkan cemeti, pendeta memurnikan apa saja dan siapa pun yang dilaluinya. Kaum wanita berbaris sepanjang jalan menyongsong pendeta yang tengah berlari, mengasongkan tangan atau memalangkan badan ke arah pendeta untuk menerima ayunan cemeti dari kulit hewan kurban saat melewati mereka.
Tentu saja, kesuburan tidak berarti tanpa seks, inilah fokus festival Lupercalia bagi rata-rata bangsa Roma. Sebuah kesempatan yang popular dimana aturan dan etika sosial bisa diperlonggar, pria dan wanita tanpa malu-malu bercumbu dan berhubungan seks yang cukup kasar.
Pesta seks ramai-ramai (orgy) dalam festival Lupercalia
Kaitan antara pertengahan Februari dengan cinta dan kesuburan bukanlah hal baru dalam calendar kuno pagan. Dalam kalender Athena kuno, periode antara medio Januari hingga pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang menandakan saat suci pernikahan Dewa Zeus dengan Hera.
Di era Romawi Gaul, sebuah kebiasaan Lupercalia dimulai, yang bagiannya bertahan hingga hari ini. Wanita-wanita muda menuliskan namanya pada sebuah tablet dari tanah liat, lalu disimpan dalam guci. Setelah itu, pemuda mengambil secara acak nama-nama wanita dari dalam guci, lalu mereka berpasang-pasangan (Love Lotteries). Setiap gadis yang namanya terambil, harus melayani pemuda pasangannya hingga festival Lupercalia tahun depan. Diyakini, pada abad pertengahan, di hari Valentine seorang penggemar rahasia mengirimkan pesan tak bernama pada pujaan hatinya. Kebiasaan ini yang saat ini dianggap sebagai “sending a Valentine.”
Kaisar Augustus menghidupkan kembali Lupercalia semata demi kepentingan politik dan secara radikal merubah tata cara perayaannya. Saat tingkat kelahiran di Roma menurun tajam, imperium Romawi melihat hal itu masalah serius mengingat mereka butuh regenerasi untuk pasukannya di perbatasan terjauh. Augustus menyalahkan penurunan angka kelahiran pada wanita masih menggunakan kontrasepsi, sesuatu yang ditolak mentah-mentah oleh Augustus. Lalu Kaisar merubah fokus perhatian Lupercalia pada wanita-wanita yang dianggap mandul, dimana sebelumnya kaum hawa berbaris di pinggir jalan menanti disucikan, Augustus menjadikan hal itu pertunjukkan publik. Mungkin idenya untuk mempermalukan wanita mandul yang maju untuk dicambuk. Kebijakan itu membuat wanita Roma tidak antusias lagi merayakan Lupercalia, termasuk kaum adam.
Lupercalia adalah satu diantara ratusan festival Roma dan tata cara perayaannya pun berubah dari abad ke abad. Gambaran Lueprcalia terlihat dari beberapa karya seni yang masih bertahan, dua patung batu dimana salah satunya lebih tua 150 tahun dari yang lain. patung pertama menunjukkan seorang wanita perlahan melucuti bajunya selagi pendeta setengah telanjang dengan baju dari kulit hewan kurban. Patung kedua menggambarkan seorang wanita dilucuti pakaiannya dengan paksa oleh dua orang pria, sebelum pendeta. Meski detil dari prosesi dan role-playing kedua patung itu belum didapatkan, minat pada festival Lupercalia tidak pernah surut. Bahkan, bangsa Roma mungkin memandang Lupercalia sama seperti anak-anak saat ini memandang Halloween : saat untuk bersenang-senang dan bermain peran, sekalipun memainkan peran yang kasar.
Saat Roma menjadi sentral ajaran Kristen, khususnya Katolik, gereja pun menolak seluruh festival-festival pagan. Meskipun begitu, upaya gereja hanya berhasil sebagian. Rakyat bersikeras merayakan Lupercalia, maka diperlukan substitusi yang merupakan kombinasi antara ajaran Kristen dengan budaya pagan Lupercalia. Disinilah munculnya hari Saint Valentine sebagai kemasan baru festival Lupercalia kuno. Walaupun ritual-ritual Kristiani telah banyak dimasukkan dalam hari Valentine, jejak-jeka Lupercalia masih bisa ditemukan hingga hari ini. February, bulan Lupercalia, dinamai dari februa – istilah Latin yang menggambarkan apapun yang digunakan untuk “pemurnian”, termasuk kulit kambing kurban. Undian cinta (Love Lotteries) peninggalan budaya kuno Roma Gaul, kini berganti jadi kartu Valentine. Bahkan, Cupid tetap menjadi simbol Valentine, meski diketahui bahwa Cupid merupakan salah satu dewa dalam keyakinan pagan Roma kuno. Namun pada abad IV M, petinggi gereja Katolik merevisi imej dan reputasi Cupid. Kini Cupid dalam tradisi Roma (disebut juga Eros (birahi) dalam bahasa Yunani) berubah memiliki sepasang sayap mungil yang menandakan bahwa Cupid adalah malaikat cinta. Gereja berupaya menghapus jejak-jejak pagan dalam Cupid agar lebih terlihat “Kristiani.”
Validitas Hari Valentine
Pada tahun 496 M, Paus Gelasius menghapuskan festival Lupercalia dari kalender Gereja karena dianggap warisan berhala dan amoral. Sebagai gantinya, Sri Paus menisbahkan hari Valentine pada tanggal 14 Februari sebagai penghormatan pada orang-prang suci (santa/saint). Gereja memutuskan menggunakan tradisi undian cinta (Love Lotteries) pda hari Valentine sebagai bentuk cinta pada para Santa. Seseorang mengambil secara acak nama-nama orang suci dalam kotak, dan untuk tahun berikutnya ia berusaha menirukan kehidupan serta perilaku orang suci yang namanya ia ambil.
Masih terdapat perdebatan sekitar siapa sebenarnya Saint Valentine. Setidaknya terdapat tiga nama Saint Valentine yang tersebut dalam daftar para martir tanggal 14 Februari :
- Seorang pendeta di Roma yang disiksa dan tewas di abad ke-3 Masehi. Jenazahnya dikubur di Via Flaminia Italia.
- Seorang Uskup di Interamna (Terni), juga disiksa karena keimanannya lalu dikubur di Via Flaminia, namun berbeda lokasi dengan uskup pertama.
- Seorang martir Kristen di Afrika Utara, yang sedikit sekali data tentangnya.
Saint Valentine. Tokoh yang masih belum valid ada/tidak.
Legenda uskup dari Interamna dijadikan basis penobatan orang-orang suci di era modern. Dia adalah seorang martir awal Kristen yang hidup di utara Itali pada abad ke-3 dan menjalani hukuman mati tanggal 14 Februari tahun 270 SM atas perintah Kaisar Claudius II karena menolak menanggalkan iman Kristen. Namun, banyak pakar sejarah meyakini bahwa Saint Valentine dari Terni dan uskup martir dari Roma adalah orang yang sama.
Kota Roma era Claudius sangat berbahaya bagi orang Kristen waktu itu. Saint Valentine dipercaya sebagai pendeta sekaligus pimpinan gerakan bawah tanah umat Kristiani menghadapi tirani Kaisar. Banyak pendeta yang ditangkap, dipenjara dan dieksekusi. Valentine diyakini adalah pelanjut missi pendeta-pendeta terdahulu hingga akhir diapun ditangkap.
Konon, dalam penjara Saint Valentine mampu mengobati putri seorana sipir yang mengalami kebutaan, malangnya Claudius II sangat geram setelah tahu hal itu. Kaisar lalu memerintahkan eksekusi brutal pada Saint Valentine dengan dipalu hingga mati lalu dipenggal. Menjelang penantian eksekutor, Saint Valentine mengirimkan secarik surat pada gadis dan menuliskan bahwa ia sangat mencintainya. Saint menutup surat itu dengan “From Your Valentine.” Istilah itu abadi hingga kini.
Versi lain mengisahkan bahwa seorang pendeta yang dihormati, Valentine hidup pada era Kaisar Claudius II. Saat itu Roma selalu terlibat peperangan untuk mempertahankan wilayah atau ekspansi kekuasaan. Tahun demi tahun berlalu, banyak pemuda yang diharuskan mengikuti wajib militer dan terlibat peperangan. Banyak warga Roma yang tidak ingin ikut berperang, suami tidak ingin meninggalkan keluarganya. Pemuda pun enggan jauh dari kekasih hatinya. Melihat hal itu, Caludius II mengeluarkan moratorium yang menghapuskan seluruh pernikahan dan jalinan cinta harus putus saat itu juga.
Valentine sangat menentang kaisar. Saat sepasang muda-mudi mendatangi kuil untuk menikah, diam-diam Valentine mendatangi dan memberkati mereka, yang berarti sepasang kekasih itu secara resmi menikah dalam ajaran Kristen begitupun keyakinan mereka telah berganti. Valentine menjadi sahabat ratusan pasang muda-mudi di Roma, hingga akhirnya telinga kaisar mendengar hal tersebut. Valentine diseret dari tempatnya beribadat, meski banyak orang yang membela dan menginginkan dirinya dilepaskan, namun kaisar tetap keras hati. Dalam penjara bawah tanah, Valentine menderita hingga mati. Teman-temannya yang setia menguburkan jenazah Valentine di gereja St. Praxedes tanggal 14 Februari.
Perayaan hari Saint Valentine dan lotere nama-nama santa berlangsung hingga beberapa abad, namun gereja tidak mampu sepenuhnya menghapus memori Lupercalia dari rakyat Roma. Meskipun gereja telah memberikan dasar-dasar kisah Saint Valentine sebagai ganti ritual Lupercalia. Bahkan gereja Protestan tidak mengenal nama saint tersebut sama sekali, dan sangat sedikit gereja Katolik yang merayakan atau meyakini riwayat Saint Valentine dalam hari “Valentine.” Lotere atau undian dalam tradisi Lupercalia-Valentine kembali digunakan untuk memasang-masangkan muda-mudi di abad ke-15, gereja kemudian berusaha menghidupkan kembali lotere santa sebaga ganti lotere cinta di abad ke-16, namun tidak pernah berhasil.
Di abad ke-19, Paus Gregory XVI menyumbangkan patung Saint Valentine ke Gereja Whitefriar Street Carmelite di Dublin, Irlandia, tempat yang sangat popular bagi para peziarah di tanggal 14 Februari.
Gereja Carmelite, Dublin Irlandia
Upaya gereja Katolik mengganti tradisi Lupercalia dengan Valentine sangat terburu-buru dan mengada-ngada demi mengejar Kristenisasi massal penduduk Roma. Hal ini terlihat dari tidak kuatnya sejarah dan identitas Saint Valentine yang menjadi dasar “Hari Kasih Sayang” tersebut. Kisah-kisah Saint Valentine lebih mirip legenda daripada fakta sejarah.
Hari Valentine yang oleh Paus Gelasius II dimasukkan dalam kalender Gereja, pada tahun 1969 dihapus dari kalender dan dinyatakan sama sekali tidak memiliki asal muasal yang jelas. Sebab itu gereja melarang perayaan Valentine oleh ummat Kristiani. Walau demikian, larangan itu tidak ampuh dan hari Valentine masih saja diperingati oleh banyak orang di dunia.
Bukit Palatine
Tulisan terkait :
andi tulis : bukankah mesjid itu untuk kegiatan keagamaan?
firza tulis : pertanyaan sangat bagus bung,:)
@Sahabtku andi
Masjid Rasulullah itu adalah masjid yang paling minim dengan fasilitas tapi masjid yang paling penuh dengan hidayah Allah. Dindingnya dari batu bata yang disusun dengan lumpur tanah, atapnya dari daun korma, tiangnya dari batang pohon, lantainya dibuat menghampar dari pasir dan kerikil-kerikil kecil, pintunya ada tiga. Panjang bangunannya ke arah kiblat hingga ke ujungnya ada seratus hasta dan lebarnya hampir sama. Pondasinya kurang lebih tiga hasta. Masjid Nabi ini bukan sekadar tempat untuk melaksanakan shalat semata, tapi juga merupakan sekolahan bagi kaum muslimin untuk menerima pengajaran Islam dan bimbingan-bimbingannya, sebagai balai pertemuan dan tempat untuk mempersatukan berbagai unsur kekabilahan dan sisa-sisa perselisihan semasa Jahiliyah, sebagai tempat untuk mengatur segala urusan dan sekaligus sebagai gedung parlemen untuk bermusyawarah dan menjalankan roda pemerintahan (Sirah Nabawiyah, Al-Mubarakfury). Adalah Tamim Ad-Dhari Ra yang meletakkan lampu sentir di masjid Nabi pada tahun ke sembilan hijriyah. Tapi di masjid itulah Rasulullah membina para sahabat, di masjid itulah strategi dakwah dibuat, di masjid itu Rasulullah mendidik para sahabat, di masjid itulah kemudian ukhuwah semakin erat terbangun. Itulah masjid Nabi, penuh dengan hidayah. Sehingga dalam riwayat dikisahkan jika ada tawanan perang dari pihak musuh, maka tawanan tersebut diikat di masjid, dia melihat setiap hari bagaimana interaksi sahabat dengan Rasulullah, tawanan ini menyaksikan bagaimana ukhuwah terbangun begitu erat antara sahabat baik dari muhajirin maupun kaum anshor. Dia menyaksikan langsung bagaimana nilai-nilai yang agung dipraktekkan oleh Rasulullah dan para sahabat. Dia melihat keindahan Islam. Dia melihat kemuliaan agama ini. Dia melihat kesyamilan agama ini, setiap harinya. Hasilnya ? selalu saja didapati para tawanan ini kemudian bergabung bersama kafilah Nabi, bergabung dalam naungan Islam. Hidayah Allah yang turun di masjidNya, di masjid yang penuh dengan amalan-amalan masjid. Adanya ta’lim, ibadah, dan dakwah.
@ andi : numpang nanya,kenapa hari perayaan kriten itu sepertinya banyak mengadopsi dari hari perayaan pagan seperti hari natal dan valentine ?
ini artikel ngambil dari mana ya?? dari media barat??? wah..jgn percaya itu..konspirasi yahudi ( oot bentar dulu ahh ..seperti typical agama terakhir kalau lagi disudutkan )
@Sahabatku vibrator
Saya nggak ngerti maksud anda……….? tolong diperjelas
Iri terhadap budaya bangsa non muslim …yang lebih beradab….
Maka..natal akan dikecam… (Karena Dunia lebih merayakan natal dpd lebaran)
Valentine akan dikecam..( Mamad gak punya kisah cinta…adanya kisah birahi)
Perayaan tahun baru akan dikecam… (karena tahun baru islam….hehehe…tidak dirayakan dunia ..Indonesia aja masih rame tahun baru kristen…..)
hehehe…orang kok iri melulu…
Slim…coba ngaca di cermin…lihatlah wajahmu…dan bertanya apakah saya selalu iri…..?
@Sahabatku Jangkrik
Hari natal… itu peringatan hari kelahiran siapa ya mas….? yesus apa dewa matahari….?
anda tahu kapan yesus lahir…….?
Benarkah tahun baru tgl 1januari…. hari perayaan kristen…..? kalau ya…. itu peringatan hari kelahiran siapa ya….?
Valentine hari raya mesum yang selalu diperingati orang – orang bar- bar
islam tidak iri mas…., islam hanya memperingati yang pasti – pasti saja mas….?
Valentine itu nggak penting. Jika dengan tidak merayakan Valentine Indonesia bisa lebih damai maka saya yakin itu yg terbaik. Lebih penting supaya di negeri kita ini bebas dari rasa saling curiga satu dengan yg lain. Ada apa sedikit langsung menuduh Kristenisasi. Jangan dong! Nanti hidup kita di Indonesia ini jadi penuh permusuhan.
@ Haidar: Sayang betul kita bersaudara di Indonesia berbeda-beda agama dan saling curiga satu sama lain. Saya pernah ke Yerusalem dan sekitarnya (tanah Palestina) di Timur Tengah dan menyaksikan sendiri kehidupan beragama disana sangat harmonis antara pengikut Islam, Kristen dan Yahudi. Ijinkan saya berbagi fakta ini.
Di Yerusalem bahasa pertama yg paling banyak digunakan adalah bahasa Arab demikian juga banyak bangsa Arab disana yg memeluk Kristen maka satu sama lain baik pemeluk agama satu dengan yg lain ya kalau bertegur sapa ya menggunakan Assalamualaikum… Nggak ada masalah. Demikian juga kalo mereka merujuk pada Sang Khalik ya semua (karena pengguna bahasa Arab) ya menyebutnya sebagai Allah. Kecuali Yahudi dengan YAHWE. Padahal ini di Timur Tengah loh. Tanah yg dianggap pusat konflik dengan nuansa agama/politik/ budaya. Kenapa justru di Indonesia Muslimnya lebih curigaan? Nggak usah ge-er, kalo ada orang Kristen menyampaikan salam dengan menggunakan bahasa Arab, nggak harus berarti Kristenisasi, kan? cuma kepengen akrab aja.
Lagipula bahasa Arab itu bukan bahasa ekslusif pemeluk Islam. Fakta lain bisa diambil dari Suriah/ Syria. Karena orang Suriah itu termasuk rumpun bangsa Arab, ngomongya ya bahasa Arab. Pun demikian banyak yg memeluk Katolik Orthodox (Kristen). Kalo di gereja mengucapkan salam ya Assallamualikum….menyebut Tuhan ya Allah… Begitu juga cara mereka beribadah di gerejanya ya seperti orang di mesjid (duduk di lantai, melakukan sujud dan sikap seperti salat, dll)
Apa bung Haidar mau bilang ini salah? Apa dasar pemikirannya? Dasar hukumnya apa? Orang Arab di Suriah sebagian memeluk Kristen (Orthodox) dan fakta ini sudah turun menurun minimal 400 tahun sebelum Islam datang dan kemudian menjadi agama mayoritas disana seperti sekarang ini. Dasarnya apa Bung Haidar mau ngajarin mereka ini bahwa mereka nggak boleh menyebut Tuhan dengan sebutan Allah ataupun mengucapkan salam dengan Assallamu Allaikum…? lah wong itu bahasa mereka kok. Justru Islam yg belakangan niru-niru.
Kalo nggak percaya sama saya, coba deh tanya kerabatmu yg sudah pernah ke Timur Tengah (Yerusalem dan sekitarnya). Ini fakta.
@ Hampa: Lucu ya Isa a.s dibilangnya agama Islam. Ya kalo pemahamanmu pemeluk Islam itu berarti adalah orang2 yg berserah kepada Tuhan, maka saya setuju. Tapi yg pasti Isa anak Mariam itu orang Yahudi. Jadi yg jelas dia pemeluk agama Yahudi yg membawa reformasi atas tradisi-tradisi Yahudi yg dirasa-Nya justru menjadi jurang pemisah antara umat manusia dan Sang Pencipta. Apa kau pikir Isa a.s semasa hidupnya mengucapkan syahadat yg bilang bahwa Muhammad adalah utusan Allah? Sedangkan Isa hidup +/- 600 tahun sebelum Muhammad lahir kok. Ini baru namanya pembodohan.
Iye… loe yang bodoh, setiap nabi semua beragama islam bro….., dan syahadatnya sesuai dengan nabi yang bersangkutan ” Laillahailallah… Isa Rosullulah “
anda mau tahu perbandingan Isa dan mohammad …di Quran ..?
NIH LIHAT….. Kemuliaan ISA Almasih di QURAN
Lahir dari perawan (Sura 19:16-34; 3:47). Mohamad lahir….emak biasa?
Diberi gelar “Kalimat Allah” (Sura 3:35, 39; 4:171)….Mohamad……?
Merupakan “Tiupan Roh dari Allah” (Sura 4:171; 19:17)….Mohamad….?
Diberi gelar Yang Mulia, Yang Lama dinubuatkan yaitu “Al-Masih” (Sura 4:17)……MOhammad….?
Disebut “seorang anak laki-laki yang suci” (Sura 19:19) dan dengan demikian tak perlu minta pengampunan. Apa.Mohammad….suci……???
Bergantian dengan Allah jadi Pengawas orang (Sura 5:117)….Mohammad….?
Dijadikan oleh Allah “suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami“ (Sura 19:21). Mohammad ….?
Sekarang ini berada di surga (Sura 3:55)….Mohammad…DINERAKA!!!
Akan kembali dari surga sebagai hakim pada Hari Kiamat (Sura 43:69).
MOhammad …akan diadili!!!
Pengikutnya diberikan kedudukan istimewa di atas orang kafir sampai hari kiamat (Sura 3:55).
Pengikut Mohammad….???? Amrozi…Baassir….Imam samodera…Pelaku bom bunuh diri….????
DIMANA LEBIH MULIANYA SI MAMAD…DIBANDING ISA ALMASIH….!!!????
INGAT…ISA ALMASIH…
AKAN KEMBALI DARI SURGA SEBAGAI HAKIM PADA HARI KIAMAT (SURA 43:69).
Ojo dumeh….lu benar2 buta dan bloon…!
jangkrik
Yah..lagi…. pasti dech… copasan dari lapak yang lain…, kreatif dong….
yang bloon kayaknya kamu krik…, karena kamu nyembah tuhan yang disiksa sama manusia ciptaannya… pasti dech alasanya nebus dosa….bualan paulus kamu telan mentah – mentah… dasar be….
Soalnya lu gak bisa jawab…PAKAI AYAT DONG JANGAN CUMA NGOMEL DOANG…. LU GUE SARANIN KE MUI… NANYA USTAD UJE…. Buktikan Mohammad lebih hebat dari Isa Hehehehe …. hahahaha…..!!!! Menang gue!!!
lebih hebat mana yesus dengan syeh puji…?
bingung aku jawabnya
Syech Puji kan Niru mohammad…ngawinin anak ingusan…Ah.. kaya gak tau aja…!
Ini bukan ilusi….
Diceritakan oleh Aisha: Bahwa Nabi menikahinya ketika ia berusia enam tahun dan berhubungan suami istri ketika dia berusia sembilan tahun, dan dia tetap menjadi istrinya selama sembilan tahun (yaitu sampai kematian Nabi). (Hadis Bukhari 62:64)